• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. TINJAUAN TEORI

4. Laporan Laba Rugi dan Kegunaanya

Laporan laba rugi (income statement) adalah laporan yang menyajikan ukuran keberhasilan operasi perusahaan selama periode waktu tertentu.

Lewat laporan laba rugi: (Hery, 2017:114)

a. Investor dapat mengetahui besarnya tingkat profitabilitas yang dihasilkan investee.

b. Kreditur juga dapat mempertimbangkan kelayakan kredit debitur.

c. Penetapan pajak yang nantinya akan disetorkan ke kas negara, juga diperoleh berdasarkan jumlah laba bersih yang ditunjukkan lewat laporan laba rugi.

d. Ukuran laba mengambarkan kinerja manajemen dalam menghasilkan profit untuk membayar bunga kreditur, deviden investor, dan pajak pemerintah.

e. Informasi laba dapat dipakai untuk mengestimasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dimasa yang akan datang (memprediksi atau menafsir earning powerI).

f. Menafsir resiko dalam berinvestasi, dll.

Laporan laba rugi atau income statement profit and loss statement adalah membandingkan pendapatan terhadap beban pengeluarannya untuk menentukan laba atau rugi bersih (Najmuddin, 2011:71). Tujuan keseluruhan dari pelaporan keuangan adalah memberikan informasi yang berguna bagi investor dan kreditur dalam pengambilan keputusan investasi dan pemberian kredit. Di samping itu, FASB dalam kerangka kerja konseptualnya menyatakan bahwa informasi mengenai laba perusahaan, yang diukur dengan accrual accounting, pada umumnya memberikan dasar yang lebih baik dalam hal memprediksi kinerja perusahaan dimasa depan dari pada informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas. Jadi, didalam kerangka kerja konseptual disebutkan bahwa fokus utama pelaporan keuangan adalah informasi mengenai kinerja perusahaan yang diberikan oleh ukuran laba dan komponen-komponennya (pendapatan, beban, keuntungan, dan kerugian). (Hery, 2017:114)

Pada laba akrual alat prediksi arus kas masa depan yang unggul dibandingkan arus kas kini karena dua alasan. Pertama, melalui pengakuan pendapatan, ini mencerminkan konsekuensi arus kas masa depan. Misalnya, penjualan kredit hari ini memperkirakan adanya arus kas

yang akan diterima dari pelanggan di masa depan. Kedua, akuntansi akrual menyeleraskan arus kas masuk dan arus kas keluar dengan lebih baik selama waktu menilai proses pengaitan. Hal ini berarti laba merupakan alat prediksi yang stabil dan dapat diandalkan dari arus kas (Subramanyam, 2017:92).

Definisi yang lebih resmi untuk pos-pos yang berhubungan dengan laba, yang dikenal sebagai unsur-unsur utama laporan laba rugi, adalah sebagai berikut: (Hery, 2017:123)

a. Pendapatan adalah arus masuk aktiva atau peningkatan lainnya atas aktiva atau penyelesaian kewajiban entitas (atau kombinasi dari keduanya) dari pengiriman barang, pemberian jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan. Biasa dengan bentuk, seperti penjualan, honor, bunga, deviden, dan sewa.

b. Beban adalah arus kas keluar aktiva atau peningkatan lainnya atas aktiva atau terjadinya (munculnya) kewajiban entitas (atau kombinasi dari keduanya) yang disebabkan oleh pengiriman atau pembuatan barang, pemberian jasa, atau aktivitas lainnya yang merupakan operasi utama atau operasi sentral perusahaan. Yang memiliki berbagai bentuk seperti, harga pokok penjualan, biaya pengiriman barang, penyusutan, amortisasi, bunga, sewa, gaji dan upah, utilitas (air, listrik, telepon), piutang tak tertagih, garansi, asuransi, iklan, perlengkapan, dan pajak.

c. Keuntungan adalah kenaikan dalam ekuitas (aktiva bersih) entitas yang ditimbulkan oleh transaksi peripheral (transaksi di luar operasi utama atau operasi sentral perusahaan) atau transaksi insidentil (transaksi

yang keterjadiannya jarang) dan dari seluruh transaksi lainnya serta peristiwa maupun keadaan-keadaan lainnya yang memengaruhi entitas, tidak termasuk yang berasal dari pendapatan atau investasi oleh pemilik.

d. Kerugian adalah penurunan dalam ekuitas (aktiva bersih) entitas yang ditimbulkan oleh transaksi peripheral (transaksi diluar operasi utama atau operasi sentral perusahaan) dan dari seluruh transaksi lainnya serta peristiwa maupun keadaan lainnya yang memengaruhi entitas.

Keuntungan dan kerugian juga bisa berasal dari banyak peristiwa, seperti penjualan investasi, penjualan aktiva tetap, penghapusan aktiva tetap, penebusan utang obligasi, penjualan piutang usaha.

Laporan laba rugi dapat disusun dalam dua bentuk pilihan, yaitu bentuk langsung (single—step) dan bentuk bertahap (multiple-step) : (Hery, 2017:125)

a. Bentuk langsung (single-step) adalah laporan laba rugi yang menekankan pada total pendapatan dan total beban sebagai faktor penentun laba/rugi bersih. Seluruh pendapatan, baik yang berasal dari kegiatan normal bisnis perusahaan (pendapatan penjualan bersih) maupun yang bukan berasal dari kegiatan normal bisnis perusahaan atau pendapatan lain-lain seperti, pendapatan bunga, deviden, dan sewa yang akan digabung menjadi satu jumlah sebagai total pendapatan. Demikian juga dengan seluruh beban mulai dari harga pokok, penjualan (COGS), beban penjualan, beban umum dan administrasi, hingga beban bunga (beban lain-lain) akan digabung

menjadi satu jumlah sebagai total beban. Laba/rugi bersih dihitung dari selisih antara total pendapatan dengan total beban. Dengan demikian, dalam laporan laba rugi bentuk langsung ini tidak menrinci berapa besarnya laba kotor, beban operasional, laba operasional, pendapatan lain-lain, dan beban lain-lain. Keungggulan utama dari pelaporan laba rugi bentuk langsung terletak pada kesederhaan penyajian dan tidak adanya implikasi bahwa satu jenis pos pendapatan atau beban lebih diproritaskan dari lainnya. Dengan demikian, laporan laba rugi bentuk langsung ini menghilangkan masalah klarifikasi yang bisa muncul.

b. Bentuk bertahap (multiple-step) adalah laporan laba rugi yang menunjukkan tahapan-tahapan dalam menentukan laba bersih.

Pendapatan penjualan bersih akan dikurangkan dengan harga pokok penjualan untuk menentukan besarnya laba kotor. Laba kotor ini akan dikurangkan dengan beban operasional yang terdiri dari beban penjualan dan beban umum administrasi untuk mementukan besarnya laba operasional. Lalu, laba operasional ini akan ditambah dengan pendapatan dan keuntungan lain-lain dan dikurangkan dengan beban dan kerugian lain-lain untuk menentukan besarnya laba sebelum pajak penghasilan. Laba sebelum pajak penghasilan dikurangkan dengan pajak penghasilan diperoleh laba bersih.

5. Jenis Laba

Dokumen terkait