• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN POSISI KEUANGAN

Aset

Total aset PT Semen Padang pada tahun 2017 mencapai Rp10.141 miliar tumbuh 10,1 % atau sebesar Rp930 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp9.211 miliar. Total aset terdiri dari aset lancar sebesar Rp2.461 miliar, naik sebesar 15,7 % atau sebesar Rp334 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp2.127 miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp7.679 miliar atau tumbuh 8,4 % Rp596 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp7.084 miliar.

144

Pendahuluan Laporan Manajemen Profil Perusahaan Tinjauan Pendukung

Bisnis

Analisis Pembahasan Manajemen

Tata Kelola Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Laporan Keuangan Audit

Tabel Posisi Keuangan (dalam miliar Rupiah)

Keterangan 2015 2016 2017 Selisih % Perubahan

2017 2016

2015

2.461

2.127 2.297

Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp470 miliar, turun 27,6 % atau sebesar Rp 179 miliar dibandingkan

1 2 3 4 5 = 4 - 3 6 = 4 - 2 7 = 4 : 3 8 = 4 : 2

Aset

Aset Lancar 2.297 2.127 2.461 334 164 15,7 7,2

Aset Tidak Lancar 5.096 7.084 7.679 596 2.583 8,4 50,7

Total Aset 7.393 9.211 10.141 930 2.748 10,1 37,2

Liabilitas dan Ekuitas

Liabilitas Jangka Pendek 2.244 1.894 2.114 220 -130 11,6 -5,8

Liabilitas Jangka Panjang 689 2.427 3.076 648 2.387 26,7 346,6

Total Liabilitas 2.933 4.321 5.190 868 2.257 20,1 77,0

Ekuitas 4.460 4.890 4.951 61 490 1,3 11,0

Total Liabilitas dan Ekuitas 7.393 9.211 10.141 930 2.748 10,1 37,2

Aset Lancar

Aset lancar pada tahun 2017 sebesar Rp2.461 miliar naik 15,7 % atau sebesar Rp334 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp2.127 miliar. Peningkatan ini terutama berasal dari piutang usaha serta persediaan yang masing-masing naik sebesar 22,6 % dan 47,7 %. Gambaran aset lancar secara rinci terlihat pada tabel dan pembahasan berikut ini:

Tabel Aset Lancar (dalam miliar Rupiah)

Keterangan 2015 2016 2017 Selisih % Perubahan

1 2 3 4 5 = 4 - 3 6 = 4 - 2 7 = 4 : 3 8 = 4 : 2

Aset Lancar

Kas dan Setara Kas 743 648 470 -179 -273 -27,6 -36,8

Piutang Usaha – Bersih 785 744 912 168 127 22,6 16,2

Persediaan 657 608 898 290 241 47,7 36,7

Uang Muka 17 17 14 -3 -3 -18,6 -17,7

Aset lancar lainnya 95 110 168 58 73 52,2 76,5

Total Aset Lancar 2.297 2.127 2.461 334 164 15,7 7,2

Grafik Aset Lancar Tahun 2015–2017 (dalam miliar Rupiah)

Rp4,8 miliar dibandingkan pada tahun 2016 sebesar Rp9,7 miliar. Pada tahun 2017, kas dan setara kas PT Semen Padang terdapat pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, saldo tersebut merupakan jaminan Non-Cash

Loan pada bank tersebut atas setiap pembukaan letter of credit.

Perusahaan diwajibkan untuk menyetor margin deposit sebesar 10 % dari nilai nominal letter of credit yang diterbitkan, sedangkan untuk Entitas Anak juga melakukan jaminan Kredit Modal Kerja (KMK) untuk PT Sepatim Batamtama sebesar Rp361 juta.

145

Pendahuluan Laporan Manajemen Profil Perusahaan Tinjauan Pendukung

Bisnis

Analisis Pembahasan Manajemen

Tata Kelola Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Laporan Keuangan Audit

Piutang usaha terdiri dari piutang usaha kepada pihak ketiga dan piutang usaha kepada pihak berelasi. Piutang usaha kepada pihak berelasi sebesar Rp204 miliar naik sebesar 0,6

% atau sebesar Rp1 miliar dibandingkan pada tahun 2016 sebesar Rp203 miliar. Sedangkan, piutang usaha kepada pihak ketiga pada tahun 2017 sebesar Rp708 miliar naik 30,9 % atau sebesar Rp167 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp541 miliar, terutama disebabkan oleh penambahan hari Term of Payment atas penjualan semen dari yang sebelumnya rata- rata 45 hari menjadi rata-rata 60 hari. Saldo piutang usaha bersih tersebut merupakan nilai setelah dikurangi penyisihan penurunan nilai sebesar Rp18,5 miliar.

Rasio perputaran piutang pada tahun 2017 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2016. Rasio perputaran piutang tahun 2017 sebesar 8,0 kali sedangkan tahun 2016 sebesar 8,1 kali. Perbandingan rasio perputaran piutang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel Rasio Perputaran Piutang Tahun 2015-2017 (kali)

Keterangan 2015 2016 2017 Selisih % Perubahan

1 2 3 4 5 = 4 - 3 6 = 4 - 2 7 = 4 : 3 8 = 4 : 2

Rasio Perputaran Piutang 8,6 8,1 8,0 0 -1 -1,3 -6,2

Persediaan

Persediaan pada tahun 2017 sebesar Rp898 miliar, lebih tinggi sebesar 47,7 % atau sebesar Rp290 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp608 miliar. Rasio perputaran persediaan mengalami penurunan dari 7,1 kali tahun 2016 menjadi 5,2 kali tahun 2017. Hal ini disebabkan bertambahnya persediaan karena beroperasinya pabrik Indarung VI.

Uang Muka

Pada tahun 2017, uang muka tercatat sebesar Rp14 miliar atau turun 18,6 % atau sebesar Rp3 miliar dibandingkan pada tahun 2016 sebesar Rp17 miliar. Penurunan uang muka terutama disebabkan oleh penurunan pada uang muka pembelian lokal sebesar 95,9 %.

Pajak Dibayar Dimuka

Pajak dibayar dimuka pada tahun 2017 sebesar Rp119 miliar, naik sebesar 1.366,0 % atau sebesar Rp111 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp8 miliar. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan PPN masukan dalam negeri dan PPh Pasal 28A yang masing-masing sebesar Rp28 miliar dan Rp79 miliar, hal ini disebabkan oleh lebih bayar terhadap uang muka pajak sehubungan dengan penurunan kinerja penjualan perusahaan.

Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar dimuka pada tahun 2017 sebesar Rp3 miliar, turun sebesar 63,4 % atau sebesar Rp5 miliar dibandingkan

dengan tahun 2016 sebesar Rp8 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya uang muka sewa.

Aset Tidak Lancar

Total aset tidak lancar pada tahun 2017 sebesar Rp7.679 miliar mengalami peningkatan sebesar 8,4 % atau sebesar Rp596 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp7.084 miliar.

Kenaikan ini terutama terjadi pada kenaikan nilai aset tetap bersih sebesar Rp637 miliar karena realisasi investasi strategis yang terkait dengan proyek pabrik Indarung VI. Gambaran rincian aset tidak lancar terlihat pada tabel berikut:

Tabel Aset Tidak Lancar (dalam miliar Rupiah)

Keterangan 2015 2016 2017 Selisih % Perubahan

1 2 3 4 5 = 4 - 3 6 = 4 - 2 7 = 4 : 3 8 = 4 : 2

Aset Tidak Lancar

Uang muka investasi 115 43 7 -36 -108 -84,0 -94,1

Properti Investasi 111 104 98 -6 -12 -5,8 -10,9

Aset tetap – bersih 4.763 6.800 7.437 637 2.674 9,4 56,1

Aset tidak lancar lainnya 108 137 137 1 30 0,6 27,4

Total Aset Tidak Lancar 5.096 7.084 7.679 596 2.583 8,4 50,7

146

Pendahuluan Laporan Manajemen Profil Perusahaan Tinjauan Pendukung

Bisnis

Analisis Pembahasan Manajemen

Tata Kelola Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Laporan Keuangan Audit

Tabel Liabilitas (dalam miliar Rupiah)

Keterangan 2015 2016 2017 Selisih % Perubahan

1 2 3 4 5 = 4 - 3 6 = 4 - 2 7 = 4 : 3 8 = 4 : 2

Liabilitas jangka pendek 2.244 1.894 2.114 231 -130 12,2 -5,8

Liabilitas jangka panjang 689 2.427 3.076 638 2.387 26,2 346,6

Total Liabilitas 2.933 4.321 5.190 868 2.257 20,1 77,0

Grafik Liabilitas Tahun 2015-2017 (dalam miliar Rupiah)

2017 2016

2015

5.190

4.321 2.933

Properti Investasi

Pada tahun 2017, PT Semen Padang memiliki properti investasi berupa bangunan dan prasarana yang disewakan kepada Yayasan Rumah Sakit Semen Padang selama jangka waktu 10 tahun. Adapun nilai properti investasi pada tahun 2017 sebesar Rp98 miliar turun 5,8 % atau sebesar Rp6 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp104 miliar. Hal ini disebabkan karena beban penyusutan properti investasi tahun 2017.

Aset Tetap

Aset tetap pada tahun 2017 sebesar Rp7.437 miliar mengalami peningkatan sebesar 9,4 % dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp6.800 miliar. Peningkatan ini terutama karena realisasi investasi strategis yang terkait dengan proyek pabrik Indarung VI.

Liabilitas

Total liabilitas pada tahun 2017 sebesar Rp5.190 miliar meningkat 20,1 % atau sebesar Rp868 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp4.321 miliar. Nilai tersebut terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp2.114 miliar atau 40,7 % dari total liabilitas dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp3.076 miliar atau 59,3 % dari total liabilitas. Gambaran liabilitas tersebut terlihat pada tabel berikut:

Grafik Aset Tidak Lancar Tahun 2015-2017 (dalam miliar Rupiah)

2017 2016

2015

7.679

7.084 5.096

Uang Muka Investasi

Uang muka investasi merupakan uang muka pembelian aset untuk proyek-proyek strategis, pada tahun 2017 uang muka investasi sebesar Rp7 miliar turun 84,0 % dibandingkan dengan realisasi tahun 2016, penurunan ini terutama disebabkan oleh Proyek Indarung VI yang telah selesai dan mulai beroperasi pada bulan Agustus tahun 2017.

Investasi pada Entitas Asosiasi

Investasi pada Entitas Asosiasi pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp751 juta, naik 15,1 % atau sebesar Rp556 ribu dibandingkan pada tahun 2016 sebesar Rp678 juta. Investasi tersebut dilakukan pada PT Igasar dengan kegiatan usaha utama distribusi semen untuk daerah Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Total liabilitas jangka pendek tahun 2017 sebesar Rp2.114 miliar naik 12,2 % atau sebesar Rp231 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp1.884 miliar. Kenaikan liabilitas jangka pendek ini terutama disebabkan oleh utang dividen, utang lain- lain serta utang bank jangka pendek.

147

Pendahuluan Laporan Manajemen Profil Perusahaan Tinjauan Pendukung

Bisnis

Analisis Pembahasan Manajemen

Tata Kelola Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Laporan Keuangan Audit

Grafik Liabilitas Jangka Pendek Tahun 2015-2017 (dalam miliar Rupiah)

2017 2016

2015

2.114 1.894

2.244

Utang Usaha

Utang usaha tahun 2017 sebesar Rp1.126 miliar turun 2,9 % atau sebesar Rp34 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp1.159 miliar. Utang usaha ini terdiri dari utang usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp804 miliar dan utang usaha kepada pihak berelasi sebesar Rp322 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh pembayaran utang usaha karena penyelesaian proyek Indarung VI.

Utang Lain-Lain

Utang lain-lain tahun 2017 sebesar Rp246 miliar naik 71,1 % atau sebesar Rp102 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp144 miliar. Kenaikan utang lain-lain ini terutama ada beban bunga atas utang deviden.

Utang Pajak

Utang pajak tahun 2017 sebesar Rp40 miliar turun 59,4 % atau sebesar Rp58 miliar dibanding tahun 2016 sebesar Rp98 miliar. Penurunan utang pajak seiring dengan penurunan kinerja penjualan perusahaan dibandingkan tahun lalu hingga menyebabkan lebih bayar terhadap utang PPh Pasal 25 dan Pasal 29 serta penurunan terhadap PPN Keluaran tahun 2017.

Beban Akrual

Beban akrual tahun 2017 sebesar Rp282 miliar naik 9,9 % atau sebesar Rp25 miliar dibandingkan dengan tahun 2016 sebesar Rp257 miliar. Peningkatan ini lebih disebabkan akrual beban pemeliharaan yang mengalami kenaikan dikarenakan aktifitas pemeliharaan tahun 2017 yang semakin banyak dan adanya penambahan Pabrik Indarung VI pada pertengahan tahun 2017.

Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek

Pada tahun 2017, liabilitas imbalan kerja jangka pendek tercatat sebesar Rp158 miliar, turun 23,7 % atau sebesar Rp49 miliar dibandingkan pada tahun 2016 sebesar Rp207 miliar. Hal ini disebabkan karena penurunan akrual beban jasa produksi sejalan dengan penurunan laba perusahaan.

Utang Bank Jangka Pendek

Utang bank jangka pendek dan jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam 1 tahun pada tahun 2017, yaitu utang bank jangka pendek tercatat sebesar Rp1.362 juta, sedangkan utang bank jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam satu tahun tercatat sebesar Rp137 miliar, naik sebesar Rp135 miliar dibandingkan pada tahun 2016 sebesar Rp2 miliar.

Liabilitas Sewa Pembiayaan

Pada tahun 2017, liabilitas sewa pembiayaan tercatat sebesar Rp24 miliar, turun 6,38 % atau sebesar Rp1,6 miliar dibandingkan pada tahun 2016 sebesar Rp25 miliar. Hal ini terutama disebabkan habisnya masa kontrak beberapa aset leasing seperti kendaraan.

Dokumen terkait