BAB II LANDASAN TEORI
E. Teknk p 1. Las
2. Las Asetelin
a. Peralatan Las Asetelin
Gambar 41. Peralatan Las Asetilin
(Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 12)
1) Silinder Gas
Ukuran-ukuran silinder oksigen dan asetilin bermacam- macam, tergantung kebutuhan pekerjaan, namun yang umum
dipakai adalah mulai dari 3500 liter, 5000 liter, 6000 liter dan 7000 liter.
Adapun standar warna silinder oksigen biasanya adalah hitam dan silinder asetilin adalah merah, namun ada juga negara
atau fabrik tertentu membuat standar warna tersendiri.
Gambar 42. Silinder Oksigen
(Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 13)
Gambar 43. Silinder Asetilin
(Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 13)
2) Regulator
Regulator atau alat pengatur tekanan berfungsi untuk : a) Mengetahui tekanan isi silinder,
b) Menurunkan tekanan isi menjadi tekanan kerja,
c) Mengetahui tekanan kerja,
d) Menjaga tekanan kerja agar tetap (konstan) meskipun tekanan isi berubah-ubah,
e) Mengamankan silinder, apabila terjadi nyala balik.
Pada regulator terdapat dua buah alat penunjuk tekanan atau biasa disebut manometer, yaitu manometer tekanan isi silinder dan manometer tekanan kerja. Manometer tekanan isi mempunyai skala lebih besar bila dibandingkan dengan manometer tekanan kerja.
Perbedaan antara regulator asetilin dan regulator oksigen yang paling utama adalah :
a) Regulator asetilin berulir kiri
Pada waktu mengikat , putaran ulirnya ke arah kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam, sedangkan untuk membuka diputar kearah kanan atau searah dengan jarum jam.
b) Regulator oksigen berulir kanan
Pada waktu mengikat putaran ulirnya kearah kanan atau searah dengan jarum jam, sedangkan untuk membuka diputar kearah kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam.
c) Warna bak manometer
Regulator oksigen : terdapat tulisan oksigen, warna bak biru / hitam /abu-abu.
Regulator asetilin : terdapat tulisan asetilin, warna bak merah.
3
3) Slang Las
(P
Fun ke pemba diperkuat berwarna Slan a) Kuat
oksig
Gamb (Pengelasa
s
Pengelasan D
ngsi slang la akar. Slang t oleh serat a hitam/biru/h
ng las harus t : Slang as gen harus tah
bar 44. Regul an Dan Pemo
Gambar 45 Dan Pemoton
as adalah un las dibuat d t-serat baha hijau, sedang
mempunyai etilin harus han terhadap
lator Oksigen otongan Den
5. Slang Las ngan Dengan
ntuk mengal dari karet y an tahan p
g slang aseti i sifat :
tahan tekan p tekanan 20
n dan Asetili ngan Panas, h
s
n Panas, hal
lirkan gas d yang berlapis
panas. Slan ilin berwarna
nan 10 Kg / Kg / cm2
in hal 17)
18)
ari silinder s-lapis dan ng oksigen
a merah.
cm2, slang
4
b) Taha c) Lema
4) Pembakar
Fungsi Pe a) Menc b) Meng c) Meng
an api / panas as / tidak kak
r ( Torch) da
(Pengelasan
(Pengelasa
embakar dan campur gas gatur pengel gadakan nya s
ku / fleksibe
an Tip Las
Gambar 46 n Dan Pemot
Gambar an Dan Pemo
n tip las : oksigen dan luaran gas ala api
el
6. Pembakar tongan Deng
r 47. Tip La otongan Den
n gas asetilin r Las gan Panas, h
as
ngan Panas, h hal 19)
hal 19)
b. Pemasangan Peralatan Las Asetilin
Agar peralatan las dipasang secara benar dan sesuai dengan standar operasional, maka perlu diikuti langkah-langkah sebagai berikut :
1) Letakkan silinder oksigen dan asetilin pada troli dalam keadaan berdiri tegak dan ikat dengan rantai pengaman .Buka segelnya pada masing-masing silinder.
2) Buka katup silinder oksigen dan asetilin.
a) Buka katup silinder oksigen dan segera tutup kembali, hal ini dilakukan dengan cepat (kira-kira dalam waktu ½ detik), dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran pada dudukan regulator (katup socket).
Gambar 48. pembukaan katup silinder oksigen (Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 21)
b) Lakukan hal yang sama untuk silinder asetilin.
3) Pasanglah regulator oksigen dan asetilin secara bergantian pada masing-masing silinder.
Gambar 49. pemasangan regulator
(Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 21)
a) Silinder oksigen mempunyai ulir kanan.
b) Silinder asetilin mempunyai ulir kiri.
c) Kencangkan dengan jari tangan untuk memastikan bahwa regulator sudah terpasang pada ulir dengan benar.
d) Kencangkan dengan menggunakan kunci pas (spanner) yang benar.
e) Periksa kran penyetel tekanan (pressure adjusting screw) pada kedua regulator, kran ini harus dalam keadaan kendor.
f) Buka katup silinder, gunakan kunci silinder yang benar dan perlahan-lahan putar kira-kira satu setengah putaran.
Kencangkan dengan tangan
4) Pasanglah masing-masing slang las ke regulator.
Gambar 50. pemasangan slang regulator (Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 21)
Gunakan kunci silinder (cylider key) serba guna untuk mengencangkan sambungan tersebut hingga kencang.
5) Pasanglah slang pada pembakar
Gambar 51. pemasangan slang pembakar (Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 22)
Persambung l
6) Pasanglah tip las pada pembakar
Gambar 52. pemasangan tip las
(Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 22)
a) Pilih tip las yang sesuai dengan pekerjaan dan kencangkan dengan tangan.
b) Untuk mengencangkan tip las hanya diperkenankan dengan kekuatan tangan, tidak boleh menggunakan alat yang lain.
c) Periksa dan kencangkan kembali semua sambungan yang sudah selesai dipasang, dan periksa semua sambungan dari kebocoran
7) Pemeriksaan semua sambungan.
Gambar 53. pengecekan kebocoran
(Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 23)
a) Buka silinder oksigen katup kira-kira 1 sd 1,5 putaran hingga jarum manometer tekanan menunjuk angka tertentu, sesuai dengan tekanan isi silinder.
b) Putar kran pengatur tekanan regulator oksigen sehingga menunjukkan tekanan 50 kPa atau yang setara., demikian juga untuk regulator asetilin.
c) Oleskan air sabun pada setiap sambungan dengan menggunakan kuas. Kebocoran gas dapat diketahui dengan adanya gelembung-gelembung air sabun pada sambungan,
Air sabun Lihat
gelembung air
bahkan kalau ada kebocoran yang cukup besar akan ada bunyi berdesis.
d) Apabila terjadi kebocoran hendaknya mur penghubung atau klem slang dikencangkan lagi dengan mengguna-kan alat yang sesuai.
c. Penyalaan dan Pengaturan Nyala Api Las 1) Nyala api netral (Neutral flame)
2) Nyala api karburasi (Carburising flame) 3) Nyala api oksidasi (Oxidising flame)
1) Nyala Api Netral (Neutral Flame)
Gambar 54. nyala api netral
(Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 23)
Yang dimaksud dengan nyala netral ialah perbandingan campuran asetilin dengan oksigen seimbang.
Pada nyala netral terdapat dua bagian yaitu nyala inti dan nyala luar.
Tanda-tandanya :
a) Bentuk kerucut nyala inti tumpul.dan berwarna biru agak keputih-putihan.
b) Disekitar kerucut nyala tidak ada kelebihan asetilin.
Pemakaiannya digunakan untuk las cair hampir semua jenis logam, kecuali tembaga dan paduannya.
2) Nyala Api Karburasi (Carburising Flame)
Gambar 55. nyala api karburasi
(Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 24)
Yang dimaksud dengan nyala karburasi adalah nyala kelebihan asetilin. Kalau diperhatikan ada tiga bagian didalam nyala tersebut, yaitu : nyala inti (inner cone), nyala ekor (acetylene feather), dan nyala luar (outer cone).
Tanda-tandanya :
a) Bentuk kerucut nyala inti tumpul dan berwarna biru.
b) Disekitar kerucut nyala terlihat kabut putih.
Pemakaiannya untuk mengeraskan permukaan dan dapat juga digunakanuntuk mematri keras.
3) Nyala Api Oksidasi (Oxidising flame )
Gambar 56. nyala api oksidasi
(Pengelasan Dan Pemotongan Dengan Panas, hal 24)
Yang dimaksud dengan nyala oksidasi ialah nyala kelebihan oksigen. Nyala ini terdiri dari dua bagian yaitu : nyala inti dan nyala luar.
Tanda-tandanya :
a) Kerucut nyala inti meruncing dan pendek.
b) Warna kerucut nyala biru terang.
Pemakaiannya digunakan untukmengelas tembaga dan paduannya.