BAB II LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR
3. Layanan Bimbingan Belajar
negative atau tidak menyenangkan terlebih lagi sampai dihukum, maka ia akan meninggalkannya. Kesimpulan Skinner mengenai belajar meneliti terhadap perilaku tikus. Tikus akan merespons stimulus tertentu. Jika respons tersebut diberi ganjaran berupa makanan, tikus cenderung melakukkan respons yang sama atau mengulanginya lagi.
3. Menurut Bandura mengemukakan teori sosial learning setelah melakukan penelitian terhadap perilaku agresif di lingkungan anak- anak. Atas dasar teori sosial dan pengamatannya terhadap perilaku agresif anak ini, Bandura berkesimpulan bahwa perilaku agresif anak- anak disebabkan oleh peniruannya terhadap tokoh model yang menjadi idolanya. Perilaku seseorang selalu dipengaruhi oleh interaksinya dengan lingkungan sekitar. Jika perilaku hasil interaksi tersebut selalu mendapatkan ganjaran atau penghargaan secara positif, maka perilaku tersebut akan diteruskan dan dipertahankan sehingga menjadi kebiasaan.
Maka dari beberapa pendapat para ahli tentang Bimbingan belajar, Dewa Ketut Sukardi mengemukakan bahwa bimbingan belajar adalah proses bantuan yang diberikan kepada individu agar dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam belajar sehingga setelah melalui proses perubahan dalam belajar mereka dapat mencapai hasil belajar yang optimal.12 Berdasarkan uraian di atas dapat diperjelas bahwa bimbingan belajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada siswa dalam menyelesaikan masalah masalah belajar yang dihadapi siswa, sehingga tujuan dari belajar akan tercapai. Bimbingan belajar adalah suatu kegiatan bantuan belajar kepada siswa atau peserta didik yang bertujuan agar peseta didik dapat mencapai prestasi belajar secara optimal.
sehingga setelah melalui proses perubahan dalam belajar mereka dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Menurut Yusuf mengatakan bimbingan belajar adalah bimbingan yang diberikan oleh tenaga ahli (konselor) untuk membantu individu dalam menghadapi dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan belajar13. Bimbingan belajar bagi peserta didiksekolah dasar lebih difokuskan pada usaha-usaha untuk meningkatkan prestasi belajar.
Dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik, diperlukan adanya kerjasama antara konselor sekolah dengan para guru. Konselor di Sekolah Dasar pada kenyataannya tidak secara khusus menjadi konselor (guru BK) tetapi merupakan wali kelas. Oleh karena itu, wali kelas menjadi pokok utama dalam memberikan layanan bimbingan belajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Selama ini belum teridentifikasi tentang bagaimana pelaksanaan layanan bimbingan belajar. Hal ini ditunjukkan dengan masih munculnya permasalahan belajar yang dialami oleh peserta didiksekolah dasar. Sebagai contoh prestasi belajar yang rendah, malas untuk berangkat sekolah, mengganggu temannya ketika proses pembelajaran berlangsung, dan lain sebagainya.
Pada anak yang usianya lebih tinggi, komunikasi langsung antara guru dengan peserta didik dapat dilakukan karena anak tersebut sudah dapat diajak berbicara, berpikir, atau memahami berbagai pertanyaan atau pernyataan yang diungkapkan guru atau pembimbing, sehingga layanan bimbingan belajar yang bersifat langsung dapat dilakukan. Sementara pada anak usia dini, proses konseling masih bersifat sederhana. Dengan kata lain, bagaimana guru dapat membantu menumbuhkan kesadaran dan pemahaman anak terhadap sesuatu, sudah dipandang sebagai suatu layanan belajar.14
Dari pengertian layanan, bimbingan belajar di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan peran layanan bimbingan belajar adalah pelayanan yang diberikan oleh konselor berupa bantuan atau pertolongan serta pengarahan kepada
13 Yusuf. Mencerdaskan Anak Usia Dini. Jakarta: Elex Media Komputindo. 2005. Hlm.10
14 Rifda El Fiah. ‘‘Bimbingan dan Konseling Anak Usia Dini’’(Jakarta: PT RAJAFINDO PERSADA, 2007). Cet 1. Hlm. 297.
individu atau kelompok individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan didalam hidupnya. Maka, di dalam pengertian bimbingan belajar merupakan bantuan atau pertolongan kepada orang lain yang mengalami kesulitan- kesulitan.
Program layanan bimbingan di satuan pendidikan disusun sekurang- kurangnya membuat 8 (delapan) poin. Pertama, visi dan misi. Sajian visi dan misi bimbingan dan konseling harus sesuai dengan visi dan misi sekolah, oleh karena itu sajikan visi dan misi sekolah kemudian rumuskan visi dan misi program layanan bimbingan dan konseling. Kedua, deskripsi kebutuhan.
Rumusan didasarkan atas hasil asesmen kebutuhan (need assessment) peserta didik/ konseli dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik/konseli dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik/konseli.
Ketiga, tujuan. Tujuan yang akan dicapai disusun dalam bentuk perilaku yang harus dikuasai peserta didik setelah memperoleh layanan bimbingan belajar. Keempat, komponen program. Komponen program bimbingan belajar di satuan pendidikan meliputi: (1) Layanan Dasar, (2) Layanan Peminatan peserta didik dan Perencanaan Individual, (3) Layanan Responsif, dan (4) Dukungan sistem (Permendikbud, No. 111, 2014). Kelima, bidang layanan.
Bidang layanan bimbingan belajar meliputi pribadi, sosial, belajar dan karier.
Materi layanan bimbingan klasikal disajikan secara proporsional sesuai dengan hasil asesmen kebutuhan 4 bidang layanan. Rencana Operasional (Action Plan) ditujukan untuk menjamin program bimbingan belajar dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Rencana kegiatan adalah uraian detail dari program yang menggambarkan struktur isi program, kegiatan untuk memfasilitasi peserta didik/konseli mencapai kemandirian dalam kehidupan.
Keenam, pengembangan Tema/Topik. Pengembangan tema mengidentifikasikan deskripsi kebuthan peserta didik dalam aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karakter. Pengembangan Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling (RPLBK). RPLBK dikembangkan sesuai dengan tema/topik dan sistematika yang diatur dalam
panduan penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan. Ketujuh, evaluasi, pelaporan dan tindak lanjut. Rencana evaluasi perkembangan peserta didik/konseli didasarkan pada rumusan tujuan yang ingin dicapai dan layanan yang dilakukan. Disamping itu, diperlukan evaluasi keterlaksanaan program, dan hasilnya sebagai bentuk akuntabilitas layanan bimbingan dan konseling. Hasil evaluasi harus dilaporkan dan diakhiri dengan rekomendasi tentang tindak lanjut pengembangan program selanjutnya.
Kedelapan, angaran biaya. Rencana anggaran biaya untuk mendukung implementasi program layanan bimbingan belajar disusun secara realistic dan dapat dipertanggungjawabkan secara transparan. Rencana biaya dapat memuat kebutuhan biaya operasi layanan bimbingan belajar dan pengembangan profesi bimbingan dan konseling.15
Dari semua poin pada program layanan bimbingan di satuan pendidikan anak usia dini ini, KB Wadas Kelir Purwokerto Selatan sudah melaksanakan sejak tahun 2019 sampai sekarang. Program layanan bimbingan belajar membuat dampak positif terutama pada deteksi tumbuh kembang anak-anak KB Wadas Kelir Purwokerto Selatan.