BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
A. Gambaran Umum MTs Al-Madaniyah Jempong Barat
1. Letak Geografis MTs Al-Madaniyah Jempong Barat
MTs Al-Madaniyah terletak di jalan H. Naim Jempong Barat, kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
Sebelah Utara : berbatasan dengan jalan
Sebelah Selatan: berbatasan dengan perumahan warga Sebelah Timur : berbatasan dengan perumahan warga Sebelah Barat : berbatasan dengan perumahan warga52
51 Dokumentasi, 5 Januari 2017.
48
MTs Al-Madaniyah berdiri diatas lahan seluas 30 are, dengan model bangunan berbentuk huruf U yang lokasinya terletak di pinggir jalan raya, dari jalan H. Naim menuju jalan ke Guntur sedangkan jalan besarnya menuju kejalan lingkar selatan. Sehingga sangat mudah di jangkau oleh masyarakat. Berdasarkan kondisi dan letak wilayah yang telah dipaparkan keberadaan MTs Al-Madaniyah memang sangat strategis yang memungkinkan masyarakat, khususnya masyarakat jempong untuk menyekolahkan anaknya di MTs yayasan pondok pesantren Al- Madaniyah jempong barat.53
2. Keadaan Guru dan Pegawai Tenaga Pengajar MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Kec. Sekarbela Kota Mataram
Dalam proses pembelajaran guru merupakan faktor terpenting karena tanpa adanya seorang guru keberhasilan pendidikan tidak dapat tercapai.
Guru juga yang bertanggung jawab terhadap pembinaan perkembangan pribadi siswa, gurulah yang setiap hari membimbing siswa di kelas.
Guru dan staf-staf di MTs Al-Madaniyah Jempong untuk saat ini berjumlah 30 orang. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai keadaan guru di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
52 Dokumentasi, 5 Januari 2017.
53Dokumentasi, 5 Januari 2017.
49
Tabel 2.1
Nama Guru MTs Al-Madaniyah
Sumber Data : Profil MTs Al-Madaniyah Jempong Barat 54 No Nama/gelar akademik L/P Jabatan Pendidikan
terakhir/jurusan
1 2 3 4 5
1 TGH,Ahmad Madani, S,Sos L pmpinan/GTY SI Sos Pol
2 Drs. H.Sukir L KepalaSekolah SI PAI
3 Haeruniah, S.Ag P Wk.kesiswaan/PNS SI PAI 4 Ahmad Efendi,S.Pd L Wk.UR.KuriKulum SI B.Inggris
5 Mirwan batubara,S.Pd L GMP SI B.Inggris
6 Ahmad Juani, S,Pd L GMP SI Matematika
7 Aswadi, S,Pd L GMP SI B.Ingg
8 Herlina, SE P GMP SI Ekonomi
9 Ida Ratna Susanti, S.Hi P Perpustakaan SI Muamalah 10 Zuhairatul Anwariah,S,Pd P GMP SI.Fisika
11 Siti idrus, S,Pd P GMP SI B.Indonesia
12 Hj.nursehan, A.Ma P GMY D2 PAI
13 Eli sumiati S.Pdi P GTY SI.B.Arab
14 Suhaimi P GTT SI Ekonomi
15 Husnus sawab L PTT MA
16 Sajudin L GMP SI.Biologi
17 H. Helmi L Komite
18 Mohammad Zaki S,Pd L GMP S1
Dari tabel diatas, dapat di pahami bahwa jumlah seluruh guru tetap serta pegawai di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat adalah berjumlah 13 orang, yang terdiri dari berbagai macam lulusan perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Keadaan tenaga pengajar sebagaimana tertera dalam tabel di atas, memungkinkan MTs Al-Madaniyah dapat menjalankan proses belajar mengajar dengan baik dan tepat karena tenaga pengajarnya sesuai dengan kualifikasi pengajarannya sesuai dengan kualifikasi pendidikannya.Dapat
54 Dokumentasi; 7 januari 2017.
50
diketahui pula bahwa dalam jumlah pegawai tata usaha sudah sangat mencukupi yang selalu aktif dalam menjalankan tugas rutinnya.
Tata Tertib Guru dan Pegawai Baru MTs Al-Madaniyah Jempong Barat 1. Setiap guru dan pegawai harus datang tepat waktu pada jam tugas.
2. Menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga keutuhan korps guru atau pegawai.
3. Guru harus selalu tetap berada disekolah atau diruangan selama jam pelajaran berlangsung.
4. Kegiatan IMTAQ harus diikuti oleh semua guru di lingkungan MI dan MTs Al-Madaniyah meliputi shalat berjama‟ah (Zuhur) dan kegiatan pada pagi jum‟at untuk mengawasi siswa/i.55
3. Keadaan Siswa MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Kec. Sekar Bela Kota Mataram
Sama halnya dengan guru, siswa juga merupakan subjek yang penting dan harus ada dalam proses belajar mengajar. Tanpa siswa, maka proses pendidikan tidak akan berjalan.
Adapun jumlah siswa MTs Al-Madaniyah Jempong Barat sebagai berikut:
Tabel 2.2 Keadaan Siswa Siswi
Sumber Data : Profil MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Jempong Barat.56
Kelas Banyak Kelas
Banyak Murid Banyak Murid WNA
Banyak Mutasi
Ket Lk Pr Jumlah Lk Pr Jumlah Masuk Keluar
Lk Pr Lk Pr
I 2 34 24 58 - - - -
II 2 28 16 44 - - - -
55 Dokumentasi, 5 Januari 2017.
56 Dokumentasi, 7 Januari 2017.
51
III 2 24 30 54 - - - -
Jml 6 86 70 156 - - - -
Jumlah siswa MTs Al-Madaniyah Jempong Barat pada tahun 2016/2017 berjumlah 156 siswa, jumlah siswa tersebut selalu mengalami perubahan tiap tahunnya, mereka sangat antusias dan semangat dalam mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh guru.57
Keadaan Sarana dan Prasarana
Disamping faktor guru, murid, dan pegawai, faktor sarana dan prasarana tidak kalah pentingnya dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar. Alat dan metode yang digunakan dalam pembelajaran merupakan faktor penunjang yang penting, artinya untuk memperjelas pemahaman siswa terhadap pelajaran. Adapun data sarana dan prasarana di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Kota Mataram Tahun Pelajaran 2015/2016 sebagai berikut :
Tabel 2.3
Keadaan Sarana dan Prasarana MTs Al-Madaniyah
Sumber data: Profil MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Jempong Barat.58
No Nama Ruang Jumlah
1 2 3
1 Ruang Kepala Sekolah 1
2 Ruang kelas 6
3 Ruang laboraturium -
4 Ruang keterampilan -
5 Ruang guru 1
6 Ruang UKS 1
7 Perpustakaan 1
57 Dokumentasi, 9 Januari 2017.
58 Dokumentasi, 9 Januari 2017.
52
8 Aula 1
9 Wc Guru 1
10 Wc Siswa 2
11 Gudang 1
12 Kantin 1
Dari tabel di atas tampak bahwa keadaan sarana dan prasarana di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat, ini sepertinya belum memadai dalam menunjang kegiatan belajar mengajar dalam kondisi yang baik dan layak digunakan sebagai tempat belajar.
4. Struktur Organisasi
Dalam suatu lembaga pendidikan atau organisasi, diperlukan adanya struktur organisasi tersebut.Perkembangan sekolah sebagai total sistem, pengelolaanya sangat tergantung pada pengelolaan seluruh subsistem baik secara sendiri maupun secara keseluruhan sistem.Adapun struktur organisasi yang ada di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat dapat dilihat pada bagan struktur tersebut :
53
Gambar Struktur Organisasi Madrasah
Gambar 2.1. Struktur Organisasi Sekolah
Sumber Data : Profil MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Jempong Barat.
54
B. Penerapan Pendidikan Karakter Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VII di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Kec. Sekar Bela Kota Mataram Tahun Pelajaran 2016/2017.
Setelah peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan Kepala Sekolah, Guru-guru serta siswa-siswi MTs Al-Madaniyah Jempong Barat maka akan penulis sampaikan tentang hasil penelitian yang telah peneliti dapatkan.
Hasil wawancara yang dilakukan penulis secara khusus dengan kepala Madrasah Tsanawiyah Al-Madaniyah Bapak Drs. H. Sukir mempunyai hasil sebagai berikut:
Pendidikan Karakter di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat sudah dilaksanakan dengan baik walaupun cuma di waktu jam sekolah atau waktu pelajaran berlangsung. Mengenai media, banyak sekali yang digunakan dalam pelaksanaan pendidikan sesuai dengan topic pembelajaran. Diantaranya adalah LCD, buku panduan pembelajaran, dan alat-alat peraga yang digunakan dalam metode drama. Kemudian faktor pendukung dari penerapan pendidikan karakter adalah dengan melalui IMTAQ, Berdo‟a bersama sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, melakukan sholat dzuhur berjamaah, melakukan sholat Duha berjamaah.
Untuk penerapan pendidikan karakter di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat, semua guru diberikan buku panduan untuk melaksanakan kompetensi-kompetensi pembelajaran yang disitu sudah ada karakter- karakter yang menjadi fokus pembelajaran. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat seringkali menggunakan media LCD untuk menyampaikan materi yang bisa berupa kisah-kisah, motivasi. Dan ada juga pemanfaat media alam dalam pelaksanaan pembelajaran. Dalam penerapan pendidikan karakter di MTs Al- Madaniyah Jempong Barat adalah kemampuan dari masing-masing siswa yang tidak sama. Ada yang cepat menangkap materi pelajaran dan jga yang lambat menangkap materi pelajaran. Pelaksanaan pendidikan karakter di MTs Al-Madaniyah melalui kegiatan ekstrakurikuler yaitu kegiatan Pramuka (keberanian, mental, kedisiplinan, kejujuran ), OSIS, UKS tentang kebersihan, membantu sesama teman.59
59 H. Sukir, Kepala Madrasah, Wawancara, 11 Januari 2017.
55
Sedangkan Waka Kurikulum Bapak Ahmad Efendi menjelaskan mengenai pendidikan karakter di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat, Bahwasannya penerapan pendidikan karakter di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat sudah diterapkan dari kurikulum KTSP sampai dengan kurikul 2013 atau sampai sekarang. Pendidikan karakter yang melalui KBM itu bersifat fleksibel berdasarkan ide kreatif dari guru masing- masing pelajaran, bisa lewat cerita, drama, nonton film, motivasi. Kalau dari kegiatan kurikuler itu sendiri difokuskan supaya siswa memiliki keterampilan atau skil tertentu.60
Eli Sumiyati selaku Guru Akidah Akhlak Kelas VII MTs Al- Madaniyah Jempong Barat, sewaktu ditemui di ruang guru pada tanggal 25 Maret 2017 menjelaskan:
Jika berbicara tentang nilai karakter apa yang ada pada mata pelajaran Akidah akhlak, tentu banyak sekali. Akan tetapi, ada beberapa nilai yang selalu ada saat pembelajaran akidah akhlak berlangsung seperti nilai religious, disiplin, demokratis dan tanggung jawab. Karena akidah akhlak ilmu yang berbicara akhlak maka lebih banyak dengan memberikan cerita- cerita masa lampau. Misalnya dengan menceritakan sosok nabi Muhammad SAW, Dengan harapan peserta didik dapat menjadikan figure Nabi Muhammad SAW sebagai model atau idola bagi mereka sehingga dengan sendirinya mencontoh perilaku sifat-sifat yang dimiliki Rasul.
Penanaman nilai-nilai karakter itupun dengan berbagai macam cara yang dilakukan, bisa dengan keteladanan, ataupun proses pembiasaan. Di dalam proses pembelajaran Akidah Akhlak siswa dibiasakan untuk menerapkan 3S (salam, senyum, sapa). Selain itu juga dalam pelajaran pengembangan diri, misalnya latihan perawatan jenazah, ceramah (kultum) tiap hari setelah shalat dzuhur. Setiap hari sabtu juga diadakanpembersihan lingkungan.61
Berdasarkan hasil observasi penulis terkait pelaksanaan pendidikan karakter pada proses pembelajaran mata pelajaran Akidah Akhlak tidak hanya terpaku pada materi pembelajaran yang diberikan, akan tetapi pelaksanaan pendidikan karakter dimulai ketika guru memasuki kelas dan melakukan serangkaian kegiatan seperti mengucapkan salam, berdoa, hal
60 Ahmad Efendi, Waka Kurikulum, Wawancara, Tanggal 11 Januari 2017.
61 Eli Sumiyati, Guru Akidah Akhlak, Wawancara, Tanggal 25 Maret 2017.
56
ini secara tidak langsung akan membiasakan siswa untuk mengutamakan nilai religious dalam setiap rangkaian kegiatan, dan memberikan motivasi dengan cara guru tersebut menjelaskan tujuan belajar kepada peserta didik, memberikan hadiah, memberikan pujian, membangkitkan dorongan kepada peserta didik untuk belajar, membantu kesulitan belajar peserta didik. Siswa disiplin ketika memasuki ruangan kelas. Siswa juga disiplin dalam berdo‟a, disiplin dalam berpakaian dan disiplin dengan peraturan sekolah. selain disiplin, siswa juga patuh dengan guru itu menunjukkan sikap demokratis siswa. Pada saat diberikan tugas oleh guru, siswa selalu mengerjakannya dengan penuh tanggung jawab. Kemudian dalam kegiatan pembelajaran, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok belajar secara langsung akan menumbuhkan nilai demokratis diantara para siswa, guru memberikan tugas kepada siswa agar siswa memiliki rasa tanggung jawab terhadap hal yang diamanahkan, guru memerintahkan kepada siswa agar selalu mentaati aturan madrasah, salah satunya tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran dikelas, hal ini membiasakan siswa disiplin.
Berdasarkan hasil pengamatan peneliti bahwa guru Akidah Akhlak Kelas VII di MTs Al-Madaniyah pada saat proses pembelajaran berlangsung guru tersebut memberikan contoh-contoh materi pembelajaran sesuai dengan fenomena kehidupan. Misalnya guru tersebut memanggil dua orang siswa kedepan kelas, kemudian guru itu bertanya, diantara mereka berdua siapa yang menyontek tugas yang diberikan ibu dan dikasih contekan? Kemudian salah satu dari merekapun mengaku tentang apa yang
57
mereka lakukan. Dari kejadian tersebut dapat terlihat mana siswa yang terlihat berbohong didalamn mengerjakan tugas yang diberikan oleh gurunya. Kemudian setelah kejadian tesebut guru itu memberikan nasihat kepada siswanya bahwa perbuatan tersebut merupakan perbuatan yang tidak baik dan akan menambah dosa. Setelah diberikan contoh oleh gurunya sebagian siswa diam dan masing-masing mereka cermati apa yang telah di nasihati gurunya. Walaupun masih ada 3 atau 4 orang yang masih bermain-min di belakang.
Penerapan nilai-nilai pendidikan karakter melalui mata pelajaran Akidah Akhlak di kelas VII MTs Al-Madaniyah Jempong Barat menggunakan metode keteladanan, pembiasaan, dan integrasi. Memberi contoh atau member teladan merupakan suatu tindakan yang mudah dilakukan guru, tetapi untuk menjadi contoh atau menjadi teladan tidaklah mudah. Tumpuan pendidikan karakter di kelas VII MTs Al-Madaniyah Jempong Barat ada pada guru.
C. Hambatan-hambatan yang dihadapi Guru Akidah Akhlak Kelas VII dalam Membina Karakter Siswa di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Tahun Pelajaran 2016/2017.
Dalam membina karakter siswa pasti ada hambatan-hambatan yang dihadapi Kepala Madrasah dan guru-guru. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 12 januari 2017 dengan kepala Madrasah Tsanawiyah Al-Madaniyah Jempong Barat,
58
Kalau mengenai kesulitan atau hambatan itu pastilah ada dalam segala sesuatu hal, namun seorang guru/ustadz harus pintar-pintar menyikapinya.
Diantaranya dalam pendidikan karakter ini adalah membutuhkan waktu yang relatif lama dan sangat membutuhkan kemampuan guru yang inovatif dan kreatif dalam pembelajarannya. Hambatan yang paling sering adalah terkendalanya pembelajaran karena karakter dari masing-masing siswa yang beragam.
Waka kurikulum menjelaskan hambatan-hambatan yang dihadapi sekolah dalam membina karakter siswa,
Bahwasannya hambatan yang dihadapi sekolah khususnya guru-guru mata pelajaran dalam membina karakter siswa adalah faktor individu, latar belakang lingkungan, latar belakang keluarga, latar belakang lingkungan masyarakat. 62
Hasil wawancara dengan guru Akidah Akhlak, mengenai hambatan- hambatan yang dihadapi Guru Akidah Akhlak dalam menerapkan pendidikan karakter didalam kelas yaitu:
Hambatan yang saya hadapi yaitu sebagian siswa-siswi hanya sebatas mendengarkan saja mengenai apa yang telah saya jelaskan. Tetapi disamping itu bukan hanya dari saya, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan keluarga. Kebanyakan siswa jika ada masalah didalam lingkungan keluarga siswa tersebut membawanya sampai kedalam kelas, akibatnya siswa tersebut tidak konsentrasi menerima pelajaran dan materi yang saya jelaskan. Hambatan yang paling dirasakan oleh saya yaitu faktor individu (karakter siswa yang berbeda).63
Berdasarkan hasil wawancara, bahwa ada beberapa hambatan yang dihadapi guru akidah akhlak dalam membina karakter siswa yaitu faktor individu (karakter siswa yang beragam), latar belakang keluarga. Tetapi hambatan yang paling dirasakan oleh guru akidah akhlak yaitu karena disebabkan faktor individu (karakter siswa yang beragam). Di dalam satu
62 Ahmad Effendi, Waka Kurikulum, MTs Al-Madaniyah, Wawancara 12 Januari 2017.
63 Eli Sumiyati, Guru Akidah Akhlak di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat, Wawancara 25 Maret 2017.
59
kelas siswa atau peserta didik memiliki karakter yang berbeda, ada yang pendiam, nakal dan sebagainya.
1. Hambatan yang dihadapi guru Akidah Akhlak
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, hambatan yang paling dirasakan oleh guru Akidah Akhlak dalam menanamkan sikap religius, disiplin, tanggung jawab dan demokratis kepada siswa yaitu karena karakter siswa yang berbeda. Hal ini dikarenakan oleh latar belakang siswa yang berbeda. Misalnya ada siswa yang dari rumah sudah tanggung jawab, disiplin, taat beribadah dan patuh kepada kedua orang tuanya, maka dengan sendirinya siswa tersebut akan menerapkannya disekolah, sebaliknya jika siswa dirumahnya sudah tidak patuh kepada kedua orang tuanya, kemudian sudah terbiasa disiplin, tanggung jawab, maka sikap tersebut akan dibawah siswa kesekolah.
2. Solusi untuk mengatasi hambatan yang dihadapi guru Akidah Akhlak Adapun solusi yang bisa mengatasi hambatan tersebut yaitu guru hendaknya juga turut memperhatikan kondisi dan perkembangan kesehatan fisik dan mental siswa, kemudian membantu pengembangan sifat-sifat positif pada diri siswa seperti rasa percaya diri dan saling menghormati, memperbaiki kondisi dan terus menerus memerikan motivasi pada siswa, menciptakan kesempatan belajar yang lebih baik bagi siswa serta memberikan rangsangan belajar sebanyak mungkin.
60
Sebagai guru juga harus memberikan perhatian, pengertian, dan pengarahan kepada siswanya dengan pelan-pelan sehingga siswa tersebut mampu untuk merubah perilakunya. Yang intinya harus sabar dan membuat inovasi belajar yang menyenangkan.
D. Hasil Penerapan Pendidikan Karakter Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VII Di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Tahun Pelajaran 2016/2017.
Hasil wawancara dengan Kepala Madrasah, mengenai hasil penerapan pendidikan karakter di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Tahun Pelajaran 2016/2017 yaitu:
Hasil dari penerapan pendidikan karakter di MTs Al-Madaniyah jempong Barat sudah berjalan dengan baik, hal ini didukung oleh sarana dan prasaran disekolah, buku-buku paket yang digunakan dalam proses pembelajaran. Menurut saya, hasilnya yaitu dapat dibuktikan dengan etika siswa ketika bertemu dengan guru, teman dan masyarakat setempa.64
Kemudian guru Akidah Akhlak menambahkan, mengenai hasil penerapan pendidikan karakter pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Tahun Pelajaran 2016/2017, yaitu:
Hasil penerapan pendidikan karakter pada mata pelajaran Akidah Akhlak sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan cara siswa ketika berhadapan dengan guru disekolah, selalu menunjukkan sikap yang baik, seperti mengucapkan salam, mencium tangan guru, mematuhi perintah guru dan peraturan sekolah, juga saling menolong sesama teman.65
64 Hj. Sukir, Kepala Madrasah, Wawancara, 3 April 2017
65 Eli Sumiyati, Guru Akidah Akhlak, Wawancara, 4 April 2017.
61
Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa hasil dari penerapan pendidikan di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat sudah berjalan dengan baik. Hal ini didukung oleh sarana dan prasarana yang berada disekolah, buku-buku paket yang digunakan oleh guru pada saat proses pembelajaran dikelas.
1. Penilaian sikap hasil pengamatan guru dalam kegiatan belajar akidah akhlak
Aspek yang dinilai melalui sikap ini adalah mencakup ketiga aspek pengetahuan (kognitif), aspek keterampilan (psikomotorik) dan aspek sikap (afektif). Dengan kategori A= sangat baik dengan nilai 80, B=Baik dengan nilai 75, C= Kurang dengan nilai 70 dan D= Tidak baik dengan nilai 65.
Anak dapat dikatakan berkarakter Sangat Baik = A apabila anak:
1. Berdoa sesudah dan sebelum melakukan sesuatu.
2. Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi
3. Masuk kelas tepat waktu, Mengumpulkan tugas tepat waktu, Memakai seragam sesuai tata tertib, Mengerjakan tugas yang diberikan.
4. Melaksanakan tugas individu dengan baik, Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan, Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan.
62
Anak dapat dikatakan berkarakter Baik =B apabila salah satu dari keempat karakter tidak dilaksanakan. Anak dapat dikatakan berkarakter Kurang = C apabila dari keempat krikteria di atas anak hanya memebuhi satu kriteria. Anak dikatakan tidak Baik = D apabila dari keempat kriteria di atas siswa tersebut tidak mampu memenuhinya.66 Untuk lebih jelasnya tentang penilaian sikap siswa kelas VII A di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Tahun Pelajaran 2016/2017 dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 2.4
Penilaian Sikap Hasil Pengamatan Guru dalam Kegiatan Belajar Akidah Akhlak kelas VII A di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat
No Nama Siswa Huruf Nilai
1 Ahmad Safwan Hadi A 80
2 Ahmad Zaidun Assasaki A 80
3 Ainul Azizah B 75
4 Amsi Al-Fatoni C 70
5 Aprilianti B 75
6 Hasan Azhari A 80
7 Hendri Saputra A 80
8 Heriadi B 75
9 Isnawati C 70
10 Jihan C 70
11 Laelatul Aspia C 70
12 Laelatul Muhibah A 80
13 M.Rifqi Ananda Setiawan C 70
14 MaM Maulana Hasan A 80
66 Eli Sumiyati, Guru Akidah Akhlak, Wawancara Berdasarkan Penilaian Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan Kurikulum 2013, 24 Mei 2017.
63
15 MelM Muharzan C 70
16 M Munawatun Aini A 80
17 Muhammad Azril Azim C 70
18 Nurul Aini A 80
19 Putri Prastita T Wati C 70
20 Purnam Rahayu A 80
21 Safniati C 70
22 Setiawati C 70
23 Siti Hawa n A 80
24 Siti Munawatu A 80
25 Titin Isnaini A 80
26 Uswatun Hasanah A 80
27 Turmudzi B 75
28 Wawan Kurniawan C 70
29 Wulandari B 75
30 Yuniasi B 75
Skor hasil dari penilaian sikap yaitu dapat kita hitung dengan menggunakan rumus:
Mean: M=ƩFX N =2260
30 =75,33.67 Keterangan:
ƩFX= Jumlah nilai keseluruhan dari 30 siswa N= Jumlah Siswa
67 Eli Sumiyati, Guru Akidah Akhlak, Wawancara Berdasarkan Penilaian Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan Kurikulum 2013, 24 Mei 2017.
64
Untuk mengetahui hasil dari penilaian sikap siswa termasuk kategori baik sekali, baik, kurang baik, dan tidak baik, maka dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 2.5
Kategori Karakter Siswa Dengan Menggunakan Berskala Empat Nilai Interval Kategori Berkarakter
80-85 Sangat baik
74-79 Baik
68-73 Kurang Baik
62-67 Tidak Baik
Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa sikap atau perilaku siswa dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak Kelas VII A di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat Tahun Pelajaran 2016/2017, setelah dihitung dengan penilaian berskala 4 dan kemudian dikonsultasikan ke dalam tabel ternyata dalam kategori baik, dengan nilai rata-rata 75,33=B.
Jika dihitung berdasarkan kategori nilai , maka banyaknya siswa yang mendapatkan nilai 80=A sebanyak 13 orang, siswa yang mendapatkan nilai 75=B sebanyak 6 orang, yang mendapatkan 70=C sebanyak 11 orang.
Skor hasil dari penilaian sikap yaitu dapat dihitung dengan menggunakan rumus:
Skor tertinggi+KKM =80+75 2 2 =75
65
Ini membuktikan bahwa penerapan pendidikan karakter dalam kegiatan belajar pada mata pelajaran Akidah Akhlak Kelas VII A di MTs Al- Madaniyah Jempong Barat Tahun Ajaran 2016/2017 baik.
Selain dari penilaian sikap hasil pengamatan guru dalam kegiatan belajar Akidah Akhlak, peneliti juga menggunakan penilaian sikap melalui hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak.
2. Hasil Belajar Akidah Akhlak
Hasil belajar Akidah Akhlak ini diwujudkan dalam bentuk nilai belajar yang diambil dari nilai ulangan harian semester genap, nilai ulangan tesrebut merupakan hasil dari kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Untuk lebih jelasnya tentang hasil belajar Akidah Akhlak siswa Kelas VII A di MTs Al-Madaniyah Jempong Barat dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 2.6
Nilai Hasil Belajar Akidah Akhlak Siswa Kelas VII A MTs Al- Madaniyah Jempong Barat
No Nama Siswa Nilai
1 Ahmad Safwan Hadi 70
2 Ahmad Zaidun Assasaki 80
3 Ainul Azizah 71
4 Amsi Al-Fatoni 70
5 Aprilianti 75
6 Hasan Azhari 80
7 Hendri Saputra 80
8 Heriadi 72
9 Isnawati 75