BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
2. Letak Geografis Pondok Pesantren Darul Falah
3) Kadaan sarana dan prasarana pondok pesantren Darul Falah 4) Keadaan tenaga pengajar atau ustdz
5) Keadaan santriwan dan santriwati madrasah diniyah 6) Kitab-kitab yang dipelajari pada madrasah diniyah
7) Penerapan metode halaqoh santri tingkat IV madrasah diniyah pada mata pelajaran Fiqih
8) Proses halaqoh santri tingkat IV dalam pembelajran fiqih di pondok pesantren Darul Falah
b. Data skunder yaitu data yang peneliti peroleh dari peneliti terdahulu, dokumen-dokumen atau berupa literature yang ada kaitannya dengan fokus penelitian.32 Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan sumber-sumber yang terkait.
5. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data adalah suatu cara yang digunakan dalam uapaya memperoleh dan mengumpulkan data yang diperlukan dalam sebuah penelitian. Oleh karena itu, peneliti harus mampu menentukan metode yang tepat dan efisien di dalam menjaring data yang diperlukan.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Metode observasi
Metode observasi adalah pengamatan yang dilakukan dengan secara sengaja, sistematika mengenai fenomena sosial dengan gejala-
32 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2003), h.
39
gejala fsikis untuk kemudian dilakukan pencatatan.33 Sedangkan menurut pendapat yang lain dikatakan bahwa yang dimaksud dengan observasi adalah: pemusatan pemikiran terhadap suatu objek yang menggunakan seluruh alat indra.34 Di sisi lain dikatakan bahwa metode observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.35
Metode observasi dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu partisipan dan non partisipan. Yang dimaksud dengann partisipan adalah menyatukan diri menjadi bagian dari kelompok yang akan diteliti.
Adapun observasi yang peneliti gunakan adalah observasi non partisipan karena peneliti hanya berusaha menulis peristiwa-peristiwa yang terjadi pada situasi yang diinginkan.
Adapun tujuan peneliti menggunakan metode observasi ini adalah untuk mendapatkan data tentang:
1) Penerapan metode halaqoh dalam mengkaji ilmu fiqih
2) Mengkaji tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan hukum islam
3) Letak geografis
33 Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori Dan Praktik, (Bandung : rineka cipta, 1999), h. 63
34 Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : Rineka cipta, 1991), h. 136.
35 Yatim Riyanto, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Surabaya :SIC, 2001), h. 99.
b. Metode Interview (Wawancara)
Metode interview atau wawancara merupakan metode pengumpulan data yang menhendaki komunikasi langsung antara penyelidik dengan subjyek atau responden.36 Sedangkan menurut Arikunto adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari yang terwawancara.37 Interview atau wawancara adalah proses Tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan- keterangan.
Dalam penelitian ini, penelitian mengguanakan interview bebas terpimpin yaitu kombinasi atnara interview bebas dengan terpimpin.
Dalam hal ini peneliti menggunakan pedoman yang hanya merupakan garis besar tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang akan dicapai. Adapun tujuan peneliti menggunakan metode ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang:
1) Sejarah singkat berdirinya pondok pesantren darul falah pagutan dari ketuan atau pengurus yayasan atau pengurus pondok pesantren Darul Falah
2) Bahaimana penerapan metode halaqoh dalam pembelajaran fiqih pada santri tingkat IV madrasah diniyah pondok pesantren Darul Falah.
36 Ibid, h. 82.
37 Suharsimi, Prosedur Penelitian, h. 145.
c. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah salah satu metode yang digunakan untuk menelusuri data historis.38 Jadi, dokumentasi merupakan laporan tertu;lis dari suatu peristiwa dan ditulis dengan sengaja unttuk menyimpan dan meneruskan keterangan mengenai peristiwa terebut.
Adapun maksud peneliti menggunakan metode dokumentasi ini untuk mendapatkan data atau informasi tentang keadaan siswa/siswi, ustazd-ustdzah, petugas administrasi dan program pengurus yayasan serta pelaksanaan pembelajaran pada madrasah diniyah.
6. Teknis analisis data
Analisis data dalam penelitian menurut subagyo analisis data adalah kegiatan untuk memaparkan data, sehingga diperoleh suatu kebenaran atau ketidak benaran dari suatu rumusan masalah yang diajukan.39 Kemudian Moleong mengemukakan bahwa analisis data adalah sebagai proses formal untuk menemukan tema dan merumuskan ide seperti yang disarankan oleh data sebagai usaha untuk memberikan bantuan pada tema.40
Menganalisis data merupakan suatau langkah yang sangat kritis dalam penelitian, dalam mengolah data dan menganalisis data yang
38 Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif, (Jakarta : Kencana, 2007), h. 121.
39 Subagyo, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktik, (Bandung:Rineka Cipta, 1999), h. 106.
40 Moleong Lexy J , Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2001), h. 10
3.
Validitas data bertujuan untuk membeuktikan bahwa apa yang diamati oleh peneliti sesuai dengan apa yang sesungguhnya ada dalam kenyataan, apakah penjelasan yang diberikan tentang kenyataan sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi terkait dalam kegiatan penelitian yang dilakukan untuk memperoleh keabsahan data atau data yang valid diperlukan teknik pemeriksaan, supaya diperoleh temuan-temuan dari informasi yang absah dapat digunakan teknik-teknik sebagai berikut:
a. Perpanjangan keikutsertaan b. Ketekunan pengamatan
c. Triangulasi
d. Analisis khusus negative
e. Pemeriksaan sejawat melalui diskusi f. Kecukupan referensial
g. Pengecekan h. Uraian rinci i. Auditing.41
Namun dalam penelitian ini teknik yang digunakan peneliti adalah triangulasi, yaitu adalah kegiata pemeriksaan teman sejawat melalui diskusi, kecukupan refrensial dan penegcekan. Untuk lebih jelasnya dibawah ini diuraikan secara rinci sebagai berikut.
a. Triangulasi
Triangulasi dalam penelitian ini adalah untuk mengecek data tertentu dengan menmbandingkan data yang diperoleh dengan sumber lain. Triangulasi yang dipergunakan adalah triangulasi sumber, dan triangulasi metode. Triangulasi sumber dilakukan untuk mendapatkan informasi dari informasi atau sumber lain yang berbeda. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara:
1. Membandingkan data hasil observasi dengan data hasil wawancara.
2. Membandingkan hasil wawancara dengan hasil dokumentasi.
3. Membandingkan persepsi orang dengan pendapat dan pandangan orang lain.
Sedangkan yang dimaksud dengan triangulasi metode adalah dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data yang
41 Moleong, Penelitian Kualitatif, h. 175.
ditunjukkan untuk memperoleh informasi yang serupa. Triangulasi metode dapat dilakukan dengan cara:
1. Pengecekan hasil penemuan melalui beberapa teknik pengumpulan data.
2. Penegcekan hasil penemuan dari beberapa sumber dengan menggunakan metode yang sama.
b. Menggunakan bahan referensi
Referensi yang dipakai adalah bahan dokumentasi, catatan- catatan sewaktu melakukan penelitian. Dengan referensi, peneliti dapat mengecek kembali data informasi-informasi yang peneliti dapatkan dilapangan dalam menentukan kebenaran data.
c. Membicarakan dengan teman sejawat
Membicarakan dengan teman sejawat beertujuan untuk memproleh kritik-kritik, pertanyaan-pertanyaan yang menentang kepercayaan atau kebenaran penelitian. Dengan cara ini peneliti dapat mencari kelemahan tafsiran yang kurang jelas serta mendiskusikan data yang telah terkumpul dengan yang sudah melakukan penelitian dan teman yang sedang melakukan penelitian, dengan demikian maka data yang ditampilkan dalam laporan penelitian benar-benar, karena sudah didiskusikan secara seksama dengan orang-orang yang sudah dan sedang melakukan penelitian yang secara rasional dan paham dalam masalah penelitian. Sedangkan masalah atau data yang didiskusikan adalah data tentang penerapan metode halaqoh dalam
pembelajaran fiqih santri tingkat IV madrasah diniyah Darul Falah Pagutan.
d. Pengecekan
Pengecekan yang dilakukan oleh peneliti adalah untuk mengiterview, mengkonfirmasikan kembali informasi iterprestasi penelitian dengan pandangan subjek penelitian. Dalam pengecekan ini penelitian tidak melibatkan subjek yang oleh penelitian dianggap refrensetatif. Dalam hal ini adalah pengurus yayasan, kepadala madrasah diniyah pondok pesantren Darul Falah Pagutan kota Mataram.
37
Darul Ulum, beliau berangkat ketanah suci Makkah dan sempat ikut dalam pergerakan pemuda yang memperjuangkan pengakuan Kemerdekaan dan Kedaulatan Negara Republik di Luar Negri.43
Kemudian pada tahun 1950, Abhar Muhiddin ketanah Lombok dan digelari dengan nama TGH.Abhar. Tidak lama kemudian, beliau merintis kelompok pengajian, murid-muridnya terdiri dari pemuda- pemuda di lingkungan Karang Bayan, Presak, Petemon, Tempit dan Bajur yang berjumlah sekitar 100 orang dan pengajiannya hanya berjalan pada malam hari. Kelompok pengajian tersebut diberi istilah dengan nama “Darul Falah” yang artinya “Rumah Kebahagiaan”.
Berjalan tujuh tahun kemudian sekitar tahun 1957, kelompok pengajian yang bernama Darul Falah ini dikembangkan menjadi pondok pesantren Darul Falah sekarang temapt peneliti melakukan penelitian.
Pondok pesantren Darul Falah dari tahun ketahun menunjukkan perkembangan sangat pesat. Pada tahun 1996 pondok pesantren Darul Falah ini dikukuhkan dengan Akta Notaris bernomor 35 oleh Notaris Abdurrahman, S.H. setelah mengalami pasang surut selama kurun waktu 34 tahun, TGH. Abhar Muhiddin selaku pendiri pondok pesantren Darul Falah, dengan gigih dan dengan segala komitmennya yang berlandaskan keilkhlasan telah mampu memberikan warna dan perkembangan yang sangat luar biasa bagi pondok pesantren Darul Falah sampai pada para penerusnya sekarang yang mampu bersaing dan
43 Tgh. Mustiadi Abhar (Pemimpin Pesantren Darul Falah) , Wawancara, 21 Juni 2016
sejajar dengan pondok pesantren yang yang ada di pelosok pulau Lombok.
Selanjutnya TGH. Mustiadi Abhar menerangkan bahwa:
Al-Magfurah TGH.Abhar Muhiddin selaku perintis pondok pesantren Darul Falah pagutan berpulang keharibaan Sang Pencinta yaitu Allah SWT pada tahun 1993 M atau bertepatan dengan tanggal 1 Syawal 1413 H, dan pada tanggal ini juga dijadikan sebagai hari penting dalam lingkungan keluarga besar pondok pesantren Darul Falah Pagutan hingga saat sekarang ini.44
Hal tersebut sebagaimana yang dapat dikomunikasikan oleh peneliti berdasarkan propel pondok pesantren Darul Falah yaitu:
1) Tangg
2) al 1 syawal 1431 H/ 1993 M. hari wafatnya TGH. Abhar Muhiddin selaku pendiri yayasan pondok pesantren darul falah
3) Tanggal 7 syawal yaitu haul tgh. Abhar muhidddin yang bertepatan dengan perayaan lebaran ketupat
4) Tanggal 24 november yaitu hari ulang tahun yayasan pondok pesantren darul falah pagutan
5) Sekali dalam tiga tahun dilakukan istighosah kubra yang dirangkai dengan perayaan haul syekh abdul qadir jailani
6) Setiap malam jumat secara rutin dilaksanakan kegiatan
perkumpulan semua santri atau yang dikenal dengan istilah lailatul ijtima‟ yang merupakan rangkaian kegiatan amal-amalan santri dan ajang latihan ceramah bagi semua santri yang dilakukan secara bergiliran.45
Menurut TGH. Mustiadi Abhar selaku pemimpin dan penerus pondok pesantren Darul Falah pagutan menyatakan bahwa pada awal berdirinya pondok pesantren Darul Falah ini masih berbentuk
44 Ibid
45Dokumentasi, 21 Juni 2016
kelompok pengajian kecil yang masih alami tanpa adanya struktur kepengurusan maupun kurikulum yang diatur secara sistematis seperti lembaga-lembaga pendidikan sekarang ini, jadi bisa dikatakan bahwa santri-santri yang menimba ilmu merupakan santri yang secara sukarela berkeinginan untuk memperdalam ilmu agama.46
Namun seiring dengan kemajuan dan perkembangan zaman serta dalam rangka mensukseskan pendiidkan Nasional, “Darul Falah”
membuka sistem pendidikan menjadi dua jalur yaitu pendidikan umum (Sekolah) dan Diniyah atau keagamaan.
a) Pendidikan umum (SMP, SMA dan SMK) dengan mengacu pada kurikulum depdiknas, jalur pendidikan umum untuk tingkat SMP, pondok pesantren Darul Falah sudah terakreditasi dua kali dan mendapatkan status diakui. Sedangkan untuk tingkat SMA, sama halnya dengan status SMP sudah terakreditasi dan mendapat status terdaftar.
b) Pendiidkan keagamaan atau diniyah yaitu dengan mengikuti kurikulum pesantren yaitu pendiidikan diniyah mukim seperti santri yang tinggal di asrama, santri tachasus yaitu santri yang telah selesai pada tingkat IV dan melanjutkkan pada jenjang
pengkaderan sebagai pengajar. Dalam kurikulum dapartemen agama dikatagorikan pada santri Ula, Wustho dan A‟la. Sedangkan pendidikan non formal seperti majlis taklim atau pengajian umum baik untuk ibu-ibu maupun bapak-bapak yang dilakukan setiap hari ahad, serta pengajian umum yang dilakukan di masjid-masjid.47 2. Letak Geografis Pondok Pesantren Darul Falah
Yayasan pondok pesantren Darul Falah secara geografis terletak dikelurahan pagutan Kota Mataram, tepatnya di Jln. Banda Sraya Pgutan yang didirikan pada tanggal 24 November tahun 1968
46 TGH. Mustiadi abhar , Wawancara, 21 Juni 2016
47 Ibid , 21 Juni 2016
oleh tgh. Abhar muhiddin (Alm) yang terletak diatas area tanah seluas 5625 M dengan batas-batas sebagai berikut:
Sebelah timur berbatasan dengan rumah penduduk
Sebelah barat berbatasan dengan persawahan dan perumahan BTN Sebelah utara berbatasan dengan Jln. Banda Sraya
Sebelah selatan berbatasan dengan rumah penduduk lingkungan Kebon Lauq.48
3. Keadaan Pengajar atau Ustadz Pada Madrasah Diniyah
Sebuah lembaga pendidikan yang terorganisir sudah tentu ada komponen-komponen pendukung lancarnya sebuah proses belajar mengajar yang salah satunya yaitu guru atau ustadz. Dalam lingkup lembaga pendidikan yang dikelola oleh yayasan pondok pesantren Darul Falah baik pendidikan formal atau umumnya maupun pendidikan nonformalnya atau diniyah.
Sebagaimana yang dipaparkan oleh Ustz. Zulkarnain, mengatakan bahwa pada umumnya semua pengajar atau ustzd yang menjadi tenaga pengajar adalah, alumni dari pesantren Darul Falah baik pada madrasah diniyahnya atau sekolah umumnya yang telah menempuh pendidikan sarjana atau strata satu (SI) dan ada juga yang masih lulusan sekolah menengah atas.49
48 Observasi, 21 Juni 2016
49 Ustadz Zulkarnain, 26 Juni 2016
Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan Ustadz atau pengajar pada madrasah diniyah pesantren Darul Falah dapat diperhatikan pada tabel berikut ini:
TABEL I
Daftar Nama Ustadz atau Pengajar Di Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Kota Mataram Periode 2015/2016.
Sumber Data: Arsip Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan.50
No Nama-Nama Ustaz Bidang Study Yang Diajarkan
1 TGH. Mustiadi Abhar. Nahwu, Shorof, Mantiq, Tasawuf, 2 TGH.Zafrul Fauzan
Tabrani
Ulumul Qur‟an, Ulumul Hadits, Fiqih, Usul Fiqah, Mantiq, Tajwid, Tarikh, Balagoh
3 Ust. H. Zainun, S.Sos.I Tarikh Tasyri‟, Tafsir, dan Tasawuf
4 Ust.H.ZainalArifin Fiqih
5 Ust.H.Akmal Siroh
6 Ust. Muadi, M.Ag Ushul Fiqh
7 Ust. Baidawi S.E Fiqih
50 Dokumentasi, 21 Juni 2016
8 Ust. H.Musleh Fiqih
9 Ust. Suhaimi Shorof
10 Ust. Mujtahidin Arud dan Tasawuf
11 Ust.H. Sopyan Kumaidi Tasawuf, Hadits
12 Ust. Faizi Tarihk, Tajwid
13 Ust. Rosidin Ulumul Hadits
14 Ust.H.Zulfikri Tauhid
15 Ust. Badarudin Tafsi
16 Ust. Abror, M.Pd Nahwu
17 Ust. Ibnu Atoillah Shorof
18 Ust.subqi Hadits
19 Ust. L. Zaini Tauhid
20 Ust. Safi‟ul Aziz Bahasa Arab, Imla‟, Tafsir, Hadits 21 Ust. Nurudin, S.H.I Siroh
22 Ust.Hayatullah humaini Fiqih
23 Ust.Wajdi Shorof 24 Ust. Awalul Fahmi Hadits 25 Ust. Wardi Zaini M. Al-Qur‟an
26 Ust.Zulkarnaen Bahasa Arab, Nahwu 27 Ust. Ahmad Kardi, S.Pd.I Tasawuf
28 Ust. Islam Jayadi Tauhid 29 Ust.M.Arifin, S.Pd Tajwid
30 Ust.awaludin Nahwu
31 Ust. Lutfi , SE.I Fiqih 32 Ust.Fatoni Hasan Bahasa Arab
33 Ust.Bakri Bahasa Arab
34 Ust.Ulul Azmi Bahasa Arab
35 Ust.mustakim Bahasa Arab
37 Ustzh khusnul khotimah Bahasa Arab
38 Ust. Sapturi Siroh
39 Ust. Fahrurrozi Fiqih
40 Ust. Abrol Mahfuzat
41 Ust. Rahmatul Hakki Hadits
42 Ust. Johamsyah Akhlaq
44 Ust. Ahmad Fatoni Bahasa Arab
45 Ust. Misban Akhlaq
46 Ust. Lalu Juaini Fiqih 47 Ust. Maul Bahri Mahfuzat 48 Ust. Sadam Husen Bahsa Arab
50 Ust. Ahmad Johan Hadits
52 Ust. Yusuf Usul
53 Ustzh. Azkia Siroh
54 Ustzh. Supiatun Nahwu
55 Ustzh. Nurmah Fiqih
4. Keadaan Santriwan dan Santriwati Madrasah Diniyah Pesantren Darul Falah
Santri atau siswa adalah merupakan objek terpenting dalam proses pendidikan karena hakikat dari sebuah pendidikan baik pendidikan formal ataupun nonformal adalah merupakan elemen tujuan umum dari proses pendidikan yang akan mampu merubah kepribadian ataupun emosional siswa.
Adapun dalam lingkup lembaga pendidikan pesantren Darul Falah, khususnya pada lembaga pendidikan madrasah diniyah yang merupakan objek pada penelitian ini, sebagaimana yang dipaparkan oleh ustadz Muammar Arafat,SH.MH selaku Ro‟isul ma‟had atau kepala madrasah diniyah mengatakan bahwa pada dasarnya madrasah diniyah ini terdiri dari tingkatan-tingkatan yaitu terdiri dari santri tingkat satu (I) sampai tingkat enam (IV) yang proses pengkajian mata pelajaranya berbedapada jenis kitab yang dikaji yang mengacu pada tingkatannya dan penentuan kenaikan tingkatan atau jenjangnya ditentukan dengan kelulusan atau dengan diadakannya program
smester. Dengan tujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat pengetahuan dan pemahaman santri dalam satu semester dan sebagai bahan acuan atau evaluasi bagi pengajar dan lembaga untuk menentukan perbaikan-perbaikan dan inofasi baru agar hasil yang dikeluarkan akan lebih baik.51
Untuk lebih jelasnya mengenai keadaan santriwan dan santriwati madrasah diniyah serta daftar nama santriwan dan santriwati tingkat IV madrasah diniyah Darul Falah dapat di lihat pada tabel dibawah ini.
TABEL 2
Jumlah Santriwan dan Santriwati Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Periode Tahun 2015/2016
Sumber Data: Arsip Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan.52
NO TINGKAT JUMLAH SANTRI
1 I 200
2 II 171
3 II 131
51Tgh. Muammar Arrafat (Ketua Yayasan Pesantren Darul Falah), wawancara ,28 Juni 2016
52 Dokumentasi, 28 Juni 2016
4 IV 108
5 V 74
6 VI 26
TABEL 3
Daftar Nama Santriwan dan Santriwati Tingkat IV Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Periode Tahun 2015/2016.
Sumber Data: Arsip Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan.53
No Nama santri Alamat Jenis kelamin
1 Abdul ajiz KLU L
2 Abdul malik Tembelok L
3 Akhsan as‟ad khairi L
4 Hamzan wadi Bajur L
5 M Sopian Hadi Pemangket L
6 M. Wahyu Ramdhani Taman karang baru L
7 Abdul Mujib L
53 Dukumentasi, 28 Juni 2016
8 Irwan Sa‟ban Pemangket L
9 Fatthurrahman Kayu Puteq (gerung) L
10 Hafizin ilham Sekotong L
11 M Yoga Febrianto Sekotong L
12 Andi jalip L
13 M fadlan hakim Erat Mate (ranjok) L
14 Dedi wiranto Ranjok L
15 Mustiadi abhar KLU L
16 M Fawwaz Sabili R Lendang Lekong L
17 M. Azga Taman Krng Baru L
18 M Rifai Ranjok L
19 Mujiburrahman Ranjok L
20 A zuhrudin Hadi Saputra L
21 Teguh Abhari L
22 Antonio Pengenjek L
23 Aqnur Rubik Presak L
24 Risfan Hidayat L
25 Syahrullah Bajur L
26 Akmaluddin L
27 Irfan Hadi Bungkawang L
28 Fahmi Rizal L
29 Riani Lestari Bajur P
30 Shantia Ulfa Kekeri P
31 Misfalah Parampuan P
32 Siti aulia Mubarokah Bajur P
33 Kamila Ulfa Sekotong P
34 Diana Sunanti P
35 Gausa Rosandy Presak Karang
Buaye
P
36 Nidaan Khafia Seganteng P
37 Kurataini Deviana Tembelok P
38 Wahyuni Bajur P
39 Zuhria Alfaini Sekotong P
40 Hainin Izza Ranjok P
41 Suriyani Lendang Lekong P
42 Ian Qusyairiyah Monjok P
43 Rabiatul adawiah Kekaleq P
44 Laili Indriani P
45 Idayanti Parampuan P
46 Firti Hatul Aizzi Kayu putek P
47 Rizkia Al-Faini Sekotong P
48 Nurpani Murpi Sekotong P
49 Asropul Anam Tunjang Polak L
50 Akbal Binaan Majli (Lingsar ) L
51 Muhammad Saefuddin Kekalek L
52 Firman Hariz Terong Tawah L
53 M ibnu Hayan Terong Tawah L
54 M zainal Arifin Mesanggo L
55 M husnul Majdi KLU L
56 Nasrun Hidayani Ranjok L
58 Rudi Rosnandi Gapuk L
59 Suparman Lingkoq Waru
Ranjok
L
60 Abdurrahmaman wahid Pemenagket L
61 Ahmad Mujahid Fakhri Sekotong L
62 Junaidi Kayu puteq L
63 Ahmad Zulfi Mayadi Bajur L
64 Irwan Hidayat Tembelok L
65 Sirhan Umasugi Gila trawangan L
66 M Ali Toha Sekotong L
67 Mahendra Lombok tengah L
68 Khairul Rahman Pemangket L
69 M zainul Halqi Lingsar L
70 M Syukri Sekotong L
71 Kaerul Rozzi Lombok tenganh L
72 Hamzan Wadi Gerung L
73 M Bukhori Sekotong L
74 Solihin Lombok tengah L
75 Khairil Anam Lingsar L
76 Ibnu Hiban Perampuan L
78 Sudiawan Perampuan L
79 Asrul Hani Lotim L
80 M Heri Sekotong L
81 Fuadul khaer Lingsar L
82 Suhirman Lotim L
83 Jupendi Leong L
84 Zunaini Halil Sekotong L
85 Jauranah Taman karang baru P
86 Diya‟Aqidatul Izza Embungpas P
87 Ika Wahyuni Fitri Sekotong P
88 Ifa Isnayanti Duman P
89 Anduh Niswatul Hayati Dompu P
90 Ismiana Kekeri P
91 Halimatusya‟Diyah Ranjok P
92 Fitriani P
93 Matiah Ranjok P
94 Nurhasanah Dasan cermen P
95 Milawati Montongare P
96 Siti huriatul Ain Sekotong P
97 Hijriah Batu ringgit P
98 Iswatun Mayuniyah Bungkawang P
99 Diana Susfitasari Bungkawang P
100 Nurul alfa Kayupute P
101 Mulyani Bajur P
102 Erma wati P
103 Dianitami Peresak karang
bayan
P
104 Quratul Aini Marong jamaq P
105 Endang Mariana Sekotong P
106 Novi Suriani Banyumulek P
107 Zumratul Hidayanti Peresak karang bayan
P
108 Izzatullayali Kekeri P
109 Hindun Sekotong P
5. Kitab-Kitab Yang Dipelajari Pada Madrasah Diniyah Pesantren Darul Falah
Dalam pendidikan madrasah Diniyah, santri mengkaji kitab- kitab yang muktabarah atau yang diakui baik dari kitab yang paling mendasar sampai pada kitab-kitab yang tinggi atau yang disebut dengan kitab kuning atau kitab gundul yaitu kitab yang berwarna kuning tidak memiliki harakat. Adapun mata pelajaran yang diajarkan yaitu pelajaran mengenai Akidah,Akhlak, Fiqih, Nahwu, Shorof, Tasauf, Tafsir, Hadist, Mustalahul Hadits, Arud, Syair Arab, Bahasa Arab, Mantiq, Tarikh Islam, Usul Fiqih, Tajwid, Standar Lagu-Lagu Al-Qur‟an dan Khot Penulisan Kaligrafi Al-Qur‟an.
Untuk lebih jelasnya jenis kitab yang dipelajari dan dikaji pada mata pelajaran fiqih dari santri tingkat satu sampai dengan santri tingkat enam, dapat diperhatikan pada tabel di bawah ini:
Tabel 4
Daftar Kitab Yang Dikaji Pada Mata Pelajaran Fiqih Madrasah Diniyah Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Tahun Pelajaran 2016 Sumber Data: Jadwal Pelajaran Santri Madrasah Diniyah Pesanten Darul Falah Pagutan.54
NO TINGKAT KITAB YANG DIKAJI
1 I Mabadiul fikhiyah juz I,II,III
2 II Mabadiul fikhiyah juz IV
3 II Fathul qorib
4 IV Fathul qorib
5 V Kifayatul akhyar
6 VI Kifayatul akhyar
54 Dokumentasi 21 Juni 2016
6. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Madrasah Diniyah Madrasah Diniyah Darul Falah dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar terbagi menjadi dua waktu yaitu sebagaimana yang tertera dalam tabel berikut ini.
Tabel 5
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Madrasah Diniyah Darul Falah Pagutan Tahun Pelajaran 2016
Sumber Data: Jadwal Pelajaran Santri Madrasah Diniyah Pesantren Darul Falah Pagutan.55
No Hari Pengajian pagi Pengajian malam
keterangan
1 Senin 06.00-11.00 20.00-22.00 Pengajian kitab
2 Selasa 06.00-11.00 20.00-22.00 Pengajian kitab
3 Rabu 06.00-11.00 20.00-22.00 Pengajian kitab
4 Kamis 06.00-11.00 20.00-22.00 Pengajian kitab
5 Jum‟at 06.00-10.00 20.00-22.00 Pengajian kitab
6 Sabtu 06.00-11.00 20.00-22.00 Pengajian kitab
7 Ahad 06.00-08.30 20.00-22.00 Pengajian kitab
7. Keadaan Sarana dan Prasarana Pondok Pesantren Darul Falah
55 Dokumentasi, 21 Juni 2016
Sarana dan prasarana dalm proses pembelajaran adalah merupakan unsur penting dalam proses mempelancar tercapainya tujuan pendidikan baik pendidikan formal maupun non formal seperti pondok pesantren. Situasi lingkungan yang kondusif sangat mempengaruhi proses belajar dan hasil belajar peserta didik. Sarana dan prasarana yang dimaksud dalam pendidikan yaitu meliputi lingkungan fisik, lingkungan teknis dan lingungan sosio kultural. Jadi keadaan sarana dan prasaransa juga sangat mempengaruhi kelangsungan proses pendidikan yang berdampak kepada kelancarannya dan tercapainya tujuan pembelajaran.
Adapun bentuk sarana dan prasarana yang dimiliki pondok pesantren Darul Falah Pagutan dapat diperhatikan pada tabel dibawah ini:
Tabel 6
Keadaan Sarana dan Prasarana Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Sumber Data; Profil Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan.56
No Jenis sarana dan prasarana Jumlah Keterangan
1 Ruang kantor 4 ruangan Sesuai standar
2 Ruang belajaar 18 ruangan Sesuai standar
3 Ruang guru/ustadz 12ruangan Sesuai standar
56 Dokumentasi, 21 Juni 2016