• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi dan Objek Penelitian

Lokasi penelitian adalah tempat dimana dilakukan penelitian, adapun penelitian mengenai pola pembinaan karakter santri ini berlangsung di pondok pesantren khaerul ummah, yang terletak di kecamatan tompobulu kabupaten bantaeng. Lokasi ini dipilih oleh peneliti karna adanya beberapa masalah diantaranya mengenai masalah karakter yang ada di pondok pesantren. Disamping itu juga karna ingin mengetahui seberapa pentingnya pola pembinaan dalam pondok pesantren.

Adapun yang menjadi objek penelitian adalah pembina dan santri-santri pondok pesantren Khaerul Ummah kecamatan tompobulu kabupaten bantaeng.

50 Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2005), h. 2

C. Fokus penelitian

Dalam penelitian ini dapat memfokuskan masalah terlebih dahulu supaya tidak terjadi perluasan masalah yang nantinya tidak sesuai dengan tujuan penelitian. Adapun yang menjadi fokus penelitian, Yaitu :

1. Pola pembinaan santri 2. Karakter santri

D. Deskripsi Fokus Penelitian

Adapun yang menjadi deskripsi fokus penelitian, yaitu : 1. Pola pembinaan

Pola pembinaan adalah usaha yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinanmbungan, dilakukan secara sadar oleh lembaga dalam rangka menumbuh kembangkan aspek kognitif, efektif maupun psikomotorik mahasiswa disertai spiritual yang kuat. Menurut kamus besar bahasa indonesia, bahwa pembinaan berarti usaha, tindakan dan kegiatan yang diadakan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik.51

2. Karakter Santri

Karakter menurut pusat bahasa Depdiknas adalah bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, tempramen, watak.

Adapun yang dimaksud berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak. Sedangkan pengertian santri secara umum adalah sebutan

51Dapartemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1990, h. 37

36

bagi seseorang yang mengikuti pendidikan agama islam di pesantren.santri biasanya menetap di tempat tersebut hingga pendidikannya selesai.52

E. Data dan Sumber Data

Menurut Lofland sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah berupa kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.53Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan dua sumber data, yaitu :

1. Sumber data primer, yaitu sumber data pokok, data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari sumber pertamanya. Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini adalah pembina Pondok Pesantren Khaerul Ummah Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng.

2. Sumber data sekunder, yaitu sumber data pendukung, data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber pertama. Data yang tersusun dalam bentuk dokumen-dokumen. Dalam penelitian ini, dokumentasi dan observasi merupakan data sekunder.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen adalah suatu alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih muda dan hasilnya lebih baik. Adapun instrumen yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini berdasarkan teknik yang digunakan adalah sebagai berikut:

52Ibid

53Moleong J. Lexi, Metode penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), h. 157

1. Pedoman Observasi

Observasi adalah melakukan pengamatan terhadap obyek penelitian54. Dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat langsung kegiatan yang berlangsung.

Peneliti mengumpulkan data ini dan melakukan pengamatan terhadap aktivitas santri di pondok pesantren Khaerul Ummah.

2. Pedoman Wawancara

Wawancara berfungsi untuk mendapatkan sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara. Dengan begitu instrumen ini memerlukan waktu tertentu untuk bertatap muka secara langsung dengan sumber data.

3. Catatan Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen, yang artinya barang- barang tertulis. Metode dokumentasi berarti cara mengumpulkan data dengan mencatat data-data yang sudah ada55. Istrumen ini digunakan dengan tujuan memperoleh data tentang pola pembinaan santri dalam membentuk karakter santri di pondok pesantren Khaerul Ummah Kec.

Tompobulu Kab. Bantaeng.

54Subandi, Deskripsi Kualitatif Sebagai Satu Metode Dalam Penelitian Pertunjukan, Jurnal Harmonia, Vol. 11 No (2011), h. 176

55Hardani Dkk, Metode Penelitian Kualitatif & kuantitatif (Yogyakarta: Cv Pustaka Ilmu Group Yogyakarta, 2020), h. 149.

38

G. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah teknik atau metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.

1. Observasi

Sutrisno Hadi Mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun Dri berbagai proses biologis dan psikhologis.56

Observasi yang dilakukan penulis adalah dengan melakukan pengamatan yang berkaitan dengan keadaan umum lokasi penelitian di pondok pesantren khairul ummah kecamatan tompobulu kabupaten bantaeng.

Adapun jenis observasi yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipan, yaitu pengamatan yang dilakukan dengan cara melibatkan peneliti secara langsung di dalam setiap kegiatan-kegiatan yang dijadikan sebagai obyek penelitian. Oleh karena itu metode observasi ini penyusun gunakan sebagai metode sekunder atau pelengkap saja. Yaitu untuk melengkapi sekaligus untuk memperkuat serta menguji kebenaran data yang telah di peroleh dari hasil interviuw atau wawancara.

Observasi ini nantinya akan dilakukan peneliti di lingkungan Pondok Pesantren Khaerul Ummah. Peneliti akan melaksanakan observasi

56 Sugiono, metode penelitian pendidikan (Jl. Gegerkalong Hilir No. 84 Bandung 2017), h. 193

langsung ke lapangan, melihat dan mencatat semua kegiatan-kegiatan, karakter-karakter santri yang berada di pondok pesantren.

2. Wawancara

Wawancara ialah teknik penelitian yang dilaksanakan dengan cara dialog baik secara langsung maupun tidak langsung antara pewawancara dengan yang diwawancarai sebagai sumber data. Metode ini digunakan dalam rangka untuk mendapatkan keterangan atau data tentang kehidupan masyarakat dan pendirian mereka mengenai sesuatu yang berhubungan.

Dalam penelitian ini nantinya peneliti akan mewawancarai pihak pondok pesantren, Ustaz dan pengurus pondok pesantren.

3. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu metode mencari data mengenai hal-hal atau variabel-variabel berupa catatan, transkip, buku, dokumen, rapat, atau catatan harian.57 Dalam penelitian ini peneliti akan mengambil dokumentasi kegiatan di lingkungan pondok pesantren Khaerul Ummah, guna mengetahui bagaimana pembelajaran dan aktivitas yang diterapkan di pondok pesantren tersebut dalam kehidupan sehari-hari guna membentuk karakter santri. Beberapa catatan tertulis dan gambar diperlukan untuk membantu dalam menganalisis data penelitian.

Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dokumentasi yang di dapat secara langsung dari pihak dan lingkungan pondok pesantren Khaerul Ummah.

57 Suharsimi Arikunto, prosedur penelitian suatu pendekatan praktek (jakarta: Rineka Cipta, 1993), h. 131

40

H. Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, data dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data dalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.58 Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

1. Reduksi Data

Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan.59

2. Penyajian Data

Dalam penelitian kualitatif setelah data reduksi, maka langkah selanjutnya adalah penyajian data.Penyajian data adalah kegiatan ketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Bentuk penyajian data kualitatif dapat berupa teks naratif berbentuk catatan lapangan, matriks, grafik, jaringan, dan bagan. Bentuk-bentuk ini menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah diraih, sehingga memudahkan untuk melihat apa yang

58Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2012), H. 334

59 Ahmad Rijali, ‘Analisis Data Kualitatif,’ Jurnal Alhadharah, (2018), H. 91

sedang terjadi, apakah kesimpulan sudah tepat atau sebaliknya melakukan analisis kembali.60

3. Penarikan kesimpulan

Langka ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan atau verivikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang- remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi teori.61

60Ibid, h. 94

61Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung: Alfabeta Cv, 2018), h. 345

42 BAB IV

HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian ini akan di deskripsikan dari data menyangkut fokus penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil pengumpulan data di lapangan yang kemudian dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian, maka data disajikan hasil penelitian sebagai berikut.

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah Singkat Berdirinya Pondok Pesantren Khairul Ummah

Pondok Pesantren Khairul Ummah adalah pondok pesantren yang bertempat di Desa Pattallassang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng.

Pondok pesantren khairul ummah berdiri pada tahun 2010 dan beroperasi pada tahun 2012 dengan terlebih dahulu membangun asrama di samping rumah pendiri pesantren. Pendiri pertama dari pondok pesantren ini adalah Alm. Hj. Muh Yamin beliau wafat karna kecelakaan kerja pada saat membangun asrama santri di pondok pesantren Khairul Ummah. Kemudian digantikan oleh Hasanuddin Arsy, S.Ag., M.pd.I. beliau lah yang memimpin pesantren Khairul Ummah sampai sekarang.

Pesantren ini awal mula didirikan karna tuntutan masyarakat sekitar dikarenakan anak-anak yang akan tumbuh menjadi remaja dan dewasa akan menghadapi era globalisasi yang sekarang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju, berdampak pada pergaulan anak dan remaja di negara-negara berkembang, termasuk negara kita sendiri yaitu indonesia yang

masyarakatnya mayoritas muslim. Maraknya kenakalan remaja, penurunan moral serta kurangnya kesadaran dan pengalaman nilai-nilai ajaran agama islam dari para remaja merupakan fenomena dampak buruk dari globalisasi yang harus diantisipasi. Keadaan semacam ini juga dapat menjadi penyebab utama kemerosotan moral, pergaula bebas, penggunaan obat-obat terlarang, pemerkosaan, pembunuhan, dan berbagai bentuk kejahatan yang kebanyakan dilakukan oleh generasi yang pemahamannya tentang akhlak kurang, kurangnya pendidikan akhlak dan pembinaan akhlak pada anak. Sehingga pesantren menjadi solusi yang tepat untuk mencegah itu semua.

2. Visi Misi dan Tujuan Pondok Pesantren a. Visi

“Menjadikan pesantren yang unggul dan terkemuka dalam mengintegrasikan pengetahuan agama dan teknologi.”

b. Misi

“Meningkatkan pengetahuan agama dan keterampilan yang berdaya saing serta mengembangkan kwalitas pembelajaran.”

3. Struktur Organisasi Kepengurusan Pondok Pesantren Khairul Ummah

Adapun struktur organisasi pon-pes Khairul Ummah terdiri dari pembina yang membawahi secara langsung pengurus harian, yang terdiri dari beberapa bagian yaitu ketua, sekretaris, bendahara, keamanan, keilmuan, olahraga, dan kesehatan. Pengurus ini bertuga melaksanakan

44

kebijaksanaan yang di buat oleh pembina tentang pengelolaan pondok dan aktivitas keseharian santri selama 24 jam.

Tabel 4.1

Struktur Organisasi Kepengurusan Pondok Pesantren Khairul Ummah

No Nama Jabatan

1. Hasnah, S.Ag Ketua yayasan

2. Patmawati, S.Ag Sekretaris

3. Mutmainnah Bendahara

4. Hasanuddin Arasy, S.Ag.,M.Pd.I Pimpinan Ponpes 5. Saharuddin Basira, S.Ag.,M.pd.I. Wakil pimpinan

6. Kaharuddin, S.Pd.I Wakil pimpinan II

7. Kasmira M, S.Pd Sekretaris

8. Amiruddin, S.Pd.I. Wakil sekretaris

9. Patmawati, S.Ag.,M.Pd Bendahara

10. Abd. Wahid, S.Ag.,M.Pd.I Bidang pendidikan

11. Ashar, S.Pd Kepala SMA IT

12. Kamriani S, S.Pd Kepala SMP IT

13. Patmawati, S.Ag Kepala TK/TPA

14. Muhtar Jufri, S.Sos Bidang humas

15. Ahmad Hidayat, S.Kep.,Ners Bidang Kesehatan

16. H. Juddaming Bidang sarana dan

prasarana

17. Nurdin,S.Pd Bidang keamanan dan

ketertiban

18. Nursyamsi,S.pd Bidang Ekonomi

19. Kaharuddin, S.Pd Pembina kajian kitab

kuning

20. H.Hasan Basri, LC Pengajian tafsir

21. Hasanuddin Arasy, S.Ag.,M.Pd.I Pengajian Aqidah akhlak 22. Abd. Wahid, S.Ag., M.Pd.I Pembina Ibadah

23. Kaharuddin, S.Pd.I Pembina

pengajian/ulumul quran/sirah nabawi

4. Profil Sekolah

Nama Pesantren : Pondok Pesantren Khairul Ummah Nama Pimpinan : Hasanuddin Arasy, S.Ag., M.Pd.I Nomor Statistik : 510073030018

Alamat Ponpes : Karampung Bella Kecamatan : Tompobulu Kabupaten : Bantaeng

Provinsi : Sulawesi Selatan

Kode Pos : 92461

Telp/Hp : 081355662647

Email : [email protected], Status ponpes : Swasta

Nama Yayasan : Yayasan pendidikan Khairul Ummah Tahun pendirian : 2010

46

Tahun beroperasi : 2012 Status tanah : Wakaf

NPWP : 70-121.640.0-807.000 5. Keadaan pendidik dan peserta didik

a. Keadaan Pendidik

Pendidik merupakan salah satu faktor pendukung dalam melaksanakan proses pembelajaran. Jumlah pendidik di pesantren Khairul Ummah berjumlah 27 orang.

Tabel 4.2

Pendidik Pondok Pesantren Khairul Ummah

No Nama Pendidikan Status SK

Terhitung 1. Hasanuddin Arasy, S.Ag.,

M.Pd.I S.2 GTY 2010

2. Patmawati, S.Ag S.1 PNS 2010

3. Ashar, S.Pd.I. S.1 GTY 2015

4. Kamriani, S.Pd S.1 GTY 2010

5. Amiruddin, S.Pd S.1 GTY 2010

6. Mupida, S. Pd S.1 GTY 2012

7. Satriani, S.Pd S.1 GTY 2012

8. Kasmira S.Pd S.1 GTY 2014

9. Muhajirah, S. Pd S.1 GTY 2013

10. Muhammad. Arsyad, S. Pd S.1 GTY 2014

11. Nurlinda, S. Pd S.1 GTY 2014

12. Hafsah, S. Pd S.1 GTY 2014

13. Muhtar, S. Sos S.1 GTY 2014

14. Nurdin, S. Pd S.1 GTY 2016

15. Sitti Wahidah, S. Pd S.1 GTY 2015

16. Nursyamsi, S.Pd S.1 GTY 2010

17. Nasrah, S. Pd S.1 GTY 2014

18. Hartati, S. Pd S.1 GTY 2016

19. Rismawati, S. Pd S.1 GTY 2018

20. Supriyadi, S. Pd S.1 GTY 2015

21. Jamil Rahmat, S. Pd S.1 GTY 2017

22. Kaharuddin, S. Pd S.1 GTY 2016

23. Basri Nuhung, S. Pd S.1 GTY 2019

24. Jusmawati SMA/IPA GTY 2019

25. Giofani Ramadansyah SMA/IPS GTY 2019

26. Sulfiana, S. Hum S.1 GTY 2019

27. Nursyamsi, S. Pd S.1 GTY 2021

b. Keadaan Peserta Didik

Tabel 4.3

Peserta Didik Pesantren Khairul Ummah

No Tahun

pelajaran

Kelas Jumlah

TK SMP SMA

LK PR LK PR LK PR LK PR

1 2018/2019 18 23 58 39 42 27 118 89

2 2019/2020 20 30 54 34 47 23 121 87

48

3 2020/2021 29 30 40 41 47 22 116 93

Jumlah 355 269

6. Sarana dan Prsarana Sekolah

Ditinjau secara umum sarana adalah sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan (media), sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses, usaha dan kegiatan. Sehingga ini adalah unsur yang sangat di butuhkan dalam proses belajar mengajar.

Tabel 4.4

Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Khairul Ummah

NO SARANA KONDISI JUMLAH

1. Mesjid Baik 1

2. Ruang Belajar Baik 3

3. Asrama Putra Baik 1

4. Asrama Putri Baik 1

5. Rumah Tahfidz Baik 1

6. MCK Baik 4

7. Poskestren Baik 1

8. WC pembina Baik 2

9. Kantor Baik 1

B. Pola Pembinaan Dalam Membentuk Karakter Di Pondok Pesantren Khairul Ummah

Pola pembinaan pesantren yang ideal menjadi pertanyaan besar bagi semua kalangan. Terutama bagi wali murid yang ingin memasukkan anaknya ke pesantren. Orang tua Memilih mana yang paling baik, dan paling sesuai dengan minat dan bakat anaknya. Pesantren juga harus memiliki tujuan serta harapan yang ingin dicapai, seperti tujuan pendidikan nasional yang tercantum pada UU Nomer 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dituangkan dalam pasal 3 yang mengatakan bahwa :

“pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.”62

Pola pembinaan merupakan cara atau teknik yang dipakai lembaga atau pengasuh di dalam mendidik dan membimbing anak-anak agar kelak menjadi anak yang berguna. Pola pembinaan adalah bentuk struktur yang tetap dalam membina untuk membentuk karakter. Adapun hasil wawancara dari pimpinan pondok pesantren Khairul Ummah yaitu :

Mengenai pembinaan santri tentu saja ada harapan dan pencapaian yang ingin kita capai yaitu membentuk santri menjadi pribadi yang memiliki karakter yang baik yang menjadi harapan bangsa dan negara yang berlandaskan Al-quran dan hadist.63

62UU Republik Indonesia No. Tahun SISDIKNAS & peraturan pemerintahan R.I tahun 2010 tentang penyelenggaraan pendidikan serta wajib belajar, (Bandung: Citra Umbara, 2012), h.6

63Hasanuddin Arasy, S.Ag., M.Pd.I, Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Ummah, Wawancara Tanggal 30 Mei 2022

50

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa dalam pembinaan santri dalam pembentukan karakter ini sangat diharapkan guna membentuk jiwa dan karakter santri menjadi pribadi yang lebih baik.64

Dalam pembinaan santri ini dilakukan selama 24 jam selam masih dalam lingkungan pondok pesantren segala aktivitas yang santri lakukan selama berada di pondok pesantren terus berada pada pengawasan dan pembinaan pembina/ustad dengan menerapkan beberapa metode dan bentuk pembinaan lainnya. Berdasarkan hasil wawancara dari pimpinan pondok pesantren yaitu :

“di dalam lingkup pesantren ini bukan hanya para pembina yang mempunyai tanggung jawab untuk mengawasi santri tetapi ada beberapa santri yang sudah lebih dulu mengenyam pendidikan di pesantren ini kami berikan tanggung jawab untuk mengawasi keseharian santri di lingkungan asrama dismping itu tidak lepas dibawah pengawasan para pembina.”65

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembinaan karakter santri di pondok pesantren Khairul Ummah ini betul- betul membutuhkan pengawasan ketat selama 24 jam dengan memberikan tanggungjawab kepada santri yang lebih dulu mengenyam pendidikan di pesantren Khairul Ummah dalam mengontrol santri agar santri tetap dalam pengawasan dengan metode ini santri akan dibiasakan dalam memanfaatkan waktu nya dengan sebaik mungkin.

Pondok pesantren Khairul Ummah merupakan lembaga yang mengutamakan kualitias santrinya. Karakter santri di pondok pesantren Khairul

64Hasanuddin Arasy, S.Ag., M.Pd.I, Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Ummah, Wawancara Tanggal 30 Mei 2022

65Hasanuddin Arasy, S.Ag., M.Pd.I, Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Ummah, Wawancara Tanggal 30 Mei 2022

Ummah ini sangat mendorong agar terbentuknya watak serta akhlak dan budi pekerti yang baik, karakter yang mendominasi yang dikembangkan di pondok pesantren Khairul Ummah yaitu bertanggungjawab, jujur, mandiri dalam menjalani hidup, disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Adapun hasil wawancara dari pimpinan pondok pesantren yang mengatakan bahwa:

“dalam pembinaan karakter yang ditetapkan oleh pondok pesantren ini mengacu pada aturan-aturan yang telah disepakati bersama oleh para orangtua siswa dan pembina dengan tujuan agar siswa memiliki nilai-nilai untuk membangun karakter santri. contoh kecilnya misalnya santri yang dibiasakan meminta izin kepada pembina jika ada kepentingan diluar juga senantiasa diajarkan untuk selalu menghormati sesama manusia, begitupun pada lingkungan sekolah salah satu aturan di pondok yaitu santri dilarang membawa hp ke sekolah dan beberapa aturan lainnya yang senantiasa mengacu pada pembentukan karakter yang baik pada santri dan jika ada santri yang melanggar aturan mereka akan diberikan sanksi berupa teguran dan nasehat.”66

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa karakter di pesantren Khairul Ummah bertanggungjawab, jujur, mandiri dan disiplin harus benar-benar di kembangkan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya baik yang behubungan dengan diri sendiri, sosial, masyarakat, bangsa, negara maupun agama.

pola pembinan santri di pondok pesantren Khairul Ummah yaitu:

1. Pola Pembinaan Ruhiyah

pembinaan ini lebih dominan pada aspek mental spritual, dalam lingkup pesantren Khairul Ummah ini terdapat sejumlah nilai pembinaan yang dilakukan.

Proses pembinaan ini dilakukan di Mushollah. Adapun wawancara pembina pondok pesantren Khairul Ummah yaitu:

66 Hasanuddin Arasy, S.Ag., M.Pd.I, Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Ummah, Wawancara Tanggal 30 Mei 2022

52

“kita juga mengadakan pembinaan di mushollah pada hari dan waktu tertentu salah satunya pembinaan mental spritual, membentuk/membangun karakter, mempererat persaudaraan (Ukhuwah) melalui interaksi dan pengajian diantaranya pengajian Aqidah, Akhlak, Adab yang dilaksanakan setiap selesai shalat magrib dan melaksanakan kajian mengenai siroh pada setiap hari jumat. Kegiatan ini dilakukan secara bersama sama dengan di bimbing uleh ustadz. Sehingga fungsi mesjid tidak hanya untuk beribadah saja tetapi juga berfungsi sebagai pusat komando bagi seluruh kebijakan terhadap seluruh santri.67

Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa salah satu pola pembinaan pada pesantren khairul Ummah diantaranya adanya pengajian, kajian keislaman, kajian aqidah dan akhlak yang dibimbing oleh seorang Ustadz dan itu semua dilakukan di Musholla pesantren sehingga ada perubahan karakter santri dalam proses mengikuti kegiatan tersebut, pembentukan karakter bukan hanya dilakukan dikelas tetapi juga dilakukan di mushollah, pola pembinaan ini sangat memberi pengaruh besar bagi perkembangan mentalitas, spritual santri sehingga terbangunlah karakter yang baik dari cara belajar disekolah dengan materi-materi yang sudah dijelaskan diatas. dapat disimpulkan bahwa salah satu pola pembinaan pesantren Khairul Ummah adalah pembinaan individu yang mengfokuskan santri untuk mengenal lebih jauh dan dalam masalah karakter dan akhlak yang baik yang harus di tanamkan dalam diri, pentingnya menanamkan sikap dan karakter yang baik dimulai dari kesadaran diri pribadi masing-masing, dan itu yang harus di tanamkan pada setiap jiwa dan hati kita salah satunya dengan cara pembinaan spritual.

67Hasanuddin Arasy, S.Ag., M.Pd.I, Pimpinan Pondok Pesantren Khairul Ummah, Wawancara Tanggal 30 Mei 2022

2. Pola Pembinaan Aqliyah

Di dalam membentuk karakter santri salah satu pembinaannya yang di lakukan di kelas (Non formal) di ruang kelas santri dihadapkan pada berbagai ilmu pengetahuan yang bersifat teoritik, baik kurikulum yang berasal dari pesantren atau depag, dengan pola diskusi dan ceramah. melatih ranah kognitif dalam menyampaikan argumentasi yang benar, juga menyampaikan argumentasi yang santun dan bijak selama proses pembelajaran melalui metode diskusi. Seperti hasil wawancara dari salah satu guru di pondok pesantren:

“di dalam proses pembelajaran para santri diberikan pemahaman dan penjelasan mengenai materi yang akan dipelajari kemudian setelah itu kami para guru memberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan mendisuksikan nya bersama sama, fungsi dari metode ini adalah santri di latih untuk memiliki jiwa atau karakter yang mudah untuk bersosialisasi, mudah untuk berkomunikasi dan bisa menerima dan memasukkan saran atau pendapat teman-temannya.”68

Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa di dalam pesantren khairul ummah santri bukan hanya diajarkan mengenai masalah-masalah keislaman tetapi santri juga diberi bekal mengenai pengetahuan-pengetahuan umum.

3. Pola pembiasaan hidup sederhana

Salah satu pola pembinaan yang dilakukan di pesantren khairul ummah yang tidak kalah pentingnya adalah pembiasaan hidup sederhana dan mandiri, bentuk pembinaan ini diterapkan di dalam Asrama santri. dimana asrama merupakan sarana paling efektif untuk membina santri dalam kehidupan sehari hari nya, dalam hal ini urusan pribadi di kerjakan sendiri yang secara tidak

68 Nur Syamsi, Guru Pesantren Khairul Ummah, Wawancara tanggal 01 juni 2022