BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Karakter
4. Nilai-Nilai pendidikan karakter
Kemendiknas menyatakan bahwa ada 18 nilai yang harus dikembangkan sekolah dalam menentukan keberhasilan pendidikan karakter yaitu : Religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikati f, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Dari beberapa karakter diatas dapat disimpulkan bahwa karakter yang ada dalam diri seseorang itu sangat berpengaruh di dalam kehidupan bermasyarakat, betapa pentingnya menanamkan karakter yang baik dalam diri seseorang.29 1. Pondok Pesantren
1. Pengertian Pondok Pesantren
Pondok pesantren berasal dari dua kata, yaitu pondok dan pesantren.
Pondok berasal dari bahasa Arab “Funduq” yang berarti tempat menginap, atau asrama. Sedangkan pesantren berasal dari bahasa tamil, dari kata santri, diimbuhi awalan dan akhiran yang berarti para penuntut ilmu.30 Pesantren merupakan
28 Ibid
29 Retno Listyarti, Pendidikan Karakter, (Jakarta: Hak Cipta, 2012), h. 6-8
30Mohammad Daud Ali dan Habibah Daud, Lembaga-Lembaga Islam Di Indonesia (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995). h. 145
22
lembaga pendidikan agama islam dengan sistem asrama atau pondok, dimana kiai sebagai figur sentralnya, masjid sebagai pusat kegiatan yang menjiwainya, dan pengajaran agama islam di bawah bimbingan kiai yang diikuti santri sebagai kegiatan utamanya.31
Pondok pesantren Menurut beberapa ahli:
Menurut Anin Nurhayati pondok pesantren merupakan pendidikan islam tertua yang berfungsi sebagai salah satu benteng pertahanan umat islam, pusat dakwah dan pengembangan masyarakat muslim di indonesia.32
Nurchalish Madjid pernah menegaskan bahwa pesantren ialah artefak peradaban indonesia yang dibangun sebagai institusi pendidikan keagamaan bercorak tradisional, unik dan indigenous.33
Mastuhu memberikan pengertian dari segi terminologis pesantren adalah sebuah lembaga pendidikan islam tradisional yang mempelajari, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran agama islam dengan menekankan pentingnya moral keagamaan sebagai pedoman perilaku sehari-hari”.34
Menurut Zamakhsyari Dhofier istilah pondok berasal dari pengertian asrama-asrama para santri yang disebut pondok atau tempat tinggal yang dibuat dari bambu atau barangkali berasal dari kata arab Funduq yang berarti hotel atau asrama. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam yang di laksanakan
31Satria Hamdani, “Hidden Curriculum: Polarisasi Pesantren Dalam Upaya Membentuk Kesalehan Individu Dan Sosial’, Jurnal Al-Murabbi, Voi. 5, No. 1 (2018). h. 51
32 Anin Nurhayati, Inovasi Kurikulum: Telaah Terhadap Pengembangan Kurikulum Pesantren. (Yogyakarta: Teras, 2010), h. 47
33 Amir Haedari Masa Depan Pesantren Dalam Tantangan Modernitas Dan Tantangan Komplesitas Global, (Jakarta: IRP press, 2004), h. 3
34 Hasby Indra, Pesantren Dan Transformasi Dalam Tantangan Modernitas Dan Tantangan Komplesitas Global, (Jakarta: IRP Press, 2004), H.3
dengan sistem asrama (pondok) dengan kyai yang mengajarkan agama kepada para santri, dan mesjid sebagai pusat lembaganya pondok pesantren, yang cukup banyak jumlahnya, sebagian besar berada di daerah pedesaan dan mempunyai peranan besar dalam pembinaan umat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.35
Dari beberapa penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pondok pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan islam di indonesia yang memiliki karakteristik atau ciri khas tersendiri, dimana dalam pondok pesantren tersebut terdapat pengasuh atau pembina dan peserta didik (santri) yang bermukim atau tinggal dalam satu lokasi yang sama.
2. Tujuan Dan Fungsi Pondok Pesantren
Menurut H.M Arifin dikutip Mahmud, terbentuknya pesantren dapat dilihat pada dua tujuan, yaitu :
a. Tujuan umum
Membimbing anak didik untuk menjadi manusia yang berkepribadian islam/berakhlak baik. Anak didik dengan ilmu agamanya sanggup menjadi mubalig dalam masyarakat sekitar melalui ilmu agamanya serta membina warga neraga agar berkepribadian muslim sesuai dengan ajaran-ajaran agama islam dan menanamkan rasa keagamaan pada semua segi kehidupan.
b. Tujuan khusus
Mendidik para santri untuk menjadi orang alim dalam ilmu agama yang dianjurkan oleh kiai yang bersangkutan serta
35 Proyek pembinaan bantuan kepada pondok pesantren dirjen BINBAGA islam, Pedoman Penyelenggaraan Unit Keterampilan Pondok Pesantren (Departemen Agama, 1982/1983) h.1
24
mengamalkan dalam masyarakat.36 Dari rumusan tujuan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan pesantren sangat menjunjung tentang pentingnya tegaknya islam di tengah-tengah kehidupan sebagai sumber utama moral yang merupakan kunci keberhasilan hidup bermasyarakat Adapun menurut Mujamil Qomar tujuan pesantren adalah:
1. Mendidik santri anggota masyarakat menjadi seorang muslim yang bertakwa kepada Allah Swt, berakhlak mulia, memiliki kecerdasan, keterampilan dan sehat lahir batin sebagai warga negara yang berpancasila.
2. Mendidik santri untuk menjadikan manusia muslim selaku kader ulama dan mubaligh yang berjiwa ikhlas, tabah, tangguh, wiraswasta dalam mengamalkan sejarah islam secara utuh dan dinamis.
3. Mendidik santri untuk memperoleh kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat membangun dirinya dan bertanggungjawab kepada pembangunan bangsa dan negara.
4. Mendidik tenaga-tenaga penyuluh pembangunan mikro(keluarga) dan regional (pedasaan/masyarakat lingkungannya).
5. Mendidik santri agar menjadi tenaga-tenaga yang cakap dalam berbagai sektor pembangunan, khususnya pembangunan mental spritual.
36Kompri, Manajemen Dan Kepemimpinan Pondok Pesantren (Jakarta: Prenadamedia Group, 2018), h. 3-4
6. Mendidik santri untuk membantu meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat lingkungan dalam rangka usaha pembangunan masyarakat bangsa.
selain memiliki tujuan pondok pesantren menurut Qomar Mujamil juga memiliki fungsi sebagai lembaga pendidikan, diantaranya:
a. pesantren sebagai lembaga dakwah, dari sisi lain pesantren harus mampu menempatkan dirinya sebagai transformator, motivator dan invormator sebagai transformator pesantren dituntut agar mampu mentrasformasi nilai-nilai agama islam ke tengah-tengah masyarakat secara bijaksana sebagai motivator dan innovator pesantren dan ulama harus mampu memberi rangsangan ke arah yang lebih maju terutama bagi kualitas hidup berbangsa dan beragama.
b. pesantren sebagai lembaga pengkaderan ulama, tugas ini tetap luluh dan tetap relevan pada tiap waktu dan tempat
c. pesantren sebagai lembaga pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu agama pada era kekinian dan era keberadaan pesantren di tengah masyarakat. Semakin dituntu ia tidak hanya sebagai lembaga pengembangan ilmu pengetahuan agama, tetapi dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan teknologi.37
3. Jenis-Jenis Pondok Pesantren
Secara faktual, pesantren dapat dipolakan pada dua jenis, yaitu berdasarkan bangunan fisik dan berdasarkan kurikulum.
37 Qomar Mujamil, Pesantren Dari Transformasi Metode Menuju Demokrasi Instuisi, (Jakarta: Erlangga, 2002), h. 43
26
A. Pondok pesantren berdasarkan fisik a. Mesjid dan Rumah Kyai
Pesantren ini masih bersifat sederhana, dimana, seorang kyai menggunakan mesjid dan rumahnya sendiri untuk mengajar.
Jenis santri hanya datang dari daerah pesantren itu sendiri, namun mereka telah mempelajari agama secaraa kontinyu dan sistematis.
b. Mesjid, rumah kyai dan pondok/asrama
Jenis pesantren ini memiliki pondok atau asrama yang disediakan bagi santri yang datang didaerah luar pesantren.
c. Mesjid, kyai, pondok/asrama, madrasah
Pesantren ini sudah memakai sistem klasikal, santri yang tinggal di pesantren mendapat pendidikan di madrasah.
d. Mesjid, rumah kyai, pondok/asrama, madrasah, tempat keterampilan
Dalam jenis ini di samping memiliki madrasah, juga memiliki tempat-tempat keterampilan.
e. Mesjid, rumah Kyai, pondok/asrama, madrasah, tempat keterampilan, perguruan tinggi, sekolah umum
Jenis pesantren ini sudah berkembang dan bisa digolongkan pesantren mandiri.38
B. Jenis pesantren berdasarkan kurikulum
38 Haidar Putra Daulay, sejarah pertumbuhan dan pembaruan pendidikan islam di indonesia (Cet. II Jakarta kencana prenada media group, 2007) h. 66
a. Pesantren tradisional
Pesantren yang masih mempertahankan bentuk aslinya dengan mengajarkan kitab yang ditulis oleh ulama abad ke-15 dengan menggunakan bahasa arab.39
b. Pesantren modern
Pesantren ini merupakan pengembangan tipe pesantren karena oriientasi belajarnya cenderung mengadopsi seluruh sistem belajar klasikal dan meninggalkan sistem belajar tradisional.40 c. Pesantren kompherensif
Jenis pesantren ini merupakan sistem pendidikan dan pengajaran gabungan antara tradisional dan modern.41
4. Ciri-ciri pondok pesantren
Menurut A. Mukti Ali, Mantan Menteri Agama menjelaskan bahwa ciri-ciri pesantren yaitu:
a. Adanya hubungan yang akrab antar murid (santri) dengan kyai. Hal ini disebabkan karena mereka tinggal dalam satu pondok
b. Tunduknya santri kepada kyai. Para santri menganggap bahwa menentang kyai selain dianggap kurang sopan juga bertentangan dengan ajaran agama.
c. Hidup hemat dan sederhana benar-benar dilakukan dalam kehidupan pesantren.
39 Matuhu, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, (Jakarta :INIS, 1994) H. 157
40 M. Bahri Ghazali, Pendidikan Pesantren Berwawasan Lingkungan( Cet. I Jakarta:
Pedoman Ilmu, 2001), H.14
41 Ibid, h. 15
28
d. Semangat menolong diri sendiri. Hal ini disebabkan santri mencuci pakaiannya sendiri, membersihkan kamar tidurnya sendiri bahkan tidak sedikit dari mereka yang memasak makanannya sendiri.
e. Jiwa tolong menolong dan suasana persaudaraan sangat mewarnai pergaulan di pesantren.
f. Disiplin sangat ditekankan dalam kehidupan pondok pesantren g. Berani menderita untuk mencapai sesuatu tujuan itu juga
merupakan salah satu pendidikan yang diperoleh oleh pesantren.42 5. Unsur-Unsur Pondok Pesantren
a. Kyai
Figur kyai dalam pesantren tidak terbantahkan adalah ciri khas yang tidak bisa dilepaskan dari pesantren. Di era modern ini juga figur kyai masih menjadi faktor penting untuk mengundang banyak santri masuk dalam sebuah pesantren. Figur kyai menjadi kekuatan perekat, kekuatan kontrol bagi bukan hanya manajerial tetapi juga bagi pengawalan-pengawalan nilai-nilai religius pesantren.43
Di dunia pesantren seorang kyai biasanya adalah juga pendiri pesantren, Ia juga merupakan pengasuh sekaligus guru yang melatih dan mengajarkan materi-materi keagamaan di pesantren, oleh sebab itu peran kian dalam pesantren merupakan unsur penting terhadap maju mundur sebuah pesantren.
42Abdul Munir Mulkhan, Menggagas Pesantren Masa Depan Geliat Suara Santri Untuk Indonesia Baru, (Yogyakarta: Qirtas, 2003), H. 7-11
43Dwi Kusmira, ‘Moderatisme Pendidikan Pesantren Di Indonesia’, Jurnal Ilmiah, Vol. 4 No, 2. (2018), h. 529
b. Santri
Santri adalah sebutan bagi peserta didik yang menimba ilmu pengetahuan di pesantren.44