• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi dan Waktu Penelitian

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 52-59)

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Adapun yang menjadi lokasi penelitian untuk memperoleh data adalah PT. Bank Sulselbarkota Makassar. Penelitian ini diperkirakan selesai dalam jangka waktu 2 bulan, mulai dari bulan Mei sampai bulan Juni 2018.

C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran

Terdapat dua variabel yang digunakan dalam penelitian ini yakni, peranan audit internal sebagai variabel independen (X) dan penerapan GCG sebagai variabel dependen (Y).

1) Peranan Audit Internal sebagai Variabel Independen (X)

Audit internal adalah salah satu bagian dalam perusahaan yang berfungsi sebagai aparat pengawasan internal perusahaan-perusahaan. Dalam hal ini, peneliti akan menguji mengenai fungsi audit internal pada PT. BPR Hasamitra kota Makassar. Adapun indikator variabel audit internal adalah sebagai berikut:

(a) Independensi (b) Kompetensi

(c) Program Audit Internal (d) Pelaksanaan Program Audit (e) Laporan Audit Internal

Nantinya dalam penelitian ini akan digunakan kuisioner untuk memperoleh data yang diinginkan. Variabel ini kemudian diperoleh dari hasil kuisioner dan diukur dengan skala likert.Dimana skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena social.Pengukuran skala likert yaitu pengukuran sikap

dengan menyatakan setuju atau tidak setuju dimana poin 1 (sangat tidak setuju), 2 (tidak setuju), 3 (ragu-ragu), 4 (setuju) dan 5 (sangat setuju).

2) PenerapanGood Corporate Governancesebagai Variabel Dependen (Y).

GCG yang merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi.GCG menjadi variabel dependen dalam penelitian ini.Dalam penelitian ini setiap responden diminta untuk menunjukkan apakah mereka setuju dengan pernyataan yang terdapat dalam kuisioner mengenai elemen-elemen GCG.

Dalam hal ini, peneliti akan menguji penerapan good corporate governance di PT. Bank Sulselbar kota Makassar, apakah telah diterapkan sesuai dengan prinsip-prinsip good corporate governance atau sebaliknya.

Penerapan good corporate governance diukur dengan menggunakan indikator-indikator sebagai berikut:

(a) Transparansi (b) Akuntabilitas (c) Responsibility (d) Indenpendensi (e) Kewajaran

Variabel ini diperoleh dari hasil kuisioner dan juga diukur dengan skala likert yaitu pengukuran sikap dengan menyatakan setuju atau tidak setuju dimana poin 1 (sangat tidak setuju), 2 (tidak setuju), 3 (ragu-ragu), 4 (setuju) dan 5 (sangat tidak setuju).

Tabel 3.1

INDIKATOR DAN SKALA PENGUKURAN

Variabel Indikator Skala

Pengukuran

Instrumen Audit Internal 1.independensi

2.Kompetensi

3.Program Audit Internal 4.Pelaksanaan Audit Internal

5.Laporan Audit yang dihasilkan

Likert Kuesioner

Good Corporate Governance

1.Tranparansi 2.Kemandirian 3.Akuntabilitas

4.Pertanggungjawaban 5.Kewajaran

Likert Kuesioner

D. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang memiliki kualitas karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan diteliti kemudian ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota dari grup-grup yang berhubungan dengan GCG yang berada pada PT.Bank Sulselbar kota Makassar yaitu Grup Audit Intern, Grup Pengendalian Keuangan, Grup Kepatuhan, dan Grup Manajemen Risiko.

Sampel yang berkaitan dengan penelitian ini adalah individu-individu yang terlibat dalam perusahaan yaitu karyawan yang berada dalam Grup Audit

Intern, Grup Pengendalian Keuangan, Grup Kepatuhan, dan Grup Manajemen Risiko.

E. Teknik Pengumpulan Data

Tenik Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian iniadalah: 1. Wawancara yaitu pengumpulan data yang akan dilaksanakan dengan

Tanya jawab dengan pihak Grup Audit Intern, Grup Pengendalian Keuangan, Grup Kepatuhan, dan Grup Manajemen Resiko pada PT.

Bank Sulselbar kota Makassar.

2. Kuesioner yaitu dengan mengajukan serangkaian pertanyaan yang dibuat dalam suatu daftar pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan kepada pihak-pihak Grup Audit Intern, Grup Pengendalian Keuangan, Grup Kepatuhan, dan Grup Manajemen Resiko pada PT. Bank Sulselbar kota Makassar.

F. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Adapun jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang telah diolah dari jawaban kuesioner yang dibagikan kepada pengawas internal dan bagian-bagian yang berhubungan dengan audit internal pada PT.Bank Sulselbarkota Makassar.

2. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli, tidak melalui perantara.Data primer yang digunakan berupa data subyek (self report data) yang berupa opini dan karakteristik dari responden. Data primer yang digunakan oleh

peneliti berupa data yang diperolah dari hasil kuisioner yang akan disebarkan oleh peneliti. Sumber datanya berasal dari pengawas internal dan bidang-bidang yang berhubungan dengan audit internal yang ada pada PT. Bank Sulselbarkota Makassar.Data sekunder berupa data yang diperoleh dari perusahaan berupa sejarah singkat berdirinya perusahaan dan sturktur organisasi perusahaan.

G. Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas Data

Uji validitas dimaksudkan untuk mengukur sejauh mana ketepatan alat ukur penelitian tentang isu atau arti sebenarnya yang diukur.Pengukuran dikatakan valid jika mengukur tujuannya dengan nyata atau benar.Karena instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk kuesioner maka uji validitas data dilakukan dengan uji validitas isi.Pengujian validitas isi dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor item instrumen dengan skor total. Nilai koefisien korelasi antara skor setiap item dengan skor total dihitung dengan analisis corrected item-total correlation. Suatu instrumen dinyatakan valid apabila koefisien korelasi rhitung lebih besar dibandingkan koefisien korelasirtabel pada taraf signifikansi 5% atau 10%.

2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk menguji konsistensi kuesioner dalam mengukur suatu kontruk yang sama atau stabilitas kuesioner jika digunakan dari waktu ke waktu.

Pengujian reliabilitas diuji kembali pada kuesioner yang dikembangkan kembali dalam bahasa Indonesia berdasarkan item-item pertanyaan. Uji reliabilitas adalah tingkat kestabilan suatu alat pengukur

dalam mengukur suatu gejala atau kejadian.Semakin tinggii reliabilitas suatu alat pengukur, semakin stabil pula alat pengukur tersebut. Dalam pengambilan keputusan reliabilitas, suatu instrumen dikatakan reliabel jika nilaiCronbach Alpha(α) lebih besar dari 0,6.

H. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Uji Normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan melalui metode grafik dan statistic.

Metode grafik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melihat normal probability plot.Normal Probability Plot adalah Membandingkan distribusi kumulatif data yang sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dan distribusi normal. Dasar pengambilan keputusan melalui analisis ini, jika data tersebut garis diagonal sebagai representative pada distribusi normal, berarti model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya kolerasi antara variabel bebas (Independen).Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi antara variabel bebas (tdak terjadi multikolinearitas). Karena apabila variabel bebas saling berkolerasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal adalah variabel bebas yang nilai kolerasi antar sesame variabel bebas sama dengan nol.

(Ghozali,2011). Jika nilaiVariance Inflation Factor (VIF) tidak leboh dari 10, dan nilai Tolerancetidak kurang dari 0,1 maka model dapat dikatakan

terbebas dari multikolinieritas VIF = 1/Tolerance, jika VIF = 0 maka Tolerance = 1/10 atau 0,1. Semakin tinggi VIF maka semakin rendah Tolerance.

3. Uji Heteroskedastisitas

Tujuan dari pengujian heteroskedastisitas ini adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap, maka disebut homokedastisitas.Dan jika varians berbeda, maka disebut heteroskedastisitas.Gejala heterodkedestisitas dapat dideteksi dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scattterlpotdisektor nilai residual dan variabel dependen suatu penelitian.Jika terdapat pola tertentumaka telah terjadi gejala heteroskedastisitas.

I. Teknik Analisis

Analisis Regresi Linear Sederhana, analisis ini mengestimasi besarnya koefisien yang dihasilkan dari persamaan yang bersifat linier, yang melibatkan satu variabel bebas sebagai alat prediksi besarnya nilai variabel terikat. maka persamaan regresi linier sederhana adalah sebagai berikut :

Y = a + bX + e Keterangan:

X = Variabel independen yakni peranan Audit Internal Y = Variabel dependen yakni penerapan GCG

a = Konstanta

b = Koefisien Regresi e = Error (tingkat kesalah)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Umum

Bank adalah bank yang kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Bank, dan dikenal juga dengan Bank Islam. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan mendefinisikan bank sebagai Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip dan menurut jenisnya terdiri atas bank umum dan Bank Pembiayaan Rakyat. Secara umum, bank merupakan lembaga yang melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu menerima/menghimpun dana, menyalurkan dana, dan memberikan berbagai jasa-jasa perbankan , seperti mengirimkan uang dan berbagai produk yang memudahkan nasabah dalam bermuamalah.

Eksistensi Bank di Indonesia secara formal telah dimulai sejak tahun 1992, dengan berlakunya UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.Namun harus diakui bahwa UU tersebut memberikan landasan hukum yang cukup kuat terhadap perkembangan bank.Kemudian UU No. 10 tahun 1998 secara eksplisit menetapkan bahwa bank dapat beroperasi bedasarkan prinsip- prinsip. Kemudian UU No. 23 Tahun 1999, menetapkan bahwa Bank Indonesia dapat melakukan pengendalian moneter berdasarkan prinsip- prinsip.

Dalam rangka membangun dan mengembangkan industri perbankan yang sehat dan tangguh, diperlukan pelaksanaan Good Corporate Governance(GCG) bagi Bank Umum dan Unit Usaha yang efektif, yang mana dalam pelaksanaan Good Corporate Governance tersebut harus memenuhi

prinsip (Sharia Compliance). Demikian halnya dengan PT. Bank Sulselbar Kota Makassar yang diresmikan dan beroperasi pada tanggal 27 April 2007, di Jalan Ratulangi Kompleks Ruko Blok C1C2 No. 7, Kota Makassar

PT. Bank Sulselbar Kota Makassar menjalankan seluruh aktivitas perusahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, berusaha menerapkan slogan perusahaan yaitu

“BERKAH” yang terdiri dari:

1. Bekerja sebagai ibadah 2. Etos kerja Islami

3. Ramah dan rajin 4. Konsisten 5. Amanah, dan 6. Ikhlas

PT. Bank Sulselbar Kota Makassar senantiasa berupaya untuk memastikan bahwa prinsip Good Corporate Governance(GCG) yang meliputi lima prinsip utama, yaitu :

1. Keterbukaan (Transparency), 2. Akuntabilitas (Accountability), 3. Tanggungjawab (Responsibility), 4. Independensi (Independency), dan 5. Kewajaran (Fairness)

Diharapkan pelaksanaan prinsip Good Corporate Governance tersebut tidak hanya dipandang sebagai kewajiban perusahaan untuk memenuhi peraturan, tetapi juga menjadi budaya perusahaan, sehingga dapat membangun PT. Bank Sulselbar Kota Makassar menjadi organisasi yang

kompetitif didukung oleh sumber daya manusia yang unggul, professional, memiliki integritas dan terbuka terhadap berbagai perubahan yang mengarah kepada perbaikan perusahaan yang lebih baik.

Good Corporate Governanceyang telah diimplementasikan PT. Bank Sulselbar Kota Makassar di tahun 2009 adalah:

1. Peningkatan pemahaman akan budaya peduli terhadap berbagai macam resiko, ketentuan dan peraturan diseluruh bidang usaha.

2. Mengoptimalkan penerapan sistem pengelolaan resiko dan pelaksanaan kepatuhan Bank.

3. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan manajemen resiko untuk penyempurnaan metode pengukuran risiko serta sistem pengelolaan risiko guna mitigasi risiko.

4. Melakukan evaluasi dan penyempurnaan berbagai ketentuan internal guna mendukung pelaksanaan tata kelola operasional PT. Bank Sulselbar Kota Makassar yang sehat.

5. Melaksanaan tindak lanjut atas hasil pemeriksaan internal dan eksternal.

6. Mempersiapkan pelaksanaan Risk Based Audit (RBA) dalam pelaksanaan kontrol internal di seluruh unit kerja.

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang perbankan, dalam melakukan implementasi Good Corporate Governance (GCG), PT. Bank Sulselbar Kota Makassar berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/14/ PBI/2006 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No:

8/4/PBI/2006 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum dan PBI No. 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate GovernanceBagi Bank Umum dan Unit Usaha.

2. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi merupakan salah satu dalam pencapaian tujuan dan sasaran organisasi serta wewenang dan tanggung jawab tiap-tiap anggota organisasi pada setiap pekerjaan.sehingga struktur organisasi dibuat secara sederhana, efektif untuk dapat bekerja secara efisien.Selain itu, struktur organisasi sering disebut bagan atau skema organisasi dengan ini gambaran skematis tentang hubungan pekerjaan antara orang yang terdapat dalam suatu badan untuk mencapai tujuan.

Bank dapat memiliki struktur yang sama dengan bank konvensional, misalnya dalam hal komisaris dan direksi, tetapi unsur yang amat membedakan antar bank dan bank konvensional adalah keharusan adanya Dewan Pengawas yang bertugas mengawasi operasional bank dan produk- produknya agar sesuai dengan garis-garis.

Dewan pengawas biasanya diletakkan pada posisi setingkat Dewan Komisaris pada setiap bank.Hal ini untuk menjamin efektivitas dari setiap opini yang diberikan oleh Dewan Pengawas. Karena itu, biasanya penetapan anggota Dewan Pengawas dilakukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham, setelah para anggota Dewan Pengawas itu mendapat rekomendasi dari Dewan Nasional.

Demikian pula halnya dengan PT. Bank Sulselbar Kota Makassar personilnya melakukan pekerjaannya masing-masing sesuai dan tanggung jawabnya, dan satu sama lainnya saling berhubungan dalam usaha menciptakan suasana kerja yang disiplin dan dinamis agar tercapai tujuan perusahaan yang diinginkan.

Sumber : PT. Bank Sulselbar Cabang Bulukumba

Setelah melihat gambar 4.1 mengenai struktur organisasi Bank Sulselbar, maka untuk melaksanakan kegiatan perusahaan, masing-masing bagian mampunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

1. RUPS

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memegang kekuasaan tertinggi pada Organisasi Bank.

2. Dewan Komisaris

Dewan Komisaris menetapkan kebijaksanaan umum dan menjalankan pengawasan, pengendalian, dan pembinaan terhadap Bank.

3. Staf Ahli

4. Memberikan Pandangan, Saran, atau perimbangan kepada Dewan Komisaris baik diminta maupun tidak diminta.

5. Direksi

a. Direktur Utama

Menyelenggarakan koordinasi umum terhhadap direktur dalam pelaksaan fungsi dan tugas-tugas organisasi, melakukan pembinaan serta pengendalian terhadap divisi perencanaan dan pengembangan serta grup auditor internal, melakukan pengarahan kepada divisi-divisi lainnya, dan cabang-cabang serta cabang pembantu.

b. Melakukan pembinaan serta pengendalian terhadap Grup Treasury, Grup Pemasaran, dan Grup Usaha Syariah. Sedangkan pengambilan keputusan yang prinsipil harus dengan kesepatan Direktur Utama.

c. Direktur Umum

Direktur Umum melakukan pembinaan dan pengendalian terhadap Grup Pengendalian Keuangan, Grup Sumber daya Manusia, dan

Grup Sekretariat Umum.Sedangkan pengambilan keputusan yang prinsipil harus dengan kesepakatan Direktur Umum.

6. Dewan Pengawasan Syariah

Dewan Pengawasan Syariah mempunyai tugas sebagai penasehat dan pemberi saran kepada syariah mengenai hal-hal yang terkait dengan aspek syariah dalam melaksanakan tugasnya, DPS wajib mengikuti ketentuan dan prinsip syariah yang telah difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional.

7. Grup Auditor Internal

Melaksanakan pengawasan guna memastikan telah dipatuhinya pedoman perusahaan, mengembangkan risk base audit dan meningkatkan Good Corporate Govermance (GCG) serta memberikan nilai tambah terhadap Bank.

8. GrupTreasury

Mengelola kegiatan treasury guna mewujudkan keseimbangan antara kebutuhan likuiditas dan permodalan yang sehat dalam rangka optimalisasi pendapatan bank.

9. Grup Pemasaran

Grup Pemasaran mempunyai tugas pokok menyalurkan dana dalam bentuk kredit dengan lebih dulu mengamati peluang pasar.

10. Unit Usaha Syariah

Mengelola dan Mengembangkan aktivitas perbankan dengan prinsip syariah dalam rangka prinsip Optimalisasi pendapatan PT.Bank Sulselbar.

11. Divisi Sumber Daya Manusia (SDM)

Mengelola pengembangan dan peningkatan mutu SDM dengan profesional dengan mensukseskan misi PT. Bank Sulselbar.

12. Divisi Sekretariat Umum

Mengelola pendayagunaan aset dan kesektariat dalam rangka optimalisasi kegiatan operasional, serta membangun dan memelihara komunikasi yang efektif antara pihak internal dan eksternal.

13. Divisi Pengendalian Keuangan dan TI

Mengendalikan system dan proses akuntansi guna tercapainya kondisi keuangan yang sehat.

14. Divisi Teknologi Informasi

Mengendalikan system TI guna kelancaran pelaksanaan transaksi operasional dengan teknologi yang memadai dan aman.

15. Grup Manajemen Resiko

Mengembankan infrastruktur pengelolaan resiko guna terselenggarakannya proses manajemen resiko yang efektif.

16. Grup Kepatuhan

Mengelola kebijakan dan permasalahan hukum yang ada serta penerapan asal kepatuhan dan pergerakan nasabah dalam rangka mengamankan kegiatan operasional.

17. Grup Perencanaan dan Pengembangan

Mengelola perencanaan strategi dan organisasi PT. Bank Sulselbar guna mencapai pertumbuhan yang sehat, optimal, dan konsisten serta mengelola pengembangan produk dan jasa non kredit, dan

pengembangan jaringan usaha serta kualitas layanan cabang dalam rangka optimalisasi pendapatan.

B. Hasil Penelitian

1. Analsis Data Pengaruh Audit Internal Terhadap Penerapan Good Corporate Governance pada PT.Bank Sulselbar Kota Makassar

a. Uji Validitas Data

Sebagaimana telah disinggung pada bab terdahulu, Uji Validitas (uji kesahihan) digunakan untuk mengetahui apakah kuesioner yang disusun tersebut itu valid atau sahih, maka perlu diuji dengan uji korelasi antara skor (nilai) tiap-tiap item pertanyaan dengan skor total kuesioner tersebut. Untuk item-item pertanyaan yang tidak valid harus dibuang atau tidak dipakai sebagai instrumen pertanyaan. Hasil uji validasi dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 4.1.

UJI VALIDASI

Variabel Nilai R hitung Nilai R tabel Ket

X1 0.516 0.355 Valid

X2 0.457 0.355 Valid

X3 0.441 0.355 Valid

X4 0.626 0.355 Valid

X5 0.813 0.355 Valid

X6 0.749 0.355 Valid

X7 0.649 0.355 Valid

X8 0.7 0.355 Valid

X9 0.824 0.355 Valid

X10 0.826 0.355 Valid

X11 0.647 0.355 Valid

X12 0.653 0.355 Valid

X13 0.376 0.355 Valid

X14 0.437 0.355 Valid

X15 0.534 0.355 Valid

X16 0.468 0.355 Valid

X17 0.514 0.355 Valid

Y1 0.405 0.355 Valid

Y2 0.521 0.355 Valid

Y3 0.323 0.355 Valid

Y4 0.435 0.355 Valid

Y5 0.562 0.355 Valid

Y6 0.475 0.355 Valid

Y7 0.403 0.355 Valid

Y8 0.445 0.355 Valid

Y9 0.657 0.355 Valid

Y10 0.358 0.355 Valid

Y11 0.359 0.355 Valid

Y12 0.547 0.355 Valid

Y13 0.477 0.355 Valid

Y14 0.556 0.355 Valid

Y15 0.391 0.355 Valid

Y16 0.556 0.355 Valid

Y17 0.425 0.355 Valid

Sumber: Hasil olah data SPSS

Berdasarkan data tersebut pada tabel diatas nilai R tabel diperoleh adalah 0,355. item pertanyaan Audit Internal (X) dan Good Corporate Governance(Y) menunjukkan bahwa semua item pertanyaan dapat digunkaan karena nilai R hitung lebih besar dari pada nilai R table, sesingga dapat dikatakan memenuhi syarat valid.

b. Uji Reliabilitas

Reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan (Singarimbun, 1989).Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran relatif konsisten dari waktu ke waktu.Dalam penelitian ini, teknik untuk menghitung indeks reliabilitas yaitu dengan teknik belah dua.

Teknik ini diperoleh dengan membagi item-item yang sudah valid secara acak menjadi dua bagian. Skor untuk masing-masing item pada tiap belahan dijumlahkan, sehingga diperoleh skor total untuk masing-masing item belahan. Berikut hasil uji reliabilitas:

Tabel 4.2.

RELIABILITY STATISTICS

No Nama Variabel Jumlah item Cronbach;s

Alpha Keterangan

1 Audit Internal 17 .748 Reliabel

2 Good Corporate

Governance 17 .600 Reliabel

Berdasarkan Tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alpha variabel Audit Internal memiliki nilai 0.748 dan variabel Good Corporate Governance memiliki nilai 0.600 yang berarti keduanya sudah reliable.karena standar reliabilitas 0.600 sedangkan kedua variabel tersebut sudah melewati nilai standar reliabilitas sehingga keduanya sudah bisa dikatakan reliable. Dari beberapa literatur disebutkan bahwa kriteria indeks reliabilitas adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3.

DISTRIBUSI KRITERIA INDEKS RELIABILITAS

NO INTERVAL KRITERIA

<0.200 Sangat Tinggi

0.200-0.399 Rendah

0.400-0.599 Cukup

0.600-0.799 Tinggi

0.800-1.000 Sangat Tinggi

c. Uji Normalitas

Uji normalitas data variabel bebas (X) dan data data variabel terikat (Y) pada persamaan regresi yang dihasilkan berdistribusi normal atau berdistribusi tidak normal. Persamaan regresi dikatakan baik jika mempunyai data variabel bebas dan variabel terikat berdistribusi mendekati normal atau normal sama sekali.

Tabel 4.4.

TESTS OF NORMALITY

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

GCG ,079 31 ,200* ,986 31 ,941

AUDIT ,143 31 ,107 ,922 31 ,026

*. This is a lower bound of the true significance.

a. Lilliefors Significance Correction

Keluaran pada gambar di atas menunjukkan uji normalitas data y, yang sudah diuji sebelumnya secara manual dengan ujiShapiro Wilk dan Kolmogorov-Smirnov. Pengujian dengan SPSS berdasarkan pada uji Kolmogorov–SmirnovdanShapiro-Wilk. Hipotesis yang diuji adalah:

H0 : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal H1 : Sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal

Dengan demikian, normalitas dipenuhi jika hasil uji tidak signifikan untuk suatu taraf signifikasi (a) tertentu (a=0.05). selanjutnya untuk melihat signifikansi yang diperoleh >a:

Untuk X = 0,107>0,05

Untuk Y = 0,200> 0,05

Sedangkan jika berdasarkan pada grafik, dapat dilihat pada grafik berikut ini.

Gambar 4.2

NORMAL P-P PLOT OF REGRESSION STANDARDIZED RESIDUAL

Berdasarkan grafik diatas, sebaran titk-titik pada grafik membentuk garis lurus diagonal yang berarti bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal, baik pada grafik maupun nilai signifikansi pada taraf signifikansi 0.05.

d. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresii ditemukan adanya kolerasi antara variabel bebas (Independen).Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi antara variabel bebas (tdak terjadi multikolinearitas).

Tabel 4.5

COLLINEARITY DIAGNOSTICS

Collinearity Diagnosticsa Model Dimension Eigenvalue Condition Index

Variance Proportions (Constant) AUDIT

1 1 1,997 1,000 ,00 ,00

2 ,003 26,610 1,00 1,00

a. Dependent Variable: GCG

Ternyata nilai VIF mendekati 1 untuk semua variabel bebas.

Demikian pula, nilai tolerancemendekati 1 untuk semua variabel bebas.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam regresi antara variabell bebas Audit Internal (X) terhadapGood Corporate Governance(y) tidak terjadi multikolinieritas antar variabel bebas.

e. Uji Heteroskedastisitas

Tujuan dari pengujian heteroskedastisitas ini adalah untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap, maka disebut homokedastisitas.

Gambar 4.3 SCATTERPLOT

Pada grafik di atas tampak titik-titik menyebar di atas dan di bawah sumbu Y, tidak terjadi pola tertentu.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas.

f. Analisis regresi sederhana

Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS.Analisis regresi sederhana merupakan hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas (variable independen) dan variabel tak bebas (variabel dependen).

Regresi linier sederhana digunakan untuk mendapatkan hubungan matematis dalam bentuk suatu persamaan antara variabel tak bebas tunggal dengan variabel bebas tunggal. Regresi linier sederhana hanya memiliki satu pengubah yang dihubungkan dengan satu pengubah tidak bebas . Bentuk umum dari persamaan regresi linier untuk populasi adalah Y = a + b X

Dalam dokumen UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (Halaman 52-59)

Dokumen terkait