• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokasi Dan Waktu PENELITIAN

Dalam dokumen pengaruh persepsi kemudahan penggunaan (Halaman 43-57)

BAB III METODE PENELITIAN

B. Lokasi Dan Waktu PENELITIAN

Penelitan dan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan pada mahasiswa unismuh makassar fakultas ekonomi dan bisnis universitas miuhammadiyah makassar. penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 2 (dua) pekan .

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

28

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012) Berdasarkan pendapat ahli tersebut, populasi dalam penelitian jenisnya merupakan populasi yang terbatas dan menurut Sifatnya merupakan populasi yang homogen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa unismuh makassar universitas miuhammadiyah makassar yang masih aktif.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012). Mengambil kesimpulan dari masa pandemi yang masih menghambat segalah aktifitas maka peneliti memilih untuk mengambil sampel 80 mahasiswa unismuh makassar.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode survei dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner atau daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden Sifatnya tertutup dan terbuka dengan jawaban yang telah disediakan, dan diharapkan di isi oleh responden dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang tersedia.

E. Jenis Data, Sumber Data, dan Pengukuran Data 1. Jenis Data

1) Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari mahasiswa ekonomi islam universitas miuhammadiyah makassar baik dalam bentuk informasi secara lisan maupun secara tertulis.

2) Data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dari mahasiswa unismuh Makassar yang diteliti dalam bentuk angka-angka dan dapat digunakan untuk pembahasan lebih lanjut.

2. Sumber Data

1) Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari mahasiswa unismuh makassar yang memerlukan pengelolaan lebih lanjut.

2) Data sekunder, yaitu data bersumber dari ataupun dan dari instansi/jawatan yang terkait untuk melengkapi data/informasi.

3. Alat Pengukuran Data

Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur persepsi, Sikap atau pendapat seseorang atau kelompok mengenai sebuah peristiwa atau fenomena sosial, berdasarkan defenISI operasional yang ditetapkan oleh peneliti. Skala ini merupakan suatu skala psikometrik yang biasa diaplikasikan dalam angkat dan paling sering digunakan untuk riset yang berupa survey, termasuk dalam penelitian deskriptif.

Keterangan skala :

 5 = Sangat Setuju (SS)

 4 = Setuju (S)

 3 = Kurang Setuju (KS)

 2 = Tidak Setuju (TS)

 i = Sangat Tidak Setuju (STS) F. Metode Analisis

1. Analisis Uji Regresi berganda

Regresi Linear Berganda adalah metode analisis regresi linear berganda (Multiple Regression Analysis). Suliyanto (2011) menyatakan bahwa dalam regresi berganda variabel tergantung dipengaruhi oleh dua atau lebih variabel bebas, di samping juga terdapat pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti (e).

30

penelitian ini dilandaskan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel dependen untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan antara variabel X dan Y, dan jika ada, bagaimanakah arah hubungan dan seberapa besar hubungan tersebut.

Persamaan umum regresi linear berganda adalah :

Y= b

o

+ b

i

x

i

+ b

2

X

2

+ b

3

x

3

+ e

Keterangan:

Y = minat mahasiswa b˳ = nilai constan

x₁ = persepsi kegunaan penggunaan x₂ = persepsi kepercayaan

x3 = persepsi kemanfaatan

b₁, = Koefiesiensi regresi persepsi kegunaan penggunaan b₂, = koefiesiensi regresi persepsi kepercayaan

b3, = kofiensi regresi persepsi kemanfaatan e = Standar error

2. Asumsi klasik

Untuk menguji persamaan regresi yang diperoleh linier dan bisa dipergunakan untuk melakukan peramalan, maka harus dilakukan uji asumsi klasik, yaitu:

a) Uji normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Pembuktian apabila data tersebut memiliki distribusi normal tidak dapat dilihat pada bentuk distribusi datanya, yaitu pada

histogram maupun normal probability plot. Pada histogram, data dikatakan memiliki distribusi yang normal jika data tersebut berbentuk seperti lonceng. Sedangkan pada normal probability plot, data dikatakan normal jika ada penyebaran titik-titik disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. (Santoso,2011) menyebutkan jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b) Uji Linieritas

Uji ini digunakan untuk melihat apakah model yang digunakan sudah benar atau tidak. Apakah fungsi yang dugunakan berbentuk linier, kuadrat, atau kubuk. Dalam pengujian linieritas menggunakan aplikasi SPSS Versi 25. Kemudian melihat kolom Sig pada linierity pada table anova. Jika nilainya dibawah 0,05 maka berSifat linier.

c) Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas timbul sebagai akibat adanya hubungan kausal antara dua variabel bebas atau lebih atau adanya kenyataan bahwa dua variabel penjelas atau lebih bersama-sama dipengaruhi oleh variabel ketiga yang berada diluar model. Untuk mendeteksi adanya multikolinearitas, apabila nilai Variance inflation Factor (ViF) tidak lebih dari io maka model terbebas dari multikolinearitas.

c). Uji Heteroskedastistas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut

32

Heteroskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas.

Model regresi yang baik adalah yang Heteroskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas.

Untuk mendeteksi adanya Heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRES1D. Adapun dasar analisisnya yaitu (Ghozali, 2016: 134) :

a. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebur, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi Heteroskedastisitas.

b. Jika tidak ada pola yang jelas, seta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka o pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.

3. Uji Hipotesis a) Uji t

Uji Signifikan (Uji-t). Menurut (Ghozali, 2011:) Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau bebes secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat.

Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara terpisah atau parsial. Dasar pengambilan keputusan Dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS (Statistical Package for Social Science) Versi 25, dengan menggunakan angka probabilitas Signifikasi. Apabila angka probabilitas Signifikasi > o,o5

b) Uji f

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel bebasnya secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikat. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel pada derajat kesalahan 5% ( =0,05). Apabila nilai Fhitung > dari nilai Ftabel maka berarti variabel bebasnya secara serempak memberikan pengaruh yang bermakna .

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian a) Uji Asumsi klasik

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah model regresi yang berdistribusi normal. Cara mendeteksi normalitas dilakukan dengan melihat Normal Probability Plot.

Gambar 2. Normal P-P Plot Dependent: Variable minat

Berdasarkan gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa data memberikan pola distribusi menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Linieritas

Uji ini digunakan untuk melihat apakah model yang digunakan sudah benar atau tidak. Apakah fungsi yang dugunakan berbentuk linier.

Tabel 2. Uji Linieritas

ANoVA Table

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

minat *

persepsi_Kemudahan

Between Groups

(Combined) 1,872 4 ,468 6,000 ,000

Linearity 1,630 1 1,630 20,895 ,000

Deviation from Linearity

,242 3 ,081 1,035 ,382

Within Groups 5,849 75 ,078

Total 7,721 79

Berdasarkan tabel diatas dapat kita Simpulkan bahwa hasil pengujian diatas bersifat liniear, karena nilai Sig 0.000 sedangkan dasar keputusan pada uji linearitas adalah jika nilai Signifikan dibawah 0,05 maka bersifat linier.

3. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan menguji adanya kolerasi antara variabel bebas (independent) pada model regresi. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi diantara variabel. Untuk

36

menguji ada atau tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya, yaitu dengan melihat variance inflation factor (ViF). Nilai cut-off yang umum dipakai adalah nilai tolerance 0.01. Salah satu cara untuk menguji adanya multikoloniearitas dapat dilihat dari Variance inflation Factor (ViF). Jika nilai ViF>10 maka terjadi multikolinearitas.

Tabel 3. Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance ViF

1 (Constant) ,800 ,393 2,035 ,045

persepsi_kemudahan ,306 ,099 ,300 3,093 ,003 ,868 1,152 persepsi_kepercayaan ,133 ,112 ,145 1,187 ,239 ,549 1,820

persepsi_manfaat ,309 ,116 ,329 2,668 ,009 ,538 1,860

a. Dependent Variable: MINAT

Berdasarkan tabel diatas, dapat dISImpulkan bahwa model regresi untuk variabel independen yang diajukan oleh peneliti untuk diteliti bebas dari multikolinearitas. Hal ini dapat dIbuktikan dengan melihat table diatas yang menunjukkan nilai ViF dari masing-masing variabel independen <10, dan dapat digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap minat mahasiswa.

4. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas menunjukkan bahwa variasi variabel tidak sama untuk semua pengamatan. Jika variasi dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang

Heteroskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas karena data cross section memiliki data yang mewakili berbagai ukuran (kecil, sedang, dan besar). Untuk mendeteksi adanya Heteroskedastisitas, metode yang digunakan adalah metode chart (diagram Scatterplot). Jika:

i. Jika ada pola tertentu terdaftar titik-titik, yang ada membentuk suatu pola tertentu yang beraturan (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka terjadi Heteroskedastisitas.

2. Jika ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar keatas dan dibawah 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.

Gambar 3.

Scatterplot Dependent Variable: minat

38

b) Analisis Regresi Liniear Berganda

Uji regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui hubungan fungsional antara variabel bebas (independent) terhadap varaiabel terikat (dependent). Hasil uji regresi linear berganda dapat dilihat dari persamaan berikut. penelitian ini menguji pengaruh persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kpercayaan dan persepsi manfaat terhadap minat mahasiswa.

Tabel 4. Analisis Regresi

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (constant) ,800 ,393 2,035 ,045

persepsi_kemudahan ,306 ,099 ,300 3,093 ,003

persepsi_kepercayaan ,133 ,112 ,145 1,187 ,239

persepsi_manfaat ,309 ,116 ,329 2,668 ,009

a. Dependent Variable: MINAT

Berdasarkan tabel Coefficients hasil output SPSS di atas maka diketahui persamaan regresi sebagai berikut:

Y= 0,800 + 0,306xi + 0,133x2 + 0,309x3

Dalam persamaan regresi linear berganda di atas dapat dijelaskan secara rinci:

1. Konstanta sebesar 0,800 , dengan nilai positif. Hal ini berarti jika tidak ada perubahan dari variabel persepsi kemudahan, persepsi kepercayaan dan persepsi manfaat, maka mahasiswa akan memiliki minat sebesar 0,800.

2. Nilai koefisien regresi untuk persepsi kemudahan sebesar 0,306. Dalam penelitian ini dapat dinyatakan bahwa persepsi Kemudahan

berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa. Setiap peningkatan persepsi kemudahan akan memberikan dampak pada meningkatnya minatsebesar 0,306.

3. Nilai koefisien regresi untuk persepsi kepercayaan sebesar 0,133. dalam penelitian ini dapat dinyatakan bahwa persepsi kepercayaan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa. setiap peningkatan persepsi kepercayaan akan memberikan dampak pada meningkatnya minat sebesar 0,133.

4. nilai koefisien regresi untuk persepsi manfaat sebesar 0,309. dalam penelitian ini dapat dinyatakan bahwa persepsi manfaat berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa. setiap peningkatan persepsi manfaat akan memberikan dampak pada meningkatnya minat sebesar 0,309.

3) Pengujian Hipotesis 1. Uji F (Simultan)

Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh simultan dari semua variabel independet (X) terhadap variabel dependen (Y). Pengujian dilakukan dengan taraf Signifikasi 0,05. Jika Sig>0,05 maka hipotesis yang diajukan ditolak. Sebaliknya Jika Sig.< 0,05 maka hipotesis yang diajukan diterima.

Tabel 5. Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

i Regression 2,922 3 ,974 15,422 ,000b

Residual 4,799 76 ,063

Total 7,72i 79

a. dependent variable: minat

b. predictors: (constant), persepsi_manfaat, persepsi_kemudahan, persepsi_kepercayaan

40

berdasarkan hasil uji simultan yang telah dilakukan antara

persepsi kemudahan, persepsi kepercayaan dan persepsi manfaat

dengan minat diketahui bahwa niali sig dari variabel independen adalah sebesar 0,000. nilai tersebut lebih kecil dari derajat kesalahan (α=0,05) (0,00<0,05). dengan demikian maka secara simultan

persepsi kemudahan, persepsi kepercayaan dan persepsi manfaat

terhadap minat mahasiswa unimuh makassar menggunakan e-money(ovo) aplikasi grab.

2. Uji T (Parsial)

Uji parsial digunakan untuk mengetahui apakah variabel independet (X) berpengaruh Signifikan terhadap variabel dependen (Y).

Pengujian dilakukan dengan taraf Signifikasi 0,05. Jika Sig>0,05 maka hipotesis yang diajukan ditolak. Sebaliknya Jika Sig.< 0,05 maka hipotesis yang diajukan diterima.

Tabel 6. Uji T (Parsial)

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

i (Constant) ,800 ,393 2,035 ,045

persepsi_kemudahan ,306 ,099 ,300 3,093 ,003

persepsi_kepercayaan ,133 ,112 ,145 1.,187 ,239

persepsi_manfaat ,309 ,116 ,329 2,668 ,009

a. Dependent Variable: minat

Berdasarkan hasil uji parsial telah dilakukan

antara

persepsi kemudahan, persepsi kepercayaan dan persepsi manfaat

dengan minat

diketahui bahwa persepsi kemudahan (xi) berpengaruh positif dan signifikan terhadap

minat mahasiswa unimuh makassar menggunakan e-money(ovo) aplikasi grab,

persepsi kepercayaan (x2) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap

minat mahasiswa unimuh makassar menggunakan e-money(ovo) aplikasi grab, dan

persepsi manfaat (x3) berpengaruh positif dan signifikan terhadap

minat mahasiswa unimuh makassar menggunakan e-money(ovo) aplikasi grab.

B. Pembahasan

Menurut Slameto, “minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh”.

Menurut Crow & Crow dalam Abd. Rachman, minat bisa berhubungan dengan daya gerak yang mendorong kita cenderung atau merasa tertarik pada orang, benda atau kegiatan ataupun bisa berupa pengalaman yang afektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. minat ialah suatu dorongan yang menyebabkan terikatnya perhatian individu pada objek tertentu seperti pekerjaan, pelajaran, benda dan orang.

Berdasarkan hasil penelitian uji normalitas metode nolmal probability plot data mengikuti garis diagonal, dimana hasil penelitian ini sesuai dengan dasar keputusan uji normalitas metode normal probabilyti plot yaitu jika data mengikuti garis diagonal, maka data distribusi dinyatakan normal.

42

Berdasarkan hasil penelitian uji linearitas nilai Fhitung sebesar 20,895 dengan tingkat Signifikasi sebesar 0.000, artinya data tersebut berSifat linear. Berdasarkan hasil penelitian uji multikolinieritas diketahui nilai tolerance variable Xi sebesar 0,868, X2 sebesar 0,549, X3 sebesar 0,538 dan nilai ViF variable Xi sebesar 1,152, X2 sebesar 1,820 dan X3 sebesar i,860 artinya data tersebut tidak terjadi gejala multikolinearitas, sebab hasil tersebut dapat dISImpulkan dengan sesuai dasar keputusan uji multikolinearitas dimana nilai tolerance < 0,10 dan nilai ViF < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas.

Sementara itu, berdasarkan hasil uji Simultan diketahui bahwa maka secara Simultan persepsi Kemudahan, persepsi Kepercayaan dan persepsi manfaat

dengan minat diketahui bahwa niali Sig dari variabel independen adalah sebesar 0.000.

Berikut akan diuraikan pengaruh parsial dari setiap variabel independen terhadap minat mahasiswa.

1. Pengaruh persepsi Kemudahan terhadap minat mahasiswa

Kemudahan penggunaan didefinisikan sebagaimana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha (Jogiyanto, 2007). faktor persepsi terhadap kemudahan untuk menggunakan teknologi dan persepsi terhadap daya guna sebuat teknologi berhubungan dengan Sikap seseorang pada penggunaan teknologi tersebut. Sikap pada penggunaan sesuatu adalah Sikap suka atau tidak suka terhadap penggunaan suatu produk. Sikap suka atau tidak suka terhadap suatu produk ini dapat digunakan untuk memprediksi perilaku niat seseorang untuk menggunakan suatu produk atau tidak menggunakannya.

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diketahui bahwa koefisien variabel persepsi kemudahan penggunaan bernilai positif.

hal ini berarti bahwa persepsi kemudahan memiliki pengaruh yang searah dengan minat mahasiswa.

Sementara itu, berdasarkan hasil uji parsial diketahui bahwa persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa unismuh Makassar yang bernilai t = 3,093 dengan nilai Signifikan sebesar 0.003. Dengan kata lain, persepsi Kemudahan penggunaan merupakan faktor penentu meningkatkan suatu minat mahasiswa dalam menggunakan e-moneyaplikasi grab (ovo).

2. Pengaruh persepsi kepercayaan terhadap minat mahasiswa

kepercayaan memiliki hubungan erat karena kepercayaan akan sulit timbul apabila masih terdapat risiko yang terlalu besar (Artha, 2011).

Mayer et al (1995) mendefinisikan kepercayaan sebagai perilaku seseorang yang didasarkan pada keyakinan mereka terhadap karakteristik orang lain.

Menurut Mayer et al. (1995) faktor yang membentuk kepercayaan seseorang terhadap yang lain ada tiga yaitu kemampuan (ability), kebaikan hati (benevolence), dan integritas (integrity).

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diketahui bahwa koefisien variabel persepsI Kepercayaan bernilai positif. Hal ini berarti bahwa persepsi Kepercayaan memiliki pengaruh yang searah dengan minat mahasiswa.

Sementara itu, berdasarkan hasil uji parsial diketahui bahwa persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh tidak Signifikan

44

terhadap minat mahasiswa unismuh makassar yang bernilai t = 1,187 dengan nilai Signifikan sebesar 0,239. Dengan kata lain, persepsi kepercayaan penggunaan merupakan faktor penentu baik dan tidaknya meningkatnya suatu minat mahasiswa dalam menggunakan e- moneyaplikasi grab (ovo).

3. Pengaruh persepsi manfaat terhadap minat mahasiswa

Menurut Jogiyanto (Triani, 2016) Persepsi Kemanfaatan (perceived usefulness) didefinisikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan system tertentu dapat meningkatkan kinerjannya. Kemanfaatan (perceived usefulness) dan kemudahan (perceived ease of use) mempunyai pengaruh ke minat perilaku (behavioral intention). pemakai teknologi akan mempunyai minat menggunakan teknologi (minat perilaku) jika merasa sistem teknologi bermanfaat dan mudah digunakan.

Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda diketahui bahwa koefisien variabel persepsi manfaat bernilai positif. hal ini berarti bahwa persepsi kepercayaan memiliki pengaruh yang searah dengan minat mahasiswa.

sementara itu, berdasarkan hasil uji parsial diketahui bahwa persepsi manfaat memiliki pengaruh signifikan terhadap minat mahasiswa unismuh makassar yang bernilai t = 2,668 dengan nilai Signifikan sebesar 0,009. Dengan kata lain, persepsi manfaat merupakan faktor penentu meningkatkan suatu minat mahasiswa dalam menggunakan e-money aplikasigrab(ovo).

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka simpulan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan e-moneyaplikasi grab (ovo).

2. persepsi kepercayaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan e-moneyaplikasi grab (ovo).

3. persepsi manfaat penggunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan e-moneyaplikasi grab (ovo).

4. persepsi kemudahan, persepsi kepercayaan dan persepsi manfaat berpengaruh secara simultan terhadap minat mahasiswa dalam menggunakan e-moneyaplikasi grab (ovo).

B. Saran

Berdasarkan Simpulan penelitian di atas maka saran yang diberikan peneliti adalah sebagai berikut:

1.

peneliti selanjutnya dapat menganalisis data lebih lanjut analisis persepsi kemudahan penggunaan, persepsi daya guna dan persepsi kepercayaan terhadap minat nasabah.

2. untuk mempertahankan bahkan lebih meningkatkan kemudahan penggunaan yang merupakan variabel yang paling dominan dalam minat mahasiswa dalam menggunakan emoney, maka pihak perusahaan grab

46

3.

juga harus memahami keluhan-keluhan nasabah yang lain, serta mengutamakan apa yang diinginkan oleh mahasiswa agar terciptanya kemudahan dalam penggunaannya.

4.

perusahaan juga harus memperhatikan variabel lain yang dianggap signifikan untuk meningkatkan minat mahasiswa untuk menggunakan e- moneyuntuk kemajuan perusahaan ditengah persaingan di dunia yang semakin kompetitif dan akhirnya mampu untuk mempertahankan penggunanya.

DAFTAR PUSTAKA

Artha, U. 2011. Pengaruh persepsI Kegunaan, persepsi Kemudahan, Persepsirisiko, Kepercayaan, inovasi Pribadi, Dan Kesesuaian Terhadap Sikap Penggunaan E-Commerce. skripsi. universitas Brawijaya.

Al-Quran(IIQ), 2012), hlm.48.

Andriyano, Y. And Rahmawati, D. (2016) ‘Pengaruh persepsi Kemudahan, persepsi Kebermanfaatan, persepsI Risiko Dan Kepercayaan Terhadap minat Menggunakan Rekening Ponsel (Studi Kasus Pada Nasabah Cimb Niaga Daerah istimewa Yogyakarta)’, Jurnal Profita, 4, Pp. 1–16.

Davis. (1989). Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, and User Acceptance of information Technology. Management information System Research Center. Vol. 13, No. 3:319-342.

Departemen Agama Ri , Al-Qur‟an & Terjmah Mushaf Al-Qur‟an Al-Karim, (Jakarta: Syarefa PublISIng, 2013), 597.

Departemen Agama Ri, Al-Quran dan Terjemahannya, (Jakarta: institut ilmu ovo. (2018). About Us. Diambil kembali dari http://www.ovo.id/about ovo.

(2019, 10 Mei). DailySocialid. Diambil kembali dari http://dailysocial.id/post/ovo-perluas-layanan-finansial-2019.

Fadl Abdul Rahman, Al-Qur‟an dan Terjemahnya Aljumanatul A‟li, (Jakarta:

JART, 2005), 397

Handayani, R. (2007). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi MINAT Pemanfaatan Sistem informasi dan Penggunaan Sistem informasi (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta). Jurnal AkutanS1 dan Keuangan, 9(2)., 76-87.

Jogiyanto. 2007. Sistem Teknologi Keperilakuan. Yogyakarta : Andi.

Karnadjaja, C. C., Tulipa, D., & Lukito, R. S. H. (2018). Pengaruh persepsi risiko, manfaat, dan kemudahan penggunaan terhadap minat belanja online melalui kepercayaan dan Sikap pada konsumen Zalora di Surabaya. Kajian ilmiah mahasiswa Manajemen, 6(2), 116-130.

Mayer et al. 1995. Marketing Research an Applied orientation. Prentice Hall.

New Jersey.

Peraturan Bank indonesia Nomor 20/6/PBI/2018 tentang Uang Elektronik.

48

Triani, M. A. (2016) ‘Pengaruh persepsi Manfaat Dan persepsi Kemudahan Terhadap minat menggunakan Flazz Bca (Studi Kasus Pada mahasiswa/i ikpia Perbanas Jakarta)’, SKRIPSI, (institute Keuangan Perbankan Dan informatika Asiaa (Asian Banking Finance And informatics institute) P E R B A N A S Jakarta).

Tony Sitinjak, M. M. (2019). Pengaruh persepsi Kebermanfaatan dan persepsi Kemudahan Penggunaan Terhadap minat Penggunaan Layanan Pembayaran Digital Go-Pay. Jurnal Manajemen, 8(2).

Yusuf Qardhawi, Al-Qur‟an Berbicara Tentang Akal dan ilmu Pengetahuan, (Jakarta: Gema insani Press, 1999), 235.

Widodo, A., & Putri, A. S. A. (2017). pengaruh persepsi Kegunaan Dan

persepsi Kemudahan Penggunaan Terhadap Sikap Penggunaan

Teknologi Pada Pengguna instagram Di indonesia (Studi pada Followers

Akun Kementerian Pariwisata@ indtravel). Jurnal Sekretaris dan

Administrasi bisnis, 1(1), 18-26.

LAMPIRAN

50

LAMPIRAN 1

Kuesioner

Assalamualaikum Wr.Wb

bapak/ibu/saudara (i) yang saya hormati, saya MUH FADHIL 105740007315 mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis universitas miuhammadiyah (unismuh) makassar jurusan ekonomi islam. universitas miuhammadiyah sedang melakukan penelitian di kampus unismuh. adapun judul penelitian saya yaitu

“pengaruh persepsi terhadap kemudahan penggunaan, persepsi kepercayaan, dan persepsi manfaat terhadap minat mahasiswa unismuh makassar menggunakan e-money(ovo) pada aplikasi grab”.

Saya memohon kesediaan Bapak/Ibu/Saudara (i) untuk meluangkan waktu sejenak guna mengisi kuesioner ini untuk membantu peneliti dalam mengumpulkan data sebagai bahan penelitian. oleh karena itu setiap jawaban yang diberikan sangat bermanfaat bagi saya dalam penelitian ini. Atas bantuan dan pastisipasinya saya ucapkan terima kasih.

Petunjuk PengISIan:

Isilah pertanyaan berikut ini dengan melingkari ( V ) salah satu pilihan yang sesuai dengan identitas anda.

A. identitas Responden

Jenis Kelamin : A. Laki-laki B. Perempuan

Usia :

B. Petunjuk Pengisian:

ISIlah kolom berikut ini dengan melingkari ( o ) salah satu jawaban yang sesuai dengan pendapat anda. Ada 5 (lima) pilihan jawaban yang tersedia untuk masing-masing pertanyaan yaitu :

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju

Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

5 4 3 2 i

Dalam dokumen pengaruh persepsi kemudahan penggunaan (Halaman 43-57)

Dokumen terkait