• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Empiris

Dalam dokumen pengaruh persepsi kemudahan penggunaan (Halaman 33-43)

BAB II TiNJAUAN PUSTAKA

B. Tinjauan Empiris

Dibawah ini merupakan beberapa penelitian yang relevan dengan penulis, diantaranya:

penelitian yang dilakukan oleh ridwan muhammad (2018), dalam penelitian berjudul “ tinjauan hukum islam terhadap status perbedaan pembayaran jasa ojek online secara tunai dan saldo ovo pada aplikasi grab”.

berdasarkan hasil penelitian para driver mengatakan bahwa dengan menggunakan pembayaran secara tunai dan saldo ovo pada aplikasi grab Suka Dibayar Dengan System Keduanya. Akan Tetapi Driver lebih suka dibayar dengan secara tunai.

Penelitian yang dilakukan oleh Marissa Ginting (2019) dalam penelitian berjudul “Pengaruh persepsi Masyarakat Dan EfISIenS1 Dalam Bertransaksi Terhadap minat Penggunaan Ulang e-money(Studi Pada Kaum Millennial Pengguna ovopay di Plaza Medan Fair)”. Penulis meneliti ovo di plaza Medan Fair yang berada di Jl. Gatot Subroto No.3o , Sekip, Medan Petisah,

18

Kota Medan, Sumatera Utara. Plaza Medan Fair merupakan salah satu yang telah bekerja sama dengan ovo. Plaza medan fair juga sering dijadikan sebagai tempat jalan-jalan dan nongkrong oleh generasi millennial. Mall ini juga memiliki dan menjual kebutuhan generasi millennial dengan harga yang terjangkau terkhususnya bagi mahasiswa dan pelajar.

Dari hasil penelitian ahmad iliyin (2018) terhadap ioo responden berkaitan dengan pengaruh persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi keamanan terhadap keputusan penggunaan (studi pada pengguna ovo di surakarta) maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (i) Variabel persepsi kemudahan penggunaan mempunyai pengaruh Signifikan dan positif terhadap keputusan penggunaan ovo pada pengguna di Surakarta.

Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin mudah penggunaan e- moneyyang diberikan perusahaan maka akan semakin baik atau tinggi keputusan penggunaan oleh konsumennya. (2) Variabel persepsi keamanan mempunyai pengaruh Signifikan dan positif terhadap keputusan penggunaan ovo pada pengguna di Surakarta. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin besar persepsi keamanan yang diberikan perusahaan maka akan semakin baik atau tinggi keputusan penggunaan oleh konsumennya. (3) Kedua aspek yang diberikan, yaitu persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi keamanan mempunyai pengaruh Signifikan dan positif terhadap keputusan penggunaan ovo pada pengguna di Surakarta. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin baik kedua aspek yang diberikan oleh perusahaan maka akan semakin baik atau tinggi keputusan penggunaan ovo oleh konsumennya.

Berdasarkan hasil pengujian persyaratan analisis data menunjukkan, terdapat pengaruh positif dan Signifikan dalam penelitian pengaruh Persepsi mahasiswa mengenai uang elektronik terhadap minat menggunakan Aplikasi ovo pada mahasiswa jurusan Pendidikan IPS UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam perhitungan uji persyaratan analisis mendapatkan output data uji normalitas dengan nilai probabilitas Sig 0,190 > 0,05 yaitu data minat menggunakan aplikasi ovo sehingga dapat dISImpulkan bahwa dalam penelitian ini berdistribusi normal. Uji linieritas memperoleh (tc) sebesar o,809 dengan nilai probabilitas Sig 0,723 > 0,05 yaitu persamaan regresi Y atau X adalah berupa garis linier. Uji homogenitas nilai probabilitas Sig 0,177

> 0,05 yaitu data mahasiswa mengenai uang elektronik dan nilai probabilitas Sig 0,294 > 0,05 yaitu data minat menggunakan aplikasi ovo sehingga dapat dISImpulkan bahwa dalam penelitiaN ini homogen.

C. Kerangka Pikir

persepsi merupakan proses kognitif yang dialami oleh setiap individu untuk mengetahui dan memahami informasi tentang dunia sekeliling dengan bantuan alat indera. Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi agar individu dapat mengadakan persepsi, antara lain adanya objek yang di persepsi, alat indera atau reseptor da perhatian. dalam penelitian ini persepsi yang akan diteliti adalah persepsi dari mahasiswa.

objek dari persepsi yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah uang elektronik. Uang elektronik adalah alat pembayaran dalam bentuk elektronik dimana nilai uangnya di Simpan dalam media elekronik terentu. Berdasarkan medianya, uang elektronik berbasis server. Berdasarkan medianya, uang elektronik terbagi menjadi dua, yaitu uang elektronik berbasis card ialah uang

20

elektronik dengan menggunakan kartu, di mana di dalam kartu tersebut tertanam sebuah chip yang berguna berbagai alat pendeteksi ketika akan digunakan. Sedangkan uang elektronik berbasis server adalah uang elektronik yang menggunakan media aplikasi dalam perangkat personal computer (PC) baik dalam ponsel maupun dalam komputer dan didalamnya tertera sebuah barcode. Dalam penelitian ini, uang elektronik yang di maksud adalah uang elektronik yang berbasis server. Di mana uang elektronik yang berbasis server ini erbgi menjadi tiga, yaitu uang elektronik yang di produksi oleh bank seperti sakuku, mandiri e-cash, unikQu, T-bank; yang di produksi oleh penyedia jasa telekomunikasi seperti paypro, T-cash, XL tunai, speed cash; dan oleh perusahaan teknologi penyedia layanan seperti gopay, truemoney, ovo, paytren.

minat merupakan suatu aspek psikologis yang mendorong seseorang merasa suka, senang serta ketertarikan terhadap suatu objek tertentu untuk memperoleh kepuasan dari apa yang disenangi . menurut Abdul Rachman Abror, ada beberapa unsur yang dapat menentukan minat tersebut, yaitu kognisi (pengenalan), emosi (perasaan) dan konasi (kehendak). Dari Persepsi mahasiswa mengenai uang elektronik tersebut maka penelitian ini mencari tahu pengaruhnya terhadap minat menggunakan aplikasi ovo.

Kemudahan pengguna adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa presepsi kemudahaan merupakan suatu kepercayaan tentang proses pengambilan keputusan. Jika seseorang merasa percaya bahwa Sistem informasi mudah digunakan tanpa harus bersusah payah dalam usaha.

kepercayaan memiliki hubungan erat karena kepercayaan akan sulit timbul apabila masih terdapat risiko yang terlalu besar (Artha, 2011). Mayer et al (1995) mendefinisikan kepercayaan sebagai perilaku seseorang yang didasarkan pada keyakinan mereka terhadap karakteristik orang lain.

Persepsi Kemanfaatan (perceived usefulness) didefinisikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan system tertentu dapat meningkatkan kinerjannya. persepsi kemanfaatan (perceived usefulness) merupakan suatu pemikiran mengenai penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memberikan keuntungan bagi penggunanya. (Andriyano and Rahmawati, 2016). Kemanfaatan (perceived usefulness) dan kemudahan (perceived ease of use) mempunyai pengaruh ke minat perilaku (behavioral intention).

22

Sejak lahir manuasia sudah diberi kemampuan belajar oleh Allah SWT.

Al-Qur’an memerintahkan kepada umat ISLAM untuk belajar sejak ayat al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.

َمََََّّ ْيِذَّلا ُُۙم َرْكَ ْلْا َكُّب َر َو ْأ َرْقِاٍَۚقََََّ ْنِم َناََْنِ ْلْا َقَََّخََۚقَََّخ ْيِذَّلا َكِ ب َر ِمَْاِب ْأ َرْقِا ْمََّْعَي ْمَل اَم َناََْنِ ْلْا َمََََّّ ُِۙمَََّقْلاِب

”Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manuasia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manuasia) dengan perantaraan kalam.

Dia mengajarkan kepada manuasia apa yang tidak diketahuinya.” (al-Alaq: i-5) Dari penjelasan diatas maka kerangka fikir digambarkan sebagai berikut :

Gambar 1. kerangka fikirr

Minat Mahasiswa (y)

Persepsi kemanfaatan (X3)

Persepsi kepercayaan (X2)

Persepsi kemudahan pengunaan (X1)

D. penelitian Terdahulu

Nama Peneliti Judul penelitian metode penelitian

hasil penelitian

Leoni Joan Tony Sitinjak (2019)

Pengaruh persepsi Kemanfaatan dan persepsi kemudahan penggunaan terhadap minat penggunaan Layanan Pembayaran digital Go-pay

Kuantitatif hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan dan persepsi

kemanfaatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan layanan pembayaran go-pay

Arry Widodo Ayunabillah, Syahvitrie Azdy Putri (2017)

Pengaruh persepsi kegunaan dan persepsi KemudahanPenggunaan terhadap Sikap

Penggunaan Teknologi pada Pengguna

instagram di indonesia (Studi pada Followers Akun Kementerian Pariwisata @indtravel)

Kuantitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh persepsi kegunaan dan persepsi kemudanan penggunaan

berpengaruh positif dan Signifikan terhadap Sikap

penggunaan teknologi instagram di indonesia

24

(Studi pada Followers Akun Kementerian Pariwisata

@inditravel)

Claudia Cindy Karnadjaja, Diyah Tulipa, Robertus Sigit Haribowo Lukito (2018)

pengaruh persepsi risiko, manfaat, dan

kemudahan penggunaan terhadap minat belanja online melalui

kepercayaan dan sikap pada konsumen zalora di surabaya

Kuantitatif Pengaruh persepsi risiko, manfaat dan kemudaan

penggunaan melalui kepercayaan

berpengaruh positif dan Signifikan terhadap minat belanja online

Alifatul Laily Romadloniyah, Dwi Hari

Prayitno (2018)

Pengaruh persepsi Kemudahan

Penggunaan, persepsi daya guna, persepsi kepercayaan dan persepsi kemanfaatan penggunaan terhadap minat nasabah dalam menggunakan e- moneypada Bank BRI Lamongan

Kuantitatif

hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan, persepsi daya guna, persepsi kepercayaan dan persepsi

kemanaatan

berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat nasabah dalam

menggunakan e- moneypada bank bri lamongan

Safitri, Diah Ayu and , ihwan Susila, S.E, M. SI, Ph.D (2020)

pengaruh persepsi kemudahan pengguna, persepsi manfaat, dan persepsi kepercayaan terhadap minat

menggunakan ovo

Kuantitatif

pengaruh persepsi kemudahaan

penggunaan terhadap minat menggunakan ovo berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan persepsi manfaat berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menggunakan ovo, dan persepsi kepercayaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat menggunakan ovo

Tabel 1. penelitian Terdahulu E. Hipotesis penelitian

Menurut Sugiyono, Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian

26

telah dinyatakan bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, Karena jawaban yang di berikan bari didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang di peroleh melalui pengumpulan data.

Hipotesis penelitian sangat diperlukan untuk memberikan arahan kepada penulis. Melalui hipotesis, penulis dapat memperoleh gambaran sementara tentang kemungkinan jawaban dari permasalahan yang sedang dihadapi. Hipotesis bukan merupakan kesimpulan akhir yang telah pasti benar, tetapi hal ini perlu dIbuktikan kebenarannya terlebih dahulu melalui penelitian. Berdasarkan uraian tersebut, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah:

Hi : Terdapat pengaruh yang positif dan Signifikan antara persepsi kegunaan penggunaan terhadap minat mahasiswa unismuh makassar menggunakan aplikasi ovo.

H2 : Terdapat pengaruh yang positif dan Signifikan antara persepsi kepercayaan terhadap minat mahasiswa unismuh makassar menggunakan aplikasi ovo.

H3 : Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara persepsi kemanfaatan terhadap minat mahasiswa unismuh makassar menggunakan aplikasi ovo.

h4 : terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama

antara persepsi kegunaan penggunaan, persepsi keprcayaan, dan persepsi kemanfaatan terhadap minat mahasiswa unismuh makassar menggunakan aplikasi ovo.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis penelitian

Rancangan Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survey, dimana penelitian ini mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. adapun desain dari metode survei ini adalah deskriptif kuantitatif.

penelitian kuantitatif dengan format deskriptif bertujuan untuk mejelaskan meringkaskan berbagai kondISI, berbagai Situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat yang menjadi objek penelitain itu berdasarkan apa yang terjadi (Bungin, 2011).

penelitian ini termasuk desain penelitian deskriptif kuantitatif karena merupakan pengembangan konsep dan pengumpulan data untuk menguji pengaruh antara “Pengaruh persepsi terhadap Kemudahan Penggunaan, persepsi kepercayaan, Dan PersepsI Manfaat Terhadap minat mahasiswa unismuh makassar menggunakan e-money(ovo) pada aplikasi grab”.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitan dan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan pada mahasiswa unismuh makassar fakultas ekonomi dan bisnis universitas miuhammadiyah makassar. penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 2 (dua) pekan .

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan

28

oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2012) Berdasarkan pendapat ahli tersebut, populasi dalam penelitian jenisnya merupakan populasi yang terbatas dan menurut Sifatnya merupakan populasi yang homogen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa unismuh makassar universitas miuhammadiyah makassar yang masih aktif.

2. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012). Mengambil kesimpulan dari masa pandemi yang masih menghambat segalah aktifitas maka peneliti memilih untuk mengambil sampel 80 mahasiswa unismuh makassar.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode survei dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner atau daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden Sifatnya tertutup dan terbuka dengan jawaban yang telah disediakan, dan diharapkan di isi oleh responden dengan memilih salah satu alternatif jawaban yang tersedia.

E. Jenis Data, Sumber Data, dan Pengukuran Data 1. Jenis Data

1) Data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari mahasiswa ekonomi islam universitas miuhammadiyah makassar baik dalam bentuk informasi secara lisan maupun secara tertulis.

2) Data kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dari mahasiswa unismuh Makassar yang diteliti dalam bentuk angka-angka dan dapat digunakan untuk pembahasan lebih lanjut.

2. Sumber Data

1) Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari mahasiswa unismuh makassar yang memerlukan pengelolaan lebih lanjut.

2) Data sekunder, yaitu data bersumber dari ataupun dan dari instansi/jawatan yang terkait untuk melengkapi data/informasi.

3. Alat Pengukuran Data

Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur persepsi, Sikap atau pendapat seseorang atau kelompok mengenai sebuah peristiwa atau fenomena sosial, berdasarkan defenISI operasional yang ditetapkan oleh peneliti. Skala ini merupakan suatu skala psikometrik yang biasa diaplikasikan dalam angkat dan paling sering digunakan untuk riset yang berupa survey, termasuk dalam penelitian deskriptif.

Keterangan skala :

 5 = Sangat Setuju (SS)

 4 = Setuju (S)

 3 = Kurang Setuju (KS)

 2 = Tidak Setuju (TS)

 i = Sangat Tidak Setuju (STS) F. Metode Analisis

1. Analisis Uji Regresi berganda

Regresi Linear Berganda adalah metode analisis regresi linear berganda (Multiple Regression Analysis). Suliyanto (2011) menyatakan bahwa dalam regresi berganda variabel tergantung dipengaruhi oleh dua atau lebih variabel bebas, di samping juga terdapat pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti (e).

30

penelitian ini dilandaskan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel dependen untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan antara variabel X dan Y, dan jika ada, bagaimanakah arah hubungan dan seberapa besar hubungan tersebut.

Persamaan umum regresi linear berganda adalah :

Y= b

o

+ b

i

x

i

+ b

2

X

2

+ b

3

x

3

+ e

Keterangan:

Y = minat mahasiswa b˳ = nilai constan

x₁ = persepsi kegunaan penggunaan x₂ = persepsi kepercayaan

x3 = persepsi kemanfaatan

b₁, = Koefiesiensi regresi persepsi kegunaan penggunaan b₂, = koefiesiensi regresi persepsi kepercayaan

b3, = kofiensi regresi persepsi kemanfaatan e = Standar error

2. Asumsi klasik

Untuk menguji persamaan regresi yang diperoleh linier dan bisa dipergunakan untuk melakukan peramalan, maka harus dilakukan uji asumsi klasik, yaitu:

a) Uji normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas memiliki distribusi normal atau mendekati normal. Pembuktian apabila data tersebut memiliki distribusi normal tidak dapat dilihat pada bentuk distribusi datanya, yaitu pada

histogram maupun normal probability plot. Pada histogram, data dikatakan memiliki distribusi yang normal jika data tersebut berbentuk seperti lonceng. Sedangkan pada normal probability plot, data dikatakan normal jika ada penyebaran titik-titik disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. (Santoso,2011) menyebutkan jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b) Uji Linieritas

Uji ini digunakan untuk melihat apakah model yang digunakan sudah benar atau tidak. Apakah fungsi yang dugunakan berbentuk linier, kuadrat, atau kubuk. Dalam pengujian linieritas menggunakan aplikasi SPSS Versi 25. Kemudian melihat kolom Sig pada linierity pada table anova. Jika nilainya dibawah 0,05 maka berSifat linier.

c) Uji Multikolinearitas

Multikolinearitas timbul sebagai akibat adanya hubungan kausal antara dua variabel bebas atau lebih atau adanya kenyataan bahwa dua variabel penjelas atau lebih bersama-sama dipengaruhi oleh variabel ketiga yang berada diluar model. Untuk mendeteksi adanya multikolinearitas, apabila nilai Variance inflation Factor (ViF) tidak lebih dari io maka model terbebas dari multikolinearitas.

c). Uji Heteroskedastistas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut

32

Heteroskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas.

Model regresi yang baik adalah yang Heteroskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas.

Untuk mendeteksi adanya Heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRES1D. Adapun dasar analisisnya yaitu (Ghozali, 2016: 134) :

a. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebur, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi Heteroskedastisitas.

b. Jika tidak ada pola yang jelas, seta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka o pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.

3. Uji Hipotesis a) Uji t

Uji Signifikan (Uji-t). Menurut (Ghozali, 2011:) Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau bebes secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat.

Pengujian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara terpisah atau parsial. Dasar pengambilan keputusan Dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS (Statistical Package for Social Science) Versi 25, dengan menggunakan angka probabilitas Signifikasi. Apabila angka probabilitas Signifikasi > o,o5

b) Uji f

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah seluruh variabel bebasnya secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap variabel terikat. Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel pada derajat kesalahan 5% ( =0,05). Apabila nilai Fhitung > dari nilai Ftabel maka berarti variabel bebasnya secara serempak memberikan pengaruh yang bermakna .

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian a) Uji Asumsi klasik

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah model regresi yang berdistribusi normal. Cara mendeteksi normalitas dilakukan dengan melihat Normal Probability Plot.

Gambar 2. Normal P-P Plot Dependent: Variable minat

Berdasarkan gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa data memberikan pola distribusi menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2. Uji Linieritas

Uji ini digunakan untuk melihat apakah model yang digunakan sudah benar atau tidak. Apakah fungsi yang dugunakan berbentuk linier.

Tabel 2. Uji Linieritas

ANoVA Table

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

minat *

persepsi_Kemudahan

Between Groups

(Combined) 1,872 4 ,468 6,000 ,000

Linearity 1,630 1 1,630 20,895 ,000

Deviation from Linearity

,242 3 ,081 1,035 ,382

Within Groups 5,849 75 ,078

Total 7,721 79

Berdasarkan tabel diatas dapat kita Simpulkan bahwa hasil pengujian diatas bersifat liniear, karena nilai Sig 0.000 sedangkan dasar keputusan pada uji linearitas adalah jika nilai Signifikan dibawah 0,05 maka bersifat linier.

3. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan menguji adanya kolerasi antara variabel bebas (independent) pada model regresi. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi kolerasi diantara variabel. Untuk

36

menguji ada atau tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya, yaitu dengan melihat variance inflation factor (ViF). Nilai cut-off yang umum dipakai adalah nilai tolerance 0.01. Salah satu cara untuk menguji adanya multikoloniearitas dapat dilihat dari Variance inflation Factor (ViF). Jika nilai ViF>10 maka terjadi multikolinearitas.

Tabel 3. Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance ViF

1 (Constant) ,800 ,393 2,035 ,045

persepsi_kemudahan ,306 ,099 ,300 3,093 ,003 ,868 1,152 persepsi_kepercayaan ,133 ,112 ,145 1,187 ,239 ,549 1,820

persepsi_manfaat ,309 ,116 ,329 2,668 ,009 ,538 1,860

a. Dependent Variable: MINAT

Berdasarkan tabel diatas, dapat dISImpulkan bahwa model regresi untuk variabel independen yang diajukan oleh peneliti untuk diteliti bebas dari multikolinearitas. Hal ini dapat dIbuktikan dengan melihat table diatas yang menunjukkan nilai ViF dari masing-masing variabel independen <10, dan dapat digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap minat mahasiswa.

4. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas menunjukkan bahwa variasi variabel tidak sama untuk semua pengamatan. Jika variasi dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang

Heteroskedastisitas atau tidak terjadi Heteroskedastisitas karena data cross section memiliki data yang mewakili berbagai ukuran (kecil, sedang, dan besar). Untuk mendeteksi adanya Heteroskedastisitas, metode yang digunakan adalah metode chart (diagram Scatterplot). Jika:

i. Jika ada pola tertentu terdaftar titik-titik, yang ada membentuk suatu pola tertentu yang beraturan (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka terjadi Heteroskedastisitas.

2. Jika ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar keatas dan dibawah 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Heteroskedastisitas.

Gambar 3.

Scatterplot Dependent Variable: minat

38

b) Analisis Regresi Liniear Berganda

Uji regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui hubungan fungsional antara variabel bebas (independent) terhadap varaiabel terikat (dependent). Hasil uji regresi linear berganda dapat dilihat dari persamaan berikut. penelitian ini menguji pengaruh persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kpercayaan dan persepsi manfaat terhadap minat mahasiswa.

Tabel 4. Analisis Regresi

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (constant) ,800 ,393 2,035 ,045

persepsi_kemudahan ,306 ,099 ,300 3,093 ,003

persepsi_kepercayaan ,133 ,112 ,145 1,187 ,239

persepsi_manfaat ,309 ,116 ,329 2,668 ,009

a. Dependent Variable: MINAT

Berdasarkan tabel Coefficients hasil output SPSS di atas maka diketahui persamaan regresi sebagai berikut:

Y= 0,800 + 0,306xi + 0,133x2 + 0,309x3

Dalam persamaan regresi linear berganda di atas dapat dijelaskan secara rinci:

1. Konstanta sebesar 0,800 , dengan nilai positif. Hal ini berarti jika tidak ada perubahan dari variabel persepsi kemudahan, persepsi kepercayaan dan persepsi manfaat, maka mahasiswa akan memiliki minat sebesar 0,800.

2. Nilai koefisien regresi untuk persepsi kemudahan sebesar 0,306. Dalam penelitian ini dapat dinyatakan bahwa persepsi Kemudahan

berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa. Setiap peningkatan persepsi kemudahan akan memberikan dampak pada meningkatnya minatsebesar 0,306.

3. Nilai koefisien regresi untuk persepsi kepercayaan sebesar 0,133. dalam penelitian ini dapat dinyatakan bahwa persepsi kepercayaan berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa. setiap peningkatan persepsi kepercayaan akan memberikan dampak pada meningkatnya minat sebesar 0,133.

4. nilai koefisien regresi untuk persepsi manfaat sebesar 0,309. dalam penelitian ini dapat dinyatakan bahwa persepsi manfaat berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa. setiap peningkatan persepsi manfaat akan memberikan dampak pada meningkatnya minat sebesar 0,309.

3) Pengujian Hipotesis 1. Uji F (Simultan)

Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh simultan dari semua variabel independet (X) terhadap variabel dependen (Y). Pengujian dilakukan dengan taraf Signifikasi 0,05. Jika Sig>0,05 maka hipotesis yang diajukan ditolak. Sebaliknya Jika Sig.< 0,05 maka hipotesis yang diajukan diterima.

Tabel 5. Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

i Regression 2,922 3 ,974 15,422 ,000b

Residual 4,799 76 ,063

Total 7,72i 79

a. dependent variable: minat

b. predictors: (constant), persepsi_manfaat, persepsi_kemudahan, persepsi_kepercayaan

Dalam dokumen pengaruh persepsi kemudahan penggunaan (Halaman 33-43)

Dokumen terkait