• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

Dalam dokumen pengaruh organization culture dan manajemen (Halaman 55-58)

BAB III METODE PENELITIAN

F. Teknik Analisis Data

Untuk menjawab permasalahan penelitian, maka digunakan alat analisis sebagai berikut :

1. Uji Instrument a. Uji Validitas

Uji Validitas digunakan utnuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur kuesioner tesebut.

b. Uji Realibilitas

Uji realibilitas adal suatu indeks yang menunjukkan sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Suatu kuesioner dinyatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.

2. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis linier berganda menurut Gujarati dalam Ghozal (2013:95) adalah ketergantungan variabel terkait dengan satu atau lebih variabel bebas sebagai tujuan untuk mengestimasi atau memprediksi rata-rata

variabel dependen berdasarkan nilai variabel indevenden, dengan model sebagai berikut :

Y = a + b1X1 + b2X2 + e Keterangan:

Y = Kinerja Karyawan

X1 = Organization Culture

X2 = Manajemen SDM

a = Kostanta

b1 b2 b3 = Koefisien Regresi

e = Error

3. Uji Hipotesis

a. Uji Koefisien determinasi (R²)

Koefisien determinasi (R²)pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu. Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Imam Ghozali, 2011:97)

b. Uji Statistik t

(Uji statistic t) menurut Widjarjono (2014) digunakan untuk mengukur pengaruh masing-masing variabel bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terkait. Jika nilai t-hitung lebih

besar dari nilai t-tabel maka dapat dinyatakan bahwa variabel bebas secara individual berpengaruh positif terhadap variabel terkait, jika nilai signifikan <0,05 maka dapat berpengaruh signifikan terhadap variabel terkait.

BAB IV

PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Lokasi Peneltian

Perusahaan perseroan atau PT. Mayora Indah Tbk didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi di Tangerang dengan target market wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah mampu memenuhi pasar Indonesia, Perseroan melakukan Penawaran Umum Perdana dan menjadi perusahaan publik pada tahun 1990 dengan target market; konsumen Asean. Kemudian melebarkan pangsa pasarnya ke negara negara di Asia.

Saat ini produk Perseroan telah tersebar di 5 benua di dunia.

Sebagai salah satu Fast Moving Consumer Goods Companies atau perusahaan konsumen yang bergerak cepat PT. Mayora Indah Tbk telah membuktikan dirinya sebagai salah satu produsen makanan berkualitas tinggi dan telah mendapatkan banyak penghargaan, diantaranya adalah

“Top Five Best Managed Companies in Indonesia” atau lima perusahaan pengelolaan terbaik di Indonesia dari Asia Money, “Top 100 Exporter Companies in Indonesia” atau 100 perusahaan ekspor teratas di Indonesia dari majalah Swa, “Top 100 public listed companies” atau 100 perusahaan publik teratas dari majalah Investor Indonesia, “Best Manufacturer of Halal Products” atau produsen produk halal terbaik dari Majelis Ulama Indonesia, Best Listed Company atau terdaftar perusahaan terbaik dari Berita Satu,

“Indonesia’s Corporate Secretary Award atau penghargaan sekretaris perusahaan indonesis, Top 5 Good Corporate Governance Issues in Consumer Goods Sector atau tata kelola perusahaan yang baik di sector

barang konsumsi, dari Warta Ekonomi dan banyak lagi penghargaan lainnya.

PT. Mayora Indah Tbk, juga telah membuka berbagai cabang distributor diberbagai kota-kota besar salah satunya yang berada dimakassar Sulawesi selatan. PT. Inbisco Niagatama Makassar merupakan cabang yang didirikan oleh PT. Mayora indah Tbk, yang mulai beroperasi secara komersial pada bulan mei 1978. Kantor pusat perusahaan ini berlokasi di Jalan Tomang Raya 21-23 Jakarta, sedangkan pabriknya terletak di Bekasi. PT.Inbisco Niagatama Makassar sendiri berlokasi di Jl. Kima Raya I, Daya Kec. Biring kanaya Kota Makassar Sulawesi selatan. PT. Inbisco Niaga Tama merupakan salah satu perusahaan bisnis yang bergerak di bidang perdagangan dan pendistribusian barang, khususnya penyaluran makanan dan minuman seperti biskuit, wafer, permen, coklat, air mineral, minuman kopi, bubur instant dan lain-lain. PT. Inbisco Niaga Tama Makassar juga merupakan tempat penyimpanan stok barang yang akan didistribusikan ke berbagai store di Makassar.

2. Visi dan Misi Perusahaan

a. Menjadi produsen makanan dan minuman yang berkualitas dan terpercaya di mata konsumen domestik maupun internasional dan menguasai pangsa pasar terbesar dalam kategori produk sejenis.

b. Dapat memperoleh Laba Bersih Operasi diatas rata-rata industri dan memberikan value added yang baik bagi seluruh stakeholders Perseroan.

c. Dapat memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan dan negara dimana Perseroan berada.

3. Struktur Organisasi

Gambar 4.1

Struktur Organisasi PT. Inbisco Niaga Tama Makassar

4. Job Description a. Identitas Jabatan

1. GRSM(General Region Sales Manager)

a. Bertanggung jawab terhadap penjualan secara Regional b. Memimpin team sales dalam mencapai target penjualan c. Mengkoordinir team sales dalam mencapai target penjualan 2. RSM (Regional Sales Manager)

a. Mengkoordinir, mengarahkan, mengevaluasi system kerja. Strategi- strategi penjualan, promosi, dan distribusi untuk pencaaian target b. Menyusun rencana kerja tahunan (pengembangan wilayah,

penambahan SDM)

c. Menyampaikan info pasar, aktivitas kompetitor, dan laporan- laporan branch secara tepat dan akurat

d. Menjaga hubungan baik dengan pelanggan

e. Mengelola dan membina SDM agar lebih kompeten dalam melakasanakan tugas-tugasnya

3. ADM RSM (Admin Regional Sales Manager) a. Menangani pembukuan secara umum b. Menangani biaya operasional

c. Menerima dan membukukan hasil penjualan tunai dan hasil tagihan d. Membuat laporan biaya / laporan pembukuan

4. SS (Sales Supervisor)

a. Melaksanakan dan memonitoring sistem kerja, strategi-strategi penjualan, promosi, dan distribusi pencapaian target

b. Mengontrol aktivitas salesman di lapangan

c. Memonitor pembayaran / tagihan sesuai TOP dan melakukan recheck agar tidak terjadi penyimpangan

d. Memastikan inputan order di PDA sesuai dengan pesanan dan terkirim tepat waktu

e. Mengembangkan potensi salesman melalui mentoring dan coaching

f. Pengembangan penggarapan wilayah agar distribusi produk lebih merata

g. Melakukan proses branding di lapangan (menempel poster, stiker, dsb) bilamana diperlukan

5. TL (Team Leader)

a. Membantu aktivitas daily team MD Coverage

b. Memastikan team MD membarikan report tapat waktu c. Melakukan supervispory visit - 3 hari / minggu

d. Melakukan join visit dengan MD - 2 hari / minggu e. Administrasi untuk reporting - 1 hari / minggu

f. Evaluasi hasil durasi facing QC MD dan seconday display – 1 hari/bulan.

6. MD (Marchandiser)

a. Bertanggung jawab atas stok POSM dan memaksimalkanpenggunaan POSM tersebut

b. Memastikan AVIS ( avability dan visibility ) produk dan brandingan di area yang di pegang terlihat bagus

c. Melakukan negosiasi NOO (New Open Outlet)

d. Mengontrol dan melakukan Topping Up (TU) serta Direct Selling (DS) event

e. Memonitoring pergerakan competitor

f. Mengajukan program ke marketing yang dapat membantu meningkatkan sales dan image produk maupun perusahaan serta mengawasi pelaksanaan program tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan.

7. AE (Account Executive)

a. Menjaga relasi dengan klien b. Mencari klien baru

c. Memetakan dan menyingkirkan ancaman risiko 8. ADM (Admin)

a. Melakukan kegiatan administrasi sesuai divisi yang dibutuhkan b. Melakukan Scanning dokumen / Filing dokumen

c. Melakukan data entry / audit setiap bulannya

d. Melakukan pemisahan data / dokumen setiap harinya e. Memberi nama pada folder sesuai nama pegawai

f. membuat laporan harian dan di lanjutkan ke bagian supervisor sales 9. Oprasional Manager

a. Mengelola dan meningkatkan efektifitas dan efiensi operasi perusahaan

b. Memangkas habis biaya-biaya operasi yang sama sekali tidak menguntungkan perusahaan

c. Meneliti teknologi baru dan metode alternatif efisiensi d. Mengawasi produksi barang atau penyediaan jasa.

e. Mengawasi tataletak operasional, persediaan dan distribusi barang.

f. Membuat atau merencanakan pengembangan operasi dalam jangka pendek maupun panjang.

g. Mengatur anggaran dan mengelola biaya.

10. Kepala Gudang

a. Mengawasi dan mengontrol operasional gudang b. Menjadi pemimpin bagi semua staf gudang

c. Mengawasi dan mengontrol semua barang yang masuk dan keluar sesuai SOP

d. Melakukan pengecekan pada barang yang diterima sesuai SOP e. Membuat perencanaan, pengawasan dan laporan pergudangan f. Memastikan ketersediaan barang sesuai dengan kebutuhan g. Mengawasi pekerjaan staff gudang lain agar sesuai dengan standar

kerja

h. Memastikan aktivitas keluar masuk barang berjalan lancar

i. Melaporkan semua transaksi keluar masuk barang dari dan ke gudang.

11. Sopir

Bertugas mengantar barang ke toko-toko sesuai dengan rute yang ditentukan.

12. Helper

Bertugas membantu kelancaran pendistribusian barang (Membantu menurunkan barang dari mobil kegudang atau menaikkan barang dari gudang ke mobil)

13. Staf Gudang

Bertugas mengontrol dan menyusun tata letak barang dalam gudang sesuai kategori dan tanggal kadaluarsa.

B. Hasil Penelitian

1. Karakteristik Responden

Pada hasil penelitian ini, berdasarkan pada metode pengumpulan data yang kemudian diregulasikan dan diolah kedalam metode analisis data yang tentunya sesuai dengan literature keilmuan dan kebutuhan dalam penelitian ini, pada penelitian ini secara khusus terfokus pada bagaimana Pengaruh budaya organisasi dan manajemen SDM terhadap kinerja karyawan pada PT Inbisco Niaga Tama Makassar.

a. Karakteristik Responden dari segi jenis kelamin

Responden yang pertama dalam penelitian ini merupakan responden yang dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, dimana perbedaan jenis kelamin akan memberikan interpretasi yang beragam terkait dengan proses penempatan pegawai terhadap peningkatan indeks prestasi kerja pada instansi pemerintahan, berikut ini tabel yang menunjukkan hasil rasio atau jumlah responden terkait jenis kelamin

Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase

Laki-laki Perempuan

33 17

66%

34%

Total 50 100%

Sumber: Hasil Olah Data Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.1 di atas maka dapat di deskripsikan bahwa pegawai pada PT. Ibisco Niaga Tama Makmemiliki responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 33 orang atau 66% dan responden yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 17 orang atau 34%. Sehingga dapat dikatakan bahwa jumlah Pegawai PT. Inbisco Niaga Tama Makasar lebih mendominasi laki-laki.

b. Karakteristik Responden dari segi jenjang pendidikan

Tingkat pendidikan merupakan salah satu unsur yang menentukan kemampuan-kemampuan, nilai-nilai dan kebutuhan-kebutuhan. semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, diharapkan semakin baik pula kemampuan kerjanya, dan sikapnya terhadap pekerjaan. Hasil penelitian berdasarkan tingkat pendidikan responden pada PT. Inbisco Niaga Tama Makassar ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Responden Persentase

SMP SMA S1 S2

4 34 11 1

8%

68%

22%

2%

Total 50 100%

Sumber: Hasil Olah Data Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar dan yang paling dominan adalah Pegawai yang berpendidikan SMA yang terdiri dari 34 orang atau 68%,

diikuti pegawai yang berpendidikan S1 sebanyak 11 orang atau 22%, kemudian SMP sebanyak 4 orang atau 8% dan S2 sebanyak 1 orang atau 2%.

c. Karakteristik Responden dari segi masa kerja Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Masa Kerja Jumlah Responden Persentase

-5 5-10 10-20

+20

19 22 7 2

38%

44%

14%

4%

Total 50 100%

Sumber: Hasil Olah Data Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.3 di atas maka diperoleh hasil dari karakteristik responden berdasarkan masa kerja menunjukkan bahwa responden yang bekerja selama 5-10 tahun sebanyak 22 orang atau 44%, kurang dari 5 tahun sebanyak 19 orang atau 38%, kemudian lebih dari 10- 20 tahun sebanyak 7 orang atau 14% dan lebih dari 20 tahun sebanyak 2 orang atau 4%.

C. Uji Instrumen Penelitian 1. Uji Instrument

a. Uji Validitas

Uji validitas digunakan dalam suatu penelitian untuk menguji keabsahan dari kuesioner penelitian. Uji validitas atau yang sering juga disebut uji ketepatan atau ketelitian suatu alat ukur dalam mengukur apa yang sedang

ingin diukur. Menurut Sugiyono (2017:178) uji validitas menunjukkan derajat ketepatan antara data faktual yang terjadi pada objek data yang dikumpulkan oleh peneliti untuk mencari validitas sebuah item dan mengkorelasikan item tersebut dengan jumlah item. Data dalam penelitian ini dikatakan valid apabila memiliki nilai korelasi > 0,30 atau nilai 𝐫𝐡𝐢𝐭𝐮𝐧𝐠 > dari nilai 𝐫𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥, yang mana nilai df = N-2 dan pada penelitian ini N = 50 dan jika mengikuti rumus df = 50-2 = 48. Jadi nilai 𝐫𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥 pada penelitian ini untuk df 48 = 0,278. Jika 𝐫𝐡𝐢𝐭𝐮𝐧𝐠 > 𝐫𝐭𝐚𝐛𝐞𝐥 maka pernyataan tersebut dinyatakan valid. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah data uji validitas :

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas No Variabel No

Pernyataan Ket

1 Organization Culture (X1)

X.1 X.2 X.3 X.4 X.5 X.6 X.7 X.8

0,610 0,553 0,527 0,638 0,637 0,292 0,538 0,375

0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 2 Manajemen

SDM(X2)

X.2.1 X.2.2 X.2.3 X.2.4 X.2.5 X.2.6 X.2.7 X.2.8

0,641 0,504 0,443 0,323 0,304 0,542 0,362 0,548

0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 3. Kinerja

Karyawan (Y)

Y.1 Y.2 Y.3 Y.4 Y.5 Y.6 Y.7 Y.8 Y.9 Y.10

0,356 0,455 0,411 0,301 0,425 0,410 0,456 0,495 0,506 0,359

0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278 0,278

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 20 Tahun 2021

Berdasarkan tabel 4.4 terkait hasil pengujian validitas dengan seluruh indikator pernyataan yang tertuang dalam kuesioner sebagai alat ukur pengaruh variabel X1 dan X2 terhadap Y, diperoleh hasil untuk keseluruhan nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel yaitu sebesar 0,278. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa 10 item pernyataan pada variabel manajemen sdm ditemukan 2 item pernyataan yang tidak valid, maka item tersebut tidak di masukkan di penelitian ini.

b. Uji Realibilitas

Analisis statistik pada penelitian, uji realibilitas berfungsi untuk mengetahui tingkat konsistensi suatu angket yang digunakan oleh peneliti sehingga angket tersebut dapat dihandalkan untuk mengukur variabel penelitian, walaupun penelitian ini dilakukan berulang-ulang dengan angket atau kuesioner yang sama. Menurut Sugiyono (2017:178) uji reliabilitas merupakan sejauh mana hasil pengukuran menggunakan objek yang sama akan menghasilkan hasil yang sama dan apabila skor total item menyentuh lebih dari angka atau diatas dari 0,6 maka dapat dikatakan reliable. Berikut penyajian data hasil uji reliabilitas:

Tabel 4.5 Hasil Uji Reliabilitas

No Variabel Jumlah

item

Cronbach’s Alpha

Nilai

Standar Ket 1 Organization

Culture (X1) 8 0,713 0,6 Reliabel

2 Manajemen

SDM(X2) 8 0.720 0,6 Reliabel

3 Kinerja

Karyawan (Y) 10 0.733 0,6 Reliabel

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 20 Tahun 2021

Berdasarkan data hasil uji reliabilitas di atas, maka diperoleh hasil bahwa keseluruhan dari item pernyataan yang tertuang dalam kuesioner memenuhi standar konsisten dan handal atau reliabel karena seluruh pernyataan dalam setiap variabel memiliki nilai > 0,6

2. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisi regresi adalah teknik statistika yang berguna untuk memerikasa dan memodelkan hubungan diantara variabel-variabel. Regresi berganda sering kali digunakan untuk mengatasi permasalahan analisi regresi yang mengakibatkan hubungan dari dua atau lebih variabel bebas.

Tabel 4.6

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

95% Confidence Interval for B

B

Std.

Error Beta Lower Bound Upper Bound

1 (Constant) 5.287 1.654 3.196 .002 1.959 8.616

ORGANIZATION

CULTURE ( X1 ) .420 .111 .425 3.785 .000 .197 .643

MANAJEMEN

SDM ( X2 ) .545 .113 .543 4.838 .000 .319 .772

a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN (Y)

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 20 Tahun 2021

Hasil analisis regresi linear berganda tersebut kemudian dimasukkan ke dalam model persamaan regresi berganda dengan formulasi sebagai berikut :

Y = 5,287 + 0,420X1 + 0,545X2

Persamaan regresi linear di atas menunjukkan bahwa variabel independen yaitu pengaruh organization culture (X1), manajemen sumber daya manusia (X2), memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan (Y). Hasil persamaan diatas dijelaskan sebagai berikut:

1. Nilai konstanta (a) sebesar 5,287 menunjukan bahwa jika variabel bebas (X1 dan X2) tetap atau tidak mengalami perubahan (bernilai nol), maka kinerja karyawan yang dihasilkan bernilai 5,287.

2. Koefesien regresi organization culture (X1) sebesar 0,420 dan bertanda positif. Hal ini berarti bahwa setiap terjadi perubahan satu satuan pada variabel organization culture dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka kinerja karyawan akan mengalami perubahan sebesar 0,420.

3. Koefesien manajemen sumber daya manusia (X2) sebesar 0,545 dan bertanda positif. Hal ini berarti bahwa setiap terjadi perubahan satu satuan pada variabel manajemen sumber daya manusia dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka kinerja karyawan akan mengalami perubahan sebesar 0,545.

3. Uji Hipotesis

a. Uji Koefisien Determinasi (R2)

Tabel 4.7

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .945a .893 .889 1.205

a. Predictors: (Constant), MANAJEMEN SDM ( X2 ), ORGANIZATION CULTURE ( X1 )

Berdasarkan tabel dapat dilihat bahwa nilai koefisien determinasi sederhana r2 sebesar 0,893 Nilai ini menunjukan bahwa kinerja karyawan di PT Inbisco Niaga Tama Makassar sebesar 89,3%.

b. Uji Statistik t

Uji t merupakan analisis untuk mengetahui signifikan/keberartian koefesien regresi sekaligus menguji hipotesis yang diajukan. Uji t di gunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel X dan variabel Y. Agar hasil regresi yang diperoleh dapat dijelaskan hubungannya, maka hasil regresi tersebut akan diuji menggunakan uji t dengan derajat kepercayaan 0,05 (5%).

Suatu variabel dikatakan berpengaruh ketika nilai signifikan yang diperoleh lebih kecil dari 5% (0,05). Adapun hasil uji t dalam persamaan regresi sebagai berikut:

Tabel 4.8 Hasil Uji Parsial t

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

95% Confidence Interval for B

B Std. Error Beta

Lower Bound

Upper Bound

1 (Constant) 5.287 1.654 3.196 .002 1.959 8.616

ORGANIZATION

CULTURE ( X1 ) .420 .111 .425 3.785 .000 .197 .643

MANAJEMEN SDM

( X2 ) .545 .113 .543 4.838 .000 .319 .772

a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN ( Y )

Sumber: Hasil Olah Data SPSS Versi 20 Tahun 2021

Uji t dilakukan untuk menguji pengaruh dari setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil perhitungn statistik dari kedua variabel independen, dapat diinterpretasikan hasil uji t sebagai berikut:

1. Pada variabel Organization Culture (X1) nilai t hitung sebesar 3,785 sedangkan t tabel sebesar 0,278 dimana t hitung > t tabel, serta nilai p value = 0,000 < nilai α = 0,05 sehingga Ho ditolak hal ini berarti bahwa H1 diterima. Dengan demikian, organization culture memiliki pengaruh yang positif dan siginifikan terhadap kinerja karyawan.

2. Pada variabel manajemen sumber daya manusia (X2) nilai t hitung sebesar 4,838 sedangkan t tabel sebesar 0,278 dimana t hitung > t tabel, serta nilai p value = 0,000 < nilai α = 0,05 sehingga Ho ditolak hal ini berarti bahwa H1 diterima. Dengan demikian, manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh yang positif dan siginifikan terhadap kinerja karyawan.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Pengaruh Organization Culture terhadap Kinerja Karyawan

Variabel Organization Culture memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,420. Nilai koefisien positif menunjukkan hubungan positif Organization Culture terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti bahwa setiap terjadi perubahan satu satuan pada variabel organization culture dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka kinerja karyawan akan mengalami perubahan sebesar 0,420.

Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 artinya bahwa hasil penelitian ini dapat dipertanggung jawabkan atau masih bisa diterima bila ada kekeliruan dalam proses penelitian tidak lebih dari 0,05. Sesuai dengan perhitungan sebelumnya, maka diperoleh t-hitung sebesar 3,785 dan ttabel sebesar 0,278, sedangkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan variabel Organization culture secara parsial t berpengaruh positif signikan terhadap kinerja karyawan.

Hasil dari Penelitian ini semakin memperkuat penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Jamaluddin dkk (2017) dengan judul Pengaruh Budaya Organisasi terhadap kinerja pegawai pada dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan yang menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif.

Hasil penelitian secara parsial menunjukkan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai pada dinas pendidikan provinsi sulawesi selatan.

2. Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Karyawan Variabel Manjemen Sumber Daya Manusia memiliki nilai koefisien sebesar 0,545. Hal ini juga menunjukkan hubungan positif manajemen SDM terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti bahwa setiap terjadi perubahan satu satuan pada variabel manajemen Sumber Daya Manusia dengan asumsi variabel lainnya tetap, maka kinerja karyawan akan mengalami perubahan sebesar 0,545.

Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 artinya bahwa hasil penelitian ini dapat dipertanggung jawabkan atau masih bisa diterima bila ada kekeliruan dalam proses penelitian tidak lebih dari 0,05. Sesuai dengan perhitungan sebelumnya, maka diperoleh t-hitung sebesar 4,838 dan ttabel sebesar 0,278, sedangkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, Dengan demikian, manajemen sumber daya manusia memiliki pengaruh yang positif dan siginifikan terhadap kinerja karyawan.

Hasil dari penelitian ini semakin memperkuat penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Abdul latief (2019) dengan judul Pengaruh Manajemen pengetahuan,keterampilan dan sikap terhadap kinerja karyawan PT. Perkebunan nusantara 1 langsa yang menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan pengaruh positif Manajemen pengetahuan,keterampilan dan sikap signifikan terhadap kinerja karyawan.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh organization culture dan manajemen sumber daya manusia terhadap kinerja karyawan pada PT. Inbisco Niaga Tama Makasssar. Berdasarkan Hasil uraian penelitian dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan dari penelitian adalah:

1. Berdasarkan hasil uji parsial t yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa organization culture berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Inbisco Niaga Tama Makassar. Dari perhitungan sebelumnya nilai tthitung sebesar 3,785 dan ttabel sebesar 0,278 sedangkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 Hal ini berarti semakin meningkat organization culture yang dimiliki oleh karyawan maka kinerja karyawan yang ditampilkan akan semakin baik.

2. Berdasarkan hasil uji parsial t yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Inbisco Niaga Tama Makassar dari perhitungan sebelumnya nilai tthitung sebesar 4,838 dan nilai ttabel sebesar 0,278 sedangkan nilai signifiksi sebesar 0,000 < 0,05 Hal ini berarti semakin meningkat manajamen sumber daya manusia yang dimiliki oleh karyawan maka kinerja karyawan juga semakin baik.

B. Saran

Berdasarkan hasil analisis pembahasan serta beberapa kesimpulan pada penelitian ini, adapun saran-saran yang dapat diberikan melalui hasil penelitian ini agar mendapatkan hasil yang lebih baik, yaitu:

1. Manfaat bagi penulis yaitu mampu menambah wawasan mengenai budaya organisasi dengan kaitannya terhadap kinerja karyawan dan manajemen sdm dengan kaitannya terhadap kinerja karyawan semakin luas sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dengan banyak wawasan dan pengalaman.

2. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan variabel- variabel lain diluar variabel ini agar memperoleh hasil yang lebih bervariatif yang dapat menggambarkan hal-hal apa saja yang dapat berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan disarankan untuk memperluas cakupan penelitian tentang pengaruh organization culture dan manajemen sumber daya manusia terhadap kinerja karyawan yang dipakai pada penelitian ini.

3. Bagi pihak manajemen kantor diharapkan agar mempertahankan organization culture dan manajemen sumber daya manusia agar tetap berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja kayawan. Karena untuk mendapat kinerja karyawan dan pencapaian tujuan kantor yang lebih baik dibutuhkan organization culture dan manajemen sumber daya manusia.

Untuk lebih meningkatkan organization culture dan manajemen sumber daya manusia dalam diri karyawan. PT. Inbisco Niaga Tama Makassar dapat memberikan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan usaha untuk meningkatkan organization culture atau budaya organisasi dan manajemen sumber daya manusia.

Dalam dokumen pengaruh organization culture dan manajemen (Halaman 55-58)

Dokumen terkait