BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis Data
Metode analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji kualitas data, uji analisis linear berganda dan uji hipotesis. Data analisis dengan menggunakan alat analisis yang terdiri dari:
1. Statistik Deskriptif
Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan hasil penelitian untuk ditarik kesimpulan dengan kata-kata. Langkah-langkah yang ditempuh dalam analisis ini adalah:
a. Membuat pernyataan angket.
b. Menentukan skor jawaban responden dengan ketentuan skor yang telah ditetapkan.
c. Menjumlah skor jawaban yang telah diperoleh dari tiap responden.
d. Hasil yang diperoleh dikonsultasikan dengan tabel.
2. Analisis regresi berganda
Regresi Linear Berganda adalah metode analisis regresi linear berganda (Multiple Regression Analysis). Suliyanto (2011). menyatakan bahwa dalam regresi berganda variabel tergantung dipengaruhi oleh dua atau lebih variabel bebas, di samping juga terdapat pengaruh dari variabel lain yang tidak diteliti (e).
Penelitian ini dilandaskan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel dependen untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan
antara variabel X dan Y, dan jika ada, bagaimanakah arah hubungan dan seberapa besar hubungan tersebut.
Persamaan umum regresi linear berganda adalah:
Y= a + bx1 + bX2 + e Keterangan:
Y = Kinerja Manajerial a = Konstanta
b, = Nilai constant
X 1= Kompensasi Dewan Komisaris X2 = Kompensasi Dewan Direksi e = Standar error
3. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam yaitu uji parsial (uji t) dan uji koefisien determinasi (R2).
a) Uji parsial (Uji t)
Uji parsial bertujuan untuk mengetahui pengaruh setiap variabel independen terhadap variabel dependen. Kriteria pengambilan keputusan dalam pengujian ini menurut ghozali (2016:99) adalah jika p value < 0,05 maka Ha diterima. Sebaliknya jika p value > 0,05 maka Ha ditolak.
b). Koefisien Determinasi (R2)
Pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah 0 dan 1. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel- variabel independen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 berarti variabel- variabel independent memberikan hamper semua informasi yang di butuhkan untuk memprediksi variasi dependen (Gosali,2013:96).
33 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat Objek Penelitian
Kehadiran PT. Perusahaan Pelayaran Tonasa lines (Tonasa Lines), begitu penting buat PT. Semen Tonasa selaku produsen semen terbesar di Indonesia bagian timur khususnya untuk pendistribusian semen antar pulau. Di dirikan 8 februari 1989 dengan Akte Notaris No.4 Tanggal 2 November 1989 yang telah di setujuai dan di sahkan oleh Menteri Kehakiman dan dimuat dalam berita Negara Republik Indonesia, 29 Desember 1992 No. 104.
Pada awalnya Tonasa Lines, menyewakan kapal kapal kayu untuk kegiatan operasional dan menunjang aktivitasnya sebagai perusahaan pelayaran yang tugas pokoknya melayani distribusi angkutan Semen Tonasa antar pulau.
Tonasa Lines didirikan tidak lain tujuannya adalah untuk kelancaran pengiriman semen antar pulau yang mana sebelumnya sering mengalami kendala akibat tidak adanya yang secara khusus menangani angkuitan melalui laut. Kalaupun ada tetapi tidak maksimal sehingga kebutuhan konsumen antar pulau tidak dapat terpenuhi sesui target pasar. Ada tiga alasan mendasar didirikannya Tonasa Lines, yaitu :
1. 70% pemasaran Semen Tonasa melalui distribusi laut 2. Biaya Time Charter kapal terlalu mahal dan,
3. Muatan yang akan diangkut ( semen dan bahan baku) jelas dan pasti.
Dengan dasar itulah disepakati untuk mendirikan perusahaan pelayaran demi kelancaran pengiriman semen tonsa konsumen yang jauh disebrang lautan dalam wilayah pemasaran semen Tonasa.
Begitulah perusahaan pelayaran aviliasi Tonasa Lines mengarungi laut dari waktu kewaktu hingga saat ini, dan di angkat cukup sukses di bidangnya dalam pelayanan angkutan semen Tonasa.
2. Visi dan Misi a. Visi
“Menjadi salah satu perusahaan pelayaran angkutan semen terkemuka di Indonesia”
b. Misi
“Mengoptimalkan pengoperasian kapal yang efesien sehingga dapat mengambil alih pendistribusian Semen Tonasa melalui laut”
3. Struktur Organisasi a. Struktur organisasi 1 :
Gambar 4.1 Struktur Organisasi 1
DEWAN KOMISARIS
DIREKTUR OPERASI, ARMADA, DAN PENGAWAS TEKNIS DIREKTUR
KEUANGAN,HC ,DAN ADMINISTRASI
1. HUKUM TATA KELOLA RISIKO 2. MANAJER SENIOR
PEMENUHAN 3. MANAJER SENIOR
PENGEMBANGAN BISNIS
4. MANAJER AUDIT INTERNAL SEKRETARIS DIREKTUR
UTAMA
1. KEUNGAN & MANAJER AKUNTANSI
2. MANAJER SENIOR LOGISTIK 3. HC & MANAJER SENIOR GA
1. MANAJER SENIOR ARMADA 2. MANAJER SENIOR OPERASI 3. MANAJER SENOR PENGAWAS
TEKNIS
b. Struktur organisasi 2:
Gambar 4.2 struktur organisasi 2 DIREKTUR UTAMA
MANAJER SENIOR
AUDIT INTERNAL MANAJER
SENIOR PENGEMBANGAN
BISNIS HUKUM, TATA
KELOLA, RISIKO
& PEMENUHAN
SEKRETARIS
MANAJER PENGEMBANGAN
BISNIS
STAFF PENGEMBANGAN
BISNIS STAFF HUKUM,
TATA KELOLA, RISIKO
& PEMENUHAN
MANAJER AUDIT INTERNAL
STAFF AUDIT INTERNAL
NAHKODA
c. Struktur organisasi 3 :
Gambar 4.3 struktur organisasi 3
DIREKTUR OPERASI, ARMADA,DAN PENGAWAS TEKNIS
MANAJER SENIOR PENGAWASAN
TEKNIS MANAJER
SENIOR ARMADA
MANAJER SENIOR OPERASI
MANAJER AKUNTANSI
MANAJER KEUANGAN
STAFF
AKUNTANSI DAN PENGANGGARAN
STAFF VERIVKASI
STAFF
KEUANGANA
STAFF PIUTANG DAGANG
STAFF PAJAK
MANAJER PEMBELIAN
MANAJER GUDANG
STAFF PEMBELIAN KEBUTUHAN DAN TEKNISI
STAFF PEMBELIAN BARANG
STAFF GUDANG
STAFF BUNKER
MANAJER SDM &
MANAJER URUSAN UMUM
STAFF SDM
STAFF
PENGEMBANGAN BAKAT
STAFF
MANAJEMEN ASET
STAFF URUSAN UMUM
d. Struktur organisasi 4 :
Gambar 4.4 struktur organisasi 4 DIREKTUR OPERASI,
ARMADA,DAN PENGAWAS TEKNIS
MANAJER SENIOR ARMADA
PETUGAS KELISTRIKAN
PETUGAS BANGUNAN
PETUGAS MESIN
MANAJER SENIOR OPERASI
MANAJER SENIOR PENGAWASAN
TEKNIS
MANAJER OPERASI
PENGAWAS DAN MANAJER QA & HSE MANAJER
PELAYANAN AGEN
STAF MASSAL
STAF OFF TB / BG
STAFF
AGENSI DAN LAYANAN
PENGANGKUT SEMEN CURAH
TONGKANG
STAF QA & HSE
4. Job Description a. Direktur utama
Tanggung Jawab
1) Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan perusahaan, pengambilan keputusan akhir atas kebijakan umum perusahaan
2) Pemegang tugas koordinasi umum
3) Pemegang tugas koordinasi mutu perusahaan termasuk system management keselamatan menyeluruh
4) Menyediakan sumber daya sarana/ prasarana yang di perlukan 5) Memonitor dan mengevaluasi perkembangan bisnis usaha
perusahaan
6) Mengawasi dan mengendalikan anggaran biaya
7) Mengadakan pertemuan dengan para kepala bagian dan staf kantor 8) Memperkenalkan kebijakan dan prosedur yang akan meningkatkan
usaha dan pelayanan jasa PT. Pelayaran Tonasa Lines dan memimpin rapat.
Wewenang
1) mengesahkan, menandatangani dan mengendalikan jalannya perusahaan secara umum
2) mengesahkan pembayaran invoice
3) menyetujui dan menandatangani perjanjian sewa menyewa kapal 4) mengesahkan invoice untuk penyewa
5) mengesahkan sertifikat pekerjaan doking b. Direktur Keungan
Tanggung Jawab
a. memonitor secara keseluruhan terhadap tujuan armada kapal secara efesien
b. menjamin suplay kebutuhan atau amprahan kapal tepat waktu
c. mengawasi secara jajaran di bawa direktorat administras keuangan di kantor pusat dan dikantor cabang
d. mengawasi dan mengendalikan anggaran dan realisasi
e. mengadakan hubungan keja dengan pihak asuransi untuk kapal dan muatan
f. melakukan penawaran pekerjaan doking kapal
g. melakukan koordinasi dengan direktur tehnik armada dan staff yang berkaitan dengan adminstasi dan keuangan perusahaan menghadiri rapat tinjauan management
Wewenang
a. melaoprkan kegiatan operasional kepadfa direktur utama
b. menunjuk perusahaan keagenan untuk kepentingan kapal-kapal PT.
Pelayran Tonasa Lines
c. melakukan penawaran, negosiasi dengan pihak realisasi atau pekanggan
d. melakukan evaluasi terhadap penawaran supplier e. membuat laporan keungan perusahaan
f. hal-hal lain sesuai petunjuk direktur utama
c. Direktur Teknik Tanggung Jawab
1) memonitor secara keseluruhan terhadap pengoperasian armada kapal secara aman dan efesien
2) menjamim pengoperasian secara aman dan bebas dari pencemaran
3) mengawasi semua kapal bagian dan staff di bawah depertement tehnik dan armada baik di kantor pusat maupun di kantor pelabuhan 4) memonitir seluruh fungsi-fungsi dan kegiatan pemelihraan semua
kapal-kapal PT. Pelayaran Tonasas Lines
5) memonitor dan menilai hasil kerja karyawan staff dibawah depertemnt Tehnik, Armada dan ABK
6) melakukan negosiasi dan kerjasama dengan pihak relasi atau pelanggan
7) memberiakn respon dan dukungan kepada kapal dalam situasi darurat
8) memonitor secara langsung dan pelaksanaan doking 9) mengesahkan spesifikasi pekerjaan doking
10) menghadiri rapat tinjauan management
11) menjamin bahwa kecelakaan dan kejadian berbahya dilaporkan, diperiksa dan di selesaikan secara cepat.
Wewenang
1) melaporkan kegiatan operasional direktur utama 2) menyetujui pembelian spare part
3) menetapkan spesifikasi pekerjaan doking
4) menyetujui montrak perjanjian dengan relasi dan pelanggan
5) melakukan seleksi terhadap nakhoda, KKM dan ABK yang abru akan bergabung bersama dengan kepala bnagian SDM, kepala bagian DPA dan kepala bagian Operasi
d. Kepala Bagian DPA Tanggung Jawab
1) melaporkan kegiatan operasional direktur utama 2) menyetujui pembelian spare part
3) menetapkan spesifikasi pekerjaan doking
4) menyetujui montrak perjanjian dengan relasi dan pelanggan
5) melakukan seleksi terhadap nakhoda, KKM dan ABK yang abru akan bergabung bersama dengan kepala bnagian SDM, kepala bagian DPA dan kepala bagian Operasi
6) berhubungan dengan Eksternal Auditor
7) mengadakan pengendalian atas document system manajemen keselamatan
8) bertanggung jawab untuk mengkordinasikan tim tangga darurat 9) sebagai penghubung antara nahkoda dan pimpinan tertinggi
perusahaan
10) menjamin bahwa crew kapal yang akan diterima bergabung dengan PT. Pelayaran Tonasa Lines, adalah crew kapal yang sehat,mampu dan bersertifikat
11) menjamin bahwa crew kapal yang akan diterima bergabung telah dinyatakan lulus pengetahuan system dan pencemaran kapal
12) memonitor aspek keselamatan dan pencegahan pencemaran dari armada.
e. Kepala Bagian Oprasi
Kepala bagian operasi bertanggung ajwab kepada direktur tehknik dan armada dalam hal: kepala bagian opersi bertanggung jawab
terhadap pengopersian kapal untuk mengangkut muatan sesuai dengan jadwal atau schedule yang telah di tentukan.
Dalam hal mengembangkan tugas tersebut Kepala Bagian Operasional mempunyai tugas mencakup :
1) menyiapkan pelayanan operasional kepala kapal
2) mengawasi kesiapan ABK sebelum kapal bertolak maupun di pelabuhan
3) mengatur kedatanagn, keberangkatan serta kelancaran kapal, kelancaran pemuatan dan kelancaran pembingkaran di pelabuahn tujuan
4) menjamin kelengkapan seluruh document kapal, sebelum kapal bertolak
5) mengusahakan sebanyak mungkin disesuaikan dengan kapasitas muat kapal dan factor keselamatan kapal
6) mengawasi staff-staff lapangan dalam pelaksanaan pekerjaannya,khususnya pada penyandaran,pemuatan dan penghitungan muatan
7) membuat laporan hasil pengoperasian kapal secara teliti dan teratur serta catatan-catatn yang penting lainnya mengenai pengoperasian kapal
8) melaporkan segera kepada direktur tehknik apabila terjadi hal yang mencurigakan terutama mengenai penghitungan muatan
9) memantau aspek keselamtan kapal dan pencegahan terjadinya polusi atau pencemaran di kapal
10) mengawasi dan mengkoordinasi semua staff dibawahnya, meliputikepalaurusan atau pelaksana superintenden
11) menjamin bahwa pengoperasian armada kapal selalu optimal dan fesien
12) menjamin bahwa semua crew kapal yang berada diatas kapal dan dipelabuhan selalu melaksanakan sisitem mananjemen keselamatan dan selalu menggunakan safety dalam bekerja uantuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja.
f. Kepala Bagian Tehnik Kontruksi Mesin
Bertanggung jawab kepada Direktur Tehnik dalam hal kepala bagian teknik kontruksi mesin bertanggung jawab dalam pelaksanaan penyiapan armada kapal untuk siap dioperasikan.dalam hal mengembangkan fungsi tersebut mempunyai tugas pokok yang mencakup:
1) mememlihara dan menyiapakan kapal agar selalu dalalm keadan laik laut dan laik operasi
2) 2.mengawasi perawatan atau pembeliharaan dan perbaikan atas kerusakan kapal khususunya mesin dan menanggulangi masalah- masalah yang timbul seccara cepat dan tepat
3) mengusahakan suku cadang dan material yang lain keperluan kapal sekaligus mengatur penyimpanan dan penggunaannya
4) memelihara barang-barang inventaris kapal dan mengurus barang- barang bekas yang tidak dapat di pakai lagi
5) menjamin kondisi kapal-kapal dioperasikan dengan evesien atau optimal
6) mengkoordinir superintenden untuk melakukan inspeksi kapal-kapal 7) memantau jadwal pemeliharaan kapal
8) menyusun anggaran pemeliharaan kapal
9) menghubungin badan-badan klasifikasi dan pihak luar lainnya 10) menyiapakan dan memeriksa spesifikasi pekerjaan doking g. Kepala Bagian Sumber Daya Manusia
Kepala bagian SDM bertanggung jawab dalam menyediakan sumber daya manusia yang baik, sehingga kapal diawaki oleh persnil yang berkualitas dan memenuhi persyaratan sebagai pelaut.
Dalam mengembangkan fungsi tersebut Kepal Bagian SDM mempunai tugas pokok mencangkup:
1) Penyiapan SDM yang memenuhi syarat dan kualifikasi baik di darat maupun ABK kapal.
2) Melaksanakan koordinasi dengan Kepala Bagian Operasi, Kepala Bagian DPA, kepala Bagian Teknik Kontruksi Mesin dan Kepala Bagian Dokumen dan Keagenan dalam mengatur dan melaksanakan tata kerja di unit perusahaan menyangkut arus informasi dokumentasi dan pelayanan staf.
3) Pengarsipan (filling) dan pelayanan kesekretarian (tata usaha) bagi semua asset perusahaan (korespondensi, insturktur, peraturan, keputusan, perjanjian/kontrak, risalah rapat dan lain-lain.
4) Mengatur dan melaksanakan manajemen perusahaan.
h. Kepala Bagian Keungan dan Akuntansi Tanggung Jawab
1) Sebagai pengendali dan penanggung jawab manajemen keuangan perusahhan, mencakup pelaksannan dan pengawasan keuangan dalam mendukung tercapainya program perusahaan.
2) Memeriksakan dan menandatangani vocher dan penerimaan.
3) Memeriksa tagihan freight kapal.
4) Pencatatan transaksi keuangan.
5) Bukti pengeluaran atau penerimaan keuangan.
6) Laporan keuangan.
7) Jurnal penggunaan persediaan.
8) Pembukuan,dan laporan pajak.
9) Kas, neraca dan daftar laba rugi.
10) Pencatatan posisi keuangan, saldo bank/kas.
11) Proyeksi dan perencanaan anggaran RKAP.
12) Tanggung jawab
13) Membantu direksi dalam penyusun system dan prosedur akuntansi.
14) Memeriksa kebenaran dan kewajaran data pendukung jurnal memorial.
15) Memeriksa laporan keuangan.
16) Memeriksa kebenaran dan kewajaran data pendukung penerimaan dan pengeluaran kas bank serta kodering.
17) Bukti pengeluaran,penerimaan barang.
18) Memeriksa kebenaran motor perkiraan i. Kepala Bagian Pengadaan
Tanggung Jawab
1) Membuat penawarran harga
2) Membuat order pembelian barang.
3) Memeriksa penerimaan barang di gudang
4) Mengadakan barang kebutuhan kapal sesuai permintaan 5) Mengecek pengeluaran barang di gudang
6) Menyiapkan spare part,barang kebutuhan kapal sesuai persetujuan.
j. Kepala Bagian Teknik Konstruksi Plate Tanggung Jawab
1) Memelihara dan menyiapkan kapal agar selalu memuat dan bongkar di pelabuhan.
2) Mengawasi perawatan / pemeliharaan dan perbaikan atas keseluruhan system bongkar muat dan badan kapal.
3) Menguusahakan material untuk keperluan konstruksi kapal,sekaligus mengatur penyimpanan dan penggunaannya.
4) Memelihara barang-barang inventaris kapal dan mengurus barang- barang bekas yang tidak dapat dipakai lagi khususnya material, plate pipa, dan sebagainya.
5) Menjamin kondisi kapal dioperasikan dengan efesien dan mempertahankan kondisi kapal sesuai peraturan klasifikasi
6) Berkoordinasi dengan superintenden untuk melakukan inspeksi kapal
7) Memantau jadwal pemeliharaan kapal.
8) Berhubugan dengan badan klasifikasi dalam rangka pemenuhan peraturan teknik konstruksi kapal.
9) Menyiapkan dan memeriksa sfesifikasi doking.
10) Dan lain-lain yang relevan dengan tugas-tugas bagian teknik konstruksi.
k. Kepala Bagian Keagenan, Dokumen dan Cabang Tanggung Jawab
1) Mengatur kedatangan dan penyandaran kapal-kapal keagenan di pelabuhan biringkassi.
2) Memantau kegiatan operasional kantor cabang
3) Mempersiapkan / mengecek dokumen dokumen kapal untuk ditindaklanjuti bilamana ada dokumen Expire
4) Berkoordinasi dengan pihak terkait terhadap kegiatan keagenan, pilot dan kantor cabang
5) Menandatangani list-list biaya kappa keagenan dan milik.
6) Menandatangani permintaan uang muka untuk perpanjangan surat- surat kapal milik dan keagenan.
7) Membuat penawaran harga keagenan kapal-kapal asing di pelabuhan Biringkassi.
8) Lain-lainnya yang ditugaskan oleh Direksi.
l. Kepala Bagian Kepanduan Tanggung Jawab
1) Mengawasi dan meneritipkan pemanduan di pelabuhan khusus biringkassi.
2) Mengevaluasi keluhan pelanggan, pengguna jasa dan hambatan operasional pemanduan di pelabuhan Biringkassi.
3) Memberikan izin dispensasi tidak menggunakan pandu kepada nahkoda atau pemimpin kapal dengan beberapa pertimbangan.
4) Menerima dan menindaklanjuti laporan petugas pandu tentang perubahan kedalam air, perubahan rambu-rambu navigasi dan lain- lain.
5) Memberikan bantuan kepada Nahkoda dan mengambil tindakan yang tetap dalam rangka menjamin keselamatan olah gerak.
6) Pandu wajib memberikan petunjuk dan keterangan yang perlukan kepada nahkoda serta membantu olah gerak kapal untuk keselamatan, ketertiban dan kelancaran arus lalulintas kapal.
7) Wajib melaporkan kepala-kepala bagian operasi, kepala bagian DPA, kakanpel atau ke polisi apabila terjadi tindak pidana diatas kapal yang sedang dipandu.
B. Hasil Penelitian
1. Karakteristik Responden
Berikut ini akan di gambarkan atau di deskriktifkan dari data masing- masing informasi mengenai identitas reponden mulai dari jenis kelamin, umur, pendidikan, dan pendapatan.
a. Deskripsi profil responden berdasarkan jenis kelamin
Karakteristik dari jenis kelamin responden dapat di kelompokkan menjadi dua yaitu kelompok pria dan wanita, dan agar lebih jelasnya maka disajikan dalam bentuk tabel sebagia berikut:
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Menurut Jenis Kelamin
No Jenis kelamin
Frekuensi
Responden Frekuensi %
Valid 1 laki-laki 38 95 %
2 Perempuan 2 5 %
Jumlah Responden 40 Responden 100%
Sumber data : IBM SPSS Statistics 28, 2021
Berdasarkan tabel 4.1 maka dapat di deskripsikan bahwa karakteristik responden jenis kelamin pria sangat mendominasi dalam melakukan analisa Pengaruh Kompensasi Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan Terhadap Sistem Kinerja Manajerial Pada PT. Pelayaran Tonasa Lines Kabupaten Pangkep, yang mana jenis kelamin laki-laki berada pada 38 responden (95%) sedangkan jenis kelamin perempuan berada di angka 2 responden (5%) atau berada pada posisi bawah dari jenis kelamin pria.
b. Deskripsi profil responden berdasarkan usia
Sebagaimana penetapan karakteristik responden maka peneliti menyajikan karakteristik ini dalam bentuk tabel sebagai berikut :
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Menurut Usia
No
Umur Responden
Frekuensi
responden Frekuensi%
Valid 1 20-29 Tahun 3 7,5 %
2 30-39 Tahun 2 5 %
3 40-49 Tahun 26 65 %
4 50-59 Tahun 9 22 %
Jumlah 40 responden 100%
Sumber data : IBM SPSS Statistics 28, 2021
Berdasarkan uraian tabel 4.2 maka diperoleh hasil dari karakteristik responden dari segi umur yakni : responden yang berumur 20-29 tahun berada di angka 3 responden (7,5%), sedangkan responden yang berumur 30-39 tahun berada di angka 2 responden (5%), serta responden yang berumur 40-49 tahun berada di angka 26 responden (65%), dan responden yang berumur 50-59 tahun berada di angka 9 responden (22%), maka dapat di interprestasikan dalam perspektif keilmuan bahwa rata-rata responden yang berumur 40-49 tahun yang melakukan Pengaruh Kompensasi Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusahaan Terhadap Sistem Kinerja Manajerial Pada PT. Pelayaran Tonasa Lines Kabupaten Pangkep.
c. Deskripsi profil responden berdasarkan pendidikan
Karakteristik responden dari segi pendidikan akan menggambarkan latar belakang dari responden, sehingga dalam
kegiatan ini dapat di klasifikasikan sesuai dengan tingkat pendidikan responden yakni: D3,S1, dan SMA/SMK. Maka dari itu pengelompokkan karakteristik ini dapat di lihat dari tabel sebagai berikut :
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Menurut Pendidikan
No pendidikan terakhir Frekuensi Responden Frekuensi % Valid 1
2 3
S1 17 42,5 %
Diploma 11 27,5 %
SMA/SMK 12 30%
Total 40 Responden 100%
Sumber data : IBM SPSS Statistics 28, 2021
Secara seksama, dari tabel 4.3 dapat di analisa di mana karakteristik responden di tingkat pendidikan sarjana (S1) mendominasi di mana tingkat pendidikan ini berada pada angka 17 responden (42,5 %), sedang dari tingkat pendidikan yang lain hanya tidak mencapai angka lebih dari 30%, sehingga dapat di simpulkan bahwa responden tingkat pendidikan sarjana (S1) lebih mendominasi melakukan analisa Pengaruh Kompensasi Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perusaaan Terhadap Sistem Kinerja Manajerial PT. Pelayaran Tonasa Lines Kabupaten Pangkep.
2. Analisis Deskriptif Variabel
Deskripsi variabel peneltian yang di sajikan dari hasil penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum mengenai penyebaran
data yang diperoleh. Data yang disajikan berupa data mentah yang diolah menggunakan teknik statistic deskripsi. Adapun yang disajikan dalam deskripsi variable ini adalah berupa distribusi frekuensi yang disajikan per indikator beserta presentase frekuensi dan perolehan skor.
Berdasarkan judul dan perumusan masalah penelitian dimana penelitian ini terdiri dari Variabel Kompensasi Dewan Komisaris (X1), Kompensasi Dewan Direksi (X2), dan Kinerja Manajerial (Y). Sampel yang diambil data dalam penelitian ini adalah 40 Karyawan Pada PT. Pelayanan Tonasa Lines Kabupaten Pangkep. Deskripsi dari masing-masing variabel berdasarkan hasil penyebaran kuesioner tersebut hasilnya dijelaskan seperti dibawah ini.
a. Analisis Deskriptif Variabel Kompensasi Dewan Komisaris (X1)
Berikut ini hasil interpretasi dari responden terkait variabel Kompensasi Dewan Komisaris :
Tabel 4.4
Responden Terkait Variabel Kompensasi Dewan Komisaris (X1)
NO Item
Frekuensi (f) dan Persentase (%)
Total skor
Mean SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1)
F % F % F % F % F %
1 X1.1 0 0 8 20.0 23 57,5 8 20,0 1 2,5 118 2,95 2 X1.2 0 0 8 20,0 14 35,0 16 40,0 2 50,0 108 4,5 3 X1.3 5 12,5 32 80,0 2 50,0 1 2,5 0 0 161 4,02 4 X1.4 9 22,5 18 45,0 7 17,5 6 15,0 0 0 150 3,75 5 X1.5 2 5,0 17 42,5 12 30,0 7 17,5 2 5,0 130 3,25 6 X1.6 9 22,5 22 55,0 6 15,0 2 5,0 1 2,5 156 3,9
Sumber : Hasil Olah Data Primer 2021
Keterangan:
X1.1 = Gaji yang saya terima sudah sesuai dengan beban kerja saya
X1.2 = Gaji yang saya terima cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup X1.3 = Perusahaan memberikan insentif sesuai dengan kinerja X1.4 = Insentif yang diberikan perusahaan sudah cukup layak
X1.5 = Tunjangan yang saya terima sudah sesuai denga napa yang saya kerjakan X1.6 = Pemberian tunjangan memotivasi saya untuk meningkatkan kinerja
Berdasarkan tabel 4.4 diatas tentang jawaban responden mengenai indikator kompensasi dewan komisaris yang memiliki mean yang terbesar ada pada pernyataan kedua, gaji yang saya terima cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan nilai mean sebesar 4,5 didominasi jawaban tidak setuju yakni sebanyak 16 responden atau 40,0%.
Pertanyaan ketiga, perusahaan memberikan insentif sesuai dengan kinerja dengan nilai mean sebesar 4,02 didominasi jawaban setuju sebanyak 32 responden atau 80,0%. Pernyataan keenam, pemberian tunjangan memotivasi saya untuk meningkatkan kinerja dengan nilai mean sebesar 3,9 didominasi jawaban ssetuju sebanyak 22 responden atau 55,0%. Pernyataan keempat insentif yang diberikan perusahaan sudah cukup layak dengan nilai mean sebanyak 3,75 didominasi jawaban setuju sebanyak 18 responden atau 45,0%. Pernyataan kelima, tunjangan yang saya terima sudah sesuai dengan apa yang saya kerjakan dengan nilai mean sebesar 3,25 didominasi jawaban 17 responden atau 42,5%.
Peryataan pertama, gaji yang saya terima sudah sesuai denagn beban kerja saya dengan nilai mean sebesar 2,95 didominasi jawaban kurang setuju sebanyak 23 responden atau 57,5%.
b. Analisis Deskriptif Variabel Kompensasi Dewan Direksi (X2)
Berikut ini hasil interpretasi dari responden terkait variabel Kompensasi Dewan Direksi :
Tabel 4.5
Responden Terkait Variabel Kompensasi Dewan Direksi (X2)
NO Item
Frekuensi (f) dan Persentase (%)
Total skor
Mean SS (5) S (4) KS (3) TS (2) STS (1)
F % F % F % F % F %
1 X2.1 21 52,5 19 47,5 0 0 0 0 0 0 181 4,52 2 X2.2 11 27,5 28 70,0 1 2,5 0 0 0 0 170 4,25 3 X2.3 22 55,0 18 45,0 0 0 0 0 0 0 182 4,55 4 X2.4 9 22,5 30 75,0 1 2,5 0 0 0 0 168 4,2 5 X2.5 22 55,0 18 45,0 0 0 0 0 0 0 182 4,55 6 X2.6 8 20,0 31 77,5 1 2,5 0 0 0 0 167 4,17
Sumber : Hasil Olah Data Primer 2021
Keterangan:
X2.1 = Gaji yang saya terima selama ini telah memadai X2.2 = Saya merasa gaji dapat meningkatkan semangat kerja X2.3 = Selama ini saya menerima insentif jika kinerja saya lebih baik X2.4 = Insentif yang diberikan perusahaan sudah cukup layak
X2.5 = Perusahaan menyediakan tunjangan keluarga, Kesehatan, dan fasilitas lainnya untuk memudahkan pekerjaan saya
X2.6 = Tunjangan yang saya terima sesuai dengan kebutuhan keluarga
Berdasarkan tabel 4.5 diatas tentang jawaban responden mengenai kompensasi dewan direksi ,indikator yang memiliki mean terbesar berada pada pernyataan ketiga, selama ini saya menerima insentif jika kinerja saya lebih baik dengan nilai mean sebesar 4,55 didominasi jawaban sangat setuju sebanyak 22 responden atau 55,0%. Pernyataan