• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh kompensasi dewan komisaris dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "pengaruh kompensasi dewan komisaris dan"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

Suatu kebanggaan yang tak ternilai untuk menulis skripsi yang berjudul “Pengaruh remunerasi dewan pengawas dan direksi perusahaan terhadap kinerja manajemen di PT. Tesis penulis bertujuan untuk memenuhi syarat menyelesaikan Program Sarjana (S1) di PT. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Nur Rasyid, SE., MM selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dewan direksi dan dewan direksi perusahaan terhadap kinerja manajemen di PT. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan model persamaan regresi berganda Y Dan dari hasil analisis uji t variabel kompensasi dewan komisaris menunjukkan nilai signifikansi pengaruh remunerasi dewan komisaris (X1 ) terhadap kinerja manajemen (Y) sebesar 0,402 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 0,847 > nilai t tabel sebesar 2,026.

This means that there is a significant effect of the remuneration of the supervisory board on management performance. This means that there is a significant effect of board compensation on management performance.

Latar Belakang

Oleh karena itu, kompensasi bagi perusahaan mempunyai arti penting karena merupakan suatu ukuran yang dapat mencerminkan upaya perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Menurut Yunita (2013), kompensasi adalah pendapatan yang dapat berupa uang, barang langsung maupun tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan perusahaan. Keunggulan kompetitif yang dapat diciptakan suatu perusahaan dapat dicapai melalui salah satu cara yaitu dengan peningkatan kinerja manajemen (Agus, 2007).

Kinerja manajemen merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan efektivitas organisasi, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, laporan pertanggungjawaban, pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh seorang manajer usaha. Segmen usaha merupakan risiko bisnis yang dialami suatu perusahaan, dimana banyaknya segmen usaha yang ada pada perusahaan mencerminkan semakin kompleksnya kinerja seorang manajer. Jika suatu perusahaan mempunyai lebih dari satu segmen usaha maka tugas atau tanggung jawab seorang manajer akan semakin besar.

Kehadiran PT Perusahaan Pelayaran Tonasa Lines (TONASA LINES) sangat penting bagi PT Semen Tonasa sebagai produsen semen terbesar di Indonesia Timur, khususnya untuk distribusi semen antar pulau. Kinerja manajemen merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan efektivitas organisasi, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, laporan pertanggungjawaban, pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh seorang manajer perusahaan.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

  • Tinjauan Teori
  • Tinjauan Empiris
  • Kerangka Pikir
  • Hipotesis

Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM) adalah ilmu dan seni mengelola hubungan dan peran tenaga kerja agar efektif dan efisien dalam membantu mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses penanganan berbagai permasalahan dalam diri pegawai, karyawan, pekerja, manajer dan pekerja lainnya untuk dapat menunjang kegiatan suatu organisasi atau perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Manajemen Sumber Daya Manusia (HRM) adalah desain sistem formal dalam suatu organisasi untuk memastikan penggunaan bakat manusia secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi.

Menurut Hasibuan (2003), kompensasi adalah imbalan yang dibayarkan secara berkala kepada pegawai tetap dan mempunyai jaminan pasti. Hasil Penelitian Kuantitatif menunjukkan bahwa kompensasi dewan komisaris dan dewan direksi berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial dan risiko bisnis serta dapat memoderasi (memperkuat) hubungan tersebut. Pengaruh dewan komisaris, komisaris independen dan kompensasi dewan komisaris dan direksi terhadap agresivitas pajak.

Kuantitatif Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa remunerasi direktur pengawas dan direksi tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan, karena belum adanya penerapan CG yang memadai. Kuantitatif Berdasarkan hasil penelitian, kompensasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Perdagangan Kota Makassar.

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
  • Populasi dan Sampel
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Berdasarkan tabel 4.1 dapat dijelaskan bahwa karakteristik responden laki-laki mendominasi analisis pengaruh kompensasi dewan komisaris dan direksi perusahaan terhadap sistem kinerja manajemen pada PT. Secara cermat, dari tabel 4.3 dapat dianalisis bahwa karakteristik responden pada jenjang pendidikan sarjana (S1) mendominasi dimana jenjang pendidikan tersebut berjumlah 17 responden (42,5%), sedangkan pada jenjang pendidikan lainnya hanya berjumlah tidak lebih dari 30 responden. . %, sehingga dapat disimpulkan bahwa responden pada tingkat pendidikan sarjana (S1) mendominasi analisis pengaruh kompensasi dewan komisaris dan direksi perusahaan terhadap sistem kinerja manajemen PT. Berdasarkan judul dan rumusan masalah penelitian, maka penelitian ini terdiri dari variabel Kompensasi Dewan Komisaris (X1), Kompensasi Direksi (X2), dan Kinerja Manajemen (Y).

Berdasarkan tabel 4.4 diatas mengenai jawaban responden mengenai indikator kompensasi dewan komisaris yang mempunyai rata-rata terbesar pada pernyataan kedua, gaji yang saya terima cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saya dengan nilai mean 4,5 didominasi oleh tidak setuju. jawaban. yaitu 16 responden atau 40,0%. Berdasarkan tabel 4.5 diatas mengenai jawaban responden mengenai remunerasi pengurus, indikator yang mempunyai mean terbesar pada pernyataan ketiga adalah selama ini saya mendapat insentif jika kinerja saya lebih baik dengan nilai mean 4,55 yang didominasi oleh 22 responden. jawaban sangat setuju atau 55,0%. Sedangkan nilai koefisien regresi kompensasi dewan (X1) sebesar 0,077 dan nilai koefisien regresi kompensasi dewan (X2) sebesar 1,768 sehingga persamaan regresinya dapat dituliskan sebagai berikut.

Nilai konstanta yaitu 11,595 menunjukkan bahwa tanpa kompensasi pada dewan komisaris (X1) dan komisaris pada dewan tata usaha (X2), maka kinerja manajerial (Y) pada PT. Analisis data menggunakan pengujian regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh kompensasi Dewan Komisaris dan Direksi terhadap kinerja manajerial pada PT. Pengaruh Kompensasi Dewan Komisaris Terhadap Kinerja Manajerial Dari hasil pengujian regresi dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25, dengan melakukan uji t membuktikan bahwa variabel Kompensasi Dewan Komisaris tidak mempunyai pengaruh yang signifikan. dampaknya terhadap manajemen. kinerja di PT.

Remunerasi Direksi Dewan Komisaris mempunyai peranan yaitu memastikan terlaksananya strategi perusahaan, mengawasi jalannya pengurusan perusahaan dalam pengelolaan perusahaan dan melaksanakan akuntabilitas. Temuan penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Siti Syoraya (2012) yang berjudul pengaruh kompensasi komisaris. Pengaruh Remunerasi Dewan Terhadap Kinerja Manajemen Dari hasil uji regresi dengan menggunakan aplikasi SPSS versi 25, dilakukan uji t menunjukkan bahwa variabel remunerasi dewan berpengaruh terhadap kinerja manajemen pada PT.

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya mengenai pengaruh dewan dan kompensasi dewan terhadap kinerja manajerial di PT. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya mengenai pengaruh dewan dan kompensasi dewan terhadap kinerja manajerial di PT. Tonasa Lines Sailing Kabupaten Pangkep, dapat disimpulkan bahwa hasil statistik uji t variabel kompensasi dewan memperoleh nilai hitung sebesar 10,677 dan t tabel sebesar 2,026 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 karena t hitung < t tabel (10,677 < 2,026) .

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Objek Penelitian

Berdasarkan uraian pada tabel 4.2 diperoleh hasil karakteristik responden ditinjau dari umur yaitu : responden umur 20-29 tahun berjumlah 3 responden (7,5%), sedangkan responden umur 30-39 tahun berjumlah 3 responden (7,5%), sedangkan responden umur 30-39 tahun berjumlah pada responden nomor 2. (5%) dan responden usia 40-49 tahun sebanyak 26 responden (65%), dan responden usia 50-59 tahun sebanyak 9 responden (22%), sehingga dapat diartikan dari sudut pandang ilmiah dibandingkan rata-rata usia responden. 40-49 yang mempengaruhi Kompensasi Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan dalam Sistem Kinerja Manajerial di PT. Y.1 = Saya mempunyai kemampuan menentukan tujuan, kebijakan dan tindakan/melaksanakan perencanaan kerja, penganggaran, penyusunan prosedur, pemrograman. Pernyataan kedua, Saya memiliki kemampuan mengumpulkan dan menyampaikan informasi tentang data, laporan dan akun, mengukur hasil, menentukan inventaris, menganalisis pekerjaan dengan nilai mean 4,55 didominasi oleh 22 responden atau 55,0% sangat setuju dengan jawaban.

Pernyataan ketiga, Saya memiliki kemampuan bertukar informasi dengan orang-orang di bagian lain organisasi untuk menghubungkan dan mengadaptasi program, menginformasikan bagian lain, hubungan dengan manajer lain dengan nilai mean 4,55 didominasi oleh 22 responden atau 55,0% tanggapan itu sangat setuju. . Pernyataan Ketujuh Saya mampu membeli, menjual atau membuat kontrak, menghubungi pemasok, bernegosiasi dengan pihak komersial, bernegosiasi secara kelompok dengan rata-rata 4,55 mendominasi 22 jawaban Sangat setuju atau 55,0%. Pernyataan kedelapan, Saya mempunyai kesempatan untuk menghadiri pertemuan dengan perusahaan lain, pertemuan asosiasi pengusaha, memberikan pidato di acara komunitas, menjangkau masyarakat, mempromosikan tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan nilai rata-rata 4,55, didominasi oleh 22 responden atau 55,0% sangat setuju dengan jawaban.

Pernyataan keenam Saya mempunyai kemampuan mempertahankan tenaga kerja, merekrut, mewawancarai dan memilih rekan kerja baru, melantik, mempromosikan dan memindahkan pegawai dengan nilai mean 4,53 didominasi oleh jawaban 21 responden atau 52,5%. Berdasarkan tabel diatas mengenai hasil pengujian validitas dengan seluruh indikator klaim yang terdapat pada kuesioner sebagai alat ukur pengaruh remunerasi direksi dan dewan direksi perusahaan terhadap kinerja manajemen, hasil keseluruhan yang diperoleh adalah nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel, dan sebaliknya sebesar 0,304. Berdasarkan hasil uji persamaan regresi di atas diperoleh nilai koefisien regresi sebesar 0,077 dan signifikansi 0,402 > 0,05 yang menunjukkan bahwa kompensasi dewan (X1) tidak berpengaruh.

Berdasarkan tabel diatas dipengaruhi oleh koefisien R kuadrat (R2) dengan nilai sebesar 0,759 sehingga dapat disimpulkan besar kecilnya pengaruh variabel tersebut. Hasil uji statistik variabel kompensasi dewan memperoleh nilai hitung sebesar 0,847 dan t tabel sebesar 2,026 dengan tingkat signifikansi 0,402 karena t hitung < t tabel (0,847 < 2,026, signifikansi lebih besar dari gt; 0,05) dan koefisien regresi bertanda positif. sebesar 0,077, p Artinya tidak terdapat pengaruh signifikan remunerasi dewan terhadap kinerja manajemen, sehingga hipotesis yang diajukan ditolak. Minimnya pengaruh remunerasi dewan direksi terhadap kinerja manajerial tentu saja didasari oleh pilihan deskripsi pekerjaan oleh manajer karyawan dan ketidakjelasan peran serta hubungannya dengan remunerasi dewan direksi bagi karyawan. pada wilayah kerja yang didistribusikan manajemen, hasil remunerasi dewan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja.

Artinya pegawai yang bekerja pada instansi tersebut menunjukkan bahwa kompensasi yang diberikan dewan kepada setiap pegawainya masih kurang baik. Pelayaran Tonasa Lines Kabupaten Pangkep dapat disimpulkan bahwa hasil statistik uji t variabel kompensasi dewan komisaris diperoleh nilai hitung sebesar 0,847 dan t tabel sebesar 2,026 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,402 karena t hitung < t-tabel (0,847 < 2,026, signifikansi lebih besar dari gt ; 0,05) dan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,077, hal ini berarti tidak terdapat pengaruh signifikan kompensasi dewan komisaris terhadap kinerja manajemen sehingga hipotesis yang diajukan ditolak. . 1 Saya mempunyai kemampuan menentukan tujuan, kebijakan dan tindakan/pelaksanaan penjadwalan kerja, penganggaran, perancangan prosedur, pemrograman.

2 Saya memiliki kemampuan untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi untuk pendaftaran, laporan dan akun, mengukur hasil, memutuskan.

Gambar 4.1  Struktur Organisasi 1
Gambar 4.1 Struktur Organisasi 1

Gambar

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1  Kerangka Pikir
Gambar 4.1  Struktur Organisasi 1
Gambar 4.2  struktur organisasi 2 DIREKTUR UTAMA
+4

Referensi

Dokumen terkait

- Hasil statistik uji t untuk variabel gaya hidup diperoleh nilai t hitung sebesar 5,070 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (0,000&lt;0,05) dan koefisien

1 Comparison of the percentage of students in each cycle Discussion Based on the results of the research that has been obtained, several things that will be discussed related to this