BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis
Setelah data dikondensasi, langkah selanjutlah adalah menyajikan data-data penelitian yang berkaitan dngan fokus penelitian yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi Pembelajaran Kitab Ghayah Wa Taqrib dalam bentuk uraian singkat dan dalam bentuk teks yang bersifat naratif.33
c. Kesimpulan
Penarikan kesimpulan dalam penelitian kualitatif dapat menjawab fokus penelitian yang telah dirumuskan sejak awal. Kesimpulan ini merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran objek yang sebelumnya masih remang-remang sehingga setelah diteliti menjadi jelas.34 Tentang pembelajaran Kitab Ghayah Wa Taqrib di SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi.
33Basrowi dan Suwandi, Memahami Penelitian Kualitatif, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), 208.
34Ibid, 209.
F. Keabsahan Data
Pengecekan keabsahan data sangat perlu dilakukan agar data yang dihasilkan dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan secara ilmiah, untuk memeriksa keabsahan data, maka peneliti menggunakan teknik triangulasi.
Triangulasi merupakan pengecekan dengan cara pemeriksaan ulang baik sebelum atau sesudah data dianalisis.35
Penelitian ini menggunakan metode triangulasi sumber dan triangulasi tekhnik. Triangulasi sumber yaitu menguji kredibilitas data dilakukan dengan mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber meliputi;
Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa. Teknik dapat diperoleh dengan membandingkan data dengan hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.
Keabsahan data dalam penelitian ini, maka peneliti menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber diantaranya beberapa informan, situasi lapangan dan data dokumentasi. Sedangkan untuk triangulasi metode diantaranya observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti harus melakukan keabsahan data dengan alasan karena melakukan keabsahan data maka dapat diketahui kepercayaan hasil data yang sedang diteliti.
Pengertian triangulasi merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap suatu data.36 Adapun aktivitas yang dapat dilakukan dengan menggunakan triangulasi sumber adalah:
35Nusa Putra, Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012), 103.
36 Iskandar, Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif) (Jakarta:
Gaung Persada Press, 2009), 230.
Tahap-tahap penelitian ini menguaraikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, dan sampai pada penulisan proposal.37
a. Tahap pra penelitian lapangan 1) Menyusun rencana penelitian 2) Memilih lapangan penelitian 3) Pengurusan surat ijin meneliti
4) Menyiapkan perlengkapan penelitian
37Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, (Jember : IAIN Jember Press, 2017), 48.
b. Tahap penelitian lapangan
1) Memahami latar belakang dan tujuan penelitian 2) Memasuki lokasi penelitian
3) Mencari sumber data yang telah ditentukan obyek penelitian
4) Menganalisa data dengan menggunakan prosedur penelitian yang telah ditetapkan
c. Tahap akhir penelitian lapangan 1) Penarikan kesimpulan
2) Menyusun data yang telah ditetapkan 3) Kritik dan saran
A. Gambaran obyek penellitian
Bagian ini mendeskripsikan gambaran umum obyek penelitian dan diikuti oleh sub-sub bahasan disesuaikan focus yang diteliti. Adapun gambaran obyek penelitian sebagai berikut:
1. Profil SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Nama Lembaga : SMP Negeri 1 Kalibaru
Alamat : Jl. Lapangan Gunung Trisno No.34
Kalibaru
Desa : Kalibaru Kulon
Kecamatan : Kalibaru
Kabupaten/kota : Banyuwangi
No. Telpon/ Fax : 0333–897295
Status Sekolah : Negeri
N S S : 20.1.05.25.09.007
N I S : 200550
Tipe Sekolah : B
Tahun Beroperasi : 1964
Status Tanah : Hak Pakai
Luas Tanah : 11.401 M2
Nama Kepala Sekolah : AGUS WAHYU ERYANTO, S.Pd.
SK. Kepala Sekolah : 821.2/274/429.204/2017
Jenjang Akreditasi : A
2. Sejarah Singkat SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi dan Madrasah Diniyah Takmiliyah
Sekolah Menengah Pertama atau SMP Negeri 1 Kalibaru Bayuwangi adalah sekolah yang berdiri pada tahun 1964. Sekolah ini didirikan berawal dari kebutuhan masyarakat sekitar untuk memenuhi hasrat di bidang pengetahuan, karena masih belum ada tempat pendidikan di sekitar kalibaru. Seiring berjalannya waktu SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi menjadi sekolah unggulan dan favorit, itu disebabkan adanya kesungguhan warga sekolah yang selalu mendukung apa yang menjadi kebutuhan sekolah.
Pada hari jum’at tanggal 26 Oktober tahun 2018 , SMP
mengadakan sebuah program unggulan yang di babat oleh komite sekolah sekaligus menjadi permintaan masyarakat untuk lebih menekankan sebuah pendidikan karakter religius kepada peserta didik yang kemudian dibentuklah Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai penyempurna dalam menimba ilmu dibidang umum dan agama.38
3. Visi dan Misi SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi Visi
SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi diharapkan dapat merespon perkembangan dan menjawab tantangan masa depan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, era reformasi, dan globalisasi yang sangat
38Hendrik, wawancara, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 17 Juli 2019
cepat. SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi memantapkan arah pendidikan dan pembelajarannya dalam sebuah visi yaitu :
“Terwujudnya warga sekolah yang beriman dan bertakwa, berprestasi,
berbudaya lingkungan serta berwawasan global.39 Misi
a. Menanamkan dan pembinaan keimanan, ketakwaan melalui pengalaman ajaran agama.
b. Mewujudkan pendidikan yang menghasilkan lulusan yang cerdas, berprestasi, beriman dan bertakwa serta memiliki keunggulan kompetitif.
c. Mengembangkan kurikulum yang mengacu pada standart nasional pendidikan.
d. Mewujudkan pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan dan Berbasis Teknologi Informasi / IT.
e. Mewujudkan peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan.
f. Mewujudkan sekolah berwawasan Adi Wiyata.
g. Mewujudkan pengembangan sekolah berwawasan global.
4. Data Guru SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Data guru, ustad & ustadzah serta siswa di SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi.40
39Agus Wahyu Eryanto, wawancara, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 18 Juli 2019
40Dokumentasi, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 19 Juli 2019
Tabel 4.1
Data Guru di SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Jumlah Guru / Staf
Bagi SMP Negeri
Bagi SMP
Swasta Keterangan
Guru MP ( Negeri ) 23 - -
Guru BK ( Negeri ) 1 - -
Guru Imbas 5 - -
Guru Tidak Tetap + K-2 16 - -
Guru PNS DPK 1 - -
Staf Tata Usaha/Tenaga
Kependidikan 14 - -
5. Data Ustad & Ustadzah Madrasah Diniyah Takmiliyah di SMP Negeri 1 Kalibaru
Banyuwangi
Berhasilnya sebuah pembelajaran apabila terdapat sebuah pengajaran. Pengajaran Pengajaran disini dilakukan oleh beberapa Ustad
& Ustadzah. Berikut data Ustad & Ustadzah:41 Tabel 4.2
Data Ustadz dan Ustadzah di Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
No Nama Guru L/P Jabatan Pendidkan
Terakhir 1. Eko Setyo Raharjo L Koordinator
sarana S2
2. Eko Hadi Purnomo L Koordinator
pendidik S2
3. Hendrik L Koordinator
murid S1
4. Edi Hermanto L Koordinator
humas S1
4. M. Darussalam L Koordinator
system S1
5. M. Mahrus L Ustad S1
41Dokumentasi, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 20 Juli 2019
6. M. Zainuri L Ustad S1
7. Ridwan Abdus L Ustad S1
8. Aly Humaini L Ustad S1
9. Abdul Ghofur L Ustad S1
10. Ghozali L Ustad S1
11. Hafidz Syafaat L Ustad S1
12. Mahdi Hanafi L Ustad S1
13. Iksan Maulana L Ustad S1
14. Laylatuz Zuhroh P Ustadzah S1
15. Ista Syafa’atus
Sholihah P Ustadzah S1
16. Dewi Siti Hardiyanti P Ustadzah S1
17. Farihatullailiyah P Ustadzah S1
18. Fatimatuz Zahro P Ustadzah S1
19. Qoimah P Ustadzah S1
20. Sarifah Ifa Al Idrus P Ustadzah S1
21. Suaidi Bahtiar L Ustad S1
22. Khoirul Umam L Ustad S1
23. Yunita Ria P Ustadzah S1
24. Riyani P Ustadzah S1
25. Nur Qomariyah P Ustadzah S1
26. Witarsih Wulandari P Ust Ustadzah
adzah S1
27. Vica Nilaur Rohmah P Ustadzah -
6. Data Siswa SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Siswa merupakan unsur terpenting yang terdapat dalam pembelajaran, berikut ini merupakan data siswa di SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi.42
42Dokumentasi, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 20 Juli 2019
Tabel 4.3
Data Siswa di SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Tahun Pelajaran Jml.Pend Calon Siswa Baru
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Jumlah Kelas
( I + II + III ) Jml
Siswa
Jml Rombel
Jml Siswa
Jml Rombel
Jml Siswa
Jml Rombel
Jml Siswa
Jml Rombel
Tahun 16–17 313 289 8 288 8 274 8 851 24
Tahun 17 - 18 355 247 8 288 8 287 8 822 24
Tahun 18 - 19 242 239 8 242 8 280 8 761 24
Tahun 19 - 20 308 264 8 237 8 239 8 740 24
7. Sarana dan Prasarana SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Sejak awal berdirinya, SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi secara bertahap berusaha untuk meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang pencapaian tujuan pendidikan serta untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sarana dan prasarana di SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi ini terbilang sangat memadai untuk kebutuhan belajar siswa.
Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi hingga saat ini adalah sebagai berikut:
Tabel 4.4
Sarana dan Prasarana SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Uraian Jumlah Ruang
Ruang Kelas Asli ( a ) 21 Ruang
Ruang lain yang digunakan sebagai Ruang Kelas ( b )
Yaitu Ruang : - Guru
- Ketrampilan - Laboratorium IPA - Perpustakaan
- Ruang 2 Ruang 1 Ruang - Ruang
Jumlah Ruang Kelas Seluruhnya ( a + b ) 24 Ruang Nama
Ruang Jumlah Ruang
Ruang Kelas 21
Ruang Perpustakaan 2
Ruang Laboratorium IPA 2
Ruang Ketrampilan 2
Ruang Guru 1
Ruang WC Guru Pegawai 1
Ruang Koperasi Sekolah 1
Ruang WC Siswa 4
Ruang Studio/Ketramp. Musik 1
Ruang Sekretariat Osis 1
Ruang Menjahit/PKK 1
Ruang Serba Guna/Aula 1
Tempat Parkir Sepeda Guru 1
Ruang Gudang 1
Tempat Parkir Sepeda Siswa 2
Ruang Pramuka 1
Ruang Kantin 1
B. Penyajian Data dan Analisis
Sebagaimana telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya bahwasanya peneliti menggunakan tekhnik wawancara, observasi dan dokumentasi yang kemudian disajikan dengan mengumpulkan data dari
ketiga teknis tersebut. Berikut akan dipaparkan hasil penelitian yang telah dikumpulkan oleh peneliti terkait dengan hasil wawancara dapat disajikan dengan data-data tentang pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib di Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi sebagai berikut:
1. Perencanaan Pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib di Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi tentang perencanaan pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib sebagai berikut:
Perencanaan pembelajaran, di dalamnya terdapat hal-hal yang harus diperhatikan, yaitu elemen-elemen yang pokok yang diperlukan dalam proses perencanaan pembelajaran. Adapun elemen-elemen pokok tersebut yakni penentuan tujuan pembelajaran, penentuan materi pembelajaran secara tepat, penentuan metode dan media pembelajaran, penentuan alokasi waktu. Dengan adanya elemen-elemen tersebut maka pelajaran yang akan disampaikan kepada peseta didik telah sesuai dengan target pencapaian atau tujuan yang ingin dicapai. Proses pembelajaran harus dipersiapkan terlebih dahulu oleh pendidik agar proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik.
Mengenai perencanaan tujuan pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib peneliti melakukan wawancara dengan Abdul Ghofur yakni:
“Tujuan pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib sesuai mater i pembelajaran fiqih, anak-anak akt if dan mampu memahami hukum-hukum fiqih dan mengamalkan dalam kehidupan sehari- hari. Kitab ini isinya rinci dan sangat berani,
maka saya ingin anak- anak bisa akt if dan fikirannya cepat tanggap.”43
Peneliti melakukan wawancara dengan Bapak Eko selaku pimpinan Madrasah Diniyah Takmiliyah:
“Tujuan pembelajaran kitab ini agar menjadi sebuah keunikan bag i lembaga SMP Negri 1 Kalibaru Bnayuwangi dan memahamkan kepada siswa-siswi kita tentang ilmu agama.
Uniknya disini adalah, pembelajaran kitab bisa diaplikasikan ke sekolah berbasis negeri didalam sebuah program Madrasah Diniyah Takmiliyah yang kita miliki ini.
a. Perencanaan materi Pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib di Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Penelit i melakukan wawancara dengan Abdul Gho fur selaku ustadz dari pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib Madrasah Diniya h Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi terkait perencanaa n pengembangan persiapan mengajar yang dilakukan pada kegiatan madrasah diniyah. Ia berkata:
“Perencanaan yang kami siapkan itu hanya menyiapkan bahan yang akan disampaikan ke anak-anak contohnya target bulan pertama awal ini kita sampaikan ke anak-anak yang akan mempelajari materi Thoharoh jadi mo hon di persiapkan medianya. Modal awal yang terbesar yaitu kemaksimalan pemahaman siswa-siswi itu sendiri. Setelah hal itu dilakukan, langkah selanjutnya membuat komit men antara sekolah, pembina dan orang tua. Komit men yang dimaksud yaitu terkait dengan sarana prasarana sebagai proses percepatan dalam belajar seperti kitab yang harus dibawa oleh siswa.”44
Berdasarkan hasil wawancara tersebut, perencanaan yang dilakukan dalam pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib
43Abdul Ghofur, Wawanacara, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 17 Juli 2019.
44Abdul Ghofur, Wawancara, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi , 17 Juli 2019.
dilakukan dengan mempersiapkan bahan materi yang akan disampaikan dan sarana belajar seperti kitab.
Peneliti juga melakukan wawancara dengan Agus Wahyu Eryanto sebagai kepala sekolah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwang i mengenai perencanaan pengembangan persiapan mengajar Kitab Ghoyah Wa Taqrib pada kegiatan Madrasah Diniyah Takmiliyah. Beliau mengatakan:
“Tidak terlalu seperti lembaga-lembaga formal jadi berlangsung secara tradisional artinya tidak perlu ada ini itu yang di haruskan, tapi ada juga perangkat-perangkat yang dibutuhkan, contohnya masjid dan tempat wudhu untuk melaksanakan praktek fiqih. Intinya kita menggunakan seko lah sebagai laboraturium agama.”45
Peneliti juga melakukan wawancara dengan Abdul Gho fur sebagai ustadz dari pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib d i Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwang i mengenai target dalam perencanaan pengembangan persiapan mengajar. Beliau mengatakan:
“Untuk target ada, bagaimana siswa dapat membaca kita b dengan benar dan yang paling pent ing mampu memahami ilmu-ilmu fiqih agar dapat diterapkan di dalam kehidupa n sehari-hari. Karena banyak saya lihat siswa SMP yang harusnya sudah bisa mengetahui tata cara wudhu yang benar ternyata masih jauh dari harapan. Lebih- lebih mau bisa paha m tata cara wudhu, lah wong baca iqro’
saja masih ada beberapa yang memang benar-benar tidak bisa.
Jadi saya targetkan awal bisa membaca kitab dulu sekaligus praktek.”46
45Agus Wahyu Eryanto, Wawancara, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 17 Juli 201946
Abdul Ghofur, wawancara, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi , 17 Juli 2019.
Berdasarkan wawancara tersebut, untuk perencaan pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib itu tidak seperti lembaga- lembaga formal yang harus ada rencana perangkat pembelajaran seperti lembaga-lembaga formal cukup menggunakan seko lah sebaga i laboraturium agama, ustadz dari Kitab Ghoyah Wa Taqrib memilik i target yaitu agar siswa dapat membaca kitab dan memahami tata cara wudhu yang benar.
b. Perencanaan Metode Pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib di Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru
Banyuwangi
Adapun hasil wawancara mengenai perencanaan metode pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib dengan Darussalam ialah:
“Untuk pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib ini ngajinya klasikal bareng-bareng. Metodenya mengikuti perkembangan jaman karena dalam pembelajaran ini metodenya pakek yang sekiranya aktif pakek metode ceramah dan demonstrasi.”47 Mengenai perencanan metode penelit i juga melakukan wawancara dengan ustadzz Abdul Ghofur, sebagai berikut:
“Metodenya hanya menggunakan ceramah. untuk kitab Ghoyah Wa Taqrib ini metodenya ceramah, yang ngaji kelas 2 Supaya pembelajarannya aktif dan anak-anak tidak mengantuk saya juga menggunakan metode praktek langsung.”48
Berdasarkan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa mengenai perencanaan metode ustadz pengajar menyatakan menggunakan ceramah, kitab Ghoyah Wa Taqrib ini diikut i o leh
47Darussalam, wawancara, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 17 Juli 2019
48Abdul Ghofur, Wawancara, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 17 Juli 2019.
kelas 2. Selain itu juga menggunakan metode praktek atau demonstrasi dalam pembelajaran.
c. Strategi pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib di Madrsah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Peneliti melakukan wawancara dengan Abdul Gho fur selaku Ustadz dari Kitab Ghoyah Wa Taqrib terkait perencanaan pengembangan persiapan mengajar yang dilakukan pada kegiatan Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi.
Ia berkata:
“Untuk strategi kita biasanya memberikan gambaran terlebih dahulu contoh ada air, kita biarkan siswa berfikir bebas contohnya air itu bisa untuk apa saja. Jadi kita stimulus dulu agar mereka paham benar akan kegunaan air, salah satunya bias untuk berwudhu.”49
Berdasarkan wawancara tersebut, ustadz dari Kitab Ghoyah Wa Taqrib, strategi yang dilakukan ket ika pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib adalah memberi st imulus kepada siswa untuk berfikir terlebih dahulu agar siswa benar-benar mengerti akan materi yang akan dipelajari kedepannya.
d. P e r e n c an a a n Media Pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib di Madrsah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Adapun hasil wawancara dengan pimpinan Madrasah Bapak Eko mengenai perencanaan media pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib di Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru
49Abdul Ghofur, wawancara, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 17 Juli 2019.
Banyuwangi ialah:
”Kalau soal media pembelajaran disini menggunakan papan dan spido l selain itu ya menggunakan kitab terjemahan dan kitab maknaan, karena memang adanya ya hanya itu. Disini memanfaatkan media yang ada, sekolah dijadikan laboraturium agama.”50
Penelit i juga melakukan wawancara dengan ustadz Abdul Ghofur mengenai perencanaan media pembelajaran:
“Kalau medianya ya karena memang memanfaatkan fasilitas, hanya kitab, spidol dan papan tulis. Saya memanfaatkan media apa adanya semaksimal mungkin, yang terpenting media ini tentunya membantu tersampainya pelajaran kepada anak-anak.”51
Berdasarkan ungkapan diatas dapat penelit i simpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib yakni menggunakan kitab, spidol dan papan sebagaimana adanya ustadz memanfaatkan fasilitas yang ada di lembaga.
e. P e r e n c an a a n Evaluasi Pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib di Madrsah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi
Adapun hasil wawancara mengenai perencanaan evaluasi pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib dengan Ustadz Abdul Gho fur di Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, ialah:
“Kalau evaluasi saya pertama menggunakan evaluasi tulis, anak-anak menyiapkan buku catatan kemudian membuat
50Eko , Wawanacara , Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 17 Juli 2019.
51Abdul Ghofur, Wawancara,Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 17 Juli 2019.
ringkasan materi yang telah dibahas dan evaluasi secara lisan, anak-anak dibiasakan membaca kitab dan juga tentang pengert ian dan penjelasan mengenai materi yang dibahas. Namun utuk ujian disini belum ada, karena pembelajaran kitab ini masih baru.”52
Dari ungkapan di atas dapat diketahui bahwa perencanaan evaluasi yang dilakukan pada pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib menggunakan evaluasi 1). Tes lisan berupa kemampuan murid dala m membaca kitab 2). Tes tulis dengan membuat ringkasan materi atau peta konsep.
2. Pelaksanaan Pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib di Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi.
Salah satu hal yang memegang peranan penting bagi keberhasilan kegiatan pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib yaitu proses pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan yang dimaksud adalah interaksi antara ustad dan siswa dalam proses belajar Kitab.
Dalam mengajar Kitab Ghoyah Wa Taqrib di Madrasah Diniyah Takmiliyah SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, ustadz diwajibkan mengikuti langkah-langkah yaitu ucap salam dan musafahah, muqaddimah dengan membaca basmalah, dan doa bersama. Penyampaian materi sesuai dengan perencanaan pembelajaran dan memberi stimulus untuk berfikir terlebih dahulu tentang materi yang akan disampaikan, kemudian membaca kitab, kemudian diikuti oleh santri. Selanjutnya, sebagai penutup
52Abdul Ghofur, Wawancara,Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 17 Juli 2019.
diisi dengan membaca dan mengulang materi yang disampaikan secara bersama dan dilanjutkan do’a bersama.
Peneliti melakukan wawancara dengan Abdul Ghofur sebagai ustadz. Ia menyampaikan:
“Pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib pada kegiatan madrasah setiap hari senin , dimulai dari jam 13.15 sampai 14.00. Sebelum dimulai, kita terlebih dahulu membaca do`a bersama-sama. Lalu ustad memberikan muqoddimah atau pengantar tentang keutamaan ilmu dan dilanjutkan dengan pelajaran kitab. Cara kita belajar kitab awalnya ustad membacakan terlebih dahulu kemudian siswa menirukan.”53
Berdasarkan wawancara tersebut, pelaksanaan pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib pada kegiatan madrasah setiap hari senin , dimulai dari jam 13.15 sampai 14.00.
Sebelum proses pembelajaran dimulai siswa terlebih dahulu membaca do`a yaitu do`a sebelum belajar, dan do`a kelancaran bicara secara bersama-sama. Sebelum memulai kegiatan belajar kitab, ustad memberikan muqoddimah atau pengantar terkait pentingnya menuntut ilmu khususnya dalam ilmu fiqih.
a. Penguasaan materi Kitab Ghoyah Wa Taqrib
Peneliti melakukan wawancara dengan Abdul Ghofur selaku ustadz berkaitan dengan ketercapaian kompetensi dalam pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib pada kegiatan Madrasah Diniyah Takmiliyah yang harus dikuasai siswa. Ia mengatakan.
“Hal yang utama yang perlu dikuasai siswa adalah mampu memahami dan mengerti isi kitab. Apalagi kitab Ghoyah Wa Taqrib ini terbilang mudah dimengerti lebih-lebih saya juga
53Abdul Ghofur, wawancara, Lembaga SMP Negeri 1 Kalibaru Banyuwangi, 24 Juli 2019
menggunakan terjemahannya,jadi siswa tidak terlalu sulit untuk belajar fiqih. Selain itu bisa membaca kitab Ghoyah Wa Taqrib dengan baik dan benar, setelah itu mampu mengaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih yang diharapkan agar siswa SMP yang dipandang hanya mampu dibidang pengetahuan umum nyatanya mampu dan bisa membaca kitab tentang ilmu-ilmu fiqih yang notabenenya adalah ilmu berbasis agama.
Berdasarkan wawancara tersebut, kriteria yang perlu dikuasai oleh siswa dalam pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib yaitu tentang membaca kitab dengan benar dan paham akan isi kitab serta mampu mengaplikasikan di dalam kehiduapan sehari-hari.
b. Metode pembelajaran Kitab Ghoyah Wa Taqrib
Pada pelaksanaan metode pembelajaran kitab Ghoyah Wa Taqrib penelit i melihat bahwa siswa tidak hanya mendengarkan dan menyimak penjelasan-penjelasan ustadz saat mengajar, siswa terkadang ditunjuk satu persatu membaca kitab beserta mengart ikannya. Setelah semua siswa selesai membaca. Lalu ustadz membaca, mengart ikan dan menjelaskan dengan interaktif, jadi ustadz menyampaikan keterangan tidak langsung menjelaskan secara menyeluruh, akan tetapi siswa diminta untuk berpendapat mengenai materi fiqih semisal materi wudlu.
Hal tersebut ditegaskan dengan wawanacara mengenai metode pembelajaran kepada Abdul Ghofur, yang mengatakan:
“Pembahasan pada materi fiqih ini ustadz tidak banyak menjelaskan atau bercerita. Anak-anak ditunjuk satu- persatu untuk membaca dan mengartikan, setelah itu selesai semua baca, biasanya dikoreksi bacaanya dan ustadz membacanya kembali sedikit demi sedikit diikuti o leh anak-anak. Sambil dijelaskan, tetapi yang lebih banyak