• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sarana dan Prasarana BMT Nuasa Ummah Cabang Sumbersari 47

BAB III METODE PENELITIAN

A. Gambaran Objek Penelitian

5. Sarana dan Prasarana BMT Nuasa Ummah Cabang Sumbersari 47

strategis, dan mengenai sarana dan prasarana sudah cukup memadai, baik sarana untuk peningkatan SDM pemasaran maupun bagi para karyawannya, keadaan gedung yang cukup megah, yang didalamnya terdapat beberapa ruangan, semua ruangan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti AC, lima buah telepon kantor, ada 4 unit komputer,mesin fax sebanyak 2 unit, terlihat juga mesin foto copy sebanyak1unit, kursi yang ada disemua ruangan di BMT Nuasa Ummah cabang Jember terdapat 10 set kursi dan meja yang mana dilengkapi juga 5buah almari dan dua papan tulis, terdapat ruangan yang dipakai untuk rapat dan juga pelatihan pengangkatan karyawan baru yang dilengkapi 1 set proyektor, adanya 2 kamar mandi, dari lengkapnya sarana dan prasarana tersebut akan berdampak baik pada kinerja karyawan karena lebih nyaman dalam bekerja.54

53 Hasil observasi, tanggal 24 juli 2016

54 Hasil observasi, tanggal 24 juli 2016

6. Profil Simpanan Berjangka Mudharabah (SIBERKAH)

Simpanan yang pengambilanya dapat dilakukan pada jangka waktu selama 1 tahun besar setoran minimal Rp. 100.000,- dengan imbalan hasil anggota : 65% dan BMT 35%55

7. Legalitas BMT Nuasa Ummahh Cabang Sumbersari

KSPP (Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan) SYARIAH MBT NU dilahirkan pada tanggal 01 juli 2004. Pada awal berdirinya sesuai dengan kesepakatan di awal pendirianya. Kelahiran KSPP (Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan) SYARIAH BMT Nuasa Ummahh tidak dibarengi dengan legalitas hukum. Hal ini dimaksudkan agar tidak semakin menambah daftar koperasi yang ada badan hukumnya namun usahanya tidak ada. Para pendiri dengan MWC NU Gapura waktu itu menyepakati agar legalitas hukumnya diupayakan setelah melihat adanya menguatnya kepercayaan masyarakat. Perkembagan yang signifikan serta prospek uasaha yang mengembirakan.

Akhirnya melalui rapat anggota (RAT) tahun buku 2006. Anggota memberikan amanat kepada pengurus agar legalitasnya di upayanyak pada tahun 2007. Adapun legalitas hukum yang diperoleh pada tahun 2007 sebagai berikut :

1. Akte Notari Nomor : 10 Tanggal 4 Mei 2007

2. Badan Hukum : 188.4/11/BH/XVI.26/435.113/2007 3. SIUP : 503-6731/SIUP-K/435.114/2007

55 Dokumentasi BMT Nuansa Ummah, diakses pada tanggal 11 agustus 2016

4. TDR : 132125200588

5. NPWP : 02.5999.962.4-608.000

Selanjutnya melalui rapat anggota (RAT) tahun buku 2013.

Anggota memberikan amanat kepada pengurus agar melakukan ekspansi usaha dengan membuka kantor cabang diluar kabupaten Sumenep.

Amanta tersebut oleh pengurus di tindak lanjuti dengan di awali perubahan anggaran dasar dan perubahan alih bina dari tingkat kabupaten Sumenep menjadi tinggkat provinsi Jawa Timur.

Sesuai dengan ketentuan anggaran dasar KSPP (Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan) SYARIAH BMT Nuansa Ummahh pasal 19 perubahan anggaran dasar harus melalui rapat anggota khusus. Rapat anggota khusus telah dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2014 akhirnya pada tahun 2014 telah memperoleh legalitas hukumnya sebagai berikut :

1. Akte Notaris No. 14 Tanggal 12 November 2014 2. Surat Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar No :

P2T/9/09.02/01/XII/2014

3. Surat Izin Usaha Simpan Pinjam Nomor : P2T/25/09/.06/01/XII/201456

56 Dokumentasi BMT Nuansa Ummahh, diakses pada tanggal 24 juli 2016

8. Stuktur Organisasi BMT Nuasa Ummahh Cabang Jember

RAPAT ANGGOTA

PENGURUS PUSAT

DIREKSI

PENGAWAS CABANG MWC NU SUMBERSARI

Kepala Cabang Muh Jailani, S.Pd.i

Bagian Keuangan & ADUM Lailatuzzumroh Al-Faizah, SE.sy

Teller

Iis Ariska Jaya Kusumawati

Bagian Pembiayaan Rifqiyatus Sholihin, S.Pd.i

ANGGOTA

Bagian Tabungan

KETERANGAN :

A. DEWAN SYARIAH CABANG57 1. Tugas pokok dan tanggung jawab

a. Memberikan penilaian terhadap kegiatan KJKS BMT NU cabang terutama yang menyangkut dengan aspek syariah.

b. Mengawasi dan menjaga agar kegiatan usaha usaha KJKS BMT NU Cabang tidak menyimpang dari prinsip-prinsip dan norma yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

c. Memberikan saran kepada kepala cabang baik diminta maupun tidak diminta terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sistem syariah.

d. Melakukan review secara berkala atas pemenuhan prinsip syariah terhadap mekanisme penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa.

e. Menelaah dan menganalisa produk KJKS NU dari segi syariah.

f. Mengawasi dan memantau kegiatan operasional KJKS BMT NU Cabang untuk menjamiin kepatuhannya terhadap keputusan dewan syariah pusat.

g. Memberikan masukan dan opini pada seluruh pedoman kerja operasional dan manual produk.

B. PENGAWAS CABANG

1. Tugas pokok dan tanggung jawab

57 Dokumentasi BMT Nuasa Ummahh, diakses pada tanggal 24 juli 2016

a. Memberikan pelayanan terhadap keputusan kegiatan KJKS NU cabang

b. Memastikan untuk terselenggaranya pelaksanaan prinsip-prinsip kepatuhan.

c. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab

d. Pengelolaan cabang serta memberikan nasehat

e. Melaksanakan pengawasan atas resiko usaha KJKS BMT NU Cabang dan upaya manajemen melakukan pengendalian internal f. Melakukan audit terhadap KJKS BMT NU Cabang

g. Meneliti catatan dan pembukuan yang ada pada koperasi

h. Melakukan penilaian kesehatan keuangan KJKS BMT NU Cabang

i. Memastikan terselenggaranya pelaksanaan tatatekola koperasi yang baik (good corporate governmance). Dalam segala kegiatan usaha KJKS BMT NU

j. Melakukan kontrol secara menyeluruh dan memberikan arahan dalam upaya pengembangan dan meningkatkan kualitas KJKS BMT NU Cabang demi tercapainya target usaha.

k. Secara berkala dan terencana melakukan pengawasan, pengendalian monitoring dan audit keuangan.

l. Memantau dan menjaga kepatuhan koperasi terhadap seluruh perjanjian dan komitmen yang telah di sepakati bersama.

m. Memastikan bahwa seluruh kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur, serta kegiatan yang dilakukan KJKS BMT NU Cabang telah sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang- undangan yang berlaku termasuk prinsip syariah.

n. Melakukan tindakan pencegahan agar kebijakan dan keputusan yang diambil tidak menyimpang dari ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk prinsip syariah.

o. Memutuskan strategi guna mendorong terciptanya budaya kepatuhan pengelola.

p. Mengusulkan kebijakan kepatuhan atau prinsip-prinsip kepatuhan.

q. Memberikan koreksi, saran, teguran dan peringatan kepada pengelola cabang.

r. Merahasikan hasil pengawasan terhadap pihak ketiga.

s. Menghadiri rapat pengawasan dan rapat pengelola.

t. Memberikan masukan kepada kepala cabang sekurang- kurangnya meliputi

u. Penyusunan kebijakan, strategi, dan pedoman penerapan manajemen risiko

v. Perbaikan dan penyempurnaan pelaksanaan manajemen risiko berdasarkan hasil evaluasi

C. KEPALA CABANG

1. Tugas pokok dan tanggung jawab

a. Menyusun visi, misi dan nilai-nilai rencana strategi dalam bentuk rencana kerja dan rencana bisnis (Business plan)

b. Menyusun serta menelaah manajemen risiko

c. Mengajukan RK dan RAPB kantor cabang KJKS BMT NU kepada pengurus pusat

d. Melakukan pengelolaan KJKS BMT NU sesuai wewenang dan tanggung jawab sesuai anggaran dasar, peraturan khusus yang berlaku dan prinsip-prinsip koperasi.

e. Melakukan kontrol secara keseluruhan dan memberikan arahan dalam upaya mengembangkakn dan meningkatkan kualitas KJKS BMT NU demi tercapainya target usaha.

f. Mengendalikan aktivitas funding dan landing di KJKS BMT NU g. Melakukan kontrol atau cek keuangan.

h. Mengupayakan terjaganya likuiditas dengan mengatur manajemen dana seoptimal mungkin hingga tidak terjadi dana rush maupun idle.

i. Memberikan masukan pada pengelola mengenai strategi yang dapat dikembangkan KJKS BMT NU dalam mencapai target.

j. Memimpin rapat-rapat untuk membahas capaian target dan kendala-kendala yang dihadapi KJKS BMT NU.

k. Mengadakan evaluasi secara berkala terhadap realisasi pencapaian target dan menetapkan langkah-langkah peningkatan kinerja yang harus dilakukan.

l. Menyelengarakan rapat dengan pengasa dan melaporkan perkembangan cabang KJKS BMT NU secara periodik.

m. Menjaga kondisi kerja yang aman, nyaman, harmonis, dan kondusif.

n. Meningkatkan kualitas sumber daya insane KJKS BMT NU.

o. Mengendalikan sumber daya yang dimiliki BMT NU Cabang secara efektif dan efisien.

p. Menyediakan data dan informasi yang akurat, relevan dan tepat waktu kepada pengurus pusat atau direksi

D. BAGIAN KEUANGAN

1. Tugas pokok dan tanggung jawab a. Melakukan penghimpunan dana

b. Mencari terobosan sumber – sumber dana alternatif.

c. Memonitoring saldo simpanan masing – masing anggota dan calon anggota

d. Membuat analisa prediksi penarikan tabungan pada setiap awal bulan untuk disampaikan kepada kepala cabang.

e. Membuat atau mengevaluasi produk KJKS BMT NU sesuai dengan kebutuhan pasar.

f. Menginventariskan kendala perolehan dana tabungan

g. Menyusun strategi sosialisasi, promosi untuk meningkatkan kemajuan produk tabungan KJKS BMT NU.

h. Meminta pihak-pihak tertentu yang memegang tanggung jawab dana KJKS BMT NU (uang muka biaya, pinjaman lainnya).

Untuk cepat menyelesaikannya.

i. Melakukan perencanaan anggaran rumah tangga KJKS BMT NU dan mengajukan kepada kepala cabang.

j. Melakukan evaluasi, kontrol dan upaya-upaya apabila terjadi hal-hal diluar kebiasaan (pembengkaan biaya operasional ).

k. Melakukan pengawasan atas pembayaran kewajiban setiap akhir bulan seperti pembayaran rekening, pajak dan lain-lain.

l. Menilai dan mengevaluasi kinerja juru tabungan dan teller E. BAGIAN PEMBIAYAAN

1. Tugas pokok dan tanggung jawab

a. Bertanggung jawab terhadap terlaksananya prosedur pembiyaan dari pengajuan hingga realisasi.

b. Mencari terobosan dan merumuskan pola penyaluran dana c. Menyusun strategi sosialisai, promosi untuk meningkatkan

kemajuan produk pembiayaan kantor KJKS BMT NU

d. Membuat analisa prediksi penyaluran pembiayaan pada setiap awal bulan untuk disampaikan kepada kepala cabang.

e. Menjalin hubungan dengan anggota dan mitra khususnya hal dalam penanganan komplain , pengukuran kepuasan anggota serta calon anggota dan sebagainya.

f. Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan, kinerja dan prosedur- prosedur yang telah ditetapkan.

g. Membuat laporan kegiatan kepada kepala cabang sebagai pertanggung jawaban seluruh aktivitias pembiayaan.

h. Bertanggung jawab terhadap administrasi pembiayaan.

i. Memantau jadwal angsuran dan pelunasan pembiayaan.

j. Melakukan pembinaan terhadap usaha yang dilakukan oleh anggota.

k. Memasikan analisis pembiayaan telah dilakukan dengan tepat dan lengkap sesuai dengan kebutuhan dan mempresentasikan dalam rapat komite.

F. BAGIAN ADMINISTRASI DAN UMUM 1. Tugas pokok dan tanggung jawab

a. Memberikan pelayanan secara prima kepada setiap anggotan dan calon anggota

b. Memberikan penjelasan tentang produk BMT NU kepda anggotan dan calong anggota.

c. Bertanggung jawab penyediaan, pelaksanaan dan pengarsipan administrasi tabungan dan pembiayaan.

d. Melakukan control terhadap kehadiran karyawan

e. Membuat rekapitulasi kehadiran karyawan berkenaan dengan pengajuan gaji.

f. Mendokumentasikan seluruh arisp yang berkenaan dengan prestasi dan kondisi kerja karyawan kedalam masing-masing map fole karyawan.

g. Memperhatikan masukna serta keluhan anggota dan mitra atas pelayanan KJKS NU dan membahasnya pada tingkat rapat evaluasi untuk mendapatkan jalan keluar.

h. Menyelenggarkan aktivitas seluruh unit kerja layanan jasa.

i. Menyediakan dan mengarsip administrasi yang berkaitan dengan tugas – tugas pengelola kantor cabang.

j. Menjalankan tugas-tugas yang diminta oleh atasan sehubungan dengan fungsi kerjanya.

G. TELLER

1. Tugas pokok dan tanggung jawab.

a. Mengambil cah box selambat-selambatnya pada jam 07.20 WIB.

b. Menghitung keadaan keuangan atau transaksi setiap hari.

c. Melakukan chek fisik uanga tunai setiap hari.

d. Mencatat dan menginput seluruh transaksi harian.

e. Melakukan verifikasi dan transaksi harian.

f. Mengatur dan menyiapkan pengeluaran uang tunai baik pembiayaan maupun simpanan yang telah disetujui oleh kepala cabang.

g. Menghitung dan memeriksa uang tunai hasil transaksi pada hari yang bersangkutan.

h. Membuat laporan transaksi harian.

i. Bersama-sama dengan bagian keuangan melakukan chek fisik uang tunai setiap akhir pekan.

H. JURU TABUNGAN

1. Tugas pokok dan tanggung jawab.

a. Bertanggung jawab seluruh transaksi di lapangan pada hari yang sama sebelum tutup kasi. Dan jika pada saat kas telah ditutup tetapi masih di lapangan, maka transaksi dilakukan keesokan harinya dan atas sepengatahuan kepala cabang.

b. Bertanggung jawab penuh atas seluruh transaksi yang terjadi lapangan.

c. Menerima uang modal untuk transaksi di lapangan dengan nominal yang ditetapkan oleh kepala cabang dan bagian keuangan.

d. Memastikan simpanan yang harus dijemput telah dilaksanakan seusia dengan waktu yang telah ditentukan.

e. Memastikan tidak ada selisih antara dana yang dijemput dengan dana yang disetorkan ke teller.

Jumlah pengelola dan kantor cabang sampai dengan tanggal 30 september 2015 KSPP, SYARIAH, BMT NU memiliki pengelola sebanyak 104 (seratus empat) orang. Dengan jumlah kantor cabang sebanyak 16 (enam belas) kantor cabang dengan rincian sebagai berikut

1. Kabupaten Sumenep12 kantor cabang

2. Kabupaten Pamekasan 2 kantor cabang 3. Kabupaten Sampang 1 kantor cabang 4. Kabupaten Jombang 1 kantor cabang 5. Kabupaten Jember 5 kantor cabang.58 B. Penyajian Data dan Analisis

Bagian ini merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti di BMT Nuasa Ummah dengan mengunakan metode wawancara dan dokumenter.

Berikut ini data-data yang peneliti peroleh dari pengumpulan data di lapangan yaitu mengenai implementasi prinsip ekonomi Islam dalam simpana berjangka mudharabah di BMT Nuasa Ummah cabang Sumbersari

1. Implementasi Prinsip Tauhid Pada Simpanan Berjangka Mudharabah

Simpanan berjangka adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan BMT yang bersangkutan.

Dalam Siberkah menggunakan sistem bagi hasil, dimana dalam hal ini, BMT bertindak sebagai pengelola dana (mudharib), sedangkan nasabah bertindak sebagai pemilik dana (shahibul mal). Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, BMT dapat melakukan berbagai macam usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah serta

58 Dokumentasi BMT Nuansa Ummahh, diakses pada tanggal 24 juli 2016

mengembangkannya, termasuk melakukan akad mudharabah dengan pihak ketiga.

Pada Siberkah yang di aplikasikan oleh BMT menggunakan akad mudharabah mutlaqah yang bagi hasilnya dikeluarkan setiap bulannya oleh BMT, bagi hasil yang dikeluarkan setiap bulannya oleh BMT Nuasa Ummah cabang Sumbersari merupakan bentuk sportifitasnya kepada nasabah karena nasabah sudah mendepositkan modalnya kepada BMT Nuasa Ummah.

Berikut hasil wawancara penulis dengan Lailatuzzumroh Al- Faizah selaku bagian keuangan dan adum BMT Nuasa Ummah Cabang Sumbersari tentang sportifitas pada Siberkah, mengatakan bahwa :

“lembaga ini dalam menerapkan produk – produk bmt berdasarkan transparansi informasi, keadilan bersama. Segala informasi tentang siberkah sama – sama mengetahui antara bmt dan nasabah, salah satu produknya yaitu siberkah karena itu pada tabungan siberkah menghasilkan bagi hasil setiap bulannya kepada nasabah.”59

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Iis Ariska Jaya Kusuma Wati selaku teller bahwa :

“sportifitas ialah suatu tindakan yang dilakukan oleh kedua belah pihak secara adil jadi dalam siberkah BMT dalam memberikan bagi hasil jika nasabah sudah terlebih dahulu menjadi anggota di BMT dan mendepositkan dananya dalam siberkah”60

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Bapak Muhdori selaku nasabah BMT, bahwa :

59 Lalatulzumroh Al-Faizah,Wawancara, 5 Oktober 2016

60 Iis Ariska Jaya Kusuma Wati,Wawancara, 5 Oktober 2016

“menurut saya siberkah dalam BMT ini sportif karena pencairan dari bagi hasil yang saya dapatkan setiap bulannya tidak pernah telat”61

Dan diperkuat oleh Bapak Muhammad Jaelani selaku kepala cabang BMT Nuasa Ummah Cabang Sumbersari mengatakan, bahwa :

“Alhamdulillah di bmt nu ini sportif semua yaitu tidak membeda- bedakan nasabah dengan perlakuan yang berbeda, nasabah dengan cara mengikuti semua peraturan dan prosedur dan juga dari bmt sendiri dengan memberikan bagi hasil kepada nasabah.”62

Dari hasil wawancara di atas dapat diambil kesimpulan bahwa untuk bagi hasil simpanan berjangka mudharabah, nasabah harus mendepositkan dananya terlebih dahulu, kemudian nasabah akan mendapatkat keuntungan bagi hasilnya dari BMT setiap bulannya.

Menurut penjelasan Kepala Cabang BMT NU Cabang Sumbersari keuntungan atau bagi hasil dari simpanan berjangka mudharabah yang dikelola oleh Pihak BMT NU Cabang Sumbersari, bisa diambil setiap bulan atau bisa juga setiap tiga bulan sekali.

Dalam pengelolaan dananya mudharabah mutlaqah, pemilik dana tidak memberikan batasan atau persyaratan tertentu kepada BMT dalam mengelola investasinya, baik yang berkaitan tempat, cara maupun objek investasinya. Dengan kata lain, BMT mempunyaih hak dan kebebasan sepenuhnya dalam menginvestasikan dana ini keberbagai sektor bisnis yang diperkirakan akan memperoleh keuntungan.

Dengan demikian, BMT dalam kapasitasnya sebagai mudharib harus memiliki sifat jujur dalam pengelolaan dananya, berikut adalah

61 Muhdori,Wawancara, 8 Oktober 2016

62 Muhammad Jaelani,Wawancara, 6 Oktober 2016

wawancara peneliti dengan Ibu Iis Ariska Jaya Kusuma Wati selaku teller mengatakan, bahwa :

“jujur ialah kesamaan informasi yang diperolehdari pihak bmt dan nasabah., kalau tidak jujur tidak akan di percaya dengan nasabah., dan tidak akan deposit di bmt nu.”63

Hal senada juga disampaikan oleh Lailatuzzumroh Al-Faizah selaku bagian keuangan dan adum, bahwa :

“berbicara apa adanya tentang sebuah produk, tanpa memberi tambahan dan mengurangi dari produk tersebut, dalam produk siberkah, BMT selalu jujur dalam pencairan bagi hasil yang didapatkan BMT dari dana yang telah dikelola oleh BMT”64

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Bapak Muhdori selaku nasabah BMT, bahwa :

“saya rasa, selama ini BMT sampai saat ini selalu jujur dalam memberikan bagi hasil dari dana yang saya depositokan yang dikelola oleh BMT” 65

Dan diperkuat oleh Bapak Muhammad Jaelani selaku kepala cabang BMT Nuasa Ummah Cabang Sumbersari mengaatakan, bahwa :

“sikap saling memberikan informasi sesuai faktanya, kejujuran merupakan prinsip kerja bmt nu.,dengan cara pengelolaan dananya harus jujur dan di kelola sebaik mungkin sampai benar benar memberikan manfaat kepada kita semua.”66

Dari Pengakuan tersebut jelas bahwa, bahwa BMT NU dalam pengelolaan dananya harus jujur karena nasabah sudah tidak memberikan batasan atau persyaratan tertentu kepada BMT dalam mengelola investasinya, baik yang berkaitan tempat, cara maupun objek investasinya.

63 Iis Ariska Jaya Kusuma Wati,Wawancara, 5 Oktober 2016

64 Lalatulzumroh Al-Faizah,Wawancara, 5 Oktober 2016

65 Muhdori,Wawancara, 8 Oktober 2016

66 Muhammad Jaelani,Wawancara, 6 Oktober 2016

Karena tidak ada batasan dalam pengelolaan dananya BMT juga harus bertanggung jawab atas segala sesuatu yang timbul akibat kesalahan atau kelalainya. berikut adalah wawancara peneliti dengan Lailatuzzumroh Al-Faizah selaku bagian keuangan dan adum mengatakan, bahwa :

“sebuah konsikuensi terhadap suatu tindakan sehingga bmt bertanggung jawab segala konsikuensi dan risiko yang akan terjadi pihak bmt menerbitkan standart operasional prosedur/ SOP yang berkaitan dengan siberkah, Bmt nu mengambil Tanggung jawab sepenuhnya pada tabungan siberkah baik dari bagi hasil perbulannya dan juga dari pengelolaan dananya.”67

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Iis Ariska Jaya Kusuma Wati selaku teller, bahwa :

“bentuk sikap yang dilakukan ketika salah satu pihak mengalami permasalah, BMT bertanggung jawab jika terjadi permasalahan atau kejadian yang tidak terduga, hal tersebut sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yaitu anggota dan BMT”68

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Bapak Muhdori selaku nasabah BMT, bahwa :

“seperti yang dikatakan bmt diawal pembukaan deposito, jika terjadi maka pihak bmt akan menyelidiki terlebih dahulu permasalahan yang terjadi baru akan mengangambil sebuah tindakan”69

Dan diperkuat oleh Bapak Muhammad Jaelani selaku kepala cabang BMT Nuasa Ummah Cabang Sumbersari mengaatakan, bahwa :

“menanggung semua resiko yang terjadi karena kesalahan mismanajemen bank, jika terjadi kesalahan dari nasabah maka pihak bank akan memberi pengarahan dan solusi alternatif, Bmt nu ini prinsip kerjanya jujur giat dan iklas, dari prinsip tersebut akan menimbulkan rasa tanggung jawab terhadap simpanan berjangka mudharobah., jadi bmt nu

67 Lailatuzzumroh Al-Faizah,Wawancara, 5 Oktober 2016

68 Iis Ariska Jaya Kusuma Wati,Wawancara, 5 Oktober 2016

69 Muhdori,Wawancara, 8 Oktober 2016

ini sepenuhnya bertanggung jawab atas semua transaksi yang diaplikasikan oleh bmt”70

Dapat disimpulan dari wawancara diatas bahwa BMT Bertanggung jawab jika ada sesuatu yang buruk terjadi tetapi hal terebut harus diselidiki terlebih dahulu oleh BMT, BMT tidak bertanggung jawab terhadap kerugian yang bukan disebabkan oleh kelalainya. Namun, apabila yang terjadi adalah salah urus (mismanagement), BMT bertanggung jawab terhadap kerugian tersebut.

Akad mudharabah merupakan sistem bagi hasil dan tidak mengandung usur riba berikut adalah wawancara peneliti dengan Lailatuzzumroh Al-Faizah selaku bagian keuangan dan adum mengatakan, bahwa :

“pengambilan tambahan pada siberkah secara batil / bertentangan dengan prinsip muamalah dalam islam, Bagi hasil yg di dapat dari siberkah tidak mengandung riba karna menggunakan akad mudharobah.”71

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Iis Ariska Jaya Kusuma Wati selaku teller, bahwa :

“pengambilan keuntungan berlebihan adalah riba, dalam produk siberkah kami menggunakan bagi hasil dan tidak menggunakan sistem bunga, jadi tidak ada unsur riba pada produk siberkah”72

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Bapak Muhdori selaku nasabah BMT, bahwa :

“menurut saya tidak ada riba, karena dari pihak BMT juga di awal telah menjelaskan bahwa siberkah menggunakan sistem bagi hasil

70 Muhammad Jaelani,Wawancara, 6 Oktober 2016

71 Lailatuzzumroh Al-Faizah,Wawancara, 5 Oktober 2016

72 Iis Ariska Jaya Kusuma Wati,Wawancara, 5 Oktober 2016

dimana hasil yang didapat saya berubah-ubah setiap bulanya sesuai dengan apa yang didapatkan BMT dalam pengelolaanya.”73

Dan diperkuat oleh Bapak Muhammad Jaelani selaku kepala cabang BMT Nuasa Ummah Cabang Sumbersari mengaatakan, bahwa :

“tambahan yang diberikan yang tidak sesuai dengan ajaran islam, semua transaksi yang dilakukan di bmt nu ada akadnya semua, pada tabungan siberkah ini menggunakan akad mudharobah mutlaqoh dimana nasabah memberikan keluasan kepada bmt dalam pengelolaan dananya yang labanya dinamakan bagi hasil., jadi tabungan siberkah ini tidak ada riba.”74

Dari sini juga jelas bahwa transaksi yang dilakukan oleh kedua belah pihak antara nasabah (shahibul amal) dan BMT (mudharib) adalah transaksi bebas riba karena dalam akad nya menggunakan mudharabah yang sistem keuntungannya menggunakan bagi hasil bukan menggunakan sistem bunga.

Kesimpulan dari semua pemaparan diatas bahwa tidak ada unsur penipuan dalam siberkah berikut adalah wawancara peneliti dengan Ibu Iis Ariska Jaya Kusuma Wati selaku teller mengatakan, bahwa :

“Produk siberkah tidak ada unsur penipuan karena sejak awal pembukaan deposito bagi nasabah baru pihak BMT sudah secara mendetail menjelaskanyan tentang produk siberkah”75

Hal senada juga disampaikan oleh Lailatuzzumroh Al-Faizah selaku bagian keuangan dan adum, bahwa :

“adanya ketimpangan informasi yang diperoleh pihak bmt dari nasabah atau sebaliknya sehingga hal tersebut berdampak kerugian pada salah satu pihak baik kerugian materi / immateri, tidak ada unsur penipuan dalam siberkah , karna simpanan berjangka mudharobah yang

73 Muhdori,Wawancara, 8 Oktober 2016

74 Muhammad Jaelani,Wawancara, 6 Oktober 2016

75 Iis Ariska Jaya Kusuma Wati,Wawancara, 5 Oktober 2016

Dokumen terkait