BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Pembahasan Temuan
Berdasarkan data wawamcara, observasi, serta dokumentasi selanjutnya disajikan dengan data serta analisis. Data diolah sesuai fokus penelitian. Temuan dilapangan yakni:
1. Tinjauan Siyasah Qadha’iyyah Terhadap Pelaksanaan Fungsi Dan Peran Pengadilan Agama Jember Dalam Penyelesaian Perkara Waris
Peninjauan ini dimulai bagaimana peneliti menelaah peroses peradilan di masa Rasulallah SAW. Proses peradilan waktu Rasulullah SAW sangat sederhana, bila terdapat masalah akan segera datang pada Rasulallah SAW untuk meminta putusan tanpa menunggu. Putusan Rasulallah SAW bersifat fatwa dengan model tanya jawab. Walaupun peradilan waktu Rasulallah SAW terbilangtidak formal namun rukun al- Qada terpenuhi, yakni hakim, hukum, tergugat, al-mahkum „alaih serta penggugat.68
Dari banyaknya permasalahn yang dituntaskan Rasulallah SAW sifatnya penyelesaian informal. Walaupun peradilan waktu Rasulallah SAW. tidak formal namun putusan Rasulallah SAW benar sehingga dihormati seluruh pihak. Kesederhanaan ini terlihat sebab belum ada gedung peradilan, administrasi serta tidak banyak kasus untuk dituntaskan.
Dalam pelaksanaan penyelesaian kasus sengketa warisan di Pengadilan Agama Jember tentunya melakukan sama dengan Rasulallah SAW. Sebagai mana pemaparan teks di atas dengan dasar hukum yang di pakai berasaskan teks Undang-Undang atau KHI yang menjadi dasar ijtihad dalam penentuan bagian atau putusan hakim sedangkan pada
68 Abdul Manan,. Etika Hakim dalam Penyelenggaraan Peradilan: Suatu Kajian dalam Sistem Peradilan Islam. Cet. I (Jakarta: Prenada Media Group, 2007), 64.
zaman Nabi Muhammad SAW beliau berinteraksi langsung dan menanyakan persoalan langsung (Allah SWT).
Pengadilan Agama Jember dalam menyelesaikan perkara waris hakim menggunakan dua jalur litigasi dan non litigasi. Adapun cara non litigasi inilah dengan cara mendamaikan kedua belah pihak perkara.
Sedangkan litigasi sesuai dengan pendapat Imam Mawardi dalam penyelesaian perkara harus secara sistematis dan prosedural.
Pelaksanaan penyelesaian sengketa warisan Pengadilan Agama Jember menjunjung tinggi nilai keadailan atas hak masing masing individu yang sedang bersengketa sesuai bagaimna visi misi Pengadilan Agama Jember. Dalam Visi dan misi Pengadilan Agama Jember sejalan dengan persidangan Rasulallah SAW. Persidangan pada zaman Rasulallah SAW. Proses persidangan berlangsung sangatlah sederhana namun tetap menjunjung nilai keadilan. Rasulallah SAW berpesan Ali r.a supaya tidak tergesa menentukan hukum sebelum mendengar keterangan kedua pihak. Hal ini terdapat dalam firman Allah surah al- Anfal ayat 27 sebagai berikut:
Artinya: “Hai orang beriman, janganlah kamu berhianat dengan Allah dan Rosulnya dan janganlah kamu juga menghianti amanat- amanat yang dipercayakan terhadapmu, sedangkan kamu sudah mengetahuinya”69
69 Departemen Agama Republik Indonesia, Alqur‟an dan Terjemah, (Bandung:
Mizan Media Utama, 2009), 27.
Ada riwayat ayat perihal memberikan amanat serta hak untuk yang berhak dan menghukum dengan adil ini kisah saat pembukaan kota Mekkah. Penjaga ka’bah yakni Utsman bin Abd al-Dar mengunci ka’bah. Abbas mengambil paksa kuncinya. Rosulullah menyuruh Ali r.a untuk meminta Abbas mengembalikan kunci serta meminta maaf pada Utsman bin Abd al-Dar. Ali r.a menceritakan pada Utsman bin Abd al Dar ayat ini diturunkan padanya. Utsman bin Abd al-Dar memeluk Islam.70
Perintah awal ayat ini agar amanat dengan diberikan pada ahli tiap muslimin. Terdapat hak dirinya atau orang lain dan Allah secara umum.71
Adapun salah satu contohnya yakni amanah seperti patuh dan menjauhi larangan. Menjaga amanah yakni tidak dijalankan kecuali yang berguna untuk dunia serta akhirat. Menjaga amanah untuk orang lain yakni tidak menipu saat bermuamalat, berjihad, serta nasihat.
Keadilan termasuk asas kepimpinan. Dari dasar hukum Islam.
Wajib untuk masyarakat sosial supaya yang lemah mampu mengambil haknya dari yang kuat. Semua syariat dari Allah mewajibkan keadilan.
Wajib untuk hakim melestarikan keadilan.
Pada proses penuntasan sengketa warisan di Pengadilan Agama Jember ini. Pada peradilan terdapat hakim, hakim ialah yang di angkat
70 Abd al-Haqq bin. al-Muharrir al-Waji Athiyyah (Beirut: Dâr `Ibn Hazm, 2002), 232.
71 Ismail bin Umar bin `Ibn Katsir, Tafsîr Al-Qur`an Al-„Adzim (Beirut: Dâr `Ibn Hazm, 2000), 341.
untuk melaksanakan dakwaan serta persengketaan menuntaskan perkara tersebut.
Adapun syarat jadi hakim yakni:
1. Islam 2. Baligh 3. Berakal 4. Adil
5. Sehat jasmani serta rohani 6. Mampu baca tulis
7. Dhabit/tidak pelupa
8. Paham dasar hukum pada Al-Qur’an serta As-Sunnah 9. Paham cara ijtihad dan dapat menjalankannya
10. Paham bahasa arab serta semua cabang ilmu Rosulullah dalam sabdanya yang berbunyi:
Artinya: “Diriwayatkan dari Buraidah RA, dia berkata,
“Rasulullah SAW telah bersabda. “Hakim itu ada tiga macam, yaitu dua orang berada (akan menjadi penghuni) di neraka dan seorang lagi berada (akan menjadi penghuni) di surga. Seorang hakim yang mengetahui kebenaran, kemudian dia menetapkan hukuman berdasarkan kebenaran tersebut maka dia berada (akan menjadi penghuni) di surga; Seorang hakim yang mengetahui kebenaran, tetapi tidak menetapkan hukuman berdasarkan kebenaran tersebut dan menyimpang dari kebenaran dalam menerapkan hukum, dia berada (akan menjadi penghuni) di neraka; dan Seorang hakim yang tidak mengetahui kebenaran, kemudian menetapkan hukum berdasarkan ketidaktahuannya, dia berada (akan menjadi penghuni) di neraka”. (H.R. Imam Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali dan dinyatakan shahih oleh Al- Hakim).
Dalam hadits di atas terdapat penekanan penjelasan terhadap kelebihan orang yang berkecimpung dalam peradilan yang mengetahui kebenaran dan menetapkan hukum berdasarkan kebenaran. Jika hakim mengetahui kebenaran, tetapi tidak menetapkan hukum berdasarkan kebenaran tersebut maka ia mendapatkan acaman api nerakanya Allah SWT.
Pada penelitian ini, peneliti mengamibil sampel kasus seperti yang tertera dia atas sebagai mana Jawahir sebagai tergugat dengan saudara- saudara Sari (penggugat). Pada kasus ini peradilan yaitu Pengadilan Agama Jember yang mempunyai kewenangan mengadili karena berada di daerah yuridiksinya, dalam pencarian keadilan tidaklah mudah karena perlunya analisis yang tepat dalam sebuah kasus perkara sehingga putusan yang di hasilkan bisa di terima oleh masing-masing individu saling bersengketa.
Sebagaimana Rosulullah SAW menyampaikan apabila menemui sebuah persoalan persengketaan antara kedua belah pihak yang saling mengadu kebenaran, dalam hal ini keputusan tidak boleh diambil setelah qadhi (hakim) mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak.
Dalam konteks ini Rosulullah SAW. juga megharuskan adanya bukti yang dibawa oleh pelapor dan sumpah bagi yang dilaporkan.
Pembuktian-pembuktian tersebut di masa Rosulullah SAW. adalah bayyinah (fakta kebenaran), sumpah, saksi, bukti tertulis, firasat dan qur‟ah (undian).
2. Fungsi dan Peran Pengadilan Agama Jember dalam Penyelesaian Perkara Waris Secara Litigasi dan Non-Litigasi
Peradilan Agama termasuk pelaksana kekuasaan kehakiman untuk rakyat yang beragama Islam. Kekuasaan kehakiman Peradilan Agama termasuk hal sensitif, hal ini dikarenakan kebutuhan perindividu ataupun populasi. Fenomena sengketa waris dalam lembaga pengadilan khusnya di kota Jember sangat banyak di perebutkan lewat jalur mediasi dari Pengadilan Agama Jember, proses penuntasan sengketa waris di Pengadilan Agama Jember, menurut informasi dari peneliti.
Menurut kasus dalam perkara sengketa waris putusan nomor:
5614/Pdt.G/2020/PA.Jr, pihak tergugat benar-benar terbukti telah menguasai harta waris yang ditinggalkan oleh pewaris Almarhumah Asmani b B Mijadin, sehingga mengakibatkan akibat hukum bagi pelakunya, dan ini menjadi wilayah kekuasaan Pengadilan Agama Jember untuk menyelesaikannya. Hal ini tertuang pada pasal 49 UU Nomor 3 Tahun 2006. Adapun dari segi pembagiannya tertuang dalam Pasal 171 KHI dan Pasal 175 KHI.
Proses penyelesaian perkara ini melalui mekanisme pemeriksaan perkara perdata Peradilan Agama dilakukan di depan sidang pengadilan secara sistematik harus melalui beberapa tahapan. Hal ini dalam bahasa penyelesaian sengketa dipahami sebagai proses penyelesaian sengketa secara litigasi.
Adapun tahapan-tahapan tersebut yakni pertama, melakukan damai antar dua belah pihak yang bersengketa; kedua, membaca surat gugatan/permohonan; ketiga, jawaban tergugat/termohon; keempat, replk dari penggugat/pemohon; kelima, duplik dari tergugat/termohon;
keenam, pembuktan; ketujuh, kesimpulan; kedepalan, penetapan dari majelis hakim.
Berdasarakan poin pertama dapat kita pahami sebagai proses mediasi. Proses mediasi ini termasuk sebagai penyelesaian sengketa secara non-litigasi. Dalam perkara waris ini upaya mediasi yang dilakukan tidak berhasil sehingga proses pemeriksaan dilanjutkan sesuai dengan tahapan yang berlaku.
Pengadilan Agama Jember telah melakukan proses penyelesaian sengketa sesuai dengan tahap-tahapan pemeriksaan perkara perdata di Pengadilan Agama. Sehingga dalam persidangan dapat dibuktikan sebagaimana mestinya.
Fungsi dan peran Pengadilan Agama Jember dalam peyelesaian perkara waris, sama saja dengan penyelesaan perkara yang biasa terjadi di pengadilan pada umumnya. Hanya saja dalam penentuan putusannya mengacu kepada Undang-undang dan KHI. Proses tersebut dimulai dari pendaftaran maju ke meja satu Pengadilan kemudian menentukan 3 orang hakim dalam menangani kasus perkara warisan tesebut.
Kemudian dilakasanakan pemanggilan dari pihak yang bersengketa setelah itu masing masing pihak memperlihatkan alat bukti dan saksi- saksi untuk mempertahankan hak kepemilikan dari harta warisan,
setelah itu hakim mentukan bagian bagian dari ahli waris berlandaskan bukti kepemilikan dan hubungan kekerabatan dari pewaris. Namun, Yang menjadi titik masalah dalam penyelesaian sengketa warisan di Pengadilan Agama Jember yaitu ketika dalam proses persidangan tidak datangnya salah satu pihak yang bersengketa sehingga masalah urusan sengketa warisan memakan waktu yang cukup lama.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan dari uraian dan hasil penelitian yang penulis lakukan di Pengadilan Agama Jember dalam penyelesaian sengketa waris di tinjau dari Siyasah Qadha’iyyah perspektif Imam Al-Mawardi, maka penulis memberikan beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut:
1. Fungsi dan peran dalam peyelesaian perkara waris yang bersifat litigasi dan non-litigasi antara lain: fungsi mengadili, fungsi pembinaan, fungsi pengawasan, fungsi nasehat serta fungsi administratif.
2. Menurut Imam Al-Mawardi tugas hakim bersifat khusus yaitu Otoritas Hakim diperbolehkan membatasi tugasnya pada kasus tertentu dan hanya melibatkan dua pihak yang berperkara dan bersifat umum. Dapat dipahami bahwa hal ini telah sesuai dengan proses penyelesaian sengketa waris di Pengadilan Agama Jember, dimana dalam menyelesaikan perkara waris, hakim juga menggunakan dua jalur litigasi dan non-litigasi. Adapun cara non-litigasi inilah dengan cara mendamaikan kedua belah pihak perkara, sedangkan litigasi sesuai dengan pendapat Imam Al-Mawardi dalam penyelesaian perkara harus secara sistematis dan prosedural.
B. Saran
Berdasarkan proses dan hasil penelitian yang penulis lakukan di Pengadilan Agama Jember, maka penulis memberikan beberapa saran yaitu:
1. Pengadilan Agama Jember sebagai lembaga negara yang memiliki peran dan fungsi mengadili, memeriksa dan memutus perkara waris, oleh karena itu di sini nasib seseorang sangat bergantung kepada putusan hakim, ijtihad hakim dalam menentukan suatu hukum ini tidak dapat dipisahkan dari peran hakim, karena itu berilah keputusan diantara orang yang berselisih dengan adil dan janganlah mengikuti hawa nafsu.
2. Saya menyadari masih banyak kekurangan di dalam penelitian ini, dan saya berharap kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan lebih banyak sumber sehingga data yang didapat lebih bervariasi maka dalam pengambilan kesimpulan dapat lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA BUKU:
Al-Kattani, Abdul Hayyie. Hukum Tata Negara Dan Kepemimpinan Dalam Takaran Islam, trans. Al-Ahka>mus-Sutha>niyyah Wal-Wila>ya>tud-Di>niyyah Imam Al-Mawardi. Jakarta: Gema Insani Press, 2000.
Al-Anshari, Abdul Ghafur. Peradilan Agama di Indonesia Pasca UU No. 3 Tahun 2006. Yogyakarta: UII Press, 2007.
Amriani, Nurnaningsih. Mediasi Alternatif Penyelesaian Sengketa Perdata di Pengadilan Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012.
Al-Haqq bin, abd. Al-Muharrir Al-Waji Athiyyah. Beirut: Da>r Ibn Hazm, 2002.
Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka, 2012.
Creswell, John. Riset Pendidikan Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Riset Kualitatif dan Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
Djalil, Basiq. Peradilan Islam. Jakarta: Amzah, 2012.
Efrinaldi, Fiqh Siyasah: Dasar-dasar Pemikiran Politik Islam. Padang: Granada Press, 2007.
Fauzan, Darwis, Ghanaim end Nur Medan. trans. Subulus salam: Syarah Bulughul Maram Muhammad bin Ismail Al-San’ani.Jakarta: Darus Sunnah Press, 2019.
Harahap, M. Yahya. Hukum Acara Perdata Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan. Jakarta: Sinar Grafika, 2010.
HM, Sahid. Legislasi Hukum Islam di Indonesia “Studi Formalisasi Syariat Islam.” Surabaya: Pustaka Idea, 2016.
Helaluddin and Wijaya. “Analsis Data Kualitatif” sebuah Tinjauan Teori dan Praktik. Jakarta: Sekolah Tinggi Theologi Jaffray, 2019.
HS and Nurbani. Penerapan Teori Hukum. Jakarat: PT. Raja Grafindo Persada, 2013.
Helaluddin and Wijaya. “Analsis Data Kualitatif” sebuah Tinjauan Teori dan Praktik. Jakarta: Sekolah Tinggi Theologi Jaffray, 2019.
Ismail bin Umar bin `Ibn Katsir, Tafsir al-Qur`an al-„Adzim. Beirut: Dâr `Ibn Hazm, 2000.
`Ibn Katsir, Ismail bin Umar. Tafsîr al-Qur`an al-„Adzim. Beirut: Dâr `Ibn Hazm, 2000.
Jassin, Suparman. Sejarah Peradilan Islam. Bandung: CV. Pustaka setia, 2015.
Kompilasi Hukum Islam.
Manan, Abdul. Etika Hakim dalam Penyelenggaraan Peradilan: Suatu Kajian dalam Sistem Peradilan Islam. Cet. I. Jakarta: Prenada Media Group, 2007.
Mundir, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Jember: Stain Press, 2013.
Mujieb, Abdul. Kamus Istilah Fiqih. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2010.
Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya offset, 2011.
M, Hajar. Model-Model Pendekatan Dalam Penelitian Hukum dan Fiqih.
Pekanbaru: UIN Suska Riau, 2015.
Muhaimin, Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press, 2020.
Rasyid and Syaifuddin, Hukum Acara Perdata dalam Teori dan Praktik pada Peradilan Agama. Yogyakarta: UII Press, 2009.
Rusdi, Kosim. Fiqih Peradilan. Yogyakarta: Diandra Press, 2012.
Ramadhan and Zein, Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam Dalam Fiqih Siyasah. Pekalongan: PT. Nasya Expanding Management, 2019.
Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Bandung: CV. Alfabeta, 2021.
Sarmadi, Sukris. ”Hukum Waris Islam Di Indonesia Perbandingan Kompilasi Hukum Islam dan Fiqih Sunni.” Yogyakarta: Aswaja Pressindo, t.t.
Suparmoko, M. Metode Penelitian Praktis, cet Ke 1.Yogyakarta: BPFE, 1999.
Sekretariat Negara Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Kekuasan Kehakiman di Lingkungan Peradilan Agama.
Pagar. Peradilan Agama di Indonesia. Medan: Perdana Publishing, 2015.
Winarta, Frans Hendra. Hukum Penyelesaian Sengketa Arbitrase Nasional Indonesia dan Internasional. Jakarta: Sinar Grafika, 2012.
JURNAL:
Aziz, Saiful. “Posisi Lembaga Peradilan dalam Sistem Pengembangan Hukum Islam”
Jurnal Syariati Studi al-Qur‟an dan Hukum II No. 2 (November, 2016): 286, http://www.neliti.com/id/publications/301022/posisi--lembaga-peradilan-dalam- sistem-pengembangan-hukum-islam.
Hidayat, M, Susanto, Hery Agus and Hurnia H, Sinarianda. “Kewenanga Pengadilan Agama Dalam Sengketa Waris Islam Menurut Amandemen Undang-Undang No. 3 Tahun 2006 Tentang Perubahan Undang-Undang No. Tahun 1989.” Jurnal Untag, no. 01(Januari, 2019): 48.
http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/jhp17/article/view/2426/2029.
Ismaya, Samun. “Peran Pengadilan Agama Dalam Penanganan Dan Penanggulangan Perceraian.” Jurnal Kajian Hukum, Vol. 2 (2) (November, 2017): 322. http://e-jurnal.janabadra.ac.id/index.php/KH.
Rahmatullah. “Kewenangan Pengadilan Agama Dalam Menyelesaikan Sengketa Perkara Waris.” Jurisprudenti, Vol. 3 No. 2 (Juni, 2016): 128.
http://journal.uin-alaudin.ac.id/index.php/jurisprudentie/article/view/3631.
Sa’adah, Sri Lumatus, Qoryna, Baligh Maulidia and Ramadhan, Haidar Ulum Rachmad. “Status Kewarisan Orang Hilang/Mafqud Perspektif Kompilasi Hukum Islam Dan Hukum Perdata” Jurnal Rechtenstudent Vol. 2 No. 3, (Desember, 2021): 317.
Thohari, Ilham. “Konflik Kewenangan Antara Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama dalam Menangani Perkara Sengketa Waris Orang Islam.” Jurnal Universum Vol. 9 No. 2 (Juli, 2015): 178. http://repository.iainkediri.ac.id.
Zakaria, M. “Peradilan Dalam Politik Islam (Al-Qadha’iyyah Fi Siyasah Assyar’iyyah).” Jurnal Hukumah, Volume 01, No. 1 (Desember, 2017): 52.
http://ojs.staituankutambusai.ac.id/index.php/HUKUMAH/article/view/45- 58/56.
SKRIPSI:
Mayasari, Lisa. “Penyelesaian Sengketa Akibat Penguasaan Harta Oleh Salah Satu Ahli Waris (Studi Kasus Peninggalan Harta Warisan di Kelurahan Kapuas Kanan Hulu Kabupaten Sintang).” Skripsi, Universitas Tanjungpura, Pontianak, 2017.
Yurannisa, Ulfa. “Analisis Siyasah Al-Qadha’iyyah terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 39 P/Hum/2018 tentang Uji Materil Peraturan Gubernur Aceh Nomor 5/2018.” Skripsi, UIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, 2021.
Qoyimaten, Wuda. “Analisis Penyelesaian Sengketa Waris Pada Pengadilan Agama Temanggung (Studi Putusan Nomor: 0700/Pdt.G/2014/PA.Tmg).”
Skripsi, Universitas Muhammadiyah Magelang, 2018.
Sudirman, Ahmad. “Analisis Siyasah Qadhaiyyah Terhadap Peran Dan Fungsi Lembaga Pengadilan Tata Usaha Negara Dalam Mengadili Sengketa Pemilu.” Skripsi, Universitas Islam Negeri Raden Intan, Lampung, 2020.
Zuhairi, Muhammad Rizki. “Kewenangan Pengadilan Agama Padang Sidimpuan Terhadap Penyelesaian Sengketa Waris Islam (Studi Putusan Nomor:
143/Pdt.G/2016/PA.PSP).” Skripsi, Universitas Medan Area, 2019.
Rohadin, “Peran Hakim Pengadilan Agama Dalam Menyelesaikan Perkara Waris (Studi Kasus di Pengadilan Agama Jember Tahun 2013).” Skripsi, IAIN Jember, 2015.
WEBSITE:
Mahkamah Agung Republik Indonesia, “Tugas Pokok dan Fungsi Pengadilan Agama Sumber Kelas 1A” Agustus 01, 2022, https://web.pa-
sumber.go.id/tugas-pokok-fungsi/.
Pengadilan Agama Jember, Juni 22, 2022 http://pa-jember.go.id/profil/profil-pa- jember.html.
Putri, Arum Sutrisni. “Peran Lembaga Peradilan Dalam Penegakan Hukum Dan Ham,” Kompas.com, Februari 28, 2020.
https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/28/194500869/peran- lembaga-peradilan-dalam-penegakan-hukum-dan-ham.
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN
yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Ali Imbron
Nim : S20173048
Program Studi : Hukum Tata Negara/Hukum Islam
Fakultas : Syariah
Institusi : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa dalam hasil penelitan ini yang berjudul “Tinjauan Siyasah Qadha’iyyah Perspektif Imam Al-Mawardi Terhadap Peran dan Fungsi Lembaga Pengadilan Agama Jember dalam Mengadili Sengeta Waris Pada Tahun 2020-2021” adalah hasil penelitian saya sendiri, kecuali pada kutipan-kutipan yang menjadi rujukan.
Apabila dikemudian hari penelitian ini terbukti terdapat unsur-unsur penjiplakan dan ada klaim dari pihak lain, maka saya bersedia untuk diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Demikian surat pernyataan saya dibuat dengan sebenarnya dan tanpa paksaan dari siapapun.
Jember, 21 November 2022 Saya yang Menyatakan
ALI IMBRON NIM. S20173048
MATRIK PENELITIAN
Variabel Sub Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian
Tinjaun Siyasah Qadha’iyyah Perspektif Imam Al-Mawardi Terhadap Peran Dan Fungsi Lembaga Pengadilan Agama Jember Dalam Mengadili Sengketa Waris pada Tahun 2020-2021
1. Bagaimanakah Fungsi dan Peran Pengadilan Agama Jember Dalam
Penyelesaian Perkara Waris?
2. Bagaimanakah Tinjauan Siyasah Qadha’iyyah Terhadap Pelaksanaan Fungsi dan Peran Pengadilan Agama Jember Dalam
Penyelesaian Perkara Waris?
1. Siyasah Qadha’iyyah a. Pengertian Siyasah
Qadha’iyyah Perspektif Imam Al-Mawardi
b. Unsur-unsur Siyasah
Qadha’iyyah Dalam Kitab Al- Ahkamus Sulthaaniyyah c. Fungsi dan Peran Siyasah
Qadha’iyyah Dalam Penegakan Hukum
2. Pengadilan Agama Indonesia a. Pengertian Pengadilan Agama b. Kompetensi Pengadilan Agama
Terkait Waris
c. Fungsi dan Peran Pengadilan Agama Dalam Menyelesaikan Perkara
1. Sumber Data Perimer:
Hakim Pengadilan Agama Jember Dan Staf Bagian Terkait di Pengadilan Agama Jember
2.Sumber Data Sekunder:
Rujukan Buku, UU, al-Qur’an, Hadits, Jurnal, Skripsi dan Website
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian:
a. Kualitatif
b. Penelitian Lapangan (Field research)
c. Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach)
d. Pendekatan Antropologi Hukum 2. Lokasi Penelitian:
Di Pengadilan Agama Jember 3. Teknik Penentuan Subjek
Penelitian yaitu Purposivel Judmental Sampling 4. Teknik Pengumpulan Data a. Metode Wawancara b. Metode Dokumentasi 5. Teknik Analisis Data a. Reduksi Data
b. Penyajian Data c. Kesimpulan 6. Keabsahan Data a. Triangulasi
b. Menggunakan Bahan Refrensi c. Member Check
LAMPIRAN
PEDOMAN PENELITIAN A. Pedoman Observasi
Lokasi penelitian di Pengadilan Agama Jember B. Pedoman Wawancara
1. Wawancara dengan Hakim Pengadilan Agama Jember
a. Bagaimana fungsi Pengadilan Agama Jember dalam penyelesaian perkara waris?
b. Bagaimana peran Pengadilan Agama Jember dalam memutus sengketa waris?
c. Apasaja tugas hakim dalam perkara sengketa waris di Pengadilan Agama Jember?
d. Bagaimana penyelesaian sengketa waris di Pengadilan Agama Jember?
e. Bagaimana proses penyelesaian sengketa waris di Pengadilan Agama Jember?
f. Bagaimana peran Pengadilan Agama Jember dalam penyelesaian perkara sengketa waris melalui litigasi maupun non-litigasi?
g. Bagaimana proses mediasi berjalan di Pengadilan Agama Jember?
h. Bagaimana peran hakim dalam proses mediasi penyelesaian sengketa waris di Pengadilan Agama Jember?
i. Apa langkah yang diambil hakim untuk mendamaikan kedua belah pihak yang bersengketa waris di Pengadilan Agama Jember?
j. Bagaimana fungsi hakim mediator dalam penyelesaian sengketa waris di Pengadilan Agama Jember?
k. Berapakah jumlah sengketa waris pada tahun 2020-2021 di Pengadilan Agama Jember?
C. Pedoman Dokumentasi
1. Profil Pengadilan Agama Jember 2. Sejarah Pengadilan Agama Jember
3. Struktur Organanisasi Pengadilan Agama Jember 4. Data Sengketa Waris di Pengadilan Agama Jember 5. Denah Lokasi Pengadilan Agama Jember
DOKUMENTASI
Gambar 1.1 Dokumentasi bersama Resepsionis Pengadilan Agama Jember
Gambar 1.2 Dokumentasi bersama Hakim Pengadilan Agama Jember
Gambar 1.3 Dokumentasi bersama Hakim Pengadilan Agama Jember
Gambar 1.4 Dokumentasi bersama Hakim Pengadilan Agama Jember
Gambar 1.5 Dokumentasi bersama Panmud Hukum Pengadilan Agama Jember