BAB III METODOLOGI PENELITIAN
C. Lokasi Penelitian
KSP Karya Mandiri Jerowaru Jl. TQH. Muh Mutawalli Jerowaru, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
D. Informan Penelitian
Teknik pemilihan subjek atau informan adalah dengan snowball sampling yaitu teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Peneliti memilih snowball sampling karena dalam penentuan sampel, peneliti pertama-tama hanya menentukan satu atau dua orang saja tetapi karena data yang didapat dirasa belum legkap maka peneliti mencari orang lain yang untuk melengkapi data tersebut.47
E. Sumber Data
Adapun sumber data yang dipakai penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Data Primer
Sumber data primer ialah sumber yang dapat memberikan informasi secara langsung, serta sumber data tersebut memiliki hubungan dengan masalah pokok penelitian sebagai bahan
47 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2014). Hlm 302
informasi yang dicari.Dengan demikian, maka dalam data primer penelitian ini adalah data yang diambil dari sumber yang pertama berupa hasil wawancara dengan 5 (lima) orang nasabah pengusaha mikro, yang terkait dalam pembiayaan murabahah.
b. Data Sekunder
Sumber data sekunder ialah sumber-sumber yang menjadi bahan penunjang dan melengkapi dalam suatu analisis, selanjutnya data ini disebut juga data tidak langsung. Sedangkan data yang termasuk data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang berasal dari dokumen-dokumen yang berkenaan dengan pembiayaan murabahah di buku-buku yang relevan dengan pembahasan pembiayaan, serta sumber yang lain berupa hasil laporan penelitian yang masih ada hubungan dengan tema yang di bahas sebagai pelengkap yang dapat dikorelasikan dengan data primer. Data tersebut adalah bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis yang dapat dibagi atas sumber majalah ilmiah.
Sumber data sekunder yang paling penting dalam penelitian ini juga dari dokumen KSP terkait data nasabah sebagai acuan untuk menentukan responden penelitain.
F. Teknik Pengumpulan Data
Guna untuk memperoleh data yang di butuhkan dalam penelitian ini, maka teknik pengumpulan data yang digunakan ada beberapa cara, antara lain:
1. Wawancara
Wawancara merupakan proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dengan cara dua orang atau lebih bertatap muka untuk saling mendengarkan secara langsung terkait dengan informasi yang diberikan.48
Wawancara terdiri dari atas sejumlah pertanyaan yang dipersiapkan oleh peneliti dan diajukan kepada pedagang kecil mengenai topik yang akan dibahas oleh penelitian secara tatap muka.
Teknik wawancara yang dilakukan peneliti adalah teknik wawancara tidak terstandar (unstandardized interview), ialah peneliti bebas menanyakan apa saja yag berkaitan dengan fokus penelitian dan juga peneliti menyiapkan garis-garis besar apa saja yang terkandung dalam fokus penelitian.49
Melalui wawancara ini, peneliti dapat menggali hal-hal yang diketahui oleh informan mengenai pembiayaan murabahah, seperti pengalaman dan pengetahuan mengenai pembiayaan murabahah. Dari hasil wawancara tersebut kemudian dikembangkan dan di analisis oleh peneliti.
2. Metode Observasi
Observasi ialah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dayta melalui pengamatan berupa hasil kerja panca indera mata, dan
48Muhamad, Metedologi Penelitian Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008), hlm.
10.
49Moh. Nasir, Metode Penelitian, (Bogor:Ghalia Indonesia 2011), hlm. 193-194.
juga pancaindera lainnya, juga berupa pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran.50
Teknik pengamatan in didasarkan keadaan atau pengalaman lansung, sehingga peneliti dapat mencatat sendiri kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.
3. Dokumentasi
Arikunto memaparkan, “Metode dokumentasi adalah data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, notulen, rapat, agenda, dan sebagainya”.51
Metode dokumen ini adalah metode pencarian dan pengumpulan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, majalah, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan pemanfaatan pembiayaaan mudharabah dalam pedagang kecil di pasar dan data- data tentang sejarah lembaga itu sendiri serta data-data lain yang berhubungan dengan pokok penelitian. Adapun sifat dokumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah dokumen resmi internal, yaitu dokumen yang dikeluarkan dan dimiliki oleh pihak lembaga itu sendiri.
Jenis data yang didapat melalui teknik penelitian ini ialah data sekunder terkait data-data nasabah di KSP Karya Mandiri Jerowaru,
50 Burhan Bungin, Metode Penelitian Kuantitatif, (Jakarta: Kencana, 2017), Hlm.143.
51Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2010), hlm. 334.
sehingga mempermudah peneliti untuk menemukan nasabah tersebut yang dijadikan sebagai informan penelitian.
G. Metode Analisis Data
Proses analisa data merupakan suatu proses penelaahan data secara mendalam. Proses analisa data dapat dilakukan pada saat yang bersamaan dengan pelaksanaan pengumpulan data meskipun pada umumnya dilakukan setelah data terkumpul. Untuk menyajikan data agar mudah dipahami, maka langkah-langkah analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analysis interactive model dari Miles dan Huberman.
Langkah-langkahnya antara lain.
1. Reduksi Data
Reduksi data adalah suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang data yang tidak perlu dan mengorganisasi data dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan dapat ditarik.
Proses analisis data yang peneliti lakukan adalah peneliti terlebih dahulu melakukan reduksi data-data yang diperoleh dari wawancara, observasi dan juga dokumentasi yang berkaitan dengan persepsi nasabah terhadap pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
2. Penyajian Data
Sajian data adalah suatu rangakaian organisasi informasi yang memungkinkan kesimpulan riset dapat dilakukan.
Proses pennyajian data yang dilakukan peneliti setelah melakukan penggolongan data yang ada pada tahap reduksi data. Setelah itu peneliti melakukan penyajian data terkait persepsi pengusaha mikro terhadap pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
3. Penarikan Kesimpulan
Proses penarikan kesimpulan yang diakukan peneliti, dilakukan melalui penyajian dan sedemikian rupa sehingga dari hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan yang disajikan dalam bentuk naratif.
H. Keabsahan Data 1. Triangulasi
Triangulasi dapat diartikan sebagau pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan waktu. Triangulasi yang paling cocok untuk digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber lainnya. Triangulasi sumber digunakan untuk mengecek kebenaran data yang diperoleh dari informan.52
2. Mendiskusikan Dengan Teman Sejawat
Teknik ini digunakan peneliti untuk mendiskusikan data-data temuan dari lapangan dengan rekan sejawat, dosen pembimbing atau seseorang yang memiliki pengetahuan dalam hal tersebut. Hal ini dilakukn untuk membahas hasil dari temuan yang didapatkan dengan harapan pembahasan ini dapat menghindari interprestasi.
52Sugiono, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif Dan R&D (Bandung Alfabeta, 2017), hlm. 233.
3. Perpanjang Keikutsertaan
Keikutsertaan peneliti sangat berpengaruh terhadap terkupulnya data. Keikutsertaan tersebut tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat, akan tetapi memerlukan perpanjangan keikutsertaan pada latar penelitian. Perpanjangan keikutsertaan peneliti akan memungkinkan meningkatnya kepercayaan terhadap data yang dikumpulkan.53
53 Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif(Edisi Revisi), (Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 327.
41 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Subyek Penelitian
1. Sejarah dan Gambaran Umum KSP Karya Mandiri Jerowaru Koperasi simpan Pinjam “Karya Mandiri” Jerowaru awal berdirinya berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU) yang didirikan oleh 21 orang anggota (anggota Pendiri), secara defakto lahir pada hari Sabtu 11 November 2000 yang ditandai dengan peresmian pendirian oleh Bapak Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur dan mulai beroperasi pada hari Senin tanggal 13 November 2000 yang ditangani/dikelola oleh 3 orang karyawan.54
Dengan dikeluarkannya Badan Hukum oleh Bapak Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur atas nama Menteri Negara Koperasi dan UKM RI pada tanggal 16 Desember 2000, maka secara Deyure KSU “Karya Mandiri” Jerowaru Lahir dengan Badan Hukum No.: 155/Bh/KDK.23.3/XII/2000, tetapi dalam perjalanannya bentuk KSU dirubah pada tanggal 08 November 2003 kedalam bentuk KSP dengan dikeluarkannya Badan Hukum No.:
155a/BH/PAD/DKP.08.05/XI/2003 oleh Bapak Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur atas nama Menteri Negara Koperasi dan UKM RI di Jakarta perubahan ini
54Sudirman, Sekretaris KSPPS Karya Mandiri Jerowaru, tanggal 23 November 2020.
dengan pertimbangan agar usaha yang dikelola terfokus pada satu bidang usaha, yaitu Simpan Pinjam. Dengan adanya pembukaan cabang di Praya Lombok Tengah-yang dikarenakan banyaknya anggota yang berdomisili disana, maka sesuai dengan perundang- undangan, Badan Hukum harus dirubah dan diadakan perubahan Badan Hukum dikeluarkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi pada tanggal 20 Oktober 2004 dengan dikeluarkannya Badan Hukum No. : 518/31/BH/DISKOP DAN UKM/X/2004 dan tetap berbentuk Koperasi Simpan Pinjam.
Berdasarkan keputusan Menteri Hukum dan hak Asasi manusia Republik IndonesiaNomor AHU-0009887. AH. 01.26. Tahun 2021 tentang pengesahan pendirian Badan huku Koperasi simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Karya Mandiri Jerowaru.
Menetapkan bahwa mengesahkan pendirian badan hukum dari Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Karya Mandiri Jerowaru yang berkedudukan di Kabupaten Lombok Timur karena telah sesusi dengan Data format isian pendirian yang disimpan di dalam database sistem administrasi Badan Hukum koperasi sebagaimana salinan akta Nomor 35 Tanggal 27 Februari 2021.
Keutusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta, 21 April 2021.
Demikian sekilas gambaran singkat tentang Koperasi Simpan Pinjam “Karya Mandiri” semoga menjadi pendorong dan penggugah semangat masyarakat Koperasi.
a. Visi
KSP “Karya mandiri” sebagai wadah ekonomi yang harus terus berkarya mampu mandiri dengan menunjukkan perkembangan asset minimal sebesar 10 % pertahun dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip perkoperasian.
b. Misi
1. Meningkatkan peran serta Anggota dan Calon Anggota untuk menyimpan dananya.
2. Memberikan pelayanan yang prima dalam arti adil, transparan dan akuntable kepada Anggota dan Calon anggota.
3. Memberikan balas jasa berdasarkan tingkat prestasi dan kontribusi anggota dan calon anggota
4. Partisipasi aktif anggota dan calon anggota mampu membangun usaha produktif dan peningkatan pendapatannya.
c. Tujuan
1. Meningkatkan kesejahteraan anggota dan calon anggota dengan semangat kebersamaan
2. Terbentuknya lembaga Ekonomi yang sehat sehingga membantu Pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja
d. Kelembagaan
Pengurus :-
a. Ketua :Ahmad Zulyadaen,SH.
b. Sekretaris : Sudirman
c. Bendahara : H. Syahman Nasruddin
Pengawas :-
a. Ketua : Busyairi, A.Md.
b. Anggota :Sirajun Nasihin, S.Pd.
M.Pd.I.
c. Anggota : Lalu Jupri Ikhsan, S. Sos
e. Pengelola :-
a. Jumlah Karyawan laki-laki : 20 Orang b. Jumlah Karyawan perempuan : 7 Orang
Anggota Tahun 2001
Tahun 2002 Tahun 2003 Tahun 2004 Tahun 2005 Tahun 2006 Tahun 2007 Tahun 2008 Tahun 2009 Tahun 2010 Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016 Tahun 2017
21 Orang 54 Orang 54 Orang 61 Orang 266 Orang 344 Orang 413 Orang 604 Orang 1.213 Orang 2.383 Orang 2.371 Orang 2.197 Orang 2.129 Orang 2.162 Orang 2.193 Orang 2.200 Orang 2.214 Orang
Tahun 2018 Tahun 2019
2.085 Orang 1.45 Ang
2. Struktur Organisasi, Tugas Dan Fungsi KSP Karya Mandiri Jerowaru
PENGAWAS KONSULTAN
KOPERASI
RAPAT ANGGOTA
GENERAL MANAGER
KEPALA CABANG MANAGER
KABAG DANA
& UMUM
KABAG PINJAMAN PEMBIAYAAN
PETUGAS PENGAWASA
N INTERNAL ANALISIS
PINJAMAN PEMBIAYAAN
JURU SURVEY
JURU TAGIH KASIR
JURU BUKU KABAG AKUNTANSI
CUSTOMER SERVICES
PENGURUS
a. Tugas Dan Fungsi Struktur Organisari KSP Karya Mandiri Jerowaru
1) Tugas Rapat Anggota
Rapat ang dilakukan rapat anggota koperasi sebagai berikut:
a) Menetapkan anggaran dasar.
b) Menggariskan kebijakan umum di bidang koperasi, administrasi dan usaha koperasi.
c) Memilih, mengangkat dan memberhentikan pengurus serta pengawas.
d) Mengesahkan rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta laporan keuangan.
e) Mengesahkan pentanggungjawaban pengurus.
f) Menetapkan pembagian sisa hasil usaha.
g) Menetapkan penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi.
2) Tugas pengawas koperasi
a) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi
b) Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.
c) Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat sebagai anggota pengawas ditetapkan dalam anggaran dasar.
3) Wewenang pengawas koperasi
a) Meneliti catatan yang ada pada Koperasi
b) Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan
c) Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga
4) Tugas pengurus koperasi a) Mengelola usaha koperasi
b) Mengajukan rancangan renca kerja serta rancangan rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi.
c) Menyelenggarakan rapat anggota
d) Mengajukan laporan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas
Tanggung jawab Pengurus koperasi adalah:
a) Pengurus bertanggug jawab terhadap segala kegiatan pengelolaan koperasi
b) Pengurus koperasi dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha.
c) Pengelola bertanggumg jawab kepada pengurus
d) Hubungan antara pengelola usaha dengan pengurus koperasi merupakan hubungan kerja atas dasar perikatan 5) Akuntan
Tugas dan Tanggung Jawab :
a) Bertanggung jawab dalam pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas
b) Bertanggung jawab atas pembuatan laporan keuangan, neraca, laporan rugi laba, arus kas, dan lain-lain
c) Bertanggung jawab atas Rekonsiliasi Bank 6) Pimpinan Unit /Ketua
a) Mengendalikan seluruh kegiatan koperasi
b) Memimpin, mengkoordinir, dan mengontrol jalannya aktifitas koperasi dan bagian-bagian yang ada di dalamnya c) Menerima laporan atas kegiatan yang dikerjakan masing-
masing karyawan.
d) Menandatangani surat penting
e) Memimpin Rapat anggota tahunan dan melaporkan laporan pertanggung jawaban akhir tahun pada anggota.
f) Mengambil keputusan atas hal-hal yang dianggap penting bagi kelancaran kegiatan koperasi.
7) Kasir
a) Membuat bukti keluar masuknya uang yang ada di koperasi.
b) Bertanggung jawab atas dana kas kecil.
c) Bertanggung jawab membuat laporan harian.
d) Merencanakan anggaran belanja dan pendapatan koperasi.
8) Administrasi
a) Mengatur surat menyurat yang ada di koperasi.
b) Mengarsipkan dokumen-dokumen penting koperasi.
c) Mempersiapkan rapat-rapat di koperasi.
d) Memonitor kebutuhan rumah tangga dan ATK koperasi.
e) Menjadwalkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di koperasi.
9) PL (PegawaiLapangan).
a) Mengawasi kredit setiap hari yaitu nasabah yang membayar kewajiban saat ini, yang belum membayar atau yang menunggak setoran jasa dan pokok melalui kartu cicilan, daftar angsuran, dan daftar pinjaman.
b) Koordinasi dengan bagian kasir untuk mengontrol dan mengecek permohonan kredit yang masuk untuk segera dievaluasi/dianalisa.
c) Melakukan On The Sport yaitu melihat langsung kelokasi alamat calon peminjam dan menginvestigasi kepada pihak lain yang dianggap percaya guna untuk menentukan layak atau tidak layak seorang nasabah diberikan pinjaman dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi, kemudian disampaikan/diusulkan kepada pimpinan unit untuk secepatnya diputuskan.
d) Apabila layak dan setuju oleh pimpinan unit (manager)maka permohonan tersebut diteruskan kebagian kasir (selaku pemegang kas) untuk direalisasikan, apabila ditolak oleh pimpinan unit (manager) maka dibuatkan surat
penyampaian kepada calon peminjam bahwa permohonan pinjaman ditolak
e) Membina nasabah peminjam mulai dari permohonan kredit, perjalanan kredit sampai kredit tersebut dinyatakan lunas oleh manajemen.
f) Menjaga nama baik koperasi melalui anggota dan masyarakat dan wajib bertingkahjujur, loyalitas, kreatif, taat dengan peraturan dan tata tertib yang ada.
3. Produk dan Layanan KSP Karya Madiri Jerowaru a. Produk Pinjaman/Pembiayaan Berjangka
Jenis-jenis pinjaman yang disalurkan oleh KSP “Karya Mandiri “yang didasarkan oleh jangka waktu dan sistem pengembalian diantaranya.
1) Pinjaman/Pembiayaan Harian dengan jangka waktu 150 hari dikenakan jasa sebesar 2,50 %/bulan, Jaminan Usaha 0,50
%/bulan, Kesejahtraan Anggota 1,00 %/bulan dan Simwa 1,00 %/ bulan dan administrasi 2% Cadangan Kerugian 1 % dibayar pada saat realisasi. Pinjaman harian, adalah pinjaman yang disalurkan oleh KSP Karya Mandiri yang dikembalikan dengan cara di angsur setiap hari pada hari kerja yang di tagih langsung oleh petugas lapangan
2) Pinjaman/Pembiyaan umum dengan jangka waktu minimal 3 bulan dan maksimal 60 bulan, Pinjaman < 12 bulan
dikenakan bunga sebesar 1,10%/bln, Jaminan Usaha 0,28
%/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,47 %/bulan, Pinjaman < 24 bulan dikenakan bunga sebesar 1,05%/bln, Jaminan Usaha 0,26 %/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,44 %/bulan, Pinjaman
< 36 bulan dikenakan bunga sebesar 0,96 %/bln, Jaminan Usaha 0,24 %/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,40 %/bulan, Pinjaman, Administrasi & provisi 2 %, cadangan kerugian 1% dibayar pada saat realisasi. Pinjaman umum adalah, pinjaman yang disalurkan KSP Karya Mandiri yang di peruntukkan kepada anggota yang secara umum keperluan/kebutuhan pinjamannya, seperti kebutuhan komsumtif maupun produktif, yang sistem pengembaliannya setiap bulan.
3) Pinjaman/ Pembiayaan Program Agrobisnis Musiman dengan jangka waktu minimal 3 bulan dan maksimal 6 bulan dikenakan bunga sebesar 1,20%/bln, Jaminan Usaha 0,30
%/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,50 %/bulan, Administrasi
& provisi 2 % cadangan kerugian 1% dibayar pada saat realisasi. Pinjaman Program Agrobisnis Musiman adalah Pinjaman yang disalurkan KSP Karya Mandiri terhadap pertanian yang sisitem pengembaliannya sekaligus.
4) Pinjaman/Pembiayaan Program Agrobisnis Bulanan dengan jangka waktu minimal 3 bulan dan maksimal 24 bulan,
Pinjaman < 12 bulan dikenakan bunga sebesar 1,10%/bln, Jaminan Usaha 0,28 %/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,47
%/bulan,, Pinjaman < 24 bulan dikenakan bunga sebesar 1,05%/bln, Jaminan Usaha 0,26 %/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,44 %/bulan,. Administrasi & provisi 2 %, cadangan kerugian 1 % dibayar pada saat realisasi. Pinjaman Program Agrobisnis bulanan adalah Pinjaman yang disalurkan KSP Karya Mandiri terhadap budidaya rumput laut dan udang keramba yang sisitem pengembaliannya setiap bulan.
b. Syarat Mengambil Pembiayaan
1. Mengisi formulir permohonan menjadi anggota 2. Fotocopy KTP
3. Agunan berupa BPKB, Sertifikat Rumah, dll.
c. Laporan Break Down Kolektibilitas 1. Pembiayaan Murabahah
Kolektibilitas Jumlah Rekening Persen
Lancar 134 70,66
Kurang Lancar 3 0,77
Diragukan 22 11,37
Macet 50 17,21
2. Pembiayaan Mudharabah
Kolektibilitas Jumlah Rekening Persen
Lancar 1 100,00
Kurang Lancar 0 0
Diragukan 0 0
Macet 0 0
B. Hasil Penelitian
Persepsi Pengusaha Mikro terhadap Pembiayaan Murabahah Pada KSP Karya Mandiri Jerowaru Kec. Jerowaru, Kab. Lombok Timur.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2021. Hasil dari penelitian ini diperoleh dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi tentang persepsi pengusaha mikro terkait pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru.
Persepsi menurut Desiderato, yang dikutip oleh Jalaludin Rahmat, nengatakan bahwa:” persepsi merupakan pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan, persepsi dapat memberikan makna pada stimuli inderawi.55
Persepsi berlansung saat orang menerima stimulasi dari dunia luar yang ditangkap oleh organ-organ bantunya yang kemudian masuk kedalam
55 Jalaludin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, (Bandung: PT. Rosdakarya, 2004), cet.
Ke-21, hlm. 129.
otak. Di dalamnya terjadi proses berpikir yang akhirnya terwujud dalam sebuat pemahaman dan pengetahuan.56
Menurut Abdul Ghofur, Persepsi merupakan satu hal penting untuk melihat citra dan reputasi suatu perusahaan atau suatu lembaga. Citra tersebut dibentuk atau dihasilkan dari komunikasi pemasaran yang efektif dan strategis sedangkan kualitas citra tersebut tergantung pada reputasi yang disandang oleh perusahaan atau lembaga yang bersangkutan. Terujinya kualitas suatu citra tidak terlepas dari beberapa faktor seperti pengalaman, pengetahuan.57
Dari paparan diatas maka peneliti menyimpulakan bahwa indikator persepsi yang dapat dijadikan sebagai patokan untuk mengetahui persepsi usaha mikro terhadap pembiayaan murabahah adalah pengalaman dan juga pengetahuan. Adapun hasil penelitian sebagai berikut:
1. Persepsi mengenai Pengalaman Pengusaha Mikro tentang Pembiayaan Murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru
Pengalaman-pengalaman yang gimiliki individu tidak sama, maka dalam mempersepsi suatu stimulus, hasil persepsi mungkin akan berbeda antar individu dengan individu lain.
Pada penelitian ini, pengalaman yang dimaksud adalah sesuatu yang dirasakan oleh informan penelitian terkait persepsi tentang pembiayaan murabahah. Dalam lembaga keuangan suatu
56 Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Psikologi Umum,(Jakarta: Rajawali Press, 2010), hlm. 85.
57Abdul Ghofur, “Persepsi Dan Perilaku Pedagang Etnik Tionghoa Di Mangga Dua Terhadap Bank Syariah”, (Tesis, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta: 2007).
pelanyanan yang baik dan kepuasan nasabah merupakan kewajiban lembaga agar bisa menarik nasabah untuk berkerjasama dalam hal pembiayaan maupun menabung.
Adapun dari indikator Pengalaman dapat diukur melalui kualitas layanan dan kepuasan nasabah. Adapun hasil penelitian antara lain:58 a. Persepsi mengenai Kualitas Pelayanan Pembiayaan
Murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru
Persepsi tentang kualitas pelayanan yang diukur dalam penelitian ini adalah persepsi kualitas pelayanan dari dimensi pokok seperti, bukti langsung, keandalan, jaminan, tanggap dan empaty. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil wawancara dengan:
Menurut bapak (SA) selaku nasabah pengusaha mikro yang mengambil pembiayaan murabahah pada KSP Karya Mandiri Jerowaru mengatakan bahwa, berdasarkan dari pengalamannya mengambil pembiayaan pada KSP Karya Mandiri Jerowaru ialah Pada KSP Karya Mandiri telah disediakan saranan yang lengkap untuk nasabah seperti telepon, dan alat untuk foto copy, kursi tunggu, petugas lapangan, teller dan costumer service, slip transaksi dan alat tulis, serta toilet dan parkiran yang luas. Selain itu petugas cepat dalam memberikan pelayanan, adanya petugas lapangan memudahkan nasabah untuk lelakukan transaksi.
Petugas juga selalu menggunakan bahasa yang sopan dan selalu menyapa terlebih dahulu sebelum memberikan pelayanan.59
Pernyataan yang sama juga diungkapkan kembali oleh salah satu usaha mikro yang mengambil pembiayaan untuk
58Ema Yunita, “Analisis Persepsi Nasabah Terhadap Pembiayaan Murabahah Di Bank Syariah Cabang Takenon”, (Skripsi, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, 2020), Hlm. 13.
59Nasabah Pengusaha Mikro Pembiayaan Murabahah, Wawancara Langsung , Kamis 03 Juni 2021.
pembelian barang elektronik yang ada pada KSP karya Mandiri Jerowaru. Beliau menjelakan bahwa:
Sedangkan menurut bapak (M) selaku nasabah pengusaha mikro yang mengambil pembiayaan untuk pembelian barang elektronik pada KSP Karya Mandiri Jerowaru Mengatakan bahwa Berdasarkan pengalaman saya mengambil pembiayaan pada KSP Karya Mandiri Jerowaru ia mengatakan bahwa pada saat nasabah datang untuk mengambil pembiayaan para nasabah langsung disambut oleh para staf bagian pemberian pembiayaan, dan juga pecairan dana pembiayaan sangat cepat, karyawan ramah, sopan dan juga berkawan. Dan fasilitas yang ada pada KSP Karya mandiri suda sangat lengkap seperti kursi tunggu, toilet, parkiran luas dan lainnya. untuk itu nasabah merasa nyaman melakukan pembiayaan pada KSP Karya Mandiri Jerowaru60
Senada dengan hal di atas menurut salah seorang usaha mikro adalah
Menurut ibu (YK) berdasarkan pengalamannnya mengambil pembiayaan yang ada pada KSP Karya Mandiri mengatakan bahwa kualitas pelayanan yang ada pada KSP Karya Mandiri Sangat baik, fasiltas sudah sangat memadai, ada parkiran, toilet bersih, dapur, telephon, dan macemnya, jadi sudah disediakan semua, karyawan yang cepat dan tanggap, adanya PL yang membuat nasabah tidak perlu datang untuk melakukan transaksi pada KSP Karya Mandiri, cukup menghubungi PL nya.
Menurut bapak (S) selaku nasabah usaha mikro yang mengambil pembiayaan murabahah adalah:
Bapak (S) berdasarkan pengaamannya mengambil pembiayaan pada KSP Karya Mandiri Jerowaru mengatakan bahwa berdasarkan dari pengalamannya mengambil pembiayaan pada KSP Karya Mandiri Jerowaru ialah Pada KSP Karya Mandiri telah disediakan saranan yang lengkap untuk nasabah seperti telepon, dan alat untuk
60Nasabah Pengusaha Mikro Pembiayaan Murabahah, Wawancara Lansung , Kamis 03 Juni 2021.