PEMANFAATAN YOUTUBE UNTUK
Dengan youtube pula memudahkan seorang pendidik maupun peserta didik untuk memperoleh pengetahuan. Pendidik juga tidak hanya sekedar memanfaatkan media youtube tersebut, bisa pula membuat konten sendiri untuk menyajikan materi.
Dengan membuat konten sendiri juga akan memudahkan pendidik dalam menyampaikan materi sesuai dengan karakteristik anak didiknya. Mengakses youtube juga dirasa mudah sekali, sebab anak kecil pun sekarang sudah bisa akses dengan cepat media tersebut.
Sehingga banyak para pendidik memanfaatkan youtube sebagai salah satu media pembelajaran yang dirasa sangat efektif dan efisien.
Saat ini perkembangan youtube semakin pesat dalam dunia pendidikan karena youtube mempunyai peran penting dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas. Youtube juga dapat membantu mengembangkan potensi pada diri mahasiswa baik secara spiritual, kepribadian, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Haryadi Mujianto: 2019). Hal ini didukung pula adanya tantangan pembelajaran jarak jauh yang dialami oleh peserta didik dan pendidik.
Dalam pemanfaatan media youtube pendidik berperan penting sebagai komunikator dan fasilitator (Agus Suardika dkk).Sebagai komunikator pendidik berperan menghubungkan antara materi dengan peserta didik melalui media yang tepat untuk pembelajaran daring.
Dan sebagai fasilitator pendidik memfasilitasi proses pembelajaran daring dengan menyediakan media apa yang tepat untuk pembelajaran daring.
Dalam pembuatan video di youtube perlu adanya skill yang harus dimiliki pendidik. Untuk skill itu perlu adanya pelatihan sederhana membuat video yang bagus
dan jernih (Abdulloh: 2019). Hal ini harus diketahui oleh mahasiswa PGMI karena mereka akan menjadi pendidik nantinya yang siap dengan tantangan teknologi yang semakin canggih. Maka dari itu mahasiswa harus terbiasa dengan membuat konten atau video pembelajaran sendiri. Karena selain akan mendukung skillnya dalam mengajar di era tantangan pembelajaran pandemi tetapi juga menjadi poin plus untuk pengembangan pembelajaran di era teknologi yang canggih.
Dalam mata kuliah tertentu yang menuntut adanya penilaian ketrampilan atau praktik, dosen sebagai pendidik harus bisa menentukan media apa yang tepat untuk bisa mengukur sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam hal praktik setelah mendapatkan materi tentang teori. Karena pada mahasiswa PGMI perlu adanya skill pendidik yang dibangun dalam jiwanya tidak hanya sekedar teori. Mereka harus terampil dalam mengajar dalam berbagai situasi dan kondis serta dituntut pula pandai dalam hal menentukan sumber dan media apa yang tepat dalam mengajar nantinya. Hal ini harus dibiasakan sejak di masa kuliah agar mereka ketika lulus menjadi sarjana sudah terampil dalam mengajar dan terampil dalam administrasi.
Di era pandemi ini untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa memahami teori dan terampil dalam mengajar, media youtube yang murah dan mudah di aksses ini bisa menjadi salah satu solusi dalam penilaian ketrampilan. Karena dalam penilaian ketrampilan itu penggunaan media yang tepat juga menjadi faktor utama dalam mengukur sejauh mana kemampuan mahasiswa dalam memahami teori. Dalam penilaian ketrampilan ada 3 jenis, yaitu penilaian praktik, penilaian produk dan penilaian proyek. Media yotube
ini termasuk dalam penilaian produk, sebab di sini mahasiswa dituntut membuat konten atau video pembelajaran yang menarik dalam praktik mengajar.
Dalam pembuatan konten tersebut mahasiswa juga dituntut terampil membawa atau menggunakan media pembelajaran yang menarik dan mempermudah mahasiswa dalam menyampaikan materi.
Pembuatan konten atau video pembelajaran oleh mahasiswa memiliki prasyarat harus dishare dicannel youtube dan bisa diakses oleh semua orang. Terkadang ada mahasiswa yang malu sehingga mereka memprivasi konten yang telah mereka buat, seharusnya video yang telah mereka buat bisa bermanfaat bagi orang lain.
Dosen sebagai bisa mendidik bisa melihat tayangan youtube dari mahasiswa kapan pun dan dimana pun, sehingga jika seorang dosen masih repot dalam hal tertentu bisa melihat ketika waktu longgar.
Penilaian mahasiswa tidak hanya dapat diambil dari pandangan atau tolak ukur dosen itu sendiri tetapi bisa pula dengan melihat komentar atau like, dan subscribe dari teman-teman semua. Dosen tetep memiliki peranan penting dalam penilaian pada video yang telah dibuat mahasiswa, karena tolak ukur dosen tidak hanya sekedar melihat kemenarikan ataupun kreatifitas mahasiswa tetapi juga dilihat bagaimana attitude dalam mengajar, menyampaikan materi, membuka dan menutup pelajaran.
Dalam penilaian keterampilan berbasis produk, mahasiswa juga dituntut untuk lebih luwes ketika mempraktikkan mengajar, sehingga penilaian keterampilan dalam skill mengajar dapat terukur secara maksimal. Tetapi sebelum adanya penilaian keterampilan ini dosen meminta RPP dari mahasiswa agar mengetahui jalannya pembelajaran yang akan
RPP dan video pembelajaran tersebut dapat saling sinkron atau sesuai. Jadi jalannya video pembelajaran dapat terarah dan lebih mudah dalam pengukuran skill mengajar dan administrasi.
Penilaian keterampilan berbasis produk ini diharapkan mahasiswa bisa mengeksplor bakat dalam dirinya. Tidak hanya sekedar skill mengajar, tetapi juga nilai seni yang tertanam dalam jiwanya bisa tersalurkan.
Sebab mengajar itu tidak hanya sekedar menyampaiakan materi, harus bisa pula menarik peserta didik untuk fokus dalam mengikuti pembelajaran. Sehingga di era pandemi ini mahasiswa PGMI harus sekreatif mungkin menemukan solusi mengajar apa yang tepat dalam pembelajaran. Dimana dalam pembealajaran tersebut dapat membuat peserta didik tertarik dan semangat dalam mengikuti pembelajaran yang berlangsung meskipun jarak jauh.
Pembelajaran jarak jauh di era pandemi ini merupakan tantangan bagi pendidik baik guru maupun dosen dalam hal pengambilan penilaian yang dapat mengukur kemampuan yang mereka miliki. Terutama bagi mahasiswa PGMI keterampilan mengajar itu penting, jadi untuk mengungkap seberapa jauh kepemahaman ataupun kemampuan mahasiswa tersebut penilaian keterampilan berbasis produk ini bisa menjadi solusi terbaik. Selain mereka dapat mengeksplore bakat mengajarnya, mereka juga dapat membuat konten sekreatif mungkin yang dapat menarik penonton terutama siswa MI/SD untuk menyaksikan.
Jadi pemanfaatan youtube untuk penilaian keterampilan dapat menghiasi channel youtube untuk video pembelajaran bagi anak MI/SD.
DAFTAR PUSTAKA
Abdulloh Abdulloh, dkk. Penggunaan Media Sosial (Youtube) Sebagai Media Inovatif dalam Pembelajaran di Madrasah Gresik. Vol.5 No.1 Juni 2019.
Agus Suradika, dkk., Penggunaan Youtube sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh pada Kelas III Sekolah Dasar Islam An – Nizomiyah. Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ.
Mujianto, Haryadi. Pemanfaatan Youtube sebagai Media Ajar dalam Meningkatkan Minat dan Motivasi Belaja. Jurnal Komunikasi Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol. 5; No. 1; Tahun 2019.