Makna-makna bd'tersebut terhimpun dalam rangkaian syair
Atfiyah IbnuMdlik:
#rq *i bie &j * ,A;,*
3a;ir-rktt,
Br-Badar
@)
Jad*anlah
bA' bennalota isti'dnah, ta'diy ah, ta'toidh, dan tlshdq. Jug a ucapkan bd' seperti halnya makna ma'a, min,dan'an.
B.
Bd' zd'idah(tambahan)Hrtruf.jan
zdidoh ini hanya menTarr-kan pada lafazh-nyasaja, yang pada lazimnya ia berfungsi sebagaitaukid
(penguatan).Kita
dapat menemuka n bd' zd'idah dalam perincian sebagai berikut.1.
MubtadA',sepertiTitt
aa(Cukuplahbagimu ilmu).
2.
FdTl lafazhkffi,
sepertr ayat:fili .\\
;d3(Cukuplah Allah sebagai penolong).3. Mafttl
bih, seperti ungkapan penyair Mutanabbi:EE1;fi
o1UeL..,-i * \eu &j.lt 67 ile: +6
Cukup bagimu mengingat kematian sebagai obat
penyembuh terhadap zuatu peny akit. Dan cuhrp kematian itu menjad*an
sebagai
harapan.
Badal $5)
Badal adalah
tdbi'(lafazh
yang mengikuti) yang dimaksud dengan hukum tanpa memakai perantara antara ia dan matbit'-nya. sepertiifi;,p}tJJ( tem
telah makanroti
sepertiganya). Maksudnya,roti
yang dimakan
itu
hanya sepertiganya. Lafazh 'sepertiga' itulah yang dimaksud dengan hukum (hukum mal<an). Lafazhtsulutsahu disebutbadal
(pengganti), sementaru lafazhraghif (roti) disebtt
mubdalminhu (yang digantikan). Contoh lainnya seperti
ucapan:$* * t#ir aK
(Khalifah umaritu
seorang yang adil)..Isim yang dijadikan badal seluruh i'rdb-nyaharus mengikuti mubdal minhu-nya. Badal terbagi kepada empat bagian, yaitu:
1
.
Badal muthdbiq atat b adal kull minal kull, yaitn badcl yang cocok dan sesuai denganmubdal
minhu-nyadari
segi makna, seperti ayat Alquran sebagaiberikut: *
l;;Jil'Ai,tLVii+';irl;hlt
E$l (Tunjukilah kami ke j alan yang lurus, yaitu j alan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat kepada mereka).o
3.
@
Kamus Ilmu Nahwu dan SharafBadal ba'dhu minal kul (bcdal sebagian dari semua). Yakni badal yang masih menjadi satu bagian dari mubdal minhu-nya, seperti
tlt,A->JtJJ61 (Aku makan
roti
sepertiganya).Bodal isytimdl, yaitu badalyangmengandung makna'bagian' dari
mubdal minhu-nya, tetapi badal ini menyangkut
persoalan ma'nausi(metafisik), seperti &"$
r,rfitzaia telah
memberimanfaat bagiku, yakni ilmunya).
4
.
Badal ghalath (keliru), yaitu bcdal yang tidak mempunyai maksud sama dengan mubdal minhu-nya. Hal ini diucapkan hanya karena kekeliruan atau kesalahan semata dari penutur,lalu setelah itu ia meralatkembali mubdal
minhu-nya, seperti,*fltii;;J,i! tem
telah
melihatZaid,
yakni kuda). Dalam contoh tersebutdi
atas Anda ingin mengucapkan (bahwa Anda telah melihat) kuda, akan tetapi Andakeliru
mengucapkannya (menyebutkan Zaid),lalu
Anda mengganti lafazh Zaid dengan lafazh kuda. Maksud yang sebenarnya adalah"ilt -.\
(Aku telah melihat kuda).Catatan:
Badal itu harus sesuai dengan mubdal minhu-nya dari segi kedudukan iTdb-nya. Adapun kesesuaian dalam
nakirah
dan ma'rifoh-nyaitu
tidaHahwajib.
Sebab terkadang isimma'ifah
menjadibadal dari
mub dal milthu isim nakirah, seperti ayatr
;il !!ir ff bV J\ rt#
en\3(Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang
lurus, yaitu jalan Allah ...).
Rangkaiankalimqh
shird.thilldh(ma'rifah)menjadibadaldaikalimahshirflthinmustaqim(nakirah).
Begitu juga sebaliknya, terkadang rsim
nakirah
menjadibadal dari
mubdalminhu
isimma'rifoh,
dengan syaratisim
nakirah tersebut disifati, seperti ayatAlquran:tsll;
$;Y'1ylEif[!\
ki.,d (...niscayakamitarik
ubun-ubunya,yaitu
ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka).najalQ3.)
Kalimah bajal mempunyai dua bagian, yaitu:
Bajar-Balha
@
1. Huruf jawab yang mengandung makna na'am (ya), mabni sukfin serta tidak memiliki kedudukan dari segi i'rdb-nya,seperti t
g&.il
(Apakah kamu mendengarku?), maka dijawab : J+ fly"l.
Isimf
il mudhdri' yangmengandung makna yak-f (cukup), mabni sukttn, sepertiJli;i
(cukunbagimu). Huruf kdf
padakalimah
tersebut berupa
dhamir
muttqshil yang kedudukannya sebagaimaffil
bih.B. Isim
yang semakna denganlafazh
hasbu (cukup), seperti (cukuplah bagiku), atauf,li*
(cukuplah bagimu).BalaUC
Bald adalah huruf jawab yang berada setelah
nafi,
dengan maksud menetapkan (itsbdt) jawaban, seperti ayat:Afi ,*;||Vq :l ittf{:;il p; (orans-orans kafir
menduga,bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah:
tidak
demikian, demi Tuhanku, kamu benar-benar akan dibangkitkan).Perbedaan antara bald,
na'am,
danajal
adalah bahwa bcld khusus berada setel ahnafiyangbertujuan untuk menetapkan jawaban, seperti ayat Alquran:,-hrt ,l3
tfirUil
(Apakah Aku bukan Tuhan kamu sekalian? Mereka menjawab: ya). Maksudnya: benar, Engkau adalah Tuhan kami' Adapun na'amdan oTcl itu berada setelahnafi
dan itsbat, sepertibila
dikatakan: :r;€Y(Zaid
tidal lulus ujian), maka jawabannya: na'am(ya), dia tidak lulus.
Sedangkanpenyangkalannya: bcld (tidak
demikian), tetapi dialulus ujian.
nalha(ig)
Balhamempunyai beberapa macam, yaitu:
1. IsimfiTl amr
yaugbermakna da'(tinggalkanlah). Lafazh balha dankalimah yang berada setelahnya dibaca nashab sebagaimafttl
bfh, seperti-ftt
& (Tinggalkanlah kejahatan).2.
,b
@
Kamus Ilmu Nahwu dan SharafMashdar
ataumafttl
muthlaq yangtidak memiliki/iIl
dalambent*lafozh,
tetapi sekadarTi'il dalam makna saja.Kalimahyang
berada setelah bqlhaitu
dibacaT'arr (kasrah),bila
berstruktur idhdfat,seperti;tt&.
lsfm yang semakna den gan lafozh karf"
QJfl
btiJhdm,sementara kalimah yang berada setelah balha tersebut dibaca rafa'sebagai mubtaddmu'akhkhar(diakhirkan),sepertil;{5.(BagaimanaZ-aid?).Baida
G{)
Baida merupakan kalimah rsim yang selalu mengikuti pada rangkaian kata sambung atau idhdfatkepadaanna(3t)
au"
ma'mfil-nya(rsfm dan khabar-nya). Baida mempunyai dua makna, yaitu:1
.
Makna "ghair" (melainkan), menurut kebanyakan pendapat ulama nahwu. Baida yang bermakna "ghair" tersebut biasanya dibacar afa' ala:u
j arr,
sebagai sifat.2.
Makna min ajli(l<arena), yang kedudukannya sebagai hdl, seperti hadisNabi:*jtUJil + rUq # Uel ,tC*"adalahoransyans paling fasih
mengucapkandhdd
karenakami dari
golongan Quraisy). Atau ungkapan seorang penyair:dfi iJG i)iE1 S ilg
iJriilli rii
Deng an seng aj a aku lakukan itu karena aku takut
jika
akumati, kamutidakmelihatku.
Dalam kamus As-Shihah dan lfsdn Al-'Arab tercantum:
$ t JJJ6jl .iEl
sedangkandalam kitab Mughni Al-Labib:
ij
bld^iGil
-iE1, diambil dariakarkatacr-ranin(suara).
Baina dan Bainama (,S)
Dlaa kalimah
ll$
dan g! merupakan zharaf zamdn yangmenunjukkan masa yang telah berlalu. Asalnya: gr!, kemudian di-zsybd'-kan (dibacap anj an g) oleh
fathah
p ada n0 n - nya, s e m entara a /r/p ada k edua lafazh tersebut ad alahalif
zd'idah (tambahan) seperti halnya md pa da lafazh bainamd..3.
Baida-Bi*
@)
Lafozh
baina
dan bainamd selalu mengiringijumlah ismiyyah
danjumlahfi'liyyah.
Di antara pakar nahwu ada yang meng-rdhd/ot-kankeduanya pada
jumlah
sesudahnya. Dan sebagian pakarlain
men- cegahnyadari idhdfat,
karena terhalang olehhuruf zd'idah
yang mengikat pada kedua lafazh tersebut.Pada mulanyabaina
itu
untuk menunjukkan keadaan tempat, tetapi kadangia
menunjukkan keadaanwaktu,
seperti:4V;$ eq
(Aku datang antarawaktu Zhuhur danAshar). Atau seperti hadis Nabi
nya imam menuju masjid dan rampungnya shalat).
Apabila lafazh baina bertemu dengan
alif
dan md. zd'idah, maka ia khusus menunjukkan keadaan waktu, seperti telah dijelaskan di atas.Bi'sa
(,,,;.i1)Menurut mazhab
jumhur
ulama nahwu, bahwa lafazh bi'sa adalahkalimahf
i/, dengan alasan bahwa ia dapat dimasuki olehtd'ta'nits
mati, seperti 3+
'i$t
.; ;"t, (Sejelek-jelek wanita itu Hindun). Sementara menurut mazhab Kufah,di
antaranya Al-Fara, mengatakan bahwa lafazh bfba adalah kalimah rsfm, dengan alasan ia dapat dimasukihuruf jarr.
Lafazh bf'sc digunakan
untuk
mengungkapkan suatu celaan. Maka kalimahfiTl itu harus tidak luput dari dua perkara:fd'il danmakhshtsh (pihakyang menjadi sasaran celaan), sepertiY) ,y}l
r,"! (Sejelet<-jeleklelaki itu Zuhair). Kalimah ar-rajulu
menjadifd'il,
sedangkanmakhshfr sh-nya adalah lafazh Zuhair .
Kalimah bi'sc ini mempunyai empat lugat bacaan, yaitu,;.i1. Lugat
ini
paling fasih dan merupakan lugat Alquran, kemudian lugat,i\,,A
danfi.
TA'
Ta'addi
(g;3f)Kalimahfi ilitu terbagi kep ada muta'addi dan l6zim. Adapw muta'addi adalah
kalimahf
ilyang bersambung langsung denganmaffil
bih-nya tanpa memakai huruf-7'arr. Atau dengan kata \ain, muta'addi adalah fi71yang membutuhkanmafttl
bih secara langsung, sepertiW q"
(Aku
memukulZaid).
Sedangkan ld.zim adalah kalimahfi'il
yangbersambung dengan mafttlbih-nya melalui
huruf jarr,seperti Jii ,ijj;
(Aku telah bertemu dengan Zaid).
Di antararf il muta'addi adalah dapat disambung dengan dh amir hd' (o) yang kembali kepada selain mashdar. Dhamir hd'tersebut adalah hd'
maftl
brh, seperti:tfll,l
+kll(Aku menutup pintu). Di antara tandaTt'flmuta'addi lainnya
adalahlayak dibuat shighat isim maftrl
tA.m(sempurna),
seperti kalimah e; menjadi
.N,,ii.. Sementara yang dimaksud dengan tdm adalahtidak
membutuhkanhuruf-;'orr
pada shighat isimmtftl
tersebut. Apabila dibuat shtghat isimmaffilyang membutuhkan huruf jarr,
makaia disebut /i'il ldzim, seperti F &ii.i.L (Aku marah kepada Amr), menjadi ;!e Q3)X toi"
dimarahi).
Tanda
kalimahf illdzim
itu dapat dipastikan oleh (r) setiapTt'ilyang menunjukkan makna tabiat atau perangai, seperti'.ly' (mulia).
(z)setiapTt'fl yang dibentuk oleh wazqn
JLit
sepertijl$t {t"rurrg).
(S)ffi
ffi
@
Kamus Ilmu Nahwu dan Sharafuazan'$
il sepertiua.ril
(kuat, terlambat). (q)f
ilyansmenunjukkan maknabersih atau kotor, seperti
+91uJB.(Baju itu bersih). (s)
menunjukkan perkara atau sifat baru, seperti
y;
,jti(Zaid
sakit), dan terakhir adalah-lt'fl muthdraa'ah yang menjadi muta'addi pada satu maffil,seperti'u.,1i1 ig1 (Tali itu menjadi panjang). Hasil dan muta'addisafimaffil,
yaitu -t"pjfaii
(Aku telah memanjangkan taliitu).
TA'
ta'nits
masuk pada kalimahf il, mabni
suktrn(mati),
seperti+;fi(Zainab
telah lulus ujian). Td'ta.hits terkadang juga masuk pada kclim ah isim. Untuk itu, ia ny ata har akat i r db -ny a pada kalimah isim yang bersambung dengannya, sepertitiar &,[
(Telah tiba seorangguruperempuan).
Td'yang
berada padakalimah
isim berfungsiuntuk
membedakan antara muannats(feminin)
dan mudza.kkor (maskulin). Kebanyakan hal demikianitu
terdapat pada sejumlah sifat, seperti: fu5 aari "';f.Namun, sedikit sekali
td'yang
berada pada sejumlah kq.limahisim
yang bukan sifat, sepertitli1
dari3ti1.
Adapun sifat-sifat yang tidak bertemu dengan tA' to'nits adalah sifat yang terbentuk dari u)azon (Jts), tetapi ia mengandung makna (Je\i), seperti
:i;1",y:tii (Ini
lelaki yang bersyukur) dan3(.lfurr;i tI"i
perempuan yang bersyukur).
Tahdzir (l*)
Tahdzir adalah memperingatkan mitra pembicara atas suatu perkara yang terjadi, agar ia menghindarinya. Atau menurut pengertian lain, tahdzir adalah isim yang dibaca nashab sebagai
maffilbihdari'dmil
yang dibuang dengan perkiraan:
j-r;l
(berhati-hatilah, waspadalah).Apabila tahdzir
ini
menggunakan kalimah iyydka (3Ep dan akhtudt- nya, maka 'dmil-nyaharus disimpan, baikdijumpai'athaf
atau tidak, sepertiFti
gUt(Berhati-hatilah
terhadap kejahatan), dan contoh tahdztrtanpa'athaftK);ft
3[ 3E!&erhati-hatilah kamu melakukan itu).TA'Ta'nits (ggbrtf)
t_
Ti'Ta'nits
-Tamyryz@
Apabilatahdzirtidakmenggunakankalimahiyydkadanakhusdt-nya, maka tidak harus menyimpan 'dmil-nya, kecuali bila ia beserta
'othaf
dan diulang-ulang, seperti, ,-.i r l9
cL! ;t ffahai
Mazin, lindungi kepala- mu dan berhati-hati terhadap pedang itu), yaknii)l ju1tid-li .,
o,p!,dan seperti
6lflt
6r;ilt lewas macan, macan). Adapun bilatchdzirtanpa kalimahigydka
dan akhwdt-nya serta tanpa'athafdan tanpa diulang- ulang, maka boleh menyimpan 'dmil-nya,sepertielti
(awas macan).Tahta (t*)
Kalimahtchtc
merupakan rsim yang menunjukkan maknaTrhaf (arah).Ia dibaca i'rdb sebagai zharaf makdn (keadaan tempat). Dan biasanya
ia
selalu mengikat padaidhdfaf,
seperti;f;iat *;11,
(Kepalaitu
berada di bawah songkok).
Kalimah tahtd dibaca noshab dalam keadaan:
1.
Apabila di-idhdfat-kan secara lafazh, seperti tersebut di atas.2.
Apabila dibuang mudhdf itaih-nya, seperti.*'2";iiat g{:E ri;
(Ini
meja, letakkan sapu itu di bawahnya).g. Apabila dibuang mudhdf ilah-nya
secaralafazh dan
makna, seakan-akan ia tidak ada. Dalam hal ini, tahfc harus dibaca tcntuinfathah,seperti Ui Yt(Lihatlah
ke bawah).Tahto jugakadangdibacamabnidhammah,apabilamudhdf ilaih-nya dibuang secara lafazh dan dimaksud dalam maknanya saja, seperti
Li ;y &.
jufiil..rjfAku lihat
semutitu
keluardari
bawah). Kadang tdhta dibacajarr
(kasra/r), sepertijqili li+ b ,st(Dari
bawah surga mengalir air sungai).Tamyiz (!ri)
Tamyh
adalahkalimat isfm
yangdibaca
nashab dan berfungsi menj elaska n dz dt y ang samar, s ep erti'a3h "rb.l .7tL (Muhammad baik pribadinya) . Tamyiz merupakan rsim nakirah yang menyimpan makna'mfn'(dari),
seperti halnya'hdl'yang
menyimpanmaknaf
(dalam).@
Kamus Ilmu Nahwu dan SharafApabila Anda
mengatakanUl{'r;;ry J6ur 1aru
telah membeli dua puluh kitab), maka sama halnya dengan makna aku membeli dua puluh dari jenis beberapa kitab).Tamyiz terbagi dua bagian, yaitu :