• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makna min (dari), seperti ayat jirliV\J.Ali;p (pada mata air yang diminum oleh hamba-hambaAllah darinya)

Dalam dokumen BUKU Kamus Ilmu Nahwu Dan Sharaf (Halaman 63-72)

Makna-makna bd'tersebut terhimpun dalam rangkaian syair

Atfiyah IbnuMdlik:

#rq *i bie &j * ,A;,*

3a;

ir-rktt,

Br-Badar

@)

Jad*anlah

bA' bennalota isti'dnah, ta'diy ah, ta'toidh, dan tlshdq. Jug a ucapkan bd' seperti halnya makna ma'a, min,

dan'an.

B.

Bd' zd'idah(tambahan)

Hrtruf.jan

zdidoh ini hanya menTarr-kan pada lafazh-nyasaja, yang pada lazimnya ia berfungsi sebagai

taukid

(penguatan).

Kita

dapat menemuka n bd' zd'idah dalam perincian sebagai berikut.

1.

MubtadA',seperti

Titt

aa(Cukuplahbagimu ilmu).

2.

FdTl lafazh

kffi,

sepertr ayat:

fili .\\

;d3(Cukuplah Allah sebagai penolong).

3. Mafttl

bih, seperti ungkapan penyair Mutanabbi:

EE1;fi

o1

UeL..,-i * \eu &j.lt 67 ile: +6

Cukup bagimu mengingat kematian sebagai obat

penyembuh terhadap zuatu peny akit. Dan cuhrp kematian itu menj

ad*an

sebag

ai

harapan.

Badal $5)

Badal adalah

tdbi'(lafazh

yang mengikuti) yang dimaksud dengan hukum tanpa memakai perantara antara ia dan matbit'-nya. seperti

ifi;,p}tJJ( tem

telah makan

roti

sepertiganya). Maksudnya,

roti

yang dimakan

itu

hanya sepertiganya. Lafazh 'sepertiga' itulah yang dimaksud dengan hukum (hukum mal<an). Lafazhtsulutsahu disebut

badal

(pengganti), sementaru lafazh

raghif (roti) disebtt

mubdal

minhu (yang digantikan). Contoh lainnya seperti

ucapan:

$* * t#ir aK

(Khalifah umar

itu

seorang yang adil).

.Isim yang dijadikan badal seluruh i'rdb-nyaharus mengikuti mubdal minhu-nya. Badal terbagi kepada empat bagian, yaitu:

1

.

Badal muthdbiq atat b adal kull minal kull, yaitn badcl yang cocok dan sesuai dengan

mubdal

minhu-nya

dari

segi makna, seperti ayat Alquran sebagai

berikut: *

l;;Jil'Ai,t

LVii+';irl;hlt

E$l (Tunjukilah kami ke j alan yang lurus, yaitu j alan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat kepada mereka).

o

3.

@

Kamus Ilmu Nahwu dan Sharaf

Badal ba'dhu minal kul (bcdal sebagian dari semua). Yakni badal yang masih menjadi satu bagian dari mubdal minhu-nya, seperti

tlt,A->JtJJ61 (Aku makan

roti

sepertiganya).

Bodal isytimdl, yaitu badalyangmengandung makna'bagian' dari

mubdal minhu-nya, tetapi badal ini menyangkut

persoalan ma'nausi

(metafisik), seperti &"$

r,rfi

tzaia telah

memberi

manfaat bagiku, yakni ilmunya).

4

.

Badal ghalath (keliru), yaitu bcdal yang tidak mempunyai maksud sama dengan mubdal minhu-nya. Hal ini diucapkan hanya karena kekeliruan atau kesalahan semata dari penutur,lalu setelah itu ia meralat

kembali mubdal

minhu-nya, seperti

,*fltii;;J,i! tem

telah

melihatZaid,

yakni kuda). Dalam contoh tersebut

di

atas Anda ingin mengucapkan (bahwa Anda telah melihat) kuda, akan tetapi Anda

keliru

mengucapkannya (menyebutkan Zaid),

lalu

Anda mengganti lafazh Zaid dengan lafazh kuda. Maksud yang sebenarnya adalah

"ilt -.\

(Aku telah melihat kuda).

Catatan:

Badal itu harus sesuai dengan mubdal minhu-nya dari segi kedudukan iTdb-nya. Adapun kesesuaian dalam

nakirah

dan ma'rifoh-nya

itu

tidaHah

wajib.

Sebab terkadang isim

ma'ifah

menjadi

badal dari

mub dal milthu isim nakirah, seperti ayatr

;il !!ir ff bV J\ rt#

en\3

(Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang

lurus, yaitu jalan Allah ...).

Rangkaian

kalimqh

shird.thilldh

(ma'rifah)menjadibadaldaikalimahshirflthinmustaqim(nakirah).

Begitu juga sebaliknya, terkadang rsim

nakirah

menjadi

badal dari

mubdal

minhu

isim

ma'rifoh,

dengan syarat

isim

nakirah tersebut disifati, seperti ayatAlquran:

tsll;

$;Y'1ylE

if[!\

ki.,d (...niscayakami

tarik

ubun-ubunya,

yaitu

ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka).

najalQ3.)

Kalimah bajal mempunyai dua bagian, yaitu:

Bajar-Balha

@

1. Huruf jawab yang mengandung makna na'am (ya), mabni sukfin serta tidak memiliki kedudukan dari segi i'rdb-nya,seperti t

g&.il

(Apakah kamu mendengarku?), maka dijawab : J+ fly"l.

Isimf

il mudhdri' yangmengandung makna yak-f (cukup), mabni sukttn, seperti

Jli;i

(cukun

bagimu). Huruf kdf

pada

kalimah

tersebut berupa

dhamir

muttqshil yang kedudukannya sebagai

maffil

bih.

B. Isim

yang semakna dengan

lafazh

hasbu (cukup), seperti (cukuplah bagiku), atau

f,li*

(cukuplah bagimu).

BalaUC

Bald adalah huruf jawab yang berada setelah

nafi,

dengan maksud menetapkan (itsbdt) jawaban, seperti ayat:

Afi ,*;||Vq :l ittf{:;il p; (orans-orans kafir

menduga,

bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah:

tidak

demikian, demi Tuhanku, kamu benar-benar akan dibangkitkan).

Perbedaan antara bald,

na'am,

dan

ajal

adalah bahwa bcld khusus berada setel ahnafiyangbertujuan untuk menetapkan jawaban, seperti ayat Alquran:

,-hrt ,l3

tfirUil

(Apakah Aku bukan Tuhan kamu sekalian? Mereka menjawab: ya). Maksudnya: benar, Engkau adalah Tuhan kami' Adapun na'amdan oTcl itu berada setelah

nafi

dan itsbat, seperti

bila

dikatakan: :r;

€Y(Zaid

tidal lulus ujian), maka jawabannya: na'am

(ya), dia tidak lulus.

Sedangkan

penyangkalannya: bcld (tidak

demikian), tetapi dialulus ujian.

nalha(ig)

Balhamempunyai beberapa macam, yaitu:

1. IsimfiTl amr

yaugbermakna da'(tinggalkanlah). Lafazh balha dankalimah yang berada setelahnya dibaca nashab sebagai

mafttl

bfh, seperti

-ftt

& (Tinggalkanlah kejahatan).

2.

,b

@

Kamus Ilmu Nahwu dan Sharaf

Mashdar

atau

mafttl

muthlaq yang

tidak memiliki/iIl

dalam

bent*lafozh,

tetapi sekadarTi'il dalam makna saja.

Kalimahyang

berada setelah bqlha

itu

dibacaT'arr (kasrah),

bila

berstruktur idhdfat,

seperti;tt&.

lsfm yang semakna den gan lafozh karf"

QJfl

btiJhdm,sementara kalimah yang berada setelah balha tersebut dibaca rafa'sebagai mubtaddmu'akhkhar(diakhirkan),sepertil;{5.(BagaimanaZ-aid?).

Baida

G{)

Baida merupakan kalimah rsim yang selalu mengikuti pada rangkaian kata sambung atau idhdfatkepadaanna(3t)

au"

ma'mfil-nya(rsfm dan khabar-nya). Baida mempunyai dua makna, yaitu:

1

.

Makna "ghair" (melainkan), menurut kebanyakan pendapat ulama nahwu. Baida yang bermakna "ghair" tersebut biasanya dibaca

r afa' ala:u

j arr,

sebagai sifat.

2.

Makna min ajli(l<arena), yang kedudukannya sebagai hdl, seperti hadisNabi:

*jtUJil + rUq # Uel ,tC*"adalahoransyans paling fasih

mengucapkan

dhdd

karena

kami dari

golongan Quraisy). Atau ungkapan seorang penyair:

dfi iJG i)iE1 S ilg

iJri

illi rii

Deng an seng aj a aku lakukan itu karena aku takut

jika

aku

mati, kamutidakmelihatku.

Dalam kamus As-Shihah dan lfsdn Al-'Arab tercantum:

$ t JJJ6jl .iEl

sedangkan

dalam kitab Mughni Al-Labib:

ij

bld^iG

il

-iE1, diambil dari

akarkatacr-ranin(suara).

Baina dan Bainama (,S)

Dlaa kalimah

ll$

dan g! merupakan zharaf zamdn yangmenunjukkan masa yang telah berlalu. Asalnya: gr!, kemudian di-zsybd'-kan (dibaca

p anj an g) oleh

fathah

p ada n0 n - nya, s e m entara a /r/p ada k edua lafazh tersebut ad alah

alif

zd'idah (tambahan) seperti halnya md pa da lafazh bainamd..

3.

Baida-Bi*

@)

Lafozh

baina

dan bainamd selalu mengiringi

jumlah ismiyyah

dan

jumlahfi'liyyah.

Di antara pakar nahwu ada yang meng-rdhd/ot-kan

keduanya pada

jumlah

sesudahnya. Dan sebagian pakar

lain

men- cegahnya

dari idhdfat,

karena terhalang oleh

huruf zd'idah

yang mengikat pada kedua lafazh tersebut.

Pada mulanyabaina

itu

untuk menunjukkan keadaan tempat, tetapi kadang

ia

menunjukkan keadaan

waktu,

seperti:

4V;$ eq

(Aku datang antarawaktu Zhuhur danAshar). Atau seperti hadis Nabi

nya imam menuju masjid dan rampungnya shalat).

Apabila lafazh baina bertemu dengan

alif

dan md. zd'idah, maka ia khusus menunjukkan keadaan waktu, seperti telah dijelaskan di atas.

Bi'sa

(,,,;.i1)

Menurut mazhab

jumhur

ulama nahwu, bahwa lafazh bi'sa adalah

kalimahf

i/, dengan alasan bahwa ia dapat dimasuki oleh

td'ta'nits

mati, seperti 3+

'i$t

.; ;"t, (Sejelek-jelek wanita itu Hindun). Sementara menurut mazhab Kufah,

di

antaranya Al-Fara, mengatakan bahwa lafazh bfba adalah kalimah rsfm, dengan alasan ia dapat dimasuki

huruf jarr.

Lafazh bf'sc digunakan

untuk

mengungkapkan suatu celaan. Maka kalimahfiTl itu harus tidak luput dari dua perkara:fd'il danmakhshtsh (pihakyang menjadi sasaran celaan), seperti

Y) ,y}l

r,"! (Sejelet<-jelek

lelaki itu Zuhair). Kalimah ar-rajulu

menjadi

fd'il,

sedangkan

makhshfr sh-nya adalah lafazh Zuhair .

Kalimah bi'sc ini mempunyai empat lugat bacaan, yaitu,;.i1. Lugat

ini

paling fasih dan merupakan lugat Alquran, kemudian lugat

,i\,,A

danfi.

TA'

Ta'addi

(g;3f)

Kalimahfi ilitu terbagi kep ada muta'addi dan l6zim. Adapw muta'addi adalah

kalimahf

ilyang bersambung langsung dengan

maffil

bih-nya tanpa memakai huruf-7'arr. Atau dengan kata \ain, muta'addi adalah fi71yang membutuhkan

mafttl

bih secara langsung, seperti

W q"

(Aku

memukul

Zaid).

Sedangkan ld.zim adalah kalimah

fi'il

yang

bersambung dengan mafttlbih-nya melalui

huruf jarr,seperti Jii ,ijj;

(Aku telah bertemu dengan Zaid).

Di antararf il muta'addi adalah dapat disambung dengan dh amir hd' (o) yang kembali kepada selain mashdar. Dhamir hd'tersebut adalah hd'

maftl

brh, seperti:

tfll,l

+kll(Aku menutup pintu). Di antara tandaTt'fl

muta'addi lainnya

adalah

layak dibuat shighat isim maftrl

tA.m

(sempurna),

seperti kalimah e; menjadi

.N,,ii.. Sementara yang dimaksud dengan tdm adalah

tidak

membutuhkan

huruf-;'orr

pada shighat isim

mtftl

tersebut. Apabila dibuat shtghat isim

maffilyang membutuhkan huruf jarr,

maka

ia disebut /i'il ldzim, seperti F &ii.i.L (Aku marah kepada Amr), menjadi ;!e Q3)X toi"

dimarahi).

Tanda

kalimahf illdzim

itu dapat dipastikan oleh (r) setiapTt'ilyang menunjukkan makna tabiat atau perangai, seperti

'.ly' (mulia).

(z)

setiapTt'fl yang dibentuk oleh wazqn

JLit

seperti

jl$t {t"rurrg).

(S)

ffi

ffi

@

Kamus Ilmu Nahwu dan Sharaf

uazan'$

il seperti

ua.ril

(kuat, terlambat). (q)

f

ilyansmenunjukkan makna

bersih atau kotor, seperti

+91uJB.

(Baju itu bersih). (s)

menunjukkan perkara atau sifat baru, seperti

y;

,jti(Zaid

sakit), dan terakhir adalah-lt'fl muthdraa'ah yang menjadi muta'addi pada satu maffil,seperti'u.,1i1 ig1 (Tali itu menjadi panjang). Hasil dan muta'addi

safimaffil,

yaitu -t"pjf

aii

(Aku telah memanjangkan tali

itu).

TA'

ta'nits

masuk pada kalimah

f il, mabni

suktrn

(mati),

seperti

+;fi(Zainab

telah lulus ujian). Td'ta.hits terkadang juga masuk pada kclim ah isim. Untuk itu, ia ny ata har akat i r db -ny a pada kalimah isim yang bersambung dengannya, seperti

tiar &,[

(Telah tiba seorang

guruperempuan).

Td'yang

berada pada

kalimah

isim berfungsi

untuk

membedakan antara muannats

(feminin)

dan mudza.kkor (maskulin). Kebanyakan hal demikian

itu

terdapat pada sejumlah sifat, seperti: fu5 aari "';f.

Namun, sedikit sekali

td'yang

berada pada sejumlah kq.limah

isim

yang bukan sifat, seperti

tli1

dari

3ti1.

Adapun sifat-sifat yang tidak bertemu dengan tA' to'nits adalah sifat yang terbentuk dari u)azon (Jts), tetapi ia mengandung makna (Je\i), seperti

:i;1",y:tii (Ini

lelaki yang bersyukur) dan

3(.lfurr;i tI"i

perempuan yang bersyukur).

Tahdzir (l*)

Tahdzir adalah memperingatkan mitra pembicara atas suatu perkara yang terjadi, agar ia menghindarinya. Atau menurut pengertian lain, tahdzir adalah isim yang dibaca nashab sebagai

maffilbihdari'dmil

yang dibuang dengan perkiraan:

j-r;l

(berhati-hatilah, waspadalah).

Apabila tahdzir

ini

menggunakan kalimah iyydka (3Ep dan akhtudt- nya, maka 'dmil-nyaharus disimpan, baik

dijumpai'athaf

atau tidak, seperti

Fti

gUt

(Berhati-hatilah

terhadap kejahatan), dan contoh tahdztrtanpa'athaftK

);ft

3[ 3E!&erhati-hatilah kamu melakukan itu).

TA'Ta'nits (ggbrtf)

t_

Ti'Ta'nits

-Tamyryz@

Apabilatahdzirtidakmenggunakankalimahiyydkadanakhusdt-nya, maka tidak harus menyimpan 'dmil-nya, kecuali bila ia beserta

'othaf

dan diulang-ulang, seperti, ,-.i r l9

cL! ;t ffahai

Mazin, lindungi kepala- mu dan berhati-hati terhadap pedang itu), yakni

i)l ju1tid-li .,

o,p!,

dan seperti

6lflt

6r;ilt lewas macan, macan). Adapun bila

tchdzirtanpa kalimahigydka

dan akhwdt-nya serta tanpa'athafdan tanpa diulang- ulang, maka boleh menyimpan 'dmil-nya,seperti

elti

(awas macan).

Tahta (t*)

Kalimahtchtc

merupakan rsim yang menunjukkan maknaTrhaf (arah).

Ia dibaca i'rdb sebagai zharaf makdn (keadaan tempat). Dan biasanya

ia

selalu mengikat pada

idhdfaf,

seperti

;f;iat *;11,

(Kepala

itu

berada di bawah songkok).

Kalimah tahtd dibaca noshab dalam keadaan:

1.

Apabila di-idhdfat-kan secara lafazh, seperti tersebut di atas.

2.

Apabila dibuang mudhdf itaih-nya, seperti

.*'2";iiat g{:E ri;

(Ini

meja, letakkan sapu itu di bawahnya).

g. Apabila dibuang mudhdf ilah-nya

secara

lafazh dan

makna, seakan-akan ia tidak ada. Dalam hal ini, tahfc harus dibaca tcntuin

fathah,seperti Ui Yt(Lihatlah

ke bawah).

Tahto jugakadangdibacamabnidhammah,apabilamudhdf ilaih-nya dibuang secara lafazh dan dimaksud dalam maknanya saja, seperti

Li ;y &.

jufiil..rj

fAku lihat

semut

itu

keluar

dari

bawah). Kadang tdhta dibaca

jarr

(kasra/r), seperti

jqili li+ b ,st(Dari

bawah surga mengalir air sungai).

Tamyiz (!ri)

Tamyh

adalah

kalimat isfm

yang

dibaca

nashab dan berfungsi menj elaska n dz dt y ang samar, s ep erti'a3h "rb.l .7tL (Muhammad baik pribadinya) . Tamyiz merupakan rsim nakirah yang menyimpan makna

'mfn'(dari),

seperti halnya

'hdl'yang

menyimpan

maknaf

(dalam).

@

Kamus Ilmu Nahwu dan Sharaf

Apabila Anda

mengatakanUl{'r;;ry J6ur 1aru

telah membeli dua puluh kitab), maka sama halnya dengan makna aku membeli dua puluh dari jenis beberapa kitab).

Tamyiz terbagi dua bagian, yaitu :

1. Tamyiz mufrad

atalu

dzdt, yaitu tamyiz

yang menghilangkan

Dalam dokumen BUKU Kamus Ilmu Nahwu Dan Sharaf (Halaman 63-72)