• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II STUDI KEPUSTAKAAN

1. Manajemen Strategik

a) Pengertian Manajemen Strategik

Pengertian manajemen strategik diuraikan dengan memahami pengertian manajemen dan strategik. Kata manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno “menagement” yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manjemen belum memiliki arti yang mapan dan diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) “maneggiare” yang berarti mengendalikan terutama mengendalikan kuda yang berasal dari bahasa Latin “manus

yang berarti tangan. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis

manege” yang berarti kepemilikan kuda (yang berasal dari bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), di mana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia. Bahasa Perancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi “management”, yang memiliki arti seni mengatur dan melaksanakan.28

Sedarmayanti (2018: 1) berpendapat bahwa istilah manajemen berasal dari kata management (bahasa Inggris) turunan dari kata “to manage” artinya mengurus/tata laksana/ketatalaksanaan. Manajemen diartikan bagaimana cara manajer (orangnya) mengatur, membimbing, dan memimpin semua orang yang menjadi pembantunya agar usaha yang sedang dikerjakan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.29

Pengertian manajemen menurut pada ahli:

1) James A. F. Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

2) Mary Parker Follet, manajemen adalah suatu seni untuk melakukan pekerjaan melalui orang lain dibuthkan keterampilan khusus.

28 Ria Andriyani, Manajemen Strategik, (Cirebon: Unswagati, 2019), 1.

29 Sedarmayanti, Manajemen Strategi, (Bandung: Refika Aditama, 2018), 1.

3) Oey Liang Lee, manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

4) G. R Tery, manajemen adalah proses khas, terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya.

5) Lawrence, manajemen adalah seni pencapaian tujuan yang dilakukan melalui usaha orang lain.

6) Harold Koonntz dan Cyril O’donnel, manajemen adalah usaha untuk mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

Berdasarkan pendapat para ahli tersebut di atas, disimpulkan bahwa manajemen adalah proses yang terdiri dari rangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.30

Menurut Fauzi dan Rita Irviani (2018:3-6), arti dan definisi manajemen dari berbagai literatur dapat dilihat dari tiga pengertian, yaitu:

1) Manajemen sebagai suatu proses

Manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat menurut pendapat beberapa tokoh berikut:

a) G. R. Terry, manajemen adalah cara pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu melalui kegiatan orang lain.

b) Haiman, manajemen adalah fungsi untuk mencapai tujuan melalui orang lain dan mengawasi usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.

c) Stoner, manajemen sebagai suatu proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan usaha-usaha dari anggota organisasi dan sumber-sumber organisasi yang telah ditetapkan.

d) Mary Parker Follet, manajemen sebagai suatu seni untuk melakukan sesuatu melalui orang lain.

30 Sedarmayanti, Manajemen Strategi, (Bandung: Refika Aditama, 2018), 1-2.

2) Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia.

Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia merupakan suatu kumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Kumpulan orang-orang di sini menunjukkan adanya tingkatan kepemimpinan (pimpinan atas, menengah, dan bawah). Pendapat ini dikemukakan oleh Henry Fayol.

3) Manajemen sebagai ilmu dan seni.

Manajemen ilmiah adalah suatu kumpulan pengetahuan yang disistemisasi, dikumpulkan, dan diterima menurut pengertian kebenaran universal mengenai manajemen. Manajemen sebagai ilmu mengajarkan kita tentang sesuatu, sedangkan manajemen sebagai seni/art mengajarkan kita bagaimana sesuatu hal dilakukan/cara agar mencapai sesuatu.31

Manajemen merupakan kegiaten seni mengatur orang dalam organisasi untuk mecapai tujuan yang telah ditetapkan. Di mana, dalam organisasi setiap orang memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda.

Sehingga dibutuhkan bagaimana mengatur orang-orang dengan baik sehingga mampu bekerja sama untuk hasil yang optimal.

Strategi berasal dari kata “strategos” yang dapat diterjemahkan sebagai komandan militer pada zaman demokrasi Athena. Menurut Gery Johson dan Kevan Scholes (dalam bukunya Exploring Corporate Strategy) mendefinisikan strategi sebagai arah dan cakupan jangka panjang organisasi untuk mendapatkan keunggulan melalui konfiguasi sumber daya alam dan lingkungan yang berubah untuk mencapai kebutuhan pasar dan memenuhi harapan pihak berkepentingan (stakeholder).32

Berdasarkan pendapat para pakar manajemen di bidang bisnis antara lain Porter, Michael (1996) Ketchen Jr., D., et all (2009) Kenneth Andrews (2005) cenderung mengemukakan bahwa strategi merupakan pola penentuan keputusan-keputusan dan Tindakan untuk mengubah suatu kondisi yang diinginkan oleh organisasi di masa depan sebagai suatu respon atas tuntutan perubahan lingkungan organisasi.33

31 Fauzi & Rita Irviani, Pengantar Manajemen, (Yogyakarta: Andi, 2018), 3-6.

32 Nanang Fattah, Manajemen Strategik Berbasis Nilai, (Bandung: Remaja Rosadakarya, 2016), 4

33 Nanang Fattah, Manajemen Strategik Berbasis Nilai, Bandung: Remaja Rosdakarya,2016)

Pengertian lain dari strategi menurut para ahli, yaitu:

a. Candler (1962), strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan jangka panjang, program tindak lanjut serta prioritas alukasi sumber daya.

b. Porter (1985), strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.

c. Stephanie K. Marrus, strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

d. Hamel dan Prahalad (1995), yang mengangkat kompetensi sebagai hal yang penting. Strategi merupakan Tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan”.34

Sedarmayanti (2018, 2-3) berpendapat bahwa strategi terbagi menjadi dua yaitu:

1. Pengertian secara umum

• Strategi adalah proses penentuan rencana pimpinan puncak berfokus pada tujuan jangka Panjang organisasi, disertai penyusunan cara.upaya bagaimana agar tujuan dapat dicapai.

• Strategi adalah proses yang menentukan adanya perencanaan top manajer yang terarah pada tujuan jangka Panjang perusahaan, disetai penyusunan upaya bagaimana agar mencapai tujuan yang diharapkan.

2. Pegertian secara khusus

• Strategi adalah Tindakan yang senantiasa meningkat, terus- menerus, dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa

34 Huseun Umar, Desain Penelitian Manajemen Stratejik (Cara Mudah Meneliti Masalah-Masalah Manajemen Strategik untuk Skripsi, Tesis, dan Praktik Bisnis), Depok:

Rajagrafindo Persada ,2017) 16-17.

yang diharapkan pelanggan di masa depan. Strategi hampir selalu dimlulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dari apa yang terjadi. Terjadi kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memelukan kompetensi inti.

Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam jenis bisnis yang dilakukan.

• Strategi adalah Tindakan yang bersifat terus-menerus mengalami peningkatan dan dilakukan sesuai sudut pandang apa yang diinginkan serta diharapkan konsumen di masa depan. Dengan strategi ini maka ada yang hampir dimulai dari apa yang terjadi. Dengan terjadinya ada suatu kecepatan berinovasi pada pasar yang baru dan juga dalamm perubahan pola konsumen yang sangat memerlukan kemampuan inti, maka hendaknya perusahaan perlu mencari kemampuan inti/kompetensi inti dalam bisnis yang dilakukan.35

Ismail Solihin (2012:64) berpendapat bahwa strategi (strategy) dipahami bukan hanya sebagai “berbagai cara untuk mencapai tujua (ways to achieve ends) melainkan mencakup pula penentuan berbagai tujuan itu sendiri”. Sebagaimana dirumuskan oleh Chandler, strategi merupakan: “the determination of long-term goals of an enterprise and the adaption of courses of action and allocation of resources necessary for carrying out the goals”. Strategi dipahami pula sebagai sebuah pola yang mencakup di dalamnya baik strategi yang dilaksanakan (intended strategy dan deliberate strategy) maupun strategi yang pada awalnya tidak dimaksudkan oleh perusahaan (emerging strategy) tetapi menjadi strategi yang dipertimbangkan bahkan dipilih oleh perusahaan untuk diimplementasikan (realized strategy).36

Berdasarkan pengertian strategi di atas, ada beberapa hal yang dapat disimpulkan tentang strategi, yaitu (1) suatu seni untuk mengambil tindakan dalam organisasi untuk mencapai tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang secara efektif dan efisien., (2) Untuk menyusun strategi diperlukan adanya analisis lingkungan organisasi, baik internal maupun eksternal, hal ini untuk mengantisipasi perubahan-

35 Sedarmayanti, Manajemen Strategi, (Bandung: Refika Aditama, 2018), 2-3

36 Ismail Shilihin, Manajemen Strategik, (Jakarta: Erlangga, 2012), 64.

perubahan lingkungan yang terjadi, (3) Diperlukan keputusan yang tepat dan terarah untuk mencapai tujuan organisasi yang tepat, (4) Diperlukan adanya pemahaman kompetensi inti konsumen yaitu pola perilaku konsumen dengan adanya kecepatan inovasi pasar.

J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen berpendapat bahwa manajemen strategis adalah serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Manajemen strategis meluputi pengamatan lingkungan, perumusan strategi (perencanaan strategis dan perencanaan jangka panjang), implementasi strategi dan evaluasi serta pengendalian.37

Manajemen strategik (strategic management) menurut Fred R.

David dan Forest R. David (2016:23), dapat didefinisikan sebagai seni dan sains dalam memformulasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi memperoleh tujuannya.38

Manajemen strategik menurut Bohler dan Lim (1999) adalah “the development of sustainable competitive position in which the firm’s competitive provides countunued success”. Dalam manajemen strategik pada dunia bisnis dimanfaatkan untuk memprediksi kecenderungan pasar dan peluang-peluang memperoleh keunggulan bersaing. Sementara, dunia Pendidikan menggunakan konsep strategik untuk lebih mengefektifkan pengalokasian sumber daya yang ada dalam pencapaian tujuan pendidikan. Menentukan tujuan-tujuan strategik adalah memformulasikan hasil-hasil yang diharapkan dicapai secara menyeluruh selama satu periode.39

Menurut Michael A. Hitt & R Duane Ireland & Robert E.

Holisson (1997, XV), manajemen strategi adalah proses untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai, dan bagaimana seharusnya mencapai hasil yang bernilai. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan terus

37 J. David Hunger dan Thomas L Wheelen, Manajemen Strategis, (Yogyakarta, Andi. 2003) 4.

s38 J R David dan Forest R. David, Manajemen Strategik. (Suatu Pendekatan Keunggulan Bersaing), (Jakarta, Salemba Empat, 2016), 3.

39 Syaiful Sagala, Desain Peneletian Manajemen Strategik : Pembuka Ruang Kreativitas, Inovasi, dan Pemberdayaan Potensi Sekolah dalam Sistem Otonomi Sekolah, (Bandung: Alfabeta, 2017), 128-129.

ditantang untuk semakin kometitif. Banyak dari perusahaan yang telah meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba di atas rata-rata. Sedangkan H. Igor Ansoff, Mengemukakan manajemen strategi adalah analisis yang logis tentang bagaimana perusahaan dapat baradaptasi terhadap lingkungan baik yang berupa ancaman maupun kesempatan dalam berbagai aktivitasnya.40

Manajemen strategi merupakan sebagai satu kesatuan, memiliki berbagai komponan saling berhubungan, saling mempengaruhi dan bergerak serentak (bersama-sama) kea rah yang sama. Manajemen strategi merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh Chief executive Officer (CEO) serta tim eksekutif organisasi.

Manajemen strategi berbicara tentang gambaran besar, inti dari manajemen strategi adalah mengidentifikasi tujuan organisasi, sumber dayanya, dan bagaimana sumber daya yang ada dapat digunakan secara efektif untuk memenuhi tujuan strategi. Manajemen strategi saat ini harus memberi fondasi dasar/pedoman untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Ini adalah proses berkesinambungan dan terus menerus. Rencana strategi organisasi merupakan dokumen hidup yang selalu diperlukan.41

Manajemen strategik menurut Nawawi (2005:148-149) ada 4 (empat), yaitu:

1) Manajemen strategik adalah proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Dari pengertian tersebut ada beberapa aspek penting, antara lain:

(a) Manajemen strategik merupakan proses pengambilan keputusan.

(b) Keputusan yang ditetapkan bersifat mendasar dan menyeluruh yang berarti berkenaan dengan aspek-aspek yang penting dalam kehidupan sebuah organisasi, terutama tujuannya dan cara melaksanakannya atau mencapainya.

40 Ria Andriyani, Manajemen Strategik, (Cirebon, Unswagati, 2019), 2-3.

41 Sedarmayanti, Manajemen Strategi, (Bandung: Refika Aditama, 2018), 5.

(c) Pembuatan keputusan tersebut harus dilakukan sekurang- kurangnya melibatkan pimpinan puncak (kepala sekolah), sebagai penanggung jawab utama pada keberhasilan atau kegagalan organisasinya.

(d) Pengimplementasian keputusan tersebut sebagai organisasi untuk mencapai tujuan strategiknya dilakukan oleh seluruh jajaran organisasi (warga sekolah), seluruhnya harus mengetahui dan menjalankan peranan sesuai wewenang dan tanggung jawabnya masing-masing.

(e) Keputusan yang ditetapkan manajemen puncak (kepala sekolah) harus diimplementasikan oleh seluruh warga sekolah dalam bentuk kegiatan/pelaksanaan pekerjaan yang terarah pada tujuan strategik organisasi.

2) Manajemen strategik adalah usaha manajerial menumbuhkembangkan kekuatan organisasi untuk mengeksploitasi peluang yang muncul guna mencapai tujuannya yang telah ditetapkan sesuai dengan misi yang telah ditentukan. Dari pengertian tersebut terdapat konsep yang secara relative luas dari pengertian pertama yang menekan bahwa “Manajemen strategik adalah usaha manajerial menumbuhkembangkan kekuatan organisasi”, yang mengharuskan kepala sekolah dengan atau tanpa bantuan manajer di bawahnya (wakasek, pembina osis, kepata tata usaha) untuk mengenali aspek-aspek kekuatan organisasi yang sesuai yang misinya yang harus ditumbuhkembangkan guna mencapai tujuan strategik yang telah ditetapkan. Untuk setiap peluang atau kesempatan yang terbuka harus dimanfaatkan secara optimal.

3) Manajemen strategik adalah arus keputusan dan tindakan yang mengarah pada pengembangan strategi yang efektif untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Pengertian ini menekankan bahwa arus keputusan dari para pimpinan organisasi (kepala dinas Pendidikan, kepala sekolah) dan tindakan berupaya pelaksanaan keputusan, harus menghasilkan satu atau lebih strategis, sehingga dapat memilih yang paling efektif atau yang paling handal dalam usaha mencapai tujuan organisasi.

4) Manajemen strategik adalah perencanaan berskala besar (disebut Perencanaan Strategik) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut Visi), dan ditetapkan sebagai keputusan

manajemen puncak (keputusan yang bersifat mendasar dan principal), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut Misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operasional) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut Tujuan Strategik) dari berbagai sasaran (Tujuan Operasional) organisasi. Pengertian yang cukup luas ini menunjukkan bahwa manajemen strategik merupakan suatu sistem yang sebagai satu kesatuan memiliki berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling memengaruhi, dan bergerak sedcara serentak ke arah yang sama pula. Komponen pertama adalah perencanaan strategik yang unsur-unsurnya terdiri dari visi, misi, tujuan strategis organisasi. Sedangkan komponen kedua adalah perencanaan operasional dengan unsur-unsurnya adalah sasaran atau tujuan operasional, pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen berupa fungsi pengorganisasian, fungsi pelaksanaan, dan fungsi penganggaran, kebijaksanaan situasional, jaringan kerja internal dan eksternal, fungsi control dan evaluasi serta umpan balik. Dari pengertian manajemen strategi yang terakhir, dapat disimpulkan beberapa karakteristiknya, antara lain sebagai berikut:

(a) Manajemen strategik di wujudkan dalam bentuk perencanaan berskala besar dalam arti mencakup seluruh kompenen di lingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategik (RENSTRA) yang dijabarkan menjadi rencana operasional (RENOP), yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program-program kerja.

(b) Rencana strategik berorientasi pada jangkauan masa depan (25- 30 tahun) sedangkan rencana operasionalnya ditetapkan untuk setiap tahun atau setiap lima tahun.

(c) VISI, MISI, pemilihan strategik yang menghasilkan strategi utama (induk) dan tujuan strategik organisasi untuk jangka Panjang, meupakan acuan dalam merumuskan RENSTRA, namun dalam Teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis semua acuan tersebut terapat didalamnya.

(d) RENSTRA d,ijabarkan menjadi RENOP yang antara lain berisi program-program operasional.

(e) Penetapan RENSTRA dan RENOP harus melibatkan manajemen puncak (pimpinan) karena sifatnya sangat mendasar dalam pelaksanaan seluruh misi organisasi.

(f) Pengimplementasian strategi dalam program-program utnuk mencapai sasarannya masing-masing dilakukan melalui fungsi- fungsi manajemen yang mencakup perngorganisasian, pelaksanaan, penganggaran, dan kontrol.42

Implementasi manajemen strategik di sekolah merupakan proses kegiatan strategis dalam rangka menciptakan masa depan sekolah yang lebih baik, yang dilakukan melalui: (1) kaji integrasi kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) lingkungan internal, serta kaji peluang (opportunity) dan ancaman (threat) lingkungan eksternal, (2) formulasi strategi, yaitu dengan adanya visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, dan kebijakan, (3) implementasi strategi, yaitu dengan adanya program, anggaran, dan prosedur kerja, (4) penilaian dan pengendalian, yaitu proses penentuan dan mengarahkan kegiatan supaya sesuai dengan yang direncanakan.43

Meskipun para pakar memberikan definisi yang berbeda-beda tentang manajemen strategik merupakan suatu hal yang sangat ilmiah, kiranya tidak akan jauh dari kebenaran apabila dikatakan bahwa manajemen strategik adalah serangkaian keputusan dan tindakan mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajasan dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.44

b) Tujuan dan Sasaran Manajemen Strategik

Strategik merupakan kunci yang menentukan arah perubahan masa depan organisasi. Secara sederhana dapat digambarkan sebagai berikut:

42 Karna Sobahi, dkk., Manajemen Pendidikan (Melalui Pendekatan Manajemen Strategik, Manajemen Sekolah, Balanced Scoorecard, Blue Ocean Strategy, Learning Organisation, Manajemen Berbasis Sekolah, Manajemen Mutu TErpadu, Kepemimpinan Kepala Sekolah), (Bandung: Cakra, 2010) 2-5.

43 Karna Sobahi, dkk., Manajemen Pendidikan (Melalui Pendekatan Manajemen Strategik, Manajemen Sekolah, Balanced Scoorecard, Blue Ocean Strategy, Learning Organisation, Manajemen Berbasis Sekolah, Manajemen Mutu TErpadu, Kepemimpinan Kepala Sekolah), (Bandung: Cakra, 2010) 2.

44 Sondang P. Siagian, Manajemen Strategik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2018), 15.

Gambar 2.1 Tujuan Strategik

Sumber: Nanang Fattah (2016: 4)

Berpikir strategik merupakan analisis kritis tentang masalah atau kesenjangan kondisi saat ini degan kondisi yang diiinginkan di masa depan. Berpikir strategik merupakan kemampuan intelektual tentang masalah, kecenderungan yang terjadi, kejadian atau situasi yang dihadapi organisai. Berpikir strategik mencari tahu dan berusaha memahami fenomena atau situasi yang terjadi yang direspon oleh kekuatan berpikir (brainpower). Pemahaman dan respons atas permasalahan yang dihadapi organisasi itu berimplikasi terhadap perlunya sumber daya nalar tinggi.

Dayan alar tinggi sangat dibutuhkan untuk mencari dan menemukan alternatif strategi dan tindakan untuk mengubah kondisi organisasi saat ini ke arah kondisi yang diharapkan di masa yang akan datang.45

Strategi yang dikembangkan perusahaan melalui proses manajemen strategik bertujuan untuk menciptakan keunggulan kompetitif (competitive adventage) bagi perusahaan.46

Manajemen strategik adalah suatu cara untuk mengendalikan terdepan, sedemikian rupa sehingga tujuan dan sasarannya dapat tercapai. Sasaran manajemen strategik adalah:

1) Kualitas organisasi.

2) Efisiensi anggaran.

3) Penggunaan sumber daya.

4) Kualitas evaluasi program dan penentuan kinerja.

5) Kualitas laporan.47

45 Nanang Fattah, Manajemen Strategik Berbasis Nilai, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2016), 4-5.

46 Ismail Sholihin, Manajemen Strategik, (Jakarta: Erlangga, 2012) 67.

47 Akdon, Strategic for Educational Management (Manajemen Strategik untuk Manajemen Pendidikan), (Bandung: Alfabeta, 2016), 79.

KONDISI SAAT INI

KONDISI YANG DIHARAPKAN DI

MASA DEPAN STRATEJIK

c) Elemen Strategik

Manajemen strategi sebagai analisis, keputusan, dan aksi yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan dan mempertahankan keunggulan kompetitif (Ketchen: 2009). Definisi ini menggambarkan ada dua elemen utama manajemen strategi, yaitu:

1) Manajemen strategi dalam perusahaan berkaitan proses yang berjalan: analisis, keputusan, dan tindakan. Manajemen strategi berkaitan dengan bagaimana manajemen menganalisis sasaran strategi (visi, misi, tujuan) serta kondisi internal dan eksternal yang dihadapi perusahaan. Selanjutnya, perusahaan harus menciptakan keputusan strategi. Keputusan ini harus mampu menjawab dua pertanyaan utama: (1) industri apa yang digeluti perusahaan, (2) bagaimana perusahaan harus bersaing di industri tersebut. Terakhir, tindakan diambil untuk menjalankan keputusan tersebut, tindakan yang perlu dilakukan akan mendorong manajer mengalokasikan sumber daya dan merancang organisasi untuk mengubah rencana kenyataan.

2) Manajemen strategi, studi tentang mengapa perusahaan mampu mengalahkan perusahaan lainnya. Manajer perlu menentukan bagaimana perusahaan bisa menciptakan keunggulan kompetitif yang tidak hanya unik dan berharga, tetapi juga sulit ditiru/dicari subtitusinya, sehingga mampu bertahan lama. Keunggulan kompetitif yang mampu bertahan lama biasanya didapatkan dengan melakukan aktivitas berbeda denga napa yang dilakukan pesaing, atau melakukan aktivitas sama dengan cara berbeda.48

d) Tahap-Tahap Manajemen Strategik

Fred F. David dan Forest F. David (2016: 4-5) berpendapat bahwa tahap-tahap manajemen strategik meliputi:

1) Formulasi strategi (strategy formulasi), mencakup pengembangan visi dan misi, mengidentifikasi kesempatan dan ancaman eksternal organisasi, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menciptakan tujuan jangka panjang, memulai strategi alternatif, dan memilih strategi khusus untuk dicapai.

48 Sedarmayanti, Manajemen Strategi, (Bandung: Refika Aditama, 2018), 5-6.

2) Implementasi strategi (strategy implementation), memerlukan perumusan tujuan tahunan, kebijakan yang memotivasi karyawan, dan pengalokasian sumber daya oleh perusahaan, sehingga strategi yang diformulasikan dapat tercapai.

3) Evaluasi strategi (strategy evaluation), adalah tahapan final dalam menajemen strategik. Tiga aktvitas fundamental evaluasi strategi adalah: (1) meninjau faktor internal dan eksternal yang merupakan basis untuk strategi saat ini, (2) mengukur kinerja, (3) mengambil tindakan kolektif.49

J. Davis Hunger dan Thomas L. Wheelen (2003: 12) mengemukakan model manajemen startegik tersaji berikut ini:

Gambar 2.2

Model Manajemen Strategik Hunger-Wheelen

Pengamatan

Lingkungan Perumusan Strategi Implementasi Strategi Evaluasi dan

Pengendalian

Eksternal: Misi

Lingkunan Sosial

Tuju an Lingkungan

Tugas

Stra tegi

Kebi jakan

Internal: Pro

gram

Struktur Ang

garan

Budaya Prose

dur Sumber

Daya

Kinerja

Sumber: J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen (2003: 12) Proses manajemen strategis meliputi empat elemen dasar: (1) pengamatan lingkungan, (2) perumusan strategi, (3) implementasi strategi, dan (4) evaluasi dan pengendalian. Berdasarkan gambar di atas, J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen (2003: 9-20) menunjukkan interaksi keempat elemen tersebut.

49 Fred R. David dan Forest R. David, Manajemen Strategik: Suatu Keunggulan Bersaing, (Jakarta: Salemba Empat, 2016), 4-5.

Dokumen terkait