BAB III METODOLOGI PENELITIAN
H. Pengujian Keabsahan Data
Dalam penelitian ini data harus diterima untuk mendukung kesimpulan penelitian. Oleh sebab itu, diperlukan pengujian keabsahan data sebagai berikut:
1) Uji kredibilitas (Tingkat kepercayaan)
Sugiono (2018:435) berpendapat bahwa, uji kredibilitas data atau kepercayaan terhadap data hasil penelitian kualitatif antara lain dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negative, dan member check.87
Adapun uji kredibilitas yang peneliti lakukan adalah:
a) Perpanjangan pengamatan. Dengan perpanjangan pengamatan akan meningkatkan kepercayaan data dalam hal ini melakukan penelitian yang lama dan tidak tergesa-gesa dalam pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan manajemen strategik dalam peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian.
b) Meningkatkan ketekunan. Dalam hal ini melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan dalam pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan manajemen strategik dalam
86 Sugiono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2018), 412.
87 Sugiono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2018), 435.
peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian.
c) Melakukan triangulasi. Dalam hal ini dilakukan pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu dalam pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan manajemen strategik dalam peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian.
d) Analisis kasus negatif. Dalam hal ini peneliti mencari data yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan data yang telah ditemukan. Apabila tidak ada data negatif, berarati data yang ditemukan sudah dapat dipercaya dalam pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan manajemen strategik dalam peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian.
e) Menggunakan bahan referensi. Dalam hal ini adanya data pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti, misalnya rekaman wawancara, foto-foto, dokumen autentik dalam pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan manajemen strategik dalam peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian.
f) Mengadakan member check. Pada proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data dengan tujuan untuk mengetahui sebarapa jauh data yang diperoleh sesuai dengan yang diberikan oleh pemberi data dalam pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan manajemen strategik dalam peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian.
Uji kredibilitas dilakukan oleh peneliti dengan pengamatan mendalam dan triangulasi (obeservasi, wawancara, dan studi dokumen).
2) Pengujian transferability (keteralihan)
Menurut Sugiono yang dikutip dari Fraenkel and Wallen (2018:443) bahwa transferability (keteralihan) dalam penelitian kualitatif adalah derajad keterpakaian hasil penelitian untuk diterapkan di situasi yang baru (tempat
lain) dengan orang-orang yang baru. Transferability dalam penelitian kualitatif mirip generalisasi dalam penelitian kuantitatif.88
Dalam hal ini semakin sama konteksnya, maka semakin tinggi kemungkinan di transfer dalam penerapan di lembaga lain yang mengacu pada manajemen strategik dalam peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian.
Peneliti mencoba menerapkan program di jenjang yang sederajat SMK yaitu madrasah aliyah di MA Salafiyah untuk program tahlil, hafalan ditambah dengan surat pilihan, dan pembinaan kelas XII.
3) Pengujian Dependability (keterandalan)
Dalam penelitatif kualitatif, uji dependability dilakukan dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Sering terjadi peneliti tidak melakukan proses penelitian ke lapangan tetapi bisa memberikan data.
Peneliti seperti ini perlu di uji dependability nya. Kalau proses penelitian tidak dilakukan tetapi datanya ada, maka penelitian tersebut tidak reliabel atau dependable. Untuk itu pengujian dependability dilakukan dengan cara melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Caranya dilakukan oleh auditor yang independent, atau pembimbing untuk mengaudit keseluruhan aktifitas peneliti dalam melakukan penelitian. Bagaimana peneliti mulai menentukan masalah/fokus, memasuki lapangan, menentukan sumber data, melakukan analisis data, melakukan uji keabsahan data, sampai membuat kesimpulan harus dapat ditunjukkan oleh peneliti. Jika peneliti tidak mempunyai dan tidak dapat menunjukkan jejak aktifitas lapangannya, maka dependabilitas penelitiannya patut diragukan (Sanafiah Faisal, 1990).89 Dalam hal ini peneliti harus konsisten terhadap keseluruhan penelitian sehingga mampu membuat konsep, mengumpulkan data, menginterprestasikan, dan melakukan penelitian yang berkaitan dengan manajemen strategik dalam peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian. Peneliti melakukan bimbingan dalam penyusunan tesis dimulai dari seminar proposal sampai dengan pelaksanaan seminar hasil yang berkisar dari Agustus 2020 sampai dengan Februari 2022. Waktu yang panjang dalam penyusunan tesis ini dikarenakan keterbatasan penulis.
88 Sugiono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2018), 443.
89 Sugiono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2018), 444-445.
4) Pengujian Confirmability (dapat dikonfirmasi)
Dalam penelitian kualitatif, uji confirmability mirip dengan uji dependability, sehingga pengujiannya dapat dilakukan secara bersamaan.
Menguji confirmability berarti menguji hasil penelitian, dikaitkan dengan proses yang dilakukan. Bila hasil penelitian merupakan fungsi dari proses penelitian yang dilakukan, maka penelitian tersebut telah memenuhi standar confirmability. Dalam penelitian, jangan sampai proses tidak ada, tetapi hasilnya ada.90 Peneliti melakukan konfirmasi dengan para informan secara langsung dan melalui telepon/whatsapp untuk mempertegas kebenaran data yang diperoleh.
I. Jadwal Penelitan
Jadwal penelitian akan dilaksanakan sebagai berikut:
1. Penelitian awal : 19 Juni 2019
2. Penelitian lanjutan : Juli 2019 s.d. Nopember 2021
90 Sugiono, Metode Penelitian Manajemen, (Bandung: Alfabeta, 2018), 445.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Perumusan Strategi dalam Peningkatan Kompetensi Lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon
Perumusan strategi dalam peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisan meliputi:
Gambar 4.1
Langkah-Langkah Perumusan Strategi Peningkatan Kompetensi Lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada Program
Keahlian Broadcating dan Pertelevisian
Sumber: Analisis Peneliti
Pengamatan lingkungan eksternal dan lingkungan internal dilakukan sebelum menentukan misi. Pengamatan lingkungan eksternal meliputi dua bagian yaitu: (1) lingkungan kerja meliputi elemen atau kelompok yang secara langsung berpengaruh/dipengaruhi oleh operasi-operasi utama organisasi, meliputi pemerintah, pemegang saham, komunitas lokal, pemasok, pelanggan, pesaing, kreditur, serikat buruh, kelompok kepentingan khusus, dan asosiasi perdagangan, (2) lingkungan sosial meliputi kekuatan umum yang dapat dan sering mempengaruhi keputusan-keputusan jangka Panjang tetapi tidak berhubungan langsung dengan aktivitas-aktivitas jangka pendek organisasi.
Pengamatan lingkungan internal meliputi variabel kekuatan dan kelemahan di dalam organisasi tetapi biasanya tidak dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak. Variabel-variabel tersebut membentuk suasana di mana pekerjaan dilakukan. Variabel itu meliputi: (1) struktur merupakan bagaimana cara perusahaan diorganisasikan yang berkenaan dengan wewenang, komunikasi, dan arus kerja, (2) budaya merupakan pola keyakinan, pengharapan, dan nilai-nilai yang dibagikan organisasi, (3) sumber daya merupakan aset bahan baku produksi barang dan jasa organisasi.91
91 J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen, Manajemen Strategis, (Yogyakarta:
Andi, 2003), 9-10-12.
Pengam atan Lingku
ngan
Visi/Mi
si Tujuan Strategi Kebijak
an
Pengamatan pada lingkungan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian meliputi pengamatan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman Lembaga.
Berdasarkan hasil wawancara bersama Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Kepala program Broadcasting dan Pertelevisian dapat digambarkan analisis dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian.
Tabel 4.1
Pengamatan Lingkungan Kompetensi Lulusan SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada Program Keahlian Broadcasting
dan Pertelevisian MATRIK SWOT Internal KEKUATAN
(S)
1. Karakter peserta didik kuat.
2. Kompetensi peserta didik abad ke-21.
3. Kegiatan ekstrakurikuler bervariasi.
4. Prestasi akademik di atas KKM.
5. Melanjutkan ke perguruan tinggi di dalam negeri dan di luar negeri.
KELEMAHAN (W)
1. Input peserta didik yang bervariasi.
2. Sebagian lulusan berkeinginan untuk bekerja tanpa
melanjutkan pendidikan.
3. Pengarahan ke perguruan tinggi di kelas XII.
4. Jurusan pilihan di perguruan tinggi sebagian besar tidak sesuai dengan program keahlian pada saat di sekolah.
MATRIK SWOT Eksternal
PELUANG (O)
1. Peserta didik memiliki keahlian sesuai dengan program keahlian.
2. Beasiswa ke perguruan tinggi.
3. Jaringan kerja sama perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
4. Wadah alumni dalam dan luar negeri.
5. Kebijakan
pemerintah dalam pendidikan pada jenjang SMK.
S-O
1. Sekolah mengajukan program SMK
Teaching Factory atau Program Keunggulan untuk mendukung kompetensi dan keahlian peserta didik.
2. Sekolah bekerja sama dengan perguruan tinggi yang sesuai program keahlian dengan jalur nontes berdasarkan prestasi akademik dan nonakademik baik dalam maupun luar negeri.
3. Wadah alumni dibuat berbadan hukum dan dikelola secara mandiri dan
transparan oleh ikatan alumni untuk
memberikan
kemudahan informasi, pengarahan, dan bimbingan baik untuk melanjutkan
pendidikan maupun menciptakan jiwa wirausaha.
W-O
1. Sekolah bekerja sama dengan perusahaan berskala daerah/nasional untuk
menjembatani peserta didik yang
berkeinginan bekerja.
2. Sekolah mengarahkan prestasi nonakademik peserta didik kepada
kebutuhan dunia industri.
3. Sekolah
mengembangkan jiwa wirausaha sedini mungkin dengan
pembinaan sejak di kelas X melibatkan pelaku langsung dari alumni dan pihak terkait.
MATRIK SWOT ANCAMAN
(T) 1. Pemikiran
tradisional orang
tua dalam
pendidikan.
2. Keterbatasan ekonomi orang tua.
3. Ijasah pesantren diperlukan untuk Kebijakan kuliah di luar negeri terutama ke Timur Tengah.
4. Lingkungan masyarakat yang masih rendah tentang kegiatan sekolah/pesantren.
S-T
1. Sekolah mengadakan sosialisasi yang menarik dan interaktif secara digital terhadap orang tua mengenai manfaat program unggulan dan prestasi
akademik dan
nonakademik bagi peserta didik untuk melanjutkan
pendidikan.
2. Sekolah bekerja sama dengan komite untuk mengadakan program orang tua asuh dan mengupayakan
beasiswa bagi peserta didik yang kurang mampu.
W-T 1. Sekolah
menginventarisir prestasi
nonakademik sebagai jalur untuk
melanjutkan ke perguruan tinggi/bekerja/
berwirausaha.
2. Input peserta didik yang bervariasi dimanfaatkan sekolah untuk mengadakan program
penyiaran di media sosial sehingga
menjadi sebuah tontonan yang menarik dan rutin.
Sumber: Maulana Karim Amrullah, dkk. (Kepala SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon), Wawancara: Cisaat, 6 Nopember 2021.
Berdasarkan matrik di atas, peneliti merumuskan upaya peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon melalui:
1. Sekolah bekerja sama dengan perguruan tinggi berdasarkan program keahlian yang ada di sekolah melalui jalur tes ataupun prestasi akademik/nonakademik dengan beasiswa maupun mandiri baik di dalam dan luar negeri.
2. Sekolah mengadakan MOU dengan perusahaan berskala daerah/nasional untuk menyalurkan peserta didik yang ingin bekerja.
3. Sekolah mengajukan program SMK Teaching Factory (TEFA), Program Keunggulan (PK) untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian peserta didik.
4. Sekolah melakukan sosialisasi prestasi akademik/nonakademik dan program unggulan secara digital dengan memanfaatkan input peserta didik yang bervariasi untuk menjadi program penyiaran yang menarik dan bermanfaat.
5. Alumni mendirikan wadah alumni secara independent dan transparan oleh ikatan alumni untuk menyampaikan informasi, bimbingan, dan pengarahan untuk melanjutkan Pendidikan, bekerja, dan menciptakan jiwa wirausaha.
Perumusan strategi merupakan pengembangan rencana jangka panjang untuk manajemen efektif dari kesempatan dan ancaman lingkungan dilihat dari kekuatan dan kelemahan peusahaan. Perumusan strategi diantaranya menentukan misi perusahaan, menentukan tujuan-tujuan yang dapat dicapai, pengembangan strategi, dan penetapan pedoman kebijakan.92
Visi, misi, dan tujuan lembaga penting untuk menentukan arah dan kehidupan masa yang akan datang lembaga tersebut. Visi merupakan gambaran ideal tentang di mana dan bagaimana organisasi berwujud di masa datang. Visi merupakan kiblat semua organisasi pendidikan, mengingat visi merupakan gambaran masa depan atau cita-cita unggulan yang dijabarkan ke dalam misi, strategi, tujuan, sasafan, kebijakan, program, biaya, prosedur, dan pengendalian, sehingga sekolah dapat tampil unggul kompetitif di tengah perubahan lingkungan yang cepat, kompleks, dan dinamis. Visi merupakan pandangan jauh ke depan ke mana sekolah akan dibawa dan bagaimana Sekolah Menengah Atas berkarya, agar tetap konsisten dan dapat eksis dan inovatif.93
Misi yaitu menjelaskan apa yang harus dikerjakan oleh organisasi, untuk apa atau siapa dikerjakan, dan bagaimana mengerjakannya. Depdiknas (1998: 22) menyebutkan bahwa misi merupakan pernyataan yang ditetapkan dengan mempertimbangkan rumusan penugasan dan keinginan dari dalam (berkaitan dengan visi) serta memberi arah yang jelas yang akan ditempuh
92 J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen, Manajemen Strategis, (Yogyakarta:
Andi, 2003), 12.
93 Karna Sobahi, dkk., Manajemen Pendidikan (Melalui Pendekatan Manajemen Strategik, Manajemen Sekolah, Balance Scorecard, Blue Ocean Strategy, Learning Organization, Manajemen Berbasis Sekolah, Manajemen Mutu Terpadu, Kepemimpinan Kepala Sekolah), (Bandung: Cakra, 2010), 10-11.
sekarang dan yang akan datang.94 Misi organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi hidup. Pernyataan misi yang disusun dengan baik mendefinisikan tujuan tujuan mendasar dan unik yang membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan lain dan mengidentifikasi jangkauan operasi perusahaan dalam produk yang ditawarkan dan pasar yang dilayani.95
Visi yang dibangun mesti link and match dengan misi (rumusan penugasan tentang sebaran visi, atau arahan yang akan ditempuh); tujuan (sesuatu yang dicapai secara spesifik); sasaran (target nyata atau tujuan khusus yang dapat diukur, diamati, dan dilaksanakan); strategi (rencana untuk visi, misi, dan tujuan); kebijakan (pedoman bertindak atau pengambilan kebutusan guna mencapai tujuan); program (kegiatan spesifik yang disusun secara sistematis, terpadu dan terjadwal untuk mencapai tujuan); prosedur kerja (alur kerja yang harus dilalui atau standard operating procedures); anggaran (dana pendukung guna mencapai tujuan); dan pengawasan (proses mengukur kesesuaian hasil dengan yang direncanakan).96
Berdasarkan hasil studi dokumen dengan membaca buku 1 Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan wawancara dengan Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Kepala Program Broadcasting dan Pertelevisian SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon dapat dijabarkan:
1. Visi SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon
Menjadi pusat pengembangan Pendidikan terpadu antara ilmu, skill, dan nilai- nilai untuk menghasilkan kader yang cerdas, kompetetif, dan berakhlak mulia.
2. Misi SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon
a. Memfasilitasi proses aktualisasi peserta didik dengan membekali ilmu, skill, dan nilai-nilai dari ajaran agama serta kearifan lokal.
b. Mengembangkan sumber pembelajaran yang berbasis pesantren dan pendidikan vokasi yang adaptif dengan perkembangan zaman.
94 Karna Sobahi, dkk., Manajemen Pendidikan (Melalui Pendekatan Manajemen Strategik, Manajemen Sekolah, Balance Scorecard, Blue Ocean Strategy, Learning Organization, Manajemen Berbasis Sekolah, Manajemen Mutu Terpadu, Kepemimpinan Kepala Sekolah), (Bandung: Cakra, 2010), 12.
95 J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen, Manajemen Strategis, (Yogyakarta:
Andi, 2003), 13.
96 Karna Sobahi, dkk., Manajemen Pendidikan (Melalui Pendekatan Manajemen Strategik, Manajemen Sekolah, Balance Scorecard, Blue Ocean Strategy, Learning Organization, Manajemen Berbasis Sekolah, Manajemen Mutu Terpadu, Kepemimpinan Kepala Sekolah), (Bandung: Cakra, 2010), 12.
c. Mengembangkan proses dan metode pembelajaran yang modern berbasis ICT (Information & Communication Technology).
d. Menciptakan sistem, budaya, dan iklim pembelajaran yang saling tolong menolong diantara stakeholder dan shareholder pendidikan.
e. Menghasilkan lulusan yang mampu berprestasi, berkontribusi, dan bernilai bagi agama, bangsa, dan negara.
3. Tujuan SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian Broadcasting dan pertelevisian
a. Sebagai kelanjutan dan penyelenggaraan yaitu memempang lulusan SLTP yang berminat pada bidang broadcasting dan pertelevisian.
b. Menghasilkan lulusan sebagai tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi kebutuhan lapangan kerja dalam lingkup bidang broadcasting dan pertelevisian.
c. Menstandarkan lapangan kerja sehingga kualitasnya diterima di pasaran kerja.
d. Mengkaji potensi teknologi broadcasting dan pertelevisian lebih dini guna pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk jenjang sarjana selanjutnya diamalkan bagi kepentingan masyarakat.
4. Sasaran SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon
a. Masih minimnya aksi sosialisasi kepada msyarakat (SMP/MTs) tentang pendirian SMK yang banyak diminati masyarakat sehingga diperlukan upaya promosi.
b. Adanya kemauan yang tinggi dari penyelenggara pedidikan di pihak Yayasan Bina insan Mulia, sesuai dengan tuntutan dan standardisasi, pengetahuan, dan sikap professional.
Sedangkan tujuan spesifik program keahlian broadcasting dan pertelevisian SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan, dan sikap agar kompeten dalam:
1. Memelihara dan mengoperasikan peralatan produksi program pertelevisian.
2. Mengoperasikan kamera untuk pengambilan gambar.
3. Menyiapkan dan mengoperasikan sistem perekam suara.
4. Menyiapkan dan mengatur pencahayaan.
5. Melakukan proses editing.
6. Merencanakan dan melaksanakan produksi program pertelevisian.
7. Melakukan setting artistic.
Tujuan jangka panjang program keahlian broadcasting dan pertelevisian SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon adalah menjadi penyumbang tenaga profesional, tenaga ahli, dan pemangku jabatan di negara Indonesia. Hal ini sejalan dengan tujuan jangka panjang Yayasan Bina Insan Mulia.97
Strategi merupakan rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaimana perusahaan akan mencapai misi dan tujuannya. Strategi memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalkan keterbatasasn bersaing.98 Karna Sobahi, dkk. (2010) menyatakan strategi menjelaskan bagaimana tujuan akan dicapai secara hakiki. Strategi adalah pengarahan menyeluruh sumber daya untuk mengendalikan situasi dan ruang guna mencapai tujuan yang telah digariskan. Strategi merupakan route of actian atau cara yang digunakan organisasi untuk mencapai visi, misi, dan tujuan.99 Sedangkan menurut Akdon (2016), strategi organisasi adalah suatu pernyataan mengenai arah dan tindakan yang diinginka oleh organisasi di waktu yang akan datang.100
Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, dan Kepala Program Keahlian broadcasting dan Pertelevisian serta studi dokumen buku 1 KTSP bahwa strategi dalam peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon dilakukan sejak lulusan Angkatan pertama yaitu tahun 2014 dengan dilatarbelakangi adanya perkembangan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan perkembangan zaman. Strategi ini merupakan ide dari kepala program keahlian broadcasting dan pertelevisian atas arahan dari Yayasan Bina Insan Mulia. Ruang lingkup strategi dalam peningkatan kompetensi lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada program keahlian broadcasting dan pertelevisian meliputi:
1. Penyesuaian dan pembaharuan strategi pembelajaran serta praktek untuk memenuhi kebutuhan peserta didik yang terkini.
2. Peningkatan sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan pembelajaran.
97 Maulana Karim Amrullah, dkk. (Kepala SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon), Wawancara: Cisaat, 6 Nopember 2021.
98 J. David Hunger dan Thomas L. Wheelan, Manajemen Strategis, (Yogyakarta:
Andi, 2013), 16.
99 Karna Sobahi, dkk., Manajemen Pendidikan (Melalui Pendekatan Manajemen Strategik, Manajemen Sekolah, Balance Scorecard, Blue Ocean Strategy, Learning Organization, Manajemen Berbasis Sekolah, Manajemen Mutu Terpadu, Kepemimpinan Kepala Sekolah), (Bandung: Cakra, 2010), 13.
100 Akdon, Strategic Management for Education Management (Manajemen Strategik untuk Manajemen Pendidikan), (Bandung: Alfabeta, 2016), 150.
Rencana strategis yang dilakukan SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon adalah pada program broadcasting dan pertelevisian keahlian sebagai berikut:
Tabel 4.2
Rencana Strategis dalam Peningkatan Kompetensi Lulusan di SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon pada
Program Keahlian Broadcasting dan Petelevisian No Rencana
Strategis
Rencana Kegiatan Penanggung Jawab 1 Karakter Peserta
Didik
a. Disiplin
1) Tata tertib sekolah 2) Tata tertib berpakaian 3) Tata tertib penggunaan
sarana dan prasarana sekolah
Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Kepala Program BP, Guru mata pelajaran
b. Religius
1) Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan
2) Memberi salam dan hormat setiap bertemu dengan Guru
3) Sholat Dhuha sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran
4) Peserta didik didoakan oleh Guru sebelum kegiatan pembelajaran 5) Peserta didik mampu
memimpin tahlil 6) Peserta didik mampu
memimpin marhabanan 7) Puasa 1 tahun penuh di
kelas XII kecuali hari yang dilarang berpuasa
Kepala sekolah, Waka kesiswaan, Kepala program BP, Guru mata pelajaran
No Rencana Strategis
Rencana Kegiatan Penanggung Jawab (boleh 3 tahun dimulai
dari kelas X dan XI) 8) Menanamkan sifat peduli
terhadap sesama (amal Jumat) dan lingkungan sekitarnya (menjaga kebersihan)
9) Menanamkan sikap toleransi dan kerukunan hidup antarumat yang berbeda agama c. Tangguh dan bertanggung
jawab
1) Melatih peserta didik untuk mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu
2) Mengutamakan belajar dan tidak mudah putus asa 3) Melatih peserta didik
untuk mandiri dalam mengerjakan tugas tanpa diperintah
4) Melatih peserta didik untuk melaporkan semua tugas yang diberikan
Waka Kurikulum, Kepala Program BP, Guru mata pelajaran
d. Bebas Bulliying
1) Pengarahan peserta didik tentang kekeluargaan dan kebersamaan
2) Pemisahan kamar peserta didik
3) Pembuatan spanduk
Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Kepala Program BP, Guru mata pelajaran
No Rencana Strategis
Rencana Kegiatan Penanggung Jawab 2 Kompetensi
Siswa
a. Kemampuan peserta didik abad 21 (4C)
1) Kegiatan pembelajaran PAIKEM yang
memanfaatkan lingkungan agar peserta didik mampu berpikir kritis, mampu memecahkan masalah, komunikatif, dan kolaboratif
2) Peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat 3) Peserta didik mampu
berdakwah melalui media digital atau media sosial seperti youtube,
instagram, facebook, dan lainnya
4) Peserta didik mengikuti program unggulan
Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Kepala Program BP, Guru mata pelajaran
b. Prestasi akademik dan nonakademik:
mengikutsertakan peserta didik dalam lomba baik tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Kepala Sekolah, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Kepala Program BP, Guru mata pelajaran Sumber: SMK Bina Insan Mulia Kabupaten Cirebon, 6 Nopember 2021.
Rencana strategis di atas, dijabarkan dalam aspek-aspek di bawah ini:
1. Karakter peserta didik
a. Penumbuhan karakter disiplin
Karakter peserta didik dapat terbentuk karena dilakukan pembiasaan.
Pembiasaan ini yang dibuat dalam tata tertib siswa. Dalam rangka menumbuhkan karakter disiplin peserta didik maka dibuatlah tata tertib