• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Praktik Kerja Industri

Dalam dokumen Pengertian Sekolah Menengah Kejuruan (Halaman 35-42)

2.3 Praktik Kerja Industri

2.3.5 Manfaat Praktik Kerja Industri

g. Memberikan pengakuan dan penghargaan atas pengalaman kerja yang memiliki kualitas yang baik.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa praktik kerja industri bertujuan untuk menghasilkan tenaga kerja tingkat menengah yang professional dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaaan.

2. Bagi Lembaga Pendidikan

a. Mengembangkan dan menjalin kerja sama antar lembaga pelatihan dengan organisasi dan manajemen tempat penyelenggaraan praktik tersebut.

b. Lembaga pelatihan berkesempatan menguji tingkat relevansi dan efektifitas program peralihan serta memperoleh informasi bahkan mengenai program pelatihan yang telah dilakukan.

c. Lembaga pelatihan turut memperoleh pengalaman tertentu dari lingkungan manajemen tempat penyelenggaraan prakerin.

d. Lembaga pelatihan mendapat bantuan yang sangat berharga dari organisasi diluar lembaga dalam melaksanakan program pelatihan.

e. Lembaga pelatihan turut dan berkesempatan melaksanakan program pengabdian masyarakat terhadap organisasi penyelenggara praktik dalam pelaksanaan program produktifitas organisasi yang bersangkutan.

3. Bagi Penyelenggaraan Praktik Kerja

a. Para manager dan tenaga dilingkungan organisasi berkesempatan memberikan sumbangannya dalam upaya menyiapkan tenaga professional

b. Dalam hal-hal tertentu, organisasi atau lembaga tersebut mendapat bantuan dalam melaksanakan kegiatan dilingkungan organisasinya.

c. Kebutuhan tenaga kerja/peserta praktik kerja turut berpengaruh terhadap tenaga kerja yang ada berupa pengetahuan dan keterampilan serta motovasi untuk belajar terus.

d. Lembaga atau organisasi yang bersangkutan secara tidak langsung merupakan sumbangan sosial dan kegiatan pemasaran melalui peran peserta tersebut.

4. Bagi pengembangan program pelatihan

a. Hasil penilaian praktik kerja industri dan laporan serta hasil penilaian praktik pada gilirannya dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk melakukan modifikasi, perbaikan dan peningkatan efesiensi pelatihan untuk masa selanjutnya. Hal ini amat penting ditinjau dari segi penyempurnaan program dan kurikulum pelatihan yang lebih lanjut.

Menurut Wardiman (dalam Firdaus, 2012:401) manfaat dari program sistem ganda secara individu antara lain:

1. Memberikan bekal keahlian yang professional untuk terjun ke lapangan kerja dan untuk bekal pengembangan dirinya secara berkelanjutan.

2. Rentang waktu untuk mencapai keahlian professional lebih singkat, karena setelah tamat prakerin tidak perlu lanjutan untuk mencapai keahlian siap pakai.

3. Keahlian yang diperoleh dari program prakerin dapat mengangkat harga dan percaya diri dalam mendorong mereka untuk meningkatkan keahliannya pada tingkat yang lebih tinggi.

Menurut Wakhinuddin (dalam Syahroni, 2014) nilai tambah dan manfaat yang didapatkan dari praktik kerja industri adalah sebagai berikut:

1. Menumbuhkan sikap kerja yang tinggi

2. Siswa mendapatkan kompetensi yang tidak didapatkan di sekolah 3. Siswa dapat memberikan konstribusi tenaga kerja diperusahaan.

4. Memberi motivasi dan meningkatkan etos kerja siswa

5. Mempererat hubungan kerjasama antara sekolah dengan institusi pasangan.

6. Memungkinkan untuk industri memberikan bantuan kepada sekolah, misalnya magang guru, bantuan praktek, dan sebagainya.

Praktik kerja industri mempunyai manfaat penting bagi siswa, seperti keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman langsung dari dunia usaha atau dunia industri (DU/DI). Menurut Bukit (2014:54-61), ada beberapa manfaat praktik kerja industri yang dapat dirasakan oleh tiga pihak yakni:

1. Manfaat bagi sekolah

a. Perusahaan membantu meringankan biaya, sarana dan prasarana pendidikan yang selama ini menjadi tanggungan sekolah.

b. Memberi peluang kepada sekolah untuk mencapai kesesuaian dan kesepadanan antara program pendidikan yang dijalankan di sekolah dengan tuntutan lapangan pekerjan.

c. Meningkatkan kualitas pembelajaran guru kejuruan di sekolah.

d. Memberi bekal keahlian bagi siswa, sehingga setelah tamat lebih besar peluang untuk memasuki lapangan kerja.

2. Manfaat bagi industri

a. Industri dapat mengenal persis pengetahuan, keterampilan, serta sikap setiap siswa yang mengikuti magang. Bila memerlukan perusahaan dapat merekrut siswa tersebut setelah lulus sekolah.

b. Penghematan biaya transaksi tenaga kerja dengan mempercepat masa transisi dari sekolah ke dunia kerja.

c. Selama mengikuti magang siswa yang berstatus sebagai peserta latih, di lain waktu yang bersamaan sekaligus berstatus sebagai tenaga kerja.

Siswa telah ikut dalam proses produksi secara aktif, berarti selama masa pendidikan siswa adalah tenaga yang mendatangkan penghematan (savings) bagi industri.

d. Perusahaan yang menjalankan pemagangan mendapat keringanan pajak penghasilan. Perusahaan dapat memasukkan biaya penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan ke dalam ongkos produksi.

Pengeluaran perusahaan untuk biaya pendidikan dan pelatihan, digunakan sebagai faktor pengurang terhadap perhitungan pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh perusahaan.

e. Perusahaan mempunyai pengaruh yang besar terhadap materi, metode, serta terhadap mutu pendidikan tenaga kerja. Keterlibatan langsung dunia usaha dalam pendidikan kejuruan memberi keuntungan- keuntungan kepada perusahaan seperti menjamin terselenggaranya proses pendidikan yang fleksibel dan berorientasi kepada praktik, sehingga pelatihan tenaga kerja terampil berlangsung secara realistis sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan selalu mengikuti perkembangan teknologi modern.

3. Manfaat bagi siswa

a. Memiliki keahlian dan pengalaman kerja yang dapat mempermudah untuk mencari pekerjaan siswa. Dimana pengalaman mengikuti praktik melalui PSG membekali siswa kemampuan menangani pekerjaan atau kompetensi produksi sesuai dengan standar yang

dituntut oleh industri dan membekali siswa sikap disiplin dalam menghargai mutu dan waktu. Dengan begitu siswa SMK yang telah mengikuti kegiatan praktik kerja industri akan lebih mengetahui secara dini bahwa kegiatan praktik yang diikutinya akan menjadi bekal baginya secara berkelanjutan.

b. Meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri. Dimana siswa menjadi lebih percaya diri (be proud) setelah berhasil dalam menyelesaikan pekerjaan nyata dibandingkan dengan mengerjakan pekerjaan yang bersifat simulasi.

c. Praktik kerja industri akan memperpendek masa transisi (lead time) dari sekolah ke dunia kerja. Dimana siswa akan dapat langsung bekerja di lini produksi tanpa perlu tambahan waktu untuk mencapai keahlian yang siap pakai.

Manfaat praktik kerja industri bagi siswa menurut Hamalik (dalam Pradini, 2017:30) adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan kesempatan kepada siswa untuk melatih keterampilan dalam situasi lapangan yang aktual, hal ini penting dalam rangka belajar menerapkan teori atau konsep maupun prinsip yang telah dipelajari sebelumnya.

2. Memberikan pengalaman praktik kepada peserta sehingga hasil penelitian bertambah kaya dan luas.

3. Siswa berkesempatan memecahkan masalah di lapangan dengan mendayagunakan pengetahuannya.

4. Mendekatkan dan menjembatani penyiapan siswa untuk terjun sesuai dengan bidangnya setelah menempuh program tersebut.

Adapun manfaat praktik kerja industri yang dikemukakan oleh menurut Elfirasari (2014:23) adalah sebagai berikut:

1. Bagi peserta didik

a. Mengaplikasikan dan meningkatkan ilmu yang telah diperoleh di sekolah.

b. Menambah wawasan dunia kerja, iklim kerja yang positif yang berorientasi pada peduli mutu proses dan hasil kerja.

c. Menambah dan meningkatkan kompetensi serta dapat menanamkan etos kerja yang tinggi.

d. Memiliki kemampuan produktif sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipelajari di tempat prakti kerja industri.

e. Mengembangkan kemampuannya sesuai dengan bimbingan/arahan pembimbing industri.

2. Bagi sekolah

a. Terjalinnya hubungan kerjasama yang saling menguntungkan antara sekolah dengan dunia kerja (perusahaan)

b. Meningkatkan kualitas lulusannya melalui sinkronisasi kurikulum, proses pembelajaran, dan pengembangan sarana dan prasarana praktik berdasarkan hasil pengamatan di tempat praktik kerja industri.

3. Bagi dunia usaha/dunia industri (DU/DI)

a. DU/DI lebih dikenal oleh masyarakat sekolah sehingga dapat membantu promosi produk.

b. Adanya masukan yang positif dan konstruktif dari SMK untuk perkembangan DU/DI.

c. DU/DI dapat mengembangkan proses dan atau produk melalui optimalisasi peserta praktik kerja industri.

d. Mendapatkan calon tenaga kerja yang berkualitas sesuai dengan kebutuhannya.

e. Meningkatkan citra positif DU/DI sebagai bentuk implementasi dari Inpres No 9 Tahun 2016.

Dari beberapa uraian teori di atas maka dapat di tarik kesimpulan bahwa manfaat dari praktik kerja industri tidak hanya dirasakan oleh siswa tetapi juga dapat dirasakan oleh sekolah dan pihak industri. Dimana untuk siswa praktik kerja industry membuat siswa lebih mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang akan sangat berguna nantinya ketika sudah lulus sekolah.

Dalam dokumen Pengertian Sekolah Menengah Kejuruan (Halaman 35-42)

Dokumen terkait