• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manusia Menurut Agama Islam

Dalam dokumen Ahmad Muhasim, M.HI. (Halaman 30-35)

MANUSIA DAN AGAMA

F. Manusia Menurut Agama Islam

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi untuk beriman dengan mempergunakan akalnya, manusia mampu memahami dan mengamalkan wahyu serta mengamati gejala-gejala alam, kemudian bertanggung jawab atas perbuatannya dan berakhlakul karimah.

Ciri-ciri manusia menurut Islam meliputi :

1. Makhluk yang paling unik diciptakan dalam bentuk yang baik, paling sempurna bila dibandingkan dengan makhluk yang lain seperti binatang hewan, malaikat dan sebagainya Firman Allah:

ميِوْقَت ِنَسْحَأ يِف َناَسْنِْلا اَنْقَلَخ ْدَقَل

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam ben-tuk yang sebaik-baiknya.14

Gejala-gejala setiap organ tubuhnya, proses perkem-bangan melalui tahap-tahap tertentu. Dalam Khasyf Al-Asror, sebuah komentar atas Al-Quran yang ditulis pada 520H/1126 M. Rasyid al-Din May Budi memandang ayat

“kami akan memperlihatkan tanda-tanda kami segenap cakrawala dan jiwa mereka sendiri”. meskipun dia tidak mendiskusikan korespondensi antara mikrokosmos dan membandingkan tubuh manusia dengan lembaran tempat Allah menulis, sebuah analogi yang sering kita jumpai.15

Dalam ayat ini, Allah berkata mengapa engkau tidak melihat dirimu sendiri dan merenungkan struktur sendiri?

Tuhan Semesta Alam telah menuliskan banyak hikmah yang baik dan berbagai realitas hasil karya pena kelembutan abadi diatas lembaran struktur ini, di atasnya Dia telah mengukir ber-bagai jenis keindahan seni dan berbagai macam ke-mulia-annya. Dia membuat kepala yang bulat tanda akal dan tempat pertemuan pengetahuan menjadi biara-biara pan-ca indra, jika seseorang memandang lemah struktur ini manusia yang terdiri atas berbagai

14Qs At Tiin, 95 : 4

15Sachico Murata, The Tao of Islam, Bandung Mizan, 1993: 50

susunan ini mempunyai nilai, maka itu lantaran akal dan pengetahuan dimilikinya. Nilai manusia terletak pada akal dan maknanya pentingnya dalam pengetauan yang dimilikinya kesempurnaan dalam akal dan keindahan dalam ilmu pengetauan 16

Allah menciptakan dahi manusia seperti sepotong perak. Kemu-dian me-rentangkan kedua busur alis matanya dengan kasturi murni. Dia tuangkan titik cahaya matanya kedalam dua pilar kegelapan. Dia me-numbuhkan ratusan mawar merah di kebun kedua pipinya. Dia menyembunyikan dua pertiga giginya laksana untaian mutiara dikulit tiram mulutnya. Dia tutup mulutnya dengan akik berkilauan. Dari pangkal kedua bibirnya hingga ujung tenggorokannya, Dia ciptakan dua puluh sembilan huruf dari kalbunya. Dia angkat seorang raja dari dadanya tempat parade kerajaan, dari aspirasinya gunung yang tinggi menjulang dan dua kaki untuk berlari dan berjalan 17 Murata 1996: 51).

2. Manusia memiliki potensi (daya atau kemampuan yang mungkin dikembangkan) untuk beriman kepada Allah, sebab sebelum ruh (ciptaan) Allah dipertemukan dengan jasad di rahim ibunya, ruh yang berada di alam ghaib itu ditanyai Allah, apakah mereka mengakui Allah sebagai Tuhan kalian (Alastu birabbikum) apakah kalian mengaku aku sebagai Tuhan kalian, seraya dan semuanya mengakui Allah sebagai Tuhan mereka (qalu bala sahidna), Tentu, kami akui Engkau sebagai Tuhan kami18Firman Allah dalam surat al-A’râf ayat 172 yang berbunyi:

16Ibid hal 51

17Ibid 52

18M.Daud Ali, 1997:13

ىَلَع ْمُهَدَهْشَأَو ْمُهَتَّيِّرُذ ْمِهِروُهُظ ْنِم َمَدآ يِنَب ْنِم َكُّبَر َذَخَأ ْذِإَو اَّنِإ ِةَماَيِقْلا َمْوَي اوُلوُقَت ْنَأ اَنْدِهَش ىَلَب اوُلاَق ْمُكِّبَرِب ُتْسَلَأ ْمِهِسُفْنَأ )172( َنيِلِفاَغ اَذَه ْنَع اَّنُك

Dan ketika Tuhan kamu menjadikan turunan anak-anak Adam dari punggungnya dan Tuhan mengambil kesaksian dan mereka sendiri katanya, bukankah aku ini Tuhan kamu, mereka serta mengatakan Ya!kamu mengetaui nanti dihari kiamat kamu tidak dapat mengalahkan bahwa kamu lengah akan hal itu.19

3. Manusia diciptakan untuk mengabdi kepada Allah.

ِنوُدُبْعَيِل َّلِإ َسْنِْلاَو َّن ِجْلا ُتْقَلَخ اَمَو

Dan tidak aku ciptakan Jin dan Manusia malaikan untuk menyembah kepada-ku.20

Pengabdian ini ada dua jalur yaitu :

a). Jalur khusus seperti ibadah sholat, puasa, haji yang memang ketentuannya sudah diatur dalam hukum Islam,

b). Jalur umum dengan melakukan segala perbuatan baik yang disebut amal sholeh, segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat dengan niat ikhlas untuk mencari keridlaan Allah.

اَّنِإ ْرُفْكَيْلَف َءاَش ْنَمَو ْنِمْؤُيْلَف َءاَش ْنَمَف ْمُكِّبَر ْنِم ُّقَحْلا ِلُقَو اوُثاَغُي اوُثيِغَتْسَي ْنِإَو اَهُقِداَرُس ْمِهِب َطاَحَأ اًراَن َنيِمِلاَّظلِل اَنْدَتْعَأ

19Qs Al A’raaf, 7 : 172

20Qs Adz Zariyat, 51 : 56

اًقَفَتْرُم ْتَءاَسَو ُباَرَّشلا َسْئِب َهوُجُوْلا يِوْشَي ِلْهُمْلاَك ٍءاَمِب )29(

Dan katakanlah kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman dan barang siapa yang ingin kafir biarlah ia kafir sesungguhnya kami sediakan bagi orang-orang yang zalim itu neraka yang gejolaknya menyimpang mereka, dan jika mereka minta minum, niscaya mereka akan diberikan minuman dengan air seperti besi yang mendidih, yang menghapuskan muka itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek21.

4. Manusia diciptakan Tuhan menjadi kholifah dimuka bumi.

Firman Allah sebagai berikut :

اوُلاَق ًةَفيِلَخ ِضْرَْلأا يِف ٌلِعاَج يِّنِإ ِةَكِئ َلاَمْلِل َكُّبَر َلاَق ْذِإَو َكِدْمَحِب ُحِّبَسُن ُن ْحَنَو َءاَمِّدلا ُكِفْسَيَو اَهيِف ُدِسْفُي ْنَم اَهيِف ُلَعْجَتَأ َنوُمَلْعَت َل اَم ُمَلْعَأ يِّنِإ َلاَق َكَل ُسِّدَقُنَو

“Dan ketika Tuhan mengatakan kepada Malaikat: Aku akan menem-pat-kan khalifah di muka bumi. Malaikat berkata:

Apakah Mengapa Engkau menempatkan di muka bumi karena disitu banyak orang membuat bencana dan pertumpahan darah sedang kami bertasbih memuja engkau dan mensucikan Engkau.

Allah berkata: Aku mengetaui apa yang tidak kalian ketahui.22 5. Disamping akal manusia dilengkapi Allah dengan perasaan

dan kemauan atau kehendak, dengan akal dan kehendaknya manusia akan tunduk dan patuh kepada Allah, begitu pula

21Al Qur’an dan terjemahan Qs Al Kahfi, 18 : 29

22Qs Al Baqarah, 2 : 30

dengan akal dan kehendak manusia dapat tidak percaya, tidak tunduk dan tidak patuh kepada kehendak Allah, Al- kahfi ayat 29.

6. Setiap individual manusia bertanggung jawab atas segala per-buatannya, Allah berfirman:

اَمَو ْمُهَتَّيِّرُذ ْمِهِب اَنْقَحْلَأ ٍناَميِإِب ْمُهُتَّيِّرُذ ْمُهْتَعَبَّتاَو اوُنَمآ َنيِذَّلاَو )21( ٌنيِهَر َبَسَك اَمِب ٍئِرْما ُّلُك ٍءْيَش ْنِم ْمِهِلَمَع ْنِم ْمُهاَنْتَلَأ

Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.23

7. Berakhlak adalah ciri utama manusia bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk yang lain. Artinya manusia adalah makhluk yang diberikan Allah kemampuan untuk mem-bedakan mana yang baik dan yang buruk 24

Dalam dokumen Ahmad Muhasim, M.HI. (Halaman 30-35)