• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

C. Mata Pelajaran TIK

Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) adalah studi mengenai teknologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Ariesto Hadi Sutopo ( 2011; 1)

Untuk mengetahui pengertian teknologi informasi terlebih dahulu kita harus mengerti pengertian dari teknologi dan informasi itu sendiri. Berikut ini pengertian teknologi dan informasi :

Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya

Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian / penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya

Pengertian teknologi informasi menurut beberapa ahli teknologi informasi :

1. Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar (kamus Oxford, 1995)

2. Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi (Haag & Keen, 1996)

3. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software &

hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999)

4. Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis (Lucas, 2000) 5. Teknologi Informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi

(komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (William & Sawyer, 2003)

Secara implisit dan eksplisit IT (Ilmu Teknologi) tidak sekedar berupa teknologi komputer, tetapi juga mencakup teknologi komunikasi. Dengan kata lain, yang disebut Teknologi Informasi adalah gabungan antara Teknologi Komputer dan Teknologi Telekomunikasi.

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

(Ariesto Hadi Sutopo: 2011; 34)

Teknologi yang memanfaatkan komputer sebagai perangkat utama untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat. Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari teknologi. Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa mampu menjelajahi dan memahami Teknologi Informasi secara ilmiah.

Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi TIK diarahkan untuk “mencari tahu”

dan “berbuat” sehingga dapat membantu siswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang teknologi Informasi. Karena itu, pendekatan yang diterapkan dalam menyajikan Pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah memadukan antara pengalaman proses Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK0 dan pemahaman produk serta teknologi dalam bentuk pengalaman langsung yang berdampak pada sikap siswa yang mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK). Hanya saja mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini akan dihapus oleh pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan

bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Untuk itu, mulai jenjang SMP, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan dijadikan sarana pembelajaran pada semua mata pelajaran

"Jadi TIK menjadi media semua mata pelajaran untuk jenjang SMP ini sehingga anak-anak juga bisa mengenal teknologi dengan baik," kata Nuh saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

"Tidak ada pelajaran komputer sendiri. Itu semua diintegrasikan dengan mata pelajaran lain," jelas Nuh. Rencananya, pihaknya akan mendorong agar tiap sekolah dilengkapi dengan perangkat komputer dan sambungan internet sehingga memudahkan anak-anak dalam menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang menjadi media dalam tiap mata pelajaran.

Berdasarkan pendapat para pakar di atas disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu kegiatan atau aktivitas antara pembelajar dengan pengajar yang dirancang secara khusus sehingga terjadi aktivitas antara pembelajar dengan pengajar.

2. Unsur-unsur proses belajar mengajar pada mata pelajaran TIK

Saat ini sekolah-sekolah mencoba menerapkan unsur-unsur teknologi informasi dan komunikasi dalam pelaksanaan pendidikannya, baik dalam segi pembelajaran maupun dalam segi managemen pendidikan di sekolah tersebut.Beberapa Komponen utama sekolah berbasis TIK setidaknya terdiri dari:

(1) Konten dan Kurikulum, (2) Proses Pembelajaran, (3) Sarana dan Prasarana, (4) Kompetensi SDM Sekolah, (5) Sistem Administrasi dan Manajemen Sekolah, (6) Infrastruktur dan Suprastruktur

1. Konten dan Kurikulum

Konten yang disampaikan dalam Smart School bukan lagi pengetahuan yang terbatas pada pengetahuan kognitif, tetapi lebih dari itu juga disampaikan pendidikan nilai. Strategi dalam peningkatan mutu pendidikan, salah satunya dicoba dengan pendekatan baru yakni manajemen mutu pendidikan berbasis sekolah (school based quality management). Konsep yang diluncurkan oleh Depdiknas ini berpijak dari teori effective school dengan memfokuskan diri pada perbaikan proses pendidikan.

2. Proses Pembelajaran

Pada Smart School ini sistem pembelajaran berupa student-centered dimana siswa dituntut aktif untuk mengelaborasi informasi yang diperoleh serta secara kreatif dan terampil mengasah kemampuan berkolaboratif dalam memecahkan persoalan. Penerapkan metode "active learning” ini mengarah pada upaya melibatkan semua siswa dalam seluruh proses belajar mengajar (partisipasi aktif).

Bahkan dalam topik tertentu, siswa diharapkan mampu menjadi guru bagi teman-temannya. Siswa tidak hanya belajar dari guru dan buku tetapi juga dari pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran untuk mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Selain metode active learning, siswa juga dapat merasa senang pada saat belajar karena terciptanya suasana belajar yang menyenangkan(joyful learning) sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang datang dari dalam diri pembelajar. Metode joyful learning ini lebih menekanan pada pemberian: - Aspek visual (gambar, peta, diagram, warna,

simbol, alat peraga dan penulisan kata kunci), - Aspek auditif (variasi suara, umpan balik secara lisan, pengulangan informasi penting atau kata kunci, penggunaan sajak atau nyanyian), dan - Aspek kinestetik (peragaan konsep, simulasi atau bermain peran, gerakan dan bahasa tubuh)

3. Sarana dan Prasarana

Dalam rangka terbentuknya sekolah yang berbasis Smart School yang memiliki jaringan nasional maupun regional/internasional, maka sekolah yang dipilih harus melengkapi dirinya dengan berbagai fasilitas sarana dan prasarana baik ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, buku pelajaran, peralatan peraga pendidikan, serta sarana informasi, komunikasi, dan teknologi seperti komputer dan fasilitas internet. Fasilitas TIK selain sebagai media komunikasi juga merupakan sarana bagi warga sekolah untuk meningkatkan pengetahuan atau wawasannya. Melalui internet setiap siswa dapat memperoleh berbagai informasi atau bahan pembelajaran yang mutakhir. Dengan fasilitas TIK, Smart school akan dapat mengembangkan program-program kerjasamanya, termasuk saling tukar gagasan inovasi pembelajaran dan materi pembelajaran.

4. Kompetensi SDM Sekolah

Bangsa kita perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya agar mampu berperan dalam persaingan global, maka sebagai. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses pembangunan. Oleh karena itu maka perlu kiranya

dibentuknya individu-individu yang berkualitas dengan memberikan pendidikan yang berkualitas sejak dini Kompetensi Guru

a. Mengoperasikan komputer

Setelah komputer dinyalakan, maka proses selanjutkan adalah mengoperasikan menguasai komputer, maka gunakanlah komputer sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar komputer, jika seorang Designer, maka bisa digunakan Sofware Design seperti CorelDraw, 3D, adobe Photoshop, dan dan lain-lain agar lebih fokus terhadap aktifitas design, jika seorang Programmer, maka bisa menggunakan Visual Basis, C++,C#, java, PHP dan lain-lainuntuk menunjukan pekerjaan sedangkan jika tujuan belajar computer adalah hanya untuk mengetik, mengirim E- mail, membuat surat dan aktivitas lainya yang menunjukan pekerjaan kantor, maka Microsoft offce (Microsoft Word, Excel, Power point, Acces) dan sedikit pengetahuan tentang internet sudah sangat mumpuni untuk membantu meringankan pekerjaan.

b. Menjalankan Learning Management System (LMS)

Learning managemet system ( LMS) adalah sebuah system yang didesain untuk menyajikan, melacak, melaporkan, dan menggatur konten pembelajaran, kemajuan siswa, dan interaksi siswa. LMS dapat berupa system manajemen kuliah yang sederhana atau system yang sangat kompleks dalam lingungan yang terdistribus. Beberapa fungsi dalam LMS antara lain: back-end connection pada system informasi yang

lain, pelacakan dan pelaporan mengenai aktifitas dan performa siswa, registrasi yang terpusat, penyajian konten secara online dan daptif.

c. Membuat bahan ajar multimedia (dibantu Tim Pengembang)

Bahan ajar adalah seperangkat materi/subtansi pembelajaran (teaching material) yang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kopetensi yang akan dikuasai peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Pada dasarnya berisi tentang pengetahuan, nilai, sikap, tindakan, dan keterampilan yang berisi pesan, informasi, dan ilustrasi berupa fakta, konsep, prinsip, dan proses yang terkait dengan pokok bahasa tertentu yang diarahkan untuk mencapaitujuan pembelajaran.

Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses-proses selanjutnya. Pengguna akan mendapatkan informasi atau umpan balik sesuai dengan aksi atau navigasi yang dipilih, informasi tersebut menggunakan berbagai bentuk format data seperti teks, gambar, audio, video, simulasi dan lain-lain. Indikator kelayakan bahan ajar multimedia interaktif dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu aspek materi, aspek pembelajaran, aspek media, aspek interface, aspek navigasi, dan aspek daya tahan.

d. Berperan sebagai Fasilitator dalam proses pembelajaran

Guru sebagai fasilitator merupakan orang yang bertugas untuk menfasilitasi, jika kita menghubungkannya, dengan peras seseorang,

maka tugas kita adalah menfasilitasi kepentingan orang tersebut.

Demikian halnya dengan pendidikan, guru dituntut sebagai fasilitator.

Guru bertindak sebagai seorang yang menfasilitasi kepentingan siswa sehingga apa yang diinginkan akan tercapai dan guru harus dapat mengajak, merangsang, dan memberikan stimulus kepada siswa agar mampu mengoptimalkan kecerdasannya dan kecakapannya secara bebas, tetapi tetap bertanggung jawab.

e. Memiliki sertifikasi TI

Menyosialisasikan mengenai pentingnya sertifikasi internasional bagi para guru, siswa maupun masyarakat umum. Sertifikasi ini penting di miliki khususnya untuk kalangan guru, siswa dan mahasiswa TI agar mampu bersaing dengan SDM dari luar.

Di era sekarang persaingan di dunia kerja makin ketat. Softskill dan hardskill harus makin diasah. Kalau sudah memiliki skill di konsentrasi tertentu, tidak ada salahnya mengambil sertifikasi internasional, terutama dalam bidang ict.” Sertifikasi internasional ini salah satunya bisa di dapatkan di STT YBSI. Penguruan tinggi tersebut sudah mendirikan TUK (tempat uju kopetensi), sertifikasi internasional yang kami sediakan yakni MTA dengan tim uji kopetensi yang anda dan berkopeten.

5. Sistem Administrasi dan Manajemen Sekolah

Suatu sistem pendidikan dapat dikatakan bermutu, jika proses belajar- mengajar berlangsung secara menarik dan menantang sehingga peserta didik dapat

belajar sebanyak mungkin melalui proses belajar yang berkelanjutan. Proses pendidikan yang bermutu akan membuahkan hasil pendidikan yang bermutu dan relevan dengan pembangunan. Untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu dan efisien perlu disusun dan dilaksanakan program-program pendidikan yang mampu membelajarkan peserta didik secara berkelanjutan, karena dengan kualitas pendidikan yang optimal, diharapkan akan dicapai keunggulan sumber daya manusia yang dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan keahlian sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang.

Manajemen pendidikan itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinya merupakan pengelolaan dan juga pelaksanaannya. Salah sat alat ukur mutu pendidikan pada suatu sekolah dapat dilihat pada tingkat kinerja sekolah tersebut.

Kinerja sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan dari proses pendidikan di sekolah. Kinerja sekolah dapat diukur dari kualitasnya, efektivitasnya, produktivitasnya, efisiensinya, dan inovasinya. Khusus yang berkaitan dengan kualitas dapat dijelaskan bahwa output sekolah dikatakan berkualitas tinggi jika prestasi sekolah, khususnya prestasi belajar peserta didik, menunjukkan pencapaian yang tinggi dalam prestasi akademik.

6. Infrastruktur dan Suprastruktur

Sekolah yang mampu menginternalisasikan konteks ke dalam dirinya akan membuat sekolah sebagai bagian dari konteks dan bukannya mengisolasi darinya.

Konteks meliputi kemajuan ipteks, nilai dan harapan masyarakat, dukungan pemerintah, tuntutan globalisasi dan otonomi, tuntutan pengembangan diri, dan sebagainya.

Untuk membentuk sekolah yang berbasis Smart School maka sekolah yang ditunjuk harus memiliki kualitas baik pada bidang akademik dan maupun non akademik. Mutu sekolah ini dipengaruhi oleh tingkat kesiapan (input) dan proses belajar mengajar yang didukung dengan media-media pembelajaran yang dapat memudahkan peserta didik untuk memahami materi pembelajaran. Media- media pendidikan tersebut dapat berupa multimedia elektronika yang sarat dengan animasi, dan juga dapat berfungsi sebagai alat peraga yang lebih aktual, konkret, dan nyata, sehingga siswa akan lebih tertarik dan mudah dalam memahami materi yang disampaikan.

Beberapa Fasilitas Sekolah yang Berbasis TIK a. Spesifikasi H/W dan S/W yang up to dat

b. Lab multimedia c. Jaringan komputer

d. Akses Internet yang memadai

e. Sistem Informasi Sekolah - Website sekolah f. Learning Management System

g. Sistem Informasi Akademis h. Sistem Administrasi Sekolah i. Bahan ajar berbasis multimedia.

Dokumen terkait