• Tidak ada hasil yang ditemukan

Media Pembelajaran PAI

Dalam dokumen PDF TESIS - IAIN Bengkulu (Halaman 37-43)

BAB II KERANGKA TEORI

2. Media Pembelajaran PAI

a. Pengertian Media Pembelajaran PAI

Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar.35 AECT (Association of Education and Communication Technology) memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Adapun NEA (National Education Association) mengartikan media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat seseorang mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian, ini berarti guru, buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media.

Media pembelajaran merupakan alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses dan menyusun kembali

35Arief S. Sadiman, dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2010), h. 6.

informasi visual atau verbal.36 Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga merangsang pemikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta kemauan peserta didik sehingga proses belajar mengajar terjadi secara menyenangkan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran secara efektif.37

Media dalam proses belajar memiliki tujuan dan isi pembelajaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar ke arah yang lebih baik. Media pembelajaran memiliki peralatan seperti buku, video, film dan lain-lain. Media pembelajaran memiliki dua unsur yang terkandung dalam media pembelajaran itu sendiri yaitu, perangkat lunak (software) yang terdiri dari materi, pesan dan bahan yang akan disampaikan, dan perangkat keras (hardware) seperti peralatan yang dapat membantu proses pembelajaran. Dalam Qur’an surah an-Nahl ayat 44 Allah Subhanahu wa ta‟ala berfirman:



























“Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka

36 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h. 3.

37 Husniyatus Salamah Zainiyati, Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis ICT, (Jakarta: Kencana, 2017), h. 62-63.

memikirkan”38

b. Jenis-jenis media pembelajaran PAI

Media pembelajaran PAI pada pada umumnya sama saja dengan media pembelajaran lain, yang mana dalam proses pembelajaran, media tidak hanya terdiri dari dua macam ,tetapi lebih dari itu. Klasifikasinya bisa dilihat dari macamnya dan daya liputnya . Klasifikasi media Menurut Djamarah dan zain adalah:

1) Dilihat dari jenisnya, media pembelajaran dibagi menjadi tiga yaitu:

a) Media auditif, adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti radio, kaset rekorder dan piringan hitam. Media ini tidak cocok untuk tuna rungu atau mempunyai kelainan dalam pendengaran.

b) Media visual, adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Media visual ini yang hanya menampilkan gambar diam film strip (film rangkai), slide, foto, gambar atau lukisan, cetakan. Ada pula media visual yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film tanpa suara, kartun atau animasi.

c) Media audio visual, adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.

38 Kementrian Agama Republik Indonesia, Al-Qur‟an dan Terjemahannya, h. 272.

2) Berdasarkan daya liputnya, media dibagi menjadi tiga yaitu:

a) Media dengan daya liput luas dan serentak. Penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah peserta didik yang banyak dalam waktu yang sama, contohnya radio dan televisi.

b) Media dengan daya liput terbatas oleh ruang dan tempat.Media ini dalam penggunaanya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film yang harus menggunakan tempat tertutup.

c) Media untuk pengajaran individual. Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri. Termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.39

Media sangat besar artinya dalam proses belajar mengajar, karena dapat menimbulkan terjadinya interaksi langsung peserta didik dengan lingkungannya. Dalam sistem pengajaran tradisional, para peserta didik hanya diberi fakta dengan cara mendengar ceramah yang disampaikan oleh guru, sehingga mengakibatkan tidak adanya hubungan timbal balik antara guru dan peserta didik. Akan tetapi dalam sistem pengajaran modern telah digunakan media dan langsung menggantikan gejala yang sesungguhnya.Ini merupakan salah satu fungsi media. Sadiman mengemukakan Manfaat media sebagai berikut:

1) Menjelaskan penyampaian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalitas 2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera

39 Syaiful Bahri Djamarah, dan Aswan Zain,. Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Rineka Cipta. 2002), h. 140-142.

3) Dengan media pendidikan secara tepat dan bervariasai dapat diatasi dengan sikap

4) Menimbulkan kegairahan peserta didik dalam belajar

5) Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan

6) Memungkinkan anak didik belajar sendiri dan menurut kemampuan dan minat.40

Sudjana & Rivai mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar peserta didik, yaitu:

1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.

2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran.

3) Metode belajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga peserta didik tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran.

4) Peserta didik dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain

40 Sadiman, SA, Alat Peraga Pendidikan, (Jakarta: Rajawali, 2006), h. 16.

seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, memerankan, dan lain-lain.41

Berdasarkan uraian dan pendapat beberapa ahli diatas, dapat disimpulkan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar:

1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses hasil belajar.

2) Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara peserta didik dan lingkungannya, dan kemungkinan peserta didik untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.

4) Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada peserta didik tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat,dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata, kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.42

Pandemi Covid-19 berdampak besar pada berbagai sektor, salah satunya pendidikan. Dunia pendidikan juga ikut merasakan dampaknya.

Pendidik harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan,

41 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, h.28.

42 Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, h.29-30.

meskipun peserta didik berada di rumah. Solusinya, pendidik dituntut mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online). Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau laptop dan smartphone yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Pendidik dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Pengembangan media pembelajaran yang terjadi dengan sangat pesat dan cepat ini tidak terlepas dari peluang dan tantangan yang dihadapi oleh pendidik maupun peserta didik, diantaranya adalah tantangan bahwa belum seluruh wilayah di Indonesia saat ini memiliki akses internet yang cukup dan memadai untuk memfasilitasi media yang digunakan oleh para pendidik saat ini, ditambah lagi kurangnya pengetahuan dan kemampuan menggunakan smartphone dikalangan para peserta didik dan para pendidik secara umum.

Dalam dokumen PDF TESIS - IAIN Bengkulu (Halaman 37-43)

Dokumen terkait