D. Manfaat Penelitian
5. Mengenal Bentuk Geometri
a) Pengertian Mengenal Bentuk Geometri
Lestari (2011: 4), menjelaskan bahwa “mengenalkan bentuk geometri pada anak usia dini adalah kemampuan anak mengenal, menunjuk, menyebutkan serta mengumpulkan benda-benda di sekitar berdasarkan bentuk geometri”.
Mengenalkan bentuk-bentuk geometri pada anak usia dini dimulai dari membangun konsep geometri yaitu dengan mengidentifikasi ciri-ciri bentuk geometri. Sebelum mengidentifikasi bentuk-bentuk geometri, dalam
perkembangan kognitif anak menurut teori Bloom ada enam jenjang proses dalam berpikir, di antaranya adalah mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan berkreasi. Tujuan yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pada jenjang kemampuan mengetahui, mengenal, dan menerapkan.
Daitin Tarigan (Rustiyanti, 2014:21-22), menjelaskan bahwa “belajar geometri adalah berpikir matematis, yaitu meletakkan struktur hirarki dari konsep- konsep lebih tinggi yang terbentuk berdasarkan apa yang telah terbentuk sebelumnya, sehingga dalam belajar geometri seseorang harus mampu menciptakan kembali semua konsep yang ada dalam pikirannya”. Mengenalkan berbagai macam bentuk geometri pada anak usia dini dapat dilakukan dengan cara mengajak anak bermain sambil mengamati berbagai benda di sekelilingnya.
Berdasarkan pemaparan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan mengenal geometri adalah salah satu bagian matematika, dimana anak dapat mengenal, menyebut, serta mengelompokkan benda berdasarkan bentuk yang dilakukan dengan cara mengajak anak bermain sambil mengamati berbagai benda di sekelilingnya.
b) Tahap-Tahap Belajar Geometri
Van Hiele (Andriyani, 2015: 3), menyatakan bahwa terdapat “lima tahap belajar geometri pada anak, di antaranya adalah: a) tahap pengenalan, b) tahap analisis, c) tahap pengurutan, d) tahap deduksi dan d) tahap akurasi”. Berikut ini penjelasan dari lima tahap belajar geometri.
1) Tahap Pengenalan
Pada tahap ini anak baru mengenal bentuk-bentuk geometri (usia 4-5 tahun), seperti segitiga, kubus, bola, lingkaran dan lain-lain, tetapi ia belum memahami sifat- sifatnya. Pada tahap pengenalan anak belum dapat menyebutkan sifat-sifat dari bangun geometri yang dikenalnya. Untuk itu guru harus memahami betul karakter anak pada masa pengenalan, sehingga anak tidak akan menerima konsep hanya dengan hafalan saja tetapi dengan pengertian.
2) Tahap Analisis
Pada tahap ini, anak sudah dapat memahami sifat-sifat konsep atau bentuk geometri. Misalnya, pada sebuah balok banyak sisinya ada 6, sedangkan banyak rusuknya ada 12, dan ketika kita tanya “Apakah balok itu kubus?”, maka anak tidak dapat menjawab karena anak belum mampu mengetahui hubungan keterkaitan antar bangun.
3) Tahap Pengurutan
Pada tahap ini, anak sudah dapat mengenal bentuk-bentuk geometri dan memahami sifat dan ia sudah dapat mengurutkan bentuk-bentuk geometri yang satu sama lain berhubungan.
4) Tahap Deduksi
Pada tahap ini, berpikir deduktifnya sudah mulai tumbuh, tetapi belum berkembang dengan baik. Matematika adalah ilmu deduktif, karena pengambilan kesimpulan, pembuktian dalil yang harus dilakukan secara deduktif.
5) Tahap Akurasi
Pada tahap ini, siswa dapat memahami bahwa adanya ketepatan (presisi) dari yang mendasar itu penting. Kegiatan belajar anak harus memahami dengan pengertian untuk memperluas pengalaman dan berpikir anak, untuk meningkatkan berpikir ke tahap yang lebih baik.
Melihat tahapan-tahapan belajar geometri tersebut, semua anak mempelajari geometri dengan urutan yang sama, akan tetapi kapan seorang anak mulai memasuki suatu tingkat yang baru tidak selalu sama dengan anak yang satu dengan anak yang lain. Tetapi bergantung pada pengajaran guru dan proses belajar yang dilalui anak didik.
Kemampuan anak dalam mengenal bentuk geometri dilakukan secara bertahap. Anak usia dini berada pada fase praoperasional, kemampuan berpikirnya adalah berpikir secara simbolis. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan anak untuk dapat membayangkan benda-benda yang ada di sekitarnya. Pembelajaran melalui kegiatan bermain untuk mengenal bentuk geometri dapat membantu anak untuk memahami, menggambarkan, dan mendeskripsikan benda-benda yang ada di sekitarnya. Di dalam pembelajaran geometri terdapat pembelajaran mengenai konsep dasar bangun datar seperti, bangun datar yang meliputi segitiga, persegi panjang, segi empat, dan lingkaran dan konsep bangun ruang yang meliputi kerucut, kubus, balok, tabung, dan lain-lain.
Geometri selalu berkaitan erat dengan matematika dan berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam belajar matematika setiap anak selalu dikaitkan dengan pengalaman kehidupannya sehari-hari. Belajar dan pembelajaran merupakan suatu istilah yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran merupakan kegiatan kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dan memberikan pelayanan yang baik agar anak dapat belajar. Belajar pada anak usia dini dikemas dengan cara belajar sambil bermain.
Menurut Depdiknas (2007:11) “indikator bidang kemampuan kognitif khususnya pengembangan geometri pada kelompok A yaitu menyebutkan dan menunjuk bentuk-bentuk geometri, mengelompokkan bentuk-bentuk geometri, serta mencocokkan benda dengan bentuk geometri.”
c) Macam-Macam Bentuk Geometri
Bentuk geometri secara umum terdiri geometri 2 dimensi biasanya disebut bangun datar dan geometri 3 dimensi yang biasa disebut bangun datar. Menurut Kusni (Rosidah, 2017:13) “geometri 2 dimensi meliputi: (1) segitiga; (2) jajar genjang; (3) persegi panjang; (4) belah ketupat; (5) trapesium; (6) lingkaran; (7) segi empat.”
Menurut Surya (Rosidah, 2017:14-15) geometri 3 dimensi meliputi: (1) kubus, merupakan prisma tegak yang sisinya berbentuk persegi, kubus memiliki 6 sisi yang sama, memiliki 1 rusuk yang sama panjang, dan memiliki 8 titik sudut; (2) balok, Balok memiliki 6 sisi dengan tiga pasang sisi yang sama panjang, memiliki 12 rusuk, dan memiliki 8 titik sudut; (3) tabung, Tabung adalah dua buah lingkaran identik yang mengelilingi kedua lingkaran tersebut, tabung memiliki 3 sisi dan 2 rusuk.
Gambar Nama
Segitiga Jajar genjang Persegi panjang
Belah ketupat
Trapesium
Lingkaran
Segi empat
Sumber: Kusni (Rosidah, 2017:4) Tabel 2.1 Bangun datar
Tabel 2.2 Bangun ruang
Gambar Nama
Tabung
Balok
Kubus
Sumber : Surya (Rosidah, 2017:15)
Berdasarkan beberapa bentuk yang telah dijabarkan diatas dapat disimpulkan bahwa bentuk geometri dibagi menjadi dua jenis yakni bangun datar dan bangun ruang. Namun, tidak semua bentuk geometri harus di pahami oleh anak usia taman kanak-kanak. Sesuai dengan kurukulum pada jenjang taman kanak-kanak, bentuk geometri yang perlu dipahami anak dalam penelitian ini yaitu: persegi panjang, segitiga, segi empat dan lingkaran.
C. Pengaruh Permainan Tradisional Engklek dalam Kemampuan Mengenal