• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menggambarkan Laporan Perubahan Ekuitas,

Dalam dokumen MODUL AJAR: TATA RUANG DAN PERALATAN KANTOR (Halaman 31-40)

Langkah Kerja

Sheet 6: Menggambarkan Laporan Perubahan Ekuitas,

berdasarkan informasi sebelumnya pada sheet 2.

Gambar Sheet 5

Gambar Sheet 6

32 4. Membuat Simulasi Kasus untuk

mengecek hasil produk tersebut.

Gambar Sheet 3 Hasil Simulasi

Gambar Sheet 4 Hasil Simulasi

Gambar Sheet 5 Hasil Simulasi

33 Gambar Sheet 6 Hasil Simulasi

34 2. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik

Bahan bacaan guru dan peserta didik menggunakan bantuan internet dan buku/modul yang menunjang elemen pembelajaran ini. Materi ini digunakan siswa dan guru untuk melakukan proses pembelajaran berkaitan tata ruang dan peralatan kantor

3. Glosarium

Laporan keuangan adalah laporan yang berisi pencatatan uang dan transaksi yang terjadi dalam bisnis, baik transaksi pembelian maupun penjualan dan transaksi lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan moneter.

4. Daftar Pustaka

https://accurate.id/akuntansi/pengertian-laporan-keuangan-contoh-dan-fungsinya/

(diakses 31 Juli 2021 pada pukul 11.52)

https://www.jurnal.id/id/blog/pengertian-laporan-keuangan-dan-fungsinya-bagi- perusahaan/

(diakses 31 Juli 2021 pada pukul 11.53)

https://accurate.id/akuntansi/pengertian-laporan-keuangan-contoh-dan-fungsinya/

(diakses 02 Agustus 2021 pada pukul 09.00)

ELEMEN 6

35 MODUL AJAR: PRESENTASI LAPORAN KEUANGAN

Nama Penyusun : Intania Larasati, S. Pd Tahun Pelajaran : 2021/2022

Kelas/Fase : X/E Semester : 1 (Satu)

Alokasi Waktu : 18 JP (@45 Menit)

A. INFORMASI UMUM

Identitas Sekolah : SMKS IPTEK TANGERANG SELATAN

Kompetensi Awal : Peserta didik dapat memahami langkah-langkah dalam menyajikan dan mempresentasikan laporan keuangan perusahaan jasa Profil Pelajar Pancasila : Berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri dan kreatif Sarana dan Prasarana : Meja, Kursi, Laptop/Komputer, Pointer, LCD, Screen

Target Peserta Didik : Siswa kelas X Akuntansi dan Keuangan Lembaga Model Pembelajaran : Tatap Muka Terbatas

B. KOMPONEN INTI 1. Tujuan Pembelajaran

Pada akhir fase E, peserta didik dapat melakukan teknik dan komunikasi dalam dunia kerja, tatanan dan etika dalam berkomunikasi di lingkungan kerja, dan menjelaskan informasi-informasi dalam laporan keuangan yang telah disajikan

2. Pemahaman Bermakna

a. Penyajian laporan keuangan yang baik dan sesuai standar dapat mempermudah dalam melakukan presentasi laporan keuangan perusahaan jasa

b. Untuk memperoleh hasil presentasi yang baik maka perlu dipersiapkan komponen-komponen dan perlengkapan yang menunjang, agar proses menyampaikan hasil pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.

3. Pertanyaan Pemantik

a. Bagaimana cara melakukan presentasi yang baik?

b. Apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan agar presentasi berjalan dengan lancar?

4. Persiapan Pembelajaran

a. Guru menyiapkan LCD proyektor untuk menampilkan presentasi terkait langkah- langkah dalam melakukan presentasi yang baik

b. Guru menyiapkan perlengkapan dan peralatan presentasi yang akan dilakukan penataan oleh praktikan

c. Siswa mempersiapkan perlengkapan pribadi dalam melakukan presentasi secara mandiri

5. Kegiatan Pembelajaran

a. Guru menyajikan presentasi power point tentang langkah-langkah melakukan presentasi yang baik. Berikut ini contoh materinya:

1) Pengertian

36 Presentasi adalah suatu kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin. Berbeda dengan pidato yang lebih sering dibawakan dalam acara resmi dan acara politik, presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis. Tujuan dari presentasi bermacam-macam, misalnya untuk membujuk (biasanya dibawakan oleh wiraniaga), untuk memberi informasi (biasanya oleh seorang pakar), atau untuk meyakinkan (biasanya dibawakan oleh seseorang yang ingin membantah pendapat tertentu).

2) Jenis-jenis

a) Presentasi Dadakan (Impromptu)

merupakan jenis presentasi yang dilakukan secara mendadak tanpa persiapan apapun. Dalam hal ini pembicara ditunjuk langsung untuk menyampaikan informasi kepada para pendengar, tanpa melakukan persiapan segala sesuatunya, baik itu mengenai tema pembicaraan maupun alat bantu yang digunakan, sehingga perasaan pembicara akan mengejutkan.

b) Presentasi Naskah (Manuscript)

merupakan jenis presentasi dimana dalam menyampaikan informasinya, seorang pembicara melakukannya dengan membaca naskah. Tidak sedikit orang dalam menyampaikan informasi menggunakan naskah berupa teks.

Setiap kata-kata yang keluar merupakan hasil dari sebuah naskah, pembicara melupakan tugasnya yang utama yaitu melakukan kontak mata dengan pendengar. Jadi dapat dikatakan pembicara bukan menyampaikan pidato, tetapi membacakan naskah pidato.

c) Presentasi Hafalan (Memoriter)

Jenis presentasi yang dilakukan menghapal dari teks yang telah disediakan. Berbeda dengan jenis manuscript, memoriter tidak menggunakan naskah dalam penyampaiannya, pembicara hanya melakukan persiapannya dengan menghafal dari teks dimana isinya mengenai informasi yang akan disampaikan. Kelebihan dan kelemahannya hampir sama dengan manuscript. Jenis ini sangat buruk untuk dilakukan, karena apabila melupakan kata-kata dari naskah maka presentasi yang dilakukan akan terjadi kegagalan.

d) Presentasi Ekstempore

Merupakan jenis presentasi yang paling baik untuk dilakukan dibanding jenis lainnya. Pembicara mempersiapkan materi dengan garis besarnya saja, kemudian pada saat presentasi akan dijabarkan secara mendetail.

3) Tujuan

a) Menyampaikan informasi

Banyak pada perusahaan-perusahaan melakukan presentasi hanya bertujuan menyampaikan berupa informasi saja. Informasi/pesan yang disampaikan bisa bersifat biasa, penting atau bahkan rahasia. Perusahaan mengundang seseorang yang dianggap pantas untuk menyampaikan informasi sesuai tema yang telah ditentukan. Dalam hal ini pembicara memiliki keahlian sesuai dengan bidang dan pengalamannya.

37 b) Meyakinkan pendengar

Presentasi yang dilakukan berisikan informasi-informasi, data-data dan bukti-bukti yang disusun secara logis sehingga informasi yang disampaikan dapat membuat seseorang atau kelompok orang merasa yakin. Semula yang asalnya memiliki unsur ketidakjelasan dan ketidakpastian sehingga ketika diadakan presentasi oleh pembicara, seseorang/kelompok orang tersebut menjadi yakin atas informasi yang diberikan.

c) Menghibur pendengar

Pada era globalisasi ini banyak acara-acara hiburan pada penayangan televisi. Acara hiburan tersebut dipimpin oleh presenter yang handal, tujuannya untuk menghibur para penonton. Prensenter dituntut untuk melakukan pembicaraan yang sifatnya menghibur tetapi relevan dan profesional sehingga para penonton televisi dapat menikmati acara tersebut. Selain acara televisi, acara hiburan yang lainnya dapat kita temukan pada pesta perayaan-perayaan. Contoh: pesta perayaan pernikahan, ulang tahun dan lain-lain. Presenter ditugaskan untuk berbicara dan menyelipkan kata-kata yang dapat menghibur para tamu yang hadir pada pesta perayaan tersebut.

d) Memotivasi dan menginspirasi pendengar untuk melakukan suatu tindakan

Demi tercapainya suatu tujuan perusahaan, seorang pimpinan dituntut untuk mengarahkan dan membimbing para karyawannya agar dapat bekerja secara maksimal dan tidak lupa untuk memperhatikan kualitasnya.

Selain diberi arahan dan bimbingan, pimpinan perusahaan juga dapat melakukan motivasi agar para karyawannya dapat bekerja dengan semangat yang tinggi. Kegiatan memotivasi tersebut dapat dilakukan dengan mengadakan suatu forum.

e) Melakukan penjualan

Tujuan presentasi yang keempat yaitu melakukan penjualan. Hal ini bersangkutan dengan perusahaan yang ingin mempromosikan suatu produk tertentu. Perusahaan menugaskan kepada salah seorang atau kelompok karyawan untuk mempromosikan produknya kepada calon pembeli. Karyawan tersebut dibekali pengetahuan mengenai produk dan dibantu dengan alat bantu peraga untuk memudahkan penyampaian pesan.

f) Membuat suatu ide atau gagasan

Presentasi yang dilakukan hanya bertujuan untuk memunculkan suatu ide/gagasan dari para peserta pendengar. Tipe tujuan ini biasanya diterapkan pada suatu perusahan/organisasi yang mengalami suatu masalah yang sulit untuk dipecahkan sehingga membutuhkan pendapat/argumen orang lain untuk memecahkannya. Forum yang dilakukan sering dikenal dengan istilah rapat. Perusahaan mengundang peserta rapat yang dianggap penting baginya serta dapat memunculkan

38 suatu ide/gagasan sehingga secara tidak langsung dapat membantu suatu tujuan perusahaan.

g) Menyentuh emosi pendengar

Tujuan yang keenam yaitu untuk menyentuh emosi pendengar. Dalam hal ini pembicara bertugas untuk melakukan pembicaraannya yang dapat menyentuh perasaaan/emosi seseorang. Sebagai contoh pembicara melakukan presentasi kepada para pendengar mengenai korban bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Presentasi yang dilakukan pembicara membuat pendengar merasa tersentuh untuk membantu para korban bencana dengan cara menyumbangkan sebagian hartanya.

h) Memperkenalkan diri

Presentasi demikian biasa digunakan ketika melakukan wawancara, seperti seseorang yang melamar pekerjaannya kemudian ia memperkenalkan dirinya dengan menyebutkan data pribadi dan daftar riwayat hidupnya kepada pihak yang menanyakan.

4) Teknik Presentasi

Ada beberapa prinsip dalam teknik presentasi, diantaranya adalah sebagai berikut:

a) Prinsip motivasi

Ada beberapa cara agar seseorang termotivasi untuk mendengarkan sesuatu hal, diantaranya dengan menggunakan prinsip 5W1H.

b) Prinsip perhatian

Pendengar akan memperhatikan pembicara apabila yang dibicarakan itu bersifat menarik. Dengan kata lain pendengar akan mempunyai minat mendengarkan apabila pembicara dalam menyampaikan informasinya melakukan sesuatu hal yang menarik, baik itu bersifat aneh, lucu, sesuai kebutuhan dan bersifat menegur.

c) Prinsip kegunaan

Prinsip ini menghendaki pembicara untuk menentukan terlebih dahulu kegunaan dari uraian ceramah yang akan disampaikan. Hal ini bertujuan agar pendengar tidak mempunyai rasa penasaran, mengapa seorang pembicara menyampaikan informasi tersebut kepada pendengar.

d) Prinsip keindraan

Prinsip ini menghendaki seorang pembicara untuk menggunakan alat yang berhubungan dengan panca indera dalam melakukan pembicaraan atau presentasi. Alat peraga berfungsi untuk memperkenalkan topik pembicaraan dengan dibantu oleh peragaan-peragaan visual lainnya. Hal ini membantu pembicara dalam mengatakan suatu hal atau kata demi kata.

Contoh alat peraga yang sering digunakan pada waktu presentasi yaitu:

OHP (Overhead Projector), LCD, slide, video, tape, grafik, gambar, brosur dan lain-lain.

e) Prinsip ulangan

Prinsip ini mengharuskan pembicara untuk mengulang kembali materi yang diutarakan, hal ini supaya pendengar lebih mudah mengingat apa

39 yang disampaikan. Prinsip ulangan ini biasanya menekankan suatu topik/maksud yang penting dari isi presentasi. Oleh karena itu, agar informasi yang penting dari suatu presentasi dapat ditangkap dan mudah dimengerti, hendaknya seorang pembicara mengungkapkannya secara berulang-ulang.

f) Prinsip pengertian

Ketika mempresentasikan suatu hal, seorang pembicara dalam menyampaikan informasi perlu menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh para pendengar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam menangkap informasi yang diberikan kepada para pendengar. Oleh karena itu, ketika ada pembicaraan yang kurang dimengerti oleh pendengar hendaknya diperjelas atau diberi pengertian.

b. Guru menampilkan video cara melakukan presentasi yang efektif dan baik.

c. Siswa secara mandiri melakukan presentasi laporan keuangan.

6. Asesmen

Asesmen pada elemen ini dilakukan asesmen diagnostik setelah guru melakukan presentasi dan menjelaskan prosedur kerjanya dengan melakukan tanya jawab secara langsung kepada siswa.

Selain asesmen diagnostik, guru juga melakukan asesmen formatif pada saat siswa secara mandiri melakukan presentasi, guru secara langsung melakukan asesmen dengan indikator sebagai berikut:

a. Proses menata dan menyiapkan perlengkapan presentasi b. Proses menyampaikan materi

c. Proses dalam menjawab pertanyaan

Pada akhir pembelajaran/pertemuan, guru/praktisi melakukan asesmen sumatif (akhir) dari pekerjaan para siswa tersebut dengan indikator sebagai berikut:

a. Hasil presentasi

b. Kepribadian, kesopanan dan etika kerja c. Waktu penyelesaian praktik

7. Pengayaan dan Remedial

a. Siswa yang mengalami perkembangan yang baik pada saat pembelajaran, diberikan pengayaan dengan pembelajaran tambahan.

b. Siswa yang mengalami ketertinggalan dalam memahami pembelajaran diberikan remidial sesuai dengan tingkat ketertinggalan masing-masing siswa.

8. Refleksi Peserta Didik dan Guru a. Refleksi Peserta Didik

1) Sebutkan hal-hal positif apa yang telah dilakukan selama pembelajaran!

2) Sebutkan hal-hal negatif (kekurangan) apa yang ingin diperbaiki pada pembelajaran selanjutnya!

3) Tuliskan saran yang dapat diterapkan untuk perbaikan pembelajaran yang akan datang!

b. Refleksi Guru

1) Apakah semua siswa mencapai tujuan pembelajaran? (dibuktikan dengan asesmen diagnostik dan asesmen formatif)

Dalam dokumen MODUL AJAR: TATA RUANG DAN PERALATAN KANTOR (Halaman 31-40)

Dokumen terkait