BAB II LANDASAN TEORI
C. Iklim Kelas
5. Meningkatkan Kualitas Iklim Kelas
fisik, emosional, dan mental dalam proses belajar, dan karena itu, akan dapat memunculkan kegiatan-kegiatan yang kreatif-produktif. ltulah sebabnya, mengapa setiap anak perlu diberi kebebasan untuk melakukan pilihan-pilihan sesuai dengan apa yang mampu dan mau dilakukannya.
Prakarsa anak untuk belajar akan mati bila kepadanya dihadapkan pada berbagai macam aturan yang tak ada kaitannya dengan belajar, sebagaimana ditemukan dalam paradigma behavioristik. Banyaknya aturan yang seringkali dibuat oleh guru dan harus ditaati oleh anak akan menyebabkan anak-anak selalu diliputi rasa takut dan sekaligus diselimuti rasa bersalah. Lebih jauh lagi, anak-anak akan kehilangan kebebasan berbuat dan melakukan kontrol diri (Kontrol diri, dalam hal ini, bisa menjadi modal awal penumbuhan penghargaan pada keragaman).
c. Gunakan model cooperative learning (belajar secara kooperatif) melalui diskusi dalam kelompok-kelompok kecil, debat, atau bermain peran
d. Hubungkan informasi baru pada sesuatu yang sudah diketahui oleh siswa, sehingga mudah untuk mereka pahami
e. Dorong siswa untuk mengerjakan tugas-tugas penulisan makalahnya dan dalam kajian yang mendalam
f. Guru harus memiliki catatan-catatan kemajuan dari semua proses pembelajaran siswa, termasuk tugas-tugas individual dan kelompok mereka dalam bentuk portofolio.
Iklim kelas membawa dampak terhadap perkembangan anak.
Nasution meneliti mengenai perbedaan iklim demokratis dan otokrasi dalam pembelajaran. Ia menyimpulkan bahwa:
a. Iklim otokrasi lebih banyak dikeluarkan kecaman tajam bersifat pribadi, sedangkan dalam iklim demokrasi terdapat suasana kerja sama, pujian terhadap sesama teman, saran-saran konstruktif, dan kesediaan menerima buah pikiran orang lain
b. Iklim otokrasi lebih ditonjolkan diri sendiri, soal ’aku’, sedangkan dalam iklim demokrasi adalah suasana ke-’kita’-an;
c. Suasana oktokrasi, adanya pimpinan yang kuat menghalangi orang lain untuk memegang pimpinan, sedangkan dalam iklim demokrasi beda status sosial pimpinan dan yang dipimpin kecil sekali sehingga
pada suatu saat setiap orang mudah memegang kepemimpinan dalam hal ia memiliki kelebihan
d. Idividualitas muris berkembang dalam iklim demokrasi sedangkan perkembangan tertekan dalam iklim otokrasi;
e. Dalam iklim otokrasi tindakan kelompok bukan tertuju kepada pemimpin melainkan terhadap salah seorang anak didik sebab anak didik mudah dijadikan kambing hitam, secara potensial setiap anak didik dapat menjadi saingan atau lawan anak didik lainnya.
Terciptanya iklim kelas yang konduksif akan meningkatkan proses pembelajaran yang baik peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran yang aman menyenangkan yan pada akhirnya akan menimbulkan minat yang tinggi dalam belajar sehingga denan terciptanta iklim belajar yang konduksif diharapkan peserta didik dapat mencapai prestasi belajar yan baik.
D. Hubungan Minat Belajar dan Iklim Kelas dengan Prestasi Belajar siswa Keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran, dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat prestasi belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil belajar menunjuk kepada prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya dan derajat perubahan tingkah laku.
Minat belajar besar pengaruhnya terhadap proses belajar siswa dan prestasi belajar yang akan dicapai. Minat merupakan suatu dorongan yang
kuat dalam diri seseorang terhadap sesuatu. Minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Keinginan seseorang akan sesuatu menimbulkan kegairahan terhadap sesuatu tersebut. Adanya minat belajar akan mempermudah siswa dalam menikuti pembelajaran karna adanya keinginan sendiri dalam belajar mempermudah proses transfer ilmu kepada siswa.
Siswa yang memiliki minat dalam belajar akan meningkatkan belajarnya karena ketertarikannya terhadap belajar. Sealain itu dengan minat belajar siswa akan lebih mudah dalam mengikuti kegiatan belajar di kelas.
Minat belajar juga bisa timbul dengan terciptanya iklim kelas yang baik. Iklim kelas adalah suatu kultur yang mempengaruhi suatu proses pembelajaran. Aspek-aspek iklim belajar meliputi suasana hubungan antara personalia di kelas, hubungan guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan orang lain. Melalui iklim kelas yang kondusif, hubungan yang baik antara guru dan siswa,siswa dengan siswa, dan suasana lingkungan belajar yang menyenangkan itulah yang dapat mencapai keberhasilan belajar.
Iklim kelas yang dapat mendorong proses pembelajaran yang efektif, yaitu: menyenangkan, mengasikkan, mencerdaskan, menguatkan, menghidupkan, dan memberi kebebasan. Menyenangkan terkait dengan aspek afektif (perasaan). Guru harus berani mengubah iklim dari suka ke bisa. Guru harus memilki jiwa pendidik; bersikap ramah, suka tersenyum, berkomunikasi dengan santun dan patut, adil terhadap semua siswa, dan senanatiasa sabar menghadapi berbagai ulah dan perilaku siswanya.
Iklim kelas yang baik pada akhirnya akan memunculkan minat dalam dari siswa untuk belajar lebih baik. Dengan proses pembelajaran yang menyenangkan mempermudah siswa untuk menerima materi yang disampaikan oleh guru yang pada akhirnya mempermudah siswa saat melaksanakan evaluasi dengan begitu siswa akan mendapatkan prestasi belajar yang diinginkan.
E. Kerangka Konseptual Penelitian
Melakukan sebuah penelitian perlu adanya kerangka berfikir sebagai konsep dasar penelitian. kerangka pikir adalah “suatu konsep yang memberikan hubungan kasual hipotesis antara dua variabel atau lebih dalam rangka memberikan jawaban sementara terhadap masalah yang diteliti”.34
Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa kerangka berpikir merupakan hubungan antara dua variabel yang menghasilakan sebab dan akibat untuk menjawab permasalahan dalam penelitian. berdasarkan pendapat tersebut, maka kerangka berpikir yang penulis sajikan sebagai berikut:
34 Edi Kusnadi, Metode Penelitiaan, (Metro: Ramayana Pers dan STAIN Metro, 2008), h.
57
Gambar 2.1
Kerangka Konseptual Penelitian
Berdasarkan kerangaka berfikir di atas dapat dipahami bahwa, 1. Minat belajar memliki hubungan dengan prestasi belajar siswa 2. Iklim kelas memiliki hubungan dengan prestasi belajar siswa 3. Kemudia secara bersama-sama minat belajar dan iklim kelas
berhubugan dengan prestasi belajar siswa F. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik dengan data.35 Ada tiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu:
35Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), (Bandung :Alfabeta, 2014), h. 96.
Minat Belajar (X1)
Iklim Kelas (X2)
Prestasi Belajar Siswa (Y)
X1 Y
X2 Y
XI, X2 Y
1. Ada hubungan yang signifikan antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa.
2. Ada hubungan yang signifikan antara iklim kelas dengan prestasi belajar siswa.
3. Ada hubungan yang signifikan antara minat belajar dan iklim kelas dengan prestasi belajar siswa
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitan
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif. Penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian yang bersifat inferensial yang sering disebut statisti induktif atau statistik probabiliti, yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan diambil dari populasi yang jelas dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random.36 Dalam kuantitatif peneliti berangkat dari paradigma teori menuju data dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan.
Berdasarkan pendapat di atas, penelitian ini akan dilaksanakan di SMPN 1 Labuhan Maringgai kabupaten Lampung Timur merupakan penelitian yang menggunakan metode kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti terjun ke lapangan menyebarkan angket dan mengambil dokumen data yang menunjang penelitian ini.
B. Populasi, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampling 1. Populasi
Populasi adalah jumlah keseluruhan dari analisis (subjek) yang ciri-cirinya akan diteliti.37 Pendapat lain mengemukakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang
36Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2009), h. 148
37Edi Kusnadi, Metodelogi Penelitian, (Metro: Ramayana Pres, 2008), h. 79.
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapakan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian untuk ditarik kesimpulannya.38
Dengan demikian populasi yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah keseluruhan subjek yang akan menjadi titik perhatian dalam melaksanakan penelitian. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 1 Labuhan Maringgai kabupaten Lampung Timur yaitu 599 siswa. Dengan rincian sebagai berikut,
Tabel. 3.1
Jumlah Anggota Populasi No Kelas Siswa
1 VII A 33
2 VII B 33
3 VII C 30
4 VII D 32
5 VII E 33
6 VII F 31
7 VIII A 35
8 VIII B 34
9 VIII C 35
10 VIII D 35
11 VIII E 35
12 VIII F 33
13 IX A 34
14 IX B 35
15 IX C 34
16 IX D 32
17 IX E 33
18 IX F 32
Jumlah 599
Sumber: data siswa dari kantor tata usaha SMPN 1 Labuhan Maringgai
38Sugioano, Statistik untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2010), h. 61.
Berdasarkan penjelasan tabel di atas, maka yang menjadi populasi dalam populasi adalah seluruh siswa SMPN 1 Labuhan Maringgai kabupaten Lampung Timur beranggotakan 599 siswa
2. Sampel
Sampel merupakan Pemilihan sejumlah subjek penelitian sebagai wakil dari populasi sehingga dihasilkan sampel yang mewakili populasi dimaksud. Semakin banyak ciri dan karakteristik yang ada pada populasi, maka akan semakin sedikit subjek yang tercakup dalam populasi, dan sebaliknya.39 Penulis menentukan cara pengambilan sampel yaitu dengan cara simpel random sampling. Teknik ini digunakan karena anggota populasi bersifat homogen (sama).
Sebagai pertimbangan dalam menetapkan sampel adalah apabila populasi dianggap cukup homogen dan jumlahnya lebih dari 100, maka dapat diambil antara 10% sampai denagan 25%. Namun apabila jumlahnya kurang dari 100 dapat diambil semua atau diambil sebanyak 30% sampai 70%.40 Berdasarkan pertimbangan di atas maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini 16% dari jumlah populasi yaitu 96 anggota sampel. Berikut tabel data pengambilan sampel.
39Nurul Zuriah, Metode Penelitian Sosial Pendidikan, (PT Bumi Aksara:Jakarta, 2009), h. 122
40Edi Kusnadi, Metodelogi Penelitian., h. 82.
Tabel 3.2
Pengambilan Anggota Sampel
No Kelas Jumlah Siswa
1 VII C 30 siswa
2 VIII B 34 siswa
3 IX F 32 siswa
Jumlah 96 siswa
Berdasarkan pengambilan yang telah peneliti lakukan dengan cara mengundi setiap kelas, maka yang menjadi anggota sampel yaitu kelas VII C 30 siswa, kelas VIII B 34 siswa, dan kelas IX F 32 siswa dengan jumalah keseluruhan yaitu 96 siswa yang menjadi anggota sampel.
3. Teknik Pengambilang Sampel
Teknik pengambilan sampel disebut teknik sampling. “Teknik Teknik pengambilan sampel disebut teknik sampling. “Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel.41 Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan”.
Berdasarkan pendapat di atas bahwa teknik pengambilan sampel adalah suatu cara yang digunakan untuk pengambilan sampel dari populasi yang akan diteliti supaya dapat mewakili keseluruhan populasi.
Penulis menentukan cara pengambilan sampel yaitu dengan cara simpel random sampling. Teknik ini digunakan karena anggota populasi bersifat homogen (sama).
41 Sugiono, Statistika Untuk Penelitian, h. 62
4. Variabel dan Oprasional Variabel
Definisi operasional variabel merupakan suatu petunjuk bagaimana caranya mengukur suatu variabel, oleh karena itu memutuskan definisi operasional variabel pada suatu variabel dipandang sangat perlu, sebab definisi operasional variabel adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati atau diobservasi serta dapat diukur, berarti yang dimaksud dengan definisi operasional variabel adalah:
1. Minat Belajar (variabel X1)
Minat merupakan suatu dorongan yang kuat dalam diri seseorang terhadap sesuatu. Minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.42
a. Perasaan Senang b. Ketertarikan Siswa c. Perhatian Siswa d. Keterlibatan Siswa 2. Iklim Kelas (variabel X2)
Iklim kelas adalah suatu kultur yang mempengaruhi suatu proses pembelajaran. Aspek – aspek iklim kelas meliputi suasana hubungan antara personalia di kelas, hubungan guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan orang lain. Melalui iklim kelas yang kondusif, hubungan yang baik antara guru dan siswa,siswa dengan siswa, dan suasana lingkungan belajar yang
42 Slamento, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi,h.121
menyenangkan itulah yang dapat mencapai keberhasilan belajar. Indikator iklim kelas adalah sebagai berikut:
a. Dimensi hubungan
b. Dimensi pertumbuhan dan perkembangan.
c. Dimensi perubahan d. Dimensi lingkungan fisik43 3. Prestasi Belajar (variabel Y)
Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti kegiatan belajar di kelas dalam jangka waktu tertentu, keterampilan dan lain sebagainya yang dapat diwujudkan dalam bentuk kuantitatif atau dapat juga dalam bentuk tingkah laku yang diberikan oleh seorang guru untuk mengadakan tes atau tugas yang diberikan kepada siswa. Indikator prestasi belajar yaitu, rata-rata nilai rapor siswa tahun pelajaran 2018/2019.
C. Teknik Pengumpulan Data 1. Angket
Angket adalah daftar pernyataan yang didistribusikan melalui pos untuk diisi dan dikembalikan atau juga dapat dijawab di bawah pengawasan peneliti.44 Angket adalah sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui.
43 Hadiyanto, Teori dan Pengembangan Iklim Kelas dan Iklim Sekola, h.5
44S. Naution, Metode Reseach, (Jakarta:Bumi Aksara, 2006), h. 128.
Penulis dalam membuat angket akan menggunakan angket tertutup berbentuk multipel choice (pilihan ganda), dimana responden cukup memberi tanda silang (X) pada salah satu alternatif jawaban yang ada. Adapun daftar pernyataan dalam angket yang akan diberikan kepada responden berjumalah soal 10 item pada masing masing variabel, yaitu dengan alternatif jawaban yang sesuai dengan kriteria sebagai berikut:
1) Jawaban A diberi sekor 4, selalu 2) Jawaban B diberi sekor 3, sering
3) Jawaban C diberi sekor 2, kadang-kadang 4) Jawaban D diberi sekor 1, tidak pernah.45
Penskoran tersebut digunakan untuk pernyataan yang bersifat positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif maka digunakan penskoran sebaliknya.
Teknik angket adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara membagikan daftar pernyataan kepada objek yang memiliki hubungan dengan penelitian. Teknik ini digunakan sebagai teknik pokok untuk memperoleh data dari variabel bebas yaitu, minat belajar dan iklim kelas, yang ditujukan kepada siswa dengan jumlah responden 96 siswa.
2. Dokumentasi
Teknik ini digunakan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah,
45Mark Balnaves and Pater Caputi, Introduction to Countitative Research Methods An Lestigasi Appoach, (London: Sage Publication, 2001), h. 80-81
prasasti, notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya.46 teknik dokumentasi dalam penelitian ini dipergunakan untuk memperoleh data: data pendidik, struktur organisasi sekolah, denah lokasi dan sejarah berdirinya SMPN 1 Labuhan Maringgai Teknik ini sebagai penunjang.
D. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat bantu pada waktu penelitian menggunakan suatu teknik, dalam hal ini peneliti akan menggunakan angket sebagai teknik pokok penelitian.47
1. Rancangan atau kisi-kisi instrumen
Kisi-kisi adalah suatu rancangan penyusunan instrumen.48 Kisi- kisi angket penelitian ini ialah sebagai berikut:
Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Variabel
Peneltiain
Indikator No. Item
Soal
Jumlah
Variabel Bebas (X1) Minat belajar
a. Perasaan senang 1, 2 b. Ketertarikan siswa 3,4, 5, 6 c. Perhatian siswa 7,8 d. Keterlibatan siswa 9, 10
Jumlah 10 Soal Varibal Bebas
(X2) Iklim Kelas
a. Dimensi hubungan 1, 2,3 b. Dimensi pertumbuhan
dan perkembangan
4, 5, 6
46Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2013), h. 274
47Ibid, h. 149.
48Ibid, h. 162.
c. Dimensi perubahan 7,8 d. Dimensi lingkungan
fisik
9, 10
Jumlah 10 Soal Variabel
Terikat (Y) Prestasi belajar
siswa
Rata-rata Nilai rapor tahun pelajaran 2018/2019
2. Pengujian Instrumen a. Uji Validitas Angket
“Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendaptkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur”.49 Jadi validitas adalah alat ukur yang digunakan untuk mengungkapakan suatu gejala yang sebenarnya yaitu valid atau tidak valid.
Sebelum angket yang penulis gunakan untuk mendapatkan data tentang minat belajar dan iklim kelas, terlebih dahulu penulis mengukur validitas dan reliabilitas angket tersebut, dengan cara mengajukan angket tersebut kepada 20 orang peserta didik di luar sampel. uji coba angket minat belajar dan iklim kelas dengan menggunaakan rumus product moment:
𝑟𝑥𝑦 = = 𝑥𝑦
𝑥2 𝑦2
Keterangan:
49Sugiono, Statistik untuk Penelitian,(Bandung: Alfabeta, 2012), h. 348.
r
xy = Koefisien Korelasi antara variabel x dan variabel y
xy = Jumlah perkalian antara variabel x dan variabel y
x2 = Jumlah perkalian variabel x
y2 = Jumlah perkalian variabel yHasil uji validitas angket yang diajukan pada 20 responden di luar sampel untuk menguji kevalidan soal angket pada variabel pengawasan orangtua sebanyak 10 butir soal, variabel minat belajar dan iklim kelas. Hasil uji validitas yang telah dilakukan, disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 3.4
Hasil Uji Validitas Variabel X1
Butir Soal
N Person Correlatio
r tabel N=
20 taraf signifikan
5%
Keterangan
1 20 0, 785 0, 359 Valid
2 20 0, 722 0, 359 Valid
3 20 0, 854 0, 359 Valid
4 20 0, 906 0, 359 Valid
5 20 0, 679 0, 359 Valid
6 20 0, 624 0, 359 Valid
7 20 0, 585 0, 359 Valid
8 20 0, 684 0, 359 Valid
9 20 0, 528 0, 359 Valid
10 20 0, 606 0, 359 Valid
Tabel 3.5
Hasil Uji Validitas Variabel X2
Butir Soal
N Person Correlatio
r tabel N=
20 taraf signifikan
5%
Keterangan
1 20 0, 869 0, 359 Valid
2 20 0, 799 0, 359 Valid
3 20 0, 816 0, 359 Valid
4 20 0, 869 0, 359 Valid
5 20 0, 791 0, 359 Valid
6 20 0, 756 0, 359 Valid
7 20 0, 730 0, 359 Valid
8 20 0, 852 0, 359 Valid
9 20 0, 900 0, 359 Valid
10 20 0, 510 0, 359 Valid
Berdasarkan tabel hasil uji validitas di atas menunjukan bahwa soal angket pada variabel X1, dan X2 bahwa seluruh butir pernyataan dinyatakan valid dengan interprestasi sangat tinggi, sehingga insturmen dapat digunakan dalam penelitian.
b. Uji Reliabilitas Angket
“Suatu instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama”50. Realibilitas berkenaan dengan drajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan, dalam pendangan kuantitatif, suatu data dinyatakan reabel apa bila dua atau lebih penelitian dalam objek yang sama menghasilkan data yang sama, atau penelitian sama dalam waktu,
50Ibid
berbeda dalam objek yang sama, menghasilkan data yang sama, dalam penelitian ini data yang digunakan telah diuji reliabilitasnya dengan melakukan uji reliabilitas menggunakan rumus product moment 𝑟𝑋𝑌 = 𝑥𝑦
𝑥2 𝑦2
selanjutnya data dihitung dengan sperman brwon yaitu 𝑟11= 2.r
1 2 1 2 1+r 1212
Hasil uji reliabilitas angket yang diajukan pada 20 responden di luar sampel untuk menguji kereliabelan soal angket pada variabel pengawasan orangtua sebanyak 10 butir soal, variabel minat belajar dan iklim kelas. Hasil uji validitas yang telah dilakukan, disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 3.6
Hasil Uji Reliabilitas Variabel X1
Tabel 3.7
Hasil Uji Reliabilitas Variabel X2 Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
N of Items
,884 10
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
N of Items
,903 10
Berdasarkan tabel hasil uji reliabilitas di atas menunjukan bahwa soal angket pada variabel X1, danX2 bahwa seluruh butir pernyataan dinyatakan reliabel dengan interprestasi sangat tinggi, sehingga insturmen dapat digunakan dalam penelitian.
E. Teknik Analisis Data
Setelah data dikumpulkan data kemudia dianalasis untuk menguji hipotesis penelitian yang telah diajukan. Namun sebelum data dianalasis, penulis melakukan uji persyaratan analisis data gunu untuk mengetahui apakah data dapat digunakan untuk dianalisis.
1. Uji Persyaratan Analisis Data
Persyaratan yang harus dipenuhi untuk melakukan analisis regresi adalah sampel acak yang berasal dari populasi harus berdistribusi normal dan data bersifat homogen. Untuk itu akan diuraikan lebih lanjut mengenai hasil pengujian persyaratan analisis yaitu normalitas, homogenitas dan linieritas data:
a. Uji Normalitas Data
Analisis uji normalitas dalam penelitian ini untuk menguji asumsi bahwa data distribusi sampling dari rata-rata sampel mendekati atau mengikuti normalitas populasi. Analisis uji normalitas menggunakan uji Kolmogrov Smirnov.
Untuk mengetahui apakah data ketiga variabel penelitian cenderung berdistribusi normal maka digunaka uji Kolmogorov Smirnov melalui aplikasi SPSS 20 dengan kriteria uji, apabila nilai signifikansi (Sig) > 0,05 maka Ho ditolak, artinya data berdistribusi normal. Sebaliknya jika nilai signifikansi (Sig) < 0,05 maka datanya dinyatakan berdistribusi tidak
normal.51 Berikut penulis sajikan grafik histrogram hasil dari uji normalitas data, sebagai berikut:
Gambar 3.1
Uji Normalitas Kolomogrov Smirnov
Pada gambar grafik histogram di atas menunjukkan bahwa data yang telah dibuat frekuensinya terlihat mempunyai kemiripan bentuk dengan kurva normal (berbentuk seperti lonceng). Hal ini dapat membuktikan bahwa distribusi tersebut dikatakan normal.
Gambar 3.2 Uji Normalitas p-plot
51Dwi Priyatno, Teknik Mudah dan Cepat dalam Melakukan Analisis Data dengan SPSS, Yogyakarta: Gava Media, 2010), h. 129
Berdasarkan hasil pengolahan data maka didapatkan hasil bahwa semua data berdistribusi secara normal dan tidak terjadi penyimpangan.
Hal ini dapat dibuktikan dengan memperhatikan sebaran data yang menyebar disekitar garis diagonal pada normal p-plot of progression residual sesuai dengan gambar di atas.
Kemudia hasil uji normalitas varibel hubungan minat belajar dan iklim kelas dengan prestasi belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.8
Hasil Uji Normalitas Variabel Minat Belajar Siswa dan Iklim Kelas dengan Prestasi Belajar Siswa SMPN 1 Labuhan Maringgai
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 96
Normal Parametersa,b Mean 0E-7
Std. Deviation 2,46394571 Most Extreme Differences
Absolute ,058
Positive ,058
Negative -,052
Kolmogorov-Smirnov Z ,572
Asymp. Sig. (2-tailed) ,899
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai sign 0,899 > 0,05, yang berarti Ho ditolak yang artinya data berdistribusi normal. Berdasarkan hasil pengolahan data maka dapat diketahui bahwa semua data variabel berdistribusi normal dan tidak terjadi penyimpangan.
b. Uji Homogenitas Data
Uji Homogentias dilakukan untuk mengetahui apakah variasi antara kelompok yang diuji berbeda atau tidak, variansinya homogen atau
hetrogen. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji homogenitas adalah:
a. Jika nilai signifikansi < 0,05, maka dikatakan bahwa varian dari dua atau lebih kelompok data adalah tidak sama
b. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka dapat dikatakan bahawa varian dari dua atau lebih kelompok data adalah sama
Penulis melakukan uji homogenitas dengan menggunakan aplikasi SPSS 20 antara variabel Minat Belajar (X1 ) dan Prestasi Belajar (Y):
Tabel 3.9
Hasil Uji Homogenitas Variabel X1 dan Y
Test of Homogeneity of Variances Prestasi Belajar
Levene Statistic df1 df2 Sig.
1,111 8 84 ,364
Berdasarkan output tersebut dapat diketahui nilai signifikansi X1
adalah 0,364 > 0,05, maka dapat dikatakan bahwa varian dari dua kelompok data adalah sama (homogen). Kemudia penulis melakukan uji homogenitas antara penggunaan iklim kelas (X2 ) dan prestasi belajar siswa (Y)
Tabel 3.10
Hasil Uji Homogenitas Variabel X2 dan Y
Test of Homogeneity of Variances Prestasi Belajar
Levene Statistic df1 df2 Sig.
,522 8 85 ,837