PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam mencapai hasil belajar yang baik. Melalui iklim kelas yang kondusif, hubungan yang baik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa serta lingkungan belajar yang menyenangkan dapat mencapai keberhasilan belajar.
Identifikasi Masalah
Hasil Uji Normalitas Variabel Minat Belajar Siswa dan Iklim Kelas dengan Prestasi Belajar Siswa SMPN 1 Labuhan Maringgai. Artinya ada hubungan antara minat belajar dan iklim kelas dengan prestasi belajar siswa di SMPN 1 Labuhan Maringgai.
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
0,004 < 0,05 tolak H0 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara minat belajar dan iklim kelas dengan prestasi belajar siswa. Sedangkan hubungan antara minat belajar dan iklim kelas dengan prestasi belajar siswa memiliki hubungan sebesar 11,3%.
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan media LCD dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara profesionalisme dan disiplin belajar terhadap kinerja siswa.
LANDASAN TEORI
Prestasi Belajar
- Definisi Prestasi
- Pentingnya Prestasi Belajar
- Indikator Prestasi Belajar
- Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
- Fungsi Prestasi Belajar
- Jenis Prestasi Belajar
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, prestasi akademik adalah penguasaan ilmu atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, yang biasanya ditunjukkan dengan nilai ulangan atau nilai yang diberikan oleh guru.5 Prestasi akademik merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai seseorang. Untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mencapai hasil belajar, maka dilakukan kegiatan evaluasi pembelajaran.
Minat Belajar
- Definisi Minat Belajar
- Ciri-ciri Minat Belajar
- Faktor yang Mempengaruhi Minat Belajar
- Kategori Minat Belajar
- Indikator Minat Belajar
- Cara Membangkitkan Minat Belajar
Begitu juga dalam aktiviti pembelajaran dan pengajaran, pelajar akan berjaya sekiranya mereka mempunyai motivasi untuk belajar. e) Konsep kendiri. Pengaruh keluarga terhadap pelajar adalah dalam bentuk: cara ibu bapa mendidik, hubungan antara ahli keluarga, suasana rumah tangga, keadaan ekonomi keluarga, pemahaman ibu bapa dan latar belakang budaya. Secara umumnya, ibu bapa mahukan yang terbaik untuk anak-anak mereka, tetapi ibu bapa sering melakukan kesilapan dalam membesarkan anak-anak mereka.
Adalah gaya menghukum dan membatasi di mana orang tua melakukan yang terbaik sehingga remaja mengikuti arahan yang diberikan dan menghormati pekerjaan dan usaha orang tua. Orang tua otoriter adalah orang tua yang memberi remaja batasan dan kontrol yang ketat dan gagal. komunikasi lisan. Gaya pengasuhan di mana orang tua sangat terlibat dalam kehidupan mereka, tetapi hanya menawarkan sedikit bimbingan atau umpan balik.
Minat yang sudah ada pada diri seseorang tidak ada dengan sendirinya, melainkan ada karena pengalaman dan usaha. Oleh karena itu harus diarahkan dan dikembangkan ke arah suatu pilihan yang ditentukan melalui faktor-faktor yang mempengaruhi minat itu. Seseorang akan memiliki minat yang tinggi terhadap sesuatu karena kesenangan dan manfaat yang diterimanya serta akan mendapat respon yang kuat dari orang tua, guru, kelompok dan lingkungannya, sehingga orang tersebut akan fokus pada kegiatan yang diminatinya.
Iklim Kelas
- Definisi Iklim Kelas
- Iklim Kelas dan Tingkah Laku Peserta Didik
- Indikator Iklim Kelas
- Penciptaan Iklim Kelas yang Kondusif
- Meningkatkan Kualitas Iklim Kelas
Pada nilai 0,025 < 0,05 dengan keputusan penolakan H0 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variabel iklim kelas dengan prestasi belajar siswa. Artinya variabel iklim kelas memberikan kontribusi terhadap prestasi belajar siswa sebesar 8,9% dan sisanya ditentukan oleh variabel lain. Berdasarkan tabel rangkuman model diketahui besarnya hubungan antara minat belajar dan iklim kelas dengan prestasi belajar siswa yang dihitung dengan korelasi berganda adalah 0,337, hal ini menunjukkan hubungan yang rendah.
Dengan menciptakan iklim kelas yang baik maka kualitas belajar siswa akan meningkat, ketika kualitas belajar siswa meningkat maka akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Hubungan Minat Belajar dan Iklim Kelas dengan Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan hasil perhitungan diketahui harga Fhit sebesar 5,952 sedangkan harga Ftab dengan taraf signifikan 5% sebesar 3,09. Berdasarkan tabel rangkuman model diketahui besarnya hubungan antara minat belajar dan iklim kelas dengan prestasi belajar siswa yang dihitung dengan korelasi berganda adalah 0,337, hal ini menunjukkan hubungan yang rendah.
Dengan adanya hubungan antara minat belajar dan iklim kelas dengan prestasi belajar siswa, hendaknya guru dapat merangsang minat belajar siswa dengan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, membangun hubungan yang baik dengan siswa, menjaga kerukunan dan persaudaraan antar siswa. Pembahasan menunjukkan hubungan linier dan positif antara variabel iklim kelas dan prestasi belajar siswa di SMPN 1 Labuhan Maringgai. Besarnya korelasi antara iklim kelas dengan prestasi belajar siswa sebesar 8,9%. Ada hubungan antara minat belajar dan iklim kelas dengan prestasi belajar siswa di SMPN 1 Labuhan Maringgai. Hal ini terlihat dari hasil perhitungan dengan menggunakan analisis data korelasi berganda.
Minat Belajar dan Iklim Kelas serta Hubunganya dengan
Kerangka Konseptual Penelitian
Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa kerangka kerja adalah hubungan antara dua variabel yang menghasilkan sebab akibat untuk menjawab permasalahan penelitian.
Hipotesis Penelitian
METODOLOGI PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Populasi, Sampel dan Pengambilan Sampel
Variabel dan Oprasional Variabel
Teknik Pengumpulan Data
Instrumen Penelitian
- Kisi-kisi
- Uji Coba Instrumen
Teknik Analisis Data
- Uji persyaratan Analisis Data
- Uji Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Temuan Umum
- Sejarah Singkat SMPN 1 Labuhan Maringgai
- Profil SMPN 1 Labuhan Maringgai
- Kondisi Guru dan Karyawan SMPN 1 Labuhan
- Kondisi Siswa SMPN 1 Labuhan Maringgai
- Sarana dan Prasarana SMPN 1 Labuhan Maringgai
- Denah Lokasi SMPN 1 Labuhan Maringgai
SMP Negeri 1 Labuhan Maringgai merupakan salah satu sekolah yang banyak memberikan kontribusi dalam sejarah perkembangan pendidikan di kecamatan Labuhan Maringgai. SMP Negeri 1 Labuhan Maringgai juga merupakan Sekolah Standar Nasional (SSN) yang mendorong sekolah untuk berbenah dalam hal manajemen sekolah. Selain itu Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mempercayakan SMP Negeri 1 Labuhan Maringgai sebagai sekolah Adi Wiyata, dengan program pelestarian lingkungan yang hijau, bersih dan asri, program ini bersinergi dengan program penghargaan Adipura dari pemerintah.
Meskipun SMP Negeri 1 Labuhan Maringgai bukan sekolah sasaran implementasi kurikulum 2013 khususnya di Kabupaten Lampung Timur, namun semangat juang untuk meningkatkan kualitas siswa melalui pelayanan prima, seluruh warga sekolah bertekad untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 secara mandiri. Berkat dukungan seluruh stakeholder sekolah dan program kemitraan dengan United States Agency for International Development (USAID) PRIORITAS, SMPN 1 Labuhan Maringgais kerap dijadikan tempat praktik dan diskusi implementasi kurikulum 2013. Dengan adanya program ini SMP Negeri 1 Labuhan Maringgai telah menjadi sekolah rujukan masyarakat, hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya calon siswa yang telah mendaftar untuk belajar di SMP tersebut.
Dengan animo yang besar tersebut, SMA Negeri Labuhan Maringgai semakin berkembang dalam hal prestasi, baik akademik maupun non akademik.
Temuan Khusus
- Diskripsi Variabel Penelitian
- Uji Hipotesis
Dari tabel distribusi frekuensi terlihat bahwa dari 96 siswa yang menjadi panitia penelitian, 8 siswa atau 8,3% siswa menjawab minat belajar siswa dalam kategori baik, dan berjumlah 88 siswa. Dari tabel distribusi frekuensi terlihat bahwa dari 96 siswa yang menjadi sampel penelitian, 10 siswa atau 10,4% siswa menjawab iklim kelas dalam kategori baik, dan sebanyak 83 siswa atau 86,5% siswa jawab siswa. bahwa iklim kelas berada pada kategori cukup, dan sebanyak 3 siswa atau 3,1% yang menjawab iklim kelas berada pada kategori kurang, sehingga dapat dipahami bahwa minat belajar siswa dapat dikatakan cukup baik. kategori, karena secara keseluruhan 83 siswa atau 86,5% siswa menjawab iklim kelas dalam kategori cukup. Setelah data minat belajar siswa, iklim kelas dan kinerja siswa di SMPN 1 Labuhan Maringgai terkumpul dan dilakukan uji analisis permintaan, data tersebut diolah dengan menggunakan teknik analisis data untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara minat belajar. pembelajaran dan iklim kelas dengan prestasi belajar siswa, yang nantinya dapat digunakan sebagai langkah untuk membuktikan hipotesis penelitian ini.
Menguji Hubungan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar Siswa Sebelum menghitung hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa, terlebih dahulu dibuat hipotesis sesuai dengan bab sebelumnya. Berdasarkan 0,001 < 0,05 dengan keputusan H0 ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variabel minat belajar dengan kinerja siswa. Kemudian besarnya kontribusi antara variabel minat belajar terhadap nilai siswa adalah sebesar 10,3% dari data yang diperoleh dari perhitungan.
Artinya variabel minat belajar memberikan kontribusi terhadap kinerja siswa sebesar 10,3% dan sisanya ditentukan oleh variabel lain. Kemudian besarnya kontribusi antara variabel minat belajar terhadap karakter siswa adalah sebesar 8,9% dari data yang diperoleh dari perhitungan. Sedangkan secara simultan kontribusi variabel minat belajar dan iklim kelas dapat dilihat dari R-squared sebesar 0,113 yang berarti hanya 11,3% sedangkan 88,7% ditentukan oleh variabel lain.
Pembahasan
Selain itu, siswa yang memiliki minat belajar akan lebih mudah mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu minat belajar siswa yang tinggi diasosiasikan dengan prestasi akademik siswa yang baik dan sebaliknya jika minat belajar siswa rendah maka akan berakibat pula pada prestasi akademik yang rendah. Pembahasan menunjukkan adanya hubungan yang linier dan positif antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa di SMPN 1 Labuhan Maringgai, korelasi antara minat belajar dengan prestasi belajar siswa sebesar 10,3%.
Tumbuhnya rasa senang datang ke sekolah dan mengikuti pembelajaran merupakan langkah awal untuk meningkatkan prestasi siswa. Sehingga siswa dapat menyerap materi pembelajaran dengan sebaik mungkin dan meningkatkan keberhasilan akademiknya. Perbaikan diri dalam kaitannya dengan prestasi belajar siswa, minat dan iklim kelas dengan karakteristik belajar siswa dan kesulitan belajar siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.
Untuk keberhasilan siswa yang baik perlu peningkatan minat belajar siswa, dimana keinginan awal siswa untuk mengikuti kelas akan memudahkan proses transfer nilai ke dalam kegiatan pembelajaran, sehingga ilmu yang diperoleh dapat meningkatkan prestasi siswa. Ada tidaknya hubungan antara minat belajar dan suasana kelas dengan prestasi belajar siswa di SMPN 1 Labuhan Maringgai Lampung Timur, guru harus mampu meningkatkan minat belajar siswa dengan menyajikan materi pembelajaran yang kreatif dan inovatif guna meningkatkan kualitas materi pembelajaran. belajar siswa, yang mempengaruhi keberhasilan akademik mereka. Sofyan Adpura, Motivasi Mahasiswa dan Prestasi Akademik di Indonesia: Studi Meta-Analitik, (Lampung: STKIP Muhamadiyah) no. 4/ Volume 6 Desember 2017 Sugioano, Statistik untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2010).
PENUTUP
Kesimpulan
Setelah membandingkan harga Fhit dan Ftab diketahui bahwa Fhit > Ftab atau 5,952 > 3,09 berarti H0 ditolak.
Implikasi
Kemudian guru yang membangun komunikasi dengan siswa akan meningkatkan kualitas pembelajaran siswa karena guru akan dapat menemukan permasalahan pembelajaran yang dihadapi siswa sehingga guru dapat memberikan solusi dan pedoman untuk memperbaiki permasalahan pembelajaran tersebut. Namun demikian, kami berharap agar para guru dapat ikut serta dalam mengawasi dan membimbing siswa untuk meningkatkan prestasi akademiknya.
Saran
Sekolah hendaknya menyediakan fasilitas yang memadai dalam menunjang kegiatan pembelajaran, memberikan evaluasi dan pemantauan hasil belajar siswa sehingga siswa dapat mengidentifikasi hasil belajarnya dan memperbaiki nilai yang belum tuntas. Dewi Permata Sari, Rusmin dan Deskon, “Pengaruh Iklim Kelas Terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMAN 3 Tanjung Raja”, no. 1/ Jil. 5, 1 Mei 2018. Ichwani Siti Utami dan Ratna Atiah, “Pengaruh Iklim Kelas terhadap Motivasi Belajar Peserta Pendidikan Kelas VIII Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan” dalam Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, Pamulang: Universitas Pamulang, no.
Kurt, Pendorong Keinginan Belajar di Sekolah, (Bandung: Karya Muda, 1987) Lida Setiawati, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Praktis. Sekolah Vokasi Program Studi Teknik Komputer dan Informatika, Jurnal Pendidikan Vokasi, Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, No .3/Vol.Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: Pemuda Rosdakarya, 2013) Nanang Martono, Metode Penelitian Kuantitatif Analisis Isi dan Analisis Data.
Ngalim Purwanto. Educational Psychology, (Bandung: Rosdakarya's Youth, 2002) Nurul Zuriah, Educational Social Research Methods, (Jakarta: PT Bumi Aksara, . 2009). Ramayulis, Teaching Methodology of Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2001) Slameto, Learning and Influencing Factors, (Jakarta: PT Rineka Cipta: . 2015).