• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO "

Copied!
148
0
0

Teks penuh

2. Apakah ada hubungan penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar fiqh siswa MI Miftahul Huda Banding Sukadana. Adakah hubungan kompetensi akademik dan penggunaan media pembelajaran dengan hasil belajar fiqh siswa MI Miftahul Huda Banding Sukadana. Judul : Hubungan Kompetensi Profesional dan Penggunaan Media Pembelajaran dengan Hasil Belajar Fiqh MI Miftahul Huda Himbauan Sukadana Lampung Timur.

Skripsi berjudul: Hubungan Kompetensi Profesi dan Penggunaan Media Pembelajaran dengan Hasil Belajar Fiqh MI Miftahul Huda Banding Sukadana Lampung Timur. Konsentrasi: Hubungan Kompetensi Profesional dan Pemanfaatan Media Pendidikan dengan Hasil Belajar Fiqh Siswa MI Miftahul Huda Profesi Sukadana Lampung Timur.

PENDAHULUAN

Belum memadainya kompetensi profesional dan sumber belajar siswa, sehingga kegiatan pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar fikih. Apakah ada hubungan antara kompetensi profesional dengan hasil belajar fiqih siswa di MI Miftahul Huda Banding Sukadana. Apakah ada hubungan penggunaan media pendidikan dengan hasil belajar fiqh siswa MI Miftahul Huda Banding Sukadana.

Untuk mengetahui hubungan antara kompetensi profesional dengan hasil belajar fikih siswa di MI Miftahul Huda Banding Sukadana. Untuk mengetahui hubungan antara kompetensi profesional dan penggunaan media pendidikan dengan hasil belajar fiqih siswa MI Miftahul Huda Banding Sukadana.

Diagram hubungan tiga unsur dalam pembelajaran. 22       Tujuan Intruksional
Diagram hubungan tiga unsur dalam pembelajaran. 22 Tujuan Intruksional

أِب ِفِلاَوَت

لَ تم٨٧

Temuan Umum

  • Sejarah Singkat Berdirinya MI Miftahul Huda Banding
  • Keadaan Guru dan Karyawan MI Miftahul Huda Banding

Berdasarkan informasi dari salah satu pendiri yayasan pendidikan Miftahul Huda Banding (Bpk. Abdullah), diperoleh informasi bahwa MI Miftahul Huda Banding Sukadana didirikan pada tanggal 17 Juli 1986. Pendirian MI Miftahul Huda Banding ini diprakarsai oleh agama dan tokoh masyarakat bersama Bpk. abdullah, mr. Sumardi, AM, Bpk. Khairul Anam dan Bpk. Basuki memimpin karena saat itu di sekitar Banding sudah banyak anak-anak MI yang bingung mau sekolah. Mengingat jarak MI yang sangat jauh yaitu MI Miftahut Tholibin Papan Batu dan MI Miftahul Ulum Tulungjaya.

MI Miftahul Huda Banding merupakan diklat formal bersama RA dan MTs dibawah naungan Yayasan Pendidikan Miftahul Huda Banding dan salah satu anggota KKM MIN Sukadana. Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di MI Miftahul Huda, telah dilakukan beberapa upaya penyediaan fasilitas belajar mengajar. Berdasarkan data yang ada, jumlah siswa MI Miftahul Huda Lampung Timur tahun ajaran 2019-2020 sebanyak 305 siswa.

Guru sebagai salah satu unsur penanggung jawab dalam lembaga pendidikan formal di MI Miftahul Huda sangat berpengaruh dalam pencapaian tujuan pendidikan. Guru juga berperan dalam mengelola kondisi dan kondisi yang ada di MI Miftahul Huda. MI Miftahul Huda Banding memiliki 16 Guru Tetap Yayasan (GTY) yaitu (1 Ketua MI Miftahul Huda Banding dan 15 guru).

Tabel 9  Keadaan Siswa
Tabel 9 Keadaan Siswa

Temuan Khusus

Hasil belajar mata pelajaran fiqh disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi poin, sedangkan penyajian data berupa diagram hasil belajar fiqh siswa. Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa terdapat beberapa komponen hasil belajar mata pelajaran fiqh yang perlu dipertahankan agar hasil belajar fiqh siswa semakin meningkat. Menghitung distribusi titik menghasilkan: (a) nilai rata-rata atau jumlah titik dibagi jumlah.

Kategori kurang baik adalah jumlah responden yang memiliki skor total lebih besar dari nilai rata-rata ditambah standar deviasi. Kategori baik adalah banyaknya responden yang memiliki skor antara nilai rata-rata ditambah standar deviasi dan nilai rata-rata dikurangi standar deviasi. Kategori sangat baik adalah jumlah responden yang memiliki skor total kurang dari nilai rata-rata dikurangi standar deviasi.

Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengklasifikasikan data untuk mengetahui media pembelajaran tentang hasil belajar fiqih siswa. Kategori baik adalah banyaknya responden yang memiliki skor antara nilai ditambah standar deviasi dan nilai rata-rata dikurangi standar deviasi. Kategori sangat baik adalah jumlah responden yang memiliki skor total kurang dari nilai dikurangi standar deviasi.

Kategori baik adalah jumlah responden yang memiliki skor total lebih besar dari nilai rata-rata ditambah standar deviasi. Kategori kurang baik adalah banyaknya responden yang memiliki skor antara nilai rata-rata ditambah standar deviasi dan nilai rata-rata dikurangi standar deviasi. Kategori sangat baik adalah banyaknya responden yang memiliki skor total kurang dari nilai rata-rata dikurangi standar deviasi.

Gambar: 5  Grafik Histogram Variabel hasil belajar fiqh peserta didik (Y)
Gambar: 5 Grafik Histogram Variabel hasil belajar fiqh peserta didik (Y)

Uji Persyaratan Analisis

  • Uji Normalitas Data
  • Uji Homogenitas Data

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah variabel yang dianalisis memenuhi kriteria berdistribusi normal, dengan ketentuan jika nilai signifikansi ˃ 0,05 maka data berdistribusi normal. Analisis uji normalitas dalam penelitian ini dimaksudkan untuk menguji asumsi bahwa sebaran sampel rata-rata sampel mendekati atau mengikuti normalitas populasi. Untuk mengetahui apakah data ketiga variabel penelitian cenderung berdistribusi normal, digunakan teknik Prodact moment melalui aplikasi kriteria uji SPSS 22, jika nilai r (nilai probabilitas/nilai kritis) kurang dari atau sama dengan ( =) dari taraf α yang ditentukan, maka Ho ditolak, artinya variabel yang diuji mengikuti distribusi normal.

Berdasarkan hasil perhitungan rumus tersebut melalui aplikasi SPSS nilai r lebih kecil dari taraf α yang digunakan (0,05) yaitu pada variabel kompetensi profesional 0,009 < 0,05, pada variabel media pembelajaran 0,064 < 0,05 dan belajar fikih. Variabel hasil digandakan 0,026<0,05. Artinya variabel kompetensi profesional, media pembelajaran dan hasil belajar fikih yang diteliti mengikuti distribusi normal. Uji homogenitas dilakukan untuk memastikan bahwa kelompok yang dibandingkan dalam penelitian adalah kelompok yang memiliki varian yang sama (homogen).

Alasan dipilihnya uji Fmax untuk menguji homogenitas varian pada penelitian ini adalah karena kelompok yang dibandingkan memiliki jumlah yang sama. Kelompok yang dibandingkan dikatakan memiliki varian yang homogen jika Fmax < Ftabel pada taraf kesalahan 5%. Untuk menguji homogenitas variansi variabel kompetensi profesional (X1), media pembelajaran (X2) dan hasil belajar fikih (Y) dilakukan dengan menggunakan uji F, dengan ketentuan jika F-score < F.

Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai r pada variabel kompetensi profesional dan media pembelajaran lebih kecil dari taraf α yang digunakan yaitu 0,000<0,05 dan 0,005<0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa skor pada variabel kompetensi profesional dan media pembelajaran tersebar secara homogen. Berdasarkan hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa Fmax lebih kecil dari Ftabel, maka dapat disimpulkan bahwa ketiga kelompok tersebut merupakan kelompok yang datanya memiliki varians yang homogen atau sama.

Tabel 15 Hasil Homogenitas
Tabel 15 Hasil Homogenitas

Pengujian Hipotesis

Uji pengaruh kompetensi profesional terhadap hasil belajar fikih siswa MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur. Berdasarkan tabel di atas terlihat adanya hubungan antara variabel kompetensi profesional dengan hasil belajar fiqih siswa MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur. Uji pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar fikih di MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur.

Berdasarkan tabel di atas terlihat adanya hubungan antara media pembelajaran dengan hasil belajar fiqih siswa di MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur. Besarnya pengaruh media pembelajaran terhadap hasil belajar fiqh siswa di MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur sebesar 73,285%. Pengaruh Kompetensi Profesi dan Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Fiqh di MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur.

Hipotesis yang diajukan berbunyi: “Ada hubungan antara kompetensi profesional dan media pembelajaran terhadap hasil belajar fiqh siswa MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur.” Model Hubungan Kompetensi Profesional Dengan Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Fiqh Siswa Di MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur. Uji pengaruh kompetensi profesional dan media pembelajaran terhadap hasil belajar fiqh di MI Miftahul Huda Banding.

Berdasarkan tabel di atas terlihat adanya hubungan antara kompetensi profesional dan media pembelajaran terhadap hasil belajar fiqh siswa MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur. 0,376 dengan taraf signifikan 0,000 pada t-tabel, sehingga hubungan antara kompetensi profesional dan media pembelajaran terhadap hasil belajar fiqih siswa di MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur memiliki pengaruh yang signifikan. Besarnya hubungan kompetensi profesional dan media pembelajaran terhadap hasil belajar fikih siswa MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur sebesar 75,637%.

Pembahasan

Perhitungan di atas juga menunjukkan adanya hubungan linier antara variabel kompetensi profesional dan media pembelajaran terhadap hasil belajar fiqh MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur persamaan regresi Ŷ X1 + 0,078X2 yang menunjukkan bahwa setiap satuan kenaikan skor kompetensi profesional dan hasil belajar fiqh akan menghasilkan peningkatan skor hasil belajar fikih guru sebesar (0,076) dan (0,078) satuan dengan konstanta sebesar 75,483. Jika terjadi peningkatan 1 satuan sebesar (0,076) dan (0,078) maka akan terjadi peningkatan hasil belajar fiqh sebesar 75,483, hal ini juga tujuan penelitian yang mengatakan ada pengaruh antara kompetensi profesional dan media pembelajaran dengan pembelajaran fiqh hasil belajar siswa di MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur. Persamaan regresi di atas merupakan persamaan regresi positif, sehingga dapat diketahui bahwa jika nilai kompetensi profesional dan media pembelajaran meningkat maka akan terjadi peningkatan nilai hasil belajar fiqih begitu juga sebaliknya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kompetensi profesional dan media pembelajaran terhadap hasil belajar fiqh di MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur. Kondisi di atas berakibat pada peningkatan persepsi guru terhadap kompetensi profesional yang diikuti dengan peningkatan hasil belajar fikih. Sehingga dapat dikatakan bahwa faktor kompetensi profesional dan media pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan hasil belajar fiqih siswa MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur.

Hasil belajar fikih dapat ditingkatkan melalui upaya sadar yang dilakukan secara sistematis menuju perubahan yang positif. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis yaitu: Terdapat hubungan antara kompetensi profesional dan media pembelajaran dengan hasil belajar fikih di MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur. Hubungan linear antara variabel kompetensi profesional dan media pembelajaran dengan hasil belajar fiqh MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur Se Lampung Timur persamaan regresi Ŷ X1 + 0,078X2 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan satu satuan poin kompetensi profesional dan hasil belajar fiqh akan menyebabkan peningkatan skor hasil belajar fikih sebesar (0,076) dan (0,078) satuan menjadi konstanta sebesar 75,483.

Hubungan kompetensi profesional dan media pembelajaran dengan hasil belajar fikih di MI Miftahul Huda Banding Lampung Timur sebesar 75,637%. Penulis menegaskan penelitian sebelumnya yaitu: (Kepala sekolah efektif memfokuskan kegiatannya pada pengajaran dan kinerja guru di kelas) mengemukakan bahwa: kepala sekolah efektif MI Miftahul Huda Banding memfokuskan kegiatannya pada pengajaran dan peningkatan hasil belajar fikih siswa. Kompetensi profesional dan media pembelajaran berpengaruh positif terhadap hasil belajar fiqh, artinya kemampuan pimpinan MI Miftahul Huda Banding dalam menjalankan tugasnya dan kemampuan hasil belajar fiqh sangat dipengaruhi oleh hasil belajar fiqh.

PENUTUP

Implikasi

Implikasinya, media pembelajaran perlu diperbaiki, yaitu hal-hal tertentu dapat mewakili guru dalam menyajikan informasi pembelajaran kepada siswa. Implikasinya terhadap kompetensi profesional dan media pembelajaran, jika dilaksanakan secara optimal akan berdampak pada hasil belajar fikih siswa yang dapat tercapai dengan baik.

Saran

Gambar

Diagram hubungan tiga unsur dalam pembelajaran. 22       Tujuan Intruksional
Tabel 2:  Kisi-kisi Angket Variabel Kompetensi Profesional  No
Tabel 3:  Kisi-kisi Angket Variabel Media Pembelajaran  No   Devinisi
Tabel 7Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel                   Penggunaan media pembelajaran (X 2 )
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini menyebabkan usaha keripik pisang memiliki harga jual tetap karena tidak mungkin untuk menaikan harga kepada konsumen, sehingga pemilik mengatur pada berat timbangan keripik

Hasil Penelitian "Penggunaan Metode Coperative Learning Tipe Think Pair Share TPS Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Peserta didik Kelas V SD N 8 Metro Barat Tahun Pelajaran