Fungsi mesin tenoner adalah untuk menghasilkan purusan pada ujung benda kerja.
Gambar 3.62 Mesin Ketam Purus
Teknik Sipil III-31
Teknik Sipil IV-1
BAB IV
SAMBUNGAN KAYU
4.1 Tujuan Umum :
Diharapkan peserta pelatihan mengerti, memahami aspek-aspek sambungan dengan baik, benar dan dapat menjelaskan sambungan pada pekerjaan kayu, penggunaan sambungan pada kayu serta macam-macam sambungan pada pekerjaan kayu.
4.2 Tujuan Khusus :
Diharapkan peserta pelatihan dapat memahami jenis-jenis sambungan, menjelaskan fungsi sambungan pada pekerjaan kayu, dapat menentukan jenis sambungan yang akan digunakan, dapat membuat dan mengerjakan jenis sambungan dengan hasil yang baik dan benar.
4.3 Dasar Teori Sambungan Kayu.
Kayu disambung satu dengan lainnya untuk memperoleh panjang yang dibutuhkan atau membentuk suatu konstruksi rangka batang. Sebuah sambungan pada suatu konstruksi bangunan, baik beton, baja dan kayu adalah merupakan titik terlemah pada konstruksi tersebut.
Syarat-syarat ukuran sambungan dapat dilihat pada gambar-gambar di halaman berikut, sedangkan gaya-gaya yang harus diperhatikan adalah :
1. Gaya Tarik, Bila yang bekerja gaya tarik, maka sambungan kedua batang kayu tersebut harus saling mengait agar tidak mudah lepas (misalnya menggunakan sambungan bibir miring berkait).
2. Gaya Tekan, Bila yang bekerja gaya tekan, maka diusahakan agaragar permukaan batang yang disambung saling menempel rapat (misalnya menggunakan sambungan bibir lurus tekan).
3. Gaya Puntir, Bila yang bekerja gaya puntir, maka sambungan kedua batang harus saling mencengkeram agar tidak mudah terjungkit lepas (misalnya
Teknik Sipil IV-2
menggunakan sambungan takikan lurus rangkap untuk tiang, sambungan purus dan lubang untuk sambungan sudut).
4. Gaya Lintang dan Momen, Gaya lintang akan menyebabkan sambungan akan saling bergeser, momen akan menyebabkan suatu lenturan, maka sambungan harus kuat dan kaku (misalnya menggunakan sambungan pengunci) .
Untuk mendapatkan sambungan yang awet dan kuat, maka cara mengerjakan sambungan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Kayu yang akan disambung harus merupakan pasangan yang pas, artinya tidak boleh terlalu longgar, karena akan mudah lepas atau bergeser dan juga tidak boleh terlalu kencang (sesak) karena kalau dipaksakan akan ada bagian yang rusak dan pecah.
2. Cara mengerjakan sambungan kayu tidak boleh merusak kayunya, misal kayu tidak boleh dipukul langsung tapi harus diberi bantalan pelindung, salah bor akan terjadi lubang yang sia-sia dan lubang ini dapat merupakan awal pelapukan, salah gergaji akan mengurangi luas penampang kayu.
3. Sebelum kedua kayu yang kan disambung disatukan, lebih dahulu bidang- bidang sambungannya diberi cairan pengawet agar tidak mudah lapuk (meni, tir) karena biasanya daerah sambungan mudah dimasuki air dan air yang tertinggal akan menyebabkan pelapukan.
4. Sambungan kayu diusahakan terlihat dari luar untuk mempermudah kontrol dan perbaikan.
4.4 Macam-Macam Sambungan Kayu.
4.4.1 Sambungan Arah Panjang
Sambungan ini untuk memperoleh panjang kayu yang dibutuhkan dapat menghubungkan dua batang atau lebih batang kayu.
4.4.2 Sambungan Menyudut
Sambungan ini terdiri dari beberapa batang kayu yang posisinya tidak dalam satu garis lurus, misalnya untuk membentuk konstruksi rangka batang.
Teknik Sipil IV-3
4.4.3 Sambungan Arah Lebar
Sambungan ini banyak dipakai untuk menyambung papan-papan pada arah lebarnya, untuk memperoleh bidang permukaan yang luas. Misalnya untuk papan lantai atau dinding penyekat.
Kegunaan utama dari kayu/papan yang disambung melebar, adalah sebagai berikut :
a. Permukaan atas meja b. Barang-barang furniture c. Lantai
d. Dinding dan interior lainnya.
Ada 3 (tiga) hal yang harus diperhatikan dalam melakukan penyambungan papan ini, adalah sebagai berikut :
1. Pengikatan, kwalitas lem yang baik harus digunakan untuk menjamin ketahanan umur sambungan.
2. Kekuatan, untuk memperkokoh sambungan terhadap gaya, kiranya perlu diperkuat dengan pen dowel, alur dan lidah, lidah lepas atau dengan pengokoh lainnya.
3. Penjajaran/pengaturan arah serat, pengaturan arah serat sangat penting untuk mencegah akibat akibat penyusutan juga untuk keindahan papan- papan diletkkan sedemikian rupa sehingga penampang serat ujung kayu dalam posisi berselang-seling.
Jenis sambungan papan arah lebar dibedakan menjadi 4 (empat) : 1. Sambungan arah lebar tegak (The Butt Edge Joint).
Papan/kayu hanya dihubungkan sisi-sisi tegaknya saja, pengokohannya hanya menggunakan lem, untuk memperbesar kekuatan sambungan dapat digunakan paku, syaratnya hanya diperlukan tegak lurusnya sisi-sisi yang akan disambung.
2. Sambungan arah lebar dengan sekrup (Screwed Butt Edge Joint).
Sama dengan sambungan arah lebar tegak, hanya pengokoh sambungannya menggunakan sekrup. Sambungan ini digunakan dimana salah satu muka kayu tidak akan diperlihatkan, misalnya untuk daun meja.
Teknik Sipil IV-4
3. Sambungan alur dan lidah (Tongued and Grooved Joint).
Sambungan ini umumnya dipakai untuk konstruksi papan lantai, penutup dinding ataupun pekerjaan lainnya. Satu sisi papan dibuat alur dan satu sisi papan lainnya dibuatkan lidah sehingga lidah tersebut bisa dimasukkan persis ke dalam alur.
4. Sambungan alur dan lidah lepas (The Feathered/Slip Tongued Joint).
Pada kedua sisi papan yang akan disambung dibuat alur, sebelum dipasang disisipi sebilah papan kecil yang dinamai lidah lepas. Lidah lepas harus dipasang melintang terhadap bidang sambungan (tidak boleh sejajar), sehingga didapat sambungan yang kokoh.
4.4.4 Sambungan Bersusun
Sambungan ini terdiri dari beberapa batang kayu yang disusun menjadi satu kesatuan untuk memperoleh tinggi (h) dan kekakuan yang besar. Sebaiknya sambungan bersusun tidak lebih dari 3 (tiga) batang kayu. Sambungan ini biasanya menggunakan pasak dan baut, pasak untuk melawan gaya geser agar susunan batang tidak bergeser, baut untuk menyatukan susunan batang agar tidak lepas.
4.4.5 Sambungan Pengunci
Sambungan dengan pengunci dibuat apabila pada satu titik sambungan ada lebih dari dua batang kayu. Sambungan dengan pengunci juga dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dan kekakuan yang besar, untuk melawan gaya lintang dan gaya momen. Sambungan dengan pengunci membutuhkan alat sambung umumnya yang dipakai adalah mur dan baut.
Sambungan pengunci dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Pengunci di atas, apabila menghendaki sisi bawah rata atau ada batang lain datang dar atas.
2. Pengunci di bawah, apabila menghendaki sisi atas rata atau ada batang lain datang dari bawah.
3. Pengunci atas dan bawah, apabila menghendaki sambungan mempunyai kekuatan dan kekakuan yang besar. Batang pengunci yang terletak diatas atau dibawah harus mempunyai ukuran penampang yang sama dengan ukuran penampang kayu yang akan disambung.
Teknik Sipil IV-5
4. Pengunci disamping, bila pengunci di samping, maka batang pengunci harus terdiri dari dua batang yang diletakkan di kanan kiri batang yang akan disambung. Ukuran penampang batang pengunci boleh tidak sama dengan ukuran batang kayu yang akan disambung.
4.5 Macam-Macam Sambungan 4.5.1 Sambungan Arah Memanjang