BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Strategi Orang Tua dalam Menanamkan Akhlak Mulia Pada anak
4. Metode Dasar Orang Tua Dalam Mendidik Anak
(http://makalahpendidikan-sudirman.blogspot.co.id/2012/05/metode- orang-tua-dalam-mendidik-anak.html)
Dalam membimbing atau mendidik seorang anak hendaklah orang tua menggunakan metode atau cara, agar pendidikan yang diberikan dapat berpengaruh terhadap anak. Adapun metode-metode pendidikan yang berpengaruh terhadap anak menurut Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya Pendidikan Anak dalam Islam adalah sebagai berikut :
a. Pendidikan dengan Keteladanan
Keteladanan dalam pendidikan merupakan metode yang berpengaruh dan terbukti paling berhasil dalam mempersiapkan dan membentuk aspek moral, spiritual dan etos anak. Mengingat pendidik adalah seorang figur terbaik dalam pandangan anak yang tindak tanduk dan sopan santunnya, disadari atau tidak akan ditiru oleh mereka. Bahkan bentuk perkataan, perbuatan dan tindak tanduknya akan senantiasa tertanam dalam kepribadian anak. Oleh karena itu masalah keteladanan menjadi faktor penting dalam menentukan baik buruknya anak.
Berdasarkan pendapat di atas orang tua hendaklah dalam mendidik dan membimbing remajanya dengan cara keteladanan yang diberikan oleh orang tuanya sendiri, artinya orang tua memberikan contoh, dalam hal ini shalat terhadap anaknya secara baik dan benar.
b. Pendidikan dengan Adat Kebiasaan
Termasuk masalah yang sudah merupakan ketetapan dalam syari`at Islam, bahwa anak sejak lahir telah diciptakan dengan fitrah tauhid yang
murni, agama yang benar dam iman kepada Allah SWT. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat ar-Ruum ayat 30 yaitu :
Terjemahan :
“Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.
Tidak ada perubahan pada fitrah Allah (itulah agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”(Kementrian Agama RI.
2014:1089)
Berdasarkan ayat di atas, dapat diketahui bahwa anak dilahirkan dengan naluri tauhid dan iman kepada Allah. Dari sini tampak peranan pembiasaan, pengajaran dan pendidikan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam menemukan tauhid yang murni, budi pekerti yang mulia, rohani yang luhur dan etika religi yang lurus.
Tidak ada yang menyangkal, bahwa anak akan tumbuh dengan iman yang benar, menghiaskan diri dengan etika Islam bahkan sampai pada puncak nilai-nilai spritual yang tinggi dan berkepribadian yang utama, jika ia hidup dengan dibekali dua faktor pendidikan Islam yang utama dan lingkungan yang baik.
Dari pendapat di atas tampaklah peranan orang tua terhadap remajanya adalah membiasakan kepada anak untuk melakukan perbuatan
yang terpuji bagi pertumbuhan dan perkembangan remajanya dalam menemukan tauhid yang murni, budi pekerti yang mulia, rohani yang mulia dan etika relegi yang lurus.
c. Pendidikan dengan Nasehat
Nasehat termasuk metode pendidikan yang cukup berhasil dalam pembentukkan akidah amal dan mempersiapkannya baik secara moral, emosional maupun sosial adalah pendidikan anak dengan petuah dan memberikan kepadanya nasehat-nasehat karena nasehat dan petuah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuka mata anak-anak kesadaran dan martabat yang luhur, menghiasi dengan akhlak yang mulia serta membekalinya dengan prinsip-prinsip Islam.
Berdasarkan pendapat di atas jelas bahwa metode nasehat yang diberikan orang tua terhadap remajanya sangatlah efektif, artinya orang tua hendaklah mendidik dan membimbing remajanya dengan memberikan nasehat-nasehat yang baik terhadap remajanya agar remajanya memiliki kesadaran akan hakikat sesuatu dalam hal ini terhadap shalatnya.
d. Pendidikan Dengan Perhatian atau Pengawasan
Pendidikan dengan perhatian adalah senantiasa mencurahkan perhatian penuh dan mengikuti perkembangan aspek akidah dan moral anak, mengawasi dan memperbaiki kesiapan mental dan sosial, disamping selalu bertanya tentang situasi pendidikan jasmani dan kemamuan ilmiahnya.
Berdasarkan pendapat di atas bahwa orang tua hendaklah mendidik dan membimbing anak remajanya dengan selalu memperhatikan dan mengawasi perkembangan dalam berbagai asfek agar anak menjadi manusia yang hakiki dan membangun pondasi Islam yang kokoh. Dalam hal ini orang tua haruslah memperhatikan dan mengawasi shalat anak remajanya, agar mereka senantiasa tekun melaksanakan ibadah khususnya shalat dan ibadah-ibadah umum yang lainnya. Seperti yang telah dijelaskan dalam surat at Tahrim ayat 6 :
Terjamahan :
“Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. (Kementrian Agama RI. 2014:560)
Melalui ayat di atas, maka jelaslah bahwa Allah SWT mewajibkan kepada orang tua untuk memperhatikan dan mengawasi keluarganya agar terhindar dari siksa api neraka.
e. Pendidikan dengan Hukuman
Untuk memelihara masalah tersebut, syari`at telah meletakkan berbagai hukuman yang mencegah bahkan setiap pelanggar dan perusak kehormatannya akan merasakan kepedihan. Akan tetapi hukuman yang
diterapkan para pendidik di rumah, atau di sekolah berbeda-beda dari segi jumlah dan tata caranya, tidak sama dengan hukuman yang diberikan kepada orang umum. Adapun metode-metode yang dipakai Islam dalam upaya memberikan kepada anak :
a. Lemah lembut dan kasih sayang
b. Menjaga tabi`at anak yang salah dalam menggunakan hukuman.
c. Dalam usaha pembenahan hendakanya dilakukan secara bertahap dari yang paling ringan hingga yang paling kera
B. Akhlak mulia yang diterapkan orang tua dalam mendidik anak.
1. Pengertian Akhlak
Menurut Rosihon Anwar (2008:205) bahwa Pengertian Akhlak Secara etimologis adalah “Akhlak” berasal dari bahasa arab “khuluq”, jamaknya
“khuluqun”,yang diartikan sebagai budi pekerti, peragai, tingkah laku, atau tabiat. Kata “akhlak” ini lebih luas artinya dari pada moral dan etika yang sering dipakai dalam kamus bahasa Indonesia sebab “Akhlak” meliputi segi- segi kejiwaan dari tingkah laku lahiriah dan batiniah seseorang.
Menurut . zaky Mubarok latif; dkk (2012: 80) Sifat ajaran Akhlak Islam adalah universal, eternal dan absolute, akhlak merupakan tujuan pokok didakwakannya islam. akhlak yang benar menurut islam adalah akhlak yang dilandasi iman yang benar dalam islam, ketiga ajaran pokok yaitu iman, islam
dan ikhsan (akhlak), merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, yang tujuan intinya adalah menjadikan manusia muslim sebagai sumber kebijakan dalam masyarakat
Secara terminologis (istilah) ada beberapa defenisi tentang akhlak : a). Imam Al-Ghazali, dalam M. Abdurrahman (2015 : 8)
Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dilakukan tanpa perlu kepada pemikiran dan pertimbangan.
b). Miqdad Yaljan dalam M. Abdurrahman (2015: 8)
Akhlak adalah setiap tingkah laku yang mulia, yang dilakukan oleh manusia dengan kemauan yang mulia dan untuk tujuan yang mulia pula.
c). Abdul Karim Zaidan dalam M. Abdurrahman (2015 : 8)
Akhlak adalah nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang depan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatan baik atau buruk.
d). Ahmad Bin Mohd Salleh dalam M. Abdurrahman (2015: 8)
Akhlak adalah bukanlah tindakan yang lahir (nyata), akan tetapi meliputi pemikiran, perasaan, dan niat baik secara individu maupun kelompok masyarakat. apakah ianya berhubungan dengan sesama manusia atau yang berhubungan dengan makhluk Allah yang lainnya.
Akhlakul karimah atau Akhlak mulia /terpuji yaitu suatu sikap yang baik sesuai ajaran agama islam . Seseorang yang memiliki akhlakul karimah maka akan disenangi oleh sesama manusia , bahkan tidak hanya itu jika seesorang berperilaku sesuai ajaran agama islam maka sudah pasti baik dimata Allah dan kelak nanti akan masuk dalam surga bersama Nabi Muhammad Saw, seperti yang terkandung dalam Hadist Nabi Muhammad :
Sabda Rasulullah saw :
ِإ: َمﱠﻠَﺳ َو ِﮫْﯾَﻠَﻋ ُ ﱠﷲ ﻰﱠﻠَﺻ ِ ﱠﷲ َلوُﺳَر َلﺎَﻗ يرﺎﺧﺑﻟا ﺢﯾﺣﺻ) ﺎًﻗ َﻼ ْﺧَأ ْمُﻛَﻧَﺳ ْﺣَأ ﱠﻲَﻟِإ ْمُﻛﱢﺑَﺣَأ ْنِﻣ ﱠن
Artinya”
“Sungguh yang paling kucintai diantara kalian adalah yang paling baik akhlaknya”(Shahih Bukhari)
Selanjutnya menurut M. Abdul Quasen (1998). bahwa akhlak adalah suatu kemantapan (jiwa) yang menghasilkan perbuatan atau pengalaman dengan mudah, tanpa terus direnungkan atau disengaja. Jika kemantapan itu demikian maka dapat menghasilkan amalan-amalan yang baik yaitu akhlak- akhlak terpuji. Jika amal tercela yang muncul dari keadaan (kemantapan) itu maka dinamakan akhlak yang buruk.
Dari pengertian tersebut di atas dapat memberikan penjelasan bahwa akhlakul karimah adalah sifat-sifat terpuji dan mulia yang berada dalam jiwa
seseorang yang akan selalu terwujud melalui prilaku dan perbuatan seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
2. Karakteristik Akhlak Islam
Adapun karakteristik Akhlak Islam adalah sebagai berikut : a). Akhlak meliputi Hal-hal yang bersifat umum dan terperinci.
Dalam Al-Qur’an ada ajaran Akhlak yang dijelaskan secara umum, tetapi ada juga yang diterangkan secara menditeil. sebagai contoh, ayat yang menjelaskan masalah akhlak secara umum adalah
Terjemahannya :
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”(Kementrian Agama RI. 2014:90)
Sedangkan contoh ayat yang menjelaskan masalah Akhlak secara menditeil atau terperinci adalah Q.S Al Hujuurat (49): 12
Terjemahannya
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), Karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
(kementrian Agama RI. 2014 :12) b). Akhlak bersifat menyeluruh
Dalam konsep islam, akhlak meliputi seluruh kehidupan muslim baik dalam beribadah secara khusus kepada Allah, maupun akhlak dalam hubungannya sesama makhluk. seperti akhlak mengelola sumber daya alam, akhlak dalam menata ekonomi, politik, Negara, keluarga dan bermasyarakat.
c). Akhlak sebagai buah iman
Akhlak memiliki karakter dasar yang berkaitan erat dengan masalah keimanan. jika iman dapat diibaratkan sebagai akar sebuah pohon, sedangkan ibadah sebagai batang, ranting dan daunnya, maka Akhlak adalah buahnya. iman yang kuat akan termanifestasikan oleh ibadah yang teratur dan membuahkan akhlakul karimah. lemahnya iman dapat terdeteksi melalui indicator tidak tertibnya ibadah dan sulit membuahkan akhlakul karimah.
d). Akhlak menjaga konsistensi cara dengan tujuan.
islam tidak membenarkan cara-cara mencapai tujuan yang bertentangan dengan syariat sekalipun dengan maksud mencapai tujuan yang baik. hal tersebut dipandang bertentangan dengan prinsip-prinsip yang akhlakul karimah yang senantiasa menjaga konsistensi cara mencapai tujuan tertentu dengan tujuan itu sendiri.
5). Bersifat mengawasi setiap Pribadi.
Sifat yang demikian ini telah mampu menjadikan setiap muslim sebagia pribadi-pribadi terbaik pada zaman dan lingkungannya, karena ia merasa selalu diawasi. Dengan adanya perasaan demikian ini, maka setiap muslim yang merasa bersalah, walau kesalahannya itu tidak diketahui oleh orang lain, ia akan cepat-cepat bertaubat, memohon ampun kepada Allah.
3. Contoh Akhlakul Karimah