• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS AGAMA ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS AGAMA ISLAM"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

PENDAAHULUAAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Strategi Orang Tua dalam Menanamkan Akhlak Mulia Pada anak

  • Pengertian Strategi
  • Tugas Orang Tua
  • Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Pembinaan Anak
  • Metode Dasar Orang Tua Dalam Mendidik Anak
  • Contoh Akhlakul Karimah

Lokasi penelitian didasarkan pada permasalahan utama yaitu strategi orang tua dalam menanamkan akhlak mulia pada anak. Melalui kuesioner, peneliti mengumpulkan data mengenai strategi orang tua dalam menanamkan moralitas pada anak. Gambaran Umum Strategi Orang Tua Menanamkan Akhlak Mulia pada Anak di Desa Kendenan Dusun Salongge Kec.

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa orang tua di Dusun Salongge menanamkan akhlak yang baik pada anaknya dengan selalu memberikan nasehat kepada anaknya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa memotivasi anak untuk berbuat baik kepada sesama manusia merupakan salah satu strategi yang dilakukan orang tua di Dusun Salonge untuk menanamkan akhlak yang baik pada anak. Maka memberikan kebebasan pada anak untuk melakukan aktivitas yang disukainya merupakan salah satu strategi yang dilakukan orang tua di Dusun Salonge untuk menanamkan moral yang baik pada anak.

Oleh karena itu, memberikan batasan pada anak dalam berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya merupakan salah satu strategi yang dilakukan orang tua di Dusun Salonge untuk menanamkan akhlak yang baik pada anak. Strategi selanjutnya yang dilakukan orang tua di Dusun Salonge untuk menanamkan akhlak yang baik pada anak adalah dengan memberikan teladan yang baik kepada anak dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun di masyarakat. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa penanaman budi pekerti pada anak dengan cara mengembangkan kepribadian anak sesuai dengan ajaran Islam merupakan salah satu cara yang digunakan oleh orang tua di desa Salonge untuk mendidik anak dengan baik dalam menanamkan budi pekerti.

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa penanaman akhlak yang baik pada anak dengan cara memberikan teguran/hukuman kepada anak apabila melakukan kesalahan merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh orang tua di desa Salonge untuk menanamkan akhlak yang baik pada anak. Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa penanaman moral pada anak dengan cara menanamkan rasa hormat kepada orang tua merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh orang tua di desa Salonge untuk menanamkan moral pada anak. Selain cara-cara yang telah disebutkan di atas, cara lain yang dilakukan orang tua di Desa Salongge untuk menanamkan akhlak yang baik pada anak adalah dengan cara menganjurkan anak untuk berpakaian sesuai ajaran Islam.

Dari hasil persentase di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua di Dusun Salongge menanamkan akhlak pada anaknya, salah satu caranya adalah dengan menganjurkan anaknya berpakaian sesuai ajaran Islam. Hal ini dikarenakan strategi orang tua dalam mendidik akhlak yang baik pada anak dilaksanakan dengan mengembangkan kepribadian anak sesuai dengan ajaran. Hal ini dikarenakan orang tua menanamkan akhlak mulia pada anak dengan cara mengajarkannya untuk mengucapkan salam ketika masuk ke dalam rumah.

Faktor pendukung dan penghambat orang tua dalam menanamkan akhlak mulia pada anak di Kecamatan Salonge. Sebagai orang tua, saya mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menanamkan akhlak mulia kepada anak-anak saya.

Peluang dan Tantangan Orang Tua dalam Membentuk Akhlak

  • Faktor Pendukung Orang Tua Dalam Pembentukan Aklak
  • Faktor Penghambat Orang Tua dalam Menanamkan Akhlak

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Lokasi dan objek penelitian
  • Populasi dan Sampel
  • Instrumen Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan cara terjun langsung ke lapangan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yang memberikan gambaran mengenai strategi orang tua dalam menanamkan akhlak mulia pada anak. Sebelum penulis menjelaskan lebih lanjut pokok permasalahan dalam skripsi ini yaitu (1) Bagaimana strategi orang tua dalam penanaman akhlak mulia pada anak di Desa Kendenan Dusun Salongge Kec. Bagaimana gambaran akhlak mulia dalam Islam yang diterapkan orang tua dalam pendidikan anak di Desa Kendenan Dusun Salonge Kecamatan Baraka Kab. Melihat persentasenya yang lebih tinggi, maka penanaman sifat-sifat terpuji dalam pergaulan anak, baik di sekolah, di masyarakat, maupun di lingkungan keluarga, merupakan salah satu strategi yang dilakukan oleh orang tua di Desa Salonge untuk menanamkan akhlak yang baik pada diri anak.

Berdasarkan hasil persentase diatas dapat disimpulkan bahwa orang tua menanamkan akhlak yang baik pada anak di desa Salonge, dengan cara memberikan teladan yang baik kepada anaknya khususnya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam upaya menanamkan akhlak yang baik pada anak, salah satu cara yang dilakukan orang tua adalah dengan menanamkan rasa hormat kepada orang tua agar kedepannya anak dapat menghormati orang tuanya dan orang yang lebih tua darinya. Demikian dari beberapa hasil data angket penelitian berupa tabel frekuensi diatas mengenai strategi orang tua dalam menanamkan akhlak yang baik pada anak di desa Salongge desa Kendenan kecamatan.

Dari keterangan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa strategi orang tua dalam mendidik akhlak pada anaknya sudah sesuai dengan ajaran Islam. Dari keterangan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa bentuk-bentuk akhlak mulia dalam Islam yang diamalkan orang tua dalam menanamkan akhlak mulia pada anak sudah sesuai dengan ajaran Islam. Membiasakan anak belajar dan taat kepada orang tua merupakan salah satu upaya yang kita lakukan untuk menanamkan akhlak yang baik pada anak.

Oleh karena itu, sebisa mungkin orang tua dalam keluarga harus memberikan teladan perilaku positif kepada anak-anaknya. Untuk menanamkan budi pekerti, akhlak dan akhlak pada diri seorang anak, kedua orang tua memegang peranan paling penting. Untuk menanamkan akhlak mulia pada anak maka orang tua di Desa Salongge harus meningkatkan pengetahuannya tentang pendidikan dan pengasuhan anak, agar anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh orang tua, masyarakat dan agama.

HASIL PENELITIAN ...................................................................... 56/79

Gambaran Strategi Orang Tua Dalam Menanamkan Akhlak Mulia

Dalam pendidikan dan pengasuhan anak, setiap orang tua diharapkan mampu membimbing anaknya ke arah yang baik, agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat menjadikan seorang anak tidak mampu menghargai dirinya sendiri, lingkungan dan dirinya, apalagi dirinya. orang tua. Dalam pendidikan anak diperlukan strategi untuk menanamkan akhlak yang baik pada anak agar anak dapat hidup tenteram dan berprestasi. Sifat terpuji yang ditanamkan orang tua kepada anaknya di lingkungan masyarakat adalah sikap saling menghormati dan tolong menolong, sedangkan dalam lingkungan keluarga hendaknya anak menghormati dan menaati perintah orang tuanya serta menjauhi apa yang tidak disukainya dan di lingkungannya. Sekolah artinya seorang anak harus menghormati gurunya, saling mencintai dan teman-temannya, serta giat belajar dan tidak membiasakan diri menyontek.

Oleh karena itu, salah satu cara yang kita gunakan untuk menanamkan akhlak yang baik pada anak adalah dengan memberikan batasan pada anak dalam bersosialisasi. Menanamkan akhlak yang baik pada anak merupakan salah satu strategi yang kami gunakan untuk memberikan teladan yang baik bagi anak. Oleh karena itu sebagai orang tua kita selalu memberikan contoh yang baik kepada anak, seperti shalat tepat waktu dan tidak menunjukkan sikap buruk kepada anak, karena hal seperti itu sangat mudah ditiru oleh anak. (Wawancara, 19 Desember 2016).

Bentuk akhlak mulia dalam Islam yang digunakan orang tua dalam pendidikan anak di Desa Kendenan, Dusun Salonge, Kec.

Bentuk Akhlak Mulia Dalam Islam Yang diterapkan oleh orang tua

Bentuk akhlak mulia dalam Islam yang diterapkan orang tua dalam pendidikan anak di Desa Kendenan, Dusun Salongge, Kec. karena anak akan menjadikan teladan apapun yang dilakukan orang tuanya. Oleh karena itu kita sebagai orang tua selalu memberikan contoh yang baik kepada anak kita. misalnya saja kita selalu menjaga hubungan silaturahmi dengan tetangga dan membantu mereka yang membutuhkan bantuan. agar anak mempunyai sikap menolong di kemudian hari. Wawancara, 15 Desember 2016) kemudian peneliti juga bertemu dengan Bapak. Jabir selaku guru relawan di sebuah sekolah dasar di Salongge, mewawancarainya tentang bentuk-bentuk akhlak mulia Rasulullah yang diterapkan orang tua untuk menanamkan akhlak mulia pada anak. Salah satu faktor pendukung dalam menanamkan akhlak mulia pada anak adalah dengan melakukan pengawasan ketat terhadap anak, seperti melaksanakan pendidikan ekstra ketat.

Peneliti juga menemui salah satu responden yaitu Bapak. Arsyad, juga salah satu warga Desa Salongge mengenai faktor pendukung dalam menanamkan akhlak mulia pada anak. Adanya negara TPA menjadi salah satu faktor pendukung dalam menanamkan akhlak mulia pada anak, karena di negara TPA mereka bisa mendapatkan banyak pelajaran terutama diajarkan Al Quran, berbakti dan masih banyak lagi yang lainnya. Dari keterangan di atas dapat penulis simpulkan bahwa faktor pendukung dalam menanamkan akhlak mulia pada anak adalah melakukan upaya pengajaran agar anak terbiasa tanpa dibimbing lagi, kemudian melakukan pengawasan yang sangat ketat agar anak dapat memanfaatkannya. waktu.

Membina anak merupakan suatu kewajiban bagi kita sebagai orang tua, namun kita hanya bisa mengawasinya pada malam hari saja karena mengingat banyak pekerjaan yang harus dilakukan di kebun dan di sawah. Untuk menanamkan akhlak mulia pada anak usia dini kepada remaja dalam keluarga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu pertama, nilai-nilai yang ditanamkan harus jelas. Tumbuh kembang anak yang tidak tepat akan berdampak buruk pada pembentukan karakternya, sehingga anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak terpuji.

Cet.10, Bandung, Alfabeta 2015 (http://makalahpendidikan-sudirman.blogspot.co.id/2012/05/method- .orang-tua-dalam-mendidik-anak.html). http://angkatadministrasipembelajaran.blogspot.co.uk/2013/11/makala h-pendidikan-anak-peranan-orang.html). http://www.rumahlitha.co.cc/kelahan-orang-tua-dalam-mendidik-anak). Apakah bapak/ibu memberikan batasan pada anak anda dalam bersosialisasi dengan orang disekitarnya?

Referensi

Dokumen terkait

Anda diminta untuk menjawab pertanyaan yang diajukan dengan petunjuk pengisian, yaitu: pertanyaan pada bagian ini menyediakan jawaban dengan tidak pernah, kadang-kadang,

menjawab bahwa mereka selalu mencatat materi yang diberikan guru, 41,66%. responden menjawab sering dan 10%

Jumlah responden sebanyak 30 menjawab selalu sebanyak 0yang menjawab sering sebanyak 5 dengan presentase 8,3 %, yang menjawab kadang-kadang sebanyak 5 dengan

Untuk tabel No.17 dari 30 orang responden, 4 orang menjawab selalu, 13 orang menjawab sering, 10 orang menjawab kadang-kadang, dapat diinterpretasikan bahwa sebagian

Untuk keperluan analisis, maka jawaban angket berbentuk pernyataan selalu SL, sering SR, kadang-kadang KD, jarang JR, dan tidak pernah TP, yang berarti berupa data ordinal, agar

Item Instrumen Alternatif Jawaban F P % 11 Selalu 40 80% Sering 9 18% Kadang-kadang 1 2% Jarang - - Tidak Pernah - - Jumlah 50 100% Berdasarkan tabel 4.12 menunjukkan bahwa

Pilihan jawaban skala ini terdiri dari: TP : Tidak Pernah JR : Jarang KD : Kadang – kadang SR : Sering SL : Selalu Contoh: Aitem Pernyataan Jawaban TP JR KD SR SL 1

Pernyataan Tidak pernah Jarang Kadang- kadang Sering Selalu 1 2 3 4 5 19 Saya menggunakan ancaman untuk menghukum anak dan tidak benar-benar melakukannya 20 Saya menghargai