BAB II EKSISTENSI METODE DAKWAH KONVENSIONAL PADA
B. Eksistensi Metode Dakwah Konvensional Pada Era
2. Metode-metode Dakwah Konvensional
Eksistensi berdakwah secara konvensional di majelis ta’lim yaitu karena memberikan pendidikan dan pemahaman keagamaan kepada jamaahnya.
Bahkan hampir semua kegiatan yang dilakukan oleh majelis ta’lim dikemas dalam bentuk dakwah. Dalam konteks dakwah, metode dakwah yang dilakukan oleh majelis ta’lim, diantaranya, sebagaimana yang diungkapkan oleh ustadz Zamroni.
“Kekurangan berdakwah menggunakan internet itu tidak bisa melihat jamaahnya apakah mereka bisa paham dari dakwah yang disampaikan dan tidak bisa melakukan tanya jawab sambil diskusi, jadi tetap lebih baik berdakwah secara tatap muka karena memang dengan tatap mukakan, hmmm kadang ada tanya jawab di sesi terakhir, karena di terakhir itu banyak yang bertanya dari materi yang disampaikan, dan juga bisa melakukan praktek contohnya dalam bab sholat dan jenazah”103.
Kegiatan dakwah harus menggunakan strategi yang mampu menjawab semua aspek kehidupan manusia, serta diperlukan untuk mengatasi dan menetralisir gejolak sosial yang timbul. Itulah sebabnya strategi atau metode merupakan perpaduan antara perencanaan dan pengelolaan dakwah untuk mencapai suatu tujuan. Islam dikenal sebagai agama dakwah, bisa juga disebut sebagai agama yang memiliki misi khusus, yaitu agama yang harus menjangkau umat manusia secara keseluruhan.
103 Ustadz Zamroni, Wawancara, 2 November 2023
46
Setiap strategi menggunakan metode-metode yang berbeda dan setiap metode memerlukan teknik, yaitu bentuk teknik yang lebih spesifik dan operasional. Dakwah dapat berfungsi dengan baik dan efektif, jika tugas-tugas dakwah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan pengaturan yang telah ditetapkan oleh pengambil kebijakan
Terkait dengan metode yang digunakan pendakwah dalam majelis ta’lim, adapun ustadz Kamaludin memberi pernyataan, berikut pernyataan beliau:
“Metode dakwah yang saya gunakan ketika berdakwah tidak hanya berceramah didepan saja, tapi saya memanfaatkan alat tulis supaya para jamaah bisa memahami dan lebih melekat ingatannya, selain itu juga supaya dakwah tidak selalu monoton, maka saya menggunakan metode humor hal ini bertujuan agar menarik perhatian jamaah untuk mendengarkan dakwah yang disampaikan dan kalau ada materi yang sulit bisa disampaikan dengan humor supaya mudah dicerna oleh jamaah”104
Berdasarkan hasil observasi peneliti, metode dakwah yang digunakan pendakwah dalam menyampaikan materi dakwahnya kepada jamaah yaitu dengan metode ceramah sesuai dengan kegiatan majalis ta’lim secara umumnya, di selang waktu pendakwah juga menulis materi yang disampaikan di papan tulis bertujuan supaya para jamaah bisa memperhatiakn dari isi dakwah bisa lebih menyentuh pada para jamaah, supaya majelis tidak bersuasana serius yang bikin jamaah mengantuk maka disinilah pendakwah menggunakan metode humor, hal ini bertujuan supaya semangat awal mereka terisi kembali.105
Adapun pernyataan yang senada dengan pernyataan-pernyataan diatas yaitu ustadz Nizam Zohri yang mana beliau mengungkapkan metode yang digunakan selama mengisi majelis ta’lim yaitu:
104 Ustadz Kamaludin, wawancara, 25 April 2023
105 Majelis Ta’lim Nurul Iman, observasi, 25 April 2023
47
“Seperti pada umunya ketika saya menyampaikan materi kepada jamaah, saya membacakan dari kitab tentang materi yang akan dibahas.
Kemudian dari penyampaian tersebut, kadang kala ada tanya jawab tapi lebih sering tidak, karena dari para jamaah sendiri jarang sekali ada yang mau bertanya. Dan jika membahas tentang sholat maka saya terapkan metode praktek, supaya para jamaah bisa tau bagaimana tata cara sholat yang baik”106
Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan, dapat disimpulkan dalam konteks dakwah bahwa metode dakwah yang dilakukan oleh majelis ta’lim, dianataranya:
a. Metode ceramah, yang dimaksud adalah penerangan dengan penuturan lisan oleh pendakwah terhadap jamaah,
b. Metode tanya jawab, metode ini membuat para jamaah lebih aktif, dan mengetahui apakah dakwah yang disampaikan berhasil atau tidak
c. Metode praktek, pada metode ini sifatnya melatih untuk menimbulkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan
d. Metode humor, yang mana pada metode ini untuk membangkitkan suasana supaya tidak serius dan membuat para jamaah merasa bosan.
Pada kesempatan lain, peneliti melakukan wawancara dengan ustadz Nizam Zohri, beliau memberi pernyataan bagaiamana metode dakwah yang digunakan selama berdakwah:
“Oh, dalam berdakwah supaya dakwahnya bisa diterima oleh jamaah, maka saya menyampaikan sesuai dengan di kitab, jadi kalau ada yang tidak terima dengan isi dakwah yang saya sampaikan, maka saya akan jelaskan hal ini sudah sesuai dengan kitab, karena dalam menyampaikan dakwah pada jamaah harus berhati-hati supaya mereka tidak menjadi salah paham dengan apa yang kita sampaikan, dan selama menyampaikan dakwah sesekali saya menggunakan lelucuan atau
106 Ustadz Nizam Zohri, Wawancara, 29 Mei 2023
48
humor supaya para jamaah tidak mengantuk selama mengikuti majelis ta’lim”107
Adapun pernyataan tuan guru Bagu menyatakan bahwa, dalam berdakwah kalau bisa berdakwah menggunakan teknologi tidak ada salahnya untuk memanfaatkannya, sebagaimana pernyataan beliau:
“Berdakwah menggunakan teknologi memang sudah zamannya, kalau bisa menggunakannya maka gunakanlah, karena menyebarkan agama Allah bisa menggunakan apa saja, asalkan yang disampaikan sesuai dengan hadist dan al-qura’an”108
Peneliti sangat setuju sekali jika zaman modern ini para pendakwah bisa memanfaatkan internet sebagai media dakwahnya adapun kelebihan- kelebihan jika pendakwah menggunakan internet sebagai media dakwahnya, diantaranya: pertama, mampu menembus batas ruang waktu dalam sekejap dengan biaya dan energi yang relative terjangkau, kedua, pengguna internet setiap tahunnya meningkat drastis, ini berarti berpengaruh pula pada jumlah penyerap visi dakwah, ketiga, para pakar dan ulama yang berada dibalik media dakwah melalui internet bisa konsistensi dalam menyikapi setiap wacana dan peristiwa yang menuntut status hokum syar’I, keempat, dakwah melalui internet telah menjadi salah satu pilihan masyarakat karena bebas memilih materi dakwah yang disukai, kelima, cara penyampain yang variatif telah membuat dakwah melalui internet bisa menjangkau segmen yang lebih luas maksudnya kehadiran teknologi memberikan banyak cara untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah selain melalui tulisan materi dakwah juga bisa dalam bentuk gambar, audio, e-book (buku elektronik) ataupun video, sehingga objek dakwah dapat memilih bentuk media yang disukai, dengan menyajikan materi dakwah di internet, objek dakwah tidak perlu datang ke majelis ataupun membeli buku untuk menjawab masalah yang dihadapi, sehingga lebih hemat biaya dan tenaga untuk memperoleh materi dakwahnya.
107 Ustadz Nizam Zohri, Wawancara, 25 April 2023
108 Tuan guru Bagu, Wawancara, 22 April 2022
49 3. Dakwah di Era Modern
Aktivitas dakwah bersinggungan dengan berbagai macam aspek kehidupan manusia meliputi sosial, ekonomi, politik, dan budaya. Dakwah di era modern tidak lepas dari hambatan dan tantangan yang dihadapi. Oleh karena itu dakwah Islam akan menghadadapi berbagai persoalan yang sangat kompleks.
Saat ini, setidaknya tantangan dakwah berkenaan dengan arus globalisasi dan realitas kemajemukan agama. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah peradaban manusia dari budaya pertanian ke industri dan ke era informasi dan komunikasi. Aktivitas dakwah pun harus mengikuti bagaimana dianamika zaman yang ada. Unsur-unsur dakwah menjadi bagian yang penting dalam mensukseskan kegiatan dakwah.
Unsur-unsur tersebut saling berkaitan satu dnegan yang lain. Pendakwah harus memperhitungkan media dan metode yang akan dipakai untuk berdakwah sesuai dengan jamaah yang dihadapi agar menghasilkan efek yang sesuai dengan tujuan utama berdakwah. Dakwah di media internet perlu memperhatikan beberapa hal agar tetap menarik perhatian dan tidak menimbulkan permasalahan.
Hal yang perlu diperhatikan diantaranya: pertama, dakwah yang akan disampaikan harus bermanfaat dan menunjukkan Islam yang damai, materi keislaman dari berbagai macam kelompok Islam radikal ekstrimis bertebaran di dunia maya, sehingga konten Islam yang rahmatan lil’alamin harus terus menerus disebarkan. Kedua, materi dakwah harus berisi sesuatu yang menarik dan dikemas dengan sebaik-baiknya agar memiliki daya pikat pendengar ataupun pembaca. Ketiga, dakwah dilaksanakan dengan menyesuaikan trend atau responsive terhadap keadaan sekitar, memperhatikan isu-isu yang sedang diminati bahkan menjadi problematika dimasyarakat.
50