PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kemajuan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan media sosial telah menimbulkan beberapa implikasi, termasuk dalam kehidupan beragama. Jumlah pengguna internet di Indonesia sangat besar dan mayoritas pengguna internet dan media sosial merupakan generasi net (generasi yang lahir dan besar di tengah perkembangan teknologi). Kemajuan teknologi digital dan penggunaan media sosial semakin menimbulkan dampak sosial di masyarakat.
Rumusan Masalah
Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti memberanikan diri untuk menemukan bahwa apa yang disampaikan guru tersebut sesuai dengan hasil pengamatan peneliti bahwa kehadiran jamaah terus meningkat dan jamaahnya tidak hanya dari kalangan orang tua saja, melainkan dari berbagai kalangan, termasuk remaja. , ibu dalam karir. Karena untuk mencari ilmu tidak perlu bersekolah, tetapi ikut serta dalam majelis pembelajaran termasuk mencari ilmu dan akan dijaga oleh para malaikat.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Dan bagi peneliti pribadi, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan untuk menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman hidup, sehingga peneliti dapat menggunakannya sebagai acuan atau pedoman ketika berada di lingkungan sosial khususnya dalam pelaksanaan ta’. lim kumpul dan praktekkan bersama teman, adik hingga peneliti yang ada di rumah.
Penelitian Terdahulu Yang Relevan
Penelitian ini mempunyai kesamaan dengan desain penelitian peneliti, yaitu sama-sama fokus mempelajari bagaimana metode dakwah yang tepat dilakukan di zaman modern ini, sedangkan perbedaannya adalah penelitian peneliti lebih menekankan pada transformasi metode dakwah konvensional menjadi era modern dengan mengikuti perkembangan zaman. Sedangkan peneliti lebih fokus pada keberadaan metode dakwah konvensional di era modern, dimana perkembangan teknologi semakin maju dan gencar sehingga berdampak pada banyak masyarakat.
Kerangka Teori
Penelitian yang berjudul “Eksistensi Metode Dakwah Konvensional di Era Modern pada Dewan Ta’lim Kabupaten Lombok Tengah” menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sehingga penelitian ini mampu mengungkap informasi mengenai fokus penelitian yaitu pengakuan terhadap eksistensi dakwah konvensional di era modern di Dewan Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah. Prosedur yang dilakukan dalam memperoleh data khususnya data yang berkaitan langsung dengan keberadaan dakwah konvensional di era modern di majelis ta’lim kabupaten Lombok Tengah, peneliti menggunakan pendekatan wawancara semi terstruktur, observasi dan non partisipatif. dokumentasi.
Pendokumentasian dilakukan pada saat penelitian Pendokumentasian dilakukan di pusat informasi majelis ta’lim. Hal ini juga ditegaskan ketika mencermati metode dakwah yang digunakan pada majelis Qomarul Huda Bagu. Dakwah konvensional pada jamaah ta’lim ada karena memberikan pendidikan dan pemahaman agama kepada jamaahnya.
Dalam konteks dakwah, metode da’we yang digunakan majelis ta’lim antara lain seperti yang diungkapkan oleh Ustadz Zamroni. Majelis ta'lim harus bersinergi meningkatkan kepekaannya menyikapi proses perubahan yang bertolak dari nilai-nilai universal. Bagi khatib sendiri, kendalanya adalah materi yang disampaikan harus sesuai dengan kebutuhan jemaah Paduan Suara Ta’lim”115.
Senada dengan yang dijelaskan pada pembahasan Eksistensi Metode Dakwah Konvensional di Era Modern pada Majelis Ta’lim di Kecamatan Pringgarat Kabupaten Lombok Tengah. Agar jamaah lebih aktif dan tidak pasif dalam mengikuti silaturahmi ta’lim, sehingga dakwah dapat tersampaikan dengan baik.
Metodelogi Penelitain
Sistematika Pembahasan
Jika peneliti mampu menentukan rumusan masalah penelitiannya, jelaskan tujuan dan manfaat penelitian yang dilakukan. Di akhir pendahuluan ini, peneliti harus menjelaskan prosedur yang akan dilakukan dalam metode penelitiannya dan sistematika pembahasannya.
EKSISTENSI METODE DAKWAH KONVENSIONAL PADA
Deskripsi Wilayah Penelitian
- Kondisi Geografis
- Iklim
- Sosial
- Telekomunikasi
Struktur tanah yang tergolong cukup subur membuat aktivitas perekonomian masyarakat di Kecamatan Pringgarata masih dominan pada aktivitas di sektor pertanian. Namun jika dilihat dari komposisinya, luas areal persawahan mempunyai porsi yang relatif lebih kecil yaitu sekitar 42,61%. Kondisi iklim di sebagian besar desa Pringgarata tidak berbeda jauh dengan kondisi iklim di kecamatan lain yang umumnya mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan.
Jumlah hari musim hujan tertinggi terjadi pada bulan November dengan jumlah hari hujan 26 hari dengan curah hujan 540 mm, disusul bulan Januari dan Desember dengan jumlah hari musim hujan 24 hari 19 hari, dengan curah hujan 202 hari. mm masing-masing dan 325 mm. Kondisi sosial masyarakat di Kecamatan Pringgarata secara umum tidak jauh berbeda dengan kecamatan lainnya. Pada tahun 2017 terjadi pengurangan sekolah menengah negeri khususnya SMA 2 Pringgarata yang berubah status menjadi SMK Negeri, hal ini merupakan salah satu wadah yang dapat mencetak generasi yang memiliki keterampilan yang setelah sekolah dapat bekerja atau menjadi wirausaha.
Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, keberadaan perangkat komunikasi dan informasi seperti telepon seluler, televisi, dan radio hampir tidak dapat terdeteksi lagi karena perangkat tersebut tersedia dalam berbagai bentuk dan ragam. Selain itu, keberadaan fasilitas tersebut di masyarakat tidak lagi dianggap sebagai barang mewah yang mudah dimiliki oleh siapa pun dan hampir dianggap sebagai kebutuhan pokok.
Eksistensi Metode Dakwah Konvensional Pada Era
- Pemahaman Pendakwah Tentang Dakwah
- Metode-metode Dakwah Konvensional
Turmuzi Badaruddin atau biasa disapa Tuan Guru Bagu mengatakan bahwa dirinya belum mengenal istilah metode da'we konvensional namun setelah peneliti menjelaskan bahwa metode da'we konvensional merupakan metode da'we yang dilakukan secara tatap muka. dalam pertemuan serius atau resmi (jamaah ta’lim) dan penyampaiannya hanya menggunakan pengeras suara sebagai media dakwahnya. Dilihat dari cara berpakaiannya, jamaah wajib mengenakan seragam saat menghadiri majelis ta'lim yaitu berwarna hijau, untuk memastikan bahwa hadirnya pengajian tersebut bukan untuk saling beradu pakaian, melainkan untuk benar-benar mengkaji lilahita' Al. Dalam majelis ta’lim Qomarul Huda, khatib juga menyampaikan dakwahnya dengan cara yang lucu-lucu, agar jamaah tidak pasif dan semangat aktif. Selain dengan cara humor juga ada sesi tanya jawab, sehingga materi yang disampaikan oleh khatib itu nyata.
Dengan demikian, keberadaan dakwah konvensional pada jamaah Qomarul Huda Bagu terlihat dari bagaimana para khatib memimpin jamaahnya tanpa bersikap pasif, mereka tetap aktif dan materi yang disampaikan mudah diterima oleh jamaah ta’lim. 92. Setelah itu penggunaan internet sebagai media da'vo seperti: Facebook, YouTube, Instagram, dll semakin berkembang. kepada masyarakat atau jamaah ta’lim untuk berinteraksi sehingga dapat memberikan masukan terhadap pesan atau materi dakwah yang diterima. Hmm, tidak diungkapnya aktivitas jemaah ta'lim itu agar jemaah tidak minder jika terbongkar.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Ustadz Zamroni ketika peneliti melakukan observasi pada pertemuan ini. Beliau tidak mempublikasikan penelitian tersebut saat sedang berlangsung untuk menjaga kenyamanan pertemuan Ta'lim, namun khatib tetap melakukan penelitian online yang membahas kitab-kitab tafsir, fiqh, dan sebagainya99. Kenapa dakwah konvensional terkesan lebih diminati jamaah karena mendapat ikatan batin dengan ustadz, karena ta'dzim bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi gurunya, jadi saya kurang begitu tertarik menggunakan dakwah teknologi, karena kalau saya teknologi Saya khawatir materinya akan menjadi lebih baik. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, metode dakwah yang digunakan oleh khatib dalam menyampaikan materi dakwahnya kepada jamaah adalah metode pengajaran yang sesuai dengan kegiatan majalis ta'lim pada umumnya, dimana khatib juga menuliskan materi yang disajikan di papan tulis secara berkala agar jamaah dapat memperhatikan isinya. Dakwah bisa lebih menyentuh jamaah sehingga silaturahmi tidak menimbulkan suasana serius yang membuat jamaah mengantuk, maka disini khatib menggunakan metode humor, hal ini bertujuan untuk menambah semangat awal mereka.
EFEKTIVITAS DAN HAMBATAN METODE DAKWAH
Efektivitas Metode Dakwah Konvensional
Pengaruh apa yang sebetulnya dapat diperoleh oleh suatu jemaah dari segi apa yang diperolehnya dari menghadiri suatu pertemuan ta'lim. Metode dakwah Islam yang dilakukan bukanlah melawan perubahan karena perubahan tidak dapat dilawan oleh kekuatan apapun. Misalnya saja di Kecamatan Pringgarat yang mata pencahariannya bergantung pada pertanian, pada saat musim panen, masyarakat yang menghadiri majelis ta'lim tidak sebanyak biasanya.
Adanya metode dakwah konvensional di era modern dapat dilihat mengapa metode dakwah konvensional masih tetap ada hingga saat ini meskipun perkembangan teknologi sudah semakin canggih. Pertama, karena semangat jamaah untuk menerima keberkahan dari para dakwahnya inilah yang membuat dakwah konvensional tetap eksis, kedua, dakwah konvensional tidak akan tergantikan oleh dakwah online atau modern karena biasanya para dakwah melakukan pengajian secara rutin. dalam majelis ta'lim karena menurut mereka lebih menarik dari pada yang modern, yang ketiga karena masih banyak masyarakat yang belum memahami teknologi. Efektivitas yang terlihat jelas di kalangan majelis ta’lim adalah: terjaminnya perubahan yang baik dan kehidupan sosial yang semakin damai, tidak adanya pertengkaran dan pelecehan di lingkungan tempat tinggalnya.
Maka di sinilah keunggulan teknologi harus dimanfaatkan, yaitu dengan mencari banyak referensi materi yang bisa didapat dan dipelajari sebaik mungkin, agar jamaah merasakan perbedaannya dalam mengikuti pengajian di majelis ta'lim. . Bagi lembaga majelis ta’lim semoga bisa mengoptimalkan dan memanfaatkan teknologi agar dakwahnya bisa tersebar hingga ke seluruh dunia 5. Widiyanti, Ika Nur & Mujahidin, Muhammad Ihsanul “Transformasi Metode Dakwah Konvensional Masyarakat Tauhid Kota Salatiga di Tengah Pandemi Covid-19", Jurnal Manajemen dan Pemberdayaan Islam, VOl.
Hambatan Metode Dakwah Konvensional
Penutup
Kesimpulan
Yang pertama adalah penyalahgunaan kata-kata dalam dakwah sehingga membuat isi dakwah sulit dipahami. Kedua, cara dakwahnya masih tradisional, terkadang jamaah merasa bosan mendengarkan dakwah. Ketiga, waktu terkadang menjadi kendala dalam penyampaian pesan, apalagi jika jamaahnya terdiri dari perempuan.
Saran
Mahardika, Lukman Hakim, “Penerapan Metode Dakwah Mauidzah Hasanah Oleh Pengasuh Dalam Pembinaan Akhlak Karimah Santri Di Pondok Pesantren An-nur Troso Pecangaan Jepara” (disertasi, STAIN Kudus, 2017). Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Rosdakarya, 1998) Myers, Michael D., Penelitian Kualitatif Manajemen dan Bisnis, (Sidoarjo: Zifatama. Penerbit, 2014). Rahardjo, Mudjia, Studi Kasus Penelitian Kualitatif: Konsep dan Prosedur (artikel disampaikan pada Mata Kuliah Metodologi Penelitian Pascasarjana UIN Maulana Malik Malang, 31 Januari 2017).
Samsu, Metode Penelitian (Teori dan Penerapan Kualitatif, Penelitian Kuantitatif, Metode Campuran serta Penelitian dan Pengembangan), (Jambi: Pusaka Jambi, 2017). Suparta, Munzier and Hefni, Metode Dakwah Harjani, (Jakarta: Prenada Media, 2003) Suprima dan Parhan, Muhammad, “Dakwah di Masa Pandemi Covid-19: Survival,.