• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Pelaksanaan Pengerjaan Peningkatan Jembatan

Dalam dokumen LAPORAN KP FIX PRINT BISMILLAH ttd (Halaman 47-61)

BAB V PEMBAHASAN

5.2. Metode Pelaksanaan Pengerjaan Peningkatan Jembatan

Pekerjaan penggantian jembatan BH No. 8 antara Stasiun Bukit Putus- Stasiun Padang, Lintas Teluk Bayur-Sawahlunto meliputi beberapa pekerjaan, yakni :

a. Pekerjaan struktur bawah

1. Jembatan BH No.8 abutment 1 menggunakan pondasi boredpile dengan diameter 80 cm banyaknya 6 titik dengan panjang boredpile 24 m.

2. Jembatan BH No.8 abutment 2 menggunakan pondasi boredpile dengan diameter 80 cm banyaknya 6 titik dengan panjang boredpile 24 m.

b. Pekerjaan struktur atas

Jembatan baja type WPT 26 bentang 25 m dan pemasangan andas baru.

c. Pekerjaan track

Berupa pemasangan bantalan beton dan penambatnya serta pengelasan rel R.54.

d. Pekerjaan sipil

Berupa pengerjaan Dinding Penahan Tanah (DPT) dengan batu kali.

38 Bahan dan peralatan yang digunakan pada proyek peningkatan jembatan BH No.8 antara Stasiun Bukit Putus-Stasiun Padang Lintas Teluk Bayur-Sawahlunto yakni:

a. Bahan Bangunan

1. Beton ready mix, yakni adukan beton segar yang siap dicor yang telah dibuat diluar lokasi proyek oleh pabrik dengan mutu yang sesuai pesanan pada proyek ini yakni K-300, serta harus memenuhi persyaratan ASTM C 94-81.

Gambar 5. 1. Beton ready mix

Sumber : Kontraktor

2. Baja tulangan atau besi beton, dikarenakan beton kuat terhadap tekan tetapi lemah terhadap tarik, maka digunakan baja tulangan agar struktur mampu menahan gaya tarik yang bekerja. Tulangan dipakai untuk memikul gaya lentur yang bekerja pada pondasi boredpile dan abutment. Baja yang dipakai pada pengerjaan ini yakni baja tulangan D 39 Ulir.

Gambar 5. 2. Baja Tulangan

Sumber : Kontraktor

39 3. Kawat bendrat, yakni kawat yang terbuat dari baja lunak berdiameter minimum 1 mm dan memiliki fungsi untuk mengikat rangkaian baja tulangan agar kedudukannya tidak berubah dan bendrat juga berfungsi sebagai memperkuat hubungan antar sambungan tulangan sehingga sambungan dapat bekerja sama menahan beban yang bekerja.

Gambar 5. 3. Kawat Bendrat

Sumber : Kontraktor

4. Balok kayu, yaitu balok kayu 5/7 untuk pengunci/stopper atau penguat rusuk bekisting dan balok 7/10 untuk support bekisting landasan balok.

Gambar 5. 4 Balok Kayu

Sumber : Kontraktor

5. Multipleks biasa, digunakan sebagai dinding bekisting dengan tebal 12 mm.

40 Gambar 5. 5. Multipleks Biasa

Sumber : Kontraktor

6. H beam, untuk penyangga jembatan selama proses pelaksanaan perkerjaan berlangsung. Pada proyek ini, H beam yang digunakan yakni H beam 300, H Beam 400, dan IWF 600.

Gambar 5. 6. H Beam

Sumber : Kontraktor

b. Peralatan Proyek

1. Concrete mixer truck, untuk mengangkut adukan beton segar ke tempat pengerjaan royek. Mesin ini ada yang memiliki kapasitas 5m3 dan ada juga yang berkapasitas 7m3.

41 Gambar 5. 7.Concrete mixer truck

Sumber : Kontraktor

2. Soil drilling (alat bored pile), untuk membuat lubang yang akan digunakan untuk pondasi bored pile dengan cara mengebor tanah.

Gambar 5. 8. Soil drilling

Sumber : Kontraktor

3. Mobile crane, untuk memindahkan peralatan yang tidak dapat dipindahkan dengan tenaga manusia, seperti memindahkan plat baja, mengangkat H beam, memasukkan tulangan bored pile, dan lainnya.

Gambar 5. 9. Mobile crane

Sumber : Kontraktor

42 4. Concrete pump truck, alat bantu untuk memompa dan mengalirkan adukan beton ready mix concrete mixer truck ke titik pengecoran.

Gambar 5. 10. Concrete pump truck

Sumber : Kontraktor

5. Trailer, unuk mengangkut H beam yang akan digunakan sebagai penyangga jembatan baru dan juga untuk mengangkut rangka jembatan dari pabrik menuju lokasi pekerjaan.

Gambar 5. 11. Trailer

Sumber : Kontraktor

6. Dump truck, untuk mengangkut material dari gudang ke lokasi pengerjaan proyek.

43 Gambar 5. 12. Dump truck

Sumber : Kontraktor

7. Hammer, untuk memancang sheet pile maupun H beam.

Gambar 5. 13. Hammer

Sumber : Kontraktor

8. Theodolite, untuk menghitung pengukuran dan pematokan sehingga kebenaran setting out pekerjaan diperoleh kebenaran posisi dan koordinat bagian pekerjaan.

Gambar 5. 14. Theodolite

Sumber : Kontraktor

44 9. Pembengkok tulangan (Bar Bender), untuk menekuk baja tulangan sesuai dengan desain rencana perencanaan. Pembengkok tulangan yang digunakan yakni tipe Orimas HBB38.

Gambar 5. 15. Foto Alat Barbender tipe Orimas HBB38

Sumber : Kontraktor

10. Pemotong tulangan (Bar Cutter), untuk mempermudah pekerjaan pemotongan baja tulangan sesuai ukuran yang telah direncanakan.

Pada proyek ini, digunakan pemotong tulangan mekanis. Tulangan yang dapat menggunakan alat ini tidak hanya yang berdiameter besar saja, namun juga bisa tulangan berdiameter kecil.

Gambar 5. 16. Pemotong tulangan

Sumber : Kontraktor

11. Perancah (penyanggan jembatan baru), untuk menahan jembatan lama serta penyangga pada saat perakitan jembatan baru.

45 Gambar 5. 17. Perancah

Sumber : Kontraktor

12. Mesin las dan blender, mesin las untuk merangkai H beam perancah penahan jembatan, gas acitilin dicampur oksigen yang dicampur dengan oksigen (disebut blender) untuk memotong besi.

Gambar 5. 18. Mesin las dan blender

Sumber : Kontraktor

13. Peralatan bantu, seperti benang, cangkul dan sekop, ember dan gerobak dorong, dolak, linggis, meteran, catut dan tang, palu, martil, gergaji, dan lainnya.

Pekerjaan persiapan geseran BH No.8 antara Stasiun Bukit Putus- Stasiun Padang Lintas Teluk Bayur-Sawahlunto meliputi :

a. Pemasangan H beam geseran

46

Gambar 5. 19. Pemasangan H beam geseran

Sumber : Dokumentasi Pribadi

H beam dipasang disisi kanan dan kiri jembatan kereta api lama sebagai penyangga jembatan sementara, agar kereta api tetap bisa melintas.

b. Pemasangan dudukan atau sepatu geseran.

c. Pemasangan teflon.

d. Pemasangan lier, takel dan sling geseran.

e. Memasang konstruksi track di atas jembatan baru ke dua ujung rel di bor untuk pemasangan las plat sementara.

f. Menyiapkan alat potong rel.

g. Membuat marking atau jarum pada leger geseran agar saat geseran meluncurnya jembatan seimbang dan searah.

h. Melumasi leger dan sepatu geseran dengan grease.

i. Menyiapkan stopper beam.

j. Mengganti bantalan beton R.42 dengan bantalan beton R.54 (Sisip).

k. Memasukkan balas.

l. Tool box meeting.

Tahapan geseran BH No.8 antara Stasiun Bukit Putus-Stasiun Padang Lintas Teluk Bayur-Sawahlunto meliputi:

a. Persiapan perancah dan peralatan

1. Pasang perancah di samping jembatan lama untuk penempatan jembatan baru dan penerimaan jembatan lama.

47 Gambar 5. 20. Pemasangan Perancah

Sumber : Kontraktor

2. Pemasangan stabling pada perancah untuk mencapai ketinggian yang dibutuhkan untuk kedudukan rusuk memanjang dari jembatan.

3. Memasang konstruksi geseran setelah abutment dibobok, untuk mengeluarkan landasan baja yang didukung dengan dongkrak hidrolik.

b. Pemasangan rel dan komponen

1. Melepas atau membongkar rel bendel.

Gambar 5. 21. Pelepasan rel bendel

Sumber : Kontraktor

2. Memotong rel eksisting sesuai kebutuhan.

3. Melepas atau membongkar lateral beam di abutment 1 dan abutment 2.

48 4. Melepas stabling beam di bawah lateral beam di abutment 1 dan

abutment 2.

c. Pemasangan teflon dan kaitan

1. Memasang teflon pada jembatan baru di atas rel geseran.

2. Untuk jembatan lama, sementara waktu dipasang balok kecil sebagai ganjal guna mencegah goyangan saat kereta api melintas.

3. Memasang kaitan untuk menggabungkan jembatan lama dan jembatan baru.

d. Penggeseran jembatan

1. Pasang derek atau lier, takal, dan tambang yang dihubungkan atau diikatkan pada jembatan lama.

Gambar 5. 22. Derek

Sumber : Kontraktor

2. Jembatan baru dan lama digeser ke samping dengan menggunakan derek, sehingga jembatan baru berada pada posisi yang ditentukan di atas abutment/pilar dan jembatan lama berada di perancah penerimaan.

e. Penyelesaian dan penyetelan

1. Melepas semua teflon dengan cara mengangkat jembatan menggunakan dongkrak dan kemudian mendudukkan jembatan pada tempat yang telah ditentukan.

2. Membongkar rusuk geseran dan memasang landasan baja tempat jembatan baru ditumpu untuk menjaga stabilitas.

3. Bongkar derek dan sling baja.

49 f. Penyambungan rel dan finalisasi

1. Menggeser jembatan lama ke posisi yang sudah ditentukan.

2. Menggeser jembatan baru ke posisi yang sudah ditentukan.

3. Menyambung rel yang berada di jembatan baru dengan rel yang berada di jalur.

4. Mengganti bantalan beton R.42 dengan bantalan beton R.54.

5. Memasukkan balas.

Gambar 5. 23. Balas

Sumber : Kontraktor

6. Pengelasan rel dengan aluminothermith.

7. Angkat lestring rel dengan HTT (Handy Tie Temper) sampai kecepatan 20 km/jam.

8. Setelah jembatan baru selesai dipasang secara permanen dan sempurna, dilanjutkan dengan membongkar jembatan lama.

50 Gambar 5. 24. BH No.8 yang Akan Ditingkatkan Dengan Metode

Penggeseran

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 5. 25. BH No.8 Setelah Dirakit dan Akan Digeser

Sumber : Dokumentasi Pribadi

Setelah dilakukan pekerjaan peningkatan jembatan dengan metode penggeseran, jembatan BH No.8 telah mampu menampung beban gandar kereta yang lebih besar dari sebelumnya yakni 18 ton sehingga sudah dapat dilalui oleh lokomotif CC dan ruang bebas yang sudah lebih besar dari yang sebelumnya. Sekarang, jembatan kereta api BH No.8 sudah bisa dilalui oleh kereta api.

Berikut merupakan skema manpower penggeseran jembatan BH No.8 Km 2+772 Antara Stasiun Bukit Putus – Stasiun Padang Lintas Teluk Bayur – Sawahlunto, Kota Padang. Terdapat dua lier atau katrol yang

51 digunakan sebagai alat bantu penarik jembatan saat penggeseran, lalu terdapat delapan lampu penerangan yang digunakan untuk penerangan saat bekerja di malam hari. Disisi kiri jembatan eksisting terdapat jug penerimaan untuk jembatan lama setelah bergeser, dan disisi kanan jembatan eksisting terdapat jembatan baru (berwarna merah) serta terdapat pula jug penyetelan yang digunakan saat membuat jembatan baru.

Gambar 5. 26. Skema Manpower Penggeseran

Sumber : Kontraktor

5.3. Pengaruh Status Warisan Dunia UNESCO pada Jembatan BH No.8

Dalam dokumen LAPORAN KP FIX PRINT BISMILLAH ttd (Halaman 47-61)

Dokumen terkait