BAB I PENDAHULUAN
H. Kerangka Teori
I. Metode Penelitian
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subyek/obyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan tertentu.40 Berdasarkan kuantitas dan ciri-ciri tersebut, populasi dapat dipahami sebagai sekelompok individu atau objek pengamatan yang minimal memiliki satu persamaan karakteristik. Dalam penulisan penelitian ini yang menjadi populasi adalah 250 masyarakat muslim yang baru saja tiba di Lombok International Airport.
Sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan yang ditentukan oleh peneliti.
Karena keterbatasan dana untuk penelitian ini maka sampel dalam penelitian ini adalah 50 Orang masyarakat muslim yang baru saja tiba di Lombok International Airport, dengan kategori 25 orang masyarakat muslim yang tujuannya memang untuk datang berwisata dan 25 orang tidak untuk berwisata. Bila dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate, maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari
40Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen. (Bandung: CV ALFABETA, 2016) Cet- Ke.5. h. 67-68.
jumlah variabel.41 Dalam penelitian tesis ini menggunakan jumlah sampel sebanyak 50, maka layak untuk diuji.
2. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli objek penelitian, dimana data tersebut diperoleh melalui responden dan tidak melalui media perantara42. Cara memperoleh data dengan cara mendatangi dan mewawancarai responden dengan kuisioner berupa angket kepada 50 orang responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini yang dimana 25 orang masyarakat muslim yang datang ke pulau Lombok pasca mendapatkan penghargaan halal tourism tidak untuk berwisata dan yang 25 orang merupakan masyarakat muslim yang datang ke pulau Lombok pasca mendapatkan penghargaan halal tourism untuk berwisata.
3. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Variabel pada dasarnya adalah segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai.43 Variabel penelitian adalah hal-hal yang dapat membedakan atau membawa variasi pada nilai44. Penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel independen dan variabel dependen, adapun variabel dependen dan independen adalah sebagai berikut:
41Ibid., h. 70.
42Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis. (Yogyakarta:
BPFE, 2002). h. 68.
43Ibid., h. 69.
44Sekaran, Uma. Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. (Jakarta: Salemba Empat, 2006). h.
72.
a. Variabel Terikat (Dependen Variable)
Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan berwisata dengan melihat perbedaan antara 2 (dua) sampel, dimana dari 50 orang sampel yang diambil, 25 orang masyarakat muslim yang datang ke pulau Lombok pasca mendapatkan penghargaan halal tourism tidak untuk berwisata dan yang 25 orang merupakan masyarakat muslim yang datang ke pulau Lombok pasca mendapatkan penghargaan halal tourism untuk berwisata. Penentuan nilai 1 dan 0 sebagai variabel keputusan berwisata dengan melihat kuisioner yang disebarkan kepada responden penelitian ini.
b. Variabel Bebas (Independent Variable)
Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen, baik yang pengaruhnya positif maupun yang pengaruhnya negatif.45 Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah:
1) Variabel Lokasi
Lokasi merupakan segala sesuatu yang ada di daerah tujuan wisata yang merupakan daya tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ke tempat tersebut. Teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya
45 Augusty, Ferdinand. Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk Skripsi, Tesis dan Disertasi Ilmu Manajemen. (Semarang: Universitas Diponegoro, 2006). h. 165.
terhadap keberadaan berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial.46
2) Variabel Religiusitas
Religiusitas, dapat diukur melalui ideologi, ritual, eksperensial, intelektual, dan konsekuensi. Sehingga indikator religiusitas dalam penelitian ini adalah kepercayaan akan kebenaran ajaran Islam, mengerjakan ritual-ritual agama Islam (ibadah), pengalaman religius dalam kehidupan sehari-hari, pengetahuan tentang ajaran pokok Islam yang sesuai dengan Al- Qur’an, dan konsekuensi dalam menjalani ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.47
4. Definisi Operasional Variabel
Definisi operasional merupakan batasan pengertian tentang variabel yang diteliti yang di dalamnya sudah mencerminkan indikator- indikator yang akan digunakan untuk mengukur variabel yang bersangkutan. Namun demikian, sebaik-baiknya definisi operasional adalah definisi yang merujuk atau berlandaskan pada definisi konseptual.
Menurut Koentjaraningrat, definisi operasional adalah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau “mengubah konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat
46Tarigan, R. Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi (Edisi Revisi). (Jakarta: Bumi Aksara, 2006). h. 167.
47 Poloutzian, F.R., Psychology of Religion. (Needham Heigthts, Massachusetts: A Simon
& Schuster Comp, 1996). h. 170.
diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain.48 Dengan kata lain, definisi operasional variabel penelitian dalam penelitian merupakan bentuk operasional dari variabel-variabel yang digunakan, biasanya berisi definisi konseptual, indikator yang digunakan, alat ukur yang digunakan (bagaimana cara mengukur) dan penilaian alat ukur.
Table 1
Definisi Variabel Penelitian Dependen
Variabel Definisi
Keputusan Masyarakat
muslim Variabel dummy "1" dengan predikat "keputusan untuk berwisata" dan
Untuk
berwisata “0” untuk "keputusan tidak berwisata", menurut data dari kuisioner yang diberikan kepada responden.
Independen
Variabel Pengukuran
Lokasi 1. Mudah dijangkau 2. Pusat keramaian
3. Saluran (jarak tempuh).
Religiusitas 1. Ideologi 2. Ritualistik
3. Pengalaman 4. Intelektual 5. Konsekuensi Sumber : Data diolah, 2018
48Koentjaraningrat, Metode Penelitian Masyarakat. (Jakarta : Universitas Indonesia (UI- Press), 1991). h. 180.
5. Perhitungan Skor
Dalam penelitian ini, semua variabel dinyakatan dalam bentuk angka. Untuk variabel bebas, skala penghitungan yang digunakan adalah skala likert. Agar penelitian lebih terfokus, model skala Likert yang digunakan adalah empat kriteria, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS) yang akan diisi dalam bentuk checklist. Pedoman perhitungan skor setiap alternatif jawaban pada instrumen adalah:
Table 2 Bobot Skor
Sumber : Sugiyono, (2016)
Untuk variabel keputusan berwisata, skala penghitungan yang digunakan adalah sala Guttman. Pada skala Guttman terdapat 2 alternatif jawaban, yaitu “ya” atau “tidak”. Jika jawaban “ya” diberi skor 1. Jika jawaban “tidak” diberi skor 0.
Pernyataan
Alternatif Jawaban Skor Sangat Setuju 4
Setuju 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
6. Pengujian Hipotesis
Penelitian ini menggunakan nilai signifikansi level sebesar 5%
untuk mengetahui apakah ada pengaruh nyata dari variabel independen terhadap variabel dependen. Kriteria dari pengujian ini adalah :
a. Signifikansi level (sig.) > 0 ,05 dan > 0,10 m aka hipotesis ditolak b. Signifikansi level (Sig.) < 0 ,05 dan < 0,10 m aka hipotesis diterima 7. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi (standard deviation), maksimum dan minimum.49 Statistik deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, tanpa melakukan membuat analisis dan kesimpulan yang umum.50
8. Metode Analisis Data
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model regresi logistik karena model variabel dependen dalam model adalah variabel kategori (dikotomi variable), dengan memberi nilai 1 untuk masyarakat muslim yang datang berwisata ke pulau Lombok pasca mendapatkan penghargaan halal tourism dan nilai 0 untuk masyarakat muslim yang datang ke pulau Lombok tidak untuk berwisata pasca mendapatkan penghargaan halal tourism. Selain itu, penggunaan model ini didasarkan
49 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IbM SPSS 19 (edisi ke- 5) (Semarang : Universitas Diponegoro, 2011). h. 172.
50 Sugiyono. Metode Penelitian Manajemen. (Bandung: CV ALFABETA, 2016) Cet Ke.5. h. 79.
atas masukan dari beberapa penelitian sebelumnya yang menyarankan untuk penggunaan model ini karena mempunyai tingkat klasifikasi yang lebih baik dibandingkan model lain serta tidak sensitif terhadap jumlah sampel yang tidak sama frekuensinya.51
Ada beberapa alasan mengapa regresi logistik merupakan sebuah alternatif yang atraktif untuk analisis diskriminan di mana variabel dependen hanya mempunyai dua kategori:
a. Regresi logistik dipengaruhi lebih sedikit dibandingkan analisis diskriminan oleh ketidaksamaan variance/covariance dalam kelompok, sebuah asumsi dasar dari analisis diskriminan.
b. Regresi logistik dapat menghandel variabel independent categorical secara mudah di mana pada analisis diskriminan penggunaan variabel dummy menimbulkan masalah dengan kesamaan variance/covariance.
c. Regresi logistik menghasilkan persamaan regresi berganda berkenaan interpretasi dan pengukuran diagnosis casewise yang tersedia untuk residual yang diuji.
Model regresi logistik sebetulnya mirip dengan analisis diskriminan, yaitu untuk menguji apakah probabilitas terjadinya variabel terikat dapat diprediksi dengan variabel bebasnya. Secara umum model regresi logistik dapat dinyatakan sebagai berikut:
51 Indira Januarti, “Variabel Proksi CAMEL dan Karakteristik Bank Lainnya untuk Memprediksi Kebangkrutan Bank di Indonesia”, Junal Bisnis Strategi, Vol.10, Desember, pp.1-10.
2002.
Li : Variabel dependen (= 1 bila berwisata ; = 0 bila tidak berwisata) Pi : Probabilitas berwisata ke pulau Lombok pasca penghargaan
halal tourism Xij : Variabel Independen
Dari model umum tersebut diperoleh untuk prediksi keputusan bertransaksi Masyarakat bertransaksi di bank pembiayaan rakyat syariah sebagai berikut :
Dimana Z= β1+ β2 Xi
Persama an tersebut dikenal sebagai logistic distribution function Atau :
Di mana :
X1 : Lokasi/jarak X2 : Religiusitas
Penentuan nilai 1 dan 0 sebagai variabel keputusan masyarakat muslim berwisata di pulau Lombok pasca penghargaan halal tourism dengan melihat hasil jawaban responden pada kuisioner yang disebarkan kepada 50 orang responden.