PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Wisatawan Muslim global menghabiskan US$140 miliar untuk biaya perjalanan pada tahun 2013, setara dengan 7,7 persen pengeluaran global. Jumlah ini akan terus mengalami pertumbuhan, diperkirakan mencapai USD 238 miliar pada tahun 2019, atau setara dengan 11,6 persen dari total belanja pariwisata global. Di sektor media dan hiburan, belanja pariwisata muslim mencapai USD 180 miliar pada tahun 2013, setara dengan 7,3 persen belanja pariwisata global, dan diperkirakan mencapai USD 301 miliar pada tahun 2019, setara dengan 5,2 persen belanja pariwisata global. 4.
Rumusan Masalah
Untuk mengetahui pengaruh lokasi terhadap keputusan berwisata wisatawan muslim ke Pulau Lombok pasca Halal Tourism Award. Lokasi tidak mempengaruhi keputusan wisatawan muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok pasca penghargaan wisata halal.
Tujuan & Manfaat Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Ruang Lingkup dan Setting Penelitian
- Ruang Lingkup Penelitian
- Setting Penelitian
Agar uraian dapat tersusun dengan baik dan menghindari bias masalah dalam melakukan kajian terhadap fokus penelitian ini, maka ruang lingkup penelitian ini didasarkan pada beberapa permasalahan dan mempertimbangkan banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan wisatawan untuk berwisata ke Pulau Lombok. setelah menerima penghargaan pariwisata halal. , peneliti membatasi masalah dengan menentukan dua faktor saja yaitu lokasi dan religiusitas.
Telaah Pustaka
Penelitian Dwi Alvin Hidayati pada (2018) berjudul “Pengaruh Islamic Branding dan Religiusitas Terhadap Keputusan Konsumen Islami Dalam Memilih Hotel Universe Semarang”. 17Siti Nur Aisyah, “Pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan mengunjungi tempat wisata Kebun Binatang dan Gua Maharani dan Gua Lamongan (studi pada pengunjung Kebun Binatang dan Gua Maharani).
Hipotesis
Variabel Lokasi (X1) dan variabel Religiusitas (X2) dihipotesiskan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan wisatawan muslim melakukan perjalanan (Y) ke Pulau Lombok setelah menerima penghargaan wisata halal. Diduga faktor yang paling berpengaruh adalah faktor religiusitas (X2) terhadap keputusan wisatawan muslim melakukan perjalanan (Y) ke Pulau Lombok setelah mendapat penghargaan wisata halal.
Kerangka Konseptual
Asumsi atau anggapan suatu hipotesis juga merupakan data, namun bisa saja salah. Oleh karena itu, jika ingin dijadikan dasar pengambilan keputusan, harus diuji terlebih dahulu dengan menggunakan data observasi. Penjelasan kerangka penelitian ini memberikan gambaran bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel independen yaitu variabel lokasi dan religiusitas terhadap variabel dependen yaitu keputusan berwisata.
Kerangka Teori
- Perilaku Konsumen
- Perilaku Konsumen Dalam Islam
- Keputusan Masyarakat Untuk Berwisata
- Keputusan Pembelian
- Lokasi
- Religiusitas
- Dimensi Religiusitas
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Religiusitas
- Konsep Religiusitas dalam Berwisata
- Metode Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
- Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
- Definisi Operasional Variabel
- Perhitungan Skor
- Pengujian Hipotesis
- Statistik Deskriptif
- Metode Analisis Data
Populasi pada saat penelitian ini ditulis adalah 250 umat Islam yang baru tiba di Bandara Internasional Lombok. Karena keterbatasan dana untuk penelitian ini, maka sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang muslim yang baru tiba di Bandara Internasional Lombok, dengan rincian 25 orang muslim tujuan datang untuk wisata dan 25 orang bukan untuk wisata. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yaitu sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari sumber asli objek penelitian, dimana data tersebut diperoleh oleh responden dan tidak melalui perantara42.
Cara memperoleh data adalah dengan mengunjungi responden dan melakukan wawancara dengan menggunakan kuisioner berupa kuisioner kepada 50 responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini, dimana 25 orang diantaranya merupakan masyarakat muslim yang datang ke Pulau Lombok setelah mendapatkan wisata halal. menghadiahkan. bukan untuk pariwisata dan 25 orang merupakan masyarakat muslim yang datang ke Pulau Lombok setelah mendapat hibah pariwisata halal untuk perjalanan. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah keputusan melakukan perjalanan dengan melihat perbedaan antara 2 (dua) sampel, dimana dari 50 sampel yang diambil, sebanyak 25 orang muslim yang datang ke pulau Lombok setelah menerima penghargaan wisata halal yang diterima, adalah tidak. untuk turis. dan 25 orang beragama Islam yang datang ke Pulau Lombok setelah mendapat hibah pariwisata halal untuk perjalanan. Nilai 1 dan 0 ditentukan sebagai variabel keputusan perjalanan dengan melihat kuesioner yang dibagikan kepada responden dalam penelitian ini.
Oleh karena itu, indikator religiusitas dalam penelitian ini adalah keyakinan terhadap kebenaran ajaran Islam, pelaksanaan ritual keagamaan (ibadah), pengalaman keagamaan dalam kehidupan sehari-hari, pengetahuan tentang ajaran Islam yang paling penting sesuai dengan Al-Qur'an, dan konsekuensi dalam penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.47. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model regresi logistik karena variabel terikat dalam model merupakan variabel kategori (variabel dikotomis) yang memberikan nilai 1 bagi masyarakat muslim yang berkunjung ke Pulau Lombok setelah mendapat penghargaan wisata halal dan nilai 1. 0 bagi umat Islam yang datang ke Pulau Lombok bukan untuk berwisata setelah mendapat penghargaan wisata halal.
Sistematika Penulisan
- Bagian Awal
- Bagian Isi
- Bagian Akhir
Li : Variabel terikat (= 1 jika bepergian; = 0 jika tidak bepergian) Pi : Peluang bepergian ke Pulau Lombok setelah penghargaan. Penentuan nilai 1 dan 0 sebagai variabel keputusan masyarakat muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok setelah dilakukannya penghargaan wisata halal dengan melihat hasil jawaban responden terhadap kuesioner yang dibagikan kepada 50 responden. Pada BAB I yaitu Pendahuluan, peneliti mengungkapkan latar belakang masalah sehingga menimbulkan keinginan untuk mengkaji masalah yang menjadi tema dasar penelitian ini, termasuk dalam bab ini konteks penelitian, fokus penelitian, tujuan. dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka dan kerangka teori yang digunakan menjadi acuan teori dalam penelitian lapangan ini.
Kemudian bab ini juga memuat serangkaian teknik atau metode penelitian yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian, antara lain pendekatan penelitian, kehadiran peneliti, sumber dan jenis data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, keabsahan dan reliabilitas data, serta penulisan. sistematik. AKU AKU AKU. BAB berisi pembahasan penelitian ini yang meliputi proses analisis peneliti dalam melakukan penelitian lapangan berdasarkan teman-teman yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Pada BAB IV terdapat bab terakhir yang berisi tentang kesimpulan yang memuat kesimpulan dan saran dalam penelitian ini.
Jadwal Penelitian
PAPARAN DATA
Gambaran Umum Pulau Lombok
- Kondisi Geologis
- Kondisi Topografi
- Kondisi Demografi
- Kondisi Perekonomian
- Gambaran Pariwisata Lombok
Tabel 5 menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Lombok meningkat sebanyak 30.428 jiwa pada tahun 2016 dibandingkan tahun 2015. Pariwisata di Lombok terus mengalami peningkatan jumlah pengunjung baik wisatawan nusantara maupun mancanegara setiap tahunnya. Tak hanya itu, perkembangan kawasan wisata di Lombok pun semakin menarik untuk dikunjungi sehingga menjadikannya semakin diminati wisatawan.
Indahnya panorama alam di Lombok mampu memanjakan mata dan memuaskan jiwa petualang wisatawan. Wisata Budaya Banyak sekali kebudayaan yang ada di Lombok dan masyarakat Lombok sangat menjaga adat dan budayanya sehingga menjadikannya salah satu destinasi wisata budaya yang terkenal. Mayoritas penduduk Lombok beragama Islam, sehingga tak heran jika Lombok dikenal dengan sebutan pulau seribu masjid.
Lokasi Penelitian
Setelah masa transisi selama dua tahun, terhitung tanggal 20 Februari 1964, PN Angkasa Pura Kemayoran resmi mengambil alih aset dan operasional Bandar Udara Kemayoran Jakarta dari pemerintah Indonesia. 53 Sebagai bagian dari pembagian wilayah pengelolaan bandar udara, berdasarkan PP No. 25 Tahun 1986 tanggal 19 Mei 1986, nama Perum Angkasa Pura diubah menjadi Perusahaan Umum Angkasa Pura I.
Hal ini sejalan dengan terbentuknya Perum Angkasa Pura II yang dahulu bernama Perum Jakarta Bandara Cengkareng yang khusus membidangi pengelolaan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Saat ini Angkasa Pura Airports mengelola 13 (tiga belas) bandara masing-masing di wilayah tengah dan timur Indonesia. Bandara ini dioperasikan oleh PT Angkasa Pura I dan dibuka pertama kali pada 1 Oktober 2011 untuk menggantikan peran Bandara Selaparang, Mataram.
PEMBAHASAN
Hasil Uji Instrumen Penelitian
- Pengujian Validitas
- Hasil Pengujian Reliabilitas
- Analisis Data Responden Penelitian
- Analisis Deskriptif
- Deskripsi Variabel
Setelah menyelesaikan proses tabulasi dari 50 kuesioner yang dibagikan kepada responden, diperoleh hasil sebagai berikut untuk karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin. Setelah dilakukan proses tabulasi terhadap 50 kuesioner yang dibagikan kepada responden, maka diperoleh hasil karakteristik responden berdasarkan pendidikan terakhirnya sebagai berikut. Setelah dilakukan proses tabulasi terhadap 50 kuesioner yang dibagikan kepada responden, diperoleh hasil sebagai berikut untuk karakteristik responden berdasarkan pekerjaan.
Dari tabel 13 di atas terlihat sebagian besar responden penelitian berprofesi sebagai PNS yaitu sebanyak 20 orang (40,0%). Karakteristik Responden Berdasarkan Permintaan Kunjungan Setelah dilakukan proses tabulasi dari 50 kuesioner yang dibagikan kepada responden, diperoleh hasil karakteristik responden berdasarkan semester sebagai berikut. Dari Tabel 17 diatas terlihat jawaban responden pada variabel lokasi berada pada kategori tinggi yaitu sebanyak 22 orang (44%), kategori sedang sebanyak 21 orang (42%), dan sisanya sebanyak 7 orang. (14%) termasuk dalam kategori rendah.
Hasil Uji Regresi Logistik
- Pengujian Hipotesis
- Pengujian Goodness of Fit
Hipotesis pertama menyatakan tidak terdapat pengaruh signifikan dan positif lokasi terhadap keputusan wisatawan muslim berwisata ke Pulau Lombok setelah harga wisata halal. Berdasarkan pengujian regresi logit dengan signifikansi sebesar 0,0955 (p > 0,05) menunjukkan bahwa lokasi tidak mempunyai pengaruh terhadap keputusan wisatawan muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok setelah adanya harga wisata halal. Artinya semakin tinggi tingkat pengetahuan masyarakat muslim terhadap lokasi wisata di Pulau Lombok tidak signifikan terhadap keputusan wisatawan muslim berwisata ke Pulau Lombok setelah adanya harga wisata halal.
Hipotesis kedua menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel religiusitas terhadap keputusan wisatawan muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok pasca penghargaan wisata halal. Hal ini menunjukkan bahwa religiusitas berpengaruh terhadap keputusan wisatawan muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok pasca penghargaan pariwisata halal. Artinya semakin tinggi religiusitas masyarakat muslim, maka semakin tinggi pula kemungkinan keputusan wisatawan muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok pasca penghargaan wisata halal.
Interpretasi Hasil
Hal ini menunjukkan bahwa variabel religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan wisatawan muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok pasca penghargaan wisata halal. Diketahui 95,13% merupakan rata-rata probabilitas wisatawan muslim memutuskan berwisata ke Pulau Lombok setelah mendapat penghargaan wisata halal. Dari hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan wisatawan muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok pasca penghargaan wisata halal, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
Artinya menunjukkan bahwa faktor lokasi mempunyai probabilitas yang sama terhadap keputusan wisatawan muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok setelah harga wisata halal 2. Pada penelitian ini diketahui bahwa 95,13% merupakan rata-rata probabilitas keputusan tersebut. wisatawan muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok setelah harga halal.pariwisata. Artinya rata-rata umat Islam yang datang ke Pulau Lombok mempunyai probabilitas sebesar 95,13% akan berwisata ke Pulau Lombok setelah adanya harga wisata halal.
PENUTUP
Kesimpulan
Artinya masyarakat muslim atau wisatawan muslim yang datang berkunjung ke Pulau Lombok setelah harga wisata halal tidak memperdulikan lokasi wisata yang akan dituju. Artinya, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat agama masyarakat atau wisatawan muslim yang datang ke Pulau Lombok, maka semakin tinggi pula keputusan wisatawan muslim untuk berwisata ke Pulau Lombok setelah adanya harga wisata halal.
Implikasi Teoritis
Saran
Keterbatasan Penelitian
Antik, Arie Dwi Budiawati, “Potensi Raksasa Wisata Syariah” diakses di: http://focus.news.viva.co.id/news/read/509102-potensi-raksasa-wisata-syariah, diakses 20 Desember 2018 pada jam 8 malam. Implikasi Keyakinan dan Praktek Islam pada Lembaga Keuangan Islam di Inggris: Studi Kasus Albaraka International Bank UK.” Tesis, Departemen Ekonomi Loughborough University, 1992. Pada Travel Decision Questionnaire, beri tanda centang (√) pada bagian yang diberikan pilihan jawaban yaitu Y (Ya) dan T (Tidak).
2 Jarak antar tempat wisata di pulau Lombok sangat dekat satu sama lain 3 Bandara dan tempat wisata dekat dengan pusat. 4 Saya mengamalkan ilmu agama yang saya pelajari dari berbagai sumber dalam kehidupan sehari-hari. 15 Saya memakan makanan yang saya sukai, tidak peduli halal atau haram. 16 Saya akan merasa cemas jika melanggar sesuatu.