• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Penelitian

Dalam dokumen LAMPIRAN-LAMPIRAN (Halaman 44-54)

BAB I PENDAHULUAN

G. Metodologi Penelitian

1. Metode Penelitian

G. Metodologi Penelitian

3. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan bagian terpenting dalam suatu penelitian. Bahkan merupakan keharusan bagi seorang peneliti. Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian, maka peneliti menggunakan beberapa teknik dalam pengumpulan data.

Sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan, penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, diantaranya:

a. Teknik Observasi

Teknik observasi adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan sengaja, dengan cara mendatangi langsung lokasi penelitian dan pengamatan langsung untuk dilakukan pencatatan.41

Dalam kaitannya dengan penelitian ini, peneliti langsung terjun ke lapangan (observasi partisipatif) untuk menemukan gejala-gejala yang terjadi.

Adapun objek yang diobservasi dalam penelitian ini adalah bangunan/gedung Galeri Investasi Syariah serta mahasiswa dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mataram.

b. Teknik Wawancara

Wawancara adalah usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara

41 Lexy j. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 1994), hlm. 144.

lisan pula.42 Dalam hal ini peneliti akan mewawancarai mahasiswa dan dosen Universitas Islam Negeri Mataram.

Wawancara adalah sebuah percakapan antara dua orang atau lebih, yang pertanyaannya diajukan oleh peneliti kepada subyek atau sekelompok subyek untuk dijawab.43

Tujuan wawancara ialah untuk mengetahui apa yang terkandung dalam pikiran dan hati orang lain, bagaimana pandangan tentang dunia, yaitu hal-hal yang tidak dapat kita ketahui melalui observasi.44

Dilihat dari aspek pedoman wawancara dalam proses pengambilan data, wawancara dapat dibedakan menjadi tiga macam jenis yaitu terstruktur, bebas dan kombinasi.45

1) Wawancara terstruktur, yaitu wawancara di mana peneliti ketika melaksanakan tatap muka dengan responden menggunakan pedoman wawancara yang telah disiapkan lebih dahulu.

Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpul data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.46

42 HB Sutopo, Metodologi Penelitian Kuantitatife, Kualitatife ,(Surakarta: UNS Press, 2006), h. 74.

43 Sudarwan Danim , Menjadi Peneliti Kualitatif, (Bandung: Pustaka Setia, 2002), hlm.

130.

44 H. Kaelen, Metide Penelitian kualitatif Interdispliner, Ed. Pertama (Yogyakarta:

Paradigma, 2012), hlm. 119.

45 Sukardi, Metodologi Penelitian, hlm. 180.

46 Sugiyono, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D, (Bandung: CV.

Alfabeta, 2013), hlm. 138.

2) Wawancara tidak terstruktur atau bebas, yaitu wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang hanya digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.47

3) Dikatatakan sebagai wawancara kombinasi diantara kedua jenis diatas, jika peneliti menggabungkan kedua cara di atas dengan tujuan memperoleh informasi yang semaksimal mungkin dari responden.48

Dalam penelitian wawancara ini, peneliti menggunakan metode wawancara bebas atau dengan kata lain tidak terstruktur. Peneliti bebas menanyakan apa saja yang berkaitan dengan penelitian dan berpedoman pada pertanyaan yang telah disusun sebelumnya secara garis besar tentang hal-hal yang berkaitan dengan penelitian, agar pembahasan tidak membias dari rumusan masalah.

Adapun materi yang peneliti tanyakan kepada narasumber adalah seputar peluang dan tantangan investasi, jumlah anggota, banyaknya transaksi saham pada Galeri Investasi Syariah terkait peluang dan tantangan investasi, sedangkan yang menjadi narasumber pada penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mataram.

47 Ibid, hlm. 140.

48 Ibid, hlm. 141.

c. Teknik Dokumentasi

Dokumentasi adalah cara mencari data mengenai hal-hal variabel yang berupa data, catatan-catatan, surat kabar, transkrip, buku-buku, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.49

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi dokumen merupakan pelengkap dari observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.50

Dalam penelitian ini peneliti mendokumentasikan dari hasil penelitian yang diteliti sebagai bukti dan memperkuat informasi yang digali pada penelitian ini. Adapun yang akan menjadi dokumentasi dalam penelitian ini adalah profil Universitas Islam Negeri Mataram dan Galeri Investasi Syariah Universitas Islam Negeri Mataram.

4. Jenis dan Sumber Data a. Jenis Data

Jika dilihat dari jenisnya, data dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu:

1) Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata atau yang berwujud pernyataan variabel, bukan dalam bentuk angka.51 Data

49 P. Joko Subagyo, Metode Penelitian dalam Teori dan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hlm. 39.

50 Sugiyono, Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D, (Bandung: CV.

Alfabeta, 2013), hlm. 240.

51 Noen Muhajir, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Rakesarasin, 1996), hlm. 2.

kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan (transkrip).

Yang termasuk data kualitatif dalam penelitian ini yaitu gambaran umum obyek penelitian, meliputi: Sejarah singkat berdirinya, letak geografis obyek, Visi dan Misi, struktur organisasi, keadaan pengurus, keadaan investor, keadaan sarana dan prasarana.

2) Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung, beberapa informasi atau penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan atau berbentuk angka.52 Dalam hal ini data kuantitatif yang diperlukan adalah: Jumlah karyawan, nasabah (investor), jumlah sarana dan prasarana.

b. Sumber Data 1) Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari obyek penelitian dengan menggunakan alat pengukuran atau alat pengambilan data langsung pada obyek sebagai sumber informasi yang dicari.53 Data primer dari penelitian ini didapatkan dari hasil keterangan narasumber yang dihubungi pada waktu wawancara para sumber data.

52 Sugiyono, Statistik untuk Penelitian, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 15.

53 Saifudin Azwar, Metode Penelitian, (Celaban Timur: Pustaka Pelajar, 2010), hlm.

91.

2) Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti sebagai penunjang dari sumber pertama dan dapat juga dikatakan data yang tersusun dalam dokumen-dokumen.54 Berdasarkan keterangan tersebut yang menjadi data sekunder dalam penelitian ini, yaitu buku-buku yang terkait dengan masalah yang akan diteliti, jurnal atau internet yang mendukung keaslian data yang akan didapatkan pada penelitian ini.

5. Analisis Data

Analisis data adalah suatu usaha untuk mengurai suatu masalah atau fokus kajian menjadi bagian-bagian (descomposition), sehingga susunan atau tatanan bentuk susuatu yang diurai itu nampak dengan jelas dan karenanya bisa secara lebih terang ditangkap makanya atau lebih jernih dimengerti duduk perkarya. Analisis data adalah suatu fase penelitian kualitatif yang sangat penting karena melalui analisis data inilah peneliti dapat memperoleh wujud dari penelitiannya. Analisis adalah suatu upaya mengurai menjadi bagian-bagian sehingga susunan/tatanan bentuk yang diurai itu tampak dengan jelas dan karenanya bisa secara jauh lebih terang ditangkap maknanya atau dengan lebih jernih dimengerti duduk perkaranya.55

Teknik analisis data yang peneliti gunakan analisis kualitatif yang memaparkan informasi-informasi faktual yang diperoleh dari lapangan

54 Sumadi Suryabrata, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Rajawali, 1987), hlm. 93.

55 Djam’an Satori dkk, Metodolog Penelitian Kualitatif, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2017), Cet. Ke-17, hlm. 97.

yang bersifat informasi dan keterangan-keterangan, baik berupa kata-kata lisan maupun tulisan dan langkah-langkah yang dapat diamati dari pihak- pihak yang diteliti.

Dalam analisis data peneliti menggunakan analisis deskriptif dengan menggambarkan dan menginterpensikan data dan temuan-temuan yang peneliti peroleh dari lapangan serta fakta-fakta yang ada.

6. Waktu dan Tempat Penelitian

Lokasi/tempat penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis mengambil lokasi di Universitas Islam Negeri Mataram. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini selama dua bulan di mulai pada saat pengambilan data pertama mengenai sejarah dan gambaran umum Universitas Islam Negeri Mataram dan Galeri Investasi Syariah sampai selesai untuk pengambilan sampel dari para mahasiswa.

7. Validitas Data a. Triangulasi

Triangulasi adalah pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. Praktik triangulasi tergambar dari kegiatan peneliti yang bertanya pada informan A dan mengklarifikasinya dengan informan B serta mengeksplorasinya pada informan C, sehingga dalam hal ini peneliti mendapatkan data yang benar-benar akurat.56

56Ibid.,hlm. 94.

4 macam triangulasi Sebagai teknik pemeriksaan untuk mencapai keabsahan, yaitu :

1) Triangulasi data

Mengguanakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau juga dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memeiliki sudut pandang yang berbeda.

2) Triangulasi Pengamat

Adanya pengamat di luar peneliti yang turut memeriksa hasil pengumpulan data. Dalam penelitian ini, dosen pembimbing studi kasus bertindak Sebagai pengamat (expert judgement) yang memberikan masukan terhadap hasil pengumpulan data.

3) Triangulasi Teori

Penggunaan berbagai teori yang berlaianan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memasuki syarat.

4) Triangulasi metode

Penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode wawancara yang ditunjang dengan metode observasi pada saat wawancara dilakukan.57

57 Brannen Julia, Memandu Metode Penelitian: Kualitatif dan Kuantitatif, (Yogyakarta:

Pustaka Pelajar,2002),hlm.115

b. Penilaian Teman Sejawat

Penilaian teman sejawat melalui diskusi, bertujuan untuk memperoleh kritikan atas hasil yang didapatkan, sehingga dapat menuju ke tingkatan kepercayaan dan kebenaran dari data hasil penelitian. Hal ini dilakukan dengan mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekan-rekan sejawat. Penggunaan teknik ini menunjukkan bahwa peneliti terbuka terhadap hasil interpretasi dengan menerima kritikan dari hasil temuan.

c. Induktif

Metode induktif digunakan dalam menganalisa data yang diperoleh yakni data kualitatif, data yang tidak berbentuk angka walaupun ada kemungkinan adanya data kualitatif yang berbentuk angka yang kemudian dideskriptifkan secara verbal. Teknik analisa data dengan menggunakan metode induktif merupakan teknik analisa yang dilakukan dengan cara mengomparasikan sumber pustaka yang berkaitan dengan fokus penelitian atau dengan kata lain metode induktif adalah metode analisa data yang berangkat dari faktor-faktor yang bersifat khusus untuk ditarik kesimpulan yang bersifat umum.58 paradigma tertentu kemudian menghubungkan dengan data-data empiris, sebagai pangkal tolak pengambilan kesimpulan.59

58 Sutrisno Hadi, Metode Research, (Yogyakarta : Andi Offset, 1989), hlm. 66

59 Moh. Kasiram, Metodologi Penelitian (Refleksi Pengembangan Pemahaman dan Penguasaan Metodologi Penelitian), (Malang: UIN Maliki, 2010), Cet. Ke -2, hlm. 130

8. Ketekunan pengamatan

Ketekunan pengamatan dimaksudkan agar memperoleh derajat keabsahan yang tinggi, maka dari itu peneliti meningkatkan ketekunan di lapangan.60 Dalam melakukan pengumpulan data peneliti bukan hanya mengandalkan pendengaran, tulisan dan wawancara saja namun juga memerlukan perasaan dan insting dari peneliti.

9. Kecukupan Referensi

Kecukupan referensi sangat penting sebagai alat kritik tertulis untuk keperluan evaluasi. Kecukupan referensi ini digunakan sebagai landasan teoritis yang cukup kuat merumuskan permsalahan. Oleh karena itu, peneliti selalu berpedoman pada kemutakhiran referensi dengan banyak membaca referensi-referensi yang mendukung.

H. Sistematika Pembahasan

Secara garis besar sistematika penelitian ini dapat ditentukan dengan ulasan sebagai berikut:

Bab I menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, penelitian, ruang lingkup dan setting penelitian, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian dan sistematika penulisan.

Kemudian pada bab II akan menguraikan tentang paparan data dan temuan baik data primer maupun sekunder dari penelitian yang dilakukan dilapangan. Pada bagian ini dipaparkan secara deksriptif tentang gambaran lokasi penelitian dan temuan-temuan yang berkaitan dengan peluang dan

60 Burhan Bungin, Metode Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT. Raja Grafindo persada, 2001),hlm. 94.

tantangan investasi saham syariah di era digital pada Galeri investasi Syariah Universitas Islam Negeri Mataram

Selanjutnya pada bab III atau bab Pembahasan akan membahas tentang data-data yang ditemukan di lapangan apakah sesuai teori. Pada bab ini akan membahas tentang dengan peluang dan tantangan investasi saham syariah di era digital pada Galeri investasi Syariah Universitas Islam Negeri Mataram.

Yang terakhir pada bab IV atau bab penutup terdiri dari kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran.

42 BAB II

PAPARAN DAN TEMUAN DATA

A. Gambaran Umum Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri Mataram

Masyarakat Nusa Tenggara Barat sebagian besar beragama Islam yang telah menyatu di dalam budaya dan pola kehidupan baik di Pulau Lombok maupun di Pulau Sumbawa. Kampus Universitas Islam Negeri Mataram merupakan salah satu titik sentral tempat kegiatan pendidikan di Kota Mataram yang bersifat keagamaan maupun kegiatan sehari-hari.

Masyarakat Nusa Tenggara Barat gemar menuntut ilmu, sehingga pada setiap wilayah terdapat mahasiswa yang datang ke Pusat Kota untuk menuntut ilmu. Salah satu kampus di Kota Mataram yang diminati oleh banyak masyarakat adalah Universitas Islam Negeri Mataram yang kampus 1 berlokasi di Jl. Pendidikan No.35, Dasan Agung Baru, Selaparang, Kota Mataram atau sekitar 2 kilometer dari pusat Kota Mataram. Sedangkan kampus 2 berlokasi di Jl. Gajah Mada, Jempong Baru, Sekarbela, Kota Mataram atau sekitar 8 kilometer dari pusat kota.

Universitas Islam Negeri Mataram merupakan salah satu kampus di Kota Mataram pada umumnya juga mempunyai beberapa lembaga salah satunya Galeri Investasi Syariah, terletak di kampus 2 tepatnya depan Laboratorium terpadu Universitas Islam Negeri Mataram.

Galeri Investasi Syariah salah satu lembaga ekonomi yang dimiliki oleh Universitas Islam Negeri Mataram, dimana pada lembaga ini tempat para penanam saham melakukan transaksi.

1. Letak Geografis Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri Mataram

Galeri Investasi Syariah Universitas Islam Negeri Mataram terletak pada kampus 1 Universitas Islam Negeri Mataram atau lebih jelasnya pada Jl. Pendidikan No.35, Dasan Agung Baru, Selaparang, Kota Mataram.

Bangunan atau gedungnya berada di dalam sekitaran kampus dan mudah ditemui apabila sudah berada di dalam lebih tepatnya bersebelahan dengan bangunan Islamic Devolement Bank (IDB).

Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri Mataram terletak di dalam kampus 2 Universitas Islam Negeri Mataram, peneliti merincikan letak geografisnya sebagai berikut:

Sebelah Barat : Auditorium Universitas Islam Negeri Mataram Sebelah Timur : Laboratorium Terpadu UIN Mataram

Sebelah Utara : Ma’had Universitas Islam Negeri Mataram

Sebelah Selatan : Fakultas tarbiah Universitas Islam Negeri Mataram 2. Sejarah Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri

Mataram

Sejarah Galeri Investasi Syariah Universitas Islam Negeri Mataram bermula dari keberadaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang sudah resmi memisahkan diri dari Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam

(FSEI) pada tahun 2017. Setelah resmi berdiri sendiri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melakukan terobosan dengan berinisiatif melakukan sesuatu, bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) harus mempunyai laboratorium sebagai sarana praktik mahasiswa.

Pada akhir tahun 2017 pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mulai melakukan komunikasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang juga baru berdiri cabangnya di Mataram pada bulan Desember, maka buah hasil dari komunikasi tersebut Kepala Cabang Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ada di Mataram tersebut menanyakan perihal bagaimana perkembangannya agar Bursa Efek itu tidak dikenal dikalangan masyarakat saja tapi juga di lingkungan kampus, maka pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Mataram menyambut baik dengan mengadakan kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Mataram, karena sebelumnya menginginkan mempunyai laboratorium untuk praktik mahasiswa terkait Bursa Efek dan ilmu pasar modal.61

Untuk merealisasikan sebelum didirikannya Galeri Investasi Syariah, maka diadakanlah sosialisasi untuk civitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dan juga Universitas Islam Negeri Mataram pada umumnya mengenai bagaimana saham, pasar modal syariah, karena apabila Galeri Investasi Syariah berdiri namun tidak ada yang mengaktifkan maka itu akan bermasalah, maka dibuatkanlah komunitasnya

61 Ahmad Amir Aziz, Wawancara, Mataram, 27 Oktober 2020.

untuk mengetahui anggota yang tertarik pada saham, pasar modal syariah.

Akhirnya terkumpulah sekitar 30 orang dosen dan pegawai khusunya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang mendaftar sebagai investor syariah.62

Selain bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Mataram juga mengadakan kerjasama dengan perusahaan sekuritas, yakni Phintraco Sekuritas. Setelah mengadakan kerjasama dengan ketiga pihak ini antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Phintraco Sekuritas, maka Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Mataram sudah siap Mendirikan dan melaunching Galeri Investasi Syariah Pertama di NTB.63

Pada akhir Februari 2018 setelah melakukan kerjasama, ini menjadi hari yang istimewa bagi FEBI Universitas Islam Negeri Mataram. Tentu istimewa juga bagi segenap civitas akademika di Universitas Islam Negeri Mataram sebab hari ini, 28 Februari 2018 telah diresmikan Galeri Investasi Syariah. Galeri Investasi Syariah ini merupakan galeri investasi syariah pertama di Bumi Gora ini. Peresmian GIS ini dilakukan oleh beberapa pihak yang telah bekerja sama yaitu; Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan NTB, Busra Efek Indonesia (BEI), Phintraco Sekuritas dan FEBI Universitas Islam Negeri Mataram. Peresmian dilakukan di depan ruang Galeri Investasi Syariah kampus 1 Universitas Islam Negeri Mataram.

62 Ibid.

63 Ibid.

Galeri Investasi Syariah di Universitas Islam Negeri Mataram dikelola oleh sekelompok mahasiswa yang terkumpul dalam organisasi Kelompok Sekolah Pasar Modal (KSPM) sekaligus menjadi pengurus Galeri Investasi Syariah Universitas Islam Negeri Mataram, serta Dosen bertugas sebagai pengawas dan mendampingi KSPM agar pembelajaran pasar modal sesuai jalurnya.

3. Visi dan Misi Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri Mataram

Visi dari Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri Mataram, sebagai berikut:

“Terwujudnya Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang berintelektual dan terampil dalam bidang pasar modal”64

Sedangkan misi dari Galeri Investasi Syariah Universitas Islam Negeri Mataram, sebagai berikut:

a) Menjadi pusat edukasi dan informasi pasar modal.

b) Menerapkan praktik-praktik ilmu dalam pasar modal.

c) Menguatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang pasar modal.65

4. Dasar Hukum Galeri Investasi Syariah Universitas Islam Negeri Mataram

Dasar hukum Galeri Investasi Syariah tertinggi adalah pada Keputusan Menteri Keuanagan (KEMENKEU).66 Salah satunya adalah

64 Hasil Penelitian, KSPM Galeri Investasi Syariah (GIS), (Mataram: Universitas Islam Negeri Mataram, 26

Oktober 2020).

65 Ibid.

Peraturan Menteri Keuangan No. 153 /PMK.010/2010 tentang Kepemilikan Saham dan Permodalan Perusahaan Efek. Galeri Investasi Universitas Islam Negeri Mataram dalam perihal peraturan banyak mengadopsi peraturan-peraturan di Bursa Efek Indonesia mulai dari peraturan pencatatan maupun peraturan perdagangannya.67 Selain dari Kemenkeu, Galeri Investasi Syariah berlandaskan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 18 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja (ORTAKER) Universitas Islam Negeri Mataram. Berangkat dari Oraganisasi dan Tata Kerja (ORTAKER) Universitas Islam Negeri Mataram, maka Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Mataram menjalankan tugas dan fungsinya sebagai sebuah Fakultas terutama Prodi Ekonomi Syariah.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah dasar adanya kerjasama tiga lembaga antara Universitas Islam Negeri Mataram, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Phintraco Sekuritas dengan masing-masing nomor surat adalah sebagi berikut; SP-000277/BEI.HKM/05-2018 dari BEI yang ditantatangani oleh kedua Direktur BEI yaitu Hosea Nicky Hogan,Gan dan Chaeruddin Berlian, dan kedua dari Universitas Islam Negeri Mataram dengan nomor surat 513/Un.12/PP.00.9/FEBI/5/2018 yang ditandatangani Rektor yaitu Prof. Dr. H. Mutawali,M.Ag, dang yang terakhir dari PT Phintraco Sekuritas dengan nomor surat 112/PS/PERJ/V/2018 yang ditandatangani oleh Direktur Utamanya yaitu Jeffrey Hendrik. Dasar inilah

66 Bahrur Rosyid, Wawancara, Mataram, 26 Oktober 2020.

67 Ibid..

yang menimbulkan kesepakatan, kesepahaman antara ketiga belah pihak untuk mendukung dan mengembangkan Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri Mataram.68

5. Struktur Organisasi Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri Mataram

Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri Mataram dikelola oleh KSPM (Kelompok Sekolah Pasar Modal). Berikut adalah struktur organisasi dari Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri Mataram.69

Pembina : H. Bahrur Rosyid, MM.

Ketua Umum : M. Fatwa Algifari

Sekretaris : 1. Tazwin Amanda Wijaya

2. Lestari Etika Suci

Bendahara : Titin Farhatin

Devisi Public Relation : Co:

Yaumil Agus Istiqlal Staff:

1) Fitri Andriani 2) Siswaty

3) Rahmat Fajulul Amzi 4) M. Sholah Pribadi Muslim Devisi Investment Education : Co:

68 Ahmad Amir Aziz, Wawancara, Mataram, 27 Oktober 2020.

69 Hasil Penelitian, KSPM Galeri Investasi Syariah (GIS), (Mataram: Universitas Islam Negeri Mataram, 26 Oktober 2020).

Ely Susiawaty Staff:

1) Rika Ulfa

2) Latifa Hanum Biya 3) Bq. Siti Maryam Devisi Entrepreneur : Co:

Bq. Ayu Permatasari Staff:

1) Mariatun Indriyani 2) Emi Apriati

Devisi Human Resource Development : Co:

Ekasari Dewi Staff

1) Rahma Fitriati

2) Nurma Hidayatul Hasanah Devisi Kesekertariatan : Co:

Muhammad Andika Staff

1) Afip Ahyar

Adapun deskripsi atau pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian adalah sebagai berikut:

a) Pembina

Sebagai seorang yang mengayomi organisasi sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan bersama. Pembina memiliki hak dan kewajiban di dalam memberikan suatu masukan, saran dan ide serta persetujuan kepada Dewan Pengurus di dalam pelaksanaan program kerja organisasi sesuai dengan AD/ART dan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku dalam organisasi.

b) Ketua

Bertanggung jawab atas berjalannya organisasi dan anggotanya dalam mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi organisasi.

c) Sekertaris

Membantu ketua dalam hal surat menyurat, arsip dan yang berhubungan dengan sekertaris.

d) Bendahara

Mengatur keuangan Galeri Investasi Syariah (GIS) Universitas Islam Negeri Mataram.

e) Devisi Public Relation

Mempublikasikan informasi terkait kegiatan Galeri Investasi Syariah (GIS) baik secara personal maupun social media (e-mail, facebook, whatsapp).

Dalam dokumen LAMPIRAN-LAMPIRAN (Halaman 44-54)

Dokumen terkait