• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN 1. Pendekatan Penelitan

Dalam dokumen analisis permasalahan penerapan ktsp pada (Halaman 30-41)

“Penelitian kualitatif didasari oleh konsep konstruktivisme, yang memiliki pandangan bahwa realita bersifat jamak, menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisah. Realita bersifat terbuka, kontekstual, secara sosial meliputi persepsi dan pandangan- pandangan individu dan kolektif, diteliti dengan menggunakan manusia sebagai instrumen.”27

Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena- fenomena sosial dari sudut atau perspektif partisipan. Karena dalam penelitian ini peneliti ingin meneliti tentang permasalahan penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam pembelajaran matematika maka peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Sebab hasil yang diharapkan berupa gambaran dan penejelasan tentang permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Adapun pendekatan kualitatif yang digunakan adalah jenis studi kasus yaitu merupakan suatu penelitian yang dilakukan terhadap suatu

“kesatuan sistem”. Kesatuan ini dapat berupa kegiatan dan peristiwa.

27 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan (Bandung : PT. Remaja Rosda Karya, 2007), h.12.

Kegiatan ataupun peristiwa yang dimaksud disini adalah kegiatan penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yaitu mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, penerapannya dalam kegiatan pembelajaran dan sampai pada kegiatan evaluasi.

2. Kehadiran Peneliti.

Penelitian kualitatif menggunakan peneliti sebagai instrumen kunci dan menyatu dengan situasi dan fenomena yang diteliti. Keberadaan peneliti dalam penelitian ini karena peneliti adalah segala-galanya dalam proses penelitian, yaitu sebagai perencana, pelaksana pengumpulan data (instrument) penafsir atau yang menganalisis data yang diperoleh, dan selanjutnya sebagai pelapor dari hasil penelitian.

Kehadiran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pengamat partisipatif, “pengamat berada di dalam kegiatan yang dilakukan kelompok, dan menciptakan peranan-peranan sendiri tanpa lebur dalam kepentingan kegiatan kelompok yang diamati.”28

Sebagai pengamat partisipatif peneliti berada dalam kegiatan- kegiatan yang ada di sekolah terkait pelaksanaan pendidikan dan penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, sebagai pengamat partisipatif peneliti menjalin hubungan akrab dengan subjek penelitian dengan demikian peneliti dan subjek penelitian bisa menjalin kerja sama berupa pertukaran informasi dan juga akan menumbuhkan kepercayaan

28 Ibid, h.112.

subjek penelitian kepada peneliti. Dalam penelitian ini peneliti bertindak netral atau tidak ikut campur tangan dalam persoalan subjek penelitian.

Peneliti berada di lokasi penelitian sampai data-data yang diperlukan terkumpul atau dengan kata lain peneliti berada di lapangan sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai.

Penelitian kualitatif biasanya dilaksanakan dalam waktu tahunan tetapi itu tergantung lagi dari keberadaan sumber data, fokus dari penelitian dan juga tergantung bagaimana peneliti mengatur waktu.

Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan. Dalam waktu satu bulan itu peneliti berada di lokasi penelitian selama dua kali dalam sehari.

Dipagi hari peneliti mengobservasi kegiatan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Matematika yang mengajara di kelas VIII dan IX sedangkan siang hari peneliti mengobservasi kegiatan guru mata pelajaran Matematika yang mengajar di kelas VII.

Kehadiran peneliti dan statusnya sebagai peneliti di lapangan diketahui oleh subjek penelitian.

3. Lokasi Penelitian.

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Woja yang terletak di kelurahan Montabaru lingkungan IV. Sekolah ini mulanya bernama SLTP Negeri 4 Dompu, sekitar tahun 2003 berganti nama menjadi SMP Negeri 3 Woja, bangunan sekolahnya berdiri kokoh tepat di pinggir jalan Diponegoro, sebelah barat dan utara berbatasan dengan pemukiman

penduduk serta sebelah timur berbatasan dengan Sekolah Dasar Negeri I Rasanggaro. Sarana dan prasarana yang dimiliki memadai. Tetapi, ruangan kelas yang dimiliki tidak bisa menampung seluruh siswanya.

Akhirnya kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada pagi dan siang hari, pagi hari ruangan kelas digunakan oleh kelas VIII dan kelas IX sementara siang hari ruangan kelas digunakan oleh kelas VII. Sarana dan prasarana yang dimiliki memadai, struktur organisasinya telah terstruktur dengan baik dan suasana di sekitar sekolah tidak bising walaupun terletak di pinggir jalan diponegoro yang merupakan jalur pusat transportasi di kecamatan woja, sehingga kegiatan pembelajaran tidak terganggu. Murid- muridnya kebanyakan berasal dari wilayah sekitar, yaitu Montabaru, Rasanggaro, Matua, Buncu dan Rasana’e yang orang tuanya rata-rata bermata pencaharian sebagai petani.

Alasan peneliti memilih lokasi penelitian di SMP Negeri 3 Woja karena sekolah ini telah menerapkan KTSP sejak tahun 2006, dengan demikian tentunya data yang dibutuhkan akan mudah didapatkan. Murid- muridnya banyak yang aktif di kegiatan ekstra kurikuler seperti pramuka.

Kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki tidak menjamin bahwa sekolah tersebut tidak memiliki permasalahan dalam penerapan KTSP, karena permasalahan tersebut bisa disebabkan oleh kesiapan guru dan siswa dalam menerapkan kurikulum tersebut.

4. Sumber Data.

“Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data diperolah”.29

Adapun sumber data dari penelitian ini adalah Responden, benda atau proses sesuatu. Yang menjadi sumber data penelitian adalah : Guru- guru Matematika yang ada di SMP Negeri 3 Woja.

Jenis data yang dikumpulkan adalah berupa deskripsi, gambaran dan uraian tentang penerapan KTSP dalam pembelajaran matematika, permasalahan apa saja yang dijumpai dalam penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dalam pembelajaran matematika dan bentuk solusi (penyelesaian) dari permasalahan penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada pembelajaran matematikan di SMP Negeri 3 Woja tahun pelajaran 2009/2010.

5. Prosedur Pengumpulan Data.

Teknik Pengumpulan Data yang digunakan adalah:

a. Wawancara Tidak Terstruktur.

“Wawancara merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif.”30

Dalam wawancara tidak terstruktur pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara bebas kepada subjek. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak ditetapkan terlebih dahulu alternatif jawabannya agar

29 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Jakarta : Rineka Cipta, 2006), h.129.

30 Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, h.216.

didapat data mengenai permasalahan penerapan KTSP dalam pembelajaran Matematika bervariasi sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing subjek penelitian.

Sebelum melaksanakan wawancara peneliti menyiapkan instrumen wawancara yang disebut pedoman wawancara.

“Pedoman wawancara berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang meminta untuk dijawab atau direspon oleh responden. Isi pertanyaan atau pernyataan bisa mencakup fakta, data, pengetahuan, konsep, pendapat, persepsi atau evaluasi responden berkenaan dengan fokus masalah atau variabel-variabel yang dikaji dalam penelitian” 31 b. Observasi Dalam Bentuk Partisipasi.

“Observasi atau pengamatan adalah merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung”32

Peneliti mengamati yang dilakukan oleh observer dan mencatat hasil dari pengamatan tersebut. Kegiatan observasi ini selain sebagai alat pengumpul data, hasil dari observasi juga berfungsi sebagai alat untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam menguji validitas data.

“observasi dalam bentuk partisipasi adalah suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan cara ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi.”33

31 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998), h.328

32 Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, h.220.

33 Amirul Hadi, Metodologi Penelitian Pendidikan (Bandung : Pustaka Setia, 2005), h.132.

Peneliti ikut terlibat dalam kegiatan yang dilakukan oleh orang yang akan diobservasi. Yaitu dengan cara ikut terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

c. Dokumentasi.

“Dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik.”34

Teknik dokumentasi ini digunakan untuk mendapatkan data berupa perangkat pembelajaran, data-data yang berhubungan dengan sekolah.

6. Teknik Analisis Data.

Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a. Reduksi Data.

Yaitu memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian.

Data-data yang telah direduksi memberikan gambaran yang tajam tentang hasil pengamatan.

b. Display Data.

Dalam penelitian ini data yang disajikan dengan menggunakan teks naratif. Yaitu menyajikan data temuan berupa penerapan KTSP,

34 Ibid, h.221.

permasalahan penerapan KTSP dan solusinya dalam bentuk kata-kata ataupun deskripsi.

c. Penarikan Kesimpulan.

Setelah mereduksi dan mendisplay data tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah dalam yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.

Kesimpulan dalam penelitian ini berupa deskripsi atau gambaran mengenai penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan di SMP Negeri 3 Woja, permasalahan yang dihadapi dalam penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan serta solusi dari permasalahan tersebut.

7. Validitas Data.

Adapun usaha-usaha yang dilakukan untuk lebih menjamin validitas data dan temuan yaitu :

a. Triangulasi.

“Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.”35

Dalam triangulasi ada 4 macam teknik yang digunakan untuk pemeriksaan data yang ditemukan yaitu triangulasi dengan sumber, metode, penyidik dan teori.

Dalam penelitian ini teknik triangulasi yang digunakan adalah pemeriksaan kebenaran data melalui sumber, metode dan teori.

1. Patton dalam Moleong mengemukakan “Triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.”36

Dengan menggunakan triangulasi bentuk sumber maka data yang didapat akan dicek kebenarannya dengan cara membandingkan data hasil observasi dengan data hasil wawancara, dan membandingkan hasil wawancara dengan isi dari dokumentasi.

2. Triangulasi dengan metode.

Triangulasi dengan metode yaitu menggunakan teknik dan metode yang sama untuk mengecek derajat kepercayaan data.

Patton dalam Moleong mengemukakan ada dua strategi dalam triangulasi dengan metode yaitu:

“1. Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data.

36 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), h.330.

2. Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.”37

Dengan menggunakan teknik dan metode tersebut diharapkan data hasil dari penelitian dapat dicek kebenarannya. Seperti megecek kebenaran hasil penelitian dari teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Begitu juga sumber data akan diuji derajat kepercayaannya dengan menggunakan metode yang sama pada waktu yang berbeda.

3. Triangulasi dengan teori.

Lincoln dan Guba dalam Moleong mengemukakan “berdasarkan anggapan bahwa fakta tidak dapat diperiksa derajat kepercayaannya dengan satu atau lebih teori.”38

Triangulasi dengan teori yaitu dengan membandingkan data hasil penelitian dengan beberapa teori yang lainnya. Dengan membandingkan beberapa teori maka akan menunjang keabsahan data.

Berarti triangulasi merupakan cara untuk menghilangkan perbedaan- perbedaan konstruksi kenyataan yang ada sewaktu mengumpulkan data. Dengan triangulasi peneliti dapat mengecek kembali data hasil temuannya dengan berbagai sumber diantarannya adalah dengan menggunakan sumber, metode dan teori. Hal itu dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang bervariasi, mengeceknya dengan

37 Ibid, h.331.

38 Ibid, h.131.

berbagai sumber data dan memanfaatkan berbagai metode agar pengecekan validitas data dapat dilakukan.

b. Perpanjangan Kehadiran Peneliti.

Menurut Moleong perpanjangan hasil peneliti atau perpanjangan keikutsertaan berarti peneliti tinggal di lapangan sampai kejenuhan pengumpulan data tercapai.”39

Pepanjangan kehadiran peneliti akan meningkatkan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan, karena dengan bertambahnya waktu peneliti berada di lokasi penelitian, peneliti akan banyak mempelajari kebudayaan dan kebiasaan subjek penelitian, dapat menguji ketidakbenaran informasi, dan membangun kepercayaan subjek.

c. Observasi Mendalam/ Ketekunan Pengamatan.

“Ketekunan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif.”40

Dengan observasi yang mendalam atau ketekunan pengamatan peneliti bisa mendapatkan data yang relevan dengan persoalan yang sedang diteliti.

39 Ibid, h.328.

40 Ibid, h.329.

H. SISTEMATIKA

Dalam dokumen analisis permasalahan penerapan ktsp pada (Halaman 30-41)

Dokumen terkait