H. Tinjauan Kepustakaan
I. Metode Penelitian
Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, karena studi tentang karya seorang tokoh memang merupakan bagian dari penelitian kualitatif. Salah satu kelebihan studi tentang tokoh adalah sifatnya yang in-depth (mendalam) dan tidak out-depth (melebar), karena studi tokoh menfokuskan diri pada satu orang tertentu pada bidang tertentu sebagai unit analisis.60 Dalam proses pengumpulan data, penelitian kualitatif banyak tergantung kepada peneliti itu sendiri, berbeda dengan penelitian kuantitatif yang proses pengumpulan datanya dapat menggunakan angket atau melalui jasa orang lain dalam pengumpulannya. Hal ini sebagaimana yang diyatakan oleh Lexi J. Moleong bahwa pencari tahu ilmiah dalam pengumpulan data dalam penelitian kualitatif lebih banyak tergantung pada peneliti sebagai pengumpul data.61
1. Sumber data
Dalam penelitian ini, sumber data yang digunakan dan diperoleh adalah data kepustakaan yang mencakup:
a. Sumber-sumber primer atau sumber yang paling utama yaitu Tafsir al-Kabîr Mafâtih al-Ghaib karya Fakhr ad-Dîn ar-Râzî.
b. Sumber-sumber sekunder, yaitu sumber-sumber yang banyak berkaitan dengan tema inti yang akan dibicarakan dalam penelitian ini. Sumber-sumber sekunder yang bisa
60 Studi tokoh merupakan kajian sistematis terhadap pemikiran atau gagasan seorang pemikir, keseluruhannya atau sebagian. Lihat: Syahrin Harahap, Metodologi Studi Tokoh Pemikiran Islam, (Jakarta: Istiqomah Press, 2006), h. 7. Lihat juga: Arief Furchan dan Agus Maimun, Studi Tokoh: Metode Penelitian Mengenai Tokoh, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005), h. 18-19.
61 Lexi J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2000), h. 19.
20
dipergunakan dalam penelitian ini, meliputi karya yang membahas langsung tentang biografi dan pemikiran ar-Râzî seperti al-Imâm Fakhr ad-Dîn ar-Râzî: Hayâtuh wa Atsaruh karya al„Ammarî,62 al-Imâm al-Hakîm Fakhr ad-Dîn ar-Râzi min Khilâl Tafsîrih karya Abd al-„Azîz al-Majdûb, Fakhr ad- Dîn ar-Râzî karya Fathullah Khâlif,63 al-Munthalaqât al- Fikriyyah „Ind al-Imâm al-Fakhr ar-Râzî karya Muhammad al-
„Uraibî,64 dan al-Imâm Fakhr al-Dîn ar-Râzî wa Musannafatuh karya Thaha Jâbir al-„Ulwanî.65 Di samping itu, juga digunakan karya-karya yang menyinggung tentang Mafâtih al-Ghaib seperti al-Tafsîr wa al-Mufassirûn karya Muhammad Husain adz-Dzahabî,66 al-Tafsîr wa Rijâluh karya Muhammad Fâdhil
„Asyur,67 al-Mufassirûn: Hayâtuhum wa Manhajuhum karya Muhammad „Ali 'Iyâsyi68 dan al-Bidâyah fî al-Tafsîr al- Maudhu„î karya Abd al-Hayy al-Farmawi.69
Untuk mempertajam kajian, analisa juga akan disajikan data berupa teori-teori ilmiah tentang penciptaan manusia. Buku- buku yang relevan dengan pembahasan ini adalah Bible, Qur‟ân, dan Sains Modern karangan Maurice Bucaille,70 Penciptaan Manusia dalam Perspektif Al-Qur‟ân dan Sains susunan Kementerian Agama RI,71 Al-Qur‟ân Ilmu
62 „Ali Muhammad Hasan al-'Amâri, al-Imâm Fakhr ad-Dîn ar-Râzî: Hayâtuh wa Atsaruh, (Mesir: al-Majlis al-A‟lâ li al-Shu‟ûn al-Islâmiyyah, 1969).
63 Fathullah Khâlif, Fakhr ad-Dîn ar-Râzî, (Mesir: Dâr al-Jâmi‟ât al-Misriyyah, 1976).
64 Muhammad al-„Uraibî, al-Munthalaqât al-Fikriyyah „Inda al-Imâm Fakhr ar- Râzî, (Beirut: Dâr al-Fikr al-Lubnân, 1992).
65 Thaha Jâbir al-„Alwânî, al-Imâm Fakhr ad-Din ar-Râzî wa Musannafâtuh, (Kairo: Dâr al-Salâm, 2010).
66 Muhammad Husain adz-Dzahabî, at-Tafsîr wa al-Mufassirûn, (Mesir: Dâr al- Kutub al-Hadîtsah, 1962).
67 Muhammad Fâdhil „Asyur, al-Tafsîr wa Rijâluh, (Kairo: Majma‟ al-Buhûts al- Islâmiyyah, 1970).
68 Muhammad „Ali 'Iyâsyi, al-Mufassirûn Hayâtuhum wa Manhajuhum, (Teheran: Muassasat al-ibâ„ah wa al-Nashr Wizârat al-Tsaqâfah wa al-Irsyâd al-Islâmi, 1414 H).
69 „Abd al-Hayy al-Farmawi, al-Bidâyah fî al-Tafsîr al-Mawdhu„i, (Kairo: al- Hadhârah al-„Arabiyyah, 1977).
70 Maurice Bucaille, Bible, Qur‟ân, dan Sains Modern, Terj. HM. Rosyidi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1979).
71 Kemenag RI, Penciptaan Manusia dalam perspektif Al-Quran dan Sains, (Jakarta: Kemenag RI, 2012).
21
Pengetahuan dan Tehnologi karangan Ahmad Baiquni,72 al- Jawâhir fî Tafsîr Al-Qur‟ân al-Karîm karya Thanthâwî Jawharî,73 Keajaiban Penciptaan Manusia karya Hârûn Yahya,74 dan Dalil Anfus Al-Qur‟ân dan Embriologi (Ayat-ayat Tentang Penciptaan Manusia) karya Muhammad Izzuddin Taufiq.75
2. Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data penelitian, penulis menggunakan metode dokumentasi yang diterapkan untuk menggali data-data yang berkenaan telaah biografis tentang ar-Râzî dan pemikirannya dalam Mafâtih al- Ghaib serta telaah konseptual penafsiran ayat-ayat kauniyyah tentang penciptaan manusia.
3. Metode Analisa Data
Hasil penelitian dan data yang diperoleh, dianalisa dengan metode analisa isi (content analysis) yang merupakan analisis ilmiah tentang pesan suatu komunikasi.76 Sedangkan pendekatan yang penulis gunakan adalah pendekatan interpretatif-induktif. Pendekatan interpretatif digunakan untuk memahami pemikiran ar-Râzî dalam menafsirkan ayat- ayat kauniyyah, utamanya tentang proses penciptaan manusia secara umum (keturunan Adam) yang kita kenal dengan metode maudhu‟i.
Secara aplikatif, ayat-ayat penciptaan manusia yang akan disoroti adalah surah Al-Mu'minûn/23: 12-14, Al-Ḥajj/22: 5 dan Al-Mu'min/40: 67.
Ayat-ayat dalam ketiga surat tersebut dipilih sebagai bahan kajian karena secara tersurat menginformasikan reproduksi manusia dengan tahapan-tahapannya secara jelas, dari bentuk yang sangat sederhana menjadi bentuk yang sempurna.
Interpretasi ditujukan pada penggunaan metode penafsiran, sumber- sumber penafsiran dan prinsip-prinsip yang digunakan ar-Râzî dalam menafsirkan ayat-ayat penciptaan manusia di atas. Menggunakan teori
72 Ahmad Baiquni, Al-Qur‟ân Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi, (Jakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1994).
73 Thanthâwî Jauharî, al-Jawâhir fî Tafsîr Al-Qur‟ân al-Karîm, (Mesir: Musthafa al-Bâb al-Halabi,1421).
74 Hârûn Yahya, Keajaiban Penciptaan Manusia, Alih Bahasa Ahmad Sahal dari judul The Miracle of Creation of The Human Being, (Jakarta: Globalmedia Cipta Publising, 2003).
75 Muhammad Izzuddin Taufiq, Dalil Anfus Al-Qur‟ân dan Embriologi (Ayat- ayat Tentang Penciptaan Manusia), (Surakarta: Tiga Serangkai, 2006).
76 Noeng Muhajir, Metode Penelitian Kualitatif: Telaah Positivistik Rasionalistik, Phenomonologik Realisme Metafisik, (Yogyakarta: Rake Sarasin, 1992), h. 76: Lihat juga: Emzir, Analisa Data: Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta:Rajawali Pers, 2010), h. 283.
22
Gracia tentang interpretasi yang digunakan lebih mengacu pada interpretasi non-tekstual, walaupun tidak menghilangkan interpretasi tekstual. Interpretasi non-tekstual tidak hanya bertujuan untuk menguak makna dan implikasi teks, melainkan juga menguak ide-ide dan pemikiran yang tidak diungkapkan dalam tulisan atau ungkapan lisannya.77
Pendekatan interpretatif ini kemudian dipadukan dengan metode induksi, yaitu metode yang berangkat dari sejumlah kenyataan yang bersifat khusus menuju kesimpulan yang bersifat umum.78 Metode induksi ini penulis gunakan untuk mengambil kesimpulan atas penggunaan sumber, metode dan prinsip penafsiran ar-Râzî terhadap ayat-ayat kauniyyah dilihat dari sudut kesesuaian penafsirannya dengan sains dengan kata lain penelitian ini juga menggunakan metode muqâran yang secara tidak langsung membandingkan penafsiran ar-Râzî dan sains, yang pada akhirnya akan diketahui kelebihan dan kelemahan penafsiran ilmiah yang dilakukan ar-Râzî. Sebagai pisau analisa, penulis menggunakan teori-teori tentang tafsir, sebagaimana yang telah dikemukakan oleh para ulama, ditambah dengan berbagai wacana kontemporer tentang penafsiran Al-Qur‟ân, utamanya yang berkaitan dengan penafsiran ayat-ayat kauniyyah.