• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

Dalam dokumen 1. cover skripsi - IBS Repository (Halaman 45-53)

BAB III

Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari internet dan juga jurnal- jurnal penelitian ilmiah lain. Profil Abuba Steak merupakan data yang diperoleh melalui internet, sedangkan teori-teori pendukung dan dasar pembentukan hipotesis diperoleh dari jurnal dan penelitian ilmiah terdahulu.

3.3. Populasi dan Sampel

Populasi adalah gabungan seluruh elemen yang memiliki serangkaian karakteristik serupa yang mencakup secara keseluruhan untuk kepentingan masalah penelitian (Malhotra, 2007). Populasi pada penelitian ini adalah pelanggan Abuba Steak

Sesuai dengan tempat dilakukannya penelitian, maka yang menjadi sampel unit dalam penelitian ini adalah pelanggan Abuba Steak Cipete. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode convenience sampling, dimana sampel akan diambil langsung ditempat yang menjadi tempat atau objek penelitian tanpa ada penyesuaian atau kategori-kategori khusus. Metode ini digunakan untuk mempermudah pengambilan sampel dan mempercepat pengambilan sampel. Besarnya jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus dari teori Maholtra berikut:

݊ =

ߪ ܼ

ܦ

Keterangan:

n = jumlah sampel

ߪ

= simpangan baku / standar deviasi Z = Z - score (1.96)

D = tingkat presisi

Nilai D ditentukan sebesar 3% dari rata-rata yang dihitung berdasarkan jawaban responden perpertanyaan dan pervariabel, Z = 1.96, dan standar deviasi sebesar 0.761 pada saat pretest. Berdasarkan hasil perhitungan dari data tersebut maka didapatkan jumlah responden sebesar 67.42 orang yang kemudian dibulatkan menjadi 100 orang untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam pengolahan data.

3.4. Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji Instrumen yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah menguji validitas dan reliabilitas dari kuesioner yang akan dijadikan alat ukur. Jumlah sampel yang diperlukan untuk menguji instrumen antara 15 hingga 30 responden (Malhotra, 2007).

3.4.1. Uji Validitas

Sugiyono dan Wibowo (2004) dalam bukunya Sujianto (2009) mengatakan bahwa instrumen yang valid adalah alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data yang valid dan dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur.

Factor Loading of Component Matrix adalah besarnya korelasi suatu indicator dengan faktor yang terbentuk. Tujuannya untuk menentukan validitas setiap indikator dalam mengkonstruk setiap variabel. Kriteria validitas suatu indicator dikatakan valid membentuk suatu faktor jika memiliki factor loading sebesar 0,50 (Malhotra, 2007).

3.4.2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas mengacu kepada sejauh mana suatu alat ukur mampu memberikan hasil yang konsisten jika dilakukan pengukuran berulang kali (Malhotra, 2007).

Untuk menentukan reliabilitas setiap variabel digunakan Cronbach Alpha.

Koefisien reliabilitas Cronbach Alpha berkisar antara 0 hingga 1. Triton (2006) dikutip dalam buku Sujianto (2009) menjelaskan mengenai ukuran reliabel sebagai berikut:

1. Nilai Cronbach’s Alpha 0,00 s.d. 0,20, berarti kurang reliabel 2. Nilai Cronbach’s Alpha 0,21 s.d. 0,40, berarti agak reliabel 3. Nilai Cronbach’s Alpha 0,41 s.d. 0,60, berarti cukup reliabel 4. Nilai Cronbach’s Alpha 0,61 s.d. 0,80, berarti reliabel

5. Nilai Cronbach’s Alpha 0,81 s.d. 1,00, berarti sangat reliabel

3.5. Uji Asumsi Klasik

3.5.1. Uji Non Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Untuk melihat gejala multikolinearitas dapat dilihat dari hasil Collinearity Stastistic. Jika nilai korelasi antara dua variabel independent yang melebihi 0,8 maka model regresi diindikasikan ada multikolinearitas (Gurajati, 2003).

Hasil variance inflation factor (VIF) yang lebih besar dari 10 menunjukkan adanya gejala multikolinearitas, sedangkan nilai VIF yang lebih kecil dari 10 menunjukkan tidak adanya gejala multikolinearitas (Gurajati, 2003).

3.5.2. Uji Non Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heterokedastisitas.

Apabila bersifat heterogen maka melanggar asumsi klasik yang mensyaratkan bahwa varians dari error harus bersifat homogeny. Salah satu cara yang dilakukan untuk mendeteksi adanya heterokedastisitas dengan menggunakan histogram. Jika ada pola yang tidak jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heterokedastisitas, dan sebaliknya

3.5.3. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak.

Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal.

3.6. Teknik Pengolahan Data

Dalam penelitian ini, pengolahan data akan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda. Asumsi dasar yang digunakan dalam analisis ini adalah hubungan antara variabel dependen dan variabel-variabel independen. Penelitian ini terdiri dari tiga persamaan regresi yang di hitung secara terpisah, yaitu:

1. Puas = βo + β1XAtr + β2XServperf + ε.

Model yang pertama adalah gambaran hubungan antara atribut produk dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen.

2. Loy = βo + β1Puas+ ε.

Model yang kedua adalah gambaran hubungan antara kepuasan konsumen terhadap loyalitas merek.

3. Loy = βo + β1XAtr + β2XServperf + ε.

Model yang terakhir adalah gambaran hubungan antara atribut produk dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas merek.

Keterangan :

• Loy = loyalitas merek.

• Puas = kepuasan konsumen.

• XAtr = atribut produk.

• XServperf = service performance

• βo = konstanta regresi

• β1, β2 = koefisien regresi

• ε = error.

3.6.1. Koefisien Determinasi (R square)

Untuk menganalisis seberapa jauh variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen dapat dilihat dari R2 atau koefisien determinasinya. R2 pada intinya mengukur kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Namun terdapat kelemahan mendasar dalam penggunaan R2, yaitu adanya bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Bias tersebut yaitu terjadinya peningkatan R2 setiap penambahan satu variabel independen, tidak peduli apakah terdapat pengaruh signifikan variabel tersebut terhadap variabel dependen. Oleh sebab itu, banyak peneliti yang menganjurkan untuk menggunakan adjusted R2 karena adjusted R2 dapat naik atau turun jika ada variabel independen yang ditambahkan ke dalam model penelitian (Ghozali, 2001).

3.7. Teknik Pengujian Hipotesis

Teknik pengujian hipotesisnya menggunakan goodness of fit agar dapat mengetahui signifikansi statistik antara rata-rata distribusi sampel dan parameter.

Dalam uji goodness of fit yang digunakan adalah dua metode perhitungan dengan uji-t atau uji-f.

Dalam perhitungan ini diperlukan level of confidence yang digunakan untuk menghitung tingkat signifikansi dari model yang dianalisis. Level of confidence yang digunakan untuk menghitung tingkat signifikansi dari model yang dianalisis pada penelitian ini adalah 95%. Hasil dari pengujian ini adalah menolak atau tidak menolak H0 (Null hypothesis). Uji t akan digunakan dalam penelitian ini untuk menguji tingkat signifikansi antara variabel dependen dan independen.

BAB IV

Analisis dan Pembahasan

4.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian 4.1.1. Latar Belakang Obyek Penelitian

Obyek yang diteliti dalam skripsi ini adalah restoran Abuba Steak. Abuba Steak telah dirintis oleh pemiliknya, yaitu Bapak Abu Bakar sejak tahun 1992.

Jenis makanan dan minuman yang di tawarkan adalah makanan ala Texas Amerika berupa steak yang telah disesuaikan dengan cita rasa Indonesia dengan harga yang terjangkau. Hal ini membuat Abuba Steak direspon secara positif oleh masyarakat. Pada masa itu, Abuba Steak merupakan pelopor usaha yang menjual makanan berupa steak dengan harga terjangkau dan berada di lingkungan kaki lima di kawasan Kemang Raya 1.

4.1.2. Perkembangan Abuba Steak

Pada tahun 1994 Abuba Steak pindah ke sebuah bangunan rumah yang berada di jalan Cipete Raya No 6 Jakarta selatan. Awalnya tempat yang disediakan di dalam restoran tersebut hanya delapan meja makan. Kemudian seiring berjalannya waktu Abuba Steak menambah jumlah meja makan hingga menjadi tiga puluh lima meja makan.

Pada tahun 1998 pembaharuan dan penambahan mulai dilakukan, yaitu dengan menambah makan sebanyak lima belas meja dan membuat fasilitas ruang makan yang full AC. Pertengahan September 2004, Abuba Steak restoran mulai

melakukan pengembangan usaha dengan membuka cabang pertamanya di jalan Raya Gading Batavia Blok LC 11-07 Jakarta Utara.

Seiring dengan berjalannya waktu dan adanya peningkatan jumlah konsumen, restoran yang berada di Cipete Raya No 6 dirasa belum cukup menampung para konsumen yang datang khususnya pada saat weekend serta hari-hari libur lainnya. Oleh karena itu, di awal tahun 2004 Abuba Steak mulai membangun tempat baru yang terletak di Jl.Cipete Raya No. 14 A di tanah seluas 4000m.

Perpindahan Abuba Steak Pusat yang berada di Cipete Raya diresmikan pada bulan April 2007. Bangunan baru tersebut memiliki konsep restoran yang ramah lingkungan dengan meminimalisir penggunaan air condition (AC), serta penggunaan alat-alat listrik lainnya dan juga memperbanyak tanaman hijau disekitar lingkungan restoran dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan mengutamakan kenyamanan dan keamanan setiap konsumennya.

Pada akhir tahun 2005 Cabang Abuba Steak yang ke tiga dibuka di kawasan pluit Jakarta Utara. Pada pertengahan tahun 2007 Abuba Steak telah membuka cabang yang ke empat yaitu di kawasan menteng Jakarta Pusat, tepatnya di Jl. Wahid Hasyim No. 120. Untuk memperluas target konsumen, Abuba Steak juga membuka cabang ke lima di Bandung Jawa Barat tepatnya di Jl.

PrabudiMuntur no.12 bulan Maret 2008.

Penghargaan yang pernah diperoleh Abuba Steak antara lain penghargaan atas partisipasi dalam Konvensi Gugus Kendali Mutu Direktorat Material (1996), serta penghargaan U.S. Meat Culinary yang diberikan oleh U.S Meat Export Federation (2000).

4.2. Hasil Analisis dan Pembahasan 4.2.1. Karakteristik Responden 4.2.1.1. Jenis Kelamin

Dari hasil pengolahan kuesioner, didapat data jenis kelamin konsumen sebagai berikut:

Tabel 4.1 Hasil Pengolahan Karakteristik Jenis Kelamin

No Jenis kelamin Jumlah Persentase

1 Laki-laki 56 56%

2 Perempuan 44 44%

Jumlah 100 100.0%

Sumber: data kuesioner diolah Gambar 4.1 Pie Chart Karakteristik Jenis Kelamin

Jenis Kelamin

44%

56%

Perempuan Laki-laki

Sumber: data kuesioner diolah Dari hasil pengolahan kuesioner diketahui bahwa responden yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 56 orang atau sebesar 56% dari total responden yang berjumlah 100 orang. Adapun responden yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 44 orang atau sebesar 44%.

4.2.1.2. Pendidikan Terakhir

Dari hasil pengolahan kuesioner, didapat data pendidikan terakhir sebagai berikut:

Tabel 4.2 Hasil Pengolahan Karakteristik Pendidikan Terakhir No Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase

1 SMA 27 27%

2 S1 67 67%

3 S2 6 6%

4 Lain-lain 0 0

Jumlah 100 100%

Sumber: data kuesioner diolah Gambar 4.2 Pie Chart Karakteristik Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir

67%

27%

6%

S1 SMA S2

Sumber: data kuesioner diolah Dari hasil pengolahan kuesioner diketahui bahwa responden yang berpendidikan terakhir SMA berjumlah 27 orang atau sebesar 27% dari total responden yang berjumlah 100 orang, responden yang berpendidikan terakhir S1 berjumlah 67 orang atau sebesar 67%, dan responden yang berpendidikan terakhir S2 berjumlah 6 orang atau sebesar 6%. Responden yang berpendidikan terakhir S2 cenderung memberikan penilaian yang baik terhadap makanan pada Abuba

Steak karena mereka memesan steak yang Australia, U.S, atau Wagyu dengan kualitas sangat baik diatas daging lokal.

4.2.1.3. Lokasi

Dari hasil pengolahan kuesioner, didapat data lokasi sebagai berikut:

Tabel 4.3 Hasil Pengolahan Karakteristik Lokasi

No Lokasi Jumlah Persentase

1 Jakarta Selatan 71 71%

2 Jakarta Utara 1 1%

3 Jakarta Pusat 9 9%

4 Jakarta Barat 2 2%

5 Jakarta Timur 17 17%

6 Lain-lain 0 0

Jumlah 100 100%

Sumber: data kuesioner diolah Gambar 4.3 Pie Chart Karakteristik Lokasi

Lokasi

71%

1%

9%

2%

17% 0%

Jakarta Selatan Jakarta Utara Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Timur Lain-lain

Sumber: data kuesioner diolah Dari hasil pengolahan kuesioner diketahui bahwa responden yang berlokasi tempat tinggal di Jakarta Selatan berjumlah 71 orang atau sebesar 71% dari total responden yang berjumlah 100 orang, responden yang berlokasi tempat tinggal di

Jakarta Utara berjumlah 1 orang atau sebesar 1%, responden yang berlokasi tempat tinggal di Jakarta Pusat berjumlah 9 orang atau sebesar 9%, responden yang berlokasi tempat tinggal di Jakarta Barat berjumlah 2 orang atau sebesar 2%, responden yang berlokasi tempat tinggal di Jakarta Timur berjumlah 17 orang atau sebesar 17%, dan lain-lain 0. Jumlah responden yang berlokasi tempat tinggal di Jakarta Selatan jumlahnya sangat dominan karena lokasi dari Abuba Steak yang menjadi objek penelitian ini berada di cipete, Jakarta Selatan.

4.2.2. Analisis Hasil Pre-Test

Proses pretest dilaksanakan pada minggu kedua bulan Februari tahun 2010 dengan jumlah responden 30 orang. Selanjutnya akan dibahas mengenai hasil uji validitas dan reliabilitas dari data pre-test.

4.2.2.1. Uji Validitas

Dari perhitungan yang didapatkan pada tabel atribut produk, service performance, dan loyalitas merek dapat menjelaskan bahwa pernyataan yang ada dalam variabel tersebut dinyatakan valid bila mempunyai nilai muatan faktor >

0,5.

Tabel 4.4 Hasil Pengujian Validitas Atribut Produk Pre-test

Variabel Indikator Nilai muatan faktor Kesimpulan

Atribut produk

Rasa 0,799 Valid

Aroma 0,759 Valid

Mutu 0,634 Valid

Harga 0,530 Valid

Reputasi merek 0,481 Tidak Valid

Sumber: data kuesioner diolah

Hasil uji validitas pada tabel 4.4 menjelaskan bahwa indikator rasa memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,799 > 0,5 dapat dikatakan valid, indikator aroma memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,759 > 0,5 dapat dikatakan valid, indikator mutu memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,634 > 0,5 dapat dikatakan valid, indikator harga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,530 > 0,5 dapat dikatakan valid, dan indikator reputasi merek memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,481 <

0,5 dapat dikatakan tidak valid namun penulis tetap melanjutkan karena nilainya masih mendekati nilai tengah sebesar 0,5.

Tabel 4.5 Hasil Pengujian Validitas Service Performance Pre-test

Variabel Indikator Nilai muatan faktor Kesimpulan

Service performance

Tangible

0,632 Valid

0,840 Valid

0,722 Valid

0,399 Tidak valid

Reliability

0,723 Valid

0,359 Tidak valid 0,427 Tidak valid

0,832 Valid

0,576 Valid

Responsiveness

0,833 Valid

0,700 Valid

0,815 Valid

0,555 Valid

Assurance

0,522 Valid

0,627 Valid

0,749 Valid

0,439 Tidak valid

Emphaty

0,585 Valid

0,600 Valid

0,265 Tidak valid

0,891 Valid

0,854 Valid

Sumber: data kuesioner diolah

Hasil uji validitas pada tabel 4.5 menjelaskan bahwa indikator Tangible pertanyaan pertama memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,632 > 0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan kedua memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,840 >

0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan ketiga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,722 > 0,5 dapat dikatakan valid, dan pertanyaan keempat memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,399 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid.

Indikator Reliability pertanyaan pertama memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,723 > 0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan kedua memiliki nilai muatan faktor

sebesar 0,359 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid, pertanyaan ketiga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,427 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid, pertanyaan keempat memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,832 > 0,5 dapat dikatakan valid, dan pertanyaan kelima memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,576 > 0,5 dapat dikatakan valid.

Indikator Responsiveness pertanyaan pertama memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,833 > 0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan kedua memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,700 > 0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan ketiga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,815 > 0,5 dapat dikatakan valid, dan pertanyaan keempat memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,555 > 0,5 dapat dikatakan valid.

Indikator Assurance pertanyaan pertama memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,522 > 0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan kedua memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,627 > 0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan ketiga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,749 > 0,5 dapat dikatakan valid, dan pertanyaan keempat memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,439 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid.

Indikator Emphaty pertanyaan pertama memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,585 > 0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan kedua memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,600 > 0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan ketiga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,265 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid, pertanyaan keempat memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,891 > 0,5 dapat dikatakan valid, dan pertanyaan kelima memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,854 > 0,5 dapat dikatakan valid. Walaupun terdapat beberapa item pertanyaan yang tidak valid,

penulis tetap melanjutkan penelitian karena masih akan ditinjau lebih lanjut dan juga karena indikator tersebut penting secara konsep.

Tabel 4.6 Hasil Pengujian Validitas Loyalitas Merek Pre-test

Variabel Indikator Nilai muatan faktor Kesimpulan

Loyalitas merek

Intensitas kunjungan 0,515 Valid

Kenyamanan 0,760 Valid

Makanan 0,762 Valid

Suasana 0,432 Tidak Valid

Rekomendasi 0,744 Valid

Kunjungan kembali 0,857 Valid

Sumber: data kuesioner diolah

Hasil uji validitas pada tabel 4.6 menjelaskan bahwa indikator intensitas kunjungan memiliki nilai muatan faktor sebesar 0.515 > 0,5 dapat dikatakan valid.

Indikator kenyamanan memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,760 > 0,5 dapat dikatakan valid. Indikator makanan memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,762 >

0,5 dapat dikatakan valid. Indikator suasana memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,432 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid. Indikator rekomendasi memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,744 > 0.5 dapat dikatakan valid. Indikator kunjungan kembali memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,857 > 0.5 dapat dikatakan valid.

Indikator suasana tetap dimasukkan karena nilai muatan faktornya masih mendekati nilai 0,5.

4.2.2.2. Uji Reliabilitas

Uji berikutnya adalah uji reliabilitas. Triton (2006) dikutip dalam buku Sujianto (2009) menjelaskan mengenai ukuran reliabel sebagai berikut:

1. Nilai Cronbach’s Alpha 0,00 s.d. 0,20, berarti kurang reliabel 2. Nilai Cronbach’s Alpha 0,21 s.d. 0,40, berarti agak reliabel 3. Nilai Cronbach’s Alpha 0,41 s.d. 0,60, berarti cukup reliabel 4. Nilai Cronbach’s Alpha 0,61 s.d. 0,80, berarti reliabel

5. Nilai Cronbach’s Alpha 0,81 s.d. 1,00, berarti sangat reliabel

Tabel 4.7 Hasil Pengujian Reliabilitas Pre-test

Variabel Dimensi

Jumlah Item Pernyataan

Cronbach’s

Alpha Kesimpulan

Atribut produk -- 5 0,646 Reliabel

Service performance

Tangible 4 0,555 Cukup

Reliabel

Reliability 5 0,553 Cukup

Reliabel

Responsiveness 4 0,708 Reliabel

Assurance 4 0,362 Agak

Reliabel

emphaty 5 0,629 Reliabel

Loyalitas merek -- 6 0,743 Reliabel

Sumber : data kuesioner diolah

Berdasarkan hasil pada tabel 4.7 di atas variabel atribut produk dengan 5 item pernyataan memiliki koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,646. Sementara pada service performance terdapat lima dimensi yaitu tangible dengan 4 item pertanyaan memiliki koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,555, reliability dengan 5 item pertanyaan memiliki koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,553,

responsiveness dengan 4 item pertanyaan memiliki koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,708, assurance dengan 4 item pertanyaan memiliki koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,362, dan emphaty dengan 5 item pertanyaan memiliki koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,629. Loyalitas merek dengan 6 item pertanyaan memiliki koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,743.

Dengan demikian, jika semua variabel dalam penelitian mempunyai koefisien Cronbach’s Alpha minimal 0,21 atau lebih, maka jawaban rersponden terhadap pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk mengukur masing-masing variabel adalah konsisten dan variabel dapat dihandalkan (reliable).

4.2.3. Analisis Hasil Data Penelitian 4.2.3.1. Uji Validitas

Dari perhitungan yang didapatkan pada tabel atribut produk, service performance, dan loyalitas merek dapat menjelaskan bahwa pernyataan yang ada dalam variabel tersebut dinyatakan valid bila mempunyai nilai muatan faktor >

0,5.

Tabel 4.8 Hasil Pengujian Validitas Atribut Produk

Variabel Indikator Nilai muatan faktor Kesimpulan

Atribut produk

Rasa 0,921 Valid

Aroma 0,796 Valid

Mutu 0,883 Valid

Harga 0,772 Valid

Reputasi merek 0,623 Valid

Sumber: data kuesioner diolah

Hasil uji validitas pada tabel 4.8 menjelaskan bahwa indikator rasa memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,921 > 0,5 dapat dikatakan valid, indikator aroma memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,796 > 0,5 dapat dikatakan valid, indikator mutu memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,883 > 0,5 dapat dikatakan valid, indikator harga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,772 > 0,5 dapat dikatakan valid, dan indikator reputasi merek memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,623 >

0,5 dapat dikatakan valid. Sehingga secara keseluruhan untuk pengujian validitas atribut produk dikatakan valid.

Tabel 4.9 Hasil Pengujian Validitas Service Performance

Variabel Indikator Nilai muatan faktor Kesimpulan

Service performance

Tangible

0,696 Valid

0,839 Valid

0,573 Valid

-0,044 Tidak Valid

Reliability

0,789 Valid

0,783 Valid

0,695 Valid

0,605 Valid

0,558 Valid

Responsiveness

0,889 Valid

0,673 Valid

0,673 Valid

0,291 Tidak Valid

Assurance

0,155 Tidak Valid

0,653 Valid

0,701 Valid

0,694 Valid

Emphaty

0,379 Tidak Valid

0,552 Valid

0,317 Tidak Valid

0,828 Valid

0,899 Valid

Sumber: data kuesioner diolah

Hasil uji validitas pada tabel 4.9 menjelaskan bahwa indikator Tangible pertanyaan pertama memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,696 > 0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan kedua memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,839 >

0,5 dapat dikatakan valid, pertanyaan ketiga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,573 > 0,5 dapat dikatakan valid, dan pertanyaan keempat memiliki nilai muatan faktor sebesar -0,044 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid.

Indikator Reliability pertanyaan pertama memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,789 > 0,5 dapat dikatakan valid. Pertanyaan kedua memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,783 > 0,5 dapat dikatakan valid. Pertanyaan ketiga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,695 > 0,5 dapat dikatakan valid. Pertanyaan keempat memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,605 > 0,5 dapat dikatakan valid.

Pertanyaan kelima memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,558 > 0,5 dapat dikatakan valid.

Indikator Responsiveness pertanyaan pertama memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,889 > 0,5 dapat dikatakan valid. Pertanyaan kedua memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,673 > 0,5 dapat dikatakan valid. Pertanyaan ketiga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,673 > 0,5 dapat dikatakan valid.

Pertanyaan keempat memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,291 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid.

Indikator Assurance pertanyaan pertama memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,155 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid. Pertanyaan kedua memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,653 > 0,5 dapat dikatakan valid. Pertanyaan ketiga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,701 > 0,5 dapat dikatakan valid. Pertanyaan keempat memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,694 > 0,5 dapat dikatakan valid.

Indikator Emphaty pertanyaan pertama memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,379 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid. Pertanyaan kedua memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,552 > 0,5 dapat dikatakan valid. Pertanyaan ketiga memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,317 < 0,5 dapat dikatakan tidak valid. Pertanyaan keempat memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,828 > 0,5 dapat dikatakan valid.

Pertanyaan kelima memiliki nilai muatan faktor sebesar 0,899 > 0,5 dapat dikatakan valid. Oleh karena adanya beberapa pertanyaan yang memiliki nilai muatan faktor < 0,5 maka, pertanyaan-pertanyaan tersebut dihilangkan sehingga variabel service performance dalam penelitian ini menjadi valid. Berikut ini merupakan tabel hasil validitas setelah dilakukan penghapusan pertanyaan yang tidak valid:

Tabel 4.10 Hasil Pengujian Validitas Service Performance Setelah Penghapusan Variabel Indikator Nilai muatan faktor Kesimpulan

Service performance

Tangible

0,702 Valid

0,838 Valid

0,569 Valid

Reliability

0,789 Valid

0,783 Valid

0,695 Valid

0,605 Valid

0,558 Valid

Responsiveness

0,910 Valid

0,699 Valid

0,652 Valid

Assurance

0,650 Valid

0,747 Valid

0,661 Valid

Emphaty

0,577 Valid

0,856 Valid

0,910 Valid

Sumber: data kuesioner diolah

Dalam dokumen 1. cover skripsi - IBS Repository (Halaman 45-53)

Dokumen terkait