A. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian kuantitatif.
Metode ini dapat diartikan sebagai metode yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data yang bersifat kuantitatif dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.35
Pendekatan penelitian ini merupakan pendekatan asosiasif yang bertujuan untuk membuat gambar atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan hasilnya.
B. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah subyek atau obyek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.36 Populasi dalam penelitian ini adalah 372 nasabah yang mengambil Pembiayaan Murabahah.
2. Sampel
Malhotra (1993) memberikan panduan ukuran sampel yang diambil dapat ditentukan dengan cara mengalikan jumlah variabel dengan 5, atau 5x jumlah variabel. Dengan demikian jika jumlah variabel yang diamati berjumlah 20, maka sampel minimalnya adalah 5 x 20 = 100.
Maka dari itu sampel yang digunakan oleh penelitian ini adalah dengan menggunakan random sampling dan jumlah sampel yang di ambil oleh peneliti diKSPPS Karya Mandiri Jerowaru yang mengambil pembiayaan murabahah yang berjumlah 100 nasabah. Penarikan sampel ditentukan dari pertimbangan-pertimbangan peneliti yang berkaitan dengan
35Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D, (Bandung:
Alfabeta, 2013), h. 8.
36Etta Mamang Sangadji dan Sopiah, Metode Penelitian Pendekatan, h. 185.
perlunya memperoleh informasi yang lengkap dan mencukupi, sesuai dengan tujuan atau masalah yang diteliti.37 Pertimbangan bersumber dari dalam penelitian ini dipilih dengan berbagai kreteria tertentu. Kreteria tersebut adalah: (1) Responden sudah cukup lama dan intensif menyatu dengan medan aktivitas yang menjadi sasaran penelitian seperti, petani tembakau: (2) Responden masih aktif terlibat di lingkungan aktivitas yang menjadi sasaaran penelitian: (3) Responden tidak mengemas informasi akan tetapi memberikan informasi yang sebenarnya.
Ciri-ciri khusus yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bahwa yang berhak menjadi sampel adalah nasabah pembiayaan murabahah yang memiliki usaha.
C. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian akan dilakukan dalam waktu kurang lebih 2 bulan dari bulan. Sedangkan tempat penelitian ini adalah KSPPS Karya Mandiri Jerowaru Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur.
D. Variabel Penelitian
Menurut Sekaran, variabel penelitian dibagi menjadi dua yaitu:38 1. Variabel Independen
Variabel independen adalah tipe menjelaskan atau mempengaruhi variabel lain. Dalam penelitian ini variabel independen adalah pembiayaan murabahah.
2. Variabel Dependen
Variabel dependen adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel independen. Dalam penelitian ini variabel dependen adalah peningkatan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM).
E. Instrumen Penelitian/Alat dan Bahan Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kuesioner, di mana kuesioner disebar kepada responden dengan tujuan
37 Kaelan, M.S. Metode penelitian kuantitatif interdisiplinier, (Yogyakarta:
Paradigma, 2012), h. 76
38Ibid., h.136.
untuk menghasilkan data kuantitatif yang akurat. 39 Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan instrumen berupa kuesioner (angket).
Tabel 1.
Insrumen Penelitian
No Variabel Indikator Nomor Item
1 Pembiayaan Murabahah
(X1)
Besarnya pembiayaan murabahah yang diterima mencakup kebutuhan usaha nasabah dan Biaya adminstrasi tidak memberatkan nasabah
1,2,3,4,5
2 Peningkatan Pendapat UMKM (Y)
Laba atau keuntungan meningkat dan Usaha berkembang
6,7,8,9
F. Teknik Pengumpulan Data atau Prosedur Penelitian
Teknik pengumpulan data adalah teknik atau metode yang digunakan untuk mengumulkan data. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu :40
1. Kuesioner
Arikunto (2010: 194) menjelaskan bahwa kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan pribadinya, atau hal yang diketahui oleh responden. Kuesioner sendiri merupakan istilah lain dari angket, kuesioner adalah suatu bentuk instrument pengumpulan data yang fleksibel dan relative sangat mudah digunakan menurut (Azwar, 2009: 101). Kuesioner ini dikatakan sebagai metode pengumpulan data yang mudah dan efisien jika peneliti mengetahui dengan pasti variabel yang diukur dan mengetahui hal apa yang bisa diharapkan dari responden penelitian.
2. Dokumentasi
Dalam metode penelitian dokmentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku, majalah, dokumen, peraturan,
39Sugiyono, Metode Penelitian. h. 133.
40Ibid., h. 151-153.
notulen rapat, catatan harian, dan data jumlah nasabah pada KSPPS Karya Mandiri Jerowaru.
G. Teknik Analisis Data 1. Uji Validitas
Validitas adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur. Metode validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas kontruk. Yang dimana, validitas kontruk adalah suatu kerangka dalam konsep, untuk itu perlu dijabarkan konsep yang akan diteliti atau variabel yang yang diteliti di dalam tolak ukur pada oprasional. Pada penelitian kuantitatif yang diuji validitasnya adalah instrument penelitian (kuesioner) yang sudah diberikan sekor. 41
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula.42
3. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas
Uji normalitas adalah pengujian yang bertujuan untuk mengetahui apakah variabel independen maupun dependen mempunyai distribusi yang normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah regresi yang distribusi normal atau mendekati normal.43
4. Uji Regresi Linear Sedehana
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis regresi yang bertujuan untuk mengukur kekuatan asosiasi (hubungan) linear antara dua variabel atau lebih dan menunjukkan arah hubungan diantara variabel tersebut. Dalam hal ini untuk mengetahui
pengaruh variabel Pembiayaan Murabahah (X) terhadap
41Syofian Siregar, Metode Penelitian Kuantitaif, h. 46.
42Ibid.
43Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25, (Semarang: Undip,2018).h. 161.
Peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah(Y). Analisa regresi linier sederhana dilakukan dengan menggunakan alat bantu software aplikasi (SPSS) forwindows 20 . Analisa yang akan dilakukan sebelumnya perlu diuji data untuk menjaga agar data yang diperoleh sesuai dengan harapan. Dengan menggunakan Persamaan :
Y= a+Bx+ e Y = Variabel Terikat X = Variabel Bebas a = Nilai Konstanta
b = Koefisien untuk variabel bebas e = Tingkat eror
5. Uji Hipotesis
Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t.
Uji-t dilakukan untuk mengetahui adanya pengaruh secara variabel independen terhadap variabel dependen. Selain itu, tujuan dilakukannya uji signifikan secara parsial ini adalah untuk mengukur secara terpisah dampak yang ditimbulkan dari masing masing variabel independen terhadap variabel dependen,
H. Rencana Jadwal Penelitian
No Kegiatan Bulan ke-
1 2 3 4 5 6 7 1 Penyusuan proposal √
2 Seminar proposal √
3 Memasuki lapangan √
4 Tahap seleksi dan analisis
√
5 Membuat draf laporan
√
6 Diskusi draf laporan √
7 Penyempurnaan laporan
√
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Profil lembaga berdirinya koperasi simpan pinjam karya mandiri
Koperasi simpan Pinjam “Karya Mandiri” Jerowaru awal berdirinya berbentuk Koperasi Serba Usaha (KSU) yang didirikan oleh 21 orang anggota (anggota Pendiri), secara defakto lahir pada hari Sabtu 11 November 2000 yang ditandai dengan peresmian pendirian oleh Bapak Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur dan mulai beroperasi pada hari Senin tanggal 13 November 2000 yang ditangani/dikelola oleh 3 orang karyawan. Dengan dikeluarkannya Badan Hukum oleh Bapak Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur atas nama Menteri Negara Koperasi dan UKM RI pada tanggal 16 Desember 2000, maka secara Deyure KSU “Karya Mandiri”
Jerowaru Lahir dengan Badan Hukum No. : 155/Bh/KDK.23.3/XII/2000, tetapi dalam perjalanannya bentuk KSU dirubah pada tanggal 08 November 2003 kedalam bentuk KSP dengan dikeluarkannya Badan Hukum No.. : 155a/BH/PAD/DKP.08.05/XI/2003 oleh Bapak Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lombok Timur atas nama Menteri Negara Koperasi dan UKM RI di Jakarta perubahan ini dengan pertimbangan agar usaha yang dikelola terfokus pada satu bidang usaha yaitu Simpan Pinjam. Dengan adanya pembukaan cabang di Praya Lombok Tengah-yang dikarenakan banyaknya anggota yang berdomisili disana, maka sesuai dengan perundang- undangan, Badan Hukum harus dirubah dan diadakan perubahan Badan Hukum dikeluarkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi pada tanggal 20 Oktober 2004 dengan dikeluarkannya Badan Hukum No. : 518/31/BH/DISKOP DAN UKM/X/2004 dan tetap berbentuk Koperasi Simpan Pinjam.Demikian sekilas gambaran singkat tentang profil Koperasi Simpan Pinjam “ Karya Mandiri” semoga menjadi pendorong dan penggugah semangat masyarakat Koperasi.
2. Visi dan Misi Koprasi a. Visi
KSP “Karya mandiri” sebagai wadah ekonomi yang harus terus berkarya mampu mandiri dengan menunjukkan perkembangan asset minimal sebesar 10 % pertahun dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip perkoperasian.
b. Misi
1) Meningkatkan peran serta Anggota dan Calon Anggota untuk menyimpandananya.
2) Memberikan pelayanan yang prima dalam arti adil, transparan dan akuntable kepada Anggota dan Calon anggota.
3) Memberikan balas jasa berdasarkan tingkat prestasi dan kontribusi anggota dan calon anggota Partisipasi aktif anggota dan calon anggota mampu membangun usaha produktif dan peningkatan pendapatannya
3. Tujuan
a. Meningkatkan kesejahteraan anggota dan calon anggota dengan semangat kebersamaan
b. Terbentuknya lembaga Ekonomi yang sehat sehingga membantu Pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja.
4. Kelembagaan
Pengurus :-
a. Ketua :Ahmad Zulyadaen,SH.
b. Sekretaris : Sudirman
c. Bendahara : H. Syahman
Nasruddin
Pengawas :-
a. Ketua : Busyairi, A.Md.
b. Anggota : Sirajun Nasihin, S.Pd.
M.Pd.I.
c. Anggota : Lalu Jupri Ikhsan, S. Sos
5. Struktur Organisasi, Tugas dan Fungsi KSP Karya Mandiri Jerowaru
6. Produk dan Layanan KSP Karya Madiri Jerowaru a. Produk Pinjaman/Pembiayaan Berjangka
Jenis-jenis pinjaman yang disalurkan oleh KSP
“Karya Mandiri “yang didasarkan oleh jangka waktu dan sistem pengembalian diantaranya.
1) Pinjaman/Pembiayaan Harian dengan jangka waktu 150 hari dikenakan jasa sebesar 2,50
%/bulan, Jaminan Usaha 0,50%/bulan, Kesejahtraan Anggota 1,00 %/bulan dan Simwa 1,00 %/ bulan dan administrasi 2% Cadangan Kerugian 1 % dibayar pada saat realisasi.
Pinjaman harian, adalah pinjaman yang disalurkan oleh KSP Karya Mandiri yang dikembalikan
dengan cara di angsur setiap hari pada hari kerja yang di tagih langsung oleh petugas lapangan 2) Pinjaman/Pembiyaan umum dengan jangka waktu
minimal 3 bulan dan maksimal 60 bulan, Pinjaman
< 12 bulan dikenakan bunga sebesar 1,10%/bln, Jaminan Usaha 0,28 %/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,47 %/bulan, Pinjaman < 24 bulan dikenakan bunga sebesar 1,05%/bln, Jaminan Usaha 0,26 %/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,44
%/bulan, Pinjaman < 36 bulan dikenakan bunga sebesar 0,96 %/bln, Jaminan Usaha 0,24 %/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,40 %/bulan, Pinjaman, Administrasi & provisi 2
%, cadangan
kerugian 1% dibayar pada saat realisasi. Pinjaman umum adalah, pinjaman yang disalurkan KSP Karya Mandiri yang di peruntukkan kepada anggota yang secara umum keperluan/kebutuhan pinjamannya, seperti kebutuhan komsumtif maupun produktif, yang sistem pengembaliannya setiap bulan.3) Pinjaman/ Pembiayaan Program Agrobisnis Musiman dengan jangka waktu minimal 3 bulan dan maksimal 6 bulan dikenakan bunga sebesar 1,20%/bln, Jaminan Usaha 0,30 %/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,50 %/bulan, Administrasi
& provisi 2 % cadangan kerugian 1% dibayar pada saat realisasi. Pinjaman Program Agrobisnis Musiman adalah Pinjaman yang disalurkan KSP Karya Mandiri terhadap pertanian yang sisitem pengembaliannya sekaligus.
4) Pinjaman/Pembiayaan Program Agrobisnis Bulanan dengan jangka waktu minimal 3 bulan dan maksimal 24 bulan, Pinjaman < 12 bulan dikenakan bunga sebesar 1,10%/bln, Jaminan Usaha 0,28 %/bulan, Kesejahtraan Anggota 0,47
%/bulan,, Pinjaman < 24 bulan dikenakan bunga sebesar 1,05%/bln, Jaminan Usaha 0,26 %/bulan,
Kesejahtraan Anggota 0,44 %/bulan,. Administrasi
& provisi 2 %, cadangan kerugian 1 % dibayar pada saat realisasi. Pinjaman Program Agrobisnis bulanan adalah Pinjaman yang disalurkan KSP Karya Mandiri terhadap budidaya rumput laut dan udang keramba yang sisitem pengembaliannya setiap bulan.
b. Syarat Mengambil Pembiayaan
1. Mengisi formulir permohonan menjadi anggota 2. Fotocopy KTP
3. Agunan berupa BPKB, Sertifikat Rumah, dll. B. Pembahasan
Berdasarkan hasil responden dalam penelitian ini adalah yang berada di KSPPS Karya Mandiri Jerowaru. Pengambilan sampel dari jenis kelamin, Umur, Pendidikan Terakhir, Jenis Usaha. Data di peroleh dari hasil kuisioner dengan melalui daftar pertanyaan yang sudah diberikan oleh peneliti. Secara rinci karakteristik responden di jelaskan dalam tabel berikut ini:
1. Deskripsi Data Responden
a. Karakteristik responden berdasarkan umur nasabah yang berada di KSPPS Karya Mandiri Jerowaru.
Tabel 4.1
Responden Berdasarkan Umur
NO Kategori Jumlah Prosentase
1 20 – 30 Tahun 19 0,19%
2 31 – 40 Tahun 23 0,23%
3 41 – 50 Tahun 37 0,37%
4 ≥ 50 Tahun 21 0,21%
Jumlah 100 100%
Sumber : data diolah, 2022
Dari tabel 4.1 di atas dapat diketahui bahwa responden dengan rentang umur 20 – 30 tahun sebanyak 0,19%.
Responden dengan rentang umur 31 – 40 tahun sebanyak 0,23%. Responden dengan rentang umur 41 – 50 tahun sebanyak 0,37%. Dan responden dengan rentang umur ≥ 50 tahun sebanyak 0,21%.
b. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin nasabah yang berada di KSPPS Karya Mandiri Jerowaru berikut:
Tabel 4.2.
Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
NO Kategori Jumlah Prosentase
1 Laki – laki 30 0,30%
2 Perempuan 70 0,70%
Jumlah 100 100%
Sumber : data diolah, 2022
Dari tabel 4.2. di atas dapat diketahui bahwa responden dengan jenis kelamin laki – laki sebanyak 0,30%
dan responden dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 0,70%.
c. Karakteristik responden berdasarkan menurut pendididkan terakhir nasabah yang berada di KSPPS Karya Mandiri Jerowaru berikut:
Tabel 4.3
Responden Menurut Pendidikan Terakhir
Jenis Pendidikan Frekuensi Persentase
SD 40 0,40%
SMP 30 0,30%
SMA/MA/SMK 30 0,30%
Jumlah 100 100%
Sumber : data diolah, 2022
Berdasarkan tabel 4.3 di atas, menunjukkan bahwa pendidikan terakhir responden nasabah di KSPPS Karya
Mandiri Jerowaru yaitu nasabah yang pendidikan terakhirnya SD sebanyak 40 orang, SMP 30 orang, SMA/MA/SMK sebanyak 30 orang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar nasabah KSPPS Karya Mandiri Jerowaru berpendidikan terakhir SD sebanyak 40 orang.
d. Karakteristik Responden Menurut Jenis Usaha Data mengenai jenis usaha nasabah di KSPPS Karya Mandiri Jerowaru berikut:
Tabel 4.4
Responden Menurut Jenis Usaha
Jenis Usaha Frekuensi Persentase
Pedagang Pupuk 8 0,8%
Petani Tembakau 10 0,10%
Warung Makan 24 0,24%
Pedagang Sembako 58 0,58%
Jumlah 100 100%
Sumber : data diolah, 2022
Berdasarkan tabel 4.4 di atas, menunjukkan bahwa sebanyak 100 nasabah yang menggunakan pembiayaan Murabahah untuk jenis usaha pedagang pupuk, diikuti jenis usaha petani tembakau, warung makan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar nasabah di KSPPS Karya Mandiri Jerowaru untuk jenis usaha pedagang sembako sebanyak 58 nasabah.
2. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk menghitung korelasi antara masing-masing pernyataan dengan skor total untuk mengetahui ketepatan dan kelayakan dari butir-butir angket yang diajukan sehingga variabel bisa diidentifikasi. Alat ukur yang bisa digunakan dalam pengujian validitas suatu angket dengan skor keseluruhan dari responden terhadap informasi dalam kusioner.
Berikut adalah hasil uji validitas dan reliabilitas angket dengan menggunakan aplikasi SPSS yang dilakukan penelitian kepada 100 responden dengan jumlah 5 item unntuk variabel (X1) dan (Y) berjumlah 4 item pertanyaan.
Hasil yang diperoleh adalah berikut:
Tabel 4.5
Uji Validitas Variabel Pembiayaan Murabahah (X1)
No R-hitung R-tabel Status
X1.1 0,686 0,1946 Valid
X1.2 0.759 0,1946 Valid
X1.3 0.678 0,1946 Valid
X1.4 0,663 0,1946 Valid
X1.5 0.743 0,1946 Valid
Sumber: Hasil Data Angket Melalui SPSS Statistics 22 (2022) Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa semua butir angket yang digunakan dalam variabel Pembiayaan Murabahah (X1) nasabah di KSPPS Karya Mandiri Jerowaru dinyatakan valid.
Selanjutnya hasil output SPSS yang diperoleh untuk uji validitas dari variabel Peningkatan UMKM (Y) bisa dilihat dari table berikut.
Tabel 4.6
Uji Validitas Variabel Peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) (Y)
No R-hitung R-tabel Status
Y.1 0,719 0,1946 Valid
Y.2 0.748 0,1946 Valid
Y.3 0.763 0,1946 Valid
Y.4 0,772 0,1946 Valid
Sumber: Hasil Data Angket Melalui SPSS Statistics 22 (2022)
Berdasarkan pengujian pada tabel uji validitas diatas, diketahui bahwa nilai rhitung > rtabel, r tabel dalam penelitian ini sebesar 0,1840 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator variabel Peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam penelitian ini adalah valid.
Maka pernyataan pada variabel Peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM ) relevan atau sesuai dengan analisis dalam penelitian ini.
b. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variebel dan dikatakan reliable atau handal jika jawaban seorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Dasar pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas adalah apabila nilai rAlpha positif serta rAlpha >
rtabel, maka butir atau variabel tersebut reliabel.
Tabel 4.7
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pembiayaan Murabahah dan Peningkatan UMKM
No Variabel Cronbach
Alpha
Keteranga n 1. Pembiayaan
Murabahah (X1)
0,749 Reliabel
2. Peningkatan UMKM (Y)
0,741 Reliabel
Sumber: Hasil Data Angket Melalui SPSS Statistics 22 (2022)
3. Uji Asumsi Klasik a) Uji Normalitas
Uji normalitas adalah pengujian untuk mengetahui apakah data yang diuji berdistribusi normal atau tidak, berikut ini, merupakan hasil uji normalitas kuesioner yang telah diisi responden KSPPS Karya Mandiri Jerowaru.
Table 4.8
Hasil Uji Asumsi Klasik
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 1.53379424
Most Extreme Differences Absolute .073
Positive .053
Negative -.073
Test Statistic .073
Asymp. Sig. (2-tailed) .200
Sumber : data pengolahan SPSS versi 22 (2022) 4. Analisis Linier Sederhana
Analisis linier sederhana digunakan untuk menguji pengaruh satu variabel bebas atau variabel independen terhadap variabel terikat atau variabel dependen.
Tabel 4.9
Hasil Uji Linier Sederhana Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 2.755 1.130 2.439 .017
Pembiayaan Murabahah
.676 .056 .776 12.186 .000
Sumber : data pengolahan SPSS versi 22 (2022)
Berdasarkan nilai signifikansi dari tabel 4.9 dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembiayaan murabahah (X) berpengaruh terhadap perkembangan UMKM (Y). Maka diperoleh persamaan Y=
2,755+0,676X Keterangan:
1) Nilai konstanta yang dihasilkan sebesar 2,755 menunjukkan bahwa jika tidak dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu pembiayaan murabahah (X), maka tidak akan mengalami perkembangan.
2) Nilai koefesien regresi (X) (Pembiayaan Murabahah) sebesar 0,676 menunjukkan bahwa jika pembiayaan murabahah naik 1 satuan, maka (Y) perkembangan akan naik sebesar 0,676 dengan asumsi variabel lain dalam keadaan tetap.
4. Uji Hipotesis
Uji t digunakan untuk menguji apakah sebuah variabel bebas benar memberikan pengaruh terhadap variabel dependen. Asumsi jika probabilitas t lebih besar dari 5% atau 0,05 maka tidak ada pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen. Begitu juga sebaliknya, uji dilakukan dengan membandingkan nilai t hitung dan nilai t tabel dengan df=n-k=100-2=98 maka diperoleh hasil t tabel adalah 1,660, jika nilai t hitung> t tabel atau nilai signifikansinya kurang dari 5% (0.05), maka variabel independen berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Tabel Uji t 4.10 Uji Hipotesis Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 2.755 1.130 2.439 .017
Pembiayaan Murabahah
.676 .056 .776 12.186 .000
Sumber : data pengolahan SPSS versi 22 (2022)
Berdasarkan tabel 4.16, hasil uji t dalam penelitian dapat dijelaskan bahwa variabel pembiayaan murabahah (X) memiliki Nilai t hitung 12,186 yang artinya lebih besar dari nilai t tabel yaitu 1,660 dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 yang artinya lebih kecil dari 0,05, karena t hitung> t tabel dan nilai signifikansi < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel pembiayaan murabahah (X) berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan UMKM
Pembahasan
Berdasarkan hasil analisis data penelitian melalui perhitungan SPSS versi 22 yang menguji pengaruh antar variabel dalam penelitian ini.
Selanjutnya, dalam penelitian ini dijabarkan lebih jauh pengaruh pembiayaan murabahah terhadap peningkatan Usaha Mikro Kecil Menengah yang diteliti. Penjelasan pada penelitian ini akan lebih melengkapi hasil analisis data secara statistik pada peneliti sebelumnya, sehingga didapatkan gambaran yang komperhensif terkait pengaruh antar variabel dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis tentang pengaruh pembiayaan murabahah terhadap peningkatan usaha mikro kecil menengah yang dilakukan melalui perhitungan SPSS versi 22, dilihat dari persamaan regresi yang didapat yaitu Y= 2,755+0,676X, dari persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan bahwa koefesien regresi sebesar 2,755 untuk variabel pembiayaan murabahah adalah berpengaruh positif terhadap peningkatan anggota. Dari hasil uji t dapat dilihat nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 12,186 > 1.660 dan hasil signifikansi lebih kecil dari 5% yaitu 0,000 < 0,05, dapat disimpulkan bahwa Ho
ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa pembiayaan murabahah berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan anggota UMKM.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Maya Sari (2019) yang menyatakan bahwa pembiayaan murabahah mempunyai pengaruh positif terhadap perkembangan UMKM. Hal ini dilihat dari hasil uji t hitung sebesar 6.212 > t tabel 2.005 sehingga variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dan signifikansi bernilai 0.00 <
0.05 sehingga Ha ditolak dan Ho diterima. Hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh maya Sari adalah lokasi penelitian. Di mana penelitian yang dilakukan oleh Maya Sari berlokasi di BMT Fajar Lampung, sedangkan dalam penelitian ini berlokasi di KSPPS Karya Mandiri Jerowaru Kabupaten Lombok Tmur.
Berdasarkan pernyataan responden yang didapatkan oleh peneliti mengenai pembiayaan murabahah yang didapat melalui kuesioner dengan perhitungan skala likert diperoleh sebanyak 70,9% responden setuju bahwa margin keuntungan pembiayaan murabahah yang disepakati diawal tidak memberatkan responden. Ini membuktikan bahwa responden tidak mengalami kesulitan dalam mengangsuran pembiayaan karena bagian marketing KSPPS Karya Mandiri akan melakukan penarikaan angsuran setiap bulannya. Sebanyak 1,94 % dalam jangkaa 1 tahun anggota merasa puas dengan pembiayaan murabahah yang terdapat di KSPPS Karya
Mandiri Jerowaru. Anggota setuju bahwa persyaratan awal mengajukan pembiayaan murabahah mudah di penuhi. Kemudian anggota setuju bahwa besar pembiayaan yang diterima mencukupi kebutuhan usaha mereka, dan anggota juga setuju bahwa jumlah angsuran yang dibayarkan disesuaikan dengan pendapatan usaha mereka.
Berdasarkan pernyataan responden yang didapatkan oleh peneliti mengenai perkembangan usaha mikro kecil menengah yang didapat melalui kuesioner dengan perhitungan skala likert di peroleh sebanyak 62.2% setuju bahwa modal usaha mereka bertambah setelah memperoleh pembiayaan murabahah. Dengan adanya pembiayaan murabahah di KSPPS Karya Mandiri Jerowaru setuju bahwa perkembangan usaha mereka meningkat, sebanyak 75.6% juga setuju bahwa usaha yang dijalankan anggota mengalami kenaikan omset/nilai penjualan, sebanyak 84.1% setuju bahwa pendapatan usaha mereka meningkat, sebanyak 80.5% responden setuju bahwa bertambahnya peluang pengembangan usaha serta berkembang sesuai apa yang diharapkan oleh anggota UMKM.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rifka Annisa (2017) yang menyatakan bahwa pembiayaan murabahah dan mudharabah berpengaruh terhadap perkembangan UMKM pada nasabah BMT Hidayatul Muamalah Baturetno Wonogiri. Hal ini dilihat dari hasil uji t pengaruh pembiayaan murabahah terhadap perkembangan UMKM pada nasabah BMT Hidayatul Muamalah Baturetno Wonogiri dengan nilai t hitung > t tabel yaitu 7,627> 2,004 dimana nilai signifikansinya 0,000<
0,05. Hal yang membedakan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Rifka Annisa adalah fokus penelitian dan lokasi penelitian.
Dimana penelitian yang dilakukan oleh Rifka Annisa berfokus pada dua pembiayaan, yaitu pembiayaan murabahah dan mudharabah dan penelitian ini berlokasi di BMT Hidayatul Muamalah Baturetno Wonogiri, sedangkan dalam penelitian ini berfokus hanya pada satu pembiayaan, yaitu pembiayaan murabahah dan berlokasi di KSPPS Karya Mandiri Jerowaru. Penelitian yang dilakukan oleh Rifka Annisa didukung oleh penelitian yang dilakukan Henita Sahany yang menyatakan bahwa pembiayaan murabahah dan mudharabah berpengaruh secara signifikan terhadap perkembangan sektor UMKM. Dapat dilihat dari hasil uji pada