• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN

3.1 Teknik pengumpulan data

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan data kuantitatif yaitu dengan cara mengumpulkan data sekunder yang disediakan dari perusahaan, internet serta referensi-referensi lainnya. Setelah didapatkan data sekunder selanjutnya dilakukan pengolahan data dan analisis berdasarkan teori yang berkaitan untuk menyelesaikan masalah serta dapat melakukan penarikan kesimpulan.

Data sekunder yang diperoleh dari PT. AKA Geosains Consulting yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang didapatkan dari literatur dan yang diarsipkan oleh perusahaan. Data sekunder yang digunakan adalah sebagai berikut :

• Data cadangan sumber daya pada pit PT. X

• Data hasil Design geometri jalan

• Data batas dan keterdapatan cadangan pada kompartemen penambangan.

• Peta topografi tambang terbuka PT. X

• Spesifikasi alat gali-muat, alat angkut dan alat penunjang kegiatan penambangan PT. X

• Faktor koreksi pada produktivitas (swell factor, bucket fill factor, efisiensi kerja alat, Physical Availibility dan Machine Availibility).

• Harga beli alat berat.

Insurance, Interest dan Tax pada biaya kepemilikan alat.

• Kebutuhan biaya operasi alat.

• Waktu kerja perusahaan

• Data permintaan kadar smelter (Kadar Ni, rasio Fe/Ni, SiO/Mg dan Co)

28

• Data nilai kurs dollar terhadap rupiah dan data nilai bunga bank yang didapatkan dari laporan kurs Bank Indonesia, Oktober 2021.

3.2 Teknik Pengolahan Data

Metode penelitian ini dilakukan dengan metode operation research dengan teori Linear Programming. Operation research adalah sebuah cabang ilmu yang mulai berkebmbang sejak perang dunia ke-2 dan digunakan untuk mengusahakan pencarian cara pengoperasian yang optimal dari suatu sistem kerja, sistem produksi, dsb. Pendekatan khusus ini bertujuan untuk membentuk suatu model ilmiah dari sistem dengan menggabungkan faktor seperti kesempatan dan resiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil- hasil dari beberapa keputusan, strategi atau pengawasan. (Operation Research Society of Great Britain)

Teori yang digunakan oleh penulis pada metode operation research adalah Teori keputusan oleh Peter Ducker, yang terdiri dari (STERMOLE, 1974):

1. Mendefinisikan problema 2. Analisa Problema

3. Pengembangan alternatif solusi terbaik

4. Pengambilan keputuan berdasarkan penyelesaian terbaik 5. Implementasikan keputusan terhadap tindakan

Simulasi pencampuran pada produksi bijih nikel dengan metode Linear Programming dilakukan menggunakan software LiPS sehingga didapatkan urutan penambangan dengan jumlah ton bahan galian (ore) sesuai dengan target produksi bijih nikel dan kadar Ni, rasio Fe/Ni, Si/Mg dan kadar Co dengan biaya paling minimum tiap tahunnya.

29 3.3 Jadwal Penelitian

1. Lokasi Kegiatan

Lokasi penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di PT AKA Geosains Consulting. Beralamat di Ruko Golden Madrid 2 Blok H No 23 BSD City Serpong. Jl. Letnan Sutopo No.2, Lengkong Gudang Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15311.

2. Waktu Pelaksanaan

Tugas akhir ini dilaksanakan pada Januari – Maret 2021, dengan rincian waktu atau timeline sebagai berikut:

2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1 Studi Literatur 2 Pengambilan Data 3 Pengolahan Data 4 Penyusunan laporan

Minggu ke-

MEI

No. Uraian Kegiatan Januari Febuari Maret April

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER Minggu ke-

JUNI JULI

Tabel 3. 1 Rincian Waktu Pelaksanaan Tugas Akhir

30 3.4 Bagan Alir Penelitian

Bagan 3. 1 Alur penelitian

Studi Literatur

Pengumpulan Data

Data Sekunder

1. Data hasil optimasi final desain pit.

2. Data model blok.

3. final pit desain

4. Peta Topografi tambang terbuka PT. X

5. Spesifikasi alat gali-muat, alat angkut dan alat penunjang kegiatan penambangan PT X 6. Faktor koreksi pada produktivitas

7.Harga Nikel berdasarkan CMO World Bank 8. Data nilai kurs dollar terhadap rupiah

1. Menentukan simulasi blending produksi kadar minera dan tonasel pada produksi bijih nikel pertahun dengan cost paling minimum pada PT. X tiap tahunnya.

2. mengetahui jumlah kebutuhan alat

3. mengetahui biaya operasi produksi bijih nikel tiap tahunnya

Pembahasan:

simulasi blending produksi bijih nikel

Kesimpulan dan saran

31

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Daerah Penelitian

4.1.1 Geologi regional

Daerah Proyek berlokasi sekitar ± 300 kilometer sebelah tenggara Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia (Gambar 2-1). Koordinat pusat wilayah adalah X: 319179 dan Y: 9763284, diambil menggunakan sistem koordinat proyeksi WGS 1984 UTM Zona 51S. Secara administratif IUP PT. X terletak di Kecamatan Lembo Raya, Lembo, dan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. (BPS Sulawesi Tengah, 2017).

Topografi Wilayah Proyek didominasi oleh garis punggungan berarah timur laut hingga barat daya yang memiliki ketinggian di wilayah ini antara 20 - 600 m di atas permukaan laut (ASL). Drainase terjadi melalui serangkaian anak sungai yang hampir paralel di kedua sisi garis punggungan. (PT. AKA GEOSAINS, 2021)

Gambar 4. 1 Lokasi IUP PT. X

32 4.1.2 Geologi local

Morfologi dari area proyek penambangan ini berupa dataran bergelombang, perbukitan bergelombang dan bukit terjal. Hasil pemetaan geologi permukaan, litologi di kawasan konsesi terbagi menjadi 2 (dua) jenis batuan yaitu batuan ultrabasa dan batuan Aluvial. Batuan ultrabasa didominasi oleh peridotit. Peridotit umumnya muncul dalam kondisi segar berwarna hijau tua sampai abu-abu dan coklat kemerahan sampai coklat tua pada kondisi lapuk. Didominasi oleh mineral primer olivin, piroksen, dan sedikit kromit dan magnetit. Sebagian besar batuan ultrabasa di areal konsesi telah mengalami serpentinisasi dengan derajat yang bervariasi, retak dan breksiasi. Umumnya proses laterisasi di area konsesi lemah - sedang. Ciri permukaan unit ini adalah tanah laterit (limonit).

Gambar 4. 2 Peta geologi lokal PT X 4.1.3 Zona mineralisasi

Deposit pada proyek penambangan PT. X merupakan deposit nikel laterit.

Komposisi ini terdiri dari oksida besi di permukaan (limonit) dan magnesium silikat di bawah (saprolit). Endapan nikel PT. X terbentuk di atas batuan

33

ultrabasa melalui proses lateralisasi. Profil laterit berkembang dengan baik dan terlindung dari erosi dengan adanya Iron Cap (Gossan). Di beberapa daerah Iron cap telah hancur, sehingga menunjukan keberadaan laterit. Secara umum, profil laterit dari konsesi PT. X ini terdiri dari campuran limonit (lapisan penutup dan limonit) dengan saprolit kadar rendah hingga tinggi yang terletak di atas batuan dasar harzburgite.

Gambar 4. 3 Skema profil nikel laterit

Nikel laterit adalah produk laterisasi atau pelapukan kimiawi yang intens dari batuan ultrabasa, terutama varietas yang kaya olivin seperti peridotit harzburgit dan dunit. Curah hujan yang tinggi dan pelapukan yang intens memecah harzburgit dan dunit peridotit yang mudah lapuk dan elemen Mg dan Si yang lebih bergerak cenderung meninggalkan profil pada tingkat yang jauh lebih cepat daripada Fe dan Ni/Co yang kurang bergerak. Dengan demikian, zona Fe laterit dan limonit yang tinggi melapisi saprolit pelapukan batuan ultrabasa dan di mana erosi laterit Fe bagian atas rendah, kedalaman cukup dalam dapat terbentuk.

34

Mineralisasi nikel terutama berada di dasar laterit dan bagian atas saprolit dan yang lebih primer, tanah liat kaya Mg dalam saprolit ultrabasa. Ketika pelapukan sangat dalam maka lebih banyak Ni dapat ditemukan di laterit Fe, tetapi pengayaan Ni terbesar terutama di dalam saprolit batuan ultrabasa yang mendasari dekat zona kontak dengan Fe laterit.

4.2 Perencanaan penambangan

Berdasarkan laporan estimasi sumber daya mineral yang disusun oleh PT.

AKA GEOSAINS CONSULTING sebagai dasar laporan pembuatan JORC Report PT. X didapatkan cadangan sebagai berikut:

Tabel 4. 1 Ringkasan hasil report cadangan Terkira PT. X

Cadangan bijih PT. X ini diklasifikasikan berdasarkan tahapan tingkat rincian yang telah dilakukan dalam perencanaan penambangan seperti desain pit dan tingkat keyakinan terhadap sumber daya tersebut sehingga cadangan bijih tersebut dianggap sebagai cadangan terkira (Probable). Berdasarkan kode KCMI 2011 cadangan bijih terkira pada PT. X dapat di klasifikasikan sebagai sumber daya mineral terunjuk (Indicated) yang ekonomis untuk ditambang dan dalam beberapa kondisi juga merupakan bagian dari sumberdaya terukur. (KCMI, 2011)

Pada hasil laporan cadangan terkira (Probable) PT. X ini didapatkan cadangan bijih ore nikel sebesar 7.096.065 wmt dengan densitas 1.63 ton/m3 pada lapisan limonit dan 1.59 ton/m3 pada lapisan saprolite. Jumlah ton bijih tersebut sudah termasuk perhitungan mining recovery pada lapisan limonit dan saprolite sebesar 90% untuk limonit dan 85% pada saprolite. Cut Of Grade yang digunakan pada penambangan PT. X adalah sebesar 1.48 sehingga didapatkan Ni dengan kadar 1.70 (sudah termasuk dilusi 1%). Faktor dilusi diterapkan dalam proses estimasi ini untuk mengkonversikan 71 tonase nikel

Waste Ni Fe Co SiO2 Mgo Cao

(bcm) (bcm) (wmt) (%) (%) (%) (%) (%) (%)

Lim 1.48 383,836 625,653 1.52 40.50 0.11 10.45 2.37 0.03

Sap 1.48 4,069,441 6,470,412 1.72 16.35 0.04 39.25 17.61 0.73

18,920,000 4,453,277 7,096,065 1.70 18.37 0.04 36.84 16.33 0.67 18,920,000

Class Material CoG ORE

Probable

Total

35

insitu menjadi tonase nikel berdasarkan kadar air yang diterima, kemudian mengasumsikan kualitas dilusi juga diterapkan sebagai faktor untuk memperkirakan kualitas kadar nikel produk.

4.3 Penjadwalan Penambangan

Penjadwalan produksi penambangan dinyatakan dalam waktu tertentu dengan meliputi data tonase bijih (Ore) dan waste, kadar (kualitas) dan pemindahan material total dari tambang tersebut. penjadwalan produksi penambangan dilakukan untuk memaksimalkan net present value (NPV), Rate of return (ROR) dan Payback Period (PBP) (Dr. IR. WATERMAN SULISTYA BARGAWA, 2018).

Berdasarkan estimasi sumber daya yang dibuat oleh PT. AKA GEOSAINS CONSULTING dengan total cadangan bijih nikel sebesar 7,095,453 wmt, PT.

X menargetkan produksi bijih nikel sebesar 1.000.000 Ton per tahunnya.

Umur tambang (Life Of Mine) ditargetkan selama 7 tahun.

4.3.1 Pembagian Kompartemen Pada Pit

Pit desain akhir dibagi menjadi beberapa bagian kecil dalam bentuk kompartemen-kompartemen dengan tujuan untuk mempermudah blending kadar dari tiap kompartemen. Setiap kompartemen dilakukan blending kadar berdasarkan tonas-tonase dari tiap kompartemen agar tercapai kadar Ni dengan nilai 1.70. Tiap kompartemen diberi nama berbeda yaitu; Alpha (1), Beta (2), Charlie (3), Delta (4), Eko (5), Fanta (6), Golf (7), Hotel (8), Indie (9).

36

Gambar 4. 4 Kompartemen Pit

Setelah final pit desain dibagi menjadi 9 kompartemen, dilakukan report pada tiap kompartemen dengan tujuan didapatkannya data jumlah besaran waste (bcm) dari lapisan limonit dan saprolite, Ton Ore (wmt), kadar Ni (termasuk dilusi), kadar Fe, kadar Co, kadar SiO2, kadar MgO, kadar CaO dari tiap kompartemen yang ada.

Tabel 4. 2 Data hasil report tiap kompartemen

WASTE ORE SR ni_dil fe co sio2 mgo cao

(Bcm) (Ton) (%) (%) (%) (%) (%) (%)

ALPHA 2,123,593.75 1,037,770.77 2.05 1.705 22.45 0.054 31.86 13.92 0.636 BETA 3,250,625.00 648,891.13 5.01 1.712 19.85 0.049 35.62 14.73 0.664 CHARLIE 1,974,453.13 857,336.88 2.30 1.675 20.05 0.05 33.43 15.31 0.705 DELTA 3,652,265.63 1,399,351.23 2.61 1.737 16.31 0.037 38.09 17.66 0.854 EKO 1,795,234.38 759,020.25 2.37 1.635 17.63 0.038 37 17.63 0.713 FANTA 1,792,187.50 564,192.62 3.18 1.643 17.95 0.044 38.08 15.68 0.804 GOLF 1,591,953.13 746,085.77 2.13 1.716 16.16 0.039 41.35 17.37 0.612 HOTEL 1,399,921.88 525,712.57 2.66 1.645 16.5 0.036 39.46 16.58 0.528 INDIE 1,339,765.63 557,071.60 2.41 1.823 17.97 0.045 39.44 17.86 0.292 TOTAL 18,920,000.00 7,095,432.82 2.67 1.702 18.384 0.044 36.823 16.306 0.674 KOMPARTEMEN

37 4.4 Perhitungan Produktivitas Alat Bijih Nikel

Dalam proses penambangan diperlukan peralatan tambang untuk menunjang selama proses penambangan berlangsung. Tiap kompartemen penambangan memiliki jarak yang berbeda-beda, sehingga produktivitas dumptruck memiliki nilai yang berbeda pula.

Perhitungan produktivitas alat angkut bijih nikel dilakukan dengan jarak yang berbeda sesuai dengan jarak dari kompartemen penambangan menuju Stockpile untuk penambangan bijih nikel pada PT. X. Untuk mendapatkan perhitungan produktivitas alat penggalian bijih nikel, Penulis menggunakan asumsi efisiensi kerja alat sebesar 75% dengan waktu kerja sebanyak 4847 dalam kurun waktu 1 tahun, 404 jam dalam kurun waktu sebulan dan 14 jam dalam waktu 1 hari berdasarkan referensi perusahaan. Besaran PA (Phisical Availibility) MA (Machine Availibility) didapatkan dari asumsi rencana kerja bulanan oleh perusahaan sebesar PA=90% dan MA=85%. Tabel rencana kerja bulanan oleh perusahaan dapat dilihat pada lampiran A.

Produktivitas alat dan waktu standart Cycle time yang ada pada Manual Book dari setiap alat yang digunakan. Biaya produksi akan ditentukan berdasarkan banyaknya alat yang akan bekerja.

4.4.1 Perhitungan Produktivitas Alat Gali Bijih Nikel

Pada penggalian bijih nikel digunakan alat Komatsu PC-200 dengan kapasitas bucket 0.93 m3. cycle time yang digunakan mengacu pada Handbook Komatsu 31th Edition sebesar 16 detik (Swing angle 45-90), serta menggunakan PA dan MA berdasarkan asumsi oleh rencana kerja bulanan oleh perusahaan sebesar PA=90% dan MA=85%. Perhitungan produktivitas Komatsu seri PC-300 adalah:

𝑃𝑟𝑜𝑑. 𝑃𝐶 200 =0.93 𝑚3× 0.9 × 1.1 × 60

0,29𝑚𝑖𝑛 × 0.75 × 0.76 × 1.601 × 0.90

× 0.85 = 131.47 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

38

4.4.2 Perhitungan Produktivitas Alat Gusur Bijih Nikel

Pada kegiatan penggalian bijih nikel digunakan bulldozer Komatsu D65E-12 untuk penggusuran material. Bulldozer D65E-12 memiliki kecepatan maju sebesar 113,33 m/menit dan kecepatan mundur sebesar 143,33 m/menit. Jarak dorong sebesar 25 meter. Jam kerja yang telah ditentukan oleh PT. X adalah sebesar 4847 jam selama satu tahun. Maka perhitungan produktivitas bulldozer D65E-12 adalah:

𝑃𝑟𝑜𝑑. = 6,8𝑚3× 60 × 0,49 × 0.90 × 0.85

( 25𝑚

113,33𝑚/𝑚𝑖𝑛) + ( 25𝑚

143,33𝑚/𝑚𝑖𝑛) + 0,05𝑚𝑖𝑛

× 0.76 × 1.601

𝑃𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑡𝑖𝑣𝑖𝑡𝑎𝑠 = 413.78 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

4.4.3 Perhitungan Produktivitas Alat Angkut Bijih Nikel Kompartemen Alpha`

Penggalian bijih nikel pada kompartemen Alpha digunakan Truck Hino jenis FM 260 JD dengan kapasitas Vessel 20 ton. Cycle time yang digunakan sebesar 11.76 menit dan asumsi effisiensi kerja 75%. Kecepatan truck pada saat keadaan isi 500 meter/menit dan saat keadaan kosong 666 meter/menit.

Perhitungan produktivitas Dump Truck Hino FM 260 JD adalah:

𝑃𝑟𝑜𝑑. = 20 𝑡𝑜𝑛 × 60 × 0.75 × 0.90 × 0.85

(3.94 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 3.4 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 2.6 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.8𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)

= 58.54 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

4.4.4 Perhitungan Produktivitas Alat Angkut Bijih Nikel Kompartemen Beta

Penggalian bijih nikel pada kompartemen Beta digunakan Truck Hino jenis FM 260 JD dengan kapasitas Vessel 20 ton. Cycle time yang digunakan sebesar 10.98 menit dan asumsi efisiensi kerja 75%. Kecepatan truck pada saat keadaan isi 500 meter/menit dan saat keadaan kosong 666 meter/menit.

Perhitungan produktivitas Dump Truck Hino FM 260 JD adalah:

39

𝑃𝑟𝑜𝑑. = 20 𝑡𝑜𝑛 × 60 × 0.75 × 0.90 × 0.85

(3.94 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 3.0 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 2.2 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.8𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)

= 62.29 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

4.4.5 Perhitungan Produktivitas Alat Angkut Bijih Nikel Kompartemen Charlie

Penggalian bijih nikel pada kompartemen Charlie digunakan Truck Hino jenis FM 260 JD dengan kapasitas Vessel 20 ton. Cycle time yang digunakan sebesar 10.98 menit dan asumsi efisiensi kerja 75%. Kecepatan truck pada saat keadaan isi 500 meter/menit dan saat keadaan kosong 666 meter/menit.

Perhitungan produktivitas Dump Truck Hino FM 260 JD adalah:

𝑃𝑟𝑜𝑑. = 20 𝑡𝑜𝑛 × 60 × 0.75 × 0.90 × 0.85

(3.94 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 3.3 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 2.5 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.8𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)

= 59.99 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

4.4.6 Perhitungan Produktivitas Alat Angkut Bijih Nikel Kompartemen Delta

Penggalian bijih nikel pada kompartemen Delta digunakan Truck Hino jenis FM 260 JD dengan kapasitas Vessel 20 ton. Cycle time yang digunakan sebesar 10.98 menit dan asumsi efisiensi kerja 75%. Kecepatan truck pada saat keadaan isi 500 meter/menit dan saat keadaan kosong 666 meter/menit.

Perhitungan produktivitas Dump Truck Hino FM 260 JD adalah:

20 𝑡𝑜𝑛 × 60 × 0.75 × 0.90 × 0.85

(3.94 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1.7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1.3 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.8𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)

= 71.14 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

4.4.7 Perhitungan Produktivitas Alat Angkut Bijih Nikel Kompartemen Eko

Penggalian bijih nikel pada kompartemen Eko digunakan Truck Hino jenis FM 260 JD dengan kapasitas Vessel 20 ton. Cycle time yang digunakan sebesar 10.98 menit dan asumsi efisiensi kerja 75%. Kecepatan truck pada

40

saat keadaan isi 500 meter/menit dan saat keadaan kosong 666 meter/menit.

Perhitungan produktivitas Dump Truck Hino FM 260 JD adalah:

𝑃𝑟𝑜𝑑. = 20 𝑡𝑜𝑛 × 60 × 0.75 × 0.90 × 0.85

(3.94 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1.7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1.3 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.8𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)

= 78.40 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

4.4.8 Perhitungan Produktivitas Alat Angkut Bijih Nikel Kompartemen Fanta

Penggalian bijih nikel pada kompartemen Fanta digunakan Truck Hino jenis FM 260 JD dengan kapasitas Vessel 20 ton. Cycle time yang digunakan sebesar 9.35 menit dan asumsi efisiensi kerja 75%. Kecepatan truck pada saat keadaan isi 500 meter/menit dan saat keadaan kosong 666 meter/menit.

Perhitungan produktivitas Dump Truck Hino FM 260 JD adalah:

𝑃𝑟𝑜𝑑. = 20 𝑡𝑜𝑛 × 60 × 0.75 × 0.90 × 0.85

(3.94 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 2.1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1.5 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.8𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)

= 73.67 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

4.4.9 Perhitungan Produktivitas Alat Angkut Bijih Nikel Kompartemen Golf

Penggalian bijih nikel pada kompartemen Golf digunakan Truck Hino jenis FM 260 JD dengan kapasitas Vessel 20 ton. Cycle time yang digunakan sebesar 7.96 menit dan asumsi efisiensi kerja 75%. Kecepatan truck pada saat keadaan isi 500 meter/menit dan saat keadaan kosong 666 meter/menit.

Perhitungan produktivitas Dump Truck Hino FM 260 JD adalah:

𝑃𝑟𝑜𝑑. = 20 𝑡𝑜𝑛 × 60 × 0.75 × 0.90 × 0.85

(3.94 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1.3 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.8𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)

= 86.47 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

41

4.4.10 Perhitungan Produktivitas Alat Angkut Bijih Nikel Kompartemen Hotel

Penggalian bijih nikel pada kompartemen Hotel digunakan Truck Hino jenis FM 260 JD dengan kapasitas Vessel 20 ton. Cycle time yang digunakan sebesar 7.96 menit dan asumsi efisiensi kerja 75%. Kecepatan truck pada saat keadaan isi 500 meter/menit dan saat keadaan kosong 666 meter/menit.

Perhitungan produktivitas Dump Truck Hino FM 260 JD adalah:

𝑃𝑟𝑜𝑑. = 20 𝑡𝑜𝑛 × 60 × 0.75 × 0.90 × 0.85

(3.94 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.7 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.5 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.8𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)

= 98.75 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

4.4.11 Perhitungan Produktivitas Alat Angkut Bijih Nikel Kompartemen Indie

Penggalian bijih nikel pada kompartemen Indie digunakan Truck Hino jenis FM 260 JD dengan kapasitas Vessel 20 ton. Cycle time yang digunakan sebesar 7.96 menit dan asumsi efisiensi kerja 75%. Kecepatan truck pada saat keadaan isi 500 meter/menit dan saat keadaan kosong 666 meter/menit.

Perhitungan produktivitas Dump Truck Hino FM 260 JD adalah:

𝑃𝑟𝑜𝑑. = 20 𝑡𝑜𝑛 × 60 × 0.75 × 0.90 × 0.85

(3.94 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 3.1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 2.3 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 1 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 + 0.8𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡)

= 61.57 𝑡𝑜𝑛/𝑗𝑎𝑚

4.5 Biaya Operasi (Operating cost) dan Biaya Kepemilikan (Owning cost) alat penambangan

Biaya operasi pada PT X menggunakan alat beli bukan alat sewa sehingga biaya operasi pada PT X didapatkan dari hasil jumlah biaya Perhitungan biaya kepemilikan (Owning cost) dan biaya operasi (Operating cost). Kepemilikan (Owning cost) terdiri dari nilai depresiasi, bunga (Interest), Pajak (Taxes), Asuransi (Insurance). Pada perhitungan depresiasi biaya kepemilikan digunakan metode straight line depreciation (SLD) dan asumsi nilai sisa sebesar 10%.

42

Biaya operasi (Operating cost) terdiri dari biaya penggantian ban, biaya perawayan sebesar 60% dari depresiasi, biaya pelumas (oli mesin, oli transmisi, final drives oil, oli hidraulik, dan Grease). Pada biaya operasi digunakan harga solar industri pertamina bulan oktober 2021 sebesar Rp 11,000,050 /liter.

4.5.1 Biaya kepemilikan (Owning cost) dan Biaya Operasi (Operating Cost) Excavator Komatsu PC-200

A. Biaya kepemilikan (Owning cost) PC-200

Pada biaya kepemilikan Komatsu PC-200 dihitung nilai depresiasi alat sebesar:

𝐷𝑒𝑝𝑟𝑒𝑠𝑖𝑎𝑠𝑖 = 1,300,000,000 − 130,000,000 38,776 𝑗𝑎𝑚

= 30,173 rupiah /jam Perhitungan bunga, pajak dan asuransi adalah :

𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡, 𝐼𝑛𝑠𝑢𝑟𝑎𝑛𝑐𝑒, 𝑇𝑎𝑥 = 55% × 1,170,000,000 × 10%

38,776

= 1,798 𝑟𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ/𝑗𝑎𝑚

Total biaya kepemilikan (Owning cost) Komatsu PC-200 adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑒𝑝𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑎𝑛 = 30,173 + 1,798 = 31,971 rupiah/jam B. Biaya operasi (Operation cost) Komatsu PC-200

1. Biaya perawatan

Biaya perawatan pada Komatsu PC-200 sebesar 60% dari depresiasi.

Perhitungan biaya perawatan pada Komatsu PC-200 perjam adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 = 60% × 30,173 = 18,104 rupiah /jam 2. Biaya bahan bakar

Konsumsi bahan bakar pada Komatsu PC-200 sebesar 8.9 liter/jam.

Perhitungan biaya konsumsi bahan bakar pada Komatsu PC-200 adalah:

43

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑟 = 8.9 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 × 11,050

= 98,345 rupiah /jam 3. Biaya pelumas, grease filter

a. Oli mesin

Komatsu PC-200 mengkonsumsi oli mesin sebesar 0.05 liter/jam dan harga oli mesin sebesar Rp 26,000/liter. Perhitungan biaya konsumsi oli mesin Komatsu PC-200 adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑜𝑙𝑖 𝑚𝑒𝑠𝑖𝑛 = 0.05 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 × 26,000

= 1,300 rupiah /jam b. Oli transmisi

Komatsu PC-200 mengkonsumsi oli transmisi sebesar 0.007 liter/jam dan harga oli transmisi sebesar Rp 26,000/liter. Perhitungan biaya konsumsi oli transmisi Komatsu PC-200 adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑜𝑙𝑖 𝑡𝑟𝑎𝑛𝑠𝑚𝑖𝑠𝑖 = 0.007 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 × 26,000

= 182 rupiah /jam c. Final drive oil

Komatsu PC-200 mengkonsumsi final drive oil sebesar 0.005 liter /jam dan harga final drives oil sebesar Rp 26,000 /liter. Perhitungan biaya konsumsi final drive oil adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑓𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑑𝑟𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 = 0.005 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 × 26,000

= 130 rupiah /jam d. Oli hidrolik

Komatsu PC-200mengkonsumsi oli hidarolik sebesar 0.03 liter/jam dan harga oli hidrolik sebesar Rp 26,000 /liter. Perhitungan biaya konsumsi oli hidrolik adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑜𝑙𝑖 ℎ𝑖𝑑𝑟𝑜𝑙𝑖𝑘 = 0.03 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 × 26,000

= 780 rupiah /jam

44 e. Grease

Komatsu PC-200 mengkonsumsi grease sebesar 0.02 kg/jam dan harga grease sebesar Rp 35,000/kg. perhitungan biaya konsumsi grease adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑔𝑟𝑒𝑎𝑠𝑒 = 0.07 𝑘𝑔 × 35,000

= 2,447 rupiah /jam f. Filter

Komatsu PC-200 mengganti filter setiap 500 jam dengan harga Rp 1,409,779. Perhitungan biaya konsumsi filter adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑓𝑖𝑙𝑡𝑒𝑟 =1,209,723

500 = 2,419 rupiah /jam Dari biaya kepemilikan (Owning cost) dan biaya operasi (Operating cost) yang telah dihitung, maka biaya produksi perjam alat dapat dihitung dengan menjumlahkan biaya kepemilikan dan biaya operasi.

Berikut ini merupakan tabel komponen – komponen Komatsu PC-200 dari biaya yang diperhitungkan sebagai berikut :

Tabel 4. 3 Perhitungan biaya produksi komatsu PC-200 OWNING COST

DEPRESIASI

Harga Beli 1,300,000,000 Rupiah

Nilai Sisa 130,000,000 Rupiah

Nilai Depresiasi Bersih 1,170,000,000 Rupiah

Umur Depresiasi 38,776 jam

DEPRESIASI 30,173 Rupiah/jam

BUNGA, PAJAK, DAN ASURANSI

Faktor 55 %

Bunga 7.75 %

Asuransi 1 %

Pajak 1 %

Waktu Kerja 38,776 Jam

Investasi Tahunan Rata-Rata 1,798 Rupiah/jam

TOTAL BIAYA KEPEMILIKAN 31,971 Rupiah/jam

45 OPERATING COST

Biaya Perawatan 18,104 Rupiah/jam

Biaya BBM 98,345 Rupiah/jam

Biaya Pelumas

oli mesin 1,300 Rupiah/jam oli transmisi 182 Rupiah/jam Final Drive oil 130 Rupiah/jam Oli Hidrolik 780 Rupiah/jam

Grease 2,447 Rupiah/jam

Filter 2,419 Rupiah/jam

Tenaga kerja 11,139 Rupiah/jam

TOTAL BIAYA OPERASI 134,846 Rupiah/jam TOTAL BIAYA PRODUKSI

(+Biaya Kepemilikan) 166,817 Rupiah/jam

4.5.2 Biaya kepemilikan (Owning cost) dan Biaya Operasi (Operating Cost) Bulldozer Komatsu D-65

A. Biaya kepemilikan (Owning cost) Bulldozer D-65

Pada biaya kepemilikan bulldozer D-65 dihitung nilai depresiasi alat sebesar:

𝐷𝑒𝑝𝑟𝑒𝑠𝑖𝑎𝑠𝑖 = 4,050,000,000 − 450,000,000

38,776 𝑗𝑎𝑚 = 104,767.66 rupiah /jam Perhitungan bunga, pajak dan asuransi adalah :

𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡, 𝐼𝑛𝑠𝑢𝑟𝑎𝑛𝑐𝑒, 𝑇𝑎𝑥 = 55% × 4,500,000,000 × 10%

38,776

= 6623 𝑟𝑢𝑝𝑖𝑎ℎ/𝑗𝑎𝑚

Total biaya kepemilikan (Owning cost) Bulldozer D-65 adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑒𝑝𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖𝑘𝑎𝑛 = 104,767.66 + 6223 = 110,668 rupiah/jam

46

B. Biaya operasi (Operation cost) Bulldozer D-65 1. Biaya perawatan

Biaya perawatan pada bulldozer D-65 sebesar 65% dari depresiasi.

Perhitungan biaya perawatan pada bulldozer D-65 perjam adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑤𝑎𝑡𝑎𝑛 = 60% × 104,445 = 62,667 rupiah /jam

2. Biaya bahan bakar

Konsumsi bahan bakar pada bulldozer D-65 sebesar 15.5 liter/jam.

Perhitungan biaya konsumsi bahan bakar pada bulldozer D-65 adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑏𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑎𝑟 = 15.5 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 × 11,050

= 171,275 rupiah /jam 3. Biaya pelumas, grease filter

a. Oli mesin

Bulldozer D-65 mengkonsumsi oli mesin sebesar 0.06 liter/jam dan harga oli mesin sebesar Rp 26,000/liter. Perhitungan biaya konsumsi oli mesin bulldozer D-65 adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑜𝑙𝑖 𝑚𝑒𝑠𝑖𝑛 = 0.06 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 × 26,000

= 1,560 rupiah /jam b. Oli transmisi

Bulldozer D-65 mengkonsumsi oli transmisi sebesar 0.05 liter/jam dan harga oli transmisi sebesar Rp 26,000/liter. Perhitungan biaya konsumsi oli transmisi bulldozer D-65 adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑜𝑙𝑖 𝑡𝑟𝑎𝑛𝑠𝑚𝑖𝑠𝑖 = 0.05 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 × 26,000

= 1,300 rupiah /jam

47 c. Final drive oil

Bulldozer D-65 mengkonsumsi final drive oil sebesar 0.05 liter /jam dan harga final drives oil sebesar Rp 26,000 /liter. Perhitungan biaya konsumsi final drive oil adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑓𝑖𝑛𝑎𝑙 𝑑𝑟𝑖𝑣𝑒 𝑜𝑖𝑙 = 0.05 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 × 26,000

= 1,300 rupiah /jam d. Oli hidrolik

Bulldozer D-65 mengkonsumsi oli hidarolik sebesar 0.03 liter/jam dan harga oli hidrolik sebesar Rp 26,000 /liter. Perhitungan biaya konsumsi oli hidrolik adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑜𝑙𝑖 ℎ𝑖𝑑𝑟𝑜𝑙𝑖𝑘 = 0.03 𝑙𝑖𝑡𝑒𝑟 × 26,000

= 780 rupiah /jam e. Grease

Bulldozer D-65 mengkonsumsi grease sebesar 0.02 kg/jam dan harga grease sebesar Rp 35,000/kg. perhitungan biaya konsumsi grease adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑔𝑟𝑒𝑎𝑠𝑒 = 0.02 𝑘𝑔 × 35,000

= 699 rupiah /jam f. Filter

Bulldozer D-65 mengganti filter setiap 500 jam dengan harga Rp 1,409,779. Perhitungan biaya konsumsi filter adalah:

𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑘𝑜𝑛𝑠𝑢𝑚𝑠𝑖 𝑓𝑖𝑙𝑡𝑒𝑟 =1,409,779

500 = 2,819 rupiah /jam Dari biaya kepemilikan (Owning cost) dan biaya operasi (Operating cost) yang telah dihitung, maka biaya produksi perjam alat dapat dihitung dengan menjumlahkan biaya kepemilikan dan biaya operasi. Berikut ini merupakan tabel komponen – komponen bulldozer D-65 dari biaya yang diperhitungkan sebagai berikut :

48

Tabel 4. 4 Perhitungan biaya produksi Bulldozer D-65 OWNING COST

DEPRESIASI

Harga Beli 4,500,000,000 Rupiah

Nilai Sisa 450,000,000 Rupiah

Nilai Depresiasi Bersih 4,050,000,000 Rupiah Umur Depresiasi 38,776 Jam

DEPRESIASI 104,445 Rupiah/jam

BUNGA, PAJAK, DAN ASURANSI

Faktor 55 %

Bunga 7.75 %

Asuransi 1 %

Pajak 1 %

Waktu Kerja 38,776 Jam

Investasi Tahunan Rata-Rata 6,211 Rupiah/jam

TOTAL BIAYA KEPEMILIKAN 110,669 Rupiah/jam

OPERATING COST

Biaya Perawatan 62,667 Rupiah/jam Biaya BBM 171,275 Rupiah/jam

Biaya Pelumas

oli mesin 1,560 Rupiah/jam

oli transmisi 1,300 Rupiah/jam

Final Drive oil 1,300 Rupiah/jam

Oli Hidrolik 780 Rupiah/jam

Grease 699 Rupiah/jam

Filter 2,820 Rupiah/jam

Tenaga kerja 11,139 Rupiah/jam

TOTAL BIAYA OPERASI 253,539 Rupiah/jam TOTAL BIAYA OPERASI

(+Biaya Kepemilikan) 364,208 Rupiah/jam

Dokumen terkait