BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.5. Metode Pengumpulan Biaya
2.5.1 Pengumpulan Harga Pokok Produksi
Dalam pembuatan, terdapat dua kelompok biaya, yaitu biaya produksi dan biaya non produksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku produk, sedangkan biaya non produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan non produksi, seperti kegiatan pemasaran dan administratif umum.
Biaya produksi membentuk harga pokok produksi yang digunakan untuk menghitung harga pokok produk jadi dan harga pokok produk yang pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. Biaya non produksi ditambahkan pada harga pokok produksi untuk menghitung total harga pokok produk.
Total biaya produksi terdiri dari atas dua elemen yaitu biaya manufacturdan biaya komersial. Biaya manufaktur biasa juga disebut biaya produksi atau biaya pabrik. Biasanya didefenisikan sebagai jumlah dari tiga elemen biaya yaitu bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
Pengumpulan atau perhitungan harga pokok produksi dimulai dengan menjumlahkan biaya-biaya produksi yang terdiri dari atas biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, sehingga diperoleh total biaya yang dibebankan pada pekerjaan pada suatu periode. Untuk menghitung harga pokok produksi secara tepat dan teliti, biaya yang harus dikeluarkan harus diklasifikasi menurut aliran-aliran biaya itu sendiri.
Komponen biaya prduksi dimulai dengan menghubungkan biaya ke tahap yang berbeda dalam operasi bisnis. Pada akhir suatu jangka waktu operasi, perhitungan persediaan secara fisik harus dilakukan atas bahan baku, persediaan dalam proses dan persediaan barang jadi. Kemudian, pada akhir periode dibuat kalkulasi biaya barang yang dihasilkan (laporan beban produksi). Dalam akuntansi yang konvensional, komponen harga pokok produksi terdiri atas biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
Pengumpulan harga pokok produksi sangat ditentukan oleh cara memproduksi. Secara garis besar, cara memproduksi produk terbagi dua yaitu :
1. Produksi atas dasar pesanan
Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan melaksanakan pengolahan produknya atas dasar pesanan yang diterima dari pihak luar, contohnya perusahaan percetakan, perusahaan mebel, perusahaan tambang, perusahaan dok kapal.
2. Produksi massal
Perusahaan yang berproduksi massal melaksanakan pengolahan produksinya untuk memenuhi persediaan gudang. Umumnya produknya berupa produk standar, contohnya perusahaan semen, pupuk, makanan ternak, bumbu masak dan tekstil
Ada sebuah metode pengumpulan atau perhitungan biaya bahan baku agar terkendali dan terencana dengan baik yaitu dengan menggunakan sistem perpetual untuk mengendalikan biaya fabrikasi.
Sistem ini lebuh banyak dipakai daripada sistem periodik karena pengendalian biaya sehari-hari dapat dilakukan dengan sistem perpetual. Ada dua sistem akuntansi biaya perpetual, yaitu : metode harga pokok pesanan (job order costing) dan metode harga pokok proses (proses costing).
2.5.2 Metode Harga Pokok Pesanan
Harga pokok pesanan (job order costing) adalah cara perhitungan harga pokok produksi untuk produk yang dibuat berdasarkan pesanan.
Metode harga pokok pesanan dirancang untuk mengawasi biaya perusahaan dalam menghasilkan atau mengerjakan masing-masing pekerjaan pesanan. Sedangkan metode harga pokok proses dirancang untuk mengawasi biaya bagi perusahaan yang menghasilkan barang secara massal.
Dalam metode ini, biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan harga pokok produksi dihitung dengan cara
membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. Pada pengumpulan harga pokok pesanan, biaya yang dikumpulkan untuk setiap pesanan/kontrak/jasa secara terpisah dan setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya. Dalam pengertian lain, penentuan harga pokok pesanan adalah suatu sistem akuntansi yang menelusuri biaya pada unit individual atau pekerjaan, kontrak, atau tumpukan produk yang spesifik.
1. Karakteristik Perusahaan yang Produksinya Berdasarkan Pesanan - Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus
- Jika pesanan yang satu selesaidikerjakan, proses produksi mulai dihentikan dan memulai pesanan berikutnya.
- Produk dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pemesan yang satu dapat berbeda dengan yang lainnya.
- Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan, bukan untuk memenuhi persediaan digudang
2. Karakteristik Biaya Pesanan
- Sifat produksinya terputus-putus, tergantung pada pesanan yang diterima
- Bentuk produk tergantung dari spesifikasi pemesan
- Pengumpulan biaya produksi dilakukan pada kartu biaya pesanan yang memuat rincian untuk masing-masing pesanan
- Total biaya produksi dikalkulasi setelah pesanan selesai
- Biaya produksi per unit dihitung dengan membagi total biaya produksi dengan total unit yang dipesan
- Akumulasi biaya umumnya menggunakan biaya normal
- Produk yang sudah selesai langsung diserahkan kepada pemesan 3. Kartu Biaya Pesanan
Kartu biaya pesanan adalah dokumen dasar dalam penentuan biaya pesanan yang mengakumulasi untuk setiap pesanan.
Biaya diakumulasi setiap bacth atauloydalam sistem biaya pesanan menunjukkan bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung serta biaya overhead pabrik yang dibebankan untuk suatu pesanan.
4. Ciri Khusus Harga Pokok Pesanan
- Tujuan produksi perusahaan adalah untuk melayani pesanan pembeli yang bentuknya tergantung pada spesfikasi pesanan.
Sehingga sifat produksinya terputus-putus dan setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya secara jelas.
- Biaya produksi dikumpulkan untuk setiap pesanan dengan tujuan dapat dihitung harga pokok pesanan dengan relatif, teliti dan adil.
- Biaya produksi dibagi dua jenis. Pertama, biaya langsung atau (direct cost) yang meliputi biaya bahan baku (raw material) dan biaya tenaga kerja langsung (direct labour cost) yang dihitung berdasarkan biaya sebenarnya. Kedua, biaya tidak langsung (indirect cost) yang meliputi biaya produksi diluar biaya bahan
baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung dihitung berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka.
- Harga pokok pesanan untuk setiap pesanan dihitung pada waktu pesanan selesai diproduksi.
- Harga pokok satuan ditetapkan dengan cara membagi total biaya suatu pesanan yang bersangkutan dengan jumlah satuan produk pesanan yang bersangkutan. Untuk mengumpulkan biaya produksi masing-masing pesanan, dipakai harga pokok pesanan (job order cost method).
5. Manfaat Informasi Harga Pokok Pesanan
- Menentukan harga yang dibebankan kepada pemesan.
- Mempertimbangkan penerimaan atau penolakan pesanan - Memantau realisasi produksi
- Menghitung laba atau rugi tiap pesanan
- Menentukan harga pokok persedian produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca
6. Syarat Penggunaan Metode Harga Pokok Pesanan
Masing-masing pesanan, pekerjaan, atau produk dapt dipisahkan identitasnya secara jelas dan perlu dilakukan penentuan harga pokok pesanan secara individual. Biaya produksi harus dipisahkan kedalam dua golongan, yaitu biaya langsung (BBB &
BTKL) dan biaya tidak langsung (selain BBB & BTKL). BBB dan BTKL dibebankan/diperhitungkan secara langsung terhadap pesanan
yang bersangkutan. Sementara BOP dibebankan kepada pesanan atas dasar tarif ysng ditentukan dimuka.
Harga pokok setiap pesanan ditentukan pada saat pesanan selesai. Harga pokok per satuan produk dihitung dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dibebankan pada pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan. Untuk mengumpulkan biaya produksi tiap pesanan dilakukan “kartu harga pokok” (job cost sheet) yang merupakan rekening atau buku pembantu bagi rekening kontrol barang dalam proses.
2.5.3 Metode Harga Pokok Proses
Harga Pokok Proses (prosesing cost) merupakan metode perhitungan harga pokok produk berdasarkan kepada pengumpulan biaya-biaya produksi dalam suatu periode tertentu dibagi dengan jumlah unit produksi periode yang bersangkutan.
1. Karakteristik Produksinya
- Sistem produksi merupakan sistem produksi yang berjalan terus- menerus
- Pokok yang dihasilkan merupakan produksi massal yang bersifat seragam (homogen)
- Tujuan produksinya adalah untuk membentuk persediaan (inventory)
2. Ciri-ciri perusahaan yang menggunakan harga pokok proses - Proses produksinya berlangsung secara terus menerus - Produksi yang dihasilkan bersifat produk standar
- Tujuan produksi adalah untuk persediaan yang selanjutnya dijual - Tidak tergantung kepada spesifikasi pembeli
3. Manfaat Informasi Metode Harga Pokok Proses - Penentuan harga jual produk yang tepat - Memantau realisasi biaya produksi
- Menghitung laba/rugi per periodik secara transparan
- Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca
4. Karakteristik dan Prosedur Harga pokok Proses
- Laporan harga pokok produksi digunakan untuk mengumpulkan, meringkas, dan menghitung harga pokokbaik total mapupun per unit
- Biaya produksi perode tertentu dibebankan kepada produk melalui rekening barang dalam proses yang diselenggarakan untuk setiap elemen biaya
- Produksi dikumpulkan dan dilaporkan untuk satuan waktu atau periode tertentu. Apabila produk diolah melalui beberapa departemen, maka laporan porduksi dibuat untuk tiap departemen - Produk equivalen digunakan untuk menghitung harga pokok
satuan. Produk equivalen adalah suatu tingkat atau jumlah
produksi dimana pengolahan produk dinyatakan dalam ukuran selesai.
- Untuk menghitung harga pokok produk satuan, setiap elemen biaya produksi tertentu (misalnya, biaya bahan baku) dibagi dengan produksi equivalen untuk elemen biaya.
- Harga pokok yang diperhitungkan untuk mengetahui elemen- elemen yang menikmati biaya yang dibebankan, berapa yang menikmati produk selesai dari departemen tertentu atau pengolahan yang dipindahkan ke gudang atau departemen berikutnya dan berapa harga pokok produk dalam proses akhir.
- Apabila dalam prose pengolahan timbul produk hilang, produk rusak, produk cacat akan diperhitungkan pengaruhnya dalam harga pokok produk
5. Cara Menentukan Harga Pokok Produk pada Metode Harga Pokok Proses
- Mengumpulkan data prduksi setiap produk dalam periode tertentu untuk menyusun laporan produksi dan menghitung produksi equivalen dan harga pokok satuan.
- Mengumpulkan biaya bahan, tenaga kerja biaya overhead pabrik untuk setiap jenis produk dalam periode tertentu.
- Menghitung harga pokok satuan setiap elemen biaya, yaitu jumlah elemen biaya tertentu dibagi produksi equivalen dari elemen-elemen baiay yang bersangkutan.
- Menghitung harga pokok produk selesai yang dipindahkan ke gudang atau ke departemen berikutnya dan menghitung harga pokok produk dalam proses akhir