III. GULMA DI PERKEBUNAN KARET
6. Metode terpadu
Pengendalian
gulma
secaraterpadu adalah
menggunakan gabungan metode mekanis,kultur teknis, fisis, biologis dan kimia
secara tepat untuk menekan populasigulma dan
mempertahankannya padatingkat yang
tidakmerugikan, dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan.
Pada hakekatnyadi
perkebunan karet metode terpaduinilah
yang diterapkan untuk pengendalian gulma.Pengendalian Gulma Secara
Terpadu di
PerkebunanKaret
Perhatian terhadap pengelolaan jasad pengganggu tanaman secara telpadu telah berlangsung cukup lama. Pada tahun-tahun terakhir
ini
masalah pengelolaan tersebut mendapat perhatian yang besar, khususnyadi
negara yangtelah
maju.Dalam
usaha pendekatan pengendaliangulma
terpaduyang perlu
diperhatikzur adalah(ljitrosoedirdjo, dkk,
1 983):(a)
perpaduan semuafaktor yang penting sehingga dilakukan
pencirian(identifikasi )
masalahgulma yang dapat dihadapi
secaratepat
dan menyeluruh,pemilihan cara pengendalian yang tepat,
pengawasan pelaksanaan dan pemilihan bahan dan peralatan yang tepat, (b)
(c)
30
(d)
pengelolaan gulma dalamja"gLa
panjang memerlukan berbagai cata-cara pengendalianyang
dapat memberikanhasil lebih baik
sehingga secara ekonomi maupun ekologi dapat lebih dipertanggung jawabkan.Pengendalian gulma
di
perkebunan karet adalah dengan metode terpadu.Berdasarkan
defenisi
metode terpadudi
atasterlihat
adanyadua hal
penting,pertam4
pengendalian gulma dilakukantidak
hanyamutlak
dengan satu metodesaja tetapi
dengan gabungan beberapa metodeyang
secara tepat,dan
kedu4 metode untuk memberantas atau memusnahkan gulma secara total.Pengertian pengendalian gulma dengan gabungan beberapa metode yang
mungkin
secara tepat adalah menetapkan gabungan beberapa metode yang sesuaidengan keadaan tanaman
dan lingkungan
berdasarkan ketersediaan peralatan,tenaga terampil dan
batran-bahan, sertayang tidak kalah
pentingnya adalah pengeluaranbiaya
semurahmungkin
serta aman terhadap lingkungan terutama manusia (Nasution, I 986).Menekan populasi gulma dan mempertahankanya pada tingkat yang tidak
merugikan berarti
mengendallkan(control) gulma agar tumbuh pada
tingkat kerapatan dantinggi
tertentu serta mengedalikanjenis
(spesies) yang tumbuh agar hanyaterdiri dari jenis-jenis yang tidak menimbulkan kerugian yang berarti.Pemberantasan
gulma
cenderung mengakibatkangundulnya
permukaan tanah sehingga mendorong erosi dan cendrungpula
mengakibatkan pengguninnpestisida secara berlebihan dan dengan demikian mencemari
lingkungan, seterusnya yang tak kalah pentingnya adalah mengakibatkan pemborosan.Di
perkebunankaret
rumusan pemberantasanhanya
dikenakan kepada gulma tertentu yang sangat merugikan apabila tumbuhdi
areal pertanaman karetproduktif, yaitu
lalang karena efek persaingan, cepat berkembangbiak
dan sulit pengendaliannya,dan gulma sambung rambat Mknnia sp.) karena
efekpersaingan, alelopati dan cepatnya berkembang
biak.
Gulma kucing (Mimosa sp.)juga
diberantas darijalur
tanaman menghasilkan(TM)
terutama karena berdurisehingga mengganggu kegiatan
penyadapandan di musim kemarau
dapatmenimbulkan kebakaran (Nasution, I 986).
Dari
definisi metode terpadudi
atas terlihatjuga
bahwa tindakan menekanpopulasi gulma dilakukan
sehingga mencapaitingkat yang tidak
merugikan.Pengertian
tingkat
yangtidak
merugikan dapat dipandangdari dua
sudut yakni dari sudutbiologi
dan dari sudut ekonomi, masing-masing dikenal dengan ?mbang biologis dan ambang ekonomis.Tingkat
ambangbiologis
adalahtingkat maksimum
pertumbuhan gulma tertentu yang masih dapat ditenggang karena belum menimbulkan efek persaingan yang merugikan pertumbuhan dan produksi tanaman.Bila tingkat
pertumbuhan gulmanaik
akan menimbulkan kerugian bagi tanaman sebagai akibat persaingan gulma (van der Zweep,1980).Tingkat
ambang ekonomi gulma adalahtingkat
maksimum pertumbuhangulma yang masih dapat ditenggang karena belum meninibulkan
kerugianekonomi. Dapat juga dikatakan
sebagaitingkat
pertumbuhangulma
dimanatindakan
pengendalian harus dilaksanakanuntuk
mencegah pertumbuhan gulma mencapaitingkat yang merugikan ekonomi
perusahaan(Fryer dan
Shooichi,teeT).
Tingkat
arnbangekonomi
berubah-ubah sesuai dengan perubahannilai upah, harga herbisid4 harga
alat-alat,aplikasi dan
hargajual produksi
karet.Selain dari
itu
untuk menghitung tingkat ambang ekonomi perludikaahui
tingkat kerugian ekonomiyakni tingkat
terendah pertumbuhan yang menyebab kerugianekonomi. Ambang ekonorni
sebagai dasaruntuk
kebijaksanaan pengendaliangulma lebih rasional dan lebih langsung berkaitan dengan prisip
ekonomi perusahaan (Tjitrosoedirjo,dkk,
I 983).Saat ini di
perkebunankaret data kuantitatif untuk menduga
tingkatkerugian ekonomi belum tersedia, karena itu penentuan
kebijaksanaan pengendaliangulma di
perkebunankaret
sementara didasarkan pada penilaian kerugian secara kualitatif (Nasution, 1986).Dalam menetapkan metode pengendalian gulma secara terpadu pada suatu perkebunan
karet
tertentu dimanakondisi
tanamandan
pertumbuhan gulmanyatidak seragam sehingga tidak dapat
secaratotal dikenakan dengan
teknik pengendalian gulma yang seragam. Dengan demikian kebijaksanaan pengendaliangulma
harus ditetapkan secaradiskriminatif
berdasarkankondisi
tanaman karet, komunitasgulm4
kondisi lapangan dan pertimbangan ekonomi.Pendekatan Pengendalian
Gulma
pendekatan
kebijaksanaan pengendalaiangulma di perkebunan
karetmengikuti empat tahap yaitu : identifikasi masalah, pemilihan teknik
pengendalian, pelaksanaan pengendalian dan program pengelolaanjangka
pajang (Soejani danMotooka
1975).a.
Identikasi MasalahLangkah pertama dalam pendekatan untuk menetapkan
kebijaksanaan pengendaliangulma
adalah menentukan masalahyang dihadapi. Untuk itu gulma yang tumbuh di
lapangandan
perameter-parameter pertumbuhannya perlu dicatatmelalui
suatu survei pencatatan.Demikian
pulakondisi
tanaman karet dan lingkungan ikut dicatat dalam survei tersebut.Setelah
mengetahuijenis dan
paremeter-parametergulma yang
tumbuh,selanjutnya
dipertimbangkanpula
statusgulma yang dominan dan
yang umum terdapat. Dalam halini
segi kerugian dan manfaat gulma yang ada baik dalamhal
prokteksi tanaman karet, kelancaran kegiatan pengusahaan karet, dan segi lingkungan harus dipertimbangkan secara menyeluruh. Dengan cara demikian diketahui masalah gulma yang dihadapi.34
b. Pemilihan Metode Pengendalian
Tahapan kedua adalah pemilihan metode atau teknik pengendalian yang paling tepat. Dalam hal
ini
hendaklah secara terpisah dandikaji
pula apabila beberapa metode diantaranya digabungkan.Dalam memilih
metode pengendalian ini pertimbangan hendaklah didasarkan pada biaya dan keuntungan perusahaan.Selain daripada
itu perlu
puladitinjau
segi ketersediaan peralatan, bahan dan keterampilanteknik.
Pada setiap alternatif metode pengendalian yang dikaji, dampak ekologi harus dipertimbangkan.Pelaksanaaan Pengendalian
Dalam
melaksanakan metode pengendalian yangtelah dipilih, perlu
disusun suatu programkerja
pengendalian interdisiplin yang bersifat horizontal, yang maksudnya programkerja
pengendalian gulma diselaraskan dengan kegiatankultur teknik di
perkebunan kareL demikianjuga perlu
diselaraskan dengan program pengendalian hama dan penyakit.Setiap pelaksanaan metode pengendalian setelah selesai hendaklah dievaluasi dalam segi efekasi
ny4
biayanya maupun dampak ekologisnya.Hasil
evaluasiini dijadikan
pertimbangkanuntuk
program pengendalian gulmayang
akan datang.d.
Program Pengendalian Jangka PanjangProgram pengendalian gulma jangka panjang disusun berdasarkan pengalaman
dan
pelaksanEnn pengendaliangulma di
perkebunankaret. Dalam
programpengelolaan gulma
jangka
panjang termasuk tindakan-tindakan pencegahan (preventif) maupun tindakan pengendalian(kuratif)
dengan per,timbangan dari segi ekonomi dan ekologi.Baku
PenyinganGulrra di
Perkebunankaret
Untuk kebutuhan praktek pengelolaan gulma di
perkebunan . karet diperlukan suatu baku penyiangan yang dianggap normal untuk dijadikan sebagai pedoman umum.Di
dalam baku penyiangan normal tersebut terlihat dengan jelas gambarantinkat
ambang pengendalian gulma dengan paremeter-parameter yangjelas
dan dapatdiukur
ataudiamati di
lapangan.Tingkat
ambang pengendaliangulma
adalahtingkat
pertumbunangulma paling
maksimalyang nasih
dapat ditenggang sebelummenimbulkan efek
penekanan terhadap pertumbuhan dan produksi dan menimbulkan gangguanfisik
dan psikolgis yang berarti (Nasution,le86).
P4TM telah
menyusunbaku
penyiangangulma yang
didasarkan pada parameter-parameter.jenis/komunitas gulm4 penutup, kerapatan dan
tinggigulma. Masing-masing
parameter tersebut mempunyai batas-batas maksimum yang dapat ditenggang, yang secara praktis dianggap merupakantingkat
ambang pengendaliangulma. Baku
penyimpangangulma yang
merupakan pedoman umum tertera pada Tabel.l.
z F
v
aCO
b0()
z
6Jd
Cd
F
(doo(s(d(5 caAc.itri G-vu)Es
E-doo'=o+
JIarOF.lOm (llScr €4
allbI)€ra oo
d(d.o'(sEE g6
HE^o
0qE=()VE
L
(\
H .lO\O-v, o\HUda,)ntrO. r' O
xr)o
l-l c\ c! trb0tr\J€i
(gb0#Er oa ;6 d-v -o
o0,) ss i€ H bF g >E
z F
J1a(B
b0o
z
(-)cq
(gd
c0
F
o0cOIJ q!v^\a
=Co<, ca dbr)
tr(J €
cri o0oa
^qra 'd ^EE T" EE s I E8
o0'13?d().D()lire!'=i g .5
a A ax
o
r
(Bhl
Li la)I
(\
lJ a\ll .vdT'Hdoloti=tr)oQ C.I (db0F9 tq
oI)tr-? rYto-1 (50
c0-vs
5P(u-O o0doDo ()() 22
dI Arrr
ON
t!utt (d
Pq ;q
ctootr€Ei (,n s .o5
b0dooo
()o)az
s
poA Lr(:
e"o
.= caarl (sb0
tr(J €q
tr(do0€
r.+(,a G
\ Cd'5V.d2P Htrtr
L J.d'rcd -61
trbO 'cd - .=s e Hl 6 6 3:e
=5
E.! co)d
Otl o{)
tr(Jq
/Yio F': doo;rI] oo & cts
cdi.^b0 .=9pu €E atr
h0g
C)6)
v
cdbocd(-)o<ocd{)5a-;
6ldtr FCtr r).E
tsEatr!J-;-.q
iabosa Ed'&
-wg&F e'.i d
-o bo$oo
-,iE8otroo-i()(,
.tsc.; O o0do0oP.t,F
63o .t
do0cdoP{*
-v()t:
lr) \o@o\troa6z
L'()-oa
o)k.dv
.oG)k(.)O"Booz
30C).to
_.,)-
Di
dalam baku penyiangan gulma ditetapkan nofina-nonna umum unfukkondisi tanaman karet tertentu yang disebut kelas
penyiangan.Berikut ini
diuraikan lima kelas penyiangan yang diterbitkan P4TM.Tabel 2.lJrwantentang Norma-norma Kelas Penyiangan di Perkebunan Karet Kelas
Penyiangan
Uraian
P1
Dalam kelas ini,
secaranormatif hanya
tanamankaret
yang diperkenankan tumbuh. Menjelangtiap rotasi
penyiangan dapat ditenggangkangulma
golonganA, B dan C
dengan persentasepenutupan
5-25%
danc
dengan persentase penutup 5-25o/o dantinggi
5-10 cm bergantung pada umur tanarnan karet. Gulmayang dapat ditegangkan selain kacang-kacangan adalahrumput
lunak sepertiAgeratum,
Cyrtococcum, Paspalum,Ottochloa
danlun- lain dari
golonganA, B, dan C. Gulma
yangtidak
ditenggangadalah golongan D dan E, yaitu rumput tangguh
sepertiEupatorium, Lantana, Melasloma, keladi dan gulma
berduri-Kelas
penyianganP0
terdapatdi
pembibitan, kebun entres dan pada piringan pohon karet berumur 0-10 tahun'Secara
nomatif dalam kelas Pl hanya penutup
tanah kacang- kacangan menjalaryang
termasuk anjuranyang
diperkenankantumbuh. Namun menjelang tiap rotasi penyiangan,
gulmagolongan B dan C
diperkenankantumbuh,
dengan persentase penutupan maksimum 25o/o dantinggi
makmimum 30 cm. Gulma yang diperlukan tumbuh (dapat ditenggang) adalah rumput lunak38
P2
baik yang berdaun lebar mapun berdaun pita dari golongan
B
dan C.Gulma yang
tidak
dapat ditenggang adalah golonganD
dan Eyaitu gulma berdaun pita yang tangguh seperti Brachiaria mutica, lalang dan lain-lain, gulma
alelopati,Milania,
gulmaberkayu seperti Eupatorium, Lontana, dan
lain-lain.kelas penyianganPl
terdapat dalam gawang tanaman karetTBM.
Kelas penyiangan dimana kacang-kacangan, gulma lunak berdaun
pita maupun berdaun lebar diperkenankan tumbuh
dengan penutupan 25-50% dantinggi + 20 Cm,
bergantung pada umur tanaman karet. Gulma yang dapat ditenggang adalah gulma lunak baik yang berdaun pita maupun berdaun lebar golongan&
B, danC, dengan penutup maksimum 50 o/o dan tingr 20 cm. Gulma yang
tidak ditenggang adalah gulma berkayu seperti
Eupatorium,Lantana dan lain-lain dan gulma berbahaya seperti
lalang,Milcania serta gulma berduri (golongan D dan E).
Kelaspenyiangan ini terdapaf pada jalur tanaman karet
belummenghasilkan
(TBM).
Kelas
penyiangan dimana kacang-kacaflgan,gulma lunak
baik berdaunpita
maupun berdaun lebar,yaitu
golonganA, B
dan C diperkenankan tumbuh menutup permukaantanah
100 oA, tetapitingginya dikenalikan maksimum 30 cm.
Pengendalian dapatdilakukan membabat. Gulma golongan D dan E
tidakdiperkenankan tumbuh, sehingga perlu diberantas dengan interval
tertentu.
Kelas penyiangan P3 pada gawangan karetTM
sampaiberumur 15
-20
tahun.P3
p4
Kelas penyiangan dimana kacang-kacang dan gulma umum baik berdaunpit4
berdaun lebar dan gulma berkayu terkecuali lalangdiperkenankan tumbuh menutup tanah, asal tingginya
tidakmelebihi 30 cm.
Pengendaliantinggi gulma dapat
dilakukan dengan pembabatan. Kelas penyiangan P4 terdapat pada gawang karetTM
berumur lebih 15-20 tahun.p5 Kelas
penyiangandimana
kacang-kacangangulma lebar
dan gulma perdu berkayu dipekenankan tumbuh kecuali lalang. Kelas penyianganini terdapat
padaareal
tanamankaret yang
tidak produktif ataupun areal yang menjelang diremajakan.Sumber: Nasution, I 986.