B. Urgensi Peran dan fungsi Ibu dalam pendidikan anak menurut Islam
2. Metode Yang Dapat Digunakan dalam Hal Mendidik Anak;
a. Pendidikan dengan keteladanan b. Pendidikan dengan adat kebiasaan c. Pendidikan dengan nasihat
d. Pendidikan dengan perhatian e. Pendidikan dengan kasih sayang f. Pendidikan dengan hukuman (sanksi) g. Pendidikan dengan riwayat (cerita) h. Musyawarah
34 Ibid
35 http://dodypp.blogspot.com/2010/09/peran-dan-fungsi-orang-tua-dalam.html
a. Pendidikan dengan keteladanan
Keteladanan dalam pendidikan adalah metode Influentif yang paling meyakinkan keberhasilanya dalam mempersiapkan dan membentuk anak di dalam moral, spiritual dan sosial. Metode keteladanan dalam pendidikan merupakan metode yang paling berpengaruh dalam menyiapkan atau membentuk aspek moral anak-anak. Hal ini karena pendidik adalah contoh terbaik dalam pandangan anak yang akan ditirunya dalam tindak tanduknya.
Sang anak akan tumbuh dalam kebaikan, akan terdidik dalam keutamaan jika ia melihat kedua orang tuanya memberikan teladan yang baik demikian pula sang anak akan tumbuh dalam penyelewengan dan berjalan di jalan kufur, fusuq dan maksiat, jika ia melihat kedua orangtuanya memberi teladan yang buruk.
Oleh karena itu, wajib bagi kedua orang tua terutama ibu untuk memusatkan perhatianya kepada anaknya, dan tentunya orang tua juga harus menyediakan untuk anaknya, sekolah dan lingkungan yang cocok untuk menunjang pendidikan anaknya. Berkaitan dengan keteladanan ada satu ayat Al-qur’an yang mana ayat ini merupakan kecaman bagi orang orang yang perilakunya tidak sesuai dengan ucapanya.
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. ( Q.S. As-Shaf: 2-3)36
b. Pendidikan dengan adat kebiasaan
Salah satu wasiat Ibnu sina dalam pendidikan anak-anak,
“hendaknya bersama seorang anak kecil dalam pergaulan sehari- hari, karena anak kecil yang berbudi pekerti yang baik, beradat kebiasaan terpuji, dan karena anak kecil dengan anak kecil lebih membekas pengaruhnya, satu sama lain akan saling meniru terhadap apa yang mereka lihat dan perhatikan
c. Pendidikan dengan nasihat
Metode yang lain dalam pendidikan adalah dengan pemberian nasehat. Sebab nasehat ini dapat membukakan mata anak-anak pada hakekat sesuatu, dan mendorongnya menuju situasi luhur, dan menghiasinya dengan akhlak yang mulia, dan membekalinya dengan prinsip-prinsip Islam. Dengan demikian para pendidik hendaknya memahami kenyataan ini, dan menggunakan metode Al- qur’an dalam meyajikan nasehat, peringatan dan bimbingannya
36 Al-Qur’an: 61:2-3
untuk mempersiapkan anak-anak kecil bahkan sebelum usia mumayyiz dan sesudahnya baik mengenai Iman, moral dan membentuknya dari segi spiritual dan sosial, semua ini jika mereka menginginkan kebaikan, kesempurnaan, kematangan akhlak dan akal anak-anak.37
d. Pendidikan dengan perhatian
Perhatian merupakan kebutuhan setiap manusia itu merupakan bukti adanya rasa cinta terhadap sesama. Yang dimaksud dengan pendidikan dengan perhatian adalah mencurahkan, memperhatikan dan senantiasa mengikuti perkembangan anak dalam pembinaan akidah dan moral. Karenanya memberikan perhatian dan memperhatikan adalah masalah terpenting dalam mengungkapkan hakekat yang terselubung dalam diri anak. Anak yang mendapatkan perhatian akan lebih cenderung akan lebih terfokus kepada pemberi perhatian, karena ia merasa bahwa orang tersebut memahami dirinya.
e. Pendidikan dengan kasih sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta yaitu perasaan sayang, perasaan cinta, atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih
37 Abdullah Nashih Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam, ( Semarang: CV. Asy-Syifa’, 1981). Hal. 123
sayang merupakan pertumbuhan dari cinta. Kasih sayang adalah rasa yang tulus diberikan kepada orang-orang yang kita kasihi dan kita peduli kepadanya.
Kasih sayang kepada anak-anak dengan cara menunjukkan kehangatan hal itu dapat dilakukan dengan kontak fisik dengan gerakan memeluk, memegang, mencium, serta usapan kepala kepada anak. Selama hal itu dilakukan tidak mungkin anak akan salah paham, justru ia merasa bangga dan disukai. Rasa kasih sayang orang tua (ibu) kepada anaknya, wajib ditunjukkan bahkan sejak anak itu masih dalam kandungan dengan mengurus kehamilan dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai anak kita dibesarkan dengan miskin rasa cinta.
f. Pendidikan dengan hukuman (sanksi)38
Seperti yang telah kita ketahui bahwa hukuman dengan memukul adalah hal yang diterapkan dalam Islam. Dan dilakukan pada tahap-tahap terakhir, setelah nasihat dan tidak mengalami perubahan. Cara ini menunjukkan bahwa pendidik tidak boleh menggunakan cara yang keras jika cara yang ringan sudah bermanfaat. Tetapi Islam juga memberikan batasan dan persyaratan, sehingga pukulan tidak keluar dari maksud pendidikan,
38 Abdullah, Ibid, Pendidikan Anak Menurut Islam Kaidah-Kaidah Dasar, Hal. 1
yaitu untuk memperbaiki, menggerakkan menjadi sebuah perbaikan.39
Adapun dalam melaksanakan pendidikan dalam keluarga perlu memperhatikan metode yang tepat sehingga berhasil dan berdaya guna.
Metode yang tepat harus disesuaikan dengan materi dan usia anak adalah sebagai berikut:
(a) Pendidikan jasmani dan kesehatan (b) Pendidikan intelektual
(c) Pendidikan emosi
(d) Pendidikan agama dan akhlak (e) Pendidikan sosial40
(f) Pendidikan jasmani dan kesehatan
i. Memberikan makanan yang cukup kepada anak, baik dari segi porsinya maupun dari segi kualitas makanan. Seperti menyusui anak sampai usia dua tahun dan memberikan makanan yang bergizidan mengandung kalori tinggi.
ii. Memelihara kesehatan anak deengan cara memberikan peluang yang sebesar- besarnya untuk belajar dan bergerak melalui permainan sehingga otot-ototnya menjadi kuat.
iii. Mengajarkan pengetahuan tentang kesehatan yang baik dimulai dari pakaian, makanan, permainan, dan sebagainya, termasuk kebersihan tempat tinggal dan tempat bermain.
(g) Pendidikan intelektual
39 Opcit, Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam, Jilid 2, hal. 166-168 40 Majalaah Tarbawiyah, (STAIN Jurai Siwo Metro, 2004), hal 4-5
Metode yang dapat digunakan dalam pendidikan intelektual anak antara lain:
i. Menyediakan bahan bacaan yang baik dan menarik. Sehingga anak tertarik untuk membaca dan memperhatikanya.
ii. Membimbing anak belajar pelajaran sekolah baik mengulangi pelajaran yang ada maupun menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru kepada anak-anak.
iii. Membiasakan anak-anak berfikir obyektif, jujur dalam perkataan dan bertanggung jawab atas perbuatan atau sikap yang diambil berdasarkan fikiran yang jernih.
(h) Pendidikan emosional
Metode yang dapat digunakan dalam pendidikan emosional adalah i. Memberikan peluang kepada anak untuk bergaul dengan baik
ii. Memberikan peluang kepada anak dalam menyatakan diri dan pendapat dengan sebaik-baiknya. Sehingga tidak merasa takut dan minder
iii. Memberikan penghargaan atas prestasi yang diraih dan diupayakan untuk tidak melukai perasaanya. Baik dengan cara mencomooh maupun mengkritik dan bahkan memvonis dengan vonis yang tidak layak.
(i) Pendidikan agama dan akhlak
Diantara cara dan metode yang dapat digunakan dalam pendidikan ini diantaranya adalah:
i. Memberikan contoh atau keteladanan yang baik kepada anak tentang keimanan, ibadah dan akhlak pada waktu-waktu tertentu.
ii. Membiasakan anak melaksanakan ajaran agama dan akhlak sejak kecil.
Sehingga terbiasa dan dilaksanakan dengan kemauan sendiri
iii. Menyediakan sarana dan fasilitas yang bernilai agama. Sehingga berpeluang memikirkan ciptaan tuhan dan mengamalkan akhlak yang baik
iv. Mengerahkan agar anak terlibat dalam aktifitas keagamaan dan terhindar dari bergaul secara bebas dengan kawan-kawan yang tidak baik dan tempat-tempat yang tidak baik pula.
(j) Pendidikan sosial
Diantara metode yang layak diterapkan dalam mendidik anak dari aspek sosial adalah:
i. Membiasakan anak secara bertahap untuk mandiri dan memikul rasa tanggungjawab dalam berbagai aspek kehidupan
ii. Memberikan keteladan yang baik kepada anak-anak dalam tingkah laku sosial yang sehat dan menyediakan rumah sebagai tempat dimana hubungan sosial yang sehat dan menyediakan rumah sebagai tempat dimana hubungan sosial tercipta dengan baik dan benar yang dapat diteladani anak.
iii. Mengarahkan anak-anak menjalin hubungan social yang baik, tolong- menolong, saling menghormati dan sebagainya.
Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa metode dalam mendidik anak terbagi dua yaitu:
1. Memenuhi kebutuhan fisik dan mental untuk anak dengan cara:
a. Memberikan makanan bergizi b. Membiasakan anak bersikap jujur
c. Memberikan kesempatan kepada anak untuk bersikap jujur 2.
a. Dengan keteladanan dan pendidikan perilaku b. Perhatian dan kebiasaan
c. Tidak boleh memukul
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tugas atau peran dan fungsi Ibu dalam mendidik anak dikeluarga sangatlah urgen. Dan tugas mendidik anak ini tidak hanya dilakukan ketika anak dilahirkan kedunia ini. Melainkan mendidik anak sejak dalam kandungan ibunya sendiri bahkan disaat memilih pasangan baik bagi Isteri maupun seorang suami. Tugas mendidik ini tentu saja harus mendapatkan dukungan dari tempat dimana ia tinggal dalam hal ini keluarga sangat berperan aktif. Dimana keluarga adalah lembaga kedua setelah ayah dan Ibu, peran keluarga sangat dibutuhkan dalam menunjang pendidikan anak-anak sebelum ia terjun kemasyarakat.
Dimana jika penanaman nilai-nilai yang telah diberikan oleh orang tua serta keluarga dan dengan metode pendidikan yang diberikan kepada mereka maka mereka akan mampu menghadapi apapun yang akan ia temui nantinya. Dan para orang tua tidak akan ragu melepas anak-anak mereka bergaul dengan masyarakat tempat ia