Pendidikan perlu dilihat sebagai suatu proses yang berterusan, berkembang, dan serentak dengan perkembangan individu seorang anak yang mempelajari apa saja yang ada di lingkungannya. Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.
Islam, sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur bagaimana cara beribadah dan berbakti kepada Allah. Ibu bapak adalah guru dan pembimbing dalam setiap rumah tangga dan mereka bertanggung jawab kepada Allah. Pada masa pranatal, seseorang ibu memainkan peranan yang penting dalam mendidik anak yang dikandungnya, walau masih bersifat tidak langsung (indereceducation).
Proses pendidikan masa pranatal dimulai dari bersikap dan bertindak tanduk dengan lemah lembut, sabar, ikhlas, pengendalian emosi, meningkatkan spiritualisme, memperbanyak membaca Al- Quran, dan pendekatan diri kepada Allah.8. Jika sikap atau emosi seorang ibu sering sedih maka ia juga akan menjadi anak yang sering murun, dan sebaliknya jika perasaan dan sikap ibu senang maka anaknya akan ikut senang. Menurut Islam bukan berarti anak yang baru lahir tidak mempunyai apapun dalam dirinya, namun telah dianugerahi sifat-sifat ilahiyah yakni akal dan nilai kebenaran seperti yang dikemukakan oleh hasan langgulung.
Dalam Islam ibu bertanggunjawab untuk memberikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu keimanan kepada Allah Swt.
Mengadzankan dan mengiqomatkan
Caranya, dengan menaruh sebagian korma yang sudah lembut di ujung jari lain dimasukkan ke dalam mulut bayi dan digerakkan dengan lembut ke kanan dan ke kiri sampai merata.
Mendo’akan
Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya setiap anak yang lahir jiwanya tergadai oleh aqiqahnya, maka sembelilah ternak (agar ia bebas dan tertebus) pada hari ketujuh kelahiranya, dan cukur rambut kepalanya dan memberinya nama". 34;Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sebanding, sedang untuk anak perempuan seekor kambing" (HR. 34;Pakailah nama nabi-nabi, dan nama yang amat disukai Allah Ta'ala yaitu Abdullah dan Abdurrahman, sedang nama yang paling manis yaitu Harits dan Hammam, dan nama yang sangat jelek yaitu Harb dan Murrah.".
Kita juga diperintahkan dari untuk menjauhi nama-nama yang diambil dari kalimat yang mengandung makna kehanyutan, penyerupaan, serta kesamaran. Tidak diragukan lagi bahwa nama-nama yang bagus dan sesuai dengan akidah Islam mempunyai pengaruh bagi jiwa orang yang mempunyai nama itu.
Menyusui
Tidak diragukan lagi bahwa nama-nama yang bagus dan sesuai dengan akidah Islam mempunyai pengaruh bagi jiwa orang yang mempunyai nama itu. memiliki pengaruh positif bagi kesehatan bayi, dan hal tersebut merupakan anjuran dokter yang sangat penting pada zaman ini. Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma'ruf. Proses menyusui juga akan menghindarkan anak dna ibunya dari kegemukan yang berlebihan .. i) Semakin sering hubungan antara ibu dan anak dalam proses menyusui ini, akan semakin menumbuhkan ikatan bathin antara mereka.
Khitan
Mengajarkan tata cara sholat
Rasullah bersabda, “hiasilah rumahmu dengan shalat berjamaah dan membaca al-quran.24 Jika seorang anak mencapai usia tujuh tahun, maka orang tuanya berkewajiban mengajarkan tata cara sholat kepada anak-anak mereka, dan memisahkan antara anak laki-laki dan perempuan pada usia sepuluh tahun, untuk menghindarkan mereka dari pencampuran dari hal-hal yang tidak diinginkan. Artinya: “Ajarilah anak-anak kalian sholat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (kalau mereka tidak mau melaksanakan sholat) pada usia sepuluh tahun; dan pisahlah tempat tidurnya dari pada mereka.
Keharusan untuk berlaku adil diantara anak-anak
Memperhatikan kesehatan jasmani anak
Ibu sebagai seorang yang terdekat wajib memberi pendidikan kepada anak-anaknya, sebagaimana tugas utama dan prioritas pertama adalah penanaman akidah dan akhlak. Pendidikan akidah dan akhlak harus diutamakan sebagai kerangka dasar atau landasan dalam bentuk pribadi anak yang sholeh (kompetensi profesional). Anak-anak diperingkat awal usianya, mereka dibentuk dan dididik sejak dari awal, dalam hal ini Islam dan barat mempunyai persfektif yang sama.
Sebagai seorang pemimpin seyogyanya ibu dan bapak sedini mungkin sudah mempelajari dan mengetahui sebanyak-banyaknya bagaimana cara memimpin, khususnya memimpin anak-anak dalam artian juga memberikan pelajaran dan pendidikan. Islam berpendapat, pendidikan anak adalah proses mendidik, mengasuh, dan melatih jasmani dan rohani mereka yang dilakukan ibu (orang tua) sebagai tanggungjawabnya terhadap anak dengan berlandaskan nilai baik dan terpuji bersumber dari al-qur’an dan sunnah. Maksudnya adalah untuk melahirkan anak yang menjadi generasi insan yang rabbani yang beriman, bertaqwa, dan beramal shaleh dan itu semua menjadi tanggungjawab orang tua terutama ibu.
Jadi, dari cara-cara yang telah diajarkan Islam diatas sudah sangat jelas bbahwa sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap anak-anaknya, ibu harus memperhatikan dan memberikan semua kewajiban yang menjadi hak setiap anak dari orang tuanya, sehingga akan lahir anak-anak seperti yang diharapkan yakni anak yang taat kepada Allah Swt.
Urgensi Peran dan fungsi Ibu dalam pendidikan anak menurut Islam
Peran Dan Fungsi Ibu Dalam Pendidikan Anak
Peranan Ibu dalam pendidikan moral (akhlak) anak-anak f. Peranan Ibu dalam pendidikan sosial anak-anak. Diantara tugas-tugas ibu adalah untuk menolong anak-anaknya menemukan, membuka dan menumbuhkan kesedian-kesedian, bakat-bakat, minat, dan kemampuan-kemampuan akalnya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan dan sikap intelektual yang sehat dan melatih indra kemampuan-kemampuan akal tersebut.33. Diantara bidang-bidang yang seorang ibu dapat memainkan peranan penting di dalamnya adalah pendidikan psikologikal dan emosional.
Melalui pendidikan itu ibu dapat menolong anak-anaknya dan anggota-anggotanya secara umum untuk menciptakan pertumbuhan emosi yang sehat, menciptakan kematangan emosi yang sesuai umurnya. Seseorang ibu yang dengan sabar dan memberi teladan bagi anak- anaknya dalam mencerdaskan psikologikal dan emosi dapat menumbuhkan perkembangan jiwa dan emosi secara positif. Bahkan ketika anak masih dalam kandungan sekalipun, demikian pula nilai-nilai pendidikan keagamaan dapat dipraktikan oleh seorang ibu terhadap anaknya sejak usia dini. e) Peranan Ibu dalam pendidikan moral (akhlak) anak-anak.
Sehingga dengan demikian, anak akan mencontoh apa yang dicontohkan oleh perilaku ibunya, demikian pula anggota keluarga lainya. f) Peranan Ibu dalam pendidikan sosial anak-anak. Dari uraian diatas, jelaslah kunci keberhasilan seorang anak dikehidupanya sangat bergantung peran ibu dalam memotivasi dan mendorong agar dapat mencapai cita-citanya.
Metode Yang Dapat Digunakan dalam Hal Mendidik Anak;
Keteladanan dalam pendidikan adalah metode Influentif yang paling meyakinkan keberhasilanya dalam mempersiapkan dan membentuk anak di dalam moral, spiritual dan sosial. Metode keteladanan dalam pendidikan merupakan metode yang paling berpengaruh dalam menyiapkan atau membentuk aspek moral anak-anak. Sang anak akan tumbuh dalam kebaikan, akan terdidik dalam keutamaan jika ia melihat kedua orang tuanya memberikan teladan yang baik demikian pula sang anak akan tumbuh dalam penyelewengan dan berjalan di jalan kufur, fusuq dan maksiat, jika ia melihat kedua orangtuanya memberi teladan yang buruk.
Sebab nasehat ini dapat membukakan mata anak-anak pada hakekat sesuatu, dan mendorongnya menuju situasi luhur, dan menghiasinya dengan akhlak yang mulia, dan membekalinya dengan prinsip-prinsip Islam. Kasih sayang kepada anak-anak dengan cara menunjukkan kehangatan hal itu dapat dilakukan dengan kontak fisik dengan gerakan memeluk, memegang, mencium, serta usapan kepala kepada anak. Rasa kasih sayang orang tua (ibu) kepada anaknya, wajib ditunjukkan bahkan sejak anak itu masih dalam kandungan dengan mengurus kehamilan dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai anak kita dibesarkan dengan miskin rasa cinta.
38 Abdullah, Ibid, Pendidikan Anak Menurut Islam Kaidah-Kaidah Dasar, Hal. yaitu untuk memperbaiki, menggerakkan menjadi sebuah perbaikan.39. Adapun dalam melaksanakan pendidikan dalam keluarga perlu memperhatikan metode yang tepat sehingga berhasil dan berdaya guna. Mengajarkan pengetahuan tentang kesehatan yang baik dimulai dari pakaian, makanan, permainan, dan sebagainya, termasuk kebersihan tempat tinggal dan tempat bermain.
Membimbing anak belajar pelajaran sekolah baik mengulangi pelajaran yang ada maupun menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru kepada anak-anak. Membiasakan anak-anak berfikir obyektif, jujur dalam perkataan dan bertanggung jawab atas perbuatan atau sikap yang diambil berdasarkan fikiran yang jernih. Memberikan contoh atau keteladanan yang baik kepada anak tentang keimanan, ibadah dan akhlak pada waktu-waktu tertentu.
Memberikan keteladan yang baik kepada anak-anak dalam tingkah laku sosial yang sehat dan menyediakan rumah sebagai tempat dimana hubungan sosial yang sehat dan menyediakan rumah sebagai tempat dimana hubungan sosial tercipta dengan baik dan benar yang dapat diteladani anak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tugas atau peran dan fungsi Ibu dalam mendidik anak dikeluarga sangatlah urgen. Melainkan mendidik anak sejak dalam kandungan ibunya sendiri bahkan disaat memilih pasangan baik bagi Isteri maupun seorang suami.
Dimana keluarga adalah lembaga kedua setelah ayah dan Ibu, peran keluarga sangat dibutuhkan dalam menunjang pendidikan anak-anak sebelum ia terjun kemasyarakat. Dan para orang tua tidak akan ragu melepas anak-anak mereka bergaul dengan masyarakat tempat ia.