• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metodelogi Penelitian .1 Desain Penelitian

Dalam dokumen BAB I (Halaman 33-38)

Para sebuah peneliti ilmiah diperlukan sebuah metode penelitian yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan penelitian tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.

Menurut (Sugiyono, 2014), bahwa metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat post-positivis, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triagulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Berdasarkan penjelasan jenis penelitian yang telah di paparkan di atas maka peneliti memilih menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif, agar pencarian fakta yang ada dengan pemahaman yang tepat. Penelitian ini termasuk dalam rumpun penulisan sosial yang mengharuskan penulis untuk turun langsung ke lapangan dan berinteraksi langsung dengan para Volunteer yang dalam hal ini terlibat dalam Partisipasi Yayasan Emas Indonesia dalam program pembentukan karakter anak jalanan di Kota Semarang, oleh karena itu data yang digunakan dalam analisis bersifat kualitatif.

1.9.2 Situs Penelitian

Situs penelitian merupakan tempat atau wilayah di mana penelitian akan dilaksanakan.

Berdasarkan hal itu, lokasi atau wilayah penulisan tentang Partisipasi Yayasan Emas Indonesia dalam program pembentukan karakter anak jalanan di Kota Semarang adalah di Dinas sosial

Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang, Kantor Kecamatan Semarang Selatan, dan Yayasan Emas Indonesia itu sendiri.

Pemilihan ketiga lokus penelitian tersebut dilakukan karena para aktor atau subjek yang terlibat dalam penelitian ini berada dalam ketiga lokus atau wilayah telah disebutkan di atas.

Yayasan Emas Indonesia dipilih karena dalam hal ini Yayasan Emas Indonesia memuat banyak tentang data-data terkait anak jalanan tersebut. Sedangkan pemilihan DINSOS Provinsi Jawa Tenga dan Kota Semarang dan Kantor Kecamatan, dikarenakan dalam kedua situs tersebut banyak terlibat sehingga akan mempermudah peneliti untuk mendapatkan informan dan juga data-data mengenai Yayasan Emas Indonesia yang menjadi lokus dalam penelitian ini.

1.9.3 Subjek Penelitian

Subjek penelitian merupakan individu atau kelompok yang memiliki peran sebagai informan dalam memberikan informasi yang terkait fenomena yang akan di teliti. Informan dalam penelitian ini adalah individu atau kelompok yang harus memahami tentang tentang situasi atau kondisi dari latar penelitian dengan kata lain merupakan ahli di bidangnya masing- masing. Teknik pemilihan informan yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah purposive, yaitu pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan yang diperlukan. Adapun informan dari penelitian ini yaitu Volunteer yang terlibat langsung dan mengetahui secara mendalam mengenai Pemberdayaan Yayasan Emas Indonesia di kota Semarang.

Informan dalam penlitian ini diantaranya sebagai berikut :

1 Kepala Seksi Tuna Sosial dan Perdagangan Orang Dinas Sosial Kota Semarang

2 Lurah Randusari

3 Ketua RT 07 Gunung Brintik

4 Ketua Pembina Yayasan Emas Indonesia

5 Volunteer Yayasan Emas Indonesia

6 Masyarakat RW 03 RT 07 Kelurahan Randusari 1.9.4 Jenis Data

Jenis data lebih cenderung pada pengertian data apa yang harus dikumpulkan oleh peneliti. Berdasarkan kenyataan di lapangan dan informasi sesuai dengan dengan yang hasil wawancara peneliti. Ketika peneliti melakukan wawancara berdahapan langsung dengan responden, maka data yang dihasilkan berupa lisan dan ekspresi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks dan kata-kata tertulis yang diperoleh dari hasil wawancara mendalam.

1.9.5 Sumber Data

Penelitian dengan judul Partisipasi Yayaysan Emas Indonesia dalam bidang Pendidikan dan Pembentukan Karakter Anak Jalanan di Kota Semarang ini memperoleh data dari :

1. Data Primer Adalah data yang di dapat dari sumbernya langsung. Data-data primer tersebut diperoleh melalui jawaban atas pertanyaan- pertanyaan yang di ajukan oleh si peneliti ke pada para informan dalam wawancara ataupun melalui pengamatan langsung dan observasi. Dalam hal ini, data primer di dapat dengan mendatangi langsung Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang, Pengelola Lembaga Yayasan Emas Indonesia, Kantor Kelurahan Randusari, Ketua RT, Masyarakat Kelurahan Randusari dan melakukan wawancara dengan informan yang sudah ditentukan.

2. Data Sekunder Adalah data yang di peroleh secara tidak langsung dari pihak sumber. Data sekunder biasanya berisi catatan atau tulisan tentang adanya peristiwa yang berkaitan yang sudah terjadi sebelumnya yang baik berupa buku, tulisan, majalah, dokumen, data, foto, surat kabar, internet, dan sumber-sumber lainnya. Dalam penelitian ini, penulis memperoleh data sekundernya dari buku, internet dan dokumen-dokumen pendukung lainnya.

1.9.6 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Menurut Sugiyono (Sugiyono, 2015 : 137) bila dilihat dari teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi dan gabungan keempatnya.

1. Metode Wawancara ( interview )

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewe) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang mmeberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2009 : 186). Bentuk wawancara dalam penelitian ini, diberikan kebebasan untuk memberikan jawaban atas pertanyaan terbuka. Selain itu interview bebas terpimpin mengsrsh psda proses tanya jawab menuju pada persoalannya sehingga sesuai dengan sasaran yang dikehendaki.

2. Metode Observasi (pengamatan)

Observasi adalah pengamatan yang dilakukan secara sengaja, sistematis, mengenai fenomena sosial dengan gejala-gejala psikis untuk kemudian melakukan pencatatan (Moleong, 2009 : 187). Pengamatan langsung (Observasi) dalam penelitian kualitatif didasari beberapa alasan seperti yang dikemukakan oleh Guba dan Lincoln ( dalam Moleong, 2007 : 174-175) antara lain yaitu :

a. Teknik pengamatan (observasi) didasarkan atas pengalaman secara langsung b. Teknik pengamatan memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian

mencatat prilaku dan kejadian yang terjadia pada keadaan yang sebenarnya c. Pengamatan memungkinkan bagi peneliti mencatat peristiwa dalam situasi

yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahuan yang langsung diperoleh dari data

d. Mengantisipasi adanya keraguan peneliti terhadap data yang diperoleh

e. Teknik pengamatan memungkinkan bagi peneliti untuk memahami situasi yang rumit

f. Dalam beberapa kasus tertentu dimana teknik komunikasi lainnya tidak dimungkinkan, observasi dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat.

3. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan mendokumentasikan keadaan pada saat observasi. Peneliti akan mendokumentasikan keadaan saat observasi di tempat yang ditentukan. Dokumentasi yang dilakukan peneliti merupakan dokumentasi saat dilakukan observasi di Yayasan Emas Indonesia dan pengamatan langsung penulis di Yayasan Emas Indonesia, Kota Semarang.

1.9.7 Analisis dan Interpretasi Data

Menurut Bungin (Bungin, 2007 : 154), “analisis data adalah gambaran atau informasi tentang peristiwa atas objek yang dikaji tetap mempertimbangkan derajat koherensi internal, masuk akal, dan berhubungan dengan peristiwa faktual dan realistik.”

Analisis data merupakan bagian sangat penting di mana bagian ini merupakan bagian proses dari suatu penelitian. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan induktif. Mengingat penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan sumber bermacam-macam maka teknik analisis yang digunakan mengacu pada Burhan Bungin pada bukunya yang berjudul “Analisis Data Penelitian Kualitatif” yaitu teknik analisis komponensial dan teknik analisis taksonomi.

Teknik analisis komponensial digunakan untuk menganalisis adanya unsur-unsur yang memiliki hubungan-hubungan yang kontraks antara satu dengan yang lainnya. Teknik ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu:

1. Pembedahan hasil wawancara dan observasi, hal ini dilakukan dengan cara membahas hasil wawancara dan observasi dalam sebuah lembaran yang mudah dibaca. Dalam tahap ini hasil wawancara dan observasi belum perlu dikelompokkan dan peneliti hanya perlu melakukan pembedahan hasil wawancara dan observasi tersebut.

2. Pemilihan hasil wawancara dan observasi, dalam tahap ini baru dilakukan

Dalam dokumen BAB I (Halaman 33-38)

Dokumen terkait